cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 846 Documents
TRADISI PEUSIJUK SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN DESAIN MOTIF ACEH PADA MEDIA BATIK Dahlia, Putri; Izzati, Fauziana; Br Sembiring, Sartika
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50782

Abstract

Peusijuk is a tradition of the Acehnese people as a form of gratitude for the achievements achieved in life, obtaining peace and tranquility. The peusijuk procession is carried out at certain moments, such as peusijuk at wedding ceremonies, ceremonies for moving to a new house, ceremonies when going abroad, when going on the pilgrimage, peusijuk keureubeuen (qurban), peusijuk for women divorced by their husbands, fights, hostility, so that it can be reconciled. In the realm of fine arts, we have never taken peusijuek as an object to make a craft work, especially batik pattern designs. The motifs applied to Acehnese batik are generally traditional Acehnese motifs. This creation aims to create Acehnese batik motif designs as a medium, based on the peusijuk tradition. The method used in this creation consisted of four steps, namely: pre-design stage (soul's journey), design (alternative sketches and selected designs), realization (application of selected pattern designs using batik media), and presentation (exhibition of works of art). This creation resulted in 5 new motifs with peusijuk pattern designs, namely Oen Sinijuek, Oen Manek Manoe, Oen naleung samboe, Sijuek, Peureutek. These five patterns have meanings in accordance with the philosophy of the Peusijuk tradition. The resulting patterns can be used as references for further research regarding creative patterns that originate from Acehnese traditions. It is hoped that the creation of these peusijuk pattern designs will have an influence on Acehnese batik craft industry, because it is hoped that through the research on this artwork, Acehnese batik products and its regional culture will become increasingly known through the creation of creative patterns.Keywords: peusijek, design, patterns, batik. AbstrakPeusijuk merupakan tradisi dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian yang diraih dalam kehidupan, mendapatkan ketenteraman, dan kedamaian. Prosesi peusijuk dilakukan pada momen tertentu, seperti peusijuk pada upacara perkawinan, upacara tinggal di rumah baru, upacara hendak merantau, pergi/naik haji, peusijuk keureubeuen (kurban), peusijuk perempuan diceraikan suami, perkelahian, permusuhan, sehingga didamaikan. Pada ranah seni rupa, belum pernah mengambil peusijuek sebagai objek untuk dijadikan sebuah produk kriya khusunya desain motif batik.  Motif yang diterapkan pada batik Aceh pada umumnya yaitu motif tradisional Aceh. Penciptaan ini  bertujuan untuk membuat desain motif Aceh pada media batik berdasarkan tradisi peusijuk. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari empat langkah, yaitu: tahap pra-perancangan (pengembaraan jiwa), perancangan (sketsa alternatif dan desain terpilih), perwujudan (penerapan desain motif terpilih menggunakan media batik), dan penyajian (pameran karya seni). Hasil penciptaan desain motif peusijuk menghasilkan 5 motif baru yaitu Oen Sinijuek, Oen Manek Manoe, Oen naleung samboe, Sijuek, Peureutek. Lima motif tersebut memiliki makna sesuai dengan filosofi dari tradisi Peusijuk.  Motif yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai motif kreasi yang berangkat dari tradisi Aceh. Penciptaan desain motif peusijuk dapat berpengaruh terhadap industri kerajinan batik yang ada di Aceh karena diharapkan melalui penelitian karya seni ini produk batik Aceh serta kebudayaan daerah Aceh semakin dikenal melalui penciptaan motif kreasi.Kata Kunci: peusijuek, desain, motif, batik. Authors:Putri Dahlia : Institut Seni Budaya Indonesia AcehFauziana Izzati : Institut Seni Budaya Indonesia AcehSartika Br Sembiring : Institut Seni Budaya Indonesia Aceh References:Aulia. (2023), œPenggunaan Motif pada Batik Aceh. Hasil Wawancara Pribadi: 15 Juli 2023, Aceh.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga : Jurnal Seni Rupa 12(1), 1-10.Hendriyana, H. (2018). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya. Bandung: Sunan Ambu Press.Ismail, B. (2003). Mesjid dan Adat Meunasah sebagai Sumber Energi Budaya Aceh. Banda Aceh: Gua Hira.Purba, M. G. M. B., & Atmojo, W. T. (2023). Penciptaan Desain Produk T-Shirt Dengan Teknik Batik Tulis Bermotif Ornamen Batak Toba. Gorga : Jurnal Seni Rupa 12(1),250-257.Mittler, G., & Ragans, R. (2005). Understanding Art. Woodland Hills: Glencoe/McGraw-Hill.Noviana, N. (2018). Integritas Kearifan Lokal Budaya Masyarakat Aceh dalam Tradisi Peusijuk. Deskovi: Art and Design Journal. 1(1), 29-34.
PRINSIP GESTALT PADA KOMPOSISI VISUAL POSTER œANCAMAN PENYAKIT SAAT MUSIM HUJAN PRODUKSI DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA SELATAN Mubarat, Husni; Ilhaq, Muhsin; Al Hafids, Abdul Raihan; Fajri, Ahmad Istiqlal
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50889

Abstract

Posters are an effective communication medium in conveying information, especially related to public health. This study explores how a poster produced by the South Sumatra Health Service, entitled "Threats of Disease During the Rainy Season," applies elements of visual communication design to convey health messages to the public. The purpose of this research is to understand the effectiveness of using design elements, such as typography, colors, images, layout, and visual composition in health posters. The method used in this research is qualitative analysis which involves in-depth observation of the various elements of the poster design. This analysis aims to identify how each element contributes to visual communication and its impact on people's understanding of health messages. The results showed that posters succeeded in creating strong visual appeal and increasing public understanding of health messages through the effective use of design elements. Thus, health poster design has an important role in achieving the effectiveness of visual communication. In this context, a good understanding of visual communication design principles is essential to create effective and attractive health posters.Keywords: gestalt principles, visual, poster design. AbstrakPoster merupakan media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi, terutama terkait kesehatan masyarakat. Studi ini mengeksplorasi bagaimana poster yang diproduksi oleh Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, bertajuk "Ancaman Penyakit Saat Musim Hujan," menerapkan elemen-elemen desain komunikasi visual untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami efektivitas penggunaan elemen-elemen desain, seperti tipografi, warna, gambar, tata letak, dan komposisi visual dalam poster kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang melibatkan observasi mendalam terhadap berbagai elemen desain poster. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana setiap elemen berkontribusi terhadap komunikasi visual dan pengaruhnya terhadap pemahaman masyarakat tentang pesan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster berhasil menciptakan daya tarik visual yang kuat dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pesan kesehatan melalui penggunaan efektif elemen-elemen desain. Dengan demikian, desain poster kesehatan memiliki peran penting dalam mencapai efektivitas komunikasi visual. Dalam konteks ini, pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip desain komunikasi visual sangat penting untuk menciptakan poster kesehatan yang efektif dan menarik.Kata Kunci: prinsip gestalt, visual, desain poster. Authors:Husni Mubarat : Universitas Indo Global MandiriMuhsin Ilhaq : Universitas PGRI PalembangAbdul Raihan Al-Hafids : Universitas Indo Global MandiriAhmad Istqlal Fajri : Universitas Indo Global Mandiri References:Ardianto, E., Lukiati, K, & Siti, K. (2015). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar Edisi Revisi. Bandung: Refika Offse.Dewi, N. K. (2023). Analisis Kemampuan Mendesain Poster Bertema Seni Budaya NTB pada Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 84-90. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.43654.Frascara, J. (2004). Communication Design Principles, Methods, and Practice. New York: Allworth Press.Mubarok, F. S. (2023). Penerapan Prinsip Gestalt dalam Desain Visual Untuk Meningkatkan Memori dan Pemahaman Pesan. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna, 11(2), 152-174. http://dx.doi.org/10.30659/jikm.v11i2.33002Mubarat, H, Muhsin Ilhaq. (2021). Telaah Nirmana sebagai Proses Kreatif dalam Dinamika Estetika Visual. Jurnal Ekspresi Seni Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni. 23 (1), 125-139. http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi.v23i1.397Mubarat, H., Saaduddin, S., & Ihaq, M. (2022). Implementasi Ragam Hias Songket Palembang pada Ruang Publik Sebagai Representasi Estetik Budaya Lokal Palembang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 529-537. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39818Seragih, Y. G., & Azis, A. C. K. (2021). Tinjauan Hasil Gambar Ilustrasi Kartun dengan Objek Binatang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 23(2), 302-318.Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
PEWARNAAN BATIK DENGAN ZAT WARNA ALAM STUDI KASUS : RUMAH BATIK ANUGRAH DI KOTA SUNGAI PENUH PROVINSI JAMBI Arena, Nadila; Adriani, Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50931

Abstract

This research is about natural dyeing. Currently, using natural dyeing on batik cloth is very popular because it produces soft and distinctive colors. Batik Anugrah house uses natural dyeing to color its batik. Even though the use of friendly synthetic materials is used by batik craftsmen due to the easy and comfortable use process, Rumah Batik Anugrah always maintains natural coloring as batik dye. The aim of the research is to describe what natural ingredients are used, recipes for making natural dye extracts, natural dyeing techniques at Batik Anugrah House, Sungai Penuh City. This research method is qualitative. The information is that there are four owners and craftsmen at Batik Anugrah House. The data types are primary and secondary. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation techniques. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the determination are the natural materials used in Anugrah batik, namely jengkol skin, mango leaves, tingi skin and jalawe. As well as other materials such as TRO to remove starch from the fabric, and materials for locking, namely alum lime, tunjung, and battery water. The recipe for making the extract first prepares the ingredients and tools, jengkol peel, mango leaves, jalawe and tall tree bark cut into small pieces, then boiled, filtered and cooled. The dyeing technique is by dyeing, the dyeing process includes, first, dyeing the fabric in mordant, dyeing with TRO, dyeing with natural color extracts, dyeing in alum, tunjung and lime fixation solutions. After it is loosened, when it is loosened, add soda ash and starch. And the final dipping with battery water.Keywords: recipes, techniques, coloring, natural, batik. AbstrakPenelitian ini adalah tentang pencelupan alami. Saat ini menggunakan pencelupan alami pada kain batik sangat diminati karena memperoleh warna yang lembut dan khas. Di Rumah Batik Anugrah menggunakanpencelupan alami sebagai pewarnaan batiknya. Meskipun penggunaan bahan sintetis ramah digunakan oleh pengrajin batik dikarenakan proses penggunaan yang mudah dan nyaman, namun Rumah Batik Anugrah selalu menjaga pewarnaan alami sebagai pewarna batik. Tujuan penelitian untuk mendeskripsian apa bahan alami yang digunakan, resep pembuatan ekstrak pewarna alami, teknik pewarnaan alami di Rumah Batik Anugrah, kota Sungai Penuh. Motode penelitian ini kualitatif. Informannya pemilik dan pengrajin di Rumah Batik Anugrah berjumlah empat orang. Jenis datanya primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penentuan yaitu bahan alami yang digunakan di Batik Anugrah yaitu kulit jengkol, daun mangga, kulit tingi dan jalawe.Serta bahan lainya seperti TRO untuk menghilangkan kanji yang ada di kain, dan bahan untuk pengunci yaitu kapur tawas, tunjung, dan air aki. Resep membuat ekstrak yang pertama menyiapkan bahan dan alat, kulit jengkol,daun mangga, jalawe dan kulit kayu tingi dipotong kecil-kecil, kemudian direbus, disaring, dan didinginkan. Teknik pewarnaan dengan cara mencelup, proses pencelupan meliputi, pertama pencelupan kain pada mordan, pencelupan dengan TRO, pencelupan dengan ekstrak warna alam, pencelupan pada larutan fiksasi tawas, tunjung dan kapur. Setelah itu dilorot, waktu nglorot tambahkan soda abu dan tepung kanji. Pencelupan yang terakhir dengan air aki.Kata Kunci: resep, teknik, pewarnaan, batik, alami. Authors:Nadila Arena : Universitas Negeri Padang   Adriani : Universitas Negeri Padang References:Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan.Bandung: Remaja Rosda.Dewy, S. S., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Perbedaan Larutan Celup (Vlot) Terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr.) Pada Bahan Sutera Dengan Mordan Tawas. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 249-254. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13623Eriani W., & Purnama, E. (2017). Pengaruh Waktu Merasi, Perlakuan Bahan Dan Zat Fiksasi Pada Pembuatan Warna Alami Daun Ketapang.Jurnal Teknik Kimia, 1(1): 1- 11.http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/56762Hamidin, Aep S. (2010). Batik Warisan Budaya Asli Indonesia. Yogyakarta: PKK FT UNY.Kamala, N., & Adriani, A. (2019). Studi Tentang Motif Dan Pewarnaan Batik Cap Dengan Zat Pewarnaan Alam Di Rumah Batik Dewi Busana Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 303-307.  https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.14703Linda, T. (2023). œTeknik Pewarnaan Alam. Hasil Wawancara Pribadi:18 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Lisbijanto, Herry. (2013).Batik. Yogyakarta: Graha Ilmu.Paryanto, Purwanto, A., Kwartiningsih, E., & Mastuti, E. (2012). Pembuatan Zat warna Alami dalam Bentuk Serbuk untuk MendukungIndustri Batik di Indonesia.JurnalRekayasaProses, 6(1):26-29.https://doi.org/10.22146/jrekpros.2454Fitrida, A. (2023). œZat Warna Alam. Hasil Wawancara Pribadi:15 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Yuliana, E., & Adriani, A. (2022). Studi Tentang Pewarnaan Alam Batik Studi Kasus di Rumah Batik Krinok Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Muara Bungo Jambi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 178-184. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32889Yuliari, G, Nurchayati., & Firyanto, R. (2021). Aplikasi Metoda Pewarnaan Batik Non-Kimia Berbasis Kolaboratif-Partisipatif.Semarang: Butterfly Mamoli Press.Zola, A., & Efi, A. (2022). Pewarnaan Alam Dengan Biji Kusumba Dan Daun Ketapang Studi Kasus di Kabupaten Bungo. Gorga: Jurnal Seni Rupa,11(1), 225-230. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32195
STRATEGI PERANCANGAN DESAIN MOTIF SEBAGAI IDENTITAS BORDIR TASIKMALAYA Dumamika, Tione Afifaya; Asisah, Rani; Aldhitama, Fathan; Belasunda, Riksa
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50990

Abstract

Embroidery is a form of handicraft that is done manually and by machine to decorate textile surfaces. One of the largest embroidery producing areas in Indonesia is Tasikmalaya, because embroidery has been passed down from generation to generation since ancient times and is a source of livelihood for the local community. Tasikmalaya is one of the cities in the Creative KaTa (Creative District/City) with superior handicraft products that have the potential to go global, if the right design assistance is carried out. This is because the actors are creative and always try to create something innovative. To keep up with the times, the Tasikmalaya embroidery industry is currently being influenced by modernity in every aspect, starting from the work process, motifs, and product variations. However, this is also a factor in the loss of the identity of Tasikmalaya embroidery. To overcome these problems researchers used data collection methods, namely observation, interviews, semantic differential scales, questionnaires, and literature. The design research approach method used is design thinking to produce a design innovation in the craft sector, which can later help the embroidery industry in Tasikmalaya. The results of this study aim to produce motif designs that can strengthen the identity of Tasikmalaya embroidery. The solutions provided by researchers can describe Tasikmalaya's identity, can be implemented, and are expected to help overcome existing problems in the Tasikmalaya embroidery industry.Keywords: embroidery, identity, Tasikmalaya, design thinking. Abstrak:Bordir merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual dan mesin untuk menghias permukaan tekstil. Salah satu daerah penghasil kerajinan bordir terbesar di Indonesia adalah Tasikmalaya, karena kerajinan bordir dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu dan merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Tasikmalaya termasuk salah satu kota dalam KaTa Kreatif (Kabupaten/kota Kreatif) dengan keunggulan hasil produk kerajinannya yang berpotensi mendunia, jika dilakukan pendampingan desain yang tepat. Hal ini dikarenakan para pelakunya yang kreatif dan selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang inovatif. Untuk mengikuti perkembangan zaman, industri bordir Tasikmalaya saat ini mendapat pengaruh kemodernan pada setiap aspeknya mulai dari proses pengerjaan, bentuk motif, dan variasi produk. Namun, hal ini juga yang menjadi salah satu faktor hilangnya identitas bordir Tasikmalaya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, skala diferensial semantik, kuesioner, dan literatur. Metode pendekatan penelitian desain yang dilakukan adalah design thinking untuk menghasilkan sebuah inovasi desain pada bidang kriya, yang nantinya dapat membantu industri bordir di Tasikmalaya. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain motif yang dapat memperkuat identitas bordir Tasikmalaya. Solusi yang diberikan peneliti dapat menggambarkan identitas Tasikmalaya, dapat diimplementasikan, dan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di industri bordir Tasikmalaya.Kata Kunci: bordir, identitas, Tasikmalaya, design thinking. Authors:Tione Afifaya Dumamika : Universitas TelkomRani Asisah : Universitas TelkomFathan Aldhitama : Universitas TelkomRiksa Belasunda : Universitas Telkom References: Bankah, M. K. P., Ciptandi, F., & Viniani, P. (2021). Potensi Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Khas Tasikmalaya Rajapolah Dengan Metode: Design Thinking. eProceedings of Art & Design, 8(6). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/17177.Brown, T. (2008). Design thinking. Harvard business review, 86(6), 84. https://scholarshare.temple.edu/handle/20.500.12613/125.Bunyamin, B. (2002). Lambang Kota Tasikmlaya (Patent No. 1). Tasikmalaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.Buzan, T. (2008). Buku Pintar Mind Map. In The Buzan Organisation (6th ed.). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Ciptandi, F. (2021). Peluang Adaptasi Kriya terhadap Perkembangan Teknologi. http://digilib.isi.ac.id/10252/1/Fajar Ciptandi_Materi Seminar Nasional FSR ISIYK 2021.pdf.Darusman, Y. (2019). The local wisdom of Tasikmalaya embroidery in the creative economy for the modern era (study in Tasikmalaya City, West Java). International Journal of Innovation, Creativity and Change, 9(1), 278-294.Diskominfo Jawa Timur. (2010). Industri Kreatif, Kerajinan Berbasis Budaya. Jawa Timur: Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/22371.Kemenparekraf RI. (2022). KaTa Kreatif: Mengenal Produk Kriya Tasikmalaya yang Mendunia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. https://www.kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/kata-kreatif-mengenal-produk-kriya-tasikmalaya-yang-mendunia.Kemenperin RI. (2023). Kinerja Ekspor Kerajinan Naik, Kemenperin Terus Perluas Pasar IKM. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. https://kemenperin.go.id/artikel/23896/Kinerja-Ekspor-Kerajinan-Naik,-Kemenperin-Terus-Perluas-Pasar-IKM-.Kight, K. (2011). A Field Guide to Fabric Design (C. Bix (ed.)). USA: C&T Publishing.Loita, A., & Husen, W. R. (2018). Variasi Bentuk dan Makna Motif di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 3(2), 166“179.Pemerintah Kota Tasikmalaya. (2022). Tasikmalaya: KUMKM Tasikmalaya.Setiawan, A. (2020). Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi.  INDONESIA.GO.ID: Portal Informasi Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/2079/kerancang-bukittinggi-sehelai-karya-seni-bernilai-tinggi?lang=1.Setiawan, I., Lasmiyati, Harsono, T. Di., Gufron, A., Nirmala, W., & Madiyo. (2019). Potensi Budaya di Kota Tasikmalaya. Bandung: BPNB Jawa Barat. http://katalog.kemdikbud.go.id//index.php?p=show_detail&id=525891.Soewardikoen, D. W. (2021). Metodologi Penelitian Desain Komunikasi Visual (B. Anangga & F. Maharani (eds.); 1st ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2019). Seni Bordir Tasikmalaya dalam Konstelasi Estetik dan Identitas. Patanjala¯: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 11(1), 81. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i1.476.Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi, 1(2), 144“159. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49.Swarnadwitya, A. (2020). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. Jakarta: BINUS University. https://sis.binus.ac.id/2020/03/17/design-thinking-pengertian-tahapan-dan-contoh-penerapannya/. 
ANALISIS PERBEDAAN HASIL BORDIR MESIN MANUAL (KERANCANG) MEMAKAI BENANG SEKOCI YANG TIDAK SAMA DI KAIN DUCHESS Afaf, Zafirah; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50994

Abstract

This study is based on the background of the many found embroideries that are less balanced between the lifeboat thread and the material so that the embroidery results look stiff on the material that is loose or vice versa. The purpose of this study is to obtain an explanation of the description of the results of manual machine embroidery of designs on duchess  fabric using lifeboat threads such as embroidery thread, sewing thread, and obras thread and to obtain an explanation of the effect of different lifeboat threads on the finished results of manual machine embroidery on duchess  fabric. This research uses an experimental system. The object studied was the result of manual machine embroidery on duchess  fabric using lifeboat thread in the form of sewing thread, obras thread, and embroidery thread. The assessors in the study were 5 validators. The instrument in this research is through a questionnaire. The results of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of sewing thread are "very neat, very stable, and soft". Then, the finished result of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of obras thread is "neat, stable, and soft". Furthermore, the results of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of embroidery thread are "very neat, very stable, and very soft". The results of embroidery on duchess  fabric are influenced by the use of different lifeboat threads. Also, if you want to produce embroidery whose results are very soft, very neat, and very stable on bridal materials, it is recommended to use lifeboat threads in the form of embroidery threads.Keywords: thread, sassy embroidery, duchess , lifeboat. AbstrakRiset ini berlatar belakang dari banyaknya ditemukan bordiran yang kurang seimbang antara benang sekoci dengan bahan sehingga hasil bordirannya terlihat kaku pada bahan yang melangsai atau sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh penjelasan tentang uraian hasil bordir kerancang mesin manual di kain duchess dengan memakai benang sekoci seperti benang bordir, jahit, dan benang obras serta untuk mendapatkan penjelasan tentang pengaruh benang sekoci yang berbeda terhadap hasil jadi bordir mesin manual di kain duchess. Riset ini memakai sistem eksperimen. Objek yang diteliti ialah hasil bordir kerancang mesin manual pada kain duchess memakai benang sekoci berupa benang jahit, benang obras, dan benang bordir. Penilai pada penelitian ialah 5 orang validator. Instrumen pada riset ini melalui kuesioner. Hasil bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang jahit adalah œsangat rapi , sangat stabil, dan lembut. Lalu, hasil jadi bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang obras adalah œrapi, stabil, dan lembut. Selanjutnya, hasil bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang bordir adalah œsangat rapi, sangat stabil, dan sangat lembut. Hasil bordir kerancang dikain duchess dipengaruhi oleh penggunaan benang sekoci yang berlainan. serta, jika ingin menghasilkan bordiran yang hasilnya sangat lembut, sangat rapi, dan sangat stabil di bahan bridal disarankan menggunakan benang sekoci berupa benang border.Kata Kunci: benang, bordir kerancang, duchess , sekoci. Authors:Zafirah Afaf : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Arleni, I. (2023). œPenggunaan Benang Sekoci Untuk Bordir Kerancang. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Bastaman, W. N. U., & Fadliani, T. N. I. (2020). Pengembangan Motif Bordir Kerancang Tasikmalaya dengan Software JBatik. Dinamika Kerajinan dan Batik, 37(2), 371632.Bernette, M. (2020). 13 Jenis Benang Jahit Yang Digunakan Untuk Menjahit atau Menghias Pakaian. Diakses pada tanggal 9 Maret 2023. https://shop.mybernette.id/Budiyono, Sudibyo, W., Herlina, S., Handayani, S., Parjiyah, Pudiastuti, W., Palupi, D. S., Syamsudin, Irawati, & Parjiyati. (2008). Kriya Tekstil Jilid 2. In Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents (Vol. 3). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Ernawati, Izwerni, & Nelmira, W. (2008). TATA BUSANA SMK JILID 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Hasyim, H. (2009). Bordir Aplikasi. Surabaya: Tiara Aksa.Nelmira, W., Adriani, & Halmawati. (2021). Desain Motif , Alat dan Proses Pembuatan Kerajinan Bordir Kerancang Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 542“550. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/Noerati, Gunawan, Ichwan, M., & Sumihartati, A. (2013). Teknologi Tekstil. Academia.Edu, 382.Nurdhani, D. P. A., & Wulandari, D. (2016).Teknik Dasar Bordir (B.Trimansyah (ed.)). Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.Poespo, Goet. (2005). Pemilihan Bahan Tekstil. Yogyakarta: Kanisius.Prawirosentono, S. 2004. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management Abad 21 Studi Kasus & Analisis. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Ramadhani, S. A., & Nelmira, W. (2023). Transformasi Motif Burung Merak Pada Produk Bordir Kebaya Di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12 (November 2022). https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/.Sugiyono, S. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suhersono, H. (2005). Desain Bordir Motif Fauna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2011). Mengenal Lebih Dalam Bordir Lukis Transformasi Seni Kriya Ke Seni Lukis. Jakarta: Dian Rakyat.Suliyanthini, D. (2016). Ilmu Tekstil. In PT Raja Grafindo Persada (Vol. 290, Issue 1).Susiani, R., & Ernawati, E. (2019). Strategi Produk Bordir di Kapalo Koto, Koto Tangah Simalanggang, Kota Payakumbuh (Studi Kasus di Usaha Bordir Limpapeh (Kebaya). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 111-119. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/.Veera Zahara, S., & Mukhirah, F. (2018). Daya Tarik Wisatawan pada Produk Kerajinan Bordir Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 3(1). https://jim.usk.ac.id/pkk/article/view/15693/.Yuliarma, Y. (2016). The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.Zyahri, M. (2013). Pengantar Ilmu Tekstil 2. In Kemendikbud.
TENUN PADI SERUMPUN DI NAGARI SUNGAI JAMBUR KABUPATEN SOLOK Yordan, Jihan Alya; Yusmerita, Yusmerita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51176

Abstract

One of the woven crafts produced in West Sumatra is Tenun Padi Serumpun. Tenun Padi Serumpun, is a traditional (handmade) craft group that produces various types of songket woven materials. In producing songket weaving, special skills are needed regarding the manufacture of woven cloth, and great care is needed in order to produce quality woven cloth. The choice of thread type also greatly influences the results of songket weaving and the appearance of unique and attractive motifs is a characteristic of Tenun Padi Serumpun. is in Solok district. This research aims to describe the existence of Tenun Padi Serumpun and to describe the development of Tenun Padi Serumpun by the Solok government. This research includes qualitative research. The research location is in Nagari Sungai Jambur. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation techniques. The data analysis techniques for this research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results obtained from the existence of Tenun Padi Serumpun are that the existence of Tenun Padi Serumpun is known or acknowledged by the residents of Sungai Jambur. Characterized by this weaving, it still participates in various events and is under the guidance of DEKRANASDA, Solok Regency. The Solok government is developing Tenun Padi Serumpun by holding training, bringing in resource persons and guiding Tenun Padi Serumpun.Keywords: existence, development, tenun padi serumpun. AbstrakSalah satu kerajinan tenun yang dihasilkan di Sumatera Barat adalah Tenun Padi Serumpun. Tenun Padi Serumpun, merupakan kelompok kerajinan tradisional (handmade) yang memproduksi berbagai jenis bahan tenun songket. Dalam memproduksi tenun songket sangat diperlukan keahlian yang khusus tentang pembuatan kain tenun, dan butuh kehati-hatian yang tinggi agar bisa menghasilkan kain tenun berkualitas Pemilihan jenis benang juga sangat mempengaruhi hasil tenun songket serta tampilan motif yang unik dan menarik merupakan ciri khas Tenun Padi Serumpun yang ada di kabupaten solok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Tenun Padi Serumpun dan untuk mendeskripsikan pembinaan Tenun Padi Serumpun oleh pemerintah Solok. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Nagari Sungai Jambur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari eksistensi Tenun Padi Serumpun adalah eksistensi Tenun Padi Serumpun ini diketahui atau diakui oleh warga Sungai Jambur. Ditandai dengan tenun ini masih mengikuti berbagai event-event dan di bawah binaan DEKRANASDA Kabupaten Solok. Pembinaan Tenun Padi Serumpun oleh pemerintah Solok dengan cara mengadakan pelatihan, mendatangkan narasumber, dan membimbing Tenun Padi Serumpun.Kata Kunci: eksistensi, pembinaan, tenun padi serumpun. Authors:Jihan Alya Yordan : Universitas Negeri PadangYusmerita : Universitas Negeri Padang References:Adiningtyas, W. P., Tomi, A., & Yudasmara, D. S. (2020). Survei Pembinaan Ekstrakurikuler Bolabasket pada Peserta Didik Sekolah Menengah Atas. Sport Science and Health, 2(1), 32-38.Ana, A. (2023), œEksistensi Tenun Padi Serumpun Hasil Wawancara Pribadi: 27 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Hendra, H., & Agustin, D. (2022). Eksistensi Tenun Songket Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 202-211.Islami, A. N. (2018). Instagram: media sosial dan eksistensi diri remaja berprestasi di Kota Palu. Kinesik, 5(3), 1-15.Izzara, W. A., & Nelmira, W. (2021). Desain Motif Tenun Songket Minangkabau Di Usaha Rino Risal Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 423-431.Mahendra, B. (2017). Eksistensi sosial remaja dalam Instagram (sebuah perspektif komunikasi). Jurnal Visi Komunikasi, 16(1), 151-160.Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Nuraini, S., & Falah, A. M. (2022). Eksistensi Kain Tenun di Era Modern. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 162-169.Nurhayati, N. (2023), œPembinaan Tenun Padi Serumpun Oleh Pemerintah Solok Hasil Wawancara Pribadi: 25 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Siswantari, H., & Lestari, W. (2013). Eksistensi Yani Sebagai Koreografer Sexy Dance. Jurnal Seni Tari, 2(1).Sudarsana, U. (2014). Pembinaan Minat Baca. Universitas Terbuka, 1(028.9), 1-49.Muhammad, F. (2020). Analisis Pembinaan Industri Kecil Oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).Utomo, G. C., & Tanzil, M. Y. (2022). Kain Tenun di Industri Mode Indonesia. Surabaya: Universitas Ciputra.
QUARTER LIFE CRISIS DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS Damas, Ummi Shabrina
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51219

Abstract

One of the events that occurs when someone transitions from adolescence to adulthood is the quarter life crisis. Quarter life crisis is a condition where a person feels worried because of uncertainty about the future. This worry is related to social relationships, careers and social life experienced by individuals aged 20-30 years. The author will invite readers to examine several factors that cause the Quarter Life Crisis and how to overcome it based on the author's experience expressed through painting. This work of art was created by the artist with the aim of reflecting on the conditions around him, encouraging people to be more critical of their environment, and learn together to create a better life in the future. The result of all these paintings is a strong visual combination of three main concepts, namely Quarter life crisis, Sandwich generation, and Hustle culture. Through these paintings, the author succeeds in depicting the complexity of the challenges faced by the younger generation in their transition to adulthood, with the pressure to find meaning in life, fulfill family responsibilities, and compete in a competitive world of work. These works also reflect changing priorities in life, where materialistic values often conflict with the search for meaning and true happiness. The author invites the audience to reflect on the complex journey of today's young generation and provides a message about the importance of awareness of the Quarter life crisis, the role of the Sandwich generation, and the impact of Hustle culture. This conclusion illustrates that art has an important role in stimulating reflection and discussion regarding relevant social and psychological issues in contemporary society.Keywords: quarter life crisis, painting.AbstrakSalah satu peristiwa yang terjadi saat seseorang bertransisi dari masa remaja ke dewasa adalah Quarter life crisis. Quarter life crisis merupakan kondisi di mana seseorang merasa khawatir karena ketidakpastian tentang masa depan. Khawatir ini berkaitan dengan hubungan sosial, karier, dan kehidupan sosial yang dialami oleh individu di usia 20-30 tahun. Penulis akan mengundang para pembaca untuk mengkaji beberapa faktor yang menjadi penyebab Quarter life crisis dan bagaimana cara mengatasinya berdasarkan pengalaman penulis yang diungkapkan melalui seni lukis. Karya seni ini dibuat oleh seniman dengan tujuan untuk merenungkan kondisi di sekitarnya, mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap lingkungannya, dan bersama-sama belajar untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Hasil dari seluruh karya lukis ini adalah penggabungan visual yang kuat dari tiga konsep utama, yaitu Quarter life crisis, Sandwich generation, dan Hustle culture. Melalui lukisan-lukisan ini, penulis berhasil menggambarkan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam transisi ke dewasa, dengan tekanan untuk menemukan makna hidup, memenuhi tanggung jawab keluarga, dan bersaing di dunia kerja yang kompetitif. Karya-karya ini juga mencerminkan perubahan prioritas dalam kehidupan, di mana nilai-nilai materialistik seringkali bertentangan dengan pencarian makna dan kebahagiaan sejati. Penulis mengajak audiens untuk merenungkan perjalanan kompleks generasi muda saat ini dan memberikan pesan tentang pentingnya kesadaran akan Quarter life crisis, peran generasi Sandwich, serta dampak dari budaya Hustle culture. Kesimpulan ini menggambarkan bahwa seni memiliki peran penting dalam merangsang refleksi dan diskusi mengenai isu-isu sosial dan psikologis yang relevan dalam masyarakat kontemporer.Kata Kunci: quarter life crisis, karya lukis.Author:Ummi Shabrina Damas : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References: Ahmed, S. (2019). Hustle Culture: Examining The Socio-Cultural Drivers of Overwork Amongst Millennials. The Sociological Review, 67(2), 285“303.Arnett, J. J. (2014). Emerging Adulthood. Oxford: University Press.Asa, F. O., & Sahrul, N. (2018). Kehidupan Surau Di Minangkabau Sebagai Inspirasi Dalam Karya Seni Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 7(2), 148-155.Ayuningtari, A. W. K. (2022). Youth Cyberbullying Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 521-528.Balzarie, E. N. , & N. E. (2019). Kajian Resiliensi pada Mahasiswa Bandung yang Mengalami Quarter life crisis. Prosiding Psikologi, 5(2), 494“500.Daniati, N., Sastra, A. I., & Dharsono, D. (2018). Perempuan Kerinci sebagai Ide dalam Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 7(2), 129-133.Given, L. (2008). The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods. California: SAGE Publications, Inc.Hayslip, B. , Jr. , & F. C. A. (2018). The Sandwich generation: Challenges and Coping Strategies of Multigenerational Families. London: Routledge.Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.Newport, C. (2016). Deep Work: Rules for Focused Success in a Distracted World. New York: Grand Central Publishing.Miya, T. (2015). Do What You Love: And Other Lies About Success and Happiness. New York: Regan Arts.Poswolsky, A. S. (2016). The Quarter-Life Breakthrough: Invent Your Own Path, Find Meaningful Work, and Build a Life That Matters. New York: Tarcher Perigee.Seragih, Y. G., & Azis, A. C. K. (2021). Tinjauan Hasil Gambar Ilustrasi Kartun dengan Objek Binatang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 23(2), 302-318.Thompson, C. (2006). Art practice as research: A review essay. International Journal of Education & the Arts, 7(3), 1-13.Wibowo, A. S. (2017). Mantra kehidupan¯: Sebuah Refleksi Melewati Fresh Graduate Syndrome & Quarter-Life Crisis¯: Krisis Seperempat Baya. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
PERANCANGAN DESAIN SCRAPBOOK BACKPACKER PARIS MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH KERTAS DAN AMPAS TEBU Aldelya, Monica Prima
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51243

Abstract

Archives and documentation during travel will be worthless if they are only stored and stacked in one place. If arranged neatly or arranged well, this documentation can become a valuable work of art that can be enjoyed by those who see it. Designing solo backpacker scrapbook designs can be a solution for storing memories in the form of works of art. It looks like a memorabilia album that can store photos complete with decorations, notes, or other objects. The scrapbook design process uses the design thinking method because this method solves a problem by focusing on the needs of the user. The result of this creation is in the form of a scrapbook that uses recycled materials from waste paper and sugar cane bagasse. Sugarcane bagasse has a high fiber and hemicellulose content, both of which are the main requirements for making paper. The results of the paper experiment that can be used for making scrapbooks are mixing paper pulp and bagasse pulp in a ratio of 1:1 and mixing water with pulp in a ratio of 1:1000. Utilizing waste materials such as sugarcane bagasse is one solution to overcome environmental problems that occur. Designing scrapbooks using waste materials can bring innovation or renewal in the field of design and also as an effort to preserve the environment.Keywords: backpacker, recycling, bagasse. AbstrakArsip dan dokumentasi selama perjalanan akan menjadi tidak beharga jika hanya disimpan dan ditumpuk dalam satu tempat saja. Jika disusun dengan rapi atau ditata dengan baik, dokumentasi ini bisa menjadi sebuah karya seni berharga yang bisa dinikmati oleh orang yang melihatnya. Perancangan karya desain scrapbook solo backpacker bisa menjadi sebuah solusi untuk menyimpan kenangan dalam bentuk karya seni. Bentuknya seperti memorabilia album yang dapat menyimpan foto lengkap dengan dekorasi, catatan, atau benda-benda lainnya. Proses perancangan scrapbook menggunakan metode design thinking karena metode ini menyelesaikan suatu permasalahan dengan berfokus pada kebutuhan dari pengguna. Hasil dari penciptaan ini berbentuk scrapbook yang menggunakan bahan daur ulang dari limbah kertas dan ampas tebu. Ampas tebu memiliki kandungan serat dan hemiselulosa yang tinggi, dimana kedua hal tersebut merupakan syarat utama dalam pembuatan kertas. Hasil dari eksperimen kertas yang bisa digunakan untuk pembuatan scrapbook yaitu percampuran pulp kertas dan pulp ampas tebu dengan perbandingan 1:1 dan pencampuran air dengan pulp perbandingan 1:1000. Memanfaatkan bahan limbah seperti ampas tebu menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi. Perancangan scrapbook menggunakan material limbah, dapat membawa inovasi atau pembaharuan dalam bidang desain dan juga sebagai upaya pelestarian lingkungan.Kata Kunci: backpacker, daur ulang, ampas tebu. Author:Monica Prima Aldelya : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References:Allita, Y., Gala, V., Citra, A. A., & Retnoningtyas, E. S. (2018). Pemanfaatan Ampas Tebu dan Kulit Pisang dalam Pembuatan Kertas Serat Campuran. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 11(2), 101. https://doi.org/10.5614/jtki.2012.11.2.6.Asih, P. K., Hawanti, S., & Wijayanti, O. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook untuk Keterampilan Membaca. Indonesian Journal of Primary Education, 4(1), 87“100. https://doi.org/10.17509/ijpe.v4i1.25404. Bayu, D. J. (2021, October 2). Kementan Perkirakan Produksi Tebu RI 2,36 Juta Ton pada 2021. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/ 10/02/kementan-perkirakan-produksi-tebu-ri- 236-juta-ton-pada-2021. Fauzy, L. R., Peternakan, P. S., Pertanian, F., & Mangkurat, U. L. (2023). Kandungan Protein dan Serat Kasar Ampas Tebu yang Diamoniasi Menggunakan Urea dengan Dosis. Journal of Animal Research in Wetland, 3(2), 1“9. https://doi.org/10.2057/jpplb.v3i2.2069. Handakara, Y. Y. (2021). Pengembangan Scrapbook Sebagai Media Karya Kreatif dan Art Therapy. Journal of Contemporary Indonesian Art, 7(2), 105“112. https://doi.org/10.24821/jocia.v7i2.6081.Hussein, A. S. (2018). Metode Design Thinking untuk Inovasi Bisnis. Malang: UB Press.Naibaho, Y. B., & Azmi, A. A. (2018). Eksperimen Penggunaan Berbagai Bahan Limbah untuk Memunculkan Tekstur Luar Kotak Tisu dengan Teknik Mozaik dan Kolase. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 7(1), 52. https://doi.org/10.24114/gr.v7i1.10851.Manasikana, O. O. A. (2019). Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung Dan Ampas Tebu Sebagai Kertas Kemasan Ramah Lingkungan. Jurnal Zarah, 7(2), 79-85.Pambudi, T. S., Arliando, P., & Muttaqin, T. Z. (2022). Perancangan Tas Modular Sebagai Produk Eco Lifestyle. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 559. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39752.
ANCAMAN DIGITALISASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN SENI LUKIS Oktaviani, Erlin
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51247

Abstract

Problems related to children show more serious attention in various cases and incidents. Recently, there has been a significant increase in child-related problems which are influenced by parents' economic conditions, congenital mental health problems, death of parents, interference in daily activities, cyber bullying, parental divorce, television shows that are not child-friendly and related to pornography social media. Being victims of the above problems, affected children are at high risk of experiencing mental health disorders which can have negative impacts in the future. The aim of making this painting is to criticize cases of children who are threatened with the impact of digitalization and disrupting their mental health. This creation method uses practice-based research methods. The painting depicts threats that can disrupt children's mental health and efforts that can be made to maintain children's mental health. Showing three popsurrealist works entitled 1) magical lanterns, 2) the burden of childhood, 3) dominated by digitalization. Painting as a medium for healing trauma is an alternative means of helping children deal with mental health problems.Keywords: digitalization, mental health, painting. AbstrakMasalah terkait anak-anak menunjukkan perhatian yang lebih serius dalam berbagai kasus maupun insiden. Baru-baru ini menunjukkan peningkatan signifikan masalah terkait anak yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi orang tua, problem kesehatan mental bawaan, kematian orang tua, gangguan dalam aktivitas sehari-hari, cyber bullying, perceraian orang tua, tayangan televisi yang tidak ramah anak dan pornografi terkait media sosial. Menjadi korban dari permasalahan di atas, anak-anak yang terkena dampak mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental yang dapat berdampak buruk di masa depan. Tujuan pembuatan lukisan ini adalah untuk mengkritisi kasus-kasus anak yang terancam dampak digitalisasi dan mengganggu kesehatan mentalnya. Metode penciptaan ini menggunakan metode practice-based research. Karya lukis menggambarkan ancaman yang dapat mengganggu kesehatan mental anak-anak dan upaya yang bisa dilakukan agar kesehatan mental anak-anak tetap terjaga. Menampilkan karya secara popsurealis sebanyak tiga karya berjudul 1) lentera magis, 2) beban masa kecil, 3) overpowered by digitalization. Seni lukis sebagai media healing trauma menjadi sarana alternatif membantu anak menangani permasalahan kesehatan mental.Kata Kunci: digitalisasi, kesehatan mental, seni lukis. Author:Erlin Oktaviani : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References:Ayuningtari, A. W. K. (2023). Youth Cyberbullying Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 521-528.Budiwati, R., Wulandari, M. D., & Darsinah, D. (2022). Pengaruh Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(13). https://doi.org/10.5281/zenodo.6962646.Harianja, N. (2022). Sosialisasi Digital Parenting Dalam Mengatasi Dampak Negatif Penggunaan Handphone di Kelurahan Padangmatinggi. Jurnal Nauli, 1(2), 46-53. https://jurnal.ugn.ac.id/index.php/jurnalnauli.Maftukha, N. (2017). Art Therapy Seni Lukis Ekspresif untuk Penderita Gangguan Kejiwaan di Unit Informasi Layanan Sosial (Uils) Meruya. Narada, 4(3), 325-333.Rahmi, R. I., & Asril, A. (2022). My Childhood Memories: Penciptaan Karya Seni Lukis Dekoratif. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 489-496.Seragih, Y. G., & Azis, A. C. K. (2021). Tinjauan Hasil Gambar Ilustrasi Kartun dengan Objek Binatang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 23(2), 302-318.Smith, H., & Roger, T. D. (2009). Practice-led Research, Research-led Practice in the Creative Arts. London: Edinburgh University Press.Sukiakhy, K. M., Zulfan, Z., & Aulia, O. (2022). Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Mental Pada Anak Berbasis Web. Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 6(2), 119-129.Tinambunan, D., Agniaty, N., & Ekayuni, Y. (2021, June). Persoalan Perkembangan Dan Kesehatan Mental Anak Usia 6-12 Tahun pada Masa Pandemi COVID-19: Analisis Hasil-hasil Penelitian Lintas Budaya. In Unusia Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 13-28).Miyarta, I. N., Gunalan, S., & Haryono, H. (2023). Komunikasi Estetik Dalam Visual Lukisan Karya Tarfi Abdullah. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 196-203.
TRANSFORMASI BENTUK ALAM MENJADI MOTIF BATIK DI KECAMATAN ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Pujiana, Pujiana; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51342

Abstract

The batik motifs in the batik jajak lilin house have a simple form that is different from batik motifs in general, therefore the transformation of batik jajak lilin motifs from the original form into a more complex form but does not eliminate the characteristics of the original form. This research aims to analyze the transformation of batik motifs. This research uses descriptive qualitative method using primary and secondary data. The informants in this research are 7 batik artisans and 1 owner at Jajak Lilin batik house. Interview, observation and documentation techniques are the data collection techniques used in this research. The data analysis technique uses the steps of data reduction, data presentation and conclusion. Triangulation was used to test the validity of the data conducted to the owner of Jajak Lilin batik house. The results of the research show that there are several batik motifs that have undergone transformation from the original form into a more complex form, including the situhuak batik motif, which is a transformation of the situhuak fish which is distilled from the situhuak fish skeleton equipped with starfish and terumbukarang motifs. The karambia batik motif is a transformation of the coconut tree which is distilled from the coconut tree equipped with coconut fruit, fronds, and kaluak paku. The rumah gadang batik motif is a transformation of the shape of a gadang house which is distilled from the shape of a gadang house equipped with mangosteen fruit, coconut fruit, flowers, and kaluak paku. The cacao batik motif is a transformation of the cacao fruit distilled from the shape of the cacao fruit complemented by leaves and flowers. The batik motif of the anggang bird is a transformation of the anggang bird that is distilled from the anatomical shape of the anggang bird's body complemented by kalam nails, flowers, and kaluak nails. The kuau bird batik motif is a transformation of the kuau bird distilled from the anatomical shape of the kuau bird's body complemented with kaluak paku, flowers, leaves and female kuau birds.Keywords: motif, transformation. AbstrakMotif batik yang ada di rumah batik jajak lilin memiliki bentuk yang begitu sederhana berbeda dengan motif batik pada umumnya, maka dari itu dilakukan transformasi pada motif batik jajak lilin dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih kompleks tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi motif batik. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Informan pada riset ini adalah 7 orang perajin batik dan 1 orang owner di rumah batik Jajak Lilin. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam riset ini. Teknik analisis data dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Trianggulasi dipakai untuk menguji keabsahan data yang dilakukan kepada pemilik rumah batik Jajak Lilin. Hasil penelitian ada beberapa motif batik yang mengalami transformasi dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih komplek diantaranya motif batik situhuak merupakan transformasi dari ikan situhuak yang distilasi dari kerangka ikan situhuak dilengkapi dengan motif Bintang laut, dan terumbukarang. Motif batik karambia merupakan transformasi dari pohon kelapa yang distilasi dari pohon kelapa dilengkapai dengan buah kelapa, pelepah, dan kaluak paku. Motif batik rumah gadang merupakan transformasi dari bentuk rumaha gadang yang distilasi dari bentuk rumah gadang yang dilengkapi dengan buah manggis, buah kelapa, bunga, dan kaluak paku. Motif batik kakao merupakan transformasi dari buah kakao yang distilasi dari bentuk buah kakao dilengkapi dengan daun, dan bunga. Motif batik burung anggang merupakan transformasi dari burung anggang yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung anggang dilengkapai dengan paku kalam, bunga, dan kaluak paku. Motif batik burung kuau merupakan transformasi dari burung kuau yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung kuau dilengkapai dengan kaluak paku, bunga, daun dan burung kuau betina.Kata Kunci: transformasi, motif. Authors:Pujiana: Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Medan References:Arini, Asti M., & Ambar, B. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta. Andi Offset.Jhonnedi. (2023). œPerubahan Motif Batik. Hasil Wawancara Pribadi:  27 Mei 2023, Universitas Negeri Padang.Kuwala, Norma .R, and Novrita, S. R. (2022) Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08-15. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358.Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Oktora, Nana, and Adriani Adriani. Studi Batik Tanah Liek Kota Padang (Studi Kasus di Usaha Citra Monalisa). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 129-136. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12879.Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2001). Desain dan Dunia Kesenirupaan Indonesia dalam Wacana Transformasi Budaya. Penerbit ITB.Soekanto, Soerjono .1981. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia.Suhersono, H. (2004). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2015). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Yuliarma. (2013). Desain Ragam Hias Sulaman dan Bodir Desain Motif Dasar. Padang: FT UNP.Zaeny, A. (2005). Transformasi Sosial dan Gerakan Islam di Indonesia. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 153-165.https://www.academia.edu/download/58224278/transformasisosialdangerakanislamdiindonesia.pdf.