cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 269 Documents
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENUTUPAN PADANG LAMUN (SEAGRASS) DI PERAIRAN MANDAILING NATAL SUMATERA UTARA Pera Herawati; Ternala A Barus; Hesti Wahyuningsih
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7434

Abstract

Penelitian ini tentang keanekaragaman makrozoobentos dan hubungannya dengan penutupan padang lamun di perairan Natal Mandailing Natal Sumatera Utara, telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Lokasi Penelitian di tetapkan sebanyak 4 stasiun dengan metode purposive sampling menggunakan transek kuadrat 1x1 m sebanyak 5 kali ulangan. Penelitian ini ditemukan 4 spesies lamun yaitu Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Cymodecea rotundata, Halodule pinifolia dengan persentase tutupan lamun pada stasiun I (47%), stasiun II (29%), stasiun III (76,6%), dan stasiun IV (83,8%). Makrozoobentos yang ditemukan ada 16 spesies yang dikelompokkan menjadi 7 kelas yaitu Gastropoda, Bivalvia, Echinoidea, Holothuroidea, Malacostraca, Amphineura, Anthozoa. Nilai kepadatan tertinggi diperoleh dari kelas Bivalvia pada stasiun I spesies Anadara Inaequivalvalis sebesar 1,2 ind/m2. Hasil analisis menunjukkan tingkat keanekaragaman tergolong sedang. Hasil analisis korelasi Person antara keanekaragaman makrozoobentos dengan tutupan lamun bernilai -0,949 ini berarti hubungan antara tutupan lamun dengan keanekaragaman makrozoobentos di kawasan perairan Natal kuat berlawanan arah. Tingginya persentase tutupan lamun tidak selalu diikuti oleh tingginya keanekaragaman makrozoobentos dikawasan tersebut. Kata kunci: persentase tutupan lamun, makrozoobentos, Mandailing Natal  
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI TINGKAT MIKORIZA ARBUSKULA PADA TANAH TERAKUMULASI LOGAM Pb TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) Herna Febrianty Sianipar; Apriani Sijabat; Eva Pratiwi Pane
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i2.13918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (fma) terhadap pertumbuhan tanaman belimbing wuluh yang terakumulasi logam Pb, mengetahui dosis pemberian fungi mikoriza arbuskula (fma) yang optimal terhadap pertumbuhan tanaman belimbing wuluh yang terakumulasi logamPb. Penelitian ini dilakukan di di Rumah Kasa, Laboratorium Biologi Tanah dan Laboratorium Sentral Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan satu faktor. Faktor pertama adalah inokulasi mikoriza dengan 4 taraf dosis (0 g/bibit, 10  g/bibit, 20 g/bibit, 30 g/bibit). Hasil penelitian menunjukkan fungi mikoriza arbuskula memberikan  pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter tanaman dan  bobot kering tanaman. Dosis mikoriza 20 g optimal terhadap pertumbuhan tanaman belimbing wuluh yang terakumulasi logam Pb.
Pemeriksaan Residu Pestisida Pada Tomat (Solanum lycopersicum L.) Di Pasar Tradisional Kota Medan Selvia Dewi Pohan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4026

Abstract

Penelitian tentang pemeriksaan residu pestisida pada tomat (Solanum lycopersicum) di pasar tradisional kota Medan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis residu pestisida yang terdapat pada tomat dan mengetahui kadar residu pestisida yang terkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan dari bulan oktober sampai dengan desember 2015 di Laboratorium Kimia FMIPA Unimed dan Laboratorium PPKS Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode observasi, dimana diidentifikasi jenis-jenis residu pestisida yang terdapat pada tomat yang diambil secara acak dari beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Pemeriksaan kandungan bahan organik sampel menggunakan alat spectroskopi infrared (SP-IR) dan kemudian kadar residu pestisida sampel dengan kromatografi gas (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis residu pestisida pada sampel yang diuji, yaitu klorpirifos dan metidation. Dari hasil pemeriksaan kadar residu pestisida sampel tomat dengan alat kromatografi gas (GC-MS), diketahui bahwa sampel tomat mengandung residu klorpirifos < 0,0085 mg/kg. Hal ini berarti sampel tomat yang diuji mengandung residu pestisida klorpirifos di bawah batas minimum residu (BMR) yang telah ditetapkan Badan Standardisasi Nasional (SNI 7313: 2008) yaitu sebesar 0,5 mg/kg.   Kata kunci: identifikasi, jenis, kadar, residu pestisida, tomat, klorpirifos, metidation  
UJI ANTAGONIS Fusarium SP. PADA KANGKUNG BELERANG TERHADAP ISOLAT KITINOLITIK LT4 DARI LIMBAH CAIR TAHU Jane Melita Keliat
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i3.7899

Abstract

Uji antagonis Fusarium sp. pada tanaman kangkung belerang terhadap isolat  kitinolitik LT4 telah dilakukan pada Bulan September 2017. Identifikasi dengan gen penyandi 16s rRNA menunjukkan isolat LT4 tergolong bakteri Bacillus subtilis. Zona hambat Bacillus sp pada hari ke- 6 sebesar 1,39 cm. Pengamatan secara mikroskopis setelah dilakukan uji antagonis, Fusarium sp. mengalami keabnormalan hifa seperti hifa menggulung dan hifa lisis.
UJI EFEKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus niger dan Candida albicans Christine Wira Dika Halawa; Ester Mendrofa; Yuliani Lubis
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i1.12313

Abstract

Kaffir lime (Citrus hystrix) is an herbal plant and is quite well known by Indonesian people who have various benefits. Kaffir lime is commonly used as a flavoring food while the skin is usually discarded by the community. It turns out that kaffir lime skin has medicinal properties and can cure diseases, there are various kinds of addictive substances or chemical compounds that have the effectiveness as an antifungal.This study aims to determine the inhibition of kaffir lime peel extract on the growth of Aspergillus niger and Candida albicans with concentrations of 25%, 50%, 75%, 100%. This type of research is an experimental laboratory with disc diffusion method.The results showed that kaffir lime extract (Citrus Hystrix) had a very strong effectiveness of antifungal Aspergillus niger and Candida albicans, which at a concentration of 100% reached 22.20 mm in Candida albicans and 26.36 mm in Aspergillus niger.In this study showed that kaffir lime extract (Citrus hystrix) has antifungal effectiveness. Because it reaches the ideal diameter inhibition zone according to the classification of response to inhibition of fungal growth. The higher the concentration of extract given, the greater the antifungal inhibitory power. 
Analisis dan Pemanfaatan Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Sebagai Zat Warna Alami Pada Makanan Cenil Nuroni Harahap; Ashar Hasairin
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2931

Abstract

Pewarna dengan zat warna alami mulai tergeser dengan masuknya zat warna sintetis, karena penggunaannya yang lebih praktis dan efisien. Kebanyakan zat warna sintetis akan memberikan efek warna pada makanan lebih menarik serta cerah namun bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengekstraksi antosianin dari tumbuhan, menentukan nilai pH dankonsentrasi asam tartarat yang tepat untuk menghasilkan pigmen antosianin yang maksimal danpenerapannya pada bahan pangan cenil melalui uji organoleptik. Penelitian dengan 6 perlakuan yaitu asam tartarat  0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1% dan 1,25% dalam 50ml. Setiap perlakuandilakukan dengan 5 kali ulangan. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi senyawa antosianin denganmetodemaserasi, penentuan total antosianin, pengukuran pH, penentuan absorbansi pigmen, , penerapan pada bahan makanan, uji organoleptik warna, rasa, aroma, dan tekstur. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA . Dimana F Hitung (0,00714) < F Tabel 0,05 (2,62) dan 0,01 (3,90) menunjukkan pengaruh tidak nyata pada taraf  kepercayaan  99%. Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi bunga kembang sepatu dengankonsentrasi asam tartarat 0,75% menghasilkan kadar antosianin paling tinggi. Kata kunci : Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis),  Zat warna, Cenil
DIVERSITAS GASTROPODA DI PERAIRAN LITORAL PANTAI SANCANG KABUPATEN GARUT Ika Ramdana Bancin; Suharsono Suharsono; Diana Hernawati
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i3.17739

Abstract

Perairan litoral pantai Sancang merupakan habitat organisme laut, seperti gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda di perairan litoral pantai Sancang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan bantuan belt transect. Stasiun yang digunakan dalam penelitian berada di tiga daerah yang berbeda. Stasiun I di Ciporeang, stasiun II di Cikujangjambe dan stasiun III di Cibako. Setiap stasiun terdapat satu belt transect sepanjang 100 meter dengan ukuran tiap plot 1x1 meter. Perhitungan indeks ekologi yang meliputi kepadatan jenis, indeks keanekargaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian terdapat 22 jenis gastropoda dengan ciri dan bentuk yang berbeda. Struktur komunitas gastropoda di perairan litoral pantai Sancang terdiri dari 5 ordo, 14 familia, 16 genus dengan jumlah total gastropoda sebanyak 270 individu. Nilai indeks ekologi menunjukkan nilai kepadatan jenis 2,7 ind/m2, indeks keanekaragaman (H’) 2,10 dengan kategori sedang, nilai indeks keseragaman (E) 0,68 dengan kategori yang tinggi, dan nilai indeks dominansi (C) 0,19 dengan kategori yang rendah.
PENGARUH APLIKASI PROBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR DAN PERTUMBUHAN UDANG Litopenaeus vannamei Erna Apri Nengsih
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5210

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh aplikasi probiotik terhadap kualitas air dan pertumbuan udang Litopenaeus vannamei. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dalam memperbaiki kualitas air dalam budidaya udang serta mengetahui pengaruh pemberian probiotik teradap pertumbuan Litopenaeus vannamei. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan probiotik 0.1, 0.3, 0.5 g serta tanpa pemberian probiotik (kontrol). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Temperatur, pH, total bacteri, DO, ammonia, salinitas, alkalinitas dan Vibrio diukur setiap harinya. Sedangkan bobot dan sintasan hidup udang diukur pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik 0.3 dan 0.5 g meningkat dengan sintasan hidup sebesar 82.66% dan 70.66%, sedangkan berat 8.89 g dan 7.71 g, selain itu menurunkan total vibro sebesar 510 sel/ml dan ammonia 0.015 mg/l. Kata kunci : Litopenaeus vannamei, kualitas air, probiotik, sintasan.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA INSANG IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Reni Anggraini; Endang Sulistyarini Gultom
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit yang menginfeksi pada insang ikan mas koki (Carassius auratus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017, di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Medan. Pemeriksaaan ektoparasit dilakukan dengan menggunakan metode pengapungan, dimana sampel insang direndam didalam larutan garam fisiologis yang kemudian dibiarkan selama 5 menit. Dari hasil penelitian ditemukan 2 jenis parasit yang menginfeksi insang ikan mas koki (Carassius auratus), yaitu Unitubulotestis sardae dan Dactylogyrus sp. Kata Kunci : Parasit, Insang, Carassius auratus, ektoparasit.
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) Sri Ningsih; Nusyirwan Nusyirwan; Nusyirwan Nusyirwan
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i3.11112

Abstract

This study aims to determine the effect of bagasse compost administration on the growth of Capsicum frutescent L. Parameters used were C / N ratio, plant height, number of leaves, leaf area, time of flower appearance, number of flowers, number of primary branches, number of fruits, root length. This study used a Completely Randomized Design (CRD), and the treatment was arranged in 5 treatments and repetitions five times. The first factor is the dose of organic fertilizer, namely A (0 grams), treatment B (150 grams), treatment C (200 grams), treatment D (250 grams), treatment E (300 grams). The variance homogeneity test can be done using SPSS 21 program. The results of the study on plant height were in treatment E (dose of 300 grams) which is 50.2 cm. The highest number of leaves obtained in treatment B (dose 150 grams) is 22.4 strands. The highest leaf area is found in treatment E (dose of 300 grams) which is 41.4 cm2. The highest number of branches is found in treatment A (dose of 0 grams), which is 4. For the time the flower appears on this cayenne plant on average at six weeks after planting (MST). The highest amount of interest is found in treatment E (dosage of 300 grams) which is 7.4 flowers. The highest amount of fruit in treatment E (dose of 300 grams) is four pieces. While the longest root size found in treatment E (dose of 300 grams) is 4.78 cm. This research is expected to be valuable information in the use of bagasse (Saccharum officinarum L.) on the cultivation of cayenne pepper (C. frutescent L.)

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue