cover
Contact Name
Ahmad Shafwan S. Pulungan
Contact Email
pulungan.shafwan@gmail.com
Phone
+6281370329288
Journal Mail Official
biosains@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)
ISSN : 24431230     EISSN : 24606804     DOI : https://doi.org/10.24114/jbio.v6i1
Jurnal Biosains (JBIO) features works of exceptional significance, originality, and relevance in all areas of biological science, from molecules to ecosystems, (ie genetic, microbiology, ecology, biosystematic, biostatistic) including works at the interface of other disciplines, such as chemistry, medicine,physic and mathematics. We also welcome data-driven meta-research articles that evaluate and aim to improve the standards of research in the life sciences and beyond. Our audience is the international scientific community as well as educators, policy makers, patient advocacy groups, and interested members of the public around the world.
Articles 263 Documents
PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH MENGGUNAKAN Lethal MosquitoTrap Modification (LMM) DI KELURAHAN PAGUTAN INDUK, KOTA MATARAM Munawir Sazali; Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning Astuti
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i3.11320

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik global yang ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes sp. Kota Mataram merupakan wilayah dengan tingkat infeksi terbesar di Provinsi NTB, termasuk di dalamnya Kelurahan Pagutan Induk. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah preventif untuk mengendalikan vektor virus dengue serta uji lingkungan untuk Lethal MosquitoTrap Modification (LMM). Penelitian ini termasuk penelitian experimental quasi, menggunakan 5 (lima) stasiun pengamatan di 50 rumah warga dengan peletakan LMM di luar dan di dalam rumah. Berdasarkan data koleksi nyamuk dari LMM (1.128), nymauk yang terperangkap tidak spesifik pada Aedes aegypti (8,35) dan Aedes albobictus (6,13) bahkan ditemukan jenis nyamauk non-Aedes yang lebih melimpah (13,73). Jumlah nyamuk yang terperangkap pada berdasarkan stasiun tidak ditemukan perbedaan secara signifikan (p=0,948>0,05), namun jumlah dari jenis nyamuk pada lokasi yang berbeda (indoor dan outdoor) diperoleh perbedaan secara signifikan (p=0,000
Uji Diagnostik Genexpert Mtb/Rif Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Elva Susanty; Zainuddin Amir; Parluhutan Siagian; Rina Yunita; Putri Chairani Eyanoer
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.2783

Abstract

Background: Cases of multidrug resistant tuberculosis (MDR TB) is increasing in number in the world and requires early detection to prevent further transmission. GeneXpert MTB/RIF is a tool that can be used for detection of rifampicin resistance, as a surrogate marker for MDR TB. This study aims to assess the sensitivity and specificity of the GeneXpert MTB/RIF in diagnosis of MDR TB. Methods: diagnostic test study was conducted at a poly MDR TB General Hospital Haji Adam Malik Medan. The subjects were all suspected MDR TB who had results positive GeneXpert MTB/ RIF with sensitive rifampin or resistant  rifampin and had a drug sensitivity test results with the proportion method Lowenstein Jensen medium. Data retrieved from the medical records, between January until December 2013. Results: founded 64 samples that had results of GeneXpert MTB/RIF test positive and had the results of drug sensitivity, 87.5% of rifampin-resistant samples were also resistant to isoniazid. The GeneXpert MTB/RIF examination showed the sensitivity of 92.86% and the specificitu of 59.09%. Conclusion: GeneXpert MTB/ RIF has a high sensitivity for diagnosing MDR TB compared the gold standard drug sensitivity testing proportion method on Lowenstein Jensen medium. This study recommends the GeneXpert MTB/RIF be used for MDR TB screening tool. Keywords: GeneXpert MTB/RIF, multidrug resistant tuberculosis, drug susceptibility test, Lowenstein Jensen medium
KEANEKARAGAMAN VEGETASI DI HUTAN KOTA SEBAGAI SALAH SATU RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK KOTA PALEMBANG Lia Auliandari; Delfy Lensari; Erni Angraini
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v6i1.14523

Abstract

Hutan kota adalah salah satu ruang terbuka hijau (RTH) publik sebagai sumber keanekaragaman vegetasi di kota yang berperan penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, terutama bagi kota dengan kepadatan yang tinggi, termasuk Kota Palembang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman vegetasi hutan kota di Palembang. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan sampling acak berstrata. Pencuplikan tumbuhan bawah menggunakan plot yang berukuran 2m x 2m, pohon tingkat semai dan pancang serta perdu dan liana dengan plot 5m x 5m, sedangkan untuk pohon dewasa digunakan plot 10m x 10m. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman vegetasi yang menyusun hutan kota di Palembang beragam, dari yang terendah hingga yang tertinggi dengan berurutan berdasarkan tingkat keragaman 1 (q = 1), yaitu 1,384 untuk Hutan Kota Bumi Perkemahan Gandus, 2,531 untuk Kawasan Kolam Retensi OPI, 12,942 untuk Hutan Bandara Lanud Sri Mulyono Herlambang, 20,322 untuk TWA Punti Kayu, 25,885 untuk Kawasan Stadion Jakabaring, dan 26,743 untuk Hutan Bukit Siguntang. Semakin beragam vegetasi di RTH publik, terutama hutan kota, akan lebih mudah mewujudkan sebuah ekosistem kota hijau sehingga mendukung Kota Palembang sebagai kota yang nyaman, hijau, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan (Green City, Eco City, Sustainable City).
POTENSI EKSTRAK UMBI BAWANG LOKIO (Allium chinense G. Don) DALAM MENGHAMBAT Escherichia coli DAN MENINGKATKAN MASA SIMPAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus L.) Grace Emalia Masniari Lumbantoruan; Nunuk Priyani; It Jamilah
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i3.4957

Abstract

Bawang Lokio (Allium chinense G. Don) banyak tumbuh di Sumatera Utara, Indonesia, sehingga disebut “Bawang Batak” oleh suku Batak. Kandungan senyawa alami dari tanaman ini dalam pengawetan makanan segar belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak etanol umbi bawang Lokio dalam menghambat bakteri Escherichia coli yang diisolasi dari ikan Nila dan meningkatkan masa simpan ikan Nila. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 0, 7.5, 10, 20, 30, 40 dan 50% (b/v). Untuk uji pengawetan ikan segar, ikan Nila yang telah disiangi, direndam dalam ekstrak etanol umbi bawang Lokio konsentrasi 100%, disimpan selama 36 jam pada suhu ambient (27 °C) dan kulkas (4 °C) dengan waktu pengamatan setiap interval 6 jam. Parameter pengamatan ialah perubahan organoleptik, Angka Lempeng Total (ALT) bakteri dan Total Volatile Base Nitrogen (TVBN). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari ekstrak etanol umbi bawang Lokio adalah 10% dengan kategori sedang terhadap E. coli. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), nilai organoleptik ikan Nila dapat diterima hingga penyimpanan jam ke-30, sementara nilai ALT dan TVBN sampai jam ke-18. Hal ini berbeda secara signifikan dengan kontrol negatif yang memberikan kelayakan ikan hanya sampai 6 jam. Perbedaan aktivitas senyawa antimikroba pada konsentrasi yang berbeda dan suhu penyimpanan menjadi penyebab turunnya mutu ikan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang Lokio menghambat E. coli pada konsentrasi hambat minimum 10% serta masa simpan ikan Nila maksimal adalah 18 jam pada suhu ambient.   Kata Kunci: Bawang Lokio, ikan Nila, masa simpan, Sumatera Utara.
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN MANGROVE OLEH MASYARAKAT KAMPUNG NIPAH DUSUN III DESA SEI NAGALAWAN KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA Rahmadani Lubis; Jamilah Nasution; E. Harso Kardhinata
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.6619

Abstract

Penelitian Etnobotani tumbuhan mangrove di Kawasan Kampung Nipah Dusun III Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan mangrove yang dimanfaatkan oleh tiap Etnis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode survey dan tehnik wawancara semi terstruktur yaitu mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan mangrove yang dimanfaatkan. Data yang dicatat adalah nama lokal, nama latin, nama family bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pemanfaatannya. Hasil penelitian diperoleh 8 jenis tumbuhan dari 8 famili yang dimanfaatkan. Masing-masing famili hanya memiliki 1 jenis tumbuhan mangrove yaitu Acanthus ilicifolius (Acanthaceae), Avicennia marina (Avicenniaceae), Nypa fruticans (Arecaceae), Rhizophora apiculata (Rhizophoraceae), Scaevola tacada (Goodeniaceae), Hibiscus tiliaceus (Malvaceae), Strychnos sp (Loganiaceae) Morinda citrifolia (Rubiaceae). Kata kunci : Etnobotani, Jenis Mangrove, Kampung Nipah.         
BERAT BADAN DAN KADAR KOLESTEROL ORGAN-ORGAN DALAM AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN BANGUNBANGUN (Plectranthus amboinicus L. Spreng) Agatha Cecilia Sihite; Melva Silitonga
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i1.9789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan suplementasi tepung daun bangunbangun (TDB) (Plectranthus amboinicus L. Spreng) terhadap berat badan, berat organ dalam dan kadar kolesterol organ dalam ayam broiler. Jenis penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial menggunakan 50 ekor ayam broiler CP 707. Pemberian TDB dilakukan setiap hari dengan mencampurkan TDB dengan pakan komersial dengan dosis 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% selama 42 hari . Parameter yang diamati adalah berat badan, berat hati, berat usus halus, berat ampela, kadar kolesterol hati, kadar kolesterol usus halus dan kadar kolesterol ampela. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anava satu jalur dengan menggunakan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi TDB 2% meningkatkan berat badan ayam secara signifikan, dan suplementasi TDB 1%, 3% dan 4% tidak berpengaruh . Suplementasi TDB 1% hingga 4% berpengaruh menurunkan berat hati secara signifikan. Suplementasi TDB 4% signifikan menurunkan kadar kolesterol hati, usus halus dan ampela.
Effect Of Ethanol Leaf Extract Bangunbangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng) As Preventive And Curative Rhodamine B Toxic Effects On The Kidney Histopathology White Rat (Rattus norvegicus) Rianita Situmorang; Melva Silitonga
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i3.2926

Abstract

This study aimed to obtain empirical data on weight changes, changes in the ratio of kidney and renal histopathologic state of rats given ethanol extract of leaves bangunbangun and Rhodamine B on preventive and curative treatment. This study was an experimental study with non factorial completely randomized design. In this study using 40 rats were divided into 8 treatment, the control group were given CMC 1%, Rhodamine B dose of 980 mg / kg bw, and preventive curative doses of ethanol extract of the leaves bangunbangun 350 mg / kg bw, 700 mg / kg bw, and 1050 mg / kg bw. Making the histopathology using hematoxylin-eosin staining. The data obtained and analyzed by ANOVA LSD test using SPSS version 16.0. The results showed that the ethanol extract of leaves bangunbangun treatment preventive dose of 350 mg / kg bw and 700 mg / kg bw gives a significant effect on weight gain, whereas treatment curative ethanol extract of leaves bangunbangun give a significant effect on weight gain at a dose of 350 mg / kg bw and 1050 mg / kg bw. Ethanol extract of the leaves bangunbangun treatment preventive dose of 350 mg / kg bw and 700 mg / kg bw gives a significant effect on the ratio of the kidney, whereas treatment curative ethanol extract of leaves bangunbangun give a significant effect on the ratio of the kidney with a dose of 350 mg / kg bw, 700 mg / kg bw, and 1050 mg / kg bw. Bangunbangun leaf ethanol extract at a dose of 350 mg / kg bw, 700 mg / kg bw, and 1050 mg / kg bw on preventive and curative treatment did not show any significant effect on glomerular diameter. Bangunbangun ethanol extract of the leaves can also prevent and reduce the toxic effects on the kidney.   Keywords: Plectranthus amboinicus, body weight, ratio of kidney, diameter of the glomerulus, the kidney
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI DENGAN KULIT BUAH ALPUKAT(Persea americana Mill) SEBAGAI OBJEK UNTUK DIAMBIL EKSTRAKNYA DENGAN BIOINDIKATOR BAKTERI Staphylococcus aureus Mirna Jayustin; Ade Putra Fratama
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i2.12377

Abstract

Avocados are known as antibacterial because of the content of antibacterial compounds such as saponins, alkaloids, and flavonoids in the fruit and leaves. Avocado extract skin has a higher content of carotene, total phenolic and flavonoids than the fruit meat. Total phenolic content and antioxidant potential of avocado phenol are influenced by solvent extract and avocado type. The skin and seeds have a higher phenolic content than the fruit flesh. Avocado skin and seeds also have greater antioxidant ability in test tubes. Phenolic compounds found showed antioxidant activity in vitro. This study aims to determine whether avocado bark extract has antimicrobial activity against Staphylococcus aureus bacteria. This research is an experimental study using disc diffusion. The results of this study found testing of lemongrass leaf extract (Cymbopogonnardus) with a concentration of 25%, 50%, 75%, 100%, influencing the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This study shows that avocado peels affect the growth of Staphylococcus aureus bacteria.
PENGARUH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP EKOLOGI SERANGGA POLINATOR PADA TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Ruth Melda Simanjuntak; Syarifuddin Syarifuddin
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i2.4217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perkebunan kelapa sawit terhadap ekologi serangga polinator pada tanaman mentimun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif survey, dengan teknik sampling menggunakan Scan Sampling yaitu mendata seluruh serangga polinator yang didapat dan dijadikan sampel per waktu yang ditentukan dari dua lokasi yang berbeda. Dari hasil penelitian ini didapatkan total 20 spesies, yang tergabung ke dalam 3 ordo: Lepidoptera, Diptera, dan Hymenoptera dan 8 famili: Hesperidae, Pyralidae, Nimphalidae, Pieridae, Syrphidae, Apidae, Vespidae, dan Haliotidae.  jumlah  spesies serangga polinator  pada dua lokasi  berbeda signifkan (t = 3,108; P = 0,003), kelimpahan serangga polinator berbeda signifikan (t = 2,016; P = 0,050). Terdapatan perbedaan komposisi serangga polinator dari kedua lokasi. Waktu pengamatan secara signifikan berpengaruh terhadap jumlah spesies serangga polinator mentimun (F = 7,286; P = 0,000) dan kelimpahan serangga polinator mentimun (F = 6,276; P = 0,000). Kata Kunci: Kelapa sawit, Ekologi, Serangga Polinator, Mentimun.
TUMBUHAN - TUMBUHAN DALAM KAJIAN ETNOBOTANI ADAT KEMATIAN DI EKS-KARISIDENAN SURAKARTA Salis Khoirun Nisa
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v4i1.8471

Abstract

Kajian etnobotani dilakukan untuk mengeksplor dan memanfaatkan keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya di daerah ex-karesidenan Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, cara pemanfaatan, dan persentase pemakaian tumbuhan dalam adat kematian di Eks-Karesidenan Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif eksploratif yang menggunakan dua pendekatan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang dipilih berdasarkan teknik pengambilan sampel yakni (purposive sampling). Sampel yang dipilih adalah orang yang dianggap paling tahu tentang kajian etnobotani adat kematian di Daerah Sragen, Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sukoharjo, dan Klaten. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan interview informan yang bersifat semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sekiar 23 tumbuhan yang digunakna dalam adat kematian di Eks-Karesidenan Surakarta. Masing-masing tumbuhan memiliki fungsi dan cara penggunaan yang berbeda-beda. 23 tumbuhan yang digunakan memiliki persentase penggunaan dengan rentang dari 100% sampai 14.2%. Persentase 100% dimiliki oleh tumbuhan mawar yang selalu ada di adat kematian ketujuh daerah, sedangkan persentase 14.2% dimiliki oleh tumbuh-tumbuhan seperti bambu, beringin (Ficus benjamina), daun pisang (Musa paradisiaca), jati (Tectona grandis), padi (Oryza sativa), tanaman hias, kunyit (Curcuma longa), tembakau (Nicotiana tabacum), mangkokan (Polyscias scutellaria), keningkir (Cosmos caudatus), ubi jalar (Ipomoea batatas) dan ubi talas (Colocasia esculenta) yang hanya ditemukan spesifik dalam satu daerah di Eks-Karesidenan Surakarta.

Page 6 of 27 | Total Record : 263


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 3 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 2 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 10, No 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 2 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 9, No 1 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences) Vol 8, No 3 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 2 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 8, No 1 (2022): JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 7, No 3 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Biosains Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Biosains Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Biosains Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Biosains Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Biosains Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Biosains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Biosains Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Biosains Vol 1, No 2 (2013): Bio Hasil Review Fauziyah Harahap More Issue