cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 269 Documents
PENGURANGAN AKUMULASI TIMBAL (Pb) DENGAN MEMANFAATKAN MIKORIZA ARBUSKULA DAN TANAMAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) JABON (Anthocephalus cadamba) PETAI (Parkia speciosa) Herna Sianipar; Erman Munir; Delvian Delvian
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i3.4955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fungi mikoriza arbuskula (fma)terhadap akumulasi logam Pb tanaman belimbing wuluh, jabon, dan petai, mengetahui dosis pemberian fungi mikoriza arbuskula (fma) yang optimalterhadap akumulasi logam Pb, mengetahui jenis tanaman yang paling efektif dalam akumulasi logam Pb. Penelitian ini dilakukan di di Rumah Kasa, Laboratorium Biologi Tanah dan Laboratorium Sentral Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah inokulasi mikoriza dengan 4 taraf dosis (0 g/bibit, 10  g/bibit, 20 g/bibit, 30 g/bibit) dan faktor kedua adalah tanaman yang terdiri dari tiga jenis tanaman yaitu belimbing wuluh, jabon, dan petai. Hasil penelitian menunjukkan fungi mikoriza arbuskula memberikan  pengaruh terhadap akumulasi logam Pb pada semua tanaman. Dosis mikoriza 10 g optimalterhadap akumulasi logam Pb pada tanaman uji, tanaman jabon yang paling efektif dalam menyerap logam Pb. Rasio akumulasi logam Pb pada bagian akar tanaman  paling tinggi pada tanaman belimbing wuluh yaitu 52,38 mg/kg, rasio akumulasi logam Pb pada bagian batang  tanaman  paling tinggi pada tanaman jabon yaitu 32,7 mg/kg, rasio akumulasi logam Pb pada bagian daun tanaman  paling tinggi pada tanaman jabon yaitu 16,49 mg/kg. Efisiensi penyerapan Pb tanaman  paling tinggi pada tanaman jabon yaitu 13,06 % dan terendah pada belimbing wuluh  yaitu 8,6 % Kata Kunci : Fungi Mikoriza Arbuskula, Logam Berat Pb, Belimbing Wuluh, Jabon , Petai.
ANALISIS HABITAT (Anaphalis longifolia (Blume) Blume ex DC.) DI SUMATERA UTARA Hary Prakasa; Arina Zawani Akmal; Winda Awalina Guci; Syahmi Edi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i2.10254

Abstract

Edelweis (Anaphalis longofilia (Blume) Blume ex DC.) merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam suku Asteraceae yang tersebar di wilayah dataran tinggi Indonesia. Anaphalis longofilia merupakan tumbuhan khas pegunungan di Sumatera. Kerusakan hutan, illegal loging, perubahan fungsi hutan, dan aktivitas manusia menyebabkan hilangnya tumbuhan ini dari habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis habitat A. longifolia yang tersebar di Sumatera Utara, Indonesia. Sebanyak 33 sampel penelitian diperoleh dari kabupaten Karo, Samosir, dan Toba Samosir di Sumatera Utara. Data dianalisis menggunakan program ArcGis 10.3 dengan dikombinasikan menggunakan berbagai data ekologi dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. longifolia tersebar di wilayah dataran tinggi Sumatera Utara dengan Berdasarkan hasil analisis, A longifolia memiliki ciri habitat dengan ketinggian 1000-2000 mdpl, curah hujan 1500-2500 mm/tahun, menempati 3 tipe tutupan lahan (hutan tanaman industri, tanah terbuka, dan pertanian lahan kering), tersebar pada 3 jenis tanah (humic cambisol, orthic acrisol, dan orthic podzols), terdapat pada kemiringan lahan >60, dan berada pada 3 kondisi kritis lahan (lahan kritis, agak kritis, dan sangat kritis). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi informasi penting dalam proses budidaya dan konservasi A. longifolia.
PERTUMBUHAN KULTUR KONSORTIUM DALAM MINYAK SELAMA BIODEGRADASI DI BAWAH KONDISI AEROB Marlinda Nilan Sari Rangkuti; Palsan Sannasi; Sahilah Abdul Mutalib
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i1.9783

