cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 846 Documents
NGABEN BIKUL DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS Darmayanta, Nanda Kadek
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.54667

Abstract

 This creation is a process of getting to know, understand and discuss a unique and interesting tradition called Ngaben Bikul in Bedha Tabanan Village, Bali, through the visual language of paintings. Ngaben Bikul is an ancestral tradition of eradicating rat pests that disturb farmers in Bedha Tabanan Village, Bali. Through this Ngaben Bikul, the community can also foster ties of brotherhood and mutual cooperation activities which are very strong in the implementation process. It is said to be unique and interesting because the main object in its implementation uses animals, namely mice (bikul). This is different from the cremation in general which is held for the ceremony of burning human corpses. Ngaben Bikul is a form of respect for the universe that exists in the Balinese Hindu concept of the Tri Hitta Karana teachings, as humans can maintain a good relationship with nature which is so glorified so that a harmonious and balanced life is created. The author uses a creation method that refers to practice based research, which is research based on practice based in and through, where in the process the author not only focuses on existing references but also has creativity in creating a work, feeling, experiencing, contemplating, exploring, and so on. until two paintings were created which succeeded in depicting many meanings related to the Ngaben Bikul tradition itself. Through this creation, the author can create and convey through visual language an artifact related to Ngaben Bikul, which in the future it is hoped that the Ngaben Bikul tradition can continue to be preserved and maintain its existence, especially for the next generation of young people so that the traditions that have been passed down do not fade and then disappear with time. This work is also a space for thought, reflection, and interesting discussion material for further study.Keywords: Creation of painting, Ngaben Bikul.AbstrakPenciptaan ini merupakan suatu proses untuk mengenal, memahami, dan membahasakan sebuah tradisi unik dan menarik yang di sebut Ngaben Bikul di Desa Bedha Tabanan Bali melalui bahasa visual karya lukisan. Ngaben Bikul merupakan suatu tradisi warisan leluhur dalam memberantas hama tikus yang mengganggu para petani di Desa Bedha Tabanan Bali. Melalui Ngaben Bikul ini pula masyarakat dapat memupuk tali persaudaraan dan kegiatan gotong royong yang begitu terasa kental dalam proses pelaksanannya. Dikatakan unik dan menarik karena objek utama dalam pelaksanaannya menggunakan hewan, yaitu tikus (bikul). Berbeda dengan ngaben pada umumnya yang dilaksanakan untuk upacara pembakaran mayat manusia. Ngaben Bikul sebagai salah satu wujud penghormatan terhadap alam semesta yang telah ada dalam konsep Hindu Bali tentang ajaran Tri Hitta Karana, sebagaimana manusia dapat menjaga hubungan baik dengan alamnya yang begitu dimuliakan sehingga terciptalah kehidupan yang harmonis dan seimbang. Penulis menggunakan metode penciptaan yang mengacu pada practice based research, merupakan penelitian berdasarkan praktik yang berbasis in and through, di mana dalam prosesnya penulis tidak hanya berkutat pada referensi yang ada tetapi juga berkreatifitas menciptakan sebuah karya, merasakan, menghayati, merenungkan, mengeksplorasi, dan sebagainya, hingga tercipta dua buah karya lukisan yang berhasil menggambarkan begitu banyak makna terkait tentang tradisi Ngaben Bikul itu sendiri. Melalui penciptaan ini penulis dapat menciptakan dan menyampaikan melalui bahasa visual sebagai artefak terkait Ngaben Bikul, yang nantinya diharapkan tradisi Ngaben Bikul ini dapat terus dilestarikan dan dijaga eksistensinya terutama untuk anak-anak muda generasi mendatang agar tradisi yang telah diwariskan tidak memudar dan lantas menghilang termakan jaman. Karya ini juga sebagai ruang berfikir, perenungan, serta bahan diskusi yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.Kata Kunci: Penciptaan seni lukis, Ngaben Bikul Author:Kadek Nanda Darmayanta : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References:Anandakusuma, S. R. (1986). Kamus Bahasa Bali. Kayu Mas Agung.Budiwirman, B., Syeilendra, S., Ramadhan, A., & Syafei, S. (2023). SENI TRADISIONAL DALAM SENI MUSIK MODREN: ANALISIS BERDASARKAN NILAI PENDIDIKAN. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 108. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.27135Campbell, D. (1986). Mengembangkan Kreativitas. Penerbit Kanisius.Feldman, E. B. (1991). Seni Sebagai Ujud Dan Gagasan Bagian Dua, Tiga. Fakultas Seni Rupa Dan Disain Institut Seni Indonesia.Hannula, M., Suorantha, J., & Vaden, T. (2005). Artistic Research: Theories, Methods and Practices. Academy of Fine Arts, Helsinki, Finland and University of Gothenburg/ArtMonitor.Mikaresti, P., & Mansyur, H. (2022). PEWARISAN BUDAYA MELALUI TARI KREASI NUSANTARA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 147. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33333Nofiyanti, N., & Efi, A. (2022). KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 276. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.34618Parmajaya, I. P. G. (2018). Implementasi Konsep Tri Hita Karana Dalam Perspektif Kehidupan Global: Berpikir Global Berprilaku Lokal. Purwadita: Jurnal Agama Dan Budaya, 2.Peters, J. H., & Wardana, W. (2013). Tri Hita Karana: The Spirit of Bali. Kepustakaan Populer Gramedia.Susanto, M. (2018). Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. DictiArt Laboratory.Swastika, I. K. P. (2008). Ngaben. CV. Kayumas Agung.Zoetmulder, P. J. (1995). Kamus Jawa Kunnnna - Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.Zuliati, Z. (2016). Kelompok Pita Maha: Gerak Menuju Seni Lukis Modern Bali. Journal of Urban Society™s Arts, 3(1), 44“53. https://doi.org/10.24821/jousa.v3i1.1479 
PENGARUH MORDAN TERHADAP HASIL PENCELUPAN KUBIS UNGU (BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA L) MENGGUNAKAN BAHAN KATUN Nabila, Alifah Biggum; Adriani, Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.54867

Abstract

The use of plants as natural dyes can be an alternative to protect the environment from the use of synthetic substances. Each plant has natural pigments and can be used as natural dyes, such as purple cabbage (Brassica Oleracea Var. Capitata L). Purple cabbage has a fairly high content of anthocyanin pigments, so it is suitable for use as a dye in batik. The purpose of this study is to describe the name of the color (Hue) and dark light (Value) of mordan alum, tunjung, and betel lime to the results of dyeing purple cabbage. Novelti in this study is the dye used in the form of purple cabbage extract and this study focuses on the description of hue and value of purple cabbage dyeing results. Novelti in this study is the use of purple cabbage as a natural dye. In addition, the use of several types of mordanus to describe the hue and value of purple cabbage dyeing results is also a differentiator from other research results. This research is included in experimental research. The data used is primary data collected using questionnaires. The results showed that dyeing without mordan on purple cabbage extract produced  an off-white lavender color and  a fairly bright value, an alum mordan produced a pale cyan  color and  a light value, a tujung mordan produced a medium cyan color and  a less bright value, and a betel lime mordan produced  a pale cyan color and a light value  well lit. Based on the results, it can be concluded that the use of mordan, alum, tujung, and betel lime has a significant influence on hue and value on the results of dyeing purple cabbage extract using cotton materials. The implication of this study is that to produce quality colors, craftsmen must pay attention to the suitability of the mordan dosage and natural dyes used in the dyeing process. The results of this study are very useful for batik craftsmen in reducing the risk of environmental damage due to the use of synthetic substances.Kata kunci: Katun, Kubis Ungu, Mordan AbstrakPemanfaatan tumbuhan sebagai pewarna alami dapat menjadi alternatif untuk menjaga lingkungan dari penggunaan zat sintetis. Setiap tumbuhan memiliki pigmen alami dan dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami, seperti kubis ungu (Brassica Oleracea Var. Capitata L). Kubis ungu memiliki kandunga zat warna antosianin yang cukup tinggi, sehingga cocok digunakan sebagai pewarna dalam membatik. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan nama warna (Hue) dan gelap terang (Value) mordan tawas, tunjung, dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan kubis ungu. Novelti dalam penelitian ini yaitu zat warna yang digunakan berupa ekstrak kubis ungu dan penelitian ini berfokus pada pendeskripsian hue dan value dari hasil pencelupan kubis ungu. Novelti dalam penelitian ini yaitu penggunaan kubis ungu sebagai pewarna alami. Selain itu, penggunaan beberapa jenis mordan untuk mendeskripsikan hue dan value dari hasil pencelupan kubis ungu juga menjadi pembeda dengan hasil penelitian lain. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian eksperimen. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencelupan tanpa mordan pada ekstrak kubis ungu menghasilkan warna off-white lavender dan value cukup terang, mordan tawas menghasilkan warna pale cyan dan value terang, mordan tujung menghasilkan warna medium cyan dan value kurang terang, mordan kapur sirih menghasilkan warna pale cyan dan value cukup terang. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa penggunaan mordan tawas, tujung, dan kapur sirih memiliki pengaruh yang berarti terhadap hue dan value pada hasil pencelupan ekstrak kubis ungu menggunakan bahan katun. Implikasi dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan warna yang berkualitas, pengrajin harus memperhatikan kesesuaian takaran mordan dan zat warna alam yang digunakan pada proses pencelupan. Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi pengrajin batik dalam mengurangi resiko kerusakan lingkungan akibat penggunaan zat sintetis.Kata kunci: Katun, Kubis Ungu, Mordan Authors:Alifah Biggum Nabila : Universitas Negeri PadangAdriani : Universitas Negeri Padang ReferencesAlmagita, R. B., Novrita, S. Z., & Nelmira, W. (2018). Pengaruh Penggunaan Mordan Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) dan Asam Kandis (Garcinia Parvifolia Miq) Terhadap Hasil Pencelupan Bahan Sutera dengan Menggunakan Ekstrak Daun Andong (Cordyline Fruticosa LA Cheval). Journal of Home Economics and Tourism, 14(1).Andriani, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Perbedaan Mordan Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) Dan Jeruk Purut (Citrus Histrix) Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Candidium D. Don) Pada Bahan Sutra. Journal Of Home Economics and Tourism, 12(2).Doyle, M. E. (2003). Teknik Pembuatan Gambar Berwarna. Erlangga.Ghafouri, M. (2016). ÙŽÙ‹ «ÛŒ «Ù‡Ø¼Ø¦ÙŽÙ„ ُ«Ø¼ÙŒØ°¯: ٢ٍٛ«ØºÙ ٓ٤َٔ «Ø§Ø³ØµÛŒØ§ØªÛŒ «Ù‹Ù‚ص «Ú©ØªØ§ØªØ°Ø§Ø³Ø§Ù‰ «ØªØ§ «Ù‘وکاسی «Ø¯Ø³ «Ø§Ø³Ø§ØªÛŒØ° «Ù¾ÛŒØ·Ú¯ÛŒØ´ÛŒ «ØªØ´Ø§ÛŒ «Ø§Øµ «Ø§Ø¯ØªÛŒ «Ø³Ø´Ù‚ت «Ù‡Ø´ÛŒÙ† «ØºÙÙŽØ³ÛŒ * 1 ØŒ «Ø¶Ø¹Ø«Ø§Ù‹ÛŒ «Ø§Ø­ÙˆØ° 2 ØŒ «Ø³Ø®Øµ «ÙØ´ÛŒØ«Ø§ 3. Quarterly Journal of Knowledge and Information Management, 3(3), 49“59.Gustriani, N., Novitriani, K., & Mardiana, U. (2016). PENENTUAN TRAYEK pH EKSTRAK KUBIS UNGU (Brassica oleracea L) SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 16(1), 94. https://doi.org/10.36465/jkbth.v16i1.171Handayani, P. A., & Mualimin, A. A. (2013). Pewarna Alami Batik dari Tanaman Nila ( Indigofera ) dengan Metode Pengasaman. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 2(2013), 1“6.Hanifati, I., & Novrita, S. Z. (2023). Teknik Pembuatan Ekstrak Warna Alam dari Tumbuhan dan Limbah Pasar ( Studi Kasus di Rumah Batik Tarancak Kota Solok ). 7, 1370“1376.Isnain, F. (2024). Pembuatan Pewarna Tekstil Ekstrak Daun Sablo ( Acalypha wilkesiana ) Menggunakan Bahan Katun dengan Mordan Tawas. 8, 8211“8218.Masyitoh, F., & Ernawati, E. (2019). PENGARUH MORDAN TAWAS DAN CUKA TERHADAP HASIL PEWARNAAN ECO PRINT BAHAN KATUN MENGGUNAKAN DAUN JATI (Tectona Grandis). Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 387.Nilamsari, Z., & Giari, N. (2018). Uji Coba Pewarna Alami Campuran Buah Secang Dan Daun Mangga Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, Volume 06 Nomor 01 Tahun 2018, 839 - 847, 839“847.Prima, A., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Tawas Pada Pencelupan Bahan Katun Menggunakan Zat Warna Alam Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Malabathricum L). Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 260. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 260. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13630Putri, D & Adriani. (2023). Pengulangan Pencelupan Terhadap Hasil Warna               Pada     Bahan               Semi      Wol Menggunakan Ekstrak Kulit Pohon Angsana ( Pterocarpus Indicus ) dengan Mordan Tawas Program Studi                 Pendidikan                     Kesejahteraan Keluarga , Universitas Negeri. 7, 22317“22325.Ramelawati, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2021). Pengaruh mordan tawas dan jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap hasil pencelupan ekstrak bawang merah (allium ascalonium l) pada bahan sutera. Journal of Home Economics and Tourism, 15(2).Saputri, R. A., Adriani, A., & Nelmira, W. (2018). 1 Pengaruh Lama Pencelupan Terhadap Warna Yang Dihasilkan Pada Bahan Sutera Menggunakan Zat Warna Alam Ekstrak Daun Puring (Codiaeum Variegatum) Dengan Mordan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia). Journal of Home Economics and Tourism, 14(1). Yusuf, M., Indriati, S., & Usdyana Attahmid, N. F. (2018). Karakterisasi Antosianin Kubis Merah Sebagai Indikator Pada Kemasan Cerdas. Jurnal GalungTropika,7(1),46. https://doi.org/10.31850/jgt.v7i1.298Zulmi, Y., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Pengaruh Pengulangan Pencelupan terhadap Hasil Warna Bahan Sutera dengan Ekstrak Batang Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L. cv Kepok). Journal of Home Economics and Tourism, 12(2)Zulikah, K., & Adriani, A. (2019). PERBEDAAN TEKNIK MORDANTING TERHADAP HASIL PENCELUPAN BAHAN KATUN PRIMISIMA MENGGUNAKAN WARNA ALAM EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DENGAN MORDAN KAPUR SIRIH. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 209. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13179
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PENGENALAN TOOLS DAN DESAIN BUSANA PESTA MENGGUNAKAN APLIKASI IBIS PAINT X Handayani, Futri; Ernawati, Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.54905

Abstract

This research is motivated by the rapid development of digital technology in human life. Including the world of education, Vocational Schools (Vocational Schools) for Fashion in keeping up with technological developments studying digital design using the Ibis Paint X application. However, there are still many teachers who are not proficient in using the Ibis Paint expertise in operating the application is still limited. As a study program whose graduates are prepared to become vocational school teachers, it is necessary to add material to the Fashion Computer Applications course. The aim of this research is to describe the results of the validity and practicality of video tutorials on introducing tools and designing party clothing using the Ibis Paint The method used in this research is Research and Development (R&D), the development model used is the Alessi & Trollip (2001) approach. The results of video validation tests by media experts show that the video has a very high level of validity. Likewise with the results of video validation by material experts, which shows a very high level of validity. Furthermore, the results of practicality tests by lecturers and students show that this video tutorial can be applied effectively in learning. The results of practicality tests by students in small and large groups show that this tutorial video is very practical to use in learning. Based on these findings, this video tutorial is recommended as an effective learning medium in the Fashion Computer Applications course in the PKK Undergraduate Fashion Design Study Program, FPP UNP.Keywords: video tutorial, ibis paint X AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital didalam kehidupan manusia. Termasuk dunia pendidikan, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Tata Busana dalam mengimbangi perkembangan teknologi mempelajari desain digital menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Namun masih banyak guru yang kurang mahir menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Hal ini juga berlaku pada mahasiswa S1 Tata Busana, di mana keahlian dalam mengoperasikan aplikasi tersebut masih terbatas. Sebagai Prodi yang lulusannya dipersiapkan untuk menjadi guru SMK, maka diperlukan penambahan materi pada mata kuliah Aplikasi Komputer Busana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil validitas dan praktikalitas dari video tutorial pengenalan tools dan mendesain busana pesta menggunakan aplikasi Ibis Paint X sebagai alat pendidikan untuk mata kuliah Aplikasi Komputer Busana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D), model digunakan dengan pendekatan Alessi & Trollip (2001). Uji validasi video oleh ahli media menunjukkan bahwa video tersebut memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi. Begitu juga dengan hasil validasi video oleh ahli materi, yang menunjukkan tingkat validitas yang sangat tinggi. Selanjutnya, hasil uji praktikalitas oleh dosen pengampu dan mahasiswa menunjukkan bahwa video tutorial ini dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran. Hasil uji praktikalitas oleh mahasiswa dalam kelompok kecil dan besar menunjukkan bahwa video tutorial ini sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, video tutorial ini direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mata kuliah Aplikasi Komputer Busana di Program Studi PKK S1 Tata Busana FPP UNP.Kata Kunci: video tutorial, Ibis Paint X Authors:Futri Handayni : Universitas Negeri PadangEnawati : Universitas Negeri Padang References:Afrianti, D., Ernawati, E., & Nelmira, W. (2015). Pengembangan Modul Aplikasi Komputer Dalam Mendesain Ragam Hias Menggunakan Program Coreldraw X4 untuk Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Journal of Home Economics and Tourism, 10(3), 1“15. https://ejournal.unp.ac.id/index.php/jhet/article/view/5458/4313Alessi, S. M., & Trollip, S. R. (2001). Multimedia for learning: Methods and development. Allyn & Bacon, Inc.Bukharla, F. A., & Nursyirwan. (2020). Perancangan Aplikasi Android Berbasis Mobile Oleh-oleh Khas Minangkabau (Minang Pedia). Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 282“291. https://123dok.com/document/q20poxez-perancangan-aplikasi-android-berbasis-mobile-minangkabau-bukharla-nursyirwan.htmlDanuri, M. (2019). Perkembangan dan Transformasi Teknologi Digital. Jurnal Ilmiah Infokam, 15(2), 116“123. https://doi.org/10.53845/infokam. v15i2.178Elizar. (1996). Metode Demontrasi dalam Pembelajaran. Erlangga.Kartono, G., Mesra, M., & Azis, A. C. K. (2020). Pengembangan Media Ajar Grafis Komputer Materi WPAP Dalam Bentuk E-Book dan Video Tutorial Bagi Mahasiswa Seni Rupa. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 127“132. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1848565Lamrose, T., Budiwiwaramulja, D., Azmi, A., & Muslim, M. (2019). Pemanfaatan Media Video Tutorial Terhadap Hasil Pembelajaran Menggambar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mardinding. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 30“35. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1848590Nelmira, W., Ernawati, E., & Adriani, A. (2012). Pengembangan CD Interaktif Berbasis Tutorial untuk Media Pembelajaran Grading Mahasiswa Jurusan KK FT UNP. Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. http://repository. unp.ac.id/1058/1/WENI NELMIRA_771_12.pdfPutri, B. D., & Ernawati, E. (2022). Pengembangan Video Tutorial Pola Lengan Menggunakan RP-DGS CAD Pattern Making. EDUTECH, 21(3), 202“213. https://ejournal.upi.edu/index.php/ edutech/article/view/50545Ridwan, M., & Hadyanto, S. (2012). Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Sofmedia.Suci, P. H., Fitria, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2022). Development of 3D Design Tutorial Video for Clothing Shape Visualization. Jurnal Pendidikan dan Keluarga, 13(02), 102“110.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.Suyedi, S. S., & Idrus, Y. (2019). Hambatan-hambatan Belajar yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Dasar Desain Jurusan IKK FPP UNP. Jurnal Seni Rupa, 8(1), 120“128. https://garuda. kemdikbud.go.id/documents/detail/1848553Syafei, S., Efrizal, E., Sami, Y., Zubaidah, Z., Ariusmedi, A., & Kharisma, M. (2021). Penerapan Ragam Hias Minangkabau dalam Pembelajaran Membatik bagi Guru Seni Budaya SMPN dan MTsN Kabupaten Padang Pariaman. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 522“529. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.31709Widoyoko, E. P. (2019). Evaluasi Program Pembelajaran. Pustaka Pelajar.Wulandari, B., & Surjono, H. D. (2013). Pengaruh Problem-Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Motivasi Belajar PLC di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(2), 178“191. https://doi.org/10.21831/jpv.v3i2.1600
STRATEGI GLOBALISASI: KEBERLANJUTAN RUMAH PANGGUNG NUSANTARA MELALUI KAMPUNG PULO DESA CANGKUANG GARUT JAWA Pawestri, Titi Ayu; Sunarmi, Sunarmi; Sumarlan, Santoso
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55485

Abstract

Kampung Pulo, Cangkuang Village, Leles District, Garut, West Java, is one of the local wisdoms of the archipelago which has great potential to be known throughout the world as the identity of the Indonesian nation. Therefore, this research aims to examine globalization strategies related to the sustainability of Indonesian stilt houses which have an impact on social, economic, cultural and political strengthening. This research is a type of qualitative research using interview and documentation data collection methods. Data related to history, residents' activities and the arguments of village leaders are primary data which will complement the analysis of secondary data originating from academic references. The data analysis technique uses descriptive analysis. This research produces 4 globalization strategies that can be implemented to maintain the sustainability of the Kampung Pulo stilt houses, namely the Reinvigorating strategy, namely maintaining the authenticity of the Kampung Pulo stilt houses as a tourist destination; Extending, namely adapting the form of a house on stilts to reminisce in a new atmosphere; Reinterpreting is reinterpreting without eliminating its distinctive elements; and Reinventing, namely combining stilt houses with other cultural elements. These strategies can be developed through design concepts for the conservation and revitalization of Indonesian culture towards global development.Keywords: globalization, houses on stilts, strategyAbstrakKampung Pulo Desa Cangkuang Kecamatan Leles Garut Jawa Barat merupakan salah satu kearifan lokal Nusantara yang berpotensi besar untuk dikenal di seluruh dunia sebagai identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi globalisasi terkait keberlanjutan rumah panggung Nusantara yang berdampak pada penguatan sosial, ekonomi, budaya hingga politik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Data terkait sejarah, aktivitas warga serta argumen pemimpin kampung menjadi data primer yang akan menjadi pelengkap dalam analisis data sekunder yang berasal dari referensi akademik. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Penelitian ini menghasilkan 4 strategi globalisasi yang dapat dilakukan dalam menjaga keberlanjutan rumah panggung Kampung Pulo yaitu strategi Reinvigorating yaitu mempertahankan keaslian rumah panggung Kampung Pulo sebagai destinasi wisata; Extending yaitu mengadaptasi bentuk rumah panggung untuk mengenang kembali dalam suasana baru; Reinterpreting yaitu menafsirkan ulang tanpa menghilangkan unsur khasnya; dan Reinventing yaitu menggabungkan rumah panggung dengan unsur budaya lain. Strategi ini dapat dikembangkan melalui konsep desain yang baru sebagai konservasi dan revitalisasi budaya nusantara menuju global.Keyword: globalisasi, rumah panggung, strategiAuthors:Titi Ayu Pawestri : Institut Seni Indonesia SurakartaSunarmi : Institut Seni Indonesia SurakartaSantoso Sumarlan : Institut Seni Indonesia Surakarta ReferencesAji, A., & Fauzy, B. (2020). Akulturasi Arsitektur Lokal Dan Modern Pada Bangunan P-House, Salatiga. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 5(2), 153-164.DOI:https://doi.org/10.30822/arteks.v5i2.112Barus, M. I. R., Ibrahim, A, & Aziz, A. C. K. (2022). Karya Ilustrasi Budaya Khas Karo pada Seni Tekstil dengan Teknik Digital Printing. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 448-455. DOI:10.24114/gr.v11i2.38997Bhaswara, R. (2010). (RE) Interpretasi Arsitektur Vernakular: Humanis, Progresif, dan Kontekstual dalam Peradaban Manusia. Jurnal Arsitektur, 1(1), 10-15. DOI: 10.36448/jaubl.v1i1.286.Brata, I. (2016). Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa. Jurnal Bakti Saraswati, 5(1), 9“16.Giddens,  A. (2001).  Runway  World: Bagaimana  Globalisasi  Merombak Kehidupan  Kita?,  Jakarta : PT.  Gramedia Pustaka Utama.Hariyanto, A. D., Triyadi, S., & Widyowijatnoko, A. (2022). A Simple Stilt Structure Technique for Earthquake Resistance of Wooden Vernacular Houses in Bima, Sumbawa Island, Indonesia. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 12(4), 1491-1497. DOI:10.18517/ijaseit.12.4.12848Lalu, E. D., & Fauzy, B. (2020). Dominasi Ragam Akulturasi Lokal-Moderen Pada Bangunan Casablancka Residence, Bali. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 5(1), 67“74. DOI: 10.30822/ARTEKS.V5I1.187Lumantarna, B., & Pudjisuryadi, P. (2012). Learning from Local Wisdom: Friction damper in Traditional Building. Civil Engineering Dimension, 14(3), 190-195. DOI:10.9744/CED.14.3.190-195Mentayani, I., (2012). Menggali Makna Arsitektur Vernakular: Ranah, Unsur, dan Aspek-Aspek Vernakularitas. Lanting Journal of Architecture, 1(2), 68-82. DOI:10.32315/TI.6.I109Mesra, M, Kartono, G. & Ibrahim, A., (2022). Penerapan Ornamen Tradisional Sumatera Utara pada Toples Makanan sebagai Sarana Revitalisasi. Gorga: Jurnal Seni Rupa , 11(1). 81-88. DOI:10.24114/gr.v11i1.33639.Munawar, Z., (2023). œSejarah Kampung Pulo, Hasil Wawancara Pribadi: 22 November 2023.Ningsih, I. R., Rohim, M., & Pinasti, V. I. S. (2022). Dikotomi Subkultur Masyarakat Kampung Pulo Desa Cangkuang Garut Jawa Barat. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya  (Journal of Social and Cultural Anthropology),  8(1), DOI: 10.24114/antro.v8i1.32144.Nurdiah, E. A., & Hariyanto, A. D. (2013). Struktur Rangka Atap Rumah Tradisional Sumba.Nuryanto. (2014). Kajian Hubungan Makna Kosmologi Rumah Tinggal Antara Arsitektur Tradisional Masyarakat Sunda Dengan Arsitektur Tradisional Masyarakat Bali (Penggalian kearifan lokal menuju pembangunan berbasis konsep bangunan hijau). Seminar Nasional Arsitektur Hijau. Universitas Warmadewa, Denpasar-Bali.Oliver,  P. (2006).  Dwellings:  The Vernacular  House  Worldwide.  Revised edition.  London  and  New  York:  Phaidon Press.Rizky, S. (2022). Keberlanjutan Arsitektur Tradisional Aceh pada Perkembangan Rumah Tinggal. Jurnal Arsitektur Zonasi, 5(1), 29-39.Rosana, E. (2015). Modernisasi Dalam Perspektif Perubahan Sosial. Jurnal Al-AdYaN, 10(1). 67-82.DOI:http://dx.doi.org/10.24042/ajsla.v10i1.1423Royandi, Y., Gunawan I. V. & Halim, E. A. (2022). Analisa Bangunan dengan Pengaruh Tionghoa pada Pecinan Indramayu Jawa Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1). 67-73. DOI:10.24114/gr.v11i1.32582Salura, P., Clarissa, S & Lake, R. C. (2020). The Application of Sundanese Vernacular Concept to The Design of Modern Building-Case Study: Aula Barat (West Hall) of Bandung Institute of Technology, West Java, Indonesia. Journal of Design and Built Environment, 20(1), 1-12. DOI:10.22452/jdbe.vol20no1.1Sunarmi. (2018). Komodifikasi Bangunan Pracimayasa Pura Mangkunegaran Surakarta. Disertasi Doktoral, Universitas Negeri Sebelas Maret. Diakses dari: http://repository.isi-ska.ac.id/2486/Sholahudin, U. (2019).  Globalisasi: Antara Peluang Dan Ancaman Bagi Masyarakat Multikultural Indonesia. J S P H, 4(2), 103-114. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um021v4i2p103-114Vasconcelos, G., Lourenço, P. B., & Poletti, E. (2015). An Overview on the Seismic Behaviour of Timber Frame Structures, in Historical Earthquake-Resistant Timber Frames in the Mediterranean Area. Cosenza: Springer International Publishing.Yusuf, S. (2016). Wujud Akulturasi Arsitektur Pada Aspek Fungsi, Bentuk, Dan Makna Bangunan Gereja Kristen Pniel Blimbingsari Di Bali. ARTEKS: Jurnal Teknik ArsitekturJurnal Teknik Arsitektur, 1(2), 15“30. https://doi.org/10.30822/arteks.v1i1.22. 
PENGARUH MORDAN TAWAS DAN TUNJUNG TERHADAP HASIL ECO PRINT DAUN SELEDRI (Apium Graveolens L ) PADA BAHAN KATUN Nisa, Raudhatun; Adriani, Adriani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.55507

Abstract

Every plant can be a source of natural dyes because they contain natural pigments. In addition to being a dye, leaves containing dyes can also be utilized from the leaf bones and leaf surfaces to become textile motifs. The motive of this research is to delineate the color direction, clarity of the motif figure, fastness to washing, and the impact of mordant on eco print result. Good of the studies is experimental research and the data is primary data. The use of alum mordant on cotton for celery leaf eco print produces Dark Brown color, while the color of the leaf bone has Canary Yellow nuances, the use of arbor mordant on cotton for celery leaf eco print produces Soft Brown color, while the color of the leaf bone has Golden Sundance and Calm Shell Pink nuances. There is no difference due to the effect of the using alum and arbor mordant at the consequences celery leaf eco print on cotton material on the clarity of the leaf motif shape. There™s no difference because of  the effect of the use of alum mordant on color fastness on washing the results of celery leaf eco print on cotton material, There™s a difference because of  the effect of the use of arbor mordant on color fastness on washing the results of celery leaf eco print on cotton material, the average value of the first, second, and third washes decreases towards color fastness on washing the results of celery leaf eco print on cotton material.Keywords: Eco print, celery leaves, mordant. AbstrakSetiap tumbuhan bisa menjadi sumber pewarna alami karena mengandung pigmen alami. Selain sebagai pewarna tetapi daun yang mengandung pewarna juga bisa digunakan dari tulang daunnya dan permukaan daunnya buat sebagai motif tekstil. Tujuan penelitian ini buat menggambarkan arah warna, ketajaman macam-macam motif, ketahanan berkurang terhadap pencucian, dan pengaruh mordan terhadap hasil eco print. Jenis penelitian ini adalah pencarian eksperimen dan datanya yaitu data primer. Penggunaan mordan tawas pada bahan katun untuk eco print daun seledri menghasilkan warna dark brown, sedangkan warna tulang daun memiliki nuansa canary yellow, penggunaan mordan tunjung pada bahan katun untuk eco print daun seledri menghasilkan warna soft brown, sedangkan warna tulang daun memiliki nuansa golden sundance dan calm shell pink. Tidak ada perbedaan akibat pengaruh penggunaan mordan tawas dan tunjung pada hasil eco print daun seledri bahan katun terhadap ketajaman jenis motif daun. Tidak ada perbedaan akibat pengaruh penggunaan mordan tawas terhadap ketahanan berkurang warna pada pencucian hasil eco print daun seledri pada bahan katun. Ada perbedaan akibat pengaruh menggunakan mordan tunjung pada ketahanan berkurang warna pada pencucian hasil eco print daun seledri pada bahan katun, nilai rata-rata pencucian pertama, kedua, dan ketiga semakin menurun pada ketahanan berkurang warna pada pencucian eco print daun seledri pada bahan katun.Kata Kunci: Eco print, daun seledri, mordan. Authors:Raudhatun Nisa : Universitas Negeri PadangAdriani : Universitas Negeri Padang References: Adriani, A., & Atmajayanti, C. Pengaruh Mordan Tunjung dan Kapur Sirih terhadap Hasil Ecoprint Daun Iler (coleus scutellarioides linn. Benth). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 230-236. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/inde .php/gorga/article/view/44599Arif, W. F. (2019). Uji Coba Warna Daun Sirih Merah Dengan Teknik Pounding dan Steam. Jurnal Seni Rupa, 7(2), 73-80.Fatihaturahmi, F., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Perbedaan Mordan Tawas Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Daun Sawo Menggunakan Bahan Sutera. Gorga‰: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 237-242. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13606.Heruka, S., & Widihastuti, W. D. (2018). Pengaruh Jenis Zat Fiksasi terhadap Ketahanan Luntur Warna pada Kain Katun, Sutera dan Satin Menggunakan Zat Warna dari Kulit Ubi Ungu (Ipomoea Batatas L.). Jurnal Fesyen: Pendidikan dan Teknologi, 7(7).Irianingsih, T. (2018). Pemanfaatan Ecoprint Dalam Pengembangan Produk Tekstil. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri, 7(2), 1-8.Majidah, D. (2014). Daya Antibakteri Ekstrak Daun Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans Sebagai Alternatif Obat Kumur.Masyitoh, F., & Ernawati, E. (2019). Pengaruh Mordan Tawas Dan Cuka Terhadap Hasil Pewarnaan Ecoprint Bahan Katun Menggunakan Daun Jati (Tectona Grandis). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 387-391. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/15630Nintasari, R., & Amaliyah, R. (2016). Ekstraksi Pewarna Alami dari Daun Jambu Biji (PsidiumxguajavaxL.) Menggunakan Beberapa Macam Mordan. Jurnal Pendidikan Teknik Kimia, 4(1), 23-28.Poespo, B. S. (2005). Sejarah Perkembangan Batik di Indonesia. Penerbit Kanisius.Putri, L. A., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2015). Perbedaan Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Air Limbah Penirisan Getah Gambir pada Sutera Menggunakan Mordan Tunjung (Feso4). Journal of Home Economics and Tourism, 9(2).Raina. (2011). Ensiklopedia. Tumbuhan Obat. Untuk Kesehatan. Yogyakarta: Absolut Jogya.Rahmadani, D., Sugito, S., & Azis, A. C. K. (2023). Ornamen Melayu Ditinjau dari Ketepatan Warna, Modifikasi Motif, Repetisi, dan Kerumitan Motif. Educraf: Journal Of Craft Education, Craft Design And Creative Industries, 2(2), 70-77.Salsabila, B., & Ramadhan, A. (2018). Kajian Teknik Ecoprint Sebagai Pewarnaan Kain Secara Alami. Jurnal Teknik Textil, 3(3), 228-237.Simanungkalit, Y. S., & Syamwil, R. (2020). Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun. Fashion and Fashion Education Journal, 9(2), 90-98.Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sulistiami, N., & Fathonah, A. S. (2013). Pewarnaan Alami Kain Sutra Dengan Menggunakan Pewarna Alam Dan Mordan. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 12(1), 26-32.Syafitri, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2015). Perbedaan Perbandingan Larutan Celup (Vlot) Terhadap Hasil Pencelupan Bahan Sutra Menggunakan Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (hibiscus sabdariffa l) Dengan Mordan Tawas (al2 (so4) 3). Journal of Home Economics and Tourism, 10(3).
MENGLOBALISASIKAN BENDAWI KRIYA DI MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN DI SUMEDANG, JAWA BARAT Prihatin, Purwo; Sunarmi, Sunarmi; Soewarlan, Santosa
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55528

Abstract

This writing explains and traces the culture of Nusantara™s bendawi kriya (crafts) that are stored in the Museum Prabu Geusan Ulun in Sumedang, West Java, which are cultural artifacts as evidence of the skills and abilities possessed by the Sundanese ethnic group in West Java. This Sumedang Museum has various kinds of bendawi kriya relics from the Sumedang Larang Kingdom that are unique and have symbols and meanings in Sundanese culture. The method used in this writing uses qualitative data obtained through several techniques, namely reading literature through library studies of written sources related,  direct observation, interviews with the management of the Pangeran Geusan Ulun Foundation and some of the community, Documentation and reviewing documents related to the Museum Prabu Geusan Ulun, visual photo documentation, collections in the Museum Prabu Geusan Ulun can be concluded that this Sumedang Museum contains various bendawi kriya relics from the Sumedang Larang Kingdom, such as keris, kudi, gamelan, traditional clothes, household appliances, weapons, and chariots that are historical evidence of Sundanese culture in the past that have ethnic cultural traditions of kenusantaran as capital to be globalized according to their times.Keywords: Globalize, Craft,MuseumAbstrakTulisan ini menjelaskan dan menelusuri budaya bendawi kriya Nusantara yang tersimpan di  Museum Prabu Geusan Ulun di Sumedang Jawa Barat  yang merupakan artefak budaya sebagai bukti tentang keahlian, ketrampilan yang dimiliki oleh etnis Sunda di Jawa Barat. Museum Sumedang ini memiliki berbagai macam benda peninggalan bendawi kriya dari Kerajaan Sumedang Larang yang khas dan memiliki simbol, makna dalam kebudayaan Sunda. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui beberapa teknik yaitu membaca literatur melalui studi pustaka sumber-sumber tertulis, observasi langsung, wawancara dengan pengurus Yayasan Pangeran Geusan Ulun dan sebagian masyarakat, Dokumentasi dan mengkaji dokumen-dokumen yang terkait dengan museum Prabu Geusan