cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 269 Documents
HUBUNGAN KEKERABATAN SPESIES DALAM GENUS Zanthoxylum MENGGUNAKAN SEKUEN GEN MATURASE K (matK) DNA KLOROPLAS Johannes Manurung; Hary Prakasa; Ulfa Jamily Tanjung; Tri Harsono
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10166

Abstract

Genus Zanthoxylum merupakan anggota dari suku Rutaceae yang tersebar luas di Asia Tengah dan Amerika Utara. Genus ini memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang medis karena dapat menghasilkan minyak esensial serta dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber obat. Saat ini penelitian genus Zanthoxylum terfokus pada bidang fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekerabatan spesies dalam genus Zanthoxylum menggunakan DNA kloroplas sekuen gen matK. Data sekuen gen matK diperoleh dari National Center for Biotechnology. Sebanyak 22 spesies dari genus Zanthoxylum yang berasal dari 13 negara digunakan dalam analisis ini. Data sekuen kemudian dianalisis hubungan kekerabatan dengan menggunakan program MEGA 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah nukleotida pada sekuen matK adalah 35,5% (T), 19,6% (C), 26,9% (A), dan 18,0% (G). Hasil analisis filogenetik menunjukkan bahwa sekuen gen matK pada spesies dalam genus Zanthoxylum mengelompok ke dalam satu kelompok dan terpisah dari outgroup-nya (Citrus paradisi dan Melicope vitiflora). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa DNA kloroplas sekuen gen matK dapat digunakan untuk mengelompokkan spesies dalam genus Zanthoxylum terpisah dari genus lainnya (antar spesies) tetapi kurang dapat memisahkan spesies dalam genus yang sama (intra spesies). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai informasi awal untuk menganalisis hubungan kekerabatan spesies dalam genus Zanthoxylum menggunakan berbagai penanda molekuler.
Test Antifungal Phatogen Extract Secondary Metabolites Of Endophytic Fungi Raru Plant (Cotylelobium melanoxylon) Uswatun Hasanah; Riwayati Riwayati; Idramsa Idramsa
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.2781

Abstract

This study aims to determine the ability of extracts  secondary metabolites of endophytic fungi raru plant Siarang (Cotylelobium melanoxylon) in inhibiting the growth of pathogenic fungi. Pathogenic fungi tested were Collectotrichum, Fusarium oxysporum, Candida albicans and Sclerotium rolfsii. Test antifungal pathogens carried out by using the method of Kirby-Bour, ie by measuring the clear zone located around the paper disc which is the zone of growth inhibition of pathogenic fungi. Measurement of inhibition zone is done by using a caliper or ruler. The results showed that the secondary metabolites of endophytic fungi extracts could inhibit the growth of pathogenic fungus Candida albicans is the clear zone of 10.23 mm. Keywords : endophytic fungus, Cotylelobium melanoxylon, extract of secondary metabolites, fungal pathogens, inhibition zone
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BUASBUAS (Premna pubescens Blume) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI PADA TIKUSPUTIH (Rattus novergicus) YANG DIINDUKSI KANKER 7,12 Dimethylbenz[a]antrasena (DMBA) Martina Restuati; Poppy Audina Nasution
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i2.14152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun buasbuas (Premna pubescens Blume) terhadap perubahan sel hepatosit hati pada tikus putih (Rattus novergicus) yang diinduksi DMBA. 25 ekor sehat (umur 3 bulan berat ± 200 gr) diambil secara acak dan kemudian dibagikan dalam 5 kelompok: KN, KP, P1, P2, dan kelompok P3 dan diberi perlakuan selama 8 minggu. KN hanya diberi pakan dan aquades, KP hanya diberi DMBA 10mg/KgBB, P1 diberi DMBA 10mg/KgBB dan EEDBB 150mg/KgBB, P2 diberi DMBA10mg/KgBB dan EEDBB 300mg/KgBB dan P3 diberi DMBA 10mg/KgBB dan EEDBB 450mg/KgBB. Uji ANOVA didapatkan perbedaan yang bermakna (p=0,000) terhadap semua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rata-rata kerusakan sel hepar pada KN  (1,62 ±  0,40) KP (14,4 ±  0,78) P1 (12,2 ± 1,31) P2 (11,8 ± 2,62) P3 (4,36 ± 0,21). Pada Uji Post Hoc LSD didapatkan perbedaan bermakna p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun buas buas (Premna pubescens Blume) dapat menurunkan kerusakan sel hepar tikus yang diinduksi DMBA akibat kandungan antioksidannya.
Keanekaragaman Dan Kelimpahan Serangga Pengunjung Bunga Jambu Air Deli Hijau (Syzygium samarangense) Di Desa Kwala Begumit Stabat Fathimah Nurfithri Hashifah; Lazuardi Lazuardi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i2.4216

Abstract

Jambu air deli hijau memiliki nilai ekonomi yang tinggi dari jambu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keanekaragaman dan kelimpahan serangga pengunjung pada bunga jambu air deli hijau (Syzygium samarangense) dengan menggunakan alat yellow sticky trap yang dijelaskan dalam skripsi ini. Bunga jambu dari family Myrtaceae memerlukan bantuan serangga dalam proses penyerbukan. Faktor yang mempengaruhi kunjungan serangga pada bunga yaitu kandungan nektar, konsentrasi gula, dan kelimpahan bunga serta memiliki bau harum. Sampel penelitian yang diambil menggunakan metode yellow sticky trap kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Selama pengambilan sampel dilakukan didapat 235 jenis serangga yang mengunjungi bunga jambu air deli hijau terdiri dari 21 famili dan 8 ordo serangga.  Dengan indeks keanekaragaman diwaktu pagi 2,774, siang 2,774 dan sore 2,379 sesuai dengan kriteria Shanon-Wiener indeks keanekaragaman ini dikategorikan sedang dan indeks dominansi serangga diwaktu pagi 0,074, siang 0,073 dan sore 0,131 dikategorikan sebagai indeks dominansi yang rendah. Serangga yang mendominasi berkunjung adalah ordo Diptera yaitu pada pagi dan siang hari dari family Tephritidae dan sore hari dari family Tabanidae. Parameter lain yang dilihat ada faktor fisika lingkungan yaitu temperatur suhu yang memiliki suhu tinggi 32°C pada siang hari, kelembaban udara tertinggi 79% pada pagi hari dengan kondisi cuaca mendung dan intensitas cahaya tertinggi 835 x 100 Lux pada siang hari dengan kondisi cuaca terik. Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan, Serangga Pengunjung, Bunga Jambu Air Deli Hijau
DETEKSI KANDUNGAN GAS KARBON MONOKSIDA (CO) HUBUNGAN DENGAN KEPADATAN LALU-LINTAS DI MEDAN SUNGGAL, KOTA MEDAN ashar hasairin; Rosliana Siregar
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i1.9841

Abstract

 The aim of this study to determine: a) the consentration of carbon monoxide in the air in District Medan Sunggal, b) the relationship between traffic density and the concentration of CO (Carbon Monoxide) in Medan Sunggal, c) is there the relationship between the condition of physical and chemical environment on the concentration CO in Medan Sunggal. This study was conducted in December 2013- February 2014 in the three location, they are: 1) Jl. Arten Ringroad, 2) Jl. TB Simatupang, 3) Jl. Setia Budi, air analysis performed in BTKL PP Medan. The design of this study using the pearson product moment correlation. The parameter measured were the number of level of CO, the physical-ehemical properties and the totality of traffic density. The research findings indicated that: the highest level of CO was in Jl. Setia Budi with 17 ppm while in the Jl. TB Simatupang was 11 ppm and in the Jl. Arten Ringroad 8 ppm. There is a significant relationship between traffic density with the content of CO levels with the value r=0,9. The correlation is very high, the correlation is positive significant. By counting using the pearson product moment analysis was obtained tcont (5,4)  ≥  t table(1,895). There is relationship between traffic density and the levels of CO in the air. While the dampness and wind speed on the consentration of CO is found negative correlation. The correlation of temperature on the concentration of CO is r=0,9, but there is not significant correlation by t hitung(2,1)  ≤ dari  t tabel (6,314).
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus) YANG DIBERI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) Atika Saptaniari Sinaga; Tri Harsono
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2013): Bio
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.12732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus) yang diberi ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah mahkota dewa. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Hewan dan Laboratorium Kimia Universitas Negeri Medan, pada bulan Mei sampai Juni 2012. Metode dan desain penelitian ini adalah metode eksperimental, menggunakan 24 ekor mencit jantan dengan dosis pemberian ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah mahkota dewa pada kelompok perlakuan masing-masing 1ml yang diberikan secara oral menggunakan sonde. Kadar glukosa darah setelah pemberian ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah mahkota dewa diukur pada menit ke 240 setelah diberi glukosa 50%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji-t (uji test). Hasil penelitian menunjukkan mencit bahwa ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah mahkota dewa berpengaruh nyata terhadap kadar glukosa darah. Dimana kadar glukosa darah pada menit ke 240 kelompok kontrol sebesar 122,25 mg/dl. Kelompok mencit yang diberi ekstrak etanol kadar glukosa darah pada menit ke 240 menurun sebesar 83,62 mg/dl (turun 44,25%) dari kadar glukosa darah yang telah diberi glukosa 50%. Kelompok mencit yang diberi ekstrak air, kadar glukosa darah menurun sebesar 89 mg/dl (turun 43,10%) dari kadar glukosa yang diberi glukosa 50%. Hasil uji test menunjukkan bahwa t hitung (3,07) lebih besar dibandingkan dengan t tabel (1,761) maka (H0) menyatakan tidak ada perbandingan kadar glukosa darah mencit yang diberi ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah mahkota dewa sehingga (Ha) menyatakan ada perbandingan kadar glukosa darah mencit yang diberi ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah mahkota dewa diterima.
Kajian Morfologi, Morfometri, dan Status Konservasi Hiu Yang Ditemukan Di Sumatera Bagian Utara Puput Rahayu; Mufti Sudibyo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4011

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis morfologi, morfometri dan status konservasi hiu di Sumatera Bagian Utara. Sampel penelitian di ambil dari Pusat Pasar Ikan di  Jl. Cemara Sampali Medan. Tujuh sampel yang di temukan, empat di antaranya di analisis menggunakan regresi berganda  dengan metode stepwise. Parameter di ukur adalah jara atau panjang terukur terhadap panjang total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi ikan hiu yang di temukan dari jenis: Sphyrna lewini, Squalus megalops, Carcharinus melanopterus, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium punctatum,Triaenodon obesus, dan Hemigaleus microstoma. Secara morfometri ukuran jarak atau panjang yang memberikan besaran koefisien determinasi (r2) dan parameter yang menentukan  panjang terukur dengan panjang total pada hiu Sphyrna lewini yakni PGI 92%, PD2 97% dan PSE 97,7%, pada hiu Squalus megalops yang berkontribusi terhadap panjang total adalah  FL  92%, PPL 98%, PE 96%, PSD 98% dan PPS 99%.  Pada hiu Carcharinus melanopterus FL  98,3%, PPL 99,6%, dan PSD adalah 99%. Pada hiu Atelomycterus marmoratus PD2 89%, PP 93%, dan PSP 95%. Status konservasi dari hiu yang di temukan pada hiu Carcharinus melanopterus, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium punctatum, Triaenodon obesus adalah hampir terancam (NT), Squalus megalops adalah minim informasi (DD), Hemigaleus  microstoma adalah rawan (VU) dan Sphyrna lewini adalah terancam (EN).   Kata kunci : Morfologi, morfometri, konservasi
EFFECT OF VARIOUS SUBSTRATES IN NON-CIRCULATING HYDROPONIC SYSTEMS AND SOIL MEDIA ON THE GROWTH OF Gynura procumbens Hanik Faizah; Ikhlasotul Fawaidah; Najmatul Millah; Ninik Fadhillah; Muh. Ma’arif
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i3.20101

Abstract

The limitations of conventional soil cultivation in producing medicinal plants emerge an interest in searching various alternative cultivation systems, one of which is the hydroponic system. This study aimed to investigate the effect of various substrates in non-circulating hydroponic systems and soil media on the growth of Gynura procumbens. Non-circulating hydroponic cultivation of Gynura procumbens was carried out using stem cuttings. The stem cuttings were transferred to each net pot containing substrates such as rockwool, tree ferns fiber, and sawdust. The net pots were then placed in a tray comprising AB mix 6 ml/L of water. The lower 2-cm-portion of the net pots was immersed in a nutrient solution. Whereas in the conventional soil cultivation, the stem cuttings were transferred to the polybags containing soil media: compost (1: 1). After 28 days of cultivation, the plant growths were measured. The results showed that the use of various substrates in non-circulating hydroponics increased plant growth compared to conventional soil cultivation. Rockwool treatment obtained the highest number of leaves (14,833 ± 5,269 strands), number of roots (20,333 ± 6,121 stands), fresh weight (1.34 ± 0.511 g) and dry weight (0.088 ± 0.031 g).
KARAKTERISASI BAKTERI ENDOFIT PENGHASIL FITOHORMON IAA (Indole Acetic Acid) DARI KULIT BATANG TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) Suci Ramadhani Tanjung; Uswatun Hasanah; Idramsa Idramsa
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri endofit penghasil hormon IAA dan mengetahui karakteristik isolat bakteri yang mampu menghasilkan IAA berdasarkan karakter morfologi, biokimia dan fisiologinya. Bakteri endofit dari kulit batang Tumbuhan raru telah tersedia di Labortorium Mikrobiologi UNIMED. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 isolat bakteri endofit terdapat dua isolat yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan IAA yaitu ER 15 dan ER 23, kedua isolat bakteri endofit tersebut memiliki karakterisitik morfologi koloni dengan warna koloni; putih,  bentuk; bulat, tepi koloni; rata dan berombak, permukaan koloni; licin, karakteristik morfologi sel adalah gram negatif dan positif. Karakteristik biokimia bakteri antara lain dapat  mereduksi gula dari fermentasi karbohidrat, memfermentasi gula dalam jumlah yang rendah, menghasilkan asam campuran, menghidrolisis protein, menghasilkan enzim gelatinase dan katalase. Tidak dapat menghasilkan enzim urease, sitrase dan tidak dapat menghidrolisis hydrogen sulfida. Berdasarkan karakteristik fisiologinya  isolat bakteri endofit ER 15 dapat tumbuh optimum pada suhu 350 C  dan pada pH 7,2 – 8,9. Isolat  ER 23  tumbuh optimum pada  suhu 300 C – 400 C, dan dapat tumbuh pada pH 5,2 – 10,2. Kata kunci :  Karakterisasi, bakteri endofit,  hormon IAA
HUBUNGAN FISIKOKIMIA AIR TERHADAP KEANEKARAGAMAN UDANG AIR TAWAR DI PERAIRAN SUNGAI BEDERAK TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MADYA MEDAN Laila Sapna; Meida Nugrahalia
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sifat fisikokimia perairan pada aliran Sungai Bederak, mengetahui keanekaragaman udang air tawar yang terdapat di aliran Sungai Bederak dan mengetahui hubungan fisikokimia air dengan keanekaragaman udang air tawar di aliran Sungai Bederak di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Pengukuran parameter fisika dilakukan langsung di lapangan, sedangkan pengukuran parameter kimia sampel air yang diamibil dari setiap stasiun diteliti di Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara. Data hasil pengukuran suhu berkisar 24 -28 0C, kecerahan 3 – 7 cm, pH 4,5 – 7,5, COD 15 – 19 mg/L, BOD 12 – 13 mg/L dan NO3 15 – 20 mg/L. 1. Sifat fisikokimia perairan Sungai Bederak yakni suhu belum melewati batas baku mutu kelas II, sedangkan tingkat kecerahan sudah tercemar. Parameter kimia seperti pH sudah melewati batas baku mutu kelas II, COD belum melewati batas baku mutu kelas II, BOD sudah melewati batas baku mutu kelas II dan NO3 sudah melewati batas baku mutu kelas II. Pengambilan sampel udang dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling diambil dengan 3 kali pengulangan dan identifikasi udang diteliti di Laboratorium Biologi FMIPA UNIMED. Dari penelitian didapat 3 famili Crustacea yakni Palaemonidae, Tetrasquilidae, Penaeidae. Nilai indeks keanekaragaman udang (H’) berkisar antara 0,65 – 1,86. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa parameter fisika dan kimia yakni suhu 0,717, kecerahan 0,68, pH 0,65, COD 0,835, BOD 0,98, NO3 0,86, memiliki hubungan terhadap keanekaragaman udang. Kontribusi hubungan suhu 51,4 %, kecerahan 46,2 %, pH 42,2 %, COD 69,7 %, BOD 96 %, NO3 73,9 %.Kata kunci : Fisikokimia, Udang, Keanekaragaman, Analisis Korelasi

Page 10 of 27 | Total Record : 269


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue