cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 269 Documents
Test Antihyperglycemia Ethanol Leaf Extract Kembang Bulan ( Tithonia diversifolia) in Mice ( Mus musculus ) The Induced Diabetes With alloxan Ronald Pasaribu; Salomo Hutahaean; Syafruddin Ilyas
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.2785

Abstract

A research was conducted to invenstigate antihyperglycemic activity ethanol extract of leaf kembang bulan (Tithonia diversifolia) in mice with alloxan induced diabetes. The experiment used completely randomized design, 6 treatment groups with 5 replicates each. KP mice, P1, P2, P3 and P4 fasted for 16 hours and then injected intraperitoneally alloxan 5.04 mg. On day 4 post induction, KP, P1, P2, P3 and P4 positive diabetes. P1, P2 and P3 were treated 14; 42 and 70 mg/Kg of ethanol extract of kembang bulan while P4 were 0.9 mg/Kg glibenclamide for 12 days. The results showed that all treatment doses did not significantly affect body weight of diabetic mice (P>0.05). P1 obtained with a dose of 14 mg/Kg body weight is able to decrease blood glucose levels (P<0,05). The ethanol extract at a dose of 14 mg/Kg body weight effect on decreasing the number of giant cells of the spleen. It can be concluded ethanol extract of kembang bulan can lower blood glucose levels  and effect  the  microstructure spleen of mice  with alloxan induced diabetes. Keywords : Alloxan , Ethanol Extract , Tithonia diversifolia , Blood Glucose Levels.
ISOLASI DAN UJI ANTAGONIS Trichoderma TERHADAP Fusarium oxysporum SECARA IN VITRO Rahmiati Rahmiati; Abdul Karim; Ida Fauziah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i1.16839

Abstract

Jamur Trichoderma sangat umum dijumpai dalam tanah dan merupakan jamur yang memiliki sifat. antagonistik terhadap jamur lain sehingga dapat diamanfaatkan sebagai agen pengendali hayati. Kemampuan antagonistik Trichoderma dibuktikan dengan kemampuannya dalam menghambat Fusarium oxysporum yang merupakan penyebab penyakit rebah kecambah pada tanaman. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode eksperimental yang terdiri dari tiga tahapan penting yatiu: isolasi Trichoderma, identifikasi isolat Trichoderma dan uji potensi isolat Trichoderma dalam menghambat Fusarium oxysporum. Terdapat 4 isolat jamur Trichoderma yang berhasil diisolasi tanah yaitu Trichoderma sp.1, Trichoderma sp.2, Trichoderma sp.3 dan Trichoderma sp4. Isolat Trichoderma sp.1 diketahui memiliki nilai zona hambat terbesar terhadap Fusarium oxysporum.
PENGARUH PEMBERIAN KOLKISIN TERHADAP JUMLAH KROMOSOM BAWANG PUTIH (Allium sativum) LOKAL KULTIVAR DOULU Tumiur Gultom
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i3.4959

Abstract

Bawang putih lokal kultivar Doulu  berasal dari  Desa Doulu Kabupaten Karo Sumatera Utara. Bawang putih  lokal Doulu dikenal luas oleh masyarakat di Sumatera Utara karena rasa  yang pedas dan aromanya yang tajam. Jumlah kromosom bawang putih lokal ini sebanyak 16 =2n. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolkisin terhadap jumlah kromosom bawang putih (Allium sativum) pada konsentrasi dan lama waktu perendaman yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan metode squash. Rancangan percobaan yang digunakan adalah percobaan faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pemberian larutan konsentrasi kolkisin (D) dengan  3 taraf yaitu : 0,1% (D1), 0,2% (D2), dan 0,3% (D3). Faktor kedua adalah lama waktu perendaman  (T) dengan 4 taraf perlakuan  yaitu 6 jam (T1), 12 jam (T2), 18 jam (T3), dan 24 jam (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kromosom bertambah secara euploid dan aneuploidi yang menyebabkan terbentuknya sel-sel poliploidi. Tipe-tipe poliploidi yang terbentuk yang ditemukan yaitu euploidi yang tetraploid   (4n) pada perlakuan D1T2, D2T3 dan D3T4. Kromosom yang bertambah secara aneuploid yaitu  2n + 4 pada perlakuan D2T2, 2n + 6 pada perlakuan D1T1; 3n + 6 pada perlakuan D1T3 dan D1T4 ; 4n + 1 pada perlakuan D2T1 dan T3D3; 4n +8 pada perlakuan D3T2;  5n +8 pada perlakuan D3T1 dan 6n +4 pada perlakuan D2T4. Kata kunci: Kolkisin, metode squash, poliploid, aneuploid, euploidi.
ZONA HAMBAT ISOLAT JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus flavus dan Penicillium sp Uswatun Hasanah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.7350

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat jamur endofit  dari tumbuhan raru (Cotylelobium melanoxylon) terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dan Penicillium sp. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, dari bulan Maret sampai bulan Juni 2015. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan kontrol positif Kandistatin (nistatin).  Penelitian dilakukan dengan tahapan : membuat media PDA, meremajakan isolat jamur endofit, mempersiapkan  jamur uji, dan mengukur zona hambat isolat jamur endofit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 26 isolat jamur endofit yang diukur zona hambatnya, hanya tiga (3) isolat yang memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan jamur, yaitu dua (2) isolat yang memiliki daya hambat terhadap jamur Aspergillus flavus  yaitu isolat dengan kode RJ 5 dan RJ 12 sedangkan yang memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Penicillium.sp  hanya satu (1) isolat yaitu isolat RJ 16. Diameter zona hambat dari isolat jamur endofit dengan kode RJ 5  terhadap jamur Aspergillus flavus adalah 20,4 mm sedangkan diameter zona hambat isolat jamur endofit dengan kode RJ 12 adalah 14,1 mm. Zona hambat isolat jamur endofit dengan kode RJ 16 terhadap jamur Penicillium.sp adalah 16,4 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak jamur endofit dari tumbuhan raru (Cotylelobium melanoxylon) memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sumber baru bahan baku obat-obatan anti jamur.Kata kunci : jamur endofit, tumbuhan raru, zona hambat, pertumbuhan jamur
TUMBUHAN OBAT DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN TNBG, DESA SIBANGGOR JULU, KABUPATEN MANDAILING NATAL Dwi Ratna Anjaning Kusuma Marpaung
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10295

Abstract

This study was conducted from April until June 2017 which aims to reveal the local wisdom in the utilization of medicinal plants by villagers of Sibanggor Julu, Mandailing Natal Regency. This study uses eksplorative survey method and Participatory Rural Appraisal method. Data were collected through semi-structure interviews with 37 infomants.based on the results of the interview can be seen that the community still believes with traditional medicine in life where obtained data that there are 31 types of medicinal plants classified into 2 classes are Monocotyledoneae with 5 families and Dicotyledoneae with 12 families. Zingiberaceae is the most dominant family in the utilization as medicinal plants and Kunyit or Curcuma longa L. is the type most widely used by villagers of Sibanggor Julu to treat the disease. Leaf was dominantly used as medicine by 39% and in the way of processing of medicinal plants is generally boiled by 28 %.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT DURIAN DAN DAUN SIRSAK SEBAGAI BIOPESTISIDA ALAMI Fitriani Harahap; Shohihatun Bariyah; Nurul Amalia Sofyan; Murniaty Simorangkir
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i2.13984

Abstract

Setiap musim durian sepanjang jalan banyak terdapat limbah kulit durian yang dibuang begitu saja yang akan berdampak buruk bagi lingkungan danmenyebabkan bau busuk serta mendatangkan banyak sumber penyakit. Selain masalah kulit durian petani juga sering mengalami permasalahan hama tanaman khususnya tanaman cabai. Ditinjau dari kandungan kimia kulit durian seperti minyak atsiri, flavonoid, fenolik, saponin,tanin ini yang bersifat sitotoksit terhadap terhadap hama tanaman,  limbah kulit durian dapat diolah menjadi biopestisida alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas biopestisida alami berbahan limbah kulit durian dan daun sirsak terhadap hama tanaman cabai kutu daun persik. Aktivitas biopestisida ini dilakukan secara in vitro terhadap hama kutu daun persik tanaman cabai dan secara in vivo pada tanaman cabai. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan yaitu: K1= tanpa pestisida (air), K2= biopestisida dosis 25%, K3= biopestisida dosis 50%, K4= biopestisida dosis 75%, K5= biopestisida dosis 100% K6= Pestisida sintetik, yang dilakukan terhadap hama kutu daun persik tanaman cabai dan terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas hama kutu daun persik dan tanaman cabai dan pertumbuhan tanaman cabai. Pemberian perlakuan diberi ulangan tiga kali. Hasil penelitian ini menunjukkan biopestisida alami berbahan limbah kulit durian dan daun sirsak dengan dosis 50% mempunyai aktivitas yang paling efektif membunuh hama kutu daun persik secara in vitro maupun pada pertumbuhan tanaman cabai secara in vivo.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK SRIKAYA (Annona squamosa Linn.) PADA HEWAN MENCIT (Mus musculus) Selvia Dewi Pohan; Puji Prastowo; Khairiza Lubis
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i2.4218

Abstract

Tanaman srikaya (Annona squamosa Linn.) adalah salah satu tumbuhan dari famili Annonaceae yang telah diketahui memiliki berbagai macam efek sebagai obat, insektisida, antiovulatory, dan abortifacient. Tanaman ini mengandung bermacam-macam senyawa aktif seperti squamosin, asetogenin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, tannin dan sebagainya. Squamosin dan asetogenin merupakan senyawa aktif yang dapat berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas (tingkat/pengaruh racun) tanaman srikaya dengan hewan uji mencit putih. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan April 2015 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Unimed dan Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran USU. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-eksperimental, dimana akan diamati efek racun dari ekstrak etanol daun srikaya terhadap mencit. Efek racun diuji melalui pengamatan terhadap fisik, tingkah laku dan histopatologi hati dan ginjal mencit. Perlakuan ekstrak terdiri dari dosis 0,404 g/kg berat badan (bb) ; 0,705 g/kg bb; 1 g/kg bb; dan 1,333 g/kg bb, dimana pada masing-masing perlakuan terdapat 5 hewan uji. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa setelah pemberian ekstrak terlihat adanya gejala-gejala keracunan dan kematian pada hewan uji. Gejala yang diamati berupa perubahan aktivitas motorik, gangguan koordinasi, perubahan refleks dan akhirnya mati. Ekstrak daun srikaya dengan dosis 1 g/kg bb dan 1,333 g/kg bb menyebabkan kematian hewan uji tertinggi dengan rata-rata waktu kematian secara berturut-turut yaitu 30 menit dan 36 menit. Hasil pemeriksaan histopatologi hati hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak daun srikaya menyebabkan nekrosis dan kongesti hampir pada seluruh perlakuan. Sedangkan hasil pemeriksaan histopatologi ginjal hewan uji menunjukkan bahwa ekstrak daun srikaya menyebabkan kongesti. Kata kunci: ekstrak etanol, srikaya, efek, toksisitas, fisik, tingkah laku, histopatologi, mencit
UJI COLIFORM DAN Escherichia coli PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN MEDAN DELI Maria Fransisca Zega; Hasruddin Hasruddin
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i1.8745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kelayakan air minum isi ulang pada depot air minum isi ulang di Kecamatan Medan Deli ditinjau dari keberadaan cemaran mikrobiologi Coliform dan Escherichia coli. Terdapat 6 sampel air minum isi ulang dalam penelitian ini. Keenam sampel tersebut diambil dari satu depot masing-masing dari 6 kelurahan di Kecamatan Medan Deli yaitu Kelurahan Kota Bangun, Mabar, Mabar Hilir, Tanjungmulia, Tanjungmulia Hilir dan Titipapan. Sampel diuji  di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Medan di Jl. Willem Iskandar, Kabupaten Deliserdang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Perhitungan kelompok bakteri Coliform dan Escherichia coli menggunakan persamaan pada SNI 3554:2015 dengan dua uji yaitu uji sangkaan dan uji konfirmasi. Penentuan jumlah total bakteri Coliform dan Escherichia coli berdasarkan perhitungan per 100 ml sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 depot air minum isi ulang yang diuji selama 3 minggu, diketahui bahwa minggu pertama ditemukan 1 depot yang tercemar bakteri Coliform. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 koloni berwarna merah dengan jumlah total koloni terduga bakteri Coliform adalah 6,36/100ml dan dikuatkan dengan uji konfirmasi yang menegaskan bahwa koloni terduga bakteri tersebut adalah positif Coliform. Sedangkan  untuk minggu kedua dan ketiga keseluruhan depot bebas dari cemaran bakterii Coliform dan Escherichia coli sehingga layak untuk dikonsumsi.
PENGARUH PEMBERIAN AMPAS TEH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Atri Gustiana Gultom; Rosita Tarigan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2013): Bio
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.12733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang dan untuk mengetahui dosis ampas teh yang paling berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 11 Juni- 30 juli 2012 di Screen House Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Sumatera Utara Jl. Jenderal A. H. Nasution No, 6 Gedung Johor Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 konsentrasi (0 gr, 10 gr, 20 gr, 30 gr, dan 40 gr) dan lima ulangan, sehingga penelitian ini menggunakan 25 unit percobaan. Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat jual buah, jumlah buah dan panjang buah. Dari hasil analisis data penelitian ini diperoleh tanaman dengan perlakan X4 memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang.
Uji Tanin Pada Jenis Rotan-Rotanan Yang Terdapat Di Hutan Aek-Nauli Parapat Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Rahmad Husein; Syahmi Edi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin pada rotan di Hutan Penelitian Aek-Nauli Parapat Kabupaten Simalungun  berdasarkan ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung mulai bulan Februari 2016 Sampai April 2016. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan  jenis Rotan yang terdapat di hutan penelitian Aek Nauli Parapat Kabupaten Simalungun Sumatera Utara sedangkan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan jenis Rotan  yang  berhasil ditemukan dilokasi penelitian tersebut. Penelitian dilakukan dengan survey eksplorasi yang didasarkan pada perbedaan ketinggian (1200 mdpl, 1400 mdpl, dan 1600 mdpl). Hasil penelitian didapatkan 3 jenis Rotan  yang terdiri dari Calamus rotang, Plectocomia elongata, Calamus caesius. Uji kadar tanin yang dilakukan pada sampel menunjukkan hasil positif (ada) 1 jenis rotan, yaitu Plectocomia elongate dan Calamus caesius, Calamus rotang tidak positif (tidak ada) menghasilkan senyawa tanin. Melalui pengukuran faktor fisika-kimia diperoleh kelembaban tanah rata-rata sebesar 4,9 %, pH tanah berkisar antara 6,5-6,8, suhu tanah 270 C-280 C, kelembaban udara rata-rata 91%, suhu udara minimum 230C, suhu udara maksimum 240 C, intensitas cahaya matahari 46,85 Candela. Kata Kunci : Metabolit Sekunder, Obat, Tanin

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue