cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 846 Documents
PAKAIAN PENGHULU: WARISAN BUDAYA DAN IDENTITAS LOKAL DI KANAGARIAN DURIAN TINGGI, KAPUR IX, LIMA PULUH KOTA Nayla Putri; Puji Hujria Suci; Hadiastuti Hadiastuti
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52822

Abstract

The headman's clothes were passed down from generation to generation from the previous headman so that the clothes that exist today are inherited from the elders. All aspects of life in Minangkabau culture have rules, all regulated by customary rules. One of the things regulated in the traditional rules of Minangkabau traditional culture is traditional clothing. Penghulu traditional clothing has its own form, function and meaning, along with the times, the form, function and meaning of traditional penghulu clothing can change. If the shape of a piece of clothing changes, it will also change the function and meaning of the piece of clothing, as is the case with the clothes of the ruler, many people do not know about this. Many people do not know and understand the form, function and meaning of the headman's clothing. The aim of this research is to describe the form, function and meaning of the headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX district, Lima Puluh Kota regency. This is qualitative research with descriptive methods. The instruments in this research were the researchers themselves with observation guides, interviews, recording devices (cellphones) and writing instruments. The data used comes from observations and informants, namely the headman, village elders, soko and the community. From this research data, the form, function and meaning of the headman's clothing was found in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency. The headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi is kopiah hitam balilik, baju hitam, sarawa hitam gadang kaki, sisampiang, cawek (ikat pinggang), selendag, keris, dan tarompa. Each form of headman's clothing has a function and meaning. The function of the headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency, is a symbol of prosperity for the troops and as a marker as a bearer of the title of headman, each part of the headman's clothing has a meaning, the meaning of the headman's clothing as a whole in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency in each set of headman clothing have a philosophy in the form of the headman's duties, the way the headman behaves, and the taboos for a headman.Keywords : Clothing, Penghulu, Form, Function, MeaningAbstrakPakaian penghulu diwariskan secara turun temurun dari penghulu sebelumnya, pakaian yang ada saat ini, adalah peninggalan para tetua. Segala rangkaian kehidupan dalam kebudayaan Minangkabau mempunyai aturan, seluruhnya diatur dalam aturan adat. Salah yang diatur dalam aturan  adat  pada budaya adat Minangkabau adalah pakaian adat. Pakaian adat penghulu memiliki bentuk, fungsi dan makna tersendiri, seiring dengan perkembangan zaman bisa mengubah bentuk, fungsi dan makna dari pakaian adat penghulu. Jika bentuk  dari sebuah pakaian berubah maka juga akan merubah fungsi dan makna dari sebuah pakaian begitupun dengan pakaian penghulu banyak masyarakat yang tidak megetahui akan hal itu. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan memahami bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Ini merupaka penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan panduan observasi, wawancara, alat perekam (handphone) dan alat tulis. Data yang digunakan berasal dari hasil observasi dan informan yaitu penghulu, tetua kampung, soko dan masyarakat. Dari data penelitian ini ditemukan bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi yaitu kopiah hitam balilik, baju hitam, sarawa hitam gadang kaki, sisampiang, cawek (ikat pinggang), selendag, keris, dan tarompa. Tiap bentuk dari pakaian penghulu memiliki fungsi dan makna. Fungsi pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu lambang kebeseran bagi pasukuan dan sebagai penanda sebagai pembawa gelar penghulu, setiap bagian-bagian pakaian penghulu memiliki makna, makna pakaian penghulu secara keseluruhan di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota pada tiap perangkangkat pakaian penghulu memiliki filosofi berupa tugas-tugas penghulu, cara penghulu bersikap, serta pantangan bagi seorang penghulu.Kata kunci: Pakaian, Penghulu, Bentuk, Fungsi, Makna Authors:Nayla Putri : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri PadangHadiastuti : Universitas Negeri Padang ReferencesBudiwirman, & Syafwandi. (2019). Hermeneutika Songket sebagai Pakaian Adat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 08, 1“9.Desmaleni, R., Efi, A., & Yuliarma. (2014). Studi Tentang Desain Ragam Hias Pakaian Pengantin Tradisional Lubuk Begalung Padang. In Journal of Home Economics and Tourism (Vol. 6, Issue 2, pp. 1“16). https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=studi+tentang+desain+ragam+hias+pakaian+pengantin+tradisional+lubuk+begalung+padang&btnG=Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat Panghulu Di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Hermalia, C., & Yuliarma. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.29093Jacobus, S. I. W., & Sumarauw, J. S. (2018). Analisis Sistem Manajemen Pergudangan Pada Cv. Pasific Indah Manado Warehousing Management System Analysis on Cv. Pasific Indah Manado. Analisis Sistem Manajemen¦¦ 2278 Jurnal EMBA, 6(4), 2278“2287.Muzaiyanah. (2015). Jenis Makna Dan Perubahan Makna. Wardah, 25, 145“152.Putri, R. N. (2023). Perubahan kombinasi warna busana adat pengantin tradisional wanita lintau buo sumatera barat. 1(1), 21“26.Sagala, G., Mesran, M., Sutiksno, D. U., Yuhandri, Y., & Suginam, S. (2017). Perancangan Aplikasi Pembelajaran Pakaian Adat Asli Indonesia Berbasis Multimedia Dan Web Menerapkan Metode Computer Assisted Instruction (Cai). JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), 4(4), 12“15. http://www.stmik-budidarma.ac.id/ejurnal/index.php/jurikom/article/view/711Sola, E. (2020). œ BUNDO KANDUAN G MINANGKABAU Vs. KEPEMIMPINAN. 4(1), 346“359.Surasetja, R. I. (2007). Fungsi, ruang, bentuk dan ekspresi dalam arsitektur. Bahan Kuliah, 1“13.Wirandi, R., & B. P., M. M. (2021). Fungsi Musik Dalam Upacara Perayaan Ritual Thaipusam Etnis Hindu Tamil Di Banda Aceh. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 415. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28379Yuliarma. (2016). Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana. 1“11. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Dasar-Dasar+Teknik+Pembuatan+Busana&btnG=Yunus, R. R., Efi, A., & Yuliarma. (2014). STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL KURAI BUKITTINGGI. 1“21. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=STUDI+TENTANG+BUSANA+PENGANTIN+TRADISIONAL+KURAI+BUKITTINGGI&btnG= 
PERANCANGAN VIDEO DOKUMENTER PROSES PRODUKSI SASIRANGAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI Rina Nurfitri; Juan Areca Adaptian; Yekti Asmoro Kanthi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58733

Abstract

Sasirangan is a traditional Banjar cloth craft originating from South Kalimantan. Apart from being a cultural heritage, sasirangan also has the potential to support the local economy, which by preserving this traditional art can create job opportunities and improve the livelihoods of sasirangan artisans, as well as help maintain the sustainability of local economic activities and provide added value to cultural tourism. However, there are still many people in South Kalimantan who do not know the process behind making sasirangan, which is one of the reasons for not having the opportunity to learn or follow the practice of making sasirangan from school activities, community activities and so on. Therefore, the design of a short documentary video on the process of making sasirangan was carried out as a solution. This research uses the Design Thinking method as a design procedure. Data collection was carried out by means of literature studies, questionnaires, observations, and interviews. This research resulted in the design of short documentary videos as the main media, which were distributed using the Youtube platform, as well as several supporting media as tools to attract the target audience. Based on the testing conducted with the target audience, this documentary video is deemed suitable as an educational medium. Therefore, future research should include an in-depth analysis of specific aspects of the video that are most effective in supporting learning, such as duration, presentation style, and the use of multimedia.Keywords: Sasirangan, Video, Documentary, EducationAbstrakSasirangan merupakan kerajinan kain tradisional suku Banjar yang berasal dari Kalimantan Selatan. selain sebagai warisan budaya, sasirangan juga memiliki potensi untuk mendukung ekonomi lokal, yang mana dengan melestarikan seni tradisional ini dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan mata pencaharian para pengrajin sasirangan, serta membantu menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi lokal dan memberikan nilai tambah pada pariwisata budaya. Akan tetapi, masih banyak masyarakat Kalimantan Selatan yang belum mengetahui bagaimana proses dibalik pembuatan sasirangan, yang mana salah satu penyebabnya adalah tidak sempat mempelajari atau mengikuti praktek pembuatan sasirangan baik dari kegiatan sekolah, komunitas dan sebagainya. Maka dari itu, perancangan video pendek dokumenter proses pembuatan sasirangan dilakukan sebagai solusi. Penelitian menggunakan metode Design Thinking sebagai prosedur perancangan. Pengambilan data dilakukan dengan cara studi pustaka, kuisioner, observasi, dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan perancangan video dokumenter pendek sebagai media utama, yang disebarkan dengan memanfaatkan platform Youtube, serta beberapa media pendukung sebagai alat bantu untuk menarik target audiens. Berdasarkan pengujian yang dilakukan kepada target audiens, video dokumenter ini layak sebagai media edukasi sehingga pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan analisis mendalam mengenai aspek-aspek spesifik dari video yang paling efektif dalam mendukung pembelajaran, seperti durasi, gaya penyajian, dan penggunaan multimedia.Kata Kunci: Sasirangan, Video, Dokumenter, EdukasiAuthors:Rina Nurfitri : Sekolah Tinggi Informatika & Komputer IndonesiaJuan Areca Adaptian : Sekolah Tinggi Informatika & Komputer IndonesiaYekti Asmoro Kanthi : Sekolah Tinggi Informatika & Komputer IndonesiaReferencesGanie, T. N. (2014). Sasirangan Kain Khas Tanah Banjar. Kalimantan Selatan: Tuas Media.Jonathan, S. (2006). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Graha Ilmu.Kholis, N. (2016). Kain Tradisional Sasirangan œIrma Sasirangan Kampung Melayu Kalimantan Selatan.Marzuki, M. R. (2005). Panduan Penelitian Bidang Bisnis dan Sosial. Yogyakarta: Ekonisia Kampus Fakultas Ekonomi UII.Mulyani, D. C., Pujiyanto, P., & Nurfitri, R. (2020). Perancangan Video Pariwisata Kawah Wurung Bondowoso Sebagai Media Promosi. MAVIS: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(01), 20“25.Novrita, S. Z., Yusmerita, Y., Puspaneli, P., Fridayati, L., & Vebyola, F. (2023). Pengembangan Video Tutorial Teknik Batik Tulis Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Batik Di Departemen Ikk Fpp Unp. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 91. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.39760Rianto, A. (2010). Metodologi Penelitian Hukum dan Sosial. Jakarta: Granit.Rusman. (2011). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Rajawali Pers/PT Raja Grafindo Persada.Siti Aisyah1*, Ferdian Ondira Asa2, Z., & Dwi Mutia Sar. (2023). Kelayakan Media Pembelajaran Berbasis Video Tutorial Pada Materi Batik Di Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(November).Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Procrastination And Task Avoidance: Theory, Research and Treatment. New York: Plenum Press, Yudistira P, Chandra.Toding, R. E., Poerbaningtyas, E., & Nurfitri, R. (2022). Perancangan Corporate Identity Cv Arya Wasa Sebagai Citra Perusahaan. Gorga J. Seni Rupa, 11(2), 480“488.Winarsih, T. (2015). Kain Sasirangan dan asal-usul batik di Indonesia. CV Sabdo Pinilih.
PROSES KREATIF MEMBANGUN STRUKTUR NARATIF DALAM FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL œPADU AREP I Made Denny Chrisna Putra; Epriliana Fitri Ayu Pamungkas; Made Rai Budaya Bumiarta
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50275

Abstract

Gending rare or sekar rare in Bali represents a form of singing that parents traditionally perform for their children. The ever-expanding influence of globalization, ushering in new cultural trends that often transform into popular culture, has consistently overshadowed indigenous cultures, including that of gending rare. It is imperative to undertake preservation efforts through appropriate means before traditional cultures and artistic expressions become marginalized amidst the tidal wave of popular culture. One effective avenue for cultural preservation is the creation of observational-style documentary films. As a medium for preservation, documentary films should be meticulously crafted, not only to engage the audience but also to adhere to a coherent narrative structure. The objective of this endeavor is to unveil the creative process involved in constructing a narrative framework within the context of an observational-style documentary, titled "Padu Arep". The creation of this documentary adheres to the established five stages of film production: development, pre-production, production, post-production, and distribution. The outcomes of this undertaking demonstrate that by employing the story circle approach popularized by Dan Harmon, filmmakers can adeptly shape the narrative structure within an observational-style documentary, such as "Padu Arep". The critical analysis of interview results, subsequently interpreted in an open manner to fit seamlessly within the narrative structure, plays a pivotal role in the editing phase of this documentary. These findings are further affirmed through quality control measures during the preview editing stage, thereby affording the filmmaker the latitude to preserve their subjectivity while successfully attaining the objectives of the documentary film "Padu Arep". The implication of this research is to empower filmmakers to create observational-style documentary films without compromising the preservation of subjectivity in shaping the narrative structure.Keywords: documentary, gending rare, narrative structure. AbstrakGending rare atau sekar rare di Bali merupakan nyanyian yang dinyanyikan oleh orang tua kepada anaknya. Dampak globalisasi yang membawa budaya baru dan menjadi budaya pop selalu berhasil menghegemoni budaya lokal termasuk gending rare. Perlu melakukan pelestarian dengan cara yang tepat sebelum suatu budaya dan seni tradisi jauh tenggelam akibat marjinalisasi budaya pop. Salah satu bentuk pelestarian suatu budaya dapat berupa penciptaan film dokumenter bergaya observasional. Sebagai media pelestarian film dokumenter harus dikemas semenarik mungkin dengan memperhatikan struktur naratifnya. Tujuan penciptaan ini adalah mengungkapkan proses kreatif dalam membangun struktur naratif dalam penciptaan film dokumenter yang menerapkan pendekatan bergaya observasional di film dokumenter pendek berjudul œPadu Arep. Metode penciptaan ini menggunakan lima tahap produksi film yaitu development, pra-produksi, produksi, pasca-produksi, dan distribusi. Hasil yang didapatkan memperlihatkan bahwa dengan menggunakan pendekatan story circle yang dipopulerkan oleh Dan Harmon, sineas dapat dengan mudah membangun struktur naratif pada film dokumenter bergaya observasional berjudul œPadu Arep. Analisa terhadap hasil wawancara yang kemudian ditafsirkan secara terbuka untuk ditempatkan dalam struktur naratif menjadi proses penting dalam proses penyuntingan gambar di film dokumenter ini. Hasil ini dipertegas dengan hasil kontrol saat tahap pratinjau, sehingga pembuat film masih memiliki ruang subjektifitasnya agar tujuan film dokumenter œPadu Arep ini dapat dicapai. Implikasi penciptaan ini adalah untuk memberi ruang sineas menciptakan film dokumenter baergaya observasional tanpa kehilangan ruang subjektifitas dalam membentuk struktur naratif.Kata Kunci: dokumenter, gending rare, struktur naratif. Authors:I Made Denny Chrisna Putra : Institut Seni Indonesia DenpasarEpriliana Fitri Ayu Pamungkas : Institut Bisnis dan Teknologi IndonesiaMade Rai Budaya Bumiarta : Institut Seni Indonesia Denpasar References: Buda, I. K., Payuyasa, I. N., & P, I. M. D. C. (2020). PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN DALAM FILM œSOKOLA RIMBA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), Article 2. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19823.Buda, I. K., Payuyasa, I. N., & Putra, I. M. D. C. (2018). Film Dokumenter “Sesuluh” Sebagai Media Pembentuk Karakter Bangsa. Segara Widya¯: Jurnal Penelitian Seni, 6(2), Article 2. https://doi.org/10.31091/sw.v6i2.549.Gunawarman, R. (2021, December 18). Wawancara Narasumber Raka Gunawarman”Emoni Lestarikan Gending Rare [Teks]. https://docs.google.com/document/d/19DwVY8GwT4_44P2JsUIfcBKm5S7BBjLy/edit?usp=share_link&ouid=109642893573991947595&rtpof=true&sd=true.Ida, R. (Ed.). (2017). Budaya populer Indonesia: Diskursus Global/Lokal dalam Budaya Populer Indonesia (Cetakan Pertama). Surabaya: Airlangga University Press.Murniti, N. W. (2019). NILAI PENDIDIKAN RELEGI DALAM SEKAR RARE. Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.55115/widyacarya.v3i1.211.Nichols, B. (2001). Introduction to Documentary. Bloomington: Indiana University Press.Payuyasa, I. N., Susanthi, N. L., & Putra, I. B. H. K. (2022). The Embodiment of Mahakrya Lango Film. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 5(2), Article 2. https://doi.org/10.31091/lekesan.v5i2.2157.Pertiwi, G., & Yusril, Y. (2019). PENCIPTAAN FILM FIKSI œSIRIAH JADI KARAKOK DENGAN FENOMENA LESBIAN DI SUMATERA BARAT. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13140.Pincus, E., & Ascher, S. (2012). The Filmmaker™s Handbook: A Comprehensive Guide for the Digital Age (Fourth Edition). Plume.Wahyuni, S., Darma, S., & Saaduddin, S. (2021). PENCIPTAAN FILM FIKSI œDIBALIK SUNGAI ULAR MENGGUNAKAN ALUR NON-LINEAR. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), Article 1. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.22018.Yasa, D. P. Y. A. T., & Payuyasa, I. N. (2019). PEMANFAATAN FILM DOKUMENTER THE COVE SEBAGAI MEDIA KAMPANYE PENYELAMATAN LUMBA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), Article 2. https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.16072.
PENGEMBANGAN TEKNIK BLOCK PRINTING DENGAN INSPIRASI ORNAMEN ART DECO INTERIOR HOTEL SAVOY HOMANN Hafifah Hadinanti; Mochammad Sigit Ramadhan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55687

Abstract

The rapid advancement of technology in modern times significantly impacts various aspects of human life, including fine arts, crafts, and design. The block printing craft technique is a process of printing on textiles using carved wooden blocks covered with dye and pressed onto the fabric's surface to create a motif. Initially, printing plates were engraved manually using steel chisels. Still, with technological developments, printing plates to produce motifs can be made more efficiently using material cutting tools. This research aims to improve block printing techniques by utilizing technological advancements, specifically by enhancing laser cutting machines to increase printing plate creation efficiency. This will produce cleaner and more precise motifs, thus generating new visual elements. This research uses a qualitative research method with several steps: the first step was conducting a literature study regarding block printing, laser cut, art deco ornaments, and the Savoy Homann hotel to obtain information and research analysis. Then, carry out direct observations on the interior of the Savoy Homann Hotel by observing and taking documentation of art deco ornaments, which have the potential to be used as inspiration for making motifs using the block printing technique. Finally, the exploration step is conducted in three stages: initial, further, and selected exploration, to validate the research. The research results are wooden printing plates that can be created with a laser cutting machine. These plates have the potential to be used to create designs on cloth inspired by the art deco ornaments found in the interior of the Savoy Homann Hotel. Geometric and streamline-deco shapes characterize these ornaments.Keywords: Block printing, laser cut, art deco, textile, and interior Hotel Savoy HomannAbstrakPesatnya perkembangan zaman dan teknologi berdampak pada berbagai bidang di kehidupan manusia, salah satu diantaranya bidang seni rupa, kriya, dan desain. Teknik kriya block printing merupakan proses mencetak pada tekstil dengan menggunakan blok kayu berukir ditutupi pewarna dan ditekan pada permukaan kain untuk menciptakan motif. Pada mulanya plat cetak diukir secara manual dengan alat pahat baja, namun dengan adanya perkembangan teknologi proses pembuatan plat cetak untuk menghasilkan motif dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan alat pemotong material. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan teknik block printing dengan merespon perkembangan teknologi dengan mengoptimalkan mesin laser cut dalam mengefesiensikan waktu pembuatan plat cetak pada proses pembuatan karya, sehingga dapat menghasilkan kebaruan visual yang lebih rapih dan presisi dalam pembuatan motif pada teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan beberapa langkah, yaitu: langkah pertama melakukan studi literatur mengenai block printing, laser cut, ornamen art deco, dan Hotel Savoy Homann untuk mendapatkan informasi serta analisa penelitian. Kemudian, melakukan observasi secara langsung pada bangunan interior Hotel Savoy Homann dengan mengamati dan mengambil dokumentasi ornamen art deco yang berpotensi untuk dijadikan inspirasi dalam pembuatan motif pada teknik block printing. Terakhir, melakukan eksplorasi dengan tiga tahapan yaitu: eksplorasi awal, eksplorasi lanjutan, dan eksplorasi terpilih untuk membuktikan penelitian. Hasil penelitian ini berupa plat cetak kayu yang dibuat menggunakan mesin laser cut dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah karya pada lembaran kain dengan menggunakan motif inspirasi ornamen art deco interior Hotel Savoy Homann bercirikan bentuk geometris dan streamline-deco.Kata Kunci: Block printing, laser cut, art deco, tekstil, dan interior Hotel Savoy Homann Authors:Hafifah Hadinanti : Universitas TelkomMochammad Sigit Ramadhan : Universitas TelkomReferences:Ganguly, D., & Amrita. (2013). A Brief Studies on Block Printing Process in India. Man-Made Textiles in India, 41(6), 197“203.Gunawan, D. E. K., & Prijadi, R. (2011). Reaktualisasi Ragam Art Deco dalam Arsitektur Kontemporer. MEDIA MATRASAIN, 8(1), 68“81.Have, M. Ten. (2015, November 5). The Affordable Wonder of Laser-Cut Décor. The Wall Street Journal. https://www.wsj.com/articles/the-affordable-wonder-of-laser-cut-decor-1446753349Olivia, Y., & Ramadhan, M. S. (2019). Pengaplikasian Teknik Block Printing dengan Inspirasi Gorga Batak Ipon-Ipon. eProceedings of Art & Design, 6(3). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/viewFile/11277/11141Rachmayanti, S., Roesli, C., & Savitri, M. A. (2017). KONSERVASI BANGUNAN BERGAYA ART DECO DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus: Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homann). Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain, 14(1), 83“100. https://doi.org/10.25105/dim.v14i1.2329Rahman, A. F., Amany, R., Suri, I. F., Febryano, I. G., & Hidayat, W. (2022). PENGARUH DAYA LASER CO2 TERHADAP PERUBAHAN WARNA PERMUKAAN KAYU MERANTI (Shorea sp.) DAN PREFERENSI KONSUMEN The Effect of CO2 Laser Power on the Change of Meranti (Shorea sp.) Wood Surface Color and Consumer Preferences. Dalam JOFPE Journal ISSN 2807 (Vol. 6796)Ramadhan, M. S., Yulianti, K. N., & Ananta, D. (2022). INOVASI PRODUK FASHION DENGAN MENERAPKAN KARAKTER VISUAL CHIAROSCURO MENGGUNAKAN TEKNIK CETAK TINGGI CUKIL KAYU BLOCK PRINTING. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 192. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33052Sachin, P., Sandip, B. P., & Anup, B. P. (2015). A Review on Laser Engraving Process. International Journal for Scientific Research & Development, 3(01), 247“250.Seidu, R. K. (2019). The art produced by substitute surfaces in hand block printing. Research Journal of Textile and Apparel, 23(2), 111“123. https://doi.org/10.1108/RJTA-08-2018-0047
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PENGENALAN TOOLS DAN DESAIN BUSANA PESTA MENGGUNAKAN APLIKASI IBIS PAINT X Futri Handayani; Ernawati Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.54905

Abstract

This research is motivated by the rapid development of digital technology in human life. Including the world of education, Vocational Schools (Vocational Schools) for Fashion in keeping up with technological developments studying digital design using the Ibis Paint X application. However, there are still many teachers who are not proficient in using the Ibis Paint expertise in operating the application is still limited. As a study program whose graduates are prepared to become vocational school teachers, it is necessary to add material to the Fashion Computer Applications course. The aim of this research is to describe the results of the validity and practicality of video tutorials on introducing tools and designing party clothing using the Ibis Paint The method used in this research is Research and Development (R&D), the development model used is the Alessi & Trollip (2001) approach. The results of video validation tests by media experts show that the video has a very high level of validity. Likewise with the results of video validation by material experts, which shows a very high level of validity. Furthermore, the results of practicality tests by lecturers and students show that this video tutorial can be applied effectively in learning. The results of practicality tests by students in small and large groups show that this tutorial video is very practical to use in learning. Based on these findings, this video tutorial is recommended as an effective learning medium in the Fashion Computer Applications course in the PKK Undergraduate Fashion Design Study Program, FPP UNP.Keywords: video tutorial, ibis paint X AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital didalam kehidupan manusia. Termasuk dunia pendidikan, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Tata Busana dalam mengimbangi perkembangan teknologi mempelajari desain digital menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Namun masih banyak guru yang kurang mahir menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Hal ini juga berlaku pada mahasiswa S1 Tata Busana, di mana keahlian dalam mengoperasikan aplikasi tersebut masih terbatas. Sebagai Prodi yang lulusannya dipersiapkan untuk menjadi guru SMK, maka diperlukan penambahan materi pada mata kuliah Aplikasi Komputer Busana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil validitas dan praktikalitas dari video tutorial pengenalan tools dan mendesain busana pesta menggunakan aplikasi Ibis Paint X sebagai alat pendidikan untuk mata kuliah Aplikasi Komputer Busana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D), model digunakan dengan pendekatan Alessi & Trollip (2001). Uji validasi video oleh ahli media menunjukkan bahwa video tersebut memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi. Begitu juga dengan hasil validasi video oleh ahli materi, yang menunjukkan tingkat validitas yang sangat tinggi. Selanjutnya, hasil uji praktikalitas oleh dosen pengampu dan mahasiswa menunjukkan bahwa video tutorial ini dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran. Hasil uji praktikalitas oleh mahasiswa dalam kelompok kecil dan besar menunjukkan bahwa video tutorial ini sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, video tutorial ini direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mata kuliah Aplikasi Komputer Busana di Program Studi PKK S1 Tata Busana FPP UNP.Kata Kunci: video tutorial, Ibis Paint X Authors:Futri Handayni : Universitas Negeri PadangEnawati : Universitas Negeri Padang References:Afrianti, D., Ernawati, E., & Nelmira, W. (2015). Pengembangan Modul Aplikasi Komputer Dalam Mendesain Ragam Hias Menggunakan Program Coreldraw X4 untuk Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Journal of Home Economics and Tourism, 10(3), 1“15. https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jhet/article/view/5458/4313Alessi, S. M., & Trollip, S. R. (2001). Multimedia for learning: Methods and development. Allyn & Bacon, Inc.Bukharla, F. A., & Nursyirwan. (2020). Perancangan Aplikasi Android Berbasis Mobile Oleh-oleh Khas Minangkabau (Minang Pedia). Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 282“291. https://123dok.com/document/q20poxez-perancangan-aplikasi-android-berbasis-mobile-minangkabau-bukharla-nursyirwan.htmlDanuri, M. (2019). Perkembangan dan Transformasi Teknologi Digital. Jurnal Ilmiah Infokam, 15(2), 116“123. https://doi.org/10.53845/infokam. v15i2.178Elizar. (1996). Metode Demontrasi dalam Pembelajaran. Erlangga.Kartono, G., Mesra, M., & Azis, A. C. K. (2020). Pengembangan Media Ajar Grafis Komputer Materi WPAP Dalam Bentuk E-Book dan Video Tutorial Bagi Mahasiswa Seni Rupa. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 127“132. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1848565Lamrose, T., Budiwiwaramulja, D., Azmi, A., & Muslim, M. (2019). Pemanfaatan Media Video Tutorial Terhadap Hasil Pembelajaran Menggambar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mardinding. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 30“35. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1848590Nelmira, W., Ernawati, E., & Adriani, A. (2012). Pengembangan CD Interaktif Berbasis Tutorial untuk Media Pembelajaran Grading Mahasiswa Jurusan KK FT UNP. Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. http://repository. unp.ac.id/1058/1/WENI NELMIRA_771_12.pdfPutri, B. D., & Ernawati, E. (2022). Pengembangan Video Tutorial Pola Lengan Menggunakan RP-DGS CAD Pattern Making. EDUTECH, 21(3), 202“213. https://ejournal.upi.edu/index.php/ edutech/article/view/50545Ridwan, M., & Hadyanto, S. (2012). Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Sofmedia.Suci, P. H., Fitria, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2022). Development of 3D Design Tutorial Video for Clothing Shape Visualization. Jurnal Pendidikan dan Keluarga, 13(02), 102“110.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.Suyedi, S. S., & Idrus, Y. (2019). Hambatan-hambatan Belajar yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Dasar Desain Jurusan IKK FPP UNP. Jurnal Seni Rupa, 8(1), 120“128. https://garuda. kemdikbud.go.id/documents/detail/1848553Syafei, S., Efrizal, E., Sami, Y., Zubaidah, Z., Ariusmedi, A., & Kharisma, M. (2021). Penerapan Ragam Hias Minangkabau dalam Pembelajaran Membatik bagi Guru Seni Budaya SMPN dan MTsN Kabupaten Padang Pariaman. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 522“529. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.31709Widoyoko, E. P. (2019). Evaluasi Program Pembelajaran. Pustaka Pelajar.Wulandari, B., & Surjono, H. D. (2013). Pengaruh Problem-Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar PLC di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(2), 178“191. https://doi.org/10.21831/jpv.v3i2.1600
DESIGNING A CHILDREN'S BOOK: TOMMY & DARKNESS TO OVERCOME FEAR OF SHADOWS (AGES 6-12) Budi Darmo; Budi Sanjaya; Maylea Crysantie; Meiliana Tjiu; Matthew Agustino
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.60959

Abstract

Children often feel fear of shadows in the dark, which frequently arises from imaginary creatures or their dreams. This fear disrupts their emotional development and affects their sleep routines, leading to issues like insomnia and anxiety. Addressing this issue through effective educational tools such as children's books is crucial, especially in Indonesia where children's interest in reading is still very low. This project aims to create a children's book titled "Tommy & Darkness," designed to help children aged 6-12 overcome their fear of shadows. The story follows a young boy named Tommy who learns to confront and understand his fear with the help of a friendly guide. The book employs the Design Thinking method from the Hasso-Plattner Institute of Design at Stanford to creatively and engagingly demonstrate that fear can be overcome through empathy and courage. This method emphasizes understanding the user's experience, encouraging children to relate to Tommy's journey. The book also aims to enhance children's emotional resilience in facing everyday challenges by showing that fear is a natural part of life and can be managed with the right mindset and support. Illustrated with vivid, colorful artwork, "Tommy & Darkness" captures children's attention and makes the story more engaging. Ultimately, this project seeks to foster a culture of reading in Indonesia while providing valuable lessons in emotional intelligence and resilience.
MANAJEMEN ORGANISASI SANGGAR SENI KESUMBA DI KABUPATEN MEMPAWAH Dina Mariana; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49466

Abstract

The background of this research is to find out the Organizational Management of Kesumba Mempawah Art Studio which continues to improve in its work with the achievements it has made until now. The researcher's curiosities are to find out how the studio manages the activities that are held and the role of the board in the organization of Kesumba Mempawah Art Studio. This research aims to describe the functions and elements of management which consist of Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, and Market. The form of research used is qualitative, qualitative descriptive method, and sociological approach. The data in this research are the results of interview, observation and documentation. There are several sources of data in this research, namely oral sources, written sources and behavioral sources. Data collection techniques consist of interview, observation, documentation, and documentation study. The data collection tools in this research are interview guideline, observation guideline, camera, notebook and voice recorder memo. The data validity test techniques used are source™s triangulation and observation™s extension. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusion. There is a research flow in the design of the activities carried out. The results of this research show how to work and the roles in the organization applied by the chairman to members in accordance with their respective duties which are well managed in organizing activities so that the management is applied in accordance with mutual agreement in accordance with the circumstances of the situation, and the conditions that occur in the studio.Keywords: organizational management, kesumba art studio. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengetahui Manajemen Organisasi Sanggar Seni Kesumba Mempawah yang terus meningkat dalam berkarya dengan prestasi-prestasi yang diraihnya hingga eksis sampai sekarang. Keingintahuan peneliti untuk mengetahui cara sanggar memanejemenkan kegiatan yang terselenggara dan peran pengurus dalam organisasi yang ada di Sanggar Seni Kesumba Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi  dan unsur-unsur manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, dan Market. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, metode deskriptif kualitatif, dan pendekatan Sosiologi. Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada beberapa pihak yaitu sumber lisan, sumber tertulis dan sumber perilaku. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini terdapat pedoman wawancara, pedoman observasi, kamera, buku catatan dan memo perekam suara. Teknik penguji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Terdapat alur penelitian dalam rancangan kegiatan yang dilaksanakan. Hasil penelitian ini menunjukan cara kerja serta peran-peran dalam organisasi yang diterapkan oleh ketua kepada anggota sesuai dengan tugasnya masing-masing yang dimanajemenkan dengan baik dalam menyelenggarakan kegiatan sehingga manajemen yang diterapkan sesuai dengan kesepakatan bersama yang sesuai dengan keadaan situasi, dan kondisi yang terjadi di sanggar.Kata Kunci: manajemen organisasi, sanggar seni kesumba. Authors:Dina Mariana : Universitas TanjungpuraDwi Oktariani : Universitas TanjungpuraIsmunandar : Universitas Tanjungpura References:Amir, R. (1986). Pengetahuan Tari Sebuah Pengantar dalam Pengetahuan Elemen Tari dan Beberapa Masalah Tari. Jakarta: Direktorat Kesenian.Jacobus, R. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni. Medan: Graha Ilmu.Khutniah, N., & Iryanti, V. E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1).Oktariani, D. (2023). Penanaman Nilai Moral pada Anak Usia Dini Melalui Tari Tradisional di Sanggar Flamingo. Jurnal Golden Age, 7(1).Sedyawati, E. (2002). Sistem Kesenian Nasional Indonesia, Sebuah Renungan. Jakarta: Ghalia Indonesia.Soedarsono, S. (1972). Djawa dan Bali. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.Sugiyono, S. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. 
AN ANALYSIS OF SUSTAINABLE DESIGN CONCEPT IMPLEMENTATION IN PRODUCT DESIGN FINAL PROJECTS Yusron Falahi; Dwinita Larasati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.63295

Abstract

In support of the Sustainable Development Goals (SDGs), sustainable design has become one of the main focuses in undergraduate design education. Sustainable design refers to a design process that considers environmental, social, and economic impacts throughout the product lifecycle. This study aims to analyze the implementation of sustainable design in the final projects of Product Design students at Telkom University, as a case study from 2021 to 2023. Using qualitative methods and content analysis, 33 final project samples were evaluated using a sustainable design matrix. The analysis results show that although there is a decline in the quality of certain metrics, such as Biodegradable Materials, there is a positive trend in the use of environmentally friendly materials, material recycling, and efficient, multifunctional design. These findings indicate that students are increasingly aware of the importance of integrating sustainability principles into design, not only as an ethical responsibility but also as an innovative strategy. With a focus on sustainable materials and product durability, students demonstrate their commitment to reducing environmental impact and enhancing the quality of sustainable design.
PEWARNAAN ALAM BATIK STUDI KASUS DI RUMAH BATIK SAMPAN PESONA MINANG DESA SUNGAI KASAI KOTA PARIAMAN Ovi Muara Hafizah; Sri Zulfia Novrita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49960

Abstract

The re-emergence of sampan batik with natural dyes as a substitute for synthetic dyes that are not environmentally friendly encourages this research. In 1946, the first batik company in the Sampan area, Padang Pariaman Regency was called Batik Sampan. The aim of the research is to describe the natural materials used, the process of making natural dye extracts and the natural coloring process. Qualitative descriptive research uses primary and secondary data. The 5 owners and craftsmen of the Sampan Pesona Minang Batik House were used as informants. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results used were 3 natural materials, namely gambier bark, tingi bark and jengkol bark using a mixture of alum mordant, soda ash, rinso with tunjung fixator and whiting. The process for making extracts from the three natural ingredients is the same, namely by boiling using a vlot of 1:12 (1 kg of gambier is boiled in 12 liters of water until it reduces to its initial volume), vlot 1:8 (1 kg of jengkol bark is boiled in 8 liters of water until the initial volume decreases), vlot 1:3 (1 kg of jengkol bark is boiled in 3 liters of water until the initial volume decreases), then filtered and left for a day before use. Dyeing process (1) 300 grams of cloth dipped in 12 liters of water, (2) mordanting with a mixture of 20 grams of alum + 25 grams of soda ash + 10 grams of rinso per 12 liters of water for 30 minutes, (3) dyeing 300 grams of cloth/5 liters Natural dye extract was carried out 4 times, (4) fixation with 830 grams of tunjung/5 liters of water or 1,670 grams of whiting/5 liters of water, (5) dilorod batik with 25 grams of soda ash/12 liters of water.Keywords: dyeing, natural dye extract. AbstrakMunculnya kembali batik sampan dengan pewarnaan alam sebagai pengganti pewarnaan sintetis yang tidak ramah lingkungan mendorong penelitian ini. Tahun 1946, perusahaan batik pertama di daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman bernama Batik Sampan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bahan alam yang digunakan, proses pembuatan ekstrak warna alam dan proses pewarnaan alam. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Pemilik dan pengrajin Rumah Batik Sampan Pesona Minang berjumlah 5 orang dijadikan informan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ada 3 bahan alam yang digunakan yaitu gambir, kulit kayu tingi dan kulit jengkol menggunakan mordan campuran tawas, soda ash, rinso dengan fiksator tunjung dan kapur sirih. Proses pembuatan ekstrak ketiga bahan alam sama, yaitu dengan cara direbus menggunakan vlot 1:12 (1 kg gambir direbus dengan 12 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), vlot 1:8 (1 kg kulit kayu tingi direbus dengan 8 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), vlot 1:3 (1 kg kulit jengkol direbus dengan 3 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), kemudian disaring dan didiamkan sehari sebelum digunakan. Proses pewarnaan (1) kain 300 gram dicelup ke dalam 12 air, (2) mordanting dengan campuran 20 gram tawas + 25 gram soda ash + 10 gram rinso per 12 liter air selama 30 menit, (3) pencelupan 300 gram kain/5 liter ekstrak pewarna alam dilakukan sebanyak 4 kali, (4) fiksasi dengan 830 gram tunjung/5 liter air atau 1.670 gram kapur sirih/5 liter air, (5) batik dilorod dengan 25 gram soda ash/ 12 liter air.Kata Kunci: ekstrak pewarna alam, pencelupan. Authors:Ovi Muara Hafizah : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Padang References: Andika, D. (2023), œBahan Alam Pewarna Batik. Hasil Wawancara Pribadi: 26 Juli 2023, Rumah Batik Sampan Pesona Minang.Berlin, S. W., & Riza Linda, M. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pewarna Alami Oleh Suku Dayak Bidayuh Di Desa Kenaman Kecamatan Sekayam    Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 6(3).Derisa, D., Efi, A., & Adriani, A. (2012). Pengaruh Garam terhadap Hasil Pencelupan Bahan Sutera dengan Ekstrak Kulit Pohon Mahoni. Journal of Home Economics and Tourism, 1(1).Dullah, Santosa. 2002. Batik, Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Solo: Danar Hadi.Hanifati, I., Novrita, S. Z., & Yusmerita, Y. (2023). Teknik Pembuatan Ekstrak Warna Alam dari Tumbuhan dan Limbah Pasar (Studi Kasus di Rumah Batik Tarancak Kota Solok). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1370-1376.Herwandi, Lindayanti, Dosen FIB Unand, and Batik di Pariaman. "Industri Batik di Sumatera Barat (PerspektifSejarah): Kebutuhan Pasar Besar Namun Kemampuan Produksi Kecil1."Isfi, Y. P., & Novrita, S. Z. (2021). Proses Pewarnaan Anyaman Mansiang di Jorong Taratak Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 559-364.Kamala, N., & Adriani, A. (2019). Studi Tentang Motif Dan Pewarnaan Batik Cap Dengan Zat Pewarnaan Alam Di Rumah Batik Dewi Busana Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 303-307.Kwartiningsih, E., Setyawardhani, D. A., Wilyanto, A., & Triyono, A. (2009). Zat pewarna alami tekstil dari kulit buah manggis. Ekuilibrium, 8(1), 41-47.Maryami, I., Ernawati, E., & Adriani, A. (2012). Studi Tentang Kain Pelangi Studi Kasus di Industri Salsabillah Collection Palembang. Journal of Home Economics and Tourism, 1(1).Pujilestari, T. (2014). Pengaruh ekstraksi zat warna alam dan fiksasi terhadap ketahanan luntur warna pada kain batik katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 31(1), 31-40.Putri, E. H., & Midawati, M. (2020). Sejarah Batik Tanah liek dan Pekerjaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Dharmasraya. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 13.Rahmi, E., & Novrita, S. Z. (2021). RESEP DAN TEKNIK PEMBUATAN EKSTRAK PEWARNAAN ALAM BATIK INDRAGIRI HULU  INDRAGIRI  HULU  PROVINSI RIAU. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(3), 104-108.Siallagan, N. R., Misgiya, M., & Azis, A. C. K. (2020). Analisis Souvenir Di Langgam Batik & Souvenir Tembung Berbahan Kain Perca Ulos. MAVIS: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(2), 36-46.Ulum, I. (2009). Batik dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Bestari, (42), 241635.Widjajanti, Kesi. 2011. Model Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 12 Nomor 1, Juni 2011, hlm. 15-27. Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.Yuliana, E., & Adriani, A. (2022). Studi Tentang Pewarnaan Alam Batik Studi Kasus di Rumah Batik Krinok Kecamatan Rantau Pandan  Kabupaten  Muara  Bungo Jambi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 178- 184.
VISUALISASI DAN MAKNA FILOSOFIS TANJAK SEBAGAI IKON BUDAYA LOKAL PADA STRUKTUR BANGUNAN DI KOTA PALEMBANG Husni Mubarat; Heri Iswandi; Ahmad Ghaly; Herdy Kurniawan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58194

Abstract

The visualization and philosophical meaning of the Tanjak motif in building structures in Palembang City provide a distinctive identity as a local cultural icon. However, the application of the Tanjak icon often neglects important details of the shape, geometric patterns, and beauty of the Tanjak songket, which should be preserved to maintain the philosophical and symbolic meaning of the Tanjak as part of Palembang's cultural identity. This study aims to reveal the visual elements of the Tanjak and its philosophical meaning as a local cultural icon in building structures in Palembang City. The research methodology used is descriptive qualitative, with data collection through observation and interviews. The data analysis used includes intra-aesthetic and extra-aesthetic analysis. This study shows that the visual elements as the Tanjak icon in the building structures of institutions in Palembang City are dominated by geometric lines with triangular fields, a combination of red and golden yellow colors, and smooth and rough textures. The philosophical meanings include cultural, spiritual, and aesthetic meanings. The implementation of the Tanjak icon in the building structures of institutional gates in Palembang City is a cultural heritage integrated into modern architecture, creating a strong and meaningful visual identity in the continuity of local cultural heritage.Keywords: Visualization, Tanjak, Cultural Icon, PalembangAbstrakVisualisasi dan makna filosofis motif Tanjak pada struktur bangunan di Kota Palembang memberikan identitas yang khas sebagai ikon budaya lokal. Namun penerapan ikon Tanjak sering kali mengabaikan detail-detail penting dari bentuk, pola geometri, dan keindahan Tanjak songket, yang seharusnya dijaga untuk mempertahankan makna filosofis dan simbolis Tanjak sebagai bagian dari identitas budaya Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan elemen-elemen visual Tanjak dan makna filosofisnya sebagai ikon budaya lokal pada struktur bangunan di Kota Palembang. Adapun metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu analisis intraestetik dan ekstraestetik. Penelitian ini menunjukkan bahwa elemen visual sebagai ikon Tanjak pada struktur bangunan instansi di Kota Palembang didominasi dengan garis geometris dengan bidang segitiga, kombinasi warna merah dan kuning keemasan, tekstur halus dan kasar. Adapun makna filosofis di antaranya adalah makna budaya, spiritual, dan estetik. Implementasi ikon Tanjak pada struktur bangunan gerbang instansi di Kota Palembang adalah warisan budaya yang diintegrasikan dalam arsitektur modern, menciptakan identitas visual yang kuat dan bermakna dalam keberlanjutannya warisan budaya lokal.Kata Kunci: Visualisasi, Tanjak, Ikon Budaya, PalembangAuthors:Husni Mubarat : Universitas Indo Global MandiriHeri Iswandi : Universitas Indo Global MandiriHerdy Kurniawan : Universitas Indo Global MandiriAhmad Ghaly : Universitas Indo Global Mandiri ReferencesAmin, A. R. Z. (2023). Identification of Local Architectural Elements on Building Facades in Palembang. Arsir, 7(2), 158. https://doi.org/10.32502/arsir.v7i2.5632Chairul, A. (2019). Kearifan Lokal Dalam Tradisi Mancoliak Anak Pada Masyarakat Adat Silungkang. Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 5(2), 172“188. https://doi.org/10.36424/jpsb.v5i2.86Juswandi, J., Hermansyah, H., & Amanan, A. (2022). Kajian œAdab Memakai Tanjak Di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Akrab Juara¯: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 7(4), 135. https://doi.org/10.58487/akrabjuara.v7i4.1944Lamria, A., Viatra, A. W., & Mubarat, H. (2023). Tinjauan Pewarna Alam Terhadap Visualisasi Kain Tenun Songket Palembang. Jurnal Imajinasi, 7(1), 1“11.Mubarat, H. (2022). Aesthetic Exploration of Bamboo Craft Decorative Lights Based on the Creative Industry. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 24(2). http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi.v24i2.2100http://creativecommons.org/licenses/by/4.0Mubarat, H., Saaduddin, S., & Ihaq, M. (2022). Implementasi Ragam Hias Songket Palembang Pada Ruang Publik Sebagai Representasi Estetik Budaya Lokal Palembang. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 529. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39818Nawiyanto, E. C. E. (2016). Kesultanan Palembang Darussalam: Sejarah dan Warisan Budayanya (V. Alapján- (ed.); 1st ed.). Jember Unyversity Press da Penerbit Trautama Nusantara. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/75333/Nawiyanto%2C Eko CE_Buku_Kesultanan Palembang_%28F. Ilmu Budaya%29.pdf?sequence=1&isAllowed=yRasyd, R. (2024). "Teknik Pembuatan Di Songket Palembang". Hasil Wawancara Pribadi: 11 mei 2024, Palembang.Rohidi, T. R. (2011). Metodologi Penelitian Seni. Penerbit Cipta Prima Nusantara Semarang, CV.Zam, R., Dharsono, D., & Raharjo, T. (2022). Transformasi Estetik Seni Kriya; Kelahiran Dan Kriya Masa Kini. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2),302. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.36026