Abstract

This study reported the ability of the Consortium Culture (5% v/v) was grown in minimum salts medium (MSM) with the addition of 1% (v / v) crude oil, at different incubation times (0, 2, 4, 6 and 8 weeks). The Consortium Culture (CC) can live and use crude oil as the sole source of carbon and energy. The analysis result shows that the highest percentage of biodegradation is at the second week with the percentage of hydrocarbon residue of 42% and it has been used up in the eighth week. These results indicate that the consortium culture can be utilized as a biodegradation agent and this phenomenon can used to enhance the bioremediation ability of the petroleum hydrocarbon polluted environment.
STRUKTUR POPULASI IKAN GULAMAH (Johnius trachycephalus P.) DI SUNGAI BARUMUN KABUPATEN LABUHAN BATU SUMATERA UTARA Gunaria Siagian; Hesti Wahyuningsih; Ternala A Barus
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7433

Abstract

Ikan Gulamah (Johnius trachycephalus) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang banyak ditangkap oleh nelayan dengan menggunakan trammel net dan gill net, payang dan pukat. Penangkapan  ikan Gulamah di sungai Barumun Kabupaten Labuhan Batu dilakukan setiap hari tanpa batas. Eksploitasi yang tidak terkendalikan dapat mengakibatkan menipisnya stok ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi, rasio kelamin, pola pertumbuhan ikan dan hubungan faktor fisik- kimia air dengan kepadatan ikan gulamah (Johnius trachycephalus) di sungai Barumun Kabupaten Labuhan Batu. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling pada 5 stasiun penelitian. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan memasang jaring sebanyak 5 ulangan pada masing-masing stasiun dan pada setiap ulangan jaring dibiarkan 1 jam di dalam air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan ikan Gulamah tertinggi di stasiun I yaitu 0,019 ind/m2 (37 ekor), terendah di stasiun V yaitu 0,003 ind/m2 (6 ekor). Rasio kelamin tertinggi di stasiun IV yaitu 1:8 dan terendah di stasiun I yaitu 1:1,5. Pola pertumbuhan ikan gulamah di stasiun I allometrik positif sedangkan di stasiun II-V allometrik negatif. Ikan gulamah yang didapatkan selama penelitian sebanyak 68 individu. Ikan jantan panjangnya berkisar 10,5 cm - 21,5 cm, ikan betina panjangnya 10,5 cm – 21,6 cm. Frekuensi panjang yang terbanyak (modus) 18,5 cm – 20 cm. Suhu dan kejenuhan oksigen berkolerasi sangat kuat terhadap kepadatan ikan gulamah (Johnius trachycephalus). Kata kunci : ikan Gulamah, struktur populasi, sungai Barumun 
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA TERHADAP Escherichia coli dan Candida albicans DARI FERMENTASI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Musthari Musthari; Selamat Riadi; Suryani M. Florence Situmeang
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i2.12794

Abstract

Isolasi mikroba potensial dari fermentasi buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) secara alami yang dilakukan tanpa penambahan  mikroba dari luar (starter) dan terjadi dengan sendirinya dengan bantuan mikroba hayati. Karakteristik dari proses ini adalah adanya bakteri asam laktat yang termasuk bakteri heterofermentatif. Hasil pertumbuhan bakteri asam laktat menghasilkan asam laktat, asam asetat, etanol, manitol, dekstran, ester dan CO2. Peranan BAL pada bahan pangan ini ternyata lebih banyak yang menguntungkan dibandingkan dengan yang merugikan.         Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan mikroba hasil isolasi dari fermentasi buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) menghambat pertumbuhan mikroba patogen Escherichia coli dan Candida albicans. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dan dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan September  2018 di Laboratorium  Terpadu Poltekkes Kemenkes Medan. Sampel penelitian adalah Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang diperoleh dari salah satu Supermarket  Kota Medan.  Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil isolasi mikroba potensial dari fermentasi buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Cara kerja dilakukan mulai Isolasi dan identifikasi morfologi bakteri  asam laktat, Uji bio kimia, uji ketahanan terhadap pH rendah dan uji terhadap kadar garam kemudian uji antagonis terhadap mikroorganisme Escherichia coli dan Candida albicans dengan 4 kali pengulangan. Didapatkan 4 jenis BAL (BNO1, BNO2,BNO3 dan BNO4) yang diuji tehadap Escherichia coli dan Candida albicans.  Hasil uji daya hambat terhadap Escherichia coli menunjukkan zona hambat tertinggi adalah BNO4 yaitu sebesar 16,7 mm. Sedangkan Hasil daya hambat terhadap candida albicans menunjukkan daya hambat tertinggi sebesar 8,3 mm.
Kajian Ekologi Tumbuhan Liana di Hutan Primer Taman Nasional Gunung Leuser Resort Sei Betung Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Nira Wati; Binari Manurung
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4027

Abstract

  Liana adalah salah satu jenis tumbuhan yang menjadi penciri khas dari ekosistem hutan hujan tropis dan keberadaannya menambah keanekaragaman jenis tumbuhan pada ekosistem hutan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman liana, indeks kemerataan, indeks kekayaan, indeks dominansi, Indeks Nilai Penting (INP%), dan indeks kesamaan liana antar transek di hutan primer resort sei betung Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga Maret 2016. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat dengan pengambilan sampel dilakukan pada satu stasiun terdiri dari 4 transek dan 40 plot pengamatan dengan ukuran setiap petak contoh 20 m x 20 m. Pengambilan sampel liana menggunakan intensitas sampling 0,6% dari 3000 Ha. Variabel yang diamati meliputi jenis dan jumlah individu liana serta keliling setiap individu liana. Hasil penelitian ditemukan 32 jenis liana dengan 677 jumlah total individu liana. Keanekaragaman liana sebesar 3,037 dengan kategori keanekaragaman tinggi, kemerataan liana termasuk kategori tinggi dengan nilai sebesar 0,876, kekayaan liana sebesar 4,756 termasuk kedalam kategori sedang, indeks dominansi liana termasuk kategori sedang dengan nilai 0,109, Indeks Nilai Penting liana tertinggi yaitu Uncaria glabra (Rubiaceae) dan Tetrasigma hookeri (Vitaceae) dan tipe vegetasi liana dihutan primer resort sei betung Taman nasional Gunung Lesuser (TNGL) yaitu Rubiaceae-Vitaceae serta indeks kesamaan liana antar transek memiliki nilai lebih dari 50% sehingga berdasarkan aturan 50% dari Kendeigh (1980) maka liana-liana yang terdapat pada transek-transek yang diamati yang berada dalam hutan Primer Taman Nasional Gunung Leuser masih tetap termasuk dalam satu komunitas/vegetasi yang sama yaitu Rubiaceae-Vitaceae. Kata Kunci : Tumbuhan Liana, Keanekaragaman, Ekosistem
PEMANFAATAN DAN POTENSI DUA JENIS ETLINGERA SEBAGAI TANAMAN HIAS DAN BUNGA POTONG DI BOGOR Dina Handayani
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i3.8409

Abstract

Etlingera masih ditanam di pekarangan rumah penduduk tanpa ada perlakuan khusus. Masyarakat Bogor hanya memanfaatkan Etlingera untuk keperluan pribadi, seperti bahan masakan, bahan wewangian, dan bahan obat-obatan tradisional. Masyarakat belum memanfaatkan Etlingera sebagai tanaman hias dan potong. Padahal Etlingera memiliki bentuk dan warna perbungaan yang menarik sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai tanaman hias dan bunga potong. Kata kunci:  Pemanfaatan Etlingera, Bogor.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS AIR DENGAN KEBIASAAN MAKANAN IKAN BATAK (Tor douronensis) DI PERAIRAN SUNGAI ASAHAN SUMATERA UTARA Ria Lumbantoruan; Ternala Alexander Barus; Syafruddin Ilyas
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2013): Bio
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.12728

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang hubungan antara kualitas air dengan kebiasaan makanan ikan batak (Tor douronensis) di Perairan Sungai Asahan Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Sungai Asahan, kebiasaan makanan ikan batak (Tor douronensis) serta hubungan antara kualitas air dengan kebiasaan makanan ikan batak (Tor douronensis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan batak memiliki pola pertumbuhan alometrik. Makanan utama ikan batak berdasarkan indeks prepoderannya adalah Cymbella (56,32%), Navicula (46,65%), Thiothrix (44,25%), dan Ulothrix (76,21%). Temperatur berkorelasi kuat terhadap Thiothrix. Kecerahan berkorelasi kuat terhadap Thiothrix. Intensitas Cahaya berkorelasi sangat kuat terhadap Navicula. Arus berkorelasi kuat terhadap Navicula. Parameter pH berkorelasi sangat kuat terhadap Cymbella. DO berkorelasi kuat terhadap Navicula. BOD 5 berkorelasi kuat terhadap Navicula. NO3 berkorelasi kuat terhadap Thiothrix. PO4 berkorelasi berkorelasi kuat terhadap Thiothrix. Kondisi Sungai Asahan mengindikasikan secara relatif dalam keadaan baik dan mendukung pertumbuhan ikan batak (Tor douronensis).
Diversity Bird in Brackish Marsh Muara Tapus Subdistrict Manduamas District Center of Tapanuli Province North Sumatera Anisa Zuhalmi; Puji Prastowo
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2932

Abstract

The purposeof this research  is to knowdiversity, abundance, dominance and  distribution pattern of  bird in brackish marsh Muara Tapus Subdistrict Manduamas District Center of Tapanuli. This research was done from February 2015 until April2015. Determination of the station is based on the environmental condition. Total of place observation is 5 places. Every place consist of 4 point with distance 50 m of point accompany. Sampling by concentration point method that is to observe and to take the picture of bird which in every point observation with distance 25 metre for 30 minutes. Time of take sample from 07.00 am – 10.00 am and 04.00 pm – 06.00 pm. The result of this research, found there was 6 orders, 6 family and 8 spesies of birds. Diversity of birds was 0.879, and belonging to the low diversity. The highest abundance of birds was Dendrocygna javanica as many as 110 individual. Average of dominance was 0.512 and belonging to the dominance is moderate. The distribution pattern of birds found in the category of the cluster to 8 species.   Keywords: diversity, bird, brackish marsh
DIVERSITY OF LAND ARTHROPODA ON PEOPLE’S PLANTATIONS AT JAWATONGAH VILLAGE, HATONDUHAN SUB-DISTRICT IN SIMALUNGUN NORTH SUMATERA Gunaria Siagian
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i3.19539

Abstract

This study aims to determine the diversity, abundance, dominance index, similarity index and inequality of land arthropods in the people's plantations in the village of Jawatongah, Hatonduhan Subdistrict, Simalungun Regency. This research was conducted in October 2019 until November 2019. Sampling was carried out at 5 stations in the People's plantation in Jawatongah Village, Hatonduhan District, Simalungun Regency. Data retrieval is done 3 times using trap traps. From the results of research and data analysis found 9 orders and 1 family consisting of 9 orders and 16 families consisting of: Formicidae, Flatidae, Silphidae, Anobiidae, Labiduridae, Tephritidae, Culicidae, Rhagionidae, Simuliidae, Blephariceridae, Gryllidae, Anobiidae, Labiduridae, Tephritidae, Culicidae, Rhagionidae, Simuliidae, Blephariceridae, Gryllidae, Anobiidae, Labiduridae, Tephritidae, Culicidae, Rhagionidae, Simuliidae, Blephariceridae, Gryllidae, Acobiidae, Acrididae, Phrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae, Acrididae. Lachesillidae, Liposcelidae, Pholidae, Araneidae, Ageleidae. The highest relative abundance of soil Arthropods was Tephritidae (71, 486%), the lowest was Liposcelidae and Aranidae (0.367%). The diversity index of the Athropods of the soil ranged from 0.996-1.536. The dominance index ranged from 0, 27155 - 0.53598. From these observations it can be seen that in general the Tephritidae group dominates all places in the study location. For the Arthropod similarity index of land in the smallholder plantations of Jawatongah village, Hatonduhan sub-district, Simalungun Regency, ranged between 55.56% - 80%. Knowledge and knowledge about diversity, abundance, status and distribution of animals are very important for humans and need to be preserved to improve the welfare of society, especially in agriculture.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue