cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 269 Documents
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BIOKIMIA BAKTERI ASAL SUNGAI BATANG GADIS SUMATERA UTARA Muhammad Yusuf Nasution; Ahmad Shafwan S. Pulungan; Fitri Chairani; Wulandari Wulandari
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i3.21826

Abstract

Permasalahan utama dalam pertambangan emas tanpa izin adalah penggunaan bahan dan zat berbahaya dalam pengolahannya. Limbah yang dihasilkan umumnya masih mengandung merkuri. Salah satu alternatif penanggulangan lingkungan tercemar merkuri adalah dengan Teknik bioremediasi, yang merupakan salah satu pemanfaatan mikroorganisme untuk memperbaiki lingkungan yang tercemar. Beberapa jenis bakteri diketahui mempunyai kemampuan mereduksi atau menyerap logam berat. Bakteri yang tahan terhadap cekaman merkuri disebut bakteri resisten merkuri (BRM). Potensi yang dimiliki oleh bakteri dalam mereduksi logam berat (merkuri) merupakan suatu teknik yang ramah lingkungan dalam memperbaiki lingkungan tersebut. Sebagai upaya awal dalam mengetahui jenis bakteri yang mampu mereduksi merkuri, maka perlu dilakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat di lahan tambang emas di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Waktu penelitian dari bulan Juni – Oktober 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bakteri yang diperoleh dari tanah dan air dari lokasi tambang emas Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel total, yaitu semua bakteri yang diperoleh dari lokasi tambang emas Mandailing Natal, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel, isolasi bakteri yang meliputi penanaman sampel pada media perkaya, penanaman sampel pada berbagai media tanam, pemurnian koloni bakteri, pengamatan morfologi koloni bakteri, identifikasi bakter dan uji sensitivitas bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 3 spesies bakteri yaitu 3 spesies Escherich ia coli, 1 spesies Klebsiella pneumonia, dan 2 spesies Aeromonas sobria dari hasil uji Viteks.
DESKRIPSI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) GENUS ASPERGILLUS Uswatun Hasanah; Riwayati Riwayati; Idramsa Idramsa
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit dari kulit batang tanaman Raru (Cotylelobium melanoxylon). Penelitian ini menggunakan teknik identifikasi secara manual dengan melihat dan membandingkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis setiap isolat jamur endofit kemudian mencari indeks similaritasnya sehingga diperoleh dendogram yang membagi setiap isolat menjadi beberapa klaster/genus. Data dianalisis menggunakan analisis cluster Simple Matching Coefficient dalam program Multi Variate Statistical Package (MVSP) dimana setiap isolat yang memiliki indeks similaritas  ≥70% dikelompokkan menjadi satu klaster/genus. Hasil analisis cluster mendapatkan 8 klaster/genus jamur endofit yang ditemukan di dalam kulit batang tumbuhan Raru (Cotylelobium melanoxylon). Kedelapan genus tersebut di antaranya adalah genus Alternaria, Aspergillus, Botrytis, Debaromyces, Fusarium, Miselia Steril, Nigrospora, dan Scopulariopsis. Makalah ini menyajikan deskripsi dari genus Aspergillus. Kata kunci : Identifikasi, jamur endofit, Cotylelobium malanoxylon, indeks similiritas, genus  Aspergillus
TINJAUAN EKOLOGI DAN ETNOBOTANI GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith) Tri Harsono
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7584

Abstract

Indonesia dikenal memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi. Keragaman hayati tanaman di Indonesia merupakan potensi yang dapat dikembangkan dan bernilai tinggi. Salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan adalah gandaria. Gandaria merupakan tanaman yang dapat tumbuh tinggi. Sebagai salah satu tanaman asli Indonesia, gandaria dimanfaatkan mulai dari buah, daun, hingga batangnya. Pemanfaatan yang optimal dari tanaman gandaria dapat meningkatkan nilai ekonomis. Secara ekologi, gandaria menyebar mulai dari kawasan pantai hingga dataran tinggi. Gandaria merupakan tumbuhan tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah yang ringan dan subur. Gandaria mudah beradaptasi pada lingkungan budidayanya dan merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis yang berpotensi baik. Kata kunci : ekologi, gandaria, tanaman
PEMBUATAN BIOPESTISIDA DARI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) UNTUK PENGENDALIAN HAMA ULAT API (Setothosea asigna V.Eecke) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Gimelliya Saragih; Benny Rio Fernandez; Yunianto Yunianto; Harmileni Harmileni
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i1.12331

Abstract

Ulat api (Setothosea asigna V.Eecke) merupakan hama pemakan daun yang terpenting di perkebunan kelapa sawit terutama di Sumatera Utara. Ulat ini dikenal sebagai ulat yang rakus yang sering menimbulkan kerugian di perkebunan kelapa sawit pada tanaman muda maupun tanaman tua. Pada perkebunan kelapa sawit, ulat pemakan daun kelapa sawit umumnya diatasi dengan menggunakan insektisida kimia sintetik yang mampu menurunkan populasi hama dengan cepat, sehingga dapat dihindari terjadinya kerusakan daun lebih lanjut. Walaupun demikian, penggunaan insektisida kimia sintetik secara kurang bijaksana telah terbukti dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan biopestisida dari daun sirsak untuk mengendalikan hama ulat api (Setothosea asigna V.Eecke). Daun sirsak diekstrak dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak pekat yang diperoleh diencerkan dengan akuades menjadi beberapa variasi konsentrasi yaitu 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Hasil uji insektisida menunjukkan ekstrak daun sirsak 30% sudah efektif dalam mengendalikan hama ulat api. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa daun sirsak dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida dalam mengendalikan hama ulat api dengan mekanisme racun kontak. 
The Effect of Ethanol Extract of Bangunbangun Leaf (Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng) as Preventive and Curative to Toxic Effect of Rhodamin B in a Intestine Histology of White Rat (Rattus norvegicus) Rina Mariska Haloho; Melva Silitonga
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2927

Abstract

This study aims to know the effect of ethanol extract of bangunbangun leaf (Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng) to were body weight, ratio of intestine to body weight, and intestine histology of the white rat (Rattus norvegicus). This study is experimental with non factorial completely randomized design. This research used 40 rats which devided into 8 groups, they are control (CMC 1%), rhodamin B, ethanol extract of bangunbangun leaf with graded doses 350 mg/kg bw, 700 mg/kg bw dan 1050 mg/kg bw. In preventive treatment, EEDB was given on 1 day to 42 day, rhodamin B was given on the 22 day to 42. In curative treatment, rhodamin B was given on the 1 day to 21 day then continued by giving EEDB from the 22 day until 42 day. Histology overview was done with hematoxilin eosin staining. The data obtained were analyzed by ANOVA and continued by LSD using SPSS versi 16. The result showed that preventive treatment increased body weight at dose 350 mg/kg bw. EEDB lowered ratio of intestine weight to body weight dose 700 mg/kg bw and lowered thickness of intestinal mucosa at dose 350 mg/kg bw. In curative treatment increased body weight at dose 700 mg/kg bw, lowered ratio of intestine weight to body weight at dose 350 mg/kg bw and lowered thickness of intestinal mucosa at dose 1050 mg/kg bw. Key Word: Bangunbangun (Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng), rhodamin B, preventive, curative.
PENGARUH BAKTERI ENDOFIT Bacillus subtilis DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Nusyirwan Nusyirwan; Rukiyah Abdi Syahadah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i2.15219

Abstract

Salah satu cara yang dapat digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai merah yaitu dengan menggunakan bakteri endofit. Salah satu bakteri endofit yang bersifat PGPR yang dapat digunakan sebagai pupuk hayati adalah Bacillus subtilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari Bacillus subtilis untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai merah. Metode penelitian yang dilakukan adalah rancangan acak lengkap dengan 10 perlakuan dan 8 kali pengulangan. Parameter pengamatan yang digunakan untuk mengamati pertumbuhan tanaman yaitu, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan parameter pengamatan yang digunakan untuk mengamati produksi adalah jumlah buah pertama muncul. Data yang diperoleh diuji dengan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan dengan taraf kepercayaan 95 % menggunakan aplikasi SPSS 2.2. dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Bacillus subtilis berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Dosis dan waktu pemberian yang paling berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai merah adalah 1% dengan waktu pemberian 10 hari sekali yaitu pada perlakuan A2B2 dan dosis dan waktu pemberian yang paling berpengaruh dalam meningkatkan produksi tanaman cabai merah juga terdapat pada dosis 1% dengan waktu pemberian 10 hari sekali yaitu pada perlakuan A2B2.
KARAKTERISASI BAKTERI ENDOFIT PELARUT FOSFAT DARI KULIT BATANG TUMBUHAN RARU (Cotylelobium melanoxylon) Nurul Fitri Fadhilah; Uswatun Hasanah; Idramsa Idramsa
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi bakteri endofit pelarut fosfat dan mengetahui karakter isolat bakteri yang mampu melarutkan fosfat berdasarkan karakter morfologi, karakter fisiologi dan karakter biokimia.  Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan selama 3 bulan yaitu mulai November 2014 sampai Februari 2015.  Bakteri endofit dari kulit batang tumbuhan raru sudah tersedia di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.  Seleksi bakteri endofit kulit batang tumbuhan raru (Cotylelobium melanoxylon) yang dapat melarutkan  fosfat dilakukan secara kuantitatif dengan melihat zona bening pada media pikovskaya yang telah diinokulasikan bakteri endofit setelah diinkubasi pada suhu 30°C selama 10 hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 isolat diperoleh 2 isolat yang mampu melarutkan fosfat yaitu ER12 dan ER23.  Karakterisasi bakteri yang positif pelarut fosfat dilakukan berdasarkan morfologi, fisiologi dan biokimianya dengan melihat perubahan warna pada media yang digunakan.  Karakter bakteri ER12 memiliki koloni bulat dengan tepi koloni rata, warna  koloni putih bening, dengan permukaan licin dan elevasi yang rata, bakteri ER 23 memilki tipe tepi koloni berombak, warna koloni putih dengan permukaan licin dan elevasi yang  rata, kedua bakteri tersebut termasuk Gram positif.  Dari uji biokimia bakteri endofit ER 12 dan ER 23 dapat menghasilkan asam campuran, menghidrolisis protein, menghasilkan enzim gelatinase, katalase dan tidak dapat menghasilkan enzim urease, sitrase dan tidak dapat menghidrolisis hydrogen sulfida.  Suhu optimum untuk pertumbuhan isolat bakteri ER 12 dan ER 23 adalah 35°C.  pH optimum untuk pertumbuhan isolat bakteri ER 12 adalah 7,2 dan 8,9 sementara ER 23 dapat tumbuh optimum pada rentang pH  lebih luas yaitu 6,5 sampai 8,9. Kata kunci: Karakterisasi, bakteri endofit, pelarut fosfat
POTENSI AKTIVITAS BIOLOGIS SENYAWA FENOLIK EKSTRAK DAUN BOSIBOSI (Timonius flavescens (Jacq.) Baker) Nursitta Laely; Herbert Sipahutar
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.7372

Abstract

Tumbuhan merupakan sumber obat penting sejak awal peradaban manusia.Tumbuhan menghasilkan metabolit sekunder yang memiliki berbagai fungsi farmakologis dan etnomedikal. Salah satu metabolit sekunder tersebut adalah senyawa fenolik yang dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan  jenis-jenis senyawa bioaktif golongan fenolik yang terkandung dalam daun bosibosi (Timonius flavescens (Jacq.) Baker) serta potensi aktivitas biologisnya. Ekstrak daun bosibosi memiliki berbagai kandungan metabolit sekunder seperti terpenoid, saponin, fenolik dan flavonoid. Senyawa fenolik sendiri memiliki keanekaragaman jenis yang  tinggi begitu pula dengan keanekaragaman potensi aktivitas biologisnya. Seperti kuersetin yang dapat membantu menstimulasi sekresi insulin oleh sel β pada pankreas. Kata Kunci : Timonius flavescens (Jacq.) Baker, Senyawa Bioaktif, Fenolik, Aktivitas Biologis
POTENSI SERBUK GERGAJI KAYU SENGON SEBAGAI INSEKTISIDA BOTANI Azizah Azizah; Moch Rosyadi Adnan; Mukhamad Su'udi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10518

Abstract

Serangga yang berperan sebagai hama merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi dalam bidang pertanian. Penanganan yang selama ini dilakukan untuk mengendalikan permasalahan ini adalah menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia dapat menimbulkan efek negatif baik bagi lingkungan maunpun kesehatan. Alternatif pengendalian serangga hama yang ramah lingkungan yaitu penggunaan insektisida botani. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai insektisida botani adalah sengon (Albizia sp.). Salah satu potensi tanaman sengon dijadikan bahan dasar insektisida karena menghasilkan beberapa senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan berbeda pada setiap jenisnya. Secara umum senyawa metabolit sekunder dari tanaman sengon termasuk kelompok flavonoid, saponin, tanin, terpen, dan alkaloid. Senyawa-senyawa tersebut memiliki berbagai aktivitas biologi seperti antioksidan, antikanker, antitumor, antimikroba, antiinflamasi, antidiabetes, dan lain sebagainya. Beberapa senyawa metabolit sekunder tersebut, seperti saponin dan flavonoid, ternyata dapat bersifat toksik bagi serangga. Saponin dan flavonoid telah dilaporkan memiliki aktivitas antifeedant bagi beberapa serangga. Berdasarkan aktivitas senyawa metabolit sekunder dari sengon tersebut yang membuat serbuk gergaji kayu sengon berpotensi digunakan sebagai insektisida.
FORMULASI DAN UJI KEAMANAN HAIR TONIC EKSTRAK KROKOT PADA PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI Emelia Ginting; Isti Ullfa Parinduri; Riri Syavira; Rita Juliani
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i3.13563

Abstract

Krokot adalah salah satu tanaman gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman lainnya. Banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat krokot sehingga pemanfaatan krokot belum maksimal. Salah satu manfat krokot yang biasa digunakan masyarakat tradisional adalah untuk mengurangi kerontokan dan menyuburkan rambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui manfaat krokot sebagai hair tonic, menentukan nilai pH yang sesuai dalam percampuran formula hair tonic dengan ekstrak krokot, mengetahui jumlah mikrobiologi pada hair tonic, melihat pertumbuhan rambut pada kulit punggung kelinci serta rekasi hair tonic terhadap kulit punggung kelinci dan mengetahui perubahan bentuk, warna dan bau pada hair tonic. Metode penelitian dilaksakan menjadi dua bagian yaitu tahap pembuatan dan pengujian. Pada tahap pembuatan terdiri dari pengambilan sampel krokot kemudian dikeringkan dengan suhu ruangan, pembentukan serbuk dengan blender, maserasi serbuk krokot dan pemekatan dengan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak krokot. Tahap pengujian hair tonic ekstrak krokot meliputi uji mikrobiologi, uji pH, uji aktivitas, uji iritas dan uji organoleptik Hasil penelitian diperoleh uji mikrobiologi diperoleh angka lempeng total 2,3 101 koloni/ml, Staphiloccocus aureus 0 koloni/ml (negatif), Pseudomonas aeruginosa 0 koloni/ml (negatif), dan Candida albicans 0 koloni/ml (negatif). Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa hair tonic yang dihasilkan telah memiliki mikrobiologi dengan kadar yang aman, pH tidak terlalu asam, mampu memanjangkan dan menambah bobot rambut, tidak menimbulkan iritasi serta aroma dan warna cukup disukai responden.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue