cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 263 Documents
IN VITRO ANTIFUNGAL EFFECTIVENESS OF AVOCADO PEEL EXTRACT (Persea Americana) AGAINST Candida albicans AND Aspergillus niger Ester Putri Mentary Mendrofa; Christine Halawa; Edy Fachrial; Yuliani Mardiati Lubis
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i1.12378

Abstract

Abstrak Banyak sekali jenis tanaman di Indonesia yang diduga memiliki potensi sebagai antifungi, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Buah alpukat (Persea americana) adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak antijamur kulit alpukat (Persea americana) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan Aspergillus niger.Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Jamur uji yang digunakan adalah Candida albicans dan Aspergillus niger dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% dengan pengulangan kerja 3 kali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi cakram dengan pelarut DMSO.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah alpukat memiliki efektivitas antijamur pada jamur Candida albicans dan Aspergillus niger yang ditunjukkan oleh hasil zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% dan zona hambat terkecil di 25%. Analisis data menggunakan uji hubungan antara perbedaan nilai rata-rata dilakukan oleh uji One Way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hubungan ini disebut bermakna jika p <0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) TERHADAP BAKTERI MDR (Multi Drug Resistant) DENGAN METODE KLT BIOAUTOGRAFI Nur hasanah; Endang Sulistyarini Gultom
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i2.16600

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap bakteri MDR dengan metode KLT-bioautografi. Bakteri uji yang digunakan adalah bakteri MDR S.lugdunensis MRSA, K.pneumoniae ESBL dan P.aeruginosa ESBL. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol p.a.Untuk pengujian KLT-bioautografi, ekstrak metanol daun kirinyuh ditotolkan pada plat KLT kemudian dielusi dengan eluen metanol:kloroform (9:1, 8:2, 7:3, 6:4, 5:5, 4:6, 3:7, 2:8 dan 1:9), kemudian plat KLT ditempelkan pada media MHA yang telah diinokulasikan ke 3 bakteri MDR dan diinkubasi selama 24 jam. Zona hambat yang terbentuk dilakukan identifikasi senyawa menggunakan pereaksi semprot FeCl3, dragendorff, uap amoniak, SbCl3 dan Lieberman bouchardat. Hasil uji KLT-bioautografi menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kirinyuh dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang ditandai terbentuknya zona bening pada EMDKF3, EMDKF7b, EMDKF9b dengan masing-masing nilai Rf 0,47 cm (fenol), 0,87 cm (flavonoid), 0,92 cm (flavonoid) pada bakteri S.lugdunensis MRSA dan EMDKF2, EMDKF7a, EMDKF7c dengan masing-masing nilai Rf 0,6 cm (flavonoid), 0,57 cm (alkaloid), 0,96 cm (flavonoid) pada bakteri K.pneumoniae ESBL, sedangkan pada bakteri P.aeruginosa ESBL ekstrak metanol daun kirinyuh tidak memiliki aktivitas antibakteri yang ditunjukkan dengan tidak ada zona bening yang terbentuk. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri terhadap bakteri S.lugdunensis MRSA dan K.pneumoniae ESBL adalah senyawa golongan alkaloid, flavonoid dan fenol. Kata Kunci: Chromolaena odorata, Bakteri MDR, Aktivitas Antibakteri, KLT    Bioautografi ABSTRACT            This study aims to determine the antibacterial activity of methanol extract of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata) against MDR bacteria by TLC-bioautography method. The test bacteria used were MDR S.lugdunensis MRSA, K.pneumoniae ESBL and P.aeruginosa ESBL. The extraction method is carried out by maceration using methanol solvent p.a. for TLC-bioautographic testing, the methanol extract of the kirinyuh leaves was poured on the TLC plate then eluted with methanol:chloroform eluent (9:1, 8:2, 7:3, 6:4, 5:5, 4:6, 3:7, 2:8 and 1:9), then the TLC plate was attached to the MHA media which had been inoculated to 3 MDR bacteria and incubated for 24 hours. Inhibition zones formed were identified using compound spray reagents FeCl3, dragendorff, ammonia vapor, SbCl3 and Lieberman bouchardat. The TLC-bioautographic test results showed that the methanolic extract of kirinyuh leaves can inhibit bacterial growth marked by the formation of clear zones in EMDKF3, EMDKF7b, EMDKF9b with each Rf value of 0,47 cm (phenol), 0,87 cm (flavonoids), 0,92 cm (flavonoids) in S.lugdunensis MRSA and EMDKF2, EMDKF7a, EMDKF7c bacteria with Rf values of 0,6 cm (flavonoids), 0,57 cm (alkaloids), 0,96 cm (flavonoids) in K.pneumoniae ESBL, whereas in P.aeruginosa ESBL bacteria the methanolic extract of kirinyuh leaves had no antibacterial activity as indicated by no clear zone formed. The compounds that act as antibacterial against the bacteria S.lugdunensis MRSA and K.pneumoniae ESBL are alkaloid, flavonoid and phenol compounds.Keywords: Chromolaena odorata, MDR Bacteria, Antibacterial Activity, TLC  Bioautography
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT INFEKSI CACING YANG DITULARKAN MELALUI TANAH TERHADAP TINGKAT KECERDASAN PADA ANAK DI SD NEGERI 067775 KOTAMADYA MEDAN Agustina Samosir
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5023

Abstract

Infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminthiasis atau STH) masih merupakan masalah dunia terutama di daerah tropik dan sub tropik, termasuk di Indonesia. Penelitian Pasaribu pada tahun 2003 dan Ezeamama dkk pada tahun 2005 menunjukkan bahwa anak usia sekolah dasar (SD) merupakan kelompok umur yang paling sering terinfeksi oleh cacing usus yang ditularkan melalui tanah. Hal ini disebabkan karena anak SD paling sering berkontak dengan tanah sebagai sumber infeksi. Infeksi cacing yang cukup tinggi prevalensinya di Indonesia adalah infeksi cacing yang disebabkan oleh cacing ascaris lumbricoides, cacing tambang dan trichuris trichiura. Mengingat bahwa prevalensi tertinggi infeksi kecacingan STH terdapat pada anak usia sekolah dasar, dikuatirkan infeksi cacing dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan seorang anak. Belum diketahui secara pasti bagaimana proses ini terjadi,  namun diduga proses ini terjadi secara tidak langsung, mungkin melalui kejadian anemia dan malnutrisi yang diderita anak akibat terinfeksi kecacingan STH. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus 2012 pada murid sekolah dasar kelas IV, V dan VI SD Negeri 067775 Kota Medan. Populasi studi berjumlah 150 orang anak usia 8-12 tahun. Sampel studi dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive dengan melakukan pemeriksaan tinja murid-murid populasi studi. 62 murid (41%) ditemukan positif terinfeksi cacing dan dipilih sebagai sampel studi. Tingkat nutrisi, antropometrik, anemia dan kecerdasan murid-murid terpilih kemudian diukur. Tingkat kecerdasan diukur dengan menggunakan indikator WISC (Wechsler Intelligance Scale for Children). Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan tabulasi silang dan statistika nonparametrik uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada SD Negeri 067775 Kota Medan dijumpai anak dengan derajat infeksi ringan 63%, infeksi sedang 37% dan infeksi berat 0%. Dari penelitian ini juga diperoleh bahwa tingkat kecerdasan mental defective 12,9%, borderline 25,8%, low average 29,0%, average 27,4% dan high average 4,8%. Statistik uji z Kolmogorov Smirnov tentang hubungan antara tingkat infeksi STH dan tingkat kecerdasan adalah 3.413. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat infeksi cacing STH terhadap tingkat kecerdasan pada anak di SD 067775 Kota Medan.   Kata Kunci:     Infeksi cacing STH, derajat infeksi, tingkat kecerdasan, kejadian anemia, status gizi, Medan, Indonesia.
PENDEKATAN MORFOMETRI, MORFOLOGI, JENIS KELAMIN TUKA Zulfahmi Zulfahmi; Mufti Sudibyo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.7371

Abstract

Tuka memiliki nilai ekonomi yang tinggi terutama pada bagian badan yang melebar dan sepasang sirip dada yang menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi, morfometri dan status konservasi Tuka di Sumatera Bagian Utara. Sampel penelitian diambil dari Pusat Pasar Ikan di Jl. Cemara No. 1 Sampali Medan. Terdapat 2 sampel yang ditemukan, diantaranya dianalisis menggunakan regresi berganda dengan metode stepwise. Parameter yang diukur adalah panjang diskus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara morfologi, Ikan Tuka yang ditemukan adalah dari jenis Okamejei cf boesemani, Dipturus sp. Secara morfometri, ukuran panjang atau jarak yang memberikan kontribusi terhadap panjang diskus adalah panjang jarak interorbital (X2) (r= 0,573), interpace celah insang pertama (X12) (r= 0,671), interorbital (X5) (r= 0,276), jarak prenarial (X7) (r=0,756), serta jarak prenarial (X9) (r=0,785). Status konservasi dari kedua spesies tuka  yang diperoleh adalah Okamejei cf boesemani dan Dipturus sp termasuk dalam status Dalam Daftar Merah IUCN: Belum dievaluasi (NE) Kata Kunci : Tuka, Sirip, Dada, Kepala, Konservasi
KETERKAITAN KOMUNITAS FITOPLANKTON DENGAN KUALITAS AIR DI DANAU SKY AIR JAKABARING PALEMBANG Ervina Mukharomah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10485

Abstract

Penelitian ini  dilakukan di Danau Sky Air Jakabaring Kota Palembang pada Pukul 17.00 WIB, 21.00 WIB, dan 07.00 WIB, periode pada 3 (tiga) strata pengambilan yaitu permukaan, dengan metode penyaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan kualitas air terhadap kelimpahan dan penyebaran fitoplankton. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan kelimpahan dan sebaran fitoplankton memiliki keterkaitan erat dengan faktor fisika dan kimia, oleh karena itu spesies yang didapat bervariasi dan menyebar diseluruh perairan Danau Sky Air Jakabaring yaitu pada pukul 17.00 dengan hubungan 0,0006. Fitoplankton memiliki struktur komunitas, kelimpahan, dan indeks biologi yang mendominasi dan beragam pada perairan Danau Sky Air Jakabaring. Hasil pencacahan fitoplankton, ditemukan 17 genus dari 5 family yaitu Bacillariophyceae (7 genus), Chlorophyceae (3 genus), Cyanophyceae (5 genus), Dinophyceae (1 genus), dan Euglenophyceae (1 genus).
Review Jurnal Intemational Jurnal of Education and Research Fauziyah Harahap
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Hasil Review Fauziyah Harahap
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2794

Abstract

Jurnal Intemational Jurnal of Education and ResearchVol.2/No.9
KEMANJURAN IgY KUNING TELUR AYAM YANG TELAH MEMPEROLEH SUPLEMENTASI PIRIDOKSIN MENCEGAH KELAINAN OLEH Salmonella enteritidis Pasar Maulim Silitonga; Melva Silitonga; Meida Nugrahalia
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i3.14563

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menguji kemanjuran IgY kuning telur ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksin dalam mencegah kelainan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri S.Enteritidis. Telur dikoleksi dari ayam petelur yang telah diberi suplementasi piridoksin dosis 3 mg/kg dan diinjeksi dengan S. Enteritidis sebanyak 1,0 ml  (109sel/ml).  Pada uji kemanjuran IgY digunakan 10 ekor tikus putih dewasa yang dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari lima ekor setiap kelompok. Kelompok P diberi kuning telur selama 31 hari , kelompok K  (control)  tidak diberi kuning telur. Setelah perlakuan kuning telur selesai, semua tikus putih disuntik dengan S.Enteritidis 1,0 ml  (109sel/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IgY antidiare yang terkandung dalam kuning telur ayam yang telah memperoleh suplementasi piridoksin, cukup efektif mempertahankan kadar kalium dan albumin serum sebagaimana pada kondisi normal. 
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT OLEH ETNIS MASYARAKAT DI DUSUN ARAS NAPAL KIRI DAN DUSUN ARAS NAPAL KANAN DESA BUKIT MAS KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT Jamilah Nasution; Putri Dwi Masitah; Riyanto Riyanto
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i2.4225

Abstract

Based on this observation, thre are 42 species of beneficial herbal plant from 27 family  grown in  Dusun Aras Napal Kiri and  Dusun Aras Napal Kanan, Desa Bukit Mas Kabupaten Langkat. The parts of plant usefully are leave (22  species or 47,83%), rizomes ( 8 species or17,39%), latex (4 species or 8,70%), seed (3 species or 6,52%), stem and root are each (2 species or 4,35%), and flower (only 1 species or 2,17%).The Javanese is the Etnis who use the most herbal plants (34 species) whilst Karo and Batakness uses 20 species and 19 species.  The wealth  of the herb can be used into 4 categories sch as Medecine (60,47%), Healthcare(30,23%), Beautycare (4,65%), and medicare (4,65%). Keywords: Ethnobotany, medicinal plant, Aras Napal
RESPON BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP BERBAGAI DOSIS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA ULTISOL I Nurmajdi; A Syarif; Suswati Suswati
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i3.5827

Abstract

Produksi bawang merah di Indonesia masih tergolong rendah berkisar antara 4.4-12.6 ton ha-1 sedang potensi hasil yang dapat dicapai 16 ton ha-1. Salah satu penyebab rendahnya produksi bawang merah adalah pemilihan varietas yang kurang tepat dan rendahnya mutu umbi yang digunakan sebagai bibit. Pada kegiatan ini telah dilakukan pengujian berbagai dosis Fungi mikoriza arbuskular terhadap  respon beberapa varietas bawang merah pada Ultisol. Tujuan penelitian untuk memperoleh dosis yang terbaik dan kombinasi dosis FMA dan varietas bawang merah yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen umbi di dataran rendah. Percobaan dilakukan dalam pola faktorial 3 x 4 yang dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis FMA multispora (C) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : C0= kontrol; C1=10 g polibag-1; C2=20 g polibag-1; C3=30 g polibag-1 dan faktor kedua adalah varietas bawang merah (V) dengan 3 taraf yaitu V1=Bima;V2=Kuning dan V3= varietas Bangkok. Setiap petak percobaan berukuran 80x110 cm dengan jarak antar plot dalam setiap satuan percobaan 10x10 cm sehingga diperoleh 12 polibag tanaman dalam satu plot. Parameter pengamatan diantaranya Laju asimilasi bersih (LAB), laju tumbuh relatif (LTR) pada umur 14-21 hst dan bobot kering panen. Aplikasi FMA akan mempengaruhi LAB dan LTR ketiga varietas tanaman bawang merah. LAB ketiga varietas bawang merah dengan dosis 10-20 g polibag-1 menunjukkan respon yang tidak berbeda nyata, pada dosis yang lebih tinggi (30 g polibag-1) justru LAB menurun. Aplikasi FMA pada ketiga varietas menyebabkan  LTR  yang berbeda nyata dengan kontrol. Peningkatan dosis 10 g hingga 20 g menunjukkan LTR yang tidak berbeda nyata pada varietas Bima Brebes, sedang pada varietas Kuning pemberian dosis 10 g – 30 g LTR tidak berbeda nyata, sebaliknya peningkan dosis dari 20 g hingga 30 g polibag-1 pada Bima Brebes menyebabkan penurunan LTR. Varietas Bangkok memiliki respon yang terbaik terhadap FMA dengan dosis 10 g polibag-1dengan produksi umbi 98.88 g setara dengan 15.82 ton ha-1( populasi 160.000 tanaman ha-1).   Kata kunci : bawang merah, Fungi mikoriza arbuskular, multispora, LAB, LTR, produksi
ISOLASI DAN UJI ANTIFUNGAL EKSTRAK METANOL, ETIL ASETAT DAN N-HEKSANA BAKTERI ENDOFIT DARI AKAR TUMBUHAN MENTIGI (Vaccinium varingaefolium) Widya Lestari; Dwi Suryanto; Erman Munir
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i3.9794

Abstract

Many study that endophytic bacteria useful for plant by protection mechanism to parasitic disease and recovery plant morphology using metabolite producing. Many plants such as mentigi grow at extreme area in volcanic mount. This plant can be able to has specific metabolite producing endophytic bacteria. Research about plant endophytic at extreme area are still limited. The aim of this research to know plant endophytic frommentigi root in inhibiting pathogen fungi growing. plantendophytic bacteria isolation from mentigi root was done by root surface sterilization, cutting and cultivating on nutrient agar medium. Cell extraction was done using methanol, etil-asetat and n-heksana for two isolates. Antagonis test isolates and cell extract was done to some plant and fish pathogen fungus such as Fusarium oxysporum, Ganoderma boninense, Rigidoporus microporusand Saprolegniasp. on potatoes dextrose agar contain 1% yeast extract. Isolates AW5 and AW6 have high potential in inhibiting plant pathogen fungi growing.Essay result extraction to plant pathogen fungi showed that methanol extract of isolate AW5 and AW6 have biggest potential in inhibiting pathogen fungi growing.

Page 11 of 27 | Total Record : 263


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue