cover
Contact Name
Fauzi Ramadhan Karim
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fauzi@anfa.co.id
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Psikologi
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29618762     DOI : -
Core Subject : Education,
Afeksi: Jurnal Psikologi yang berfokus pada psikologi manusia, diterbitkan oleh Anfa Mediatama. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini merupakan hasil penelitian atau kajian ilmiah terkini yang kritis dan komprehensif. Kami mengundang para peneliti atau praktisi untuk membahas masalah tersebut.
Articles 259 Documents
SINERGI GERAKAN SHOLAT DAN LATIHAN AEROBIK: MENCAPAI KESEIMBANGAN JASMANI DAN ROHANI Nadia Agesma Astuti; Tuti Nurhaliza
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sinergi gerakan sholat dan latihan Aerobik mencapai keseimbangan jasmani dan rohani. Menurut Sayyid Sabiq shalat adalah ibadah yang isi di dalam berupa tindakan dan tutur kata yang diawali dengan takbir ihram dan diakhiri dengan salam. Tutur kata merupakan bacaan ayat suci al- Qur’an, takbir, doa, dan tasbih. Sedangkan tindakan aktivitas dalam shalat seperti ruku, sujud, sujud, duduk, berdiri, dan aktivitas lain yang berhubungan dengan shalat Menurut Giriwijoyo & Sidik latihan aerobik merupakan aktivitas fisik yang dapat menyehatkan tubuh yang gerakan berupa senam. Metode. Penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 20 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 4 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jumal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Menurut hasil penelitian, baik sholat maupun latihan aerobik mengajarkan disiplin, menurunkan stres, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, kombinasi keduanya mungkin merupakan pendekatan yang efektif untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani.
ISLAM DAN GANGGUAN MENTAL REMAJA DI INDONESIA: MEMBANGUN JIWA YANG SEHAT DAN SEJAHTERA Najwa Rahmatunnisa
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i4.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Islam dan Gangguan Mental Remaja di Indonesia:Membangun Jiwa yang Sehat dan Sejahtera. Menurut Jejen Musfah, beberapa aspek yang dapat mempengaruhi gangguan mental remaja yaitu pola asuh yang otoriter dan pengaruh dari teman sebaya. Rasa syukur memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja. Secara umum, perempuan cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengunakan 20 jurnal sebagai sumber data utama. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 8 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor memengaruhi kesehatan mental, termasuk pola asuh orangtua, lingkungan pergaulan dengan teman sebaya, rasa syukur, dan jenis kelamin. Dalam islam, cara untuk meningkatkan kesehatan mental adalah dengan beribadah, seperti sholat, dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran.
KONSEP KESENANGAN DALAM BERIBADAH Thalita Audia Artanti; Azizah Nurul Hidaya; Rofiza Nabilla
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i4.2551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Konsep Kesenangan dalam Beribadah. Kesenangan Menurut Ahmad Asy-Syarbashi, adalah harapan terindah dalam kehidupan yang selalu diimpikan setiap orang. Manusia selalu mencari kebahagiaan. Sebagian dari mereka benar-benar menemukan, tetapi orang-oranmg yang Bahagia hanya sedikit. Sebagian yang lain telah diperdaya oleh kecurigaan dan dikalahkan oleh kegelisahan. Mereka percaya bahwa mereka tidak bisa menikmati kebahagiaan dan bahwa penderitaan adalah bagian dari hidup mereka. Padahal kebahagiaan ada di depan orang-orang yang lalai. Metode penelitian mengunakan studi literatur, dengan menganalisis 27 jurnal sebagai data primer. Analisis data dengan beberapa tahapan, tahap pertama menentukan tema, tahap kedua menyeleksi artikel jurnal yang relevan dengan tema dan sesuai dengan tenggat waktu 11 tahun terakhir, tahap ketiga proses review sebanyak 7 artikel jurnal, tahap keempat pengkategorisasian dan tahap kelima penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak hal yang memengaruhi kebahagiaan manusia. Ini termasuk keluarga, hubungan sosial, rezeki, religiusitas, spiritualitas. Rezeki berarti bersyukur dan menggunakan sumber daya untuk kebaikan, sementara interaksi sosial yang positif meningkatkan kehidupan emosional. Kebahagiaan yang berasal dari religiusitas dan spiritualitas melampaui hal-hal duniawi, menekankan pencarian makna hidup dan hubungan dengan Tuhan. Seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an, manusia perlu mengembangkan potensi spiritual, moral, dan sosial mereka untuk mencapai kebahagiaan hakiki. Selain itu, mereka juga perlu memahami bahwa hubungan erat dengan Tuhan dan sesama manusia adalah kunci kebahagiaan sejati.
Gangguan Bipolar pada Remaja` Gloria Natalie Lantu; Hestria Br Ginting; Syalomitha Pantow; Giva Syaloom Sembor; Herlina Sianly Ninda; Stevi Becher Sengkey; Mario Erick Wantah
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja sebagai usia transisi merupakan usia yang peka terhadap pengalaman gangguan bipolar. Tidak semua remaja mampu untuk melalui perubahan-perubahan yang terjadi pada masa transisi dengan baik, bahkan di antara mereka mulai mengalami berbagai peristiwa yang tidak mengenakkan. Remaja yang tidak memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi risiko remaja mengalami depresi, bahkan hingga ke tahap memiliki gangguan bipolar. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gangguan bipolar dapat terjadi pada remaja dan mencari tahu bagaimana upaya dalam menyebarkan informasi mengenai permasalahan gangguan bipolar pada remaja. Metode penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka dan menggunakan penelitian deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan desain literature review dengan jenis scooping review yang merupakan metode dengan cara mengindentifikasi literatur yang ada secara menyeluruh dan mendalam serta memiliki keterkaitan dengan topik yang akan diteliti. Data penelitian literature review merupakan data sekunder yang diperoleh bukan dari pengamatan langsung, namun dari data penelitian sebelumnya. Hasil dari penelitian ini yaitu menjelaskan tentang pengertian gangguan bipolar, gejala bipolar, usia penderita bipolar, penyebab gangguan bipolar, cara mendiagnosis gangguan bipolar dan penanganan gangguan bipolar.
IBN HAZM'S CONCEPT OF HUMAN BEHAVIOR (994-1063) PSYCHOLOGICAL PERSPECTIVE Lathifa Budiaty Mawaddah; Achmad Khudori Soleh
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku manusia banyak dikaji dalam berbagai bidang keilmuan, salah satunya yaitu dengan mengintegrasikan filsafat, agama, dan psikologi sebagaimana yang dilakukan oleh Ibn Hazm. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelajahi dan menganalisis konsep perilaku manusia menurut Ibn Hazm, dengan berfokus pada aspek-aspek psikologis yang terkandung dalam pemikirannya. Metode yang digunakan adalah Library Research dengan objek penelitian konteks perilaku manusia perspektif Ibn Hazm dengan menggunakan 2 karya Ibn Hazm sebagai sumber data utama dan beberapa literatur pendukung. Penelitian ini memberikan hasil 1) Manusia memiliki dua watak yang mempengaruhi perilaku, yaitu akal yang diarahkan oleh keadilan cenderung mengarahkan kepada ketaatan dan kebajikan, dan nafsu yang diarahkan oleh syahwat yang cenderung kepada kemungkaran dan keburukan. 2) tujuan manusia sejak lahir adalah untuk menghindari kecemasan dan solusinya yaitu dengan beramal saleh melalui berperilaku bajik dan mengarahkan pola pikir yang positif. 3) terdapat enam kebajikan utama yang memiliki ruang relasi masing-masing, yaitu intelegensi dan keberanian yang termasuk dalam relasi individu, rasa cinta dan persahabatan yang termasuk dalam relasi antar individu, dan keadilan dan kedermawanan yang termasuk dalam relasi individu dengan Masyarakat.
PROGAM PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI INDONESIA SERTA TANTANGAN DI DALAMNYA Siregar, Inatsa Dzikraa Ramadhan; Suparwi, Sri
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah hak yang wajib diberikan kepada setiap anak. Di Indonesia, masih terdapat banyak kekhawatiran mengenai pendidikan, terutama mengenai tantangan yang dihadapi oleh anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam memperoleh pendidikan yang sesuai. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Indonesia meluncurkan program pendidikan inklusif. Program iklusif adalah model penyelenggaraan program pendidikan bagi anak berkelainan atau berkebutuhan khusus yang di mana penyelengaraannya dipadukan bersama anak normal dan bertempat di sekolah umum dengan menggunakan kurikulum yang dilaksanakan oleh lembaga bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sekolah inklusi yang terdapat di Indonesia sudah menjadi wadah yang tepat untuk anak berkebutuhan khusus menjalani pendidikan selayaknya anak normal atau malah menimbulkan berbagai masalah baru bagi anak berkebutuhan khusus yang dapat menjadi penghabat dalam tumbuh kembangnya.
Gangguan Bipolar pada Remaja Lantu, Gloria Natalie; Ginting, Hestria Br; Pantow, Syalomitha; Sembor, Giva Syaloom; Ninda, Herlina Sianly; Sengkey, Stevi Becher; Wantah, Mario Erick
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja sebagai usia transisi merupakan usia yang peka terhadap pengalaman gangguan bipolar. Tidak semua remaja mampu untuk melalui perubahan-perubahan yang terjadi pada masa transisi dengan baik, bahkan di antara mereka mulai mengalami berbagai peristiwa yang tidak mengenakkan. Remaja yang tidak memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi risiko remaja mengalami depresi, bahkan hingga ke tahap memiliki gangguan bipolar. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gangguan bipolar dapat terjadi pada remaja dan mencari tahu bagaimana upaya dalam menyebarkan informasi mengenai permasalahan gangguan bipolar pada remaja. Metode penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka dan menggunakan penelitian deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan desain literature review dengan jenis scooping review yang merupakan metode dengan cara mengindentifikasi literatur yang ada secara menyeluruh dan mendalam serta memiliki keterkaitan dengan topik yang akan diteliti. Data penelitian literature review merupakan data sekunder yang diperoleh bukan dari pengamatan langsung, namun dari data penelitian sebelumnya. Hasil dari penelitian ini yaitu menjelaskan tentang pengertian gangguan bipolar, gejala bipolar, usia penderita bipolar, penyebab gangguan bipolar, cara mendiagnosis gangguan bipolar dan penanganan gangguan bipolar.
Dampak Gangguan Kepribadian Ambang pada Kesejahteraan Individu: Analisis Studi Literatur Wantah, Mario Erick; Sengkey, Steve Bechler; Renwarin, Barbara; Moningka, Grace; Laoh, Meyrillia Christina; Kolondam, Delight; Lamara, Alif
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder/BPD) adalah gangguan mental serius yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, impulsivitas, dan kesulitan membangun hubungan interpersonal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak BPD terhadap kesejahteraan individu dengan meninjau literatur serta data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita BPD memiliki risiko tinggi untuk mengalami gangguan mental komorbid (60-70%), perilaku impulsif yang berujung pada percobaan bunuh diri (10-15%), dan penurunan kualitas hidup hingga 50% dibandingkan populasi umum. Intervensi psikologis yang komprehensif, seperti terapi regulasi emosi dan dukungan sosial keluarga, terbukti mampu memperbaiki kesejahteraan penderita secara signifikan.
DAMPAK AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN KESEJAHTERAAN DALAM PENGATURAN KONSELING Setyaningrum, Dhiya Ayu; Pratama , Rivan Saghita; Purwoto , Septyaningrum Putri
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam mendukung kesehatan mental, terutama terkait konseling untuk mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak positif aktivitas fisik terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis dalam pengaturan konseling. Metode penulisan yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini melalui studi pustaka. Hasil yang didapatkan yaitu aktivitas fisik menunjukkan bahwa gerakan tubuh yang melibatkan energi ini memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik terbagi dalam tiga tingkat: ringan, sedang, dan berat. Selain memperkuat tubuh, aktivitas fisik juga memengaruhi kesehatan mental melalui pelepasan hormon seperti endorfin, yang meningkatkan suasana hati. Kesimpulannya, integrasi aktivitas fisik dalam konseling dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis dan fisik secara keseluruhan.
Tingkat Kecemasan State dan Trait Pendonor Darah di Mobil Unit Donor Darah yang Diselenggarakan di Kampus I Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Rosha, Shinta Mei; Rahmat, Abdul
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan state dan trait pada pendonor darah di Kampus I Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan 30 responden yang merupakan taruna dan taruni yang mendonorkan darah untuk pertama kalinya. Instrumen yang digunakan adalah State Trait Anxiety Inventory (STAI) yang terdiri dari dua bagian: kecemasan sesaat (state anxiety) dan kecemasan dasar (trait anxiety). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,4% responden mengalami kecemasan sedang pada state anxiety dan 96,7% pada trait anxiety. Kecemasan ini berhubungan erat dengan reaksi vasovagal yang sering terjadi setelah proses donor. Temuan ini menekankan pentingnya pemahaman tentang kecemasan pendonor untuk meningkatkan pengalaman donor darah dan mengurangi risiko kejadian buruk. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi penyelenggara kegiatan donor darah dalam merancang strategi yang lebih baik untuk mendukung pendonor, terutama di kalangan generasi muda.