cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 263 Documents
EFFECTIVITY TEST ANTIBACTERIAL SENGGANI LEAF (Melastoma candidum) ON BACTERY Streptococcus mutans Yelin Gloria; Dini Delfina; Yulitas Bachtiar
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i1.12333

Abstract

Senggani leaves are one of the highland plants in Indonesia with the latin name Melastoma candidum. The results of phyitochemical screening that have been carried out show that senggani leaves contain tannin and flavonoid hich have an antibacterial function by inhibiting bacterial action in cell formation and even growth. The survey metode used is descriptive (for explanation of plants) and experimental (for an explanation of antibacterial test). In the bacterial test using a concentration of leaf extract of 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75% and 100%. An placebo as positive control (+) and DMSO as a negative control (-). Antibacterial to streptococcus mutans (gram-positive bacteria) which at concentration of 6,25% has an average 12 mm, 12,5% has an average 13,56 mm, 25% has an average 15,30 mm, 50% on average 17,20 mm, 75% on average 18,10 mm and 100% have an average of 19,06 mm. So, senggani leaves have effect antibacterial to Streptoccous mutans.
Pengaruh Ektrak Etanol Daun Buas-Buas (Premna pubescens Blume) Sebagai Antiinflamasi Pada Edema Kaki Tikus Putih (Rattus novergicus) Eka Mona A. Marbun; Martina Restuati
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak etanol Daun Buas-Buas dan yang paling besar pengaruhnya   sebagai antiinflamasi pada edema kaki tikus putih (Rattus novergicus) dengan induksi karagenan 1%.  Penelitian ini dimulai dari tanggal 16 Februari sampai dengan tanggal 30 April 2015. Penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non  Faktorial.  Dengan lima taraf perlakuan yaitu Kontrol (-) : CMC 0,5% ; Kontrol (+) : Na diklofenak 10 mg ; Ekstrak Etanol Daun buas-buas 100 mg ; Ekstrak etanol daun buas-buas  200 mg ; Ekstrak Etanol Daun Buas-Buas  300 mg.  Data yang diperoleh dengan ANAVA  kemudian dilanjutkan dengan Uji BNT.  Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Ekstrak Etanol Daun Buas-Buas pada masing-masing konsentrasi mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi pada edema kaki tikus putih,  dimana Nilai F hitung (4,15) > F tabel 0,05 (2,87 ) dan 0.01 (4,43).   Dosis ekstrak yang paling berpengaruh dalam antiinflamasi adalah dosis Ekstrak Etanol Daun Buas-Buas 300 mg  setelah diuji lanjut dengan BNT berpengaruh nyata dengan taraf kepercayaan 99%.   Kata Kunci : Antiinflamasii, Daun buas-buas (Premna pubescens Blume), tikus putih ( Rattus novergicus)
ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI BAH BOLON DI KOTA PEMATANGSIANTAR mastiur verawaty silalahi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i3.19499

Abstract

Sungai Bah Bolon adalah salah satu sungai yang mengalir dari Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun,Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air berdasarkan parameter fisika (suhu), dan parameter kimia (pH,DO,BOD,NH3). Penentuan titik sampel menggunakan “sample survey method” yaitu metode pengambilan sampel dilakukan dengan membagi menjadi beberapa segmen atau titik yang dapat mewakili populasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat  disimpulkan bahwa Sungai Bah Bolon menurut baku mutu pada parameter fisika (Suhu) dikatakan normal. Dan berdasarkan parameter kimia  terdapat penentuan pH, DO, BOD, dan kadar  NH3. Menurut keasaman (pH) air pada Sungai Bah Bolon  dikatakan normal karena dibawah deviasi baku mutu. Berdasarkan  baku mutu, DO harus  lebih besar dari 5, maka DO pada Sungai Bah Bolon tergolong normal (5,72-6,11). Menurut hasil BODnya dapat disimpulkan  bahwa BOD pada Sungai Bah Bolon tergolong pada tingkat pencemaran sedang.  Dan menurut baku mutu, hasilnya NH3 (ammonia) juga dapat disimpulkan pada  tingkat pencemarannyaa sedang.
Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Daun Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Puji Prastowo; Selvia Dewi Pohan; Khairiza Lubis
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.5209

Abstract

Tobacco (Nicotiana tabacum L.) was a popular plant, usually used as cigarette material, traditional medicine, chewy tobacco and natural insecticide. This study aims to investigate toxicity effects of tobacco to mice (Mus musculus). The study had been done from March to July 2015 in Plant Physiology Laboratory of Mathematic and Natural Sciences Unimed and Phatology Laboratory USU. The study used male mice as the animal test. Twenty-five mices were divided in to 5 groups. One control group and four groups were given the ethanolic extracts of tobacco in four doses 10%; 15%; 20%; dan 25% orally. Evaluation of toxic effects was 24 hours until 3 days after administration. Evaluation included physical and physiological adverse, behaviour changes, and histopathologycal adverse of liver and kidney. According to the results of study, ethanolic extract of tobacco made a systemic toxicity. Most of doses (except control) caused acute toxicity symptoms and immediately death to the tested animals. It affected mices in physic, behaviour and anatomy. The toxic symptoms were uncontrolable movement, aggressivity, tail abnormality, coordination damages, pupil extention, and refflects damages. Another effects were gastric, intestinal and testis inflammations. The liver and kidney were highly susceptible to toxicant. Histopathologycal examination showed that toxic affected congestion and necrosis in liver and kidney. Keywords: ethanol extract, toxicity, tobacco, histopathology, mice
PENGARUH JENIS FITOPLANKTON TERHADAP KADAR OKSIGEN DI AIR Lidia Sarah Panggabean; Puji Prastowo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7535

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis fitoplankton dan intensitas cahaya terhadap peningkatan kadar oksigen terlarut di perairan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara untuk pengambilan data. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2017.  Variabel penelitian yang digunakan adalah perlakuan dengan jenis fitoplankton dan intensitas cahaya. Jenis fitoplankton yang digunakan adalah fitoplankton Arthospira platensis, Chorella vulgaris, dan Diatom sp. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan. Pengamatan terhadap kadar oksigen terlarut dilakukan setelah 7 hari menggunakan DO meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan jenis fitoplankton terhadap kadar oksigen di air setelah 7 hari. Ada pengaruh jenis fitoplankton terhadap kadar oksigen terlarut di air. Kata kunci : Oksigen terlarut, Jenis fitoplankton, Intensitas cahaya.
PENGARUH PEMBERIAN PUREE TOMAT (Solanum esculentum Mill) TERHADAP STRUKTUR DAN FUNGSI TESTIS TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG TELAH DIINDUKSI MSG Getra Fairudillah; Meida Nugrahalia; Hudson Sidabutar
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i3.9955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh puree tomat terhadap berat testis, volume testis, diameter tubulus seminiferus, dan jumlah sel Leydig tikus putih. Jenis penelitian ini adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial menggunakan 25 ekor tikus putih. Penelitian ini mempunyai lima taraf perlakuan yaitu P0 sebagai kontrol tidak diberi perlakuan; P1 diberi MSG 0,96gr/200gr BB setiap hari selama 15 hari; P2 diberi MSG 0,96 gr/200gr BB selama 15 hari setelah itu diberi 0,74gr/200 gr BB puree tomat selama 30 hari; P3 diberi MSG 0,96 gr/200gr BB selama 15 hari setelah itu diberi 1,49gr/200 gr BB puree tomat selama 30 hari; P4 diberi MSG dengan dosis 0,96 gr/200gr BB selama 15 hari setelah itu diberi 2,24gr/200 gr BB puree tomat selama 30 hari. Data yang diperoleh diuji dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa puree tomat berpengaruh secara nyata terhadap berat testis dan jumlah sel Leydig. Dan tidak berpengaruh nyata terhadap volume testis dan diameter tubulus seminiferus.
Apoptosis Sel-sel Spermatogenik Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Pajanan Plumbum (Pb)Serta Perbaikannya Setelah Pemberian Kitosan Thomson Parluhutan Nadapdap
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.2784

Abstract

Programmed cell death (apoptosis) of white rat spermatogenic cells can be caused by several factors, including heavy metals such as Cu, Au, Hg, Cd and Pb. The heavy metals found in industrial environments and some public places such as highways and oil pump. This study aims to reduce the negative effects of Pb by using chitosan obtained from shrimp shell processing of the garbage discarded in some shrimp producing areas. This study is divided into six treatment groups K1 = control; K2 = Pb; P1 = Pb+chitosan 0.5%; P2 = Pb = 0.75% chitosan, P3 = Pb+chitosan 1%, P4 = Pb+chitosan 1%. The results showed that administration of Pb causes apoptosis in spermatogenic cells (spermatogonia 78.26%; 84.7% spermatocytes, 77.1% spermatocytes). The addition of 1% chitosan is the best fix apoptotic spermatogenic cells after administration of Pb (Plumbum acetate). Keywords: apoptosis, cells spermatogenic, plumbum, chitosan.
KARAKTER MORFOLOGI DAN DIMORFISME SEKSUAL SIPUT GONGGONG (Strombus turturella) Okto Supratman; Mualimah Hudatwi; Indah Auliana
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i1.15903

Abstract

Penentuan dimorfisme seksual dapat dilakukan cara mengukur secara morfometrik dan maristik pada cangkang. Jika dimorfisme seksual telah diketahui maka bisa membedakan jenis kelamin jantan dan betina secara eksternal, tanpa mengganggu organ internal siput gonggong. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik morfologi dan dimorfisme seksual siput gonggong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni s.d November 2019. Pengambilan sampel siput gonggong dilakukan di beberapa lokasi di Pulau Bangka. Tahapan penelitian meliputi 1) Pengambilan sampel siput gonggong di lapangan dengan jumlah sampel minimal 100 individu setiap lokasi, 2) Pengukuran karakteristik morfologi jantan dan betina, dan 3) Analisis data untuk menentukan dimorfisme seksual yang dilakukan menggunakan Uji-Z. Karakteristik morfologi cangkang siput gonggong yaitu n badan seluk (body whorle) relatif besar, mulut cangkang (aperture) ditandai adanya lekukan stromboid (stromboid notch) dan operkulum berwarna coklat gelap tipis berbentuk sabit bergerigi.  Dimorfisme seksual pada siput gonggong (S. turturella) sangat mirip antara jenis kelamin jantan dengan betina. Akan tetapi beberapa parameter yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan dimorfisme seksual siput gonggong yaitu perbandingan antara panjang apature (AL) dengan panjang cangkang (SL) (AL/SL), panjang apature (AL) dengan panjang body whorle (AL/BW) dan panjang apature (AL) dengan lebar cangkang (SW) (AL/SW).
POTENSI TANAMAN ORNAMENTAL (Aglaonema sp., Dieffenbachia sp., dan Spathiphyllum sp.) DALAM MENURUNKAN JUMLAH BIOAEROSOL Sisca Teresia; It Jamilah; Nunuk Priyani
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i3.4958

Abstract

Bioaerosol adalah partikel debu yang terdiri atas bakteri dan jamur beserta spora lainnya yang mampu bertahan hidup dalam ruangan ketika tingkat suhu dan kelembaban yang memadai. Keberadaannya diruangan dalam batas tertentu tidak berbahaya, namun sewaktu-waktu dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman ornamental Aglaonema sp., Dieffenbanchia sp. dan Spathiphyllum sp. dalam mengurangi jumlah koloni bakteri dan jamur dalam ruangan. Isolasi mikrob bioaerosol dilakukan dengan metode air sampling dengan tiga kali ulangan sebelum dan setelah tiga jenis tanaman diletakkan pada tiga ruangan kelas yang berbeda. Tanaman Aglaonema sp. memiliki potensi paling efektif dalam menurunkan jumlah bakteri aerosol dari minggu pertama hingga minggu ke tiga, sedangkan untuk koloni jamur tidak menunjukkan adanya penurunan. Jumlah koloni bioaerosol pada control dalam ruangan masih sesuai dengan baku mutu keputusan Menteri Kesehatan RI tahun 2002. Jenis bakteri yang ditemukan seperti Streptococcus, Staphylococcus, Bacillus, Pseudomonas dan Shigella, sedangkan jenis jamur yang ditemukan seperti Aspergillus, Penicillium, dan Neurospora.   Kata Kunci: Bioaerosol, Ruang kelas, Aglaonema sp., Spathiphyllum sp.,  Dieffenbanchia sp.
UJI PRA KLINIS TOLERANSI GLUKOSA EKSTRAK ETANOL SERTA PENGUJIAN TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DARI PUGUN TANA (Picria felterrae Lour.) Imam Bagus Sumantri; Sumadio Hadisahputra; Dharma Lindarto; Awaluddin Saragih
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7435

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan yang intensif. Tanaman tradisional untuk pengobatan diabetes banyak dijumpai di masyarakat dan telah digunakan secara turun temurun. Pugun Tana (Picria felterrae Lour.) merupakan tumbuhan khas yang digunakan oleh masyarakat Dairi untuk pengobatan diabetes. Data hasil penelitian efektifitas sebagai antidiabetes dari Pugun Tana belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menguji keamanan dan efektifitas dari Pugun Tanan sebagai antidiabetes sehingga dapat digunakan sebagai tanaman tradisional yang aman dan berkhasiat.Penelitian ini dilakukan dengan karakteristik simplisia daun (penentuan kadar air, penentuan kadar abu total dan tidak larut dalam asam, penentuan kadar sari larut etanol dan penentuan larutan kadar sari larut air). Ekstrak dibuat dalam crude extract dengan metode maserasi-perkolasi.Uji Toksisitas secara akut crude extract daun pugun tana tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan dan kematian yang berarti sampai dosis 10.000 mg/kg bb. Crude extract pugun tana (Picria felterrae Lour.) dikategorikan praktis tidak toksis atau toksisitas ringan. Namun, data indeks organ menunjukkan bahwa ada perbedaan dari organ seperti hati, dan perbedaan ini tidak memberikan perbedaan yang berarti dibandingkan dengan dosis lainnya.  Uji Toleransi glukosa dengan pemberian larutan glukosa dosis 5 g/kg bb menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol pugun tana dosis 50, 100 dan 200 mg/kg BB tersebut menurunkan kadar gula darah tikus yang diberikan glukosa 50%. Suspensi ekstrak pugun tana dosis 100 mg/kg bb memberikan penurunan kadar gula darah hampir sama dengan  suspensi glibenklamid dosis 10 mg/kg bb dan kenaikan dosis ekstrak tidak memberikan efek penurunan kadar gula darah yang lebih baik. Kata kunci:  tikus obesitas, toleransi glukosa, toksisitas akut, picria felterrae, pugun tana

Page 9 of 27 | Total Record : 263


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue