cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 269 Documents
HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI KLINIK DANDY MABAR KECAMATAN MEDAN DELI TAHUN 2012-2013 Maida Pardosi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i1.5211

Abstract

Pertambahan berat badan ibu selama hamil sangat penting diperhatikan, sebab jika pertambahan berat badan tidak mencukupi dapat menghambat pertumbuhan bayi. Hasil survei awal di Klinik Dandy terdapat 124 ibu bersalin pada priode 2012-2013, sebanyak 16 ibu melahirkan bayi dengan berat lahir <2500 gram, 97 ibu dengan berat bayi lahir >2500-4000 gram dan 11 ibu bersalin dengan beratlahir >4000 gram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pertambahan berat badan ibu selama hamil dengan berat badan bayi baru lahir. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional retrospektif. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memeriksakan diri dan melahirkan di Klinik Dandy tahun 2012-2013 berjumlah 124 orang dan jumlah sampel 124 orang (total sampling). Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Pengolahan data dengan cara statistik analisa univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pertambahan berat badan ibu selama hamil dengan berat badan bayi baru lahir dan nilai p=0,005  (<0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan Klinik Dandy agar memberikan konsling kepada ibu hamil yang memeriksakan diri dan memantau pertambahan berat badan ibu selama hamil.   Kata Kunci:  berat badan, ibu hamil, bayi baru lahir
IDENTIFIKASI SERANGGA PENYERBUK PADA PERTANAMAN KOPI (Coffea arabica L.) DI KABUPATEN DAIRI, SUMATERA UTARA Aida Fitriani Sitompul; Elida Hafni Siregar; Yusron Ritonga; Dahelmi Dahelmi; Dewi Imelda Roesma
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangga penyerbuk pada tanaman kopi (Coffea arabica L.). Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga September 2016 di Kabupaten Dairi. Sampling dilakukan pada enam lokasi yang tersebar pada tiga Kecamatan yaitu Sumbul, Parbuluan, dan Siempat Nempu Hulu. Masing-masing lokasi terdiri dari lima plot, setiap plot berukuran 7 x 7 meter. Sampling dilakukan ketika hari cerah pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Serangga yang berhasil ditangkap dimasukkan ke dalam killing bottle yang mengandung etil asetat. Selanjutnya dimasukkan ke dalam kertas papilot dan disimpan ke dalam box plastik untuk kemudian diidentifikasi. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Biosistematika Jurusan Biologi Universitas Negeri Medan. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh sebanyak lima belas spesies yang termasuk dalam tiga Ordo, yaitu Lepidoptera Diptera, dan Hymenoptera serta tujuh famili. Lebah madu Apis cerana merupakan spesies yang paling banyak ditemukan. Kata kunci:  Serangga penyerbuk, Kopi, Apis cerana, Diptera, Hymenoptera, Lepidotera
EKSPLORASI LICHENES PADA TEGAKAN POHON DI AREA TAMAN MARGASATWA (MEDAN ZOO) SIMALINGKAR MEDAN SUMATERA UTARA muslim muslim; Ashar Hasairin
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i3.9715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lichenes pada tegakan pohon Mahoni (Swietenia mahagoni), pohon Saga (Adenanthera pavonina), pohon Ketapang (Terminalia catappa), dan pohon Palem Raja (Roystonea regia) yang terdapat di Area Taman Margasatwa (Medan Zoo) Simalingkar Medan Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat deskritif dengan metode survey eksploratif dan inventarisasi pada tegakan pohon Mahoni (Swietenia mahagoni), pohon Saga (Adenanthera pavonina), pohon Ketapang (Terminalia catappa), dan pohon Palem Raja (Roystonea regia). Teknik “purposive sampling” dengan metode transek vertikal keatas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tegakan pohon Mahoni (Swietenia mahagoni) terdapat 9 jenis lichenes, pohon Saga (Adenanthera pavonina)terdapat 5 jenis lichenes, pohon Ketapang (Terminalia catappa) terdapat 5 jenis lichenes, dan pohon Palem Raja (Roystonea regia) terdapat 4 jenis lichenes . Keanekaragaman lichenes yang tinggi pada pohon I Mahoni (Adenanthera pavonina)dengan nilai Indeks Keanekaragaman ( = 19,41) diikuti padapohon II Saga (Adenanthera pavonina), pohon Ketapang II (Terminalia catappa), dan pohon IV Palem Raja (Roystonea regia). Jumlah lichenes dari 4 pohon sebanyak 11 jenis dari 8 genus dengan 2 tipe talus (foliose dan Crustose), sedangkan tipe (Fructicose dan Squamulose) tidak ditemukan. Jumlah lichenes yang paling mendominasi adalah genus parmelia didapatkan pada keempat pohon. Pola distribusi lichenes pada lokasi penelitian seragam. Karakteristik habitat yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan lichenes di Taman Mrgasatwa (Medan Zoo) berada pada suhu 3 - 3  kelembaban 68 % - 80 % dan intensitas cahaya 31 cd – 32 cd. 
Macrozoobenthos With Chemical and Physics factor in the Babura rivers Deli Serdang Masdiana Sinambela; Mariaty Sipayung
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.2786

Abstract

Research Title “Macrozoobenthos with physico-chemical factors on water and river Babura Deli Serdang”. The measured parameter is existence of macrozoobenthos That biotic factors and abiotic factors ie chemical and physical factors. Physical factors ie: temperature, turbidity, dan chemical factors ie factors: pH, Dissolved Oxygen (DO), dan BOD, COD, and fosfat.  Macrozoobenthos were taken using a Surber net in Mei 2015, there are 2 station.  Where with number of macrozoobenthos in the river Babura 12 individu ie : 1 sp in station 1 ie Melanoides sp and 4 sp in station 2 ( 12 individu) ie Melanoides sp 2 individu, Hetelimnius sp 1 individu, Elmidae 2 individu, Epicordulia sp 1 individu, Chironomus sp 4  Melanoides 2 sp, dan Dragonfly nymph 4 individu. Chemical and physical factors still life macrozoobenthos support. An ex post facto research initials, it can  use as baseline.   Keywords: existence, macrozoobenthos, factor  physic, chemistry
EKSPLORASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER HELAIAN DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) Endang Sulistyarini Gultom; Mutiara Sakinah; Uswatun Hasanah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i1.16450

Abstract

ABSTRAKKirinyuh (Chromolaena odorata) secara tradisional telah digunakan sebagai tumbuhan obat. Obat tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat dan dianggap sangat bermanfaat karena bahan alam mampu mengobati berbagai macam penyakit dan memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan obat yang terbuat dari bahan sintesis. Kirinyuh mengandung senyawa metabolit sekunder umumnya flavonoid, alkaloid, steroid, fenol dan terpenoid. Akan tetapi pada beberapa penelitian yang dilakukan tidak dibedakan pada helaian berapa daun diambil, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit sekunder daun muda dan daun tua kirinyuh (Chromolaena odorata) dengan metode kromatografi gas. ada perbedaan jumlah senyawa yang diperoleh, pada daun tua memiliki jumlah senyawa yang lebih banyak yaitu 22 senyawa bioaktif daripada senyawa bioaktif yang terdapat pada daun muda yaitu 13 senyawa bioaktif. . γ-sitosterol senyawa yang hanya teridentifikasi pada daun tua dan diisooctyl phthalate dan Bis(2-ethylhexyl) phthalate merupakan golongan senyawa saponin yang hanya terdapat pada daun muda.Senyawa-senyawa bioaktif tersebut termasuk dalam golongan flavonoid, terpenoid, saponin, fenol, alkaloid dan steroid.Kata kunci : Kirinyuh (Chromolaena odorata), senyawa metabolit sekunder, daun muda, daun tua.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN BANGUNBANGUN (Plectranthus amboinicus (Lour) Spreng) SEBAGAI PREVENTIF DAN KURATIF TERHADAP EFEK TOKSIK RHODAMIN B PADA HISTOPATOLOGI LIMPA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Dora Monica Sitorus; Melva Silitonga
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i3.4960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun bangunbangun (EEDB)  dari perlakuan preventif dan kuratif pada tikus yang diberi rhodamin B melalui pengamatan rasio limpa dan gambaran histopatologi limpa meliputi sentrum germinativum dan zona marginalis. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non factorial. Sampel penelitian sebanyak 40 ekor tikus dibagi menjadi 8 kelompok kontrol (CMC 1 %) (K), rhodamin B (Rh), ekstrak etanol daun bangunbangun dosis 350 mg/kg bb (E1), 700 mg/kg bb (E2), dan 1050 mg/kg bb (E3) untuk perlakuan preventif dan hal yang sama di lakukan pada perlakuan kuratif. Pada perlakuan preventif, EEDB diberikan diberikan pada hari ke -1 hingga hari ke-42 dan rhodamin B diberikan mulai hari ke-22 hingga hari ke-42. Pada perlakuan kuratif terlebih dahulu diberikan rhodamin B pada hari pertama hingga hari ke-21, kemudian EEDB diberikan mulai hari ke-22 hingga hari ke -42 dan rhodamin B di hentikan. Pembuatan histopatologi dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin eosin. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA satu arah dan diuji lanjut dengan uji LSD dengan menggunakan SPSS versi 17.  Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan preventif EEDB menurunkan rasio limpa dan  diameter sentrum germinativum  pada dosis 700 mg/kg bb, dan menurunkan zona marginalis pada dosis 1050 mg/kg bb. Pada perlakuan kuratif  memberikan pengaruh nyata menurunkan rasio  limpa terhadap berat badan dan zona marginalis pada dosis 350 mg/kg bb dan menurunkan diameter sentrum germinativum pada 1050 mg/kg bb.   Kata Kunci : Bangunbangun, Limpa, Rhodamin b,  Sentrum germinativum,  Zona  marginalis.
ANTIBACTERIAL ACTIVITIES OF RUKAM LEAVES (Flacourtia rukam Zoll. & Moritzi) AGAINST Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Henri Henri; Rahmad Lingga
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v7i3.21595

Abstract

Traditional herbal medicines are now attracted significant attention used as the basis for modern medicines, including the plant of rukam (Flacourtia rukam) from the Flacourtiaceae family which is known by the public as medicine. This research aimed to explore the potential antibacterial activity for the plant of rukam (F.rukam) against bacterial Staphylococcus aureus and Escherichia coli. This research method was to first test the secondary metabolite content of F. rukam by using four solvents. The antibacterial activity extract from leaves of F. rukam was examined against S. aureus and E. coli. The antibacterial activity was assessed in the concentration include 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% by disc diffusion method. Phytochemical test results such as phenolics, flavonoids, saponins, steroids, and alkaloids are secondary metabolites of the F. rukam plant. The highest zone of inhibition is at a concentration of 60% using methanol solvent, which is an average of 8.95 ± 1.84 in S. aures isolates, while the E. coli bacterial isolates have an average of 9.03 ± 0.95 . This result was different from using ethanol solvent where the highest inhibition zone was at a concentration of 20%, respectively 7.73 ± 2.79 in S. aureus isolates and 6.61 ± 2.18 in E. coli bacteria isolates. Antibacterial efficacy shown by this plant F. rukam provides a scientific basis and thus validates traditional use.
KEANEKARAGAMAN ANGGREK TERSTRIAL DI SEPANJANG JALUR PENDAKIAN KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG SIBUATAN KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA Wina Dyah Puspitasari; Sri Wahyuni Siregar; Yusran Efendi; Hary Prakasa; Lazuardi Lazuardi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v7i3.23804

Abstract

Gunung Sibuatan adalah gunung yang paling tinggi di Sumatera Utara yang dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata para pendaki. Banyaknya pendakian yang dilakukan ke Gunung sibuatan membuat keberadaan hutan terancam. Salah satunya adalah keberadaan anggrek terestrial yang tumbuh di jalur pendakian sehingga sangat perlu dilakukan pendataan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahuai keanekargaman anggrek terestrial di kawasan hutan lindung gunung Sibuatan. Metode penelitian ini adalah eksplorasi, waktu penelitian dilakukan pada Juli-Agustus 2020. Penelitian dilakukan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Sibuatan Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara sesuai habitat anggrek terestrial. Berdasarkan eksplorasi yang telah dilakukan terdapat 12 jenis anggrek terestrial. Adapun jenis anggrek terestrial yang ditemukan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Sibuatan Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara adalah Anoectochilus longicalcaratus, Gastrodia siamensis, Calanthe chrysoglossoides, Erythrodes blumei, Cymbidium hartinahianum, Platanthera angustata, Dendrochilum lepidum, Eria crassipes, Coelogyne longifolia, Eria sp., Trichotosia ferox dan  Cymbidium lancifolium.  
AJERAN LEAVES ETHANOL EXTRACT (Bidens pilosa L) AS AN ANTIBACTERIAL Staphylococcus aureus Mami Seko; Alan Ch Sabuna; James Ngginak
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v7i1.22671

Abstract

Tumbuhan ajeran memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavanoid, saponin dan fenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Antibakteri adalah zat yang dapat membunuh atau menekan pertumbuhan atau reproduksi bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol daun ajeran (Bidens pilosa L) sebagai antibakeri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis menggunakan uji Anova satu jalur (One Way Anova). Jika ada pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji DMRT. Dalam penelitian ini pembentukan Zona bening menunjukan bahwa ekstrak etanol daun ajeran memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Semakin luas zona bening yang terbentuk maka semakin kuat senyawa bioaktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri.  Pembuktian daya hambat ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan bakteri S aureus dapat pula diukur melalui menghitung jumlah koloni. Apabila konsentrasi ekstraknya meningkat maka jumlah koloni bakteripun semakin berkurang. Hasil uji daya hambat menunjukan bahwa ekstrak etanol daun ajeran tidak memiliki pengaruh daya hambat yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri S aureus. Dalam penelitian ini perlakuan ekstrak etanol daun ajeran memiliki pengaruh daya antibakteri yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Uji lanjut DMRT menunjukan bahwa (perlakuan P1 10,67 CFU/mL) memiliki nilai yang berbeda nyata.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL Plectranthus amboinicus Lour Spreng TERHADAP BERAT BADAN DAN BERAT RELATIF ORGAN TIKUS YANG DINDUKSI KANKER KULIT DENGAN DMBA Melva Silitonga; Erlintan Sinaga; Pasar Maulim Silitonga
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v7i3.23288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun Plectranthus amboinicus terhadap  berat dan berat relatif organ dan berat badan tikus yang diinduksi kanker kulit dengan DMBA. Digunakan 24 ekor tikus dan dibagi menjadi empat kelompok yaitu K-, K+, T1 dan T2. K- yaitu kelompok kontrol diberi CMC 0.5%. K+  diberi DMBA 175 µg, T1 dan T2 diberi DMBA 175 µg dan EEP sebanyak 250 dan 500 mg/kg berat badan. Induksi DMBA diterapkan secara topical dibagian sisi posterior punggung dengan luas 3×3cm. DMBA dilarutkan dalam 0.1 ml aceton dioleskan. seminggu dua kali selama delapan minggu. Pada minggu ke sembilan, diberikan EEP setiap hari selama empat minggu pada kelompok T1 dan T2. Selama penelitian semua tikus diberi pakan dan minum secara ad libitum. Pada minggu ke 13 tikus dibunuh lalu dibedah untuk memperoleh organ ginjal, paru, hati dan limpa. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova. Hasil penelitian menunjukkan induksi kanker kulit dengan DMBA meningkatkan berat jantung, paru dan ginjal. Pemberian EEP menurunkan berat organ tersebut  menjadi sama dengan kontrol. DMBA meningkatkan berat relatif organ jantung, ginjal, paru-paru dan hati. EEP menurunkan berat relatif organ.  Pemberian DMBA menurunkan berat  badan mingguan pada tikus perlakuak K+, T1 dan T2. Pemberian EEP meningkatkan berat badan tikus yang diinduksi kanker kulit dengan DMBA

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue