cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 846 Documents
KOLEKSI MUSEUM ADITYAWARMAN: SEBAGAI SUMBER BELAJAR SENI DAN BUDAYA Syukri, Apdanil; Kurnia Azis, Adek Cerah; Olendo, Yudhistira Oscar; Elpalina, Srimutia; Syam, Christanto
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51471

Abstract

The Adityawarman Museum in West Sumatra plays a significant role in preserving and presenting a diverse collection of Minangkabau culture, encompassing various aspects of art, history, and culture. The aim of this research is to describe the collections of the Adityawarman Museum as one of the sources of learning for art and culture. This is a qualitative study with a descriptive approach. The museum gathers collections that include geologica, biologica, ethnographica, archaeologica, historica, numismatics/heraldry, philologica, ceramics, fine arts, and technology, reflecting a rich and diverse cultural heritage. The museum serves as a non-formal educational institution that can enhance public understanding of history, art, and culture. The Adityawarman Museum plays a strategic role in preserving and communicating the cultural heritage of West Sumatra, and with the right efforts, it can become an engaging and educational learning center for both the current and future generations.Keywords: museum, Adityawarman, collection. learning, culture. AbstrakMuseum Adityawarman di Sumatera Barat memainkan peran penting dalam melestarikan dan menyajikan beragam koleksi budaya Minangkabau yang mencakup berbagai aspek seni, sejarah, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesktipsikan koleksi Museum Adityawarman yang sebagai salah satu sumber belajar seni dan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Museum ini mengumpulkan koleksi yang mencakup geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknologika, yang mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam. Museum berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sejarah, seni, dan budaya. Museum Adityawarman memiliki peran strategis dalam melestarikan dan mengkomunikasikan warisan budaya Sumatera Barat, dan dengan upaya yang tepat, dapat menjadi pusat pembelajaran yang menarik dan mendidik untuk generasi sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci: museum, Adityawarman, koleksi, belajar, budaya. Author:Apdanil Syukri : Universitas Awal BrosAdek Cerah Kurnia Azis : Universitas Negeri MedanYudhistira Oscar Olendo : Universitas TanjungpuraSrimutia Elpalina : Universitas Negeri PadangChristanto Syam : Universitas Tanjungpura References: Azis, A. C. K., Mesra, M., & Sugito, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Micro Teaching Bagi Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 223-229.Burhan, B. (2007). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Public, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kenca.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Padang: Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Propinsi Sumatera Barat.Diana, D. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2015, Padang.Dion, D. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 24 Juni 2015, Padang.Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat Panghulu di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167-173.Maysela, R., Ghozali, I., & Olendo, Y. O. (2016). Manajemen Pengelolaan Sanggar Bantang Dara Irakng Di Desa Durian Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 10(12).Moechtar, M. (1985). Buku Petunjuk Museum Negeri Adityawarman Sumatera Barat. Padang: Proyek Pengembangan Permuseuman Sumatera Barat.Muasri, M. (2012). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 10 Juni 2012, Padang.Muasri, M. (2014). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 12 Februari 2014, Padang.Riza, R. (2014). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2014, Padang.Rizal, R. (2015). œMuseum Adityawarman. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2015, Padang.Zed, M. (2012). œPeran Museum Sebagai Sumber Belajar. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Juli 2012, Padang.
KAJIAN ESTETIKA PERUPA MUDA LUKISAN RIDHA NURSAFITRI BERJUDUL: HEDONISME DALAM PANDANGAN HIDUP MINANGKABAU Lestamega, Vidella Miranda
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.51562

Abstract

In this modern era, everyday human life is interfered with and filled with programs of technological progress and entertainment, which can change people's perspective on life with the introduction of more modern foreign culture. From this, Ridha Nursafitri as a Fine Arts student who cares about her culture (Minangkabau) chose to visualize phenomena that are happening in her environment into a painting because this is considered an interesting issue to be used as a reminder for the community packaged in the form of a work of art. visual. This becomes interesting to research based on the rare idea of art lovers who examine the meaning of paintings that relate to culture and social environmental phenomena in society. The purpose of this painting is to educate the Minangkabau people regarding awareness in responding to the current era regarding traditional Minangkabau culture which is starting to be abandoned and is in danger of being replaced by a more modern culture. This research uses a qualitative approach with descriptive research type. The subject used in this research is a painting by a young artist Ridha Nur Safitri, S.Pd. entitled "Hedonism". The sampling technique uses purpoosive sampling so that the data obtained by researchers finds the meaning of Minangkabau cultural issues behind paintings based on phenomena in the artist's environment. The analysis techniques used include data presentation, data reduction, as well as drawing conclusions and verifying through artists. The results of this research reveal the social phenomena of society and youth in the modern era from the perspective of current Minangkabau culture which has begun to be abandoned through aesthetic studies.Keywords: Culture, Aesthetics, hedonism, PaintingAbstrakPada era modern saat ini kehidupan manusia sehari-hari diinterverensi dan dipadati oleh program-program kemajuan teknologi, hiburan, yang dapat merubah cara pandang hidup manusia dengan masuknya kebudayaan asing yang lebih modern. Dari hal tersebut Ridha Nursafitri sebagai mahasiswa Seni Rupa yang peduli dengan kebudayaannya (Minangkabau) memilih untuk memvisualisasikan fenomena yang sedang terjadi dalam lingkungannya ke dalam sebuah karya seni lukisan karena hal ini dianggap isu menarik untuk dijadikan sebuah pengingat bagi masyarakat yang dikemas dalam bentuk karya seni visual. Ini menjadi menarik untuk diteliti berdasarkan ide yang jarang penikmat seni yang mengkaji makna lukisan yang bersinggungan dengan kebudayaan dan fenomena lingkungan sosial masyarakat. Tujuan penulisan ini untuk mengedukasi masyarakat Minangkabau mengenai kesadaran dalam menyikapi zaman saat ini terkait kebudayaan tradisional Minangkabau yang sudah mulai ditinggalkan terancam digantikan oleh kebudayaan yang lebih modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah lukisan dari seorang perupa muda Ridha Nur Safitri, S.Pd. dengan karya yang berjudul œHedonisme. Teknik pengambilan sampel menggunakan purpoosive sampling agar data yang diperoleh peneliti menemukan makna isu kebudayaan Minangkabau dibalik karya lukis berdasarkan fenomena di lingkungan seniman. Teknik analisis yang digunakan yaitu meliputi penyajian data, reduksi data, serta penarikan simpulan dan verifikasi melalui seniman. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan fenomena sosial masyarakat dan remaja pada era modern dalam perspektif kebudayaan Minangkabau saat ini yang sudah mulai ditinggalkan melalui kajian estetika.Kata Kunci: Kebudayaan, Estetika, hedonisme, LukisanAuthorsVidella Miranda Lestamega : Institut Seni Indonesia YogyakartaReferencesDarsono, SK. (2007). Estetika. Bandung : Rekayasa SainsFranz Magnis-Suseno, Etika Dasar; Masalah-masalah pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius. 1987.Nessya Fitryona, Dwi Mutia Sari, & Maltha Kharisma. (2023). Kajian figure anak kecil dalam lukisan Zirwen Hazry. Jurnal Seni Rupa, 12(02), 1“9. https://doi.org/10.24114/gr.v12i2.49598Asra Ilal Khairi, & Abdul Hafiz. (2022). Kajian estetika lukisan realis kontemporer Drs. Irwan, M.Sn. yang berjudul diujung tanduk. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1). https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.34129Hendi Linggarjati. (2015). Hendra Buana dan seni lukis kaligrafinya (kajian biografi dan estetika). Journal Of Contemporary Indonesian Art, 1(01), 1“10. https://doi.org/10.24821/jocia.v1i1.1745 Muhadjir, Noeng. 1998. Metodologi Penelitian Kualitatif Pendekatan Positivistik, Rasionalistik, Phenomenologik, dan Realisme Metaphisik Telaah Studi Teks dan Penelitian AgamaMoleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Soemardjo, Jakob. (2000), Filsafat Seni, Penerbit ITB, Bandung.Sepriadi, Antonius. 2010. Pengaruh Gaya Hidup yang Hedonisme dengan Pelanggaran Kode Etik UNILA pada Mahasiswa Lampung Angkatan 2007-2009. Lampung : Universitas Lampung (UNILA).Bangkit Sanjaya, & Yossi Pransiska Ayu Citra. (2022). Fenomena aku setelah pandemi covid-19 sebagai ide penciptaan karya seni lukis. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 1“7. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33867
GLITCH ART SEBAGAI REFLEKSI MEMORI MANUSIA YANG RAPUH: SEBUAH PENCIPTAAN KARYA SENI Kuntoro, Hadiyan Yusuf
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52291

Abstract

AbstractIn the era that has entered the digital revolution, academic publication articles on the creation of digital-based fine art are still not widely found compared to the creation of conventional fine art. One area of the digital art creation that has a limited number of academic publication articles is the creation of glitch art. In this article, the creation of glitch art is presented along with the explanation of the definition of glitch art, the methods of creation, the technical embodiment, and the concrete artworks. The creation method follows the nine stages of creation: preparation, concentration, incubation, ideation, insight, verification, planning, production, and validation. Glitch art as the visual idea is used as an object to express the creative idea about the fragility of human memory. The technique used in the artwork creation is data bending. By utilizing the digital visual data as the metaphor for memory, the distortion process is carried out to create artistic expressions in the artworks. The application used in the distortion process is Audacity, an open-source digital audio editor application software. The purpose of this article is to enrich the variety of academic publication articles on the topic of fine art creation which are still dominated by the conventional fine art creation articles.Keywords: digital art, glitch art, memory, data bending, contemporary art.AbstrakDi era revolusi digital, paparan dalam ranah publikasi ilmiah mengenai penciptaan seni rupa berbasis digital masih belum banyak ditemukan dibandingkan dengan penciptaan seni rupa konvensional. Salah satu cabang dari penciptaan seni rupa digital yang paparan publikasi ilmiahnya masih terbatas adalah tentang penciptaan karya glitch art. Dalam artikel ini, penciptaan karya glitch art dipaparkan dengan penjelasan perihal definisi glitch art, metode penciptaan, teknis perwujudan, dan wujud konkret karya. Metode penciptaan karya mengikuti sembilan tahapan penciptaan, yaitu preparation, concentration, incubation, ideation, insight, verification, planning, production, dan validation. Glitch art sebagai gagasan visual dijadikan wadah untuk mengekspresikan gagasan kreatif kerapuhan memori manusia. Teknik yang digunakan dalam penciptaan karya adalah data bending. Dengan memanfaatkan data visual digital sebagai metafora dari memori, proses distorsi dilakukan guna menciptakan ungkapan-ungkapan yang artistik dalam karya. Aplikasi yang digunakan dalam proses distorsi adalah Audacity, sebuah aplikasi edit audio digital berbasis open-source. Artikel penciptaan ini bertujuan untuk memperkaya ragam artikel penciptaan pada publikasi ilmiah yang selama ini masih didominasi oleh artikel penciptaan seni rupa konvensional.Kata Kunci: seni digital, glitch art, memori, data bending, seni kontemporer Author:Hadiyan Yusuf Kuntoro : Institut Seni Indonesia Yogyakarta ReferencesAbdullah, A. M. (2021). Paradoks Bunuh Diri sebagai Ide dalam Penciptaan Karya Seni Grafis. Journal of Contemporary Indonesian Art, 7(1). 50-56. https://doi.org/10.24821/jocia.v7i1.5276Adam, S. (2018). Seni Lukis sebagai Refleksi Ketidakberdayaan dan Keterpinggiran Cokek. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(1), 1-8. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i1.323Adityatama, R. (2020). Apresiasi pada Film Menumbuhkan Rasa Empati sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(2), 121-129. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i2.5113Asa, F. O., Ahdi, S., & Elpatsa, A. (2021). Fenomena Korupsi: Tikus sebagai Inspirasi Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 508-514. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28059Ayuningtari, A. W. K. (2022). Youth Cyberbullying sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 521-528. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39164Botella, M., Zenasni, F., & Lubart, T. (2011). A Dynamic and Ecological Approach to the Artistic Creative Process of Arts Students: An Empirical Contribution. Empirical Studies of the Arts, 29(1), 17-38. https://doi.org/10.2190/EM.29.1.bBullot, N. J., Seeley, W. P., & Davies, S. (2017). Art and Science: A Philosophical Sketch of Their Historical Complexity and Codependence. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 75(4), 453-463. https://doi.org/10.1111/jaac.12398Cahyono, E. (2020). Kehidupan Fauna sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Patung. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 28-37. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.4722Crowther, P. (2008). Ontology and Aesthetics of Digital Art. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 66(2), 161-170. https://doi.org/10.1111/j.1540-6245.2008.00296.xden Heijer, E. (2013). Evolving Glitch Art. Dalam P. Machado, J. McDermott, A. Carballal (Eds.), Evolutionary and Biologically Inspired Music, Sound, Art and Design (pp. 109-120). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-642-36955-1_10Dickerson, B. C., & Eichenbaum, H. (2010). The Episodic Memory System: Neurocircuitry and Disorders. Neuropsychopharmacology, 35(1), 86-104. https://doi.org/10.1038/npp.2009.126Faruq, U., & Hamzah, A. (2022). Living Qur™an dalam Karya Seni Lukis. Journal of Contemporary Indonesian Art, 8(2). 122-131.Fritz, D. (2016). International Networks of Early Digital Arts. Dalam C. Paul (Ed.), A Companion to Digital Art (pp. 46-68). John Wiley & Sons Inc. https://doi.org/10.1002/9781118475249.ch2Galanter, P. (2016). Generative Art Theory. Dalam C. Paul (Ed.), A Companion to Digital Art (pp. 146-180). John Wiley & Sons Inc. https://doi.org/10.1002/9781118475249.ch5Goodfellow, P. (2022). Channelling the Unknown: Noise in Art Ecosystems. Arts, 11(2), 39. https://doi.org/10.3390/arts11020039Hidayatulloh, T. I. I. (2022). Visualisasi Ibu dan Ayah dalam Karya Patung Assembling. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 505-512. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39923Kane, C. L. (2016). GIFs that Glitch: Eyeball Aesthetics for the Attention Economy. Communication Design, 4(1-2), 41-62. http://doi.org/10.1080/20557132.2016.1275478Kemper, J. (2023). Glitch, the Post-digital Aesthetic of Failure and Twenty-First-Century Media. European Journal of Cultural Studies, 26(1), 47-63. https://doi.org/10.1177/13675494211060537Kusrini. (2016). Fotografi Jalanan: Membingkai Kota dalam Cerita. Journal of Urban Society™s Arts, 3(2), 102-109. https://doi.org/10.24821/jousa.v3i2.1482Liffa, M., & Sihite, O. (2023). Coffee Shop sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Kaca dengan Teknik Reverse. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 70-78. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.40961Lilipaly, M. R. H., & Wiyono. (2022). Visualisasi Garis Tangan Biografi Tokoh sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis. Journal of Contemporary Indonesian Art, 8(1), 39-48.Menkman, R. (2011). The Glitch Moment(um). Institute of Network Cultures. https://networkcultures.org/_uploads/NN%234_RosaMenkman.pdfMigotuwio, N. (2020). Aspek Komunikasi Visual dan Estetika pada Karya Desain Grafis Bergaya Glitch Art. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(1), 48-64. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i1.3901Peña, E., Dobson, T. M., & Juárez, O. (2017). Pixualization: Glitch Art and Data Visualization. InfoDesign - Revista Brasileira De Design Da Informação (InfoDesign - Brazilian Journal of Information Design), 14(1), 89-105. https://doi.org/10.51358/id.v14i1.502Prastyo, I. D., & Zarkasi, M. S. (2019). Wujud Rasa Syukur sebagai Keluarga Petani dalam Visual Karya Seni Grafis. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik, dan Wacana Seni Budaya Rupa, 11(1), 52-69. https://doi.org/10.33153/brikolase.v11i1.2675Puyt, R. W., Lie, F. B., & Wilderom, C. P. M. (2023). The Origins of SWOT Analysis. Long Range Planning, 56(3), 102304. https://doi.org/10.1016/j.lrp.2023.102304Qeis, M. I., & Azizi, M. F. (2017). Eksplorasi Visual Psychedelic Experience Melalui Ilustrasi Berbasis Seni Psychedelic. Jurnal Desain, 4(3), 275-281. http://dx.doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i03.1608Read, S., Comas-Herrera, A., & Grundy, E. (2020). Social Isolation and Memory Decline in Later-life. The Journal of Gerontology: Series B, 75(2), 367-376. https://doi.org/10.1093/geronb/gbz152Shaw, D. B. (2020). The Aesthetics of Retrieval: Beautiful Data, Glitch Art, and Popular Culture. Anthropocenes - Human, Inhuman, Posthuman, 1(1), 13. https://doi.org/10.16997/ahip.15Sufajar, H. B. (2020). Barang Sehari-hari sebagai Metafor dalam Penciptaan Seni Patung. Journal of Contemporary Indonesian Art, 6(2), 101-106. https://doi.org/10.24821/jocia.v6i2.5098Wiggins, R. H., Davidson, H. C., Harnsberger, H. R., Lauman, J. R., & Goede, P. A. (2001). Image File Formats: Past, Present, and Future. RadioGraphics, 21(3), 789-798. https://doi.org/10.1148/radiographics.21.3.g01ma25789
PENGGUNAAN POLA DASAR SISTEM PAMELA C. STRINGER PADA BENTUK TUBUH GEMUK PENDEK WANITA INDONESIA Khaira, Naila Dinana; Ernawati, Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52601

Abstract

Obese women have difficulty in finding clothes that suit their body shape. Therefore, a pattern system is needed that suits the body shape of a short fat woman. Therefore, it is necessary to test a pattern system originating from Europe where the majority of women are large, one of which is the archetype of the Pamela C. Stringer system. The archetype of Pamela C. Stringer's system has not yet been known to fit short fat body shapes. The purpose of this study is to describe weaknesses and advantages, how to improve weaknesses and archetypal conformity of the Pamela C. Stringer system on the short fat body shape of Indonesian women. This type of research is applied research. The object of study was an Indonesian woman with a short fat body shape (height 152 cm, and body weight 66 kg). The research instrument used is a questionnaire. The assessment was conducted by 3 experienced, trained, and competent panelists to assess the archetypal results of the Pamela C. Stringer system on short fat body shapes. The panelists used were FPP UNP fashion lecturers. The data analysis technique used is descriptive statistics. The results showed that the archetype of Pamela C. Stringer's system has 5 weaknesses. Weaknesses in the basic body pattern are found in 1) narrow neck circumference 2 cm, 2) shoulder line shifted back 0.5 cm and short shoulder length 1 cm, 3) short back length 1 cm. Weaknesses in the skirt archetype are found in 1) Pelvic height less than 1 cm, 2) Narrow pelvic circumference 4 cm. The archetypal adjustment of the Pamela C. Stringer system is obtained by correcting the weaknesses found so that this pattern is appropriate and can be used on the short fat body shape of Indonesian women.Keywords: Pamela Stringer pattern, short chubbyAbstrakWanita gemuk kesulitan dalam menemukan busana yang sesuai dengan bentuk tubuhnya. Oleh karena itu diperlukan sistem pola yang sesuai dengan bentuk tubuh wanita gemuk pendek. Karenanya perlu diujicobakan sistem pola yang berasal dari Eropa yang mayoritas wanita berbadan besar, salah satunya pola dasar sistem Pamela C. Stringer. Pola dasar sistem Pamela C. Stringer belum diketahuhi kesesuaiannya pada bentuk tubuh gemuk pendek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelemahan dan kelebihan, cara memperbaiki kelemahan dan kesesuaian pola dasar sistem Pamela C. Stringer pada bentuk tubuh gemuk pendek wanita Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan. Objek penelitian adalah wanita Indonesia dengan bentuk tubuh gemuk pendek (tinggi 152 cm, dan berat badan 66 kg). Instrument penelitian yang digunakan adalah angket. Penilaian dilakukan oleh 3 orang panelis yang berpengalaman, terlatih, dan kompeten untuk menilai hasil pola dasar sistem Pamela C. Stringer pada bentuk tubuh gemuk pendek. Panelis yang digunakan adalah dosen tata busana FPP UNP. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dasar sistem Pamela C. Stringer memiliki 5 kelemahan. Kelemahan pada pola dasar badan terdapat pada 1) Lingkar leher sempit 2 cm, 2) Garis bahu bergeser kebelakang 0,5 cm dan panjang bahu pendek 1 cm, 3) Panjang punggung pendek 1 cm. Kelemahan pada pola dasar rok terdapat pada 1) Tinggi Panggul kurang 1 cm, 2) Lingkar panggul sempit 4 cm. Penyesuaian pola dasar sistem Pamela C. Stringer diperoleh dengan cara memperbaiki kelemahan yang ditemukan sehingga pola ini sudah sesuai dan dapat digunakan pada bentuk tubuh gemuk pendek wanita Indonesia.Kata Kunci: Pola Pamela Stringer, gemuk pendek Authors:Naila Dinana Khaira : Universitas Negeri PadangErnawati : Universitas Negeri PadangReferencesAgusti, R., Zahri, W., & Nelmira, W. (2015). Kesesuaian Pola Dasar Lucia Mors De Castro Pada Bentuk Tubuh Wanita Ideal. Journal Of Home Economics And Tourism, 8(1).Aprilia, I., & Sugiyem, S. (2020). Analisis Hasil Pembuatan Blus Menggunakan Pola Sistem Soen Dan Danckaerts Pada Wanita Bertubuh Pendek Gemuk. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 15(1).Ernawati, E., Izwerni, I., & Nelmira, W. (2008). Tata Busana Smk Jilid 2. In Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Kejuruan.Fadillah, R. R., & Adriani, A. (2019). Kesesuaian Pola Kemeja Pria Sistem Aldrich Terhadap Pria Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 36-42. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12753Hanifah, H., & Ernawati, E. (2019). Kesesuaian Pola Celana Sistem Charmant Pada Wanita Dewasa Indonesia Bertubuh Ideal. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 358-362. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.15265Harmelia, C., & Yuliarma, Y. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515-521. https://garuda.kemdikbud .go.id/documents/detail/2524005Hidayah, N., & Yasnidawati, Y. (2019). Penyesuaian Pola Dasar Busana Sistem Indonesia Untuk Wanita Indonesia Dengan Bentuk Badan Gemuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 222-230. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.13595Hurlock, E. . (2004). Psikologi Pengembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.Agusti, R., Zahri, W., & Nelmira, W. (2015). Kesesuaian Pola Dasar Lucia Mors De Castro Pada Bentuk Tubuh Wanita Ideal. Journal Of Home Economics And Tourism, 8(1).Aprilia, I., & Sugiyem, S. (2020). Analisis Hasil Pembuatan Blus Menggunakan Pola Sistem Soen Dan Danckaerts Pada Wanita Bertubuh Pendek Gemuk. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 15(1).Ernawati, E., Izwerni, I., & Nelmira, W. (2008). Tata Busana Smk Jilid 2. In Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Kejuruan.Fadillah, R. R., & Adriani, A. (2019). Kesesuaian Pola Kemeja Pria Sistem Aldrich Terhadap Pria Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 36-42. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12753Hanifah, H., & Ernawati, E. (2019). Kesesuaian Pola Celana Sistem Charmant Pada Wanita Dewasa Indonesia Bertubuh Ideal. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 358-362. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.15265Harmelia, C., & Yuliarma, Y. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515-521. https://garuda.kemdikbud .go.id/documents/detail/2524005Hidayah, N., & Yasnidawati, Y. (2019). Penyesuaian Pola Dasar Busana Sistem Indonesia Untuk Wanita Indonesia Dengan Bentuk Badan Gemuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 222-230. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.13595Hurlock, E. . (2004). Psikologi Pengembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.Khairunnisa, A., & Syukri Arbi, A. (2019). Good Sensory Practices Dan Bias Panelis. Universitas Terbuka, 1“29.Maharani, A. (2015). Begini Jeritan Hati Para Gadis Gemuk Yang Susah Cari Baju. Fimela, 1“11. Https://Www.Fimela.Com/Lifestyle/Read/2297262/Begini-Jeritan-Hati-Para-Gadis-Gemuk-Yang-Susah-Cari-BajuMonica, R. D. (2020). Penyesuaian Pola Dasar Sistem Nathanael Suryadi Pada Bentuk Tubuh Wanita Gemuk Di Indonesia (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Padang).Monica, A. (2020). Pengertian Bentuk Tubuh Manusia Dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Https://Www.Kompas.Com/Skola/Read/2020/08/28/080000769/Pengertian-Bentuk-Tubuh-Manusia-Dan-Faktor-Yang-MempengaruhinyaNisa, G., Setyowati, E., & Musdalifah. (2015). Efektivitas Penggunaan Pola Kombinasi Dalam Pembuatan Busana Pesta Siswa Tata Busana Smk Syafi ™ I Akrom Pekalongan. Teknobuga, 2(1), 50“59.Hasanah, N., Yasnidawati, Y., & Nelmira, W. (2015). Penyesuaian Pola Dasar Sistem Danckaerts Pada Wanita Bertubuh Gemuk Pendek. Journal Of Home Economics And Tourism, 8(1).Pratomi, R., & Zuhnikhayati, E. (2018). Analisis Hasil Pas Suai Gaun Casual Untuk Wanita Bertubuh Gemuk Dengan Pola Dasar Sistem Bunka Dan So-En. Jurnal Pendidikan Tata Busana, 1“12.Putri,  Andini Meutia (Universitas Negeri Padang). (2021). Kesesuaian Pola Dasar Sistem Pamela C Stringer Pada Bentuk Tubuh Ideal Wanita Indonesia. 15018, 1“23.Putri, M. A., & Ernawati, E. (2020). Kesesuaian Pola Dasar Sistem Pamela C. Stringer Pada Bentuk Tubuh Ideal Wanita Indonesia. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 3(11), 12“17.Qomariah,  Ana (Universitas N. P. (2013). Kesesuaian Pola Dasar Sistem Djati Praiwi Pada Wanita Dewasa Bertubuh Ideal.Rachmania. (2012). Analisis Tingkat Kenyamanan Gaun Berukuran L Yang Dibuat Menggunakan Pola Meyneke Dan Pola So-En. Jurnal Pendidikan, 37“43. Http://Repository.Um.Ac.Id/48968/Rahmiati, Hayatunnufus, N. (2006). Perbedaan Kesesuaian Pola Dasar Sistem J.H.C Meyneke Terhadap Bentuk Tubuh Wanita Dewasa Kurus Tinggi, Sedang Dan Gemuk Pendek. Http://Repository.Unp.Ac.Id/31855/1/Kki_Rahmiati_16_2006.PdfRieka, D. (2016). Kesalahan Berbusana Yang Wajib Dihindari Wanita Gemuk. Semarang Coret, 8“11.https://Www.Semarangcoret.Com/2016/11/Kesalahan-Berbusana-Yang-Wajib.HtmlSaraswati, I. S., & Sabatari, W. (2021). Pas Suai Hasil Pembuatan Blus Dengan Pola Dasar Sistem Meyneke Dan Sistem Danckaerts Untuk Wanita Bertubuh Pendek Gemuk Fitting Results Of Blouse Making With Meyneke Basic Pattern System And Danckaerts System For Short Fat Woman.Stringer, C. P. (1996). Pattern Drafting For Dressmaking (4th Ed.). B.T Batsford L.Td.Syafri, H. (2007). Modul Konstruksi Busana Wanita. 4“6.Wolipop. (2014). Ketika Wanita Bertubuh Gemuk Sulit Mencari Baju. Wolipop Detik.Com, 1“5. Https://Wolipop.Detik.Com/Fashion-News/D-2597006/Ketika-Wanita-Bertubuh-Gemuk-Sulit-Mencari-BajuYuliarma. (1989). Membuat Pakaian Dengan Pola Standard. http://repository.unp.ac.id/44 692/1/KKI_YULIARMA_1836_1989.pdfYuliarma, Y. (2016). Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana. http://repository.unp.ac.id/21 979/1/DASAR-DASAR%20TEKNIK.pdfZikra, H., & Adriani, A. (2019). Kesesuaian Pola Celana (Pantalon) Sistem Aldrich Untuk Pria Dewasa Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 99. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12849Zikra, H., & Adriani, A. Kesesuaian Pola Celana (Pantalon) Sistem Aldrich Untuk Pria Dewasa Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 99-104. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12849
PENGEMBANGAN KOMPOSISI PADA OBJEK RAGAM HIAS DALAM KARYA BATIK: EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI Budiman, Budiman; Pertiwi, Annisa Bela; Benyamin, M. Firdaus
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52819

Abstract

The design elements within a composition play a crucial role in creating beautiful and meaningful works of art, such as the decorative patterns in Batik compositions. The process of learning to create compositions by exploring decorative patterns in Batik compositions is the focus of this research as a model for developing composition creation. The aim is to explain: 1) the exploration of creation, and 2) media implementation. This research employs a qualitative approach and a case study method. Data collection techniques are focused on literature studies, which are then analyzed, followed by design studies to generate composition patterns that will serve as an alternative model for composition creation. The results of the research demonstrate the creative process involving the exploration of decorative patterns in Batik compositions through various stages. The implementation of the Batik design compositions will be applied to clothing as a medium. The findings of this research are expected to provide recommendations as a prototype composition model in the design of Batik compositions. Moreover, it can serve as a valuable guide for educational institutions in the field of visual arts, Batik craftsmen, and, of course, assist in the efforts to promote Batik as a cultural heritage of the world.Keywords: Composition, Decorative Patterns, Exploration, BatikAbstrakUnsur desain dalam komposisi memiliki peran penting dalam menciptakan karya seni yang indah dan bermakna salah satunya ragam hias dalam komposisi pada Batik. Proses pembelajaran membuat komposisi dengan mengekplorasi ragam hias dalam komposisi Batik merupakan fokus penelitian sebagai model pengembangan membuat komposisi.Tujuannya untuk menjelaskan; 1) eksporasi penciptaan 2) Implementasi media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data difokuskan pada studi literature yang dinalisis kemudian dilakukan studi desain untuk menghasilkan pola komposisi yang akan menjadi model alternatif membuat komposisi. Hasil dari penelitian menunjukkan proses penciptaan dengan eksplorasi ragam hias pada komposisi Batik dengan beberapa tahapan. Implementasi dari komposisi desain batik akan diterapkan pada media pakaian. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi sebagai prototype model komposisi dalam perancangan komposisi Batik. Selain itu dapat menjadi panduan berharga pada institusi pendidikan bidang seni rupa, pengrajin batik dan tentunnya membantu dalam upaya mempromosikan warisan budaya Batik sebagai warisan budaya dunia.Kata Kunci: Komposisi, Ragam hias, Eksplorasi, Batik Authors:Budiman : Universitas WidyatamaAnnisa Bela Pertiwi : Universitas WidyatamaM. Firdaus Benyamin : Universitas WidyatamaReferencesAndrea Revinta. (2023). Perancangan Buku Informasi Kuliner Khas Kepulauan Anambas. Universitas Multimedia Nusantara.Ayu, G., Dindayanti, K., Angendari, M. D., & Widiartini, N. K. (2023). Perkembangan Ragam Hias Kain Tenun Endek Lukis DI. 20(2), 115“125.Hasanudin. (2001). Batik pesisiran, Melacak Pengaruh Etos dagang Santri Pada ragam Hias batik. Kiblat Buku Utama.Kurotaa, U. (2018). Motif Batik Bali Buketan. Budaya Indonesia. https://budaya-indonesia.org/Motif-Batik-Bali-BuketanKuwala Resfi Norma.(2022). Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya. Gorga : Jurnal Seni Rupa.Vol 11.Lina, A. (2014). Teknik Eksplorasi Dan Eksploitasi. https://www.scribd.com/presentation/217444489/Teknik-Eksplorasi-Dan-EksploitasiNisa, A. (2023). 8 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang Diakui UNESCO, Ada Wayang hingga Kapal Pinisi. Bobo.Id. https://bobo.grid.id/read/083666689/8-warisan-budaya-tak-benda-indonesia-yang-diakui-unesco-ada-wayang-hingga-kapal-pinisi?page=all#:~:text=Menurut UNESCO%2C warisan budaya tak,dari warisan budaya tak benda.Norma Resfi.(2022). Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya. Gorga : Jurnal Seni Rupa.Vol 11.Nugroho, H. (2020). Pengertian Motif Batik dan Filosofinya. Balai Besar Kerajinan Dan Batik. https://bbkb.kemenperin.go.id/index.php/post/read/pengertian_motif_batik_dan_filosofinya_0Qoimah, H. (2012). Karakteristik Batik Motif Sekar Jagad Yogyakarta Skripsi [Universitas Negeri Yogyakarta]. http://eprints.uny.ac.id/27606/1/Hafsah Qoimah%2C 07207241004.pdfRahmadina Wahyu. (2022). Perancangan Batik Tulis Dengan Inspirasi Terciptanya Tari Eklek Pacitan. Gorga : Jurnal Seni Rupa.Vol 11.SMP, A. (2021). Mempelajari Ragam Motif Batik, Warisan Budaya Indonesia. Direktorat Sekolah Menengah Pertama. https://ditsmp.kemdikbud.go.id/mempelajari-ragam-motif-batik-warisan-budaya-indonesia/Wardaya, M., & Tak, P. N. (2021). Penggunaan Nirmana-Komposisi Tak Berbentuk Pendahuluan Prinsip-prinsip Desain. 14(2), 114“123. 
PAKAIAN PENGHULU: WARISAN BUDAYA DAN IDENTITAS LOKAL DI KANAGARIAN DURIAN TINGGI, KAPUR IX, LIMA PULUH KOTA Putri, Nayla; Suci, Puji Hujria; Hadiastuti, Hadiastuti
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52822

Abstract

The headman's clothes were passed down from generation to generation from the previous headman so that the clothes that exist today are inherited from the elders. All aspects of life in Minangkabau culture have rules, all regulated by customary rules. One of the things regulated in the traditional rules of Minangkabau traditional culture is traditional clothing. Penghulu traditional clothing has its own form, function and meaning, along with the times, the form, function and meaning of traditional penghulu clothing can change. If the shape of a piece of clothing changes, it will also change the function and meaning of the piece of clothing, as is the case with the clothes of the ruler, many people do not know about this. Many people do not know and understand the form, function and meaning of the headman's clothing. The aim of this research is to describe the form, function and meaning of the headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX district, Lima Puluh Kota regency. This is qualitative research with descriptive methods. The instruments in this research were the researchers themselves with observation guides, interviews, recording devices (cellphones) and writing instruments. The data used comes from observations and informants, namely the headman, village elders, soko and the community. From this research data, the form, function and meaning of the headman's clothing was found in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency. The headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi is kopiah hitam balilik, baju hitam, sarawa hitam gadang kaki, sisampiang, cawek (ikat pinggang), selendag, keris, dan tarompa. Each form of headman's clothing has a function and meaning. The function of the headman's clothing in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency, is a symbol of prosperity for the troops and as a marker as a bearer of the title of headman, each part of the headman's clothing has a meaning, the meaning of the headman's clothing as a whole in Kanagarian Durian Tinggi, Kapur IX District, Lima Puluh Kota Regency in each set of headman clothing have a philosophy in the form of the headman's duties, the way the headman behaves, and the taboos for a headman.Keywords : Clothing, Penghulu, Form, Function, MeaningAbstrakPakaian penghulu diwariskan secara turun temurun dari penghulu sebelumnya, pakaian yang ada saat ini, adalah peninggalan para tetua. Segala rangkaian kehidupan dalam kebudayaan Minangkabau mempunyai aturan, seluruhnya diatur dalam aturan adat. Salah yang diatur dalam aturan  adat  pada budaya adat Minangkabau adalah pakaian adat. Pakaian adat penghulu memiliki bentuk, fungsi dan makna tersendiri, seiring dengan perkembangan zaman bisa mengubah bentuk, fungsi dan makna dari pakaian adat penghulu. Jika bentuk  dari sebuah pakaian berubah maka juga akan merubah fungsi dan makna dari sebuah pakaian begitupun dengan pakaian penghulu banyak masyarakat yang tidak megetahui akan hal itu. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan memahami bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Ini merupaka penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan panduan observasi, wawancara, alat perekam (handphone) dan alat tulis. Data yang digunakan berasal dari hasil observasi dan informan yaitu penghulu, tetua kampung, soko dan masyarakat. Dari data penelitian ini ditemukan bentuk, fungsi dan makna pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota. Pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi yaitu kopiah hitam balilik, baju hitam, sarawa hitam gadang kaki, sisampiang, cawek (ikat pinggang), selendag, keris, dan tarompa. Tiap bentuk dari pakaian penghulu memiliki fungsi dan makna. Fungsi pakaian penghulu di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu lambang kebeseran bagi pasukuan dan sebagai penanda sebagai pembawa gelar penghulu, setiap bagian-bagian pakaian penghulu memiliki makna, makna pakaian penghulu secara keseluruhan di Kanagarian Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota pada tiap perangkangkat pakaian penghulu memiliki filosofi berupa tugas-tugas penghulu, cara penghulu bersikap, serta pantangan bagi seorang penghulu.Kata kunci: Pakaian, Penghulu, Bentuk, Fungsi, Makna Authors:Nayla Putri : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri PadangHadiastuti : Universitas Negeri Padang ReferencesBudiwirman, & Syafwandi. (2019). Hermeneutika Songket sebagai Pakaian Adat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 08, 1“9.Desmaleni, R., Efi, A., & Yuliarma. (2014). Studi Tentang Desain Ragam Hias Pakaian Pengantin Tradisional Lubuk Begalung Padang. In Journal of Home Economics and Tourism (Vol. 6, Issue 2, pp. 1“16). https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=studi+tentang+desain+ragam+hias+pakaian+pengantin+tradisional+lubuk+begalung+padang&btnG=Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat Panghulu Di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Hermalia, C., & Yuliarma. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.29093Jacobus, S. I. W., & Sumarauw, J. S. (2018). Analisis Sistem Manajemen Pergudangan Pada Cv. Pasific Indah Manado Warehousing Management System Analysis on Cv. Pasific Indah Manado. Analisis Sistem Manajemen¦¦ 2278 Jurnal EMBA, 6(4), 2278“2287.Muzaiyanah. (2015). Jenis Makna Dan Perubahan Makna. Wardah, 25, 145“152.Putri, R. N. (2023). Perubahan kombinasi warna busana adat pengantin tradisional wanita lintau buo sumatera barat. 1(1), 21“26.Sagala, G., Mesran, M., Sutiksno, D. U., Yuhandri, Y., & Suginam, S. (2017). Perancangan Aplikasi Pembelajaran Pakaian Adat Asli Indonesia Berbasis Multimedia Dan Web Menerapkan Metode Computer Assisted Instruction (Cai). JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), 4(4), 12“15. http://www.stmik-budidarma.ac.id/ejurnal/index.php/jurikom/article/view/711Sola, E. (2020). œ BUNDO KANDUAN G MINANGKABAU Vs. KEPEMIMPINAN. 4(1), 346“359.Surasetja, R. I. (2007). Fungsi, ruang, bentuk dan ekspresi dalam arsitektur. Bahan Kuliah, 1“13.Wirandi, R., & B. P., M. M. (2021). Fungsi Musik Dalam Upacara Perayaan Ritual Thaipusam Etnis Hindu Tamil Di Banda Aceh. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 415. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28379Yuliarma. (2016). Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana. 1“11. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Dasar-Dasar+Teknik+Pembuatan+Busana&btnG=Yunus, R. R., Efi, A., & Yuliarma. (2014). STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN TRADISIONAL KURAI BUKITTINGGI. 1“21. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=STUDI+TENTANG+BUSANA+PENGANTIN+TRADISIONAL+KURAI+BUKITTINGGI&btnG= 
PENGARUH MORDAN TERHADAP HASIL ECOPRINT DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) PADA BAHAN KATUN Arsa, Fawzia; Adriani, Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52845

Abstract

Japanese papaya is one of the plants that can be utilized as an ecoprint textile motif, which has finger-shaped leaves, pointed leaf tips, and contains tannin dye. The aim of this research is to describe the name of the color (hue), the clarity of the shape of the leaf motif, the washing resistance and the influence of whiting and tunjung mordant on the clarity of the leaf motif shape and the washing resistance. This research is experimental research. The data in this study used primary data with a data collection method in the form of a questionnaire distributed to 18 respondents. The data analysis technique uses frequency percentages using the SPSS program with the Friedman K-Related Sample Test. Based on the results of the ecoprint experiment of Japanese papaya leaves on cotton using whiting mordant, the color name (hue) obtained was muddy waters brown and tunjung mordant produced the color name (hue) dark olive green. The clarity of the shape of the Japanese papaya leaf ecoprint motif using whiting and tunjung mordant produces a clear category. The washing resistance obtained by the Japanese papaya leaf ecoprint using whiting mordant was good, while tunjung mordant was very good. The results obtained from the Friedman K-Related test on the clarity of the motif shape were 0.000<0.05, Ho was rejected, indicating that there was a difference due to the influence of the use of whiting and tunjung mordant on the clarity of the leaf motif shape. The results of washing resistance of whiting mordant were 0.000<0.05. The washing resistance obtained by Tunjung mordant was 0.003<0.05. This shows that there are differences due to the use of whiting and tunjung mordant on washing resistance.Keywords: influence, mordant, ecoprint, Japanese papayaAbstrakSalah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai motif tekstil dengan teknik ecoprint yaitu pepaya jepang, yang memiliki bentuk tulang daun menjari, ujung daun runcing, dan mengandung zat warna tanin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nama warna (hue),  kejelasan bentuk motif daun, ketahanan cuci dan pengaruh mordan kapur sirih dan tunjung terhadap kejelasan bentuk motif daun dan ketahanan cuci. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner disebarkan kepada 18 responden. Teknik analisis data menggunakan persentase frekuensi menggunakan bantuan program SPSS  dengan Uji Friedman K-Related Sample. Berdasarkan hasil eksperimen ecoprint daun pepaya jepang pada bahan katun menggunakan mordan kapur sirih nama warna (hue) yang diperoleh adalah muddy waters brown dan mordan tunjung menghasilkan nama warna (hue) dark olive green. Kejelasan bentuk motif ecoprint daun pepaya jepang menggunakan mordan  kapur sirih dan tunjung menghasilkan kategori jelas. Ketahanan cuci yang didapatkan ecoprint daun pepaya jepang menggunakan mordan kapur sirih adalah baik, sedangkan mordan tunjung adalah sangat baik. Hasil yang didapatkan dari uji Friedman K-Related  terhadap kejelasan bentuk motif ialah 0,000<0,05, Ho ditolak, menunjukkan terdapatnya perbedaan akibat pengaruh penggunaan mordan kapur sirih dan tunjung terhadap kejelasan bentuk motif daun. Hasil ketahanan cuci mordan kapur sirih ialah 0,000<0,05. Ketahanan cuci yang diperoleh mordan tunjung ialah 0,003<0,05. Hal ini menunjukkan terdapatnya  perbedaan akibat penggunaan mordan kapur sirih dan tunjung pada ketahanan cuci.Kata Kunci: pengaruh, mordan, ecoprint, pepaya jepang Authors:Fawzia Arsa : Universitas Negeri PadangAdriani : Universitas Negeri Padang References:A`inayah, I., & Sulandjari, S. (2018). Pengaruh Jenis dan Massa Mordan Terhadap Hasil Pewarnaan Alami Buah Galing pada Jaket Batik Bahan Denim. e-Journal, 07(01), 28“33.Adriani, & Atmajayanti, C. (2023). PENGARUH MORDAN TUNJUNG DAN KAPUR SIRIH TERHADAP HASIL Ecoprint Daun Iler (Coleus Scutellarioides Linn. Benth). Gorga Jurnal Seni Rupa, 12(01), 231“236.Arif, W. F. (2019). Uji Coba Warna Daun Sirih Merah dengan teknik Pounding dan Steam. Seni Rupa, 07(02), 73“84.Awwalie, I. Q. (2022). Pengaruh Frekuensi Pencelupan dan Jenis Mordan dari Ekstrak Daun Ketapang sebagai Pewarna Alami Kain Batik. Jurnal Narada, 9(2), 169“182. https://doi.org/10.2241/narada.2022.v9.i2.004Budiyono. (2008). Kriya Tekstil. Departemen Pendidikan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.Dailala, I. (2018). Karakteristik Morfologi dan Anatomi Chrysanthemum Morifolium Ramat. Var. Puspita Nusantara dan Var. Tirta Ayuni serta Chrysanthemum Indicum L. Var. Mustika Kaniya sebagai Sumber Belajar pada Mata Kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Universitas Islam Negeri Walisongo.Fatihaturahmi, & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Perbedaan Mordan Tawas dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Daun Sawo Menggunakan Bahan Sutera. Gorga Jurnal Seni Rupa, 08(01), 237“242.Fitrihana, N. (2007). Teknik Eksplorasi Zat Pewarna Alam Dari Tanaman di Sekitar Kita untuk Pencelupan Bahan Tekstil. PKK FT UNY.Fox, A. (2015). Natural Processes in Textile Art. Pavilion Books.Haffida, A. A. N., & Rahadhian, F. D. (2017). Ekstraksi Zat Tanin Dari Bahan Alami dengan Metode Steam Extraction. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.Hawa, L. C., Nada, U. Q., & Sumarlan, S. H. (2023). Karakteristik sifat fisikokimia sabun cuci cair menggunakan sari lerak sebagai surfaktan alami. Agrointek, 17(1), 213“221. https://doi.org/10.21107/agrointek.v17i1.10696Irianingsih, N. (2018). Yuk Membuat Eco Printing. PT Gramedia Pustaka.Jiménez-arellanes, M. A., Martínez, I.-M., & Tomé, S.-R. (2015). Potencial biológico de especies medicinales del género Cnidoscolus (Euphorbiacea). Revista Mexicana De Ciencias Farmaceuticas, 45(4).Kusumaningtyas, I. A., & Wahyuningsih, U. (2021). Analisa hasil penelitian tentang teknik ecoprint menggunakan mordan tawas, kapur, dan tunjung pada serat alam. Jurnal Tata Busana, 10(3), 9“12. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-busana/article/view/42976Munzi, R. (2007). Pengetahuan Bahan Seni Rupa dan Kriya. UNP Press.Naini, U., & Hasmah. (2021). Penciptaan Tekstil Teknik Ecoprint dengan Memanfaatkan Tumbuhan Lokal Gorontalo. Jurnal Ekspresi Seni, 23(1), 266“276.Obichi, Monago, E., Belonwu, C., & DC. (2015). Effect of Cnidoscolus aconitifolius ( Family Euphorbiaceae ) Aqueous Leaf Extract on Some Antioxidant Enzymes and Haematological Parameters of High Fat Diet and Streptozotocin Induced Diabetic Wistar Albino Rats . Journal Of A Applied Science, 19(1), 201“209.Pambudi, A., Noriko, N., Swandari, R., Azura, P. R., Mesjid, K., Al, A., Sisingamangaraja, J., Baru, K., & Selatan, J. (2014). Identifikasi Bioaktif Golongan Flavonoid Tanaman Anting-Anting ( Acalypha indica L.) 1. 3, 178“187.Revianti, M. M., & Novrita, S. Z. (2019). PENGARUH MORDAN TERHADAP PENCELUPAN EKSTRAK DAUN PURING (Codiaeum Variegatum) PADA BAHAN KATUN. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2). https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.15716Ridwan, R. (2015). Pengaruh Perendaman Kulit Buah Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) Terhadap Kadar HCN dan Senyawa Bioaktif (Kajian Lama Waktu Perendaman dan Konsentrasi Kapur Sirih). Universitas Brawijaya.Saputri, A., & Novrita, S. Z. (2021). Perbedaan Berat Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kulit Buah Alpukat pada Bahan Katun. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni, dan Teknologi, 03(02), 80“90.Sari, S. N., Rini, P., & Hayati. (2021). Studi Farmakognisi, Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius (MILL.) I.M JOHNSTON). Farmasains, 14(18), 1“15.Sartika, D., & Adriani. (2023). Pengaruh Mordan Jeruk Nipis dan Jeruk Purut Terhadap Hasil Pewarnaan Eco Print Daun Jarak Pagar (Jatropha Curcas) pada Bahan Katun. Relief: Journal of Craft, 2(2), 10“15.Simanungkalit, Y. S., & Syamwil, R. (2020). Teknik Ecoprint dengan Memanfaatkan Limbah Mawar ( Rosa Sp .) pada Kain Katun. Fashion and Fashion Education Journal, 9(1), 90“98.Sofyan, Failisnur, & Sy, S. (2015). Pengaruh perlakuan limbah dan jenis mordan kapur, tawas, dan tunjung terhadap mutu pewarnaan kain sutera dan katun menggunakan limbah cair gambir (Uncaria Gambir Roxb). Jurnal Litbang Industri, 5(2), 79“89.Syafitri, R. (2015). PERBEDAAN PERBANDINGAN LARUTAN CELUP (VLOT) TERHADAP HASIL PENCELUPAN BAHAN SUTRA MENGGUNAKAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L) DENGAN MORDAN TAWAS (AL2(SO4)3). Journal of Home Economics ¦, 151(September), 10“17.Yuled, U. R., & Adriani. (2021). Perbedaan Mordan Tunjung dan Baking Soda Terhadap Hasil Pencelupan Bahan Katun dengan Menggunakan Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa). Jurnal Pendidikan, Busana, Seni, dan Teknologi, 3(2), 97“103.Zulikah, K., & Adriani, A. (2019). PERBEDAAN TEKNIK MORDANTING TERHADAP HASIL PENCELUPAN BAHAN KATUN PRIMISIMA MENGGUNAKAN WARNA ALAM EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DENGAN MORDAN KAPUR SIRIH. Gorga Jurnal Seni Rupa, 8(1), 209. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13179
TRANSFORMASI ADAPTASI PENCIPTAAN SENI MOZAIK SEKUENSIAL ( STUDI KASUS HIKAYAT LEGENDA SANGKURIANG) Anggakarti, Deden Maulana; Astuti, Marisa; Benyamin, M. Firdaus
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52869

Abstract

Traditional mosaic art has undergone substantial changes in its visual expression. One of them is the sequential mosaic art of the Legend of Sangkuriang in digital media, where its application uses a glass screen. The purpose of this study is to explore the influence of adaptation on the sequential mosaic art of the Sangkuriang Legend and its implications in contemporary culture. The research method used is a descriptive qualitative method that involves historical and technical studies on the development of mosaic art, digital mosaic design, and the process of digital adaptation with the content of the saga story of the Sangkuriang legend. Data collection techniques are in the form of documentation and literature studies. Data analysis was carried out with a descriptive qualitative approach to understand the impact of digital transformation and adaptation on mosaic art. The results of the study show that it creates a more dynamic and interactive visual experience. The creation of artworks allows artists to incorporate digital elements such as animation and dynamic visual effects in mosaic artwork. The positive response from visitors shows interest in innovation and a better understanding of the changing art of mosaic through digital technology. In conclusion, the sequential transformation of mosaic art in digital media is an important development in contemporary fine art. This opens up new opportunities for educational spaces, artistic expression, cultural promotion, and cultural heritage preservation. This research provides important insights into these changes and encourages further exploration in mosaic art in the ever-evolving digital age, especially in Indonesia.Keywords: transformation, mosaic, Sangkuriang, digital, cultureAbstrakSeni mozaik tradisional telah mengalami perubahan substansial dalam ekspresi visualnya. Salah satunya adalah seni mozaik sekuensial Legenda Sangkuriang dalam media digital, dimana penerapannya menggunakan layar kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami pengaruh adaptasi terhadap seni mozaik sekuensial Legenda Sangkuriang dan implikasinya dalam budaya kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang melibatkan studi historis dan teknis tentang perkembangan seni mozaik, perancangan mozaik digital, dan proses adaptasi digital dengan konten cerita hikayat legenda Sangkuriang. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami dampak transformasi dan adaptasi digital terhadap seni mozaik. Hasil penelitian menunjukkan menciptakan pengalaman visual yang lebih dinamis dan interaktif. Penciptaan karya seni memungkinkan seniman menggabungkan elemen-elemen digital seperti animasi dan efek visual yang dinamis dalam karya seni mozaik. Respons positif dari pengunjung menunjukkan minat terhadap inovasi dan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan seni mozaik melalui teknologi digital. Kesimpulannya, transformasi seni mozaik sekuensial dalam media digital adalah perkembangan penting dalam seni rupa kontemporer. Ini membuka peluang baru untuk ruang pendidikan, ekspresi seni, promosi budaya, dan pelestarian warisan budaya. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang perubahan ini dan mendorong eksplorasi lebih lanjut dalam seni mozaik dalam era digital yang terus berkembang khususnya di Indonesia.Kata kunci : transformasi, mozaik, Sangkuriang, digital, budaya.Authors:Deden Maulana A : Universitas WidyatamaMarisa Astuti : Universitas WidyatamaM. Firdaus Benyamin : Universitas WidyatamaReferencesAnggakarti, D. M. (2023). TRANSFORMASI LEGENDA SANGKURIANG DALAM SEKUENSIAL MOZAIK DIGITAL. ICHES: International Conference on Humanity Education and Society, 2(1), 11.Busch, T., & Shepherd, T. (2014). Doing well by doing good? Normative tensions underlying Twitter™s corporate social responsibility ethos. Convergence, 20(3), 293“315. https://doi.org/10.1177/1354856514531533Devi, B. I. (2014). MOZAIK SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 1 SDLB-C SLB NEGERI 2 YOGYAKARTA. UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.Hasnawati, H., & Anggraini, D. (2018). Mozaiksebagai Sarana Pengembangan Kreativitas Anak Dalam Pembelajaran Seni Rupamenggunakan Metode Pembinaan Kreativitas Dan Keterampilan. Jurnal PGSD, 9(2), 226“235. https://doi.org/10.33369/pgsd.9.2.226-235Hermawan Wicaksono, H., & Nur Wijayani, Q. (2024). Kritik Sosial Melalui Kesenian: Analisis Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura dalam Konteks Kontemporer. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 2(1), 21“30. https://doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v2i1.2296Murfianti, F., Sos, S., Med, M., & Kom, N. (2019). Hak Cipta Dan Karya Seni Di Era Digital Institut Seni Indonesia (Isi) Surakarta. 6867, 15.Nagy, P., & Koles, B. (2014). The digital transformation of human identity: Towards a conceptual model of virtual identity in virtual worlds. Convergence, 20(3), 276“292. https://doi.org/10.1177/1354856514531532Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 01. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.39438Revondya, F. P. (2011). Street Art Gallery Di Yogyakarta. 16“69. http://e-journal.uajy.ac.id/2223/Sherer, S. A., Meyerhoefer, C. D., & Peng, L. (2016). Applying institutional theory to the adoption of electronic health records in the U.S. Information and Management, 53(5), 570“580. https://doi.org/10.1016/j.im.2016.01.002Trantopoulos, K., Von Krogh, G., Wallin, M. W., & Woerter, M. (2017). External knowledge and information technology: Implications for process innovation performance. MIS Quarterly: Management Information Systems, 41(1), 287“300. https://doi.org/10.25300/MISQ/2017/41.1.15Yao, Q., Tang, H., Boadu, F., & Xie, Y. (2023). Digital Transformation and Firm Sustainable Growth: The Moderating Effects of Cross-border Search Capability and Managerial Digital Concern. Journal of the Knowledge Economy, 14(4), 4929“4953. https://doi.org/10.1007/s13132-022-01083-xYing-Yu, K. C., Yi-Long, J., & Yu-Hsien, W. (2016). Effect of Digital Transformation on Organisational Performance of SMEs: Evidence from the Taiwanese Textile Industry™s Web Portal. In Internet Research (Vol. 26, Issue 1).
KAJIAN KEBUTUHAN PRODUK DESAIN PADA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN SEBAGAI TEMPAT WISATA EDUKASI SEJARAH Attorik, Amalia Rachma; Rosandini, Morinta
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.53160

Abstract

 The Prabu Geusan Ulun Museum, which is located in Sumedang Regency, has the potential to be an educational tourism destination. However, the Prabu Geusan Ulun Museum has had obstacles in expanding its existence to the wider community. The lack of artistic and design touches on supporting assets hampers the progress of the museum organization. The aim of this research is to present a design product as a solution to the process of strengthening and introducing the Prabu Geusan Ulun Museum to create the image and character of the museum. Based on practical design theory in Indonesia, it is divided into 3 groups, namely industrial design, graphic design and interior design. This research uses qualitative methods with data collection techniques namely literature study, observation and interviews. The results of this research are based on practical theory in Indonesia, namely, industrial design produces merchandise, creates supporting designs for public facilities, and creates designs for outdoor stages or system exhibitions, while graphic design produces sign systems, short films in the form of documentation of activities or attractions held at the Prabu Museum Geusan Ulun, and Instagram post template design. Providing design products that suit the image and needs of the Prabu Gesuan Ulun Museum by utilizing and developing potential by implementing it in design products is expected to help introduce the existence of the Prabu Geusan Ulun Museum to the wider community.Keywords: Museum Prabu Geusan Ulun, Design Products.AbstrakMuseum Prabu Geusan Ulun yang terletak di Kabupaten Sumedang mempunyai potensi sebagai destinasi wisata edukasi, pada keberjalanan museum Prabu Geusan Ulun memiliki kendala dalam memperluas eksistensinya kepada masyarakat luas. Minimnya sentuhan seni dan desain pada aset pendukung membuat terhambatnya perkembangan kemajuan organisasi museum. Tujuan penelitian ini yaitu menghadirkan produk desain sebagai solusi pada proses penguatan dan pengenalan Museum Prabu Geusan Ulun untuk menciptakan citra dan karakter museum. Berdasarkan teori desain praktis di Indonesia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu desain industri, desain grafis, dan desain interior. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data ialah studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini berdasarkan teori praktis di Indonesia yaitu, desain industri menghasilkan merchandise, membuat desain penunjang sarana umum, dan membuat desain panggung luar atau pameran bersistem, sedangkan desain grafis menghasilkan sign system, film pendek berupa dokumentasi kegiatan atau atraksi yang dilaksanakan di Museum Prabu Geusan Ulun, dan desain template postingan Instagram. Mengadakannya produk desain yang sesuai dengan citra dan kebutuhan Museum Prabu Gesuan Ulun dengan memanfaatkan serta mengembangkan potensi dengan mengimplementasikannya pada produk desain diharapkan dapat membantu memperkenalkan keberadaan Museum Prabu Geusan Ulun kepada masyarakat luas.Kata Kunci: konseptualisasi, desain interior, rumah tinggalAuthors:Amalia Rachma Attorik : Universitas TelkomMorinta Rosandini : Universitas Telkom References:Angeline, W., Nurusholih, S., & Syafikarani, A. (2023). Perancangan Strategi Promosi Koleksi      Museum Prabu Geusan Ulun Melalui Pameran Augmented Reality. e-Proceedings of                 Art & Design, 10(5).Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54. 10.21831/hum.v21i1.Faradita, N. C., Martono, S., Yurisma, D. Y. (2023). Perancangan Destination Branding Kawasan Pantai Pucanglaban Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(2), 374-379. https://doi.org/10.24114/gr.v12i2.49570Gantina, D., Boediman, S. F., Nurbaeti, N., & Gunawijaya, J. (2021).Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang Sebagai Daya Tarik Wisata Kabupaten Sumedang. Jurnal Pariwisata Trisakti, 26(3), 233-242. https://doi.org/10.30647/jip.v26i3.1583Meisari, Y., Cardiah, T., & Raja, M. T. M. (2021). Redesain Interior Museum Prabu Geusan Ulun. eProceedings of Art & Design, 8(2).Mendayun, A. I. (2020). E-Book Profile Museum Prabu Geusan Ulun. Sumedang: Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang.Mendayun, A. I. (2023), œKebutuhan Museum Prabu Geusan Ulun.Hasil Wawancara Pribadi: 3 April 2023, Museum Prabu Geusan Ulun.Mendayun, A. I. (2023), œKebutuhan Museum Prabu Geusan Ulun. Hasil Wawancara Pribadi: 7 Juni 2023, Museum Prabu Geusan Ulun.Mudawamah, N. S. (2021). Pengelolaan Koleksi di Museum Musik Indonesia sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(1), 1-20.  https://doi.org/10.14421/fhrs.2021.162.1-20Oetari, J., Ciptandi, F., & Rosandini, M. (2023). Analisis Visual Artefak Budaya Makuta Binokasih Sang Hyang Pake. Jurnal Rupa, 8(1), 6-7. https://doi.org/10.25124/rupa.v8i1.5592Prihatin, P., Sunarmi., & Soerwalan, S. (2024) Menglobalisasikan Bendawi Kriya Di Museum Prabu Geusan Ulun Di Sumedang, Jawa Barat. Gorga: Junal Seni Rupa, 13(1), 118-126. https://doi.org/10.24114/gr.v13i01.55528Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2000). Tinjauan Desain. Penerbit Institut Teknologi Bandung. Tanpa Tahu
KAJIAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN DAN PENTAHELIX PENDIDIKAN SENI KALIGRAFI ISLAM SANGGAR AL-BAGHDADI MEDAN Alhail, Hadi; Wadiyo, Wadiyo; Wibawanto, Wandah
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i1.54115

Abstract

The gap between hopes in developing the Al-Baghdadi studio and the policies made do not yet have equality. In the process of building a studio, it is important to create a strong foundation strategy, two of which are management and the pentahelix. In fact, the founder of the studio still doesn't know the foundation of management and the concept of the penta-helix. Previous research focused on work analysis, while this research focuses on management and the pentahelix. The aim of the research is to examine the scope of management and pentahelix of the Al-Baghdadi studio. The research was carried out in 2 locations, namely the cities of Medan and Deli Serdang. The research took place for 5 months from October-December 2021 then April-May 2023. The method used was qualitative with a case study design, data collection included participant observation, interviews and document searches, as well as data analysis techniques using data triangulation. Results of the study: 1) The Al-Baghdadi calligraphy studio only has 3 of the 8 scopes of management, namely: curriculum management which is limited to teaching with a hidden curriculum, management of students by carrying out field observation activities in competitions, and management of facilities and infrastructure in the form of study rooms as well as acrylic paint; 2) Pentahelix, Al-Baghdadi studio has collaborated on the 4 pillars of Pentahelix which have been successfully recorded, namely: academics since 2021-2023, community since 2023, government from the chairman of IKAPDA in 2019 in the form of appreciation by giving dowries for works of art, and mass media including newspapers in 2017 and television channels in 2018. This has direct implications for the studio leadership to prepare strategic decisions in building the studio, where previously the leadership was still taboo and did not know the situation of the studio.Keywords: Calligraphy, Management, Pentahelix.AbstrakKesenjangan antara harapan dalam menumbuh kembangkan sanggar Al-Baghdadi yang terhadap kebijakan yang dibuat belum memiliki kesetaraan. Seharusnya dalam proses pembangunan sanggar, penting untuk membuat strategi pondasi dengan kuat, dua di antaranya adalah manajemen dan pentahelix. Faktanya, pendiri sanggar masih belum mengetahui pondasi manajemen dan konsep pentahelix. Penelitian terdahulu berfokus pada analisis karya, sedangkan penelitian ini berfokus pada manajemen dan pentahelix. Tujuan penelitian untuk mengkaji ruang lingkup manajemen dan pentahelix sanggar Al-Baghdadi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 lokasi, yaitu kota Medan dan Deli Serdang. Penelitian berlangsung selama 5 bulan sejak Oktober-Desember 2021 kemudian April-Mei 2023. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan penelusuran dokumen, serta teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil pengkajian: 1) Sanggar kaligrafi Al-Baghdadi hanya memiliki 3 dari 8 ruang lingkup manajemen yaitu: manajemen kurikulum yang terbatas pada pengajaran dengan kurikulum tersembunyi, manajemen peserta didik dengan melakukan aktivitas pengamatan lapangan dalam berkompetisi, dan manajemen sarana juga prasarana dalam bentuk ruang belajar serta cat acrylic; 2) Pentahelix, sanggar Al-Baghdadi telah berkolaborasi pada 4 pilar dari Pentahelix yang berhasil terekam yakni: akademisi sejak tahun 2021-2023, komunitas sejak tahun 2023, pemerintah dari ketua IKAPDA tahun 2019 dalam bentuk apresiasi dengan memberi mahar pada karya seni, dan media massa meliputi surat kabar tahun 2017 serta saluran televisi tahun 2018. Berimplikasi secara langsung kepada pimpinan sanggar untuk menyiapkan keputusan strategis dalam membangun sanggar, yang sebelumnya pimpinan masih tabu dan belum mengetahui situasi sanggarnya.Kata Kunci: Kaligrafi, Manajemen, Pentahelix.Authors:Hadi Alhail : Universitas Negeri SemarangWadiyo : Universitas Negeri SemarangWandah Wibawanto : Universitas Negeri SemarangReferences:Amri, Chairul. (2023). œHarapan Membesarkan Sanggar. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Februari 2023. Sanggar Al-Baghdadi Medan.Astuti, R., Warsono, H., & Rachim, A. (2020). Collaborative Governance. Collaborative Governance Dalam Perspektif Publik, 161.Ayuni, A., & Efi, A. (2020). Manajemen Festival Seni Pertunjukan Pekan Nan Tumpah Di Provinsi Sumatera Barat. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 100. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18100Baharuddin, M. M. (2010). Manajemen Pendidikan Islam. Malang: UIN-Maliki Press.Fattah, N. (2012). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.Halibas, A. S., Sibayan, R. O., & Maata, R. L. R. (2017). The Pentahelix Model of Innovation in Oman: An HEI Perspective. Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 12, 159“172.Herdiansah, A. G. (2020). Pengembangan Potensi Kewirausahaan dengan Prinsip PentaHelix di Desa Margamekar Kabupaten Sumedang. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 539“547. http://jurnal.unpad.ac.id/kumawula/article/view/31078/pdfMariana, D., & Oktariani, D. (2023). DI KABUPATEN MEMPAWAH. 12(November).Syafrizal, S., Efi, A., & Budiwirman, B. (2022). Management Event Seni Pertunjukan Performance Art. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 246. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.34713