cover
Contact Name
Mokh. Yahya
Contact Email
myahyaiainska@gmail.com
Phone
+6285726965279
Journal Mail Official
tabasajurnal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura Sukoharjo 57168, Jawa Tengah Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 27460789     EISSN : 27460770     DOI : https://doi.org/10.22515/tabasa
Core Subject : Education,
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya facilitates and disseminates scientific articles from academics, teachers, and observers of Indonesian language and literature which includes the following focus and scope. 1. Indonesian language and its development 2. Indonesian literature and its development 3. Teaching Indonesian 4. Teaching Indonesian literature 5. Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA) 6. Malay Language and Literature
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021)" : 8 Documents clear
Mengantisipasi Kesalahan Produksi Ujaran untuk Meningkatkan Kemampuan Public Speaking Aisy, Nabilah Rihadatul
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam kesalahan produksi ujaran yang meliputi senyapan dan kilir lidah, penyebab terjadinya, cara mengantisipasinya, dan bagaimana hal itu berpengaruh untuk meningkatkan public speaking. Kesalahan produksi ujaran adalah kekeliruan yang terjadi dalam proses menghasilkan suatu ujaran, yang membuat ujaran yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan simak-catat, yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori kesalahan produksi ujaran yang meliputi senyapan dan kilir lidah dalam ilmu psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengantisipasi kesalahan produksi ujaran, yaitu senyapan dan kilir lidah dapat dilalukan dengan mengatasi penyebab terjadinya kesalahan produksi ujaran; senyapan dan kilir lidah, yaitu grogi, tergesa-gesa, tidak konsentrasi, berbicara ketika belum siap, hal ini diketahui melalui analisis contoh-contoh kesalahan produksi ujaran. Mengatisipasi kesalahan produksi ujaran, selain berdampak pada produksi ujaran juga berdampak meningkatkan kemampuan public speaking. Apa yang didapatkan dari mengatisipasi kesalahan produksi ujaran adalah sikap dan sesuatu yang dibutuhkan untuk kemampuan public speaking yang lebih baik lagi, seperti mempersiapkan topik dengan baik, bersikap tenang, fokus, tidak berbicara ketika belum siap, hanya berbicara menggunakan kosa kata yang dikenal.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Ada Cinta di SMA Sutradara Patrick Effendy Ningsih, Lisa Widya; Muristyani, Septi
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3685

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam dialog film Ada Cinta di SMA sutradara Patrick Effendy. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah dialog film Ada Cinta di SMA sutradara Patrick Effendy. Data penelitiannya adalah data lisan yang mengandung tindak tutur ilokusi yang meliputi bentuk tindak tutur representatif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur deklaratif. Data diperoleh dengan metode simak, yang dilanjutkan dengan teknik rekam, transkip, dan catat. Hasil penelitian dari tindak tutur representatif yang ditemukan berfungsi menyarankan, meginformasikan, dan memberitahukan. Tindak tutur direktif yang ditemukan berfungsi memerintah, meminta, mengajak, dan menasihati. Tindak tutur komisif yang ditemukan berfungsi berjanji, memanjatkan doa, dan menolak. Tindak tutur ekspresif yang ditemukan berfungsi mengejek, memperingatkan, meminta maaf, dan mengucapkan selamat . Tindak tutur deklaratif yang ditemukan berfungsi melarang.
Nilai-nilai Sosial dan Budaya dalam Tradisi Mantu Poci di Kota Tegal Jawa Tengah (Kajian Antropologi Sastra) Rahmawati, Dwi
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3852

Abstract

Pada zaman yang modern ini, minat generasi muda yang enggan peduli dan mengetahui folklor yang berkembang di daerahnya. Perlu adanya upaya untuk mengembangkan serta melestarikan budaya setempat. Salah satunya bentuk melestarikan budaya lokal yakni dengan mengadakan penelitian. Folklor yang berkembang di Kota Tegal yaitu folklor tradisi Mantu Poci merupakan folklor yang menarik untuk diteliti. Tradisi yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang memiliki tujuan dan pesan tertentu yang akan disampaikan nenek moyang kepada generasi berikutnya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi Mantu Poci yang dikaji dengan pendekatan antropologi sastra. Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa sumber data primer berupa dokumentasi lapangan dan wawancara langsung dari responden seperti sastrawan serta pegiat budaya, sesepuh desa, tokoh masyarakat, pendidik, masyarakat yang pernah terlibat. Sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan kepustakaan dan sumber tertulis terkait tradisi Mantu Poci. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Data yang telah ditemukan akan dianalisis menggunakan pendekatan antropologi sastra. Teknik analisis data menggunakan model analisis Spradley. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada tradisi Mantu Poci terdapat dua nilai yang paling dominan yakni 1) nilai sosial; 2) nilai budaya. Nilai sosial meliputi rasa kasih sayang, empati, toleransi, kerja sama, demokrasi. Sedangkan nilai budaya meliputi simbol, sikap atau kebiasaan, kepercayaan yang tertanam.
Keserakahan Dendam dan Kesetiaan dalam Novel Perempuan Berwajah Seribu Karya Eli Gottlieb ( Tinjauan Psikologi Sastra) Desy, Hidayati
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3855

Abstract

Kekhasan novel perempuan berwajah seribu menampilkan gambaran hidup dan kehidupan itu sendiri sebagai kenyataan sosial bermasyarakat.Dalam novel banyak tersaji pesan keserakahan dendam dan kesetiaan melalui moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya yang sangat penting untuk dikaji dan dipelajari agar mendapat hikmah dan manfaat dari karya sastra tersebut. Tetapi, kebanyakan orang belum mengenal apa yang terkandung dalam novel yang bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan yang terdapat di dalamnya. Misalnya, mengenai keserakahan dan dendam dalam fiksi maupun kesetiaan, bentuk penyampaian pesan sosial dan budaya luar yang terdapat dalam novel Perempuan Berwajah Seribu karya Eli Gottlieb. Unsur sosial yang disampaikan lebih fleksibel, baik isi maupun cara penyampaiannya. Karena sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan sosial melalui tokoh-tokoh yang disampaikan kepada pembaca baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Tingkat Kemampuan Berbicara Pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) Tingkat Pemula Menggunakan Tes Teks Deskripsi Faiza, Fikis Silmi; Irsyad, Rosida Erowati
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3883

Abstract

Dalam pengajaran BIPA, berbicara menjadi aspek keterampilan berbahasa yang fundamental. Komunikasi lisan atau kemampuan berbicara merupakan salah satu keterampilan bahasa yang penting. Hal ini menyangkut keluasan identifikasi persoalan berbicara. Kemampuan berbicara pemelajar BIPA tingkat pemula mencakup kemampuan dalam mendeskripsikan secara lisan, ketepatan kalimat, ketepatan pelafalan dan ketepatan kosakata. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kemampuan berbicara pemelajar BIPA tingkat pemula asal Belanda menggunakan tes teks deskripsi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan tes dan penilaian berdasarkan penilaian Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) yang disesuaikan. Penelitian ini juga menggunakan transkripsi fonetik untuk mengetahui ketidaktepatan pelafalan pada beberapa artikulasi fonetik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemelajar BIPA tingkat pemula menggunakan tes teks deskripsi memiliki kesulitan namun berada dalam kategori baik dalam penilaian.
Pemanfaatan Noveltoon sebagai Media Pembelajaran Prosa di SMA Mulyaningtyas, Rahmawati; Ekafebriyanti, Valentina
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3938

Abstract

Cybersastra atau sastra siber adalah aktivitas sastra yang memanfaatkan media elektronik atau internet. Sastra bergenre prosa sebagai salah satu sarana hiburan dan bahan pembelajaran saat ini dapat diakses melalui teknologi digital. Salah satu aplikasi daring yang dapat digunakan untuk mengakses prosa secara digital ialah NovelToon. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan cara penggunaan NovelToon, menjelaskan keunggulan dan kelemahan NovelToon, serta pemanfaatan NovelToon sebagaimedia pembelajaran prosa di SMA.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis). Teknik dokumentasi dan catat merupakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi NovelToon diawali dengan membuat akun pengguna, baik sebagai penulis maupun pembaca karya. Keunggulan NovelToon adalah fitur audio yang bisa ditambahkan pada setiap cerita sehingga pembaca dapat mendengarkan isi cerita selain membacanya. Di samping itu, adanya review karya dari tim NovelToon sehingga karya semakin berkualitas. Salah satu kelemahan aplikasi ini adalah bab cerita terbaru cenderung lama terbit tergantung pada durasi penilaian karya.Selain itu, mayoritas karya bergenre romantis. Pemanfaatan NovelToon sebagai media pembelajaran prosa dapat ditinjau dari pola dan strategi pemanfaatannya di dalam pembelajaran.
Makna Simbol-simbol dalam Kumpulan Puisi Mata Air di Karang Rindu Karya Tjahjono Widarmanto Kodrat Eko Putro Setiawan; Wahyuningsih; Kasimbara, Devi Cintia
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3943

Abstract

Penelitian ini membahas kumpulan puisi Mata Air Di Karang Rindu karya Tjahjono Widarmanto menggunakan pendekatan semiotika. Pendekatan ini merupakan upaya mengungkap tanda yang terdapat dalam kumpulan puisi berupa simbol. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan simbol budaya dan simbol sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data: mengumpulkan, membaca, dan mempelajari buku yang berhubungan dengan penelitian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terdapat simbol budaya yang meliputi bahasa, benda, warna, dan tindakan. Simbol sastra berupa citra penglihatan, gerak, dan pendengaran. Simbol bahasa digunakan untuk menampilkan istilah-istilah dalam mempertegas dan memperjelas sifat religius. Simbol bahasa juga mengandung amanat selalu mengingat kematian yang pasti akan dialami semua makhluk hidup. Simbol sastra berupa citraan digunakan untuk mengimajinasikan kematian sehingga pembaca memiliki gambaran dalam pikirannya tentang proses kematian yang menjadi ketetapan dari Tuhan.
Pengaruh Media TTS Xwords Generator terhadap Hasil Menyimak Biografi Kelas X SMA IT Mutiara Hikmah Fakhriyah, Farah Nur; Hindun, Hindun
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v2i2.3970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran TTS XWords Generator terhadap hasil belajar menyimak teks biografi siswa kelas X SMA IT Mutiara Hikmah yang berlokasi di Tambun Selatan, Bekasi Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian gabungan dengan penekanan pada statistik yakni kuantitatif praeksperimen dan menggunakan teknik The One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen penelitian ini berupa tes awal (pretest) yang berupa pilihan ganda dan tes akhir (posttest) yang berupa teka-teki silang. Teknik analisis data menggunakan bantuan program aplikasi IBM SPSS Statistic 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran TTS XWords Generator berpengaruh positif terhadap hasil belajar menyimak teks biografi siswa kelas X SMA IT Mutiara Hikmah, dilihat dari nilai rata-rata posttest sebesar 93,86 lebih besar diibandingkan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 72,78 dan dengan tingkat pengaruh sebesar 90,9% menurut perhitungan regresi. Uji hipotests dilakukan dengan menghitung uji Mann-Whitney dengan bantuan program aplikasi IBM SPSS Statistic 22 dengan hasil nilai signifikansi (2- tailed) sebesar 0,000 atau lebih kecil dibandingkan dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0,05. Artinya, terdapat peningkatan nilai rata-rata saat menggunakan media pembelajaran TTS XWords Generator.

Page 1 of 1 | Total Record : 8