cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
Penerapan Teori Bentuk Estetik Dewitt H. Parker sebagai Paradigma dalam Ranah Apresiasi Musik Gigih Alfajar Novra Wulanda
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45313

Abstract

Perkembangan zaman yang ditandai dengan laju pesat teknologi turut mempengaruhi musik baik dari sisi produksi, distribusi bahkan sampai apresiasi. Realita bahwa begitu mudahnya orang “mengkonsumsi” musik tidak serta merta juga dengan sendirinya orang mengapresiasi karya musik yang dikonsumsinya. Dengan kata lain “laju konsumsi” belum tentu selaras dengan “laju apresiasi”. Metode penelitian kepustakaan yang meliputi literatur primer maupun sekunder sebagai sumber data digunakan untuk menemukan konsep-konsep ataupun teori yang akan diketengahkan dalam tulisan ini. Tulisan ini menawarkan pendekatan apresiasi berbasis paradigma estetika yang berupaya mensintesiskan dua disiplin yaitu apresiasi musik dan estetika. Dengan demikian pemahaman akan dasar-dasar apresiasi musik maupun teori-teori estetika menjadi prasyarat yang wajib dipenuhi. Pemahaman dasar apresiasi setidaknya meliputi bahan dasar musik seperti nada, elemen waktu, melodi, harmoni dan tonalitas, tekstur serta dinamika.  Sedangkan perihal teori estetika, penulis menerapkan prinsip estetika DeWitt H. Parker  yang meliputi organic unity, theme, thematic variation, balance, evolution dan hierarchy. Penerapan teori estetika tersebut sebagai sebuah paradigma dapat mempermudah sekaligus meningkatkan standar apresiasi karena membuatnya lebih sistematis dan terstruktur.
Makna Lagu Permainan Tradisional Budaya Martumba di Sanggar Jolo New Samosir Dina Kristina Sitinjak; Herna Hirza
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.44233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna lagu pada permainan tradisional budaya Martumba. Martumba merupakan salah satu permainan anak tradisional yang ada di suku batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Makna yang terkandung dalam permainan tradisional budaya martumba ini terdiri dari makna syair lagu dan makna gerakan syair lagu. Makna syair lagu permainan tradisional budaya Martumba mengandung makna konotasi yang menggambarkan adanya makna penambahan berupa perumpamaan dan juga makna denotasi yang menggambarkan makna asli dari syair lagu. Syair lagu dalam Martumba merupakan ucapan sederhana namun dimaknai dengan pesan moral yang disampaikan kepada pendengarnya. Gerakan yang ditampilkan dalam Martumba ini melambangkan suatu kehormatan, persatuan, kerjasama dan juga keceriaan. Makna setiap gerakan di sesuaikan dengan lirik lagu dan konsep permainan. Konsep permainan tradisional budaya Martumba ini dimulai dari proses pengenalan lagu, proses pengenalan tarian (gerakan) dan kerja sama tim.
Penerapan Metode Drill dalam Pembelajaran Harmoni Manual Lingga Ramafisela
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45202

Abstract

Pembelajaran Harmoni Manual merupakan pembelajaran dalam bentuk teori dan praktik. Pembelajaran ini bertujuan agar mahasiswa dapat memainkan melodi dengan menggunakan iringan secara lancar. Kendala yang dihadapi oleh mahasiswa yaitu banyak diantara mahasiswa yang belum bisa secara langsung memainkan melodi dan mencari akornya sehingga diperlukan metode pembelajaran yang cepat dan tepat untuk memudahkan proses pembelajaran. Metode drill merupakan salah satu cara yang baik dalam mengatasi hal ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada saat proses pembelajaran harmoni manual di prodi Pendidikan Musik FSP ISI Yogyakarta. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, observasi, pemilihan sampel, dan wawancara. Metode drill sangat tepat dilakukan dalam pembelajaran harmoni manual karena mahasiswa semakin lancar dalam memainkan melodi dan akor secara cepat dan benar.
The Existence of Sanggar Genessa in Caring for Kolintang Traditional Music Ambar Sulistyowati
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.40404

Abstract

Nowadays, the development of kolintang music is experiencing a phase of saturation, which can be said to be running in place. The marginalization of traditional kolintang musical instruments due to the increasing existence of modern music. In addition, the lack of interest in traditional musical instruments such as kolintang, including the marginalization of traditional musical instruments by modern musical instruments and the inability of traditional musical instruments to gain a place in the hearts of the younger generation. The presence of Sanggar Genessa in the Kawanua Harmony in the Jayapura Regency area seeks to find the best way to preserve traditional kolintang music in the midst of the mainstream of modern music development. Another vision is to introduce traditional kolintang music to the wider community. This research aims to find out the existence of Sanggar Genessa in Jayapura Regency, Papua in preserving traditional kolintang music. This research uses a qualitative approach. The research found that Sanggar Ganessa was established to be a forum for arts and cultural activities, especially reviving traditional kolintang music outside the Minahasa area. The concern and love of the Kawanua Family Harmony who are members of Sanggar Ganesa for kolintang traditional music can be seen from the efforts to transform this music along with developments in the modern era. This musical transformation is based on the life of the Kawanua Family Harmony which is full of love, solidarity and shared responsibility to preserve Minahasa's cultural heritage. This local art treasure has been passed down from generation to generation and is maintained not only as a form of entertainment, but also as a form of mutual care.
Analisis Penggunaan Metode Hand Sign dalam Pembelajaran Angklung pada Siswa Sekolah Dasar Neng Nadiana; Riza Fatimah Zahrah; Agus Ahmad Wakih
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45162

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan observasi awal pada saat melaksanakan PLP II di SDN 2 Tuguraja Tasikmalaya, terlihat fenomena bahwa peserta didik tidak tertarik terhadap pembelajaran angklung karena dianggap membosankan terhadap pembelajaran angklung. Maka tujuan penelitian mendeskripsikan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan hambatan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan solusi untuk mengatasi hambatan penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi secara langsung ke SDN 2 Tuguraja untuk mengetahui penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung, wawancara kepada wali kelas, pelatih, serta peserta didik dan dokumentasi sebagai bukti telah melakukan penelitian serta populasi sampel atau responden kepada 6 peserta didik kelas V yang selalu mengikuti latihan pembelajaran angklung di SDN 2 Tuguraja. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dengan menggunakan metode hand sign dalam proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu dapat memudahkan peserta didik dalam proses latihan pembelajaran angklung, menarik perhatian para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran alat musik angklung karena metode hand sign dianggap unik, hal positif yang didapatkan peserta didik dalam mengikuti setiap proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu menanamkan perilaku disiplin, tanggung jawab, kreativitas serta kerjasama. Kesimpulan dari penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung dapat memudahkan serta dapat menarik perhatian para peserta didik dalam pembelajaran angklung, hambatan dalam penerapan metode hand sign yaitu peserta didik selalu bercanda, sehingga suasana menjadi ricuh dan tidak efektif, solusi hambatan penerapan metode hand sign pelatih harus senantiasa mengawasi proses latihan pembelajaran angklung, memberi motivasi dan memberi apresiasi.
Scat Singing Learning Method in Jazz Vocals for Vocal Students of Music Presentation Institut Seni Indonesia Yogyakarta Agnes Tika Setiarini
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.39747

Abstract

Scat singing is the designation of vocal improvisation techniques in jazz music. This form of vocal improvisation was first popularized by Louis Armstrong in 1962. Scat singing is often learned by imitating improvised musical instruments into vocals, such as saxophones, trumpets, guitars, or pianos. Popjazz vocal students of the ISI Yogyakarta Music Presentation study program began to be introduced and learned scat singing from semester 2 to semester 6. Only a few students successfully apply this vocal improvisation technique when singing in performances and jam sessions. The author as a lecturer of popjazz vocal practice in the Music Presentation Study Program has observed the difficulties experienced by the majority of students. Several stages of learning have been applied in the learning process, for example by understanding scales and chord patterns, developing the main melody in songs, enriching vocal dialects, to multiplying musical references. This stage of learning was not significantly successful in helping students master scat singing. This study aims to formulate a learning method of vocal improvisation techniques for scat singing. The data collection process is carried out by observing the learning process during lectures, interviews with students, and regular singing practice. Inductive qualitative data analysis, which is an analysis based on the data obtained then developed a certain relationship pattern or hypothesis. The research was conducted by qualitative methods, with the final result being a descriptive sentence formulation of steps to master the vocal improvisation technique of scat singing. This conclusion is expected to be an overview for lecturers in order to determine the right approach to help students master scat singing and dare to apply it in songs.
Analisis Teknik Bermain Alat Musik Drum Set pada Lagu Grebfruit Karya Benny Greb Criswanto Criswanto
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.45908

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk menganalisis lagu Greb Fruit karya Benny Greb dan menemukan kelarasan antara teknik permainan drum dengan ansamble vocal pria dalam mempertahankan ritme drum 1/16 karena teknik yang digunakan untuk memainkan lagu Greb Fruit karya Benny Greb sangat variatif. Terdapat keunikan ritme dan teknik drum yang saya ketahui pada lagu Benny Greb ini menjadi tujuan saya untuk menganalisis lagu tersebut.Greb fruit memiliki kesulitan awalan masuk ketukan pertama saat memainkan beat drum karena tidak masuk pada ketukan satu. Repertoar ini memiliki groove yang kuat dalam setiap permainannya dengan pola ritme yang unik. Hal yang menarik dalam karya ini berisi kombinasi ansambel vokal pria dan drum set, yaitu pola ritme yang saling mengisi. Iringan vokal dibagi menjadi empat suara yaitu suara tenor 1, tenor 2, tenor 3, dan bass. Komposisi ini menggunakan sukat 4/4 dengan tempo 120 bpm. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif analitif dengan studi pustaka karena harus mencari sumber referensi tertulis serta rekaman dalam bentuk audio visual. Greb Fruit menggunakan ansamble vocal pria dan terdiri dari beberapa alat musik yang terdiri dari : Drum,Bass Gitar, dan Gitar Elektrik . Dengan analisis ini diharapkan akan membantu pemain drum di dalam membawakan komposisi ini, sehingga ketepataan dalam teknik dan interpretasi menjadi maksimal. 
Hibridisasi Pada Musik Keroncong dalam Lagu Gasiang Tangkurak oleh Grup Buana Lestari Sawahlunto Ade Febri Yulfita; Asril Asril
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.49389

Abstract

Lagu Gasiang Tangkurak diciptakan oleh Sahrul Tarun Yusuf yang menceritakan tentang seorang pria yang ditolak cintanya oleh seorang wanita, lalu sang pria mengguna-gunai si wanita menggunakan Gasiang Tangkurak. Salah satu orkes keroncong yang ada di Sawahlunto adalah Orkes keroncong Buana Lestari. Sebelum lagu pop Minang Gasiang Tangkurak diaransemen oleh Orkes Keroncong Buana Lestari menjadi musik keroncong, lagu pop Minang itu sudah berbentuk musik hibrid antara budaya lokal dan global. Aransemen musik aslinya menggunakan instrument musik modern dan menggunakan nada diatonis. Musik keroncong juga merupakan musik hibrid, maka kedua genre musik tersebut telah mengadaptasi musik secara global mengikuti scale diatonis Barat. Konsep aransemen musik yang dilakukan oleh Orkes Keroncong Buana Lestari dalam lagu Gasiang Tangkurak ke dalam bentuk keroncong, dengan memasukkan unsur-unsur musik keroncong dan unsur-unsur musik tradisi Minang lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat proses hibridisasi pada musik keroncong Orkes Keroncong Buana Lestari. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penyajian data bersifat deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hibridisasi dan ambivalensi dalam aransemen lagu Gasiang Tangkurak yang terjadi pembauran antara musik pop, keroncong, dan tradisi. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan pengkarya seniman.
Analisis Nilai-Nilai Karakter pada Syair Lagu "Butet" dalam Perspektif Herman Delago Sagala, Mastri Dihita
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.51511

Abstract

Butet merupakan istilah suku Batak Toba yang memiliki arti anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai lagu "Butet" berdasarkan perspektif Herman Delago. Herman yang berkebangsaan Austria telah mengawali karirnya di dunia musik dan tertarik terhadap budaya Batak Toba hingga akhirnya melakukan pertunjukan musik Batak diberbagai tempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terdapat pada lagu "Butet". Data penelitian diperoleh melalui wawancara secara virtual kepada narasumber primer, yakni Herman Delago. Selain itu, sumber data diperoleh melalui dokumentasi dan studi literatur tentang karakteristik orang Batak dan lagu-lagu Batak khususnya lagu "Butet". Berdasarkan hasil yang didapat, peneliti menemukan adanya nilai karakter tangguh, kuat, religius, dan sabar pada seorang ibu-ibu Batak. Nilai-nilai tersebut diperoleh melalui proses pemaknaan lagu dan kehidupan bersosial kepada masyarakat di Sumatera Utara. Karakter tersebut diakui Herman merupakan sesuatu yang positif dan masih tergambar oleh ibu-ibu Batak hingga sekarang.
Effective Music Practice. Equipping Students with the Tools to Succeed Capistrán-Gracia, Raúl Wenceslao
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.57318

Abstract

By showing their musical achievements in concerts, auditions, competitions and the like, music students are not only executing notes, but they are exhibiting their aspirations and exposing their affective dimension. Many times, their personal dreams, as well as their own professional future are put at a stake with the resulting social and affective consequences. This represents a great responsibility for teachers since, as educators, they must provide their students with the necessary tools to succeed in their endeavor. In this essay, the author provides an overview on different music practice strategies whose effectiveness have been tested in rigorous research studies or proved by experienced teachers. The author expects they may be helpful to teachers and students to overcome the musical challenges the learning of music and its public performance entails.  

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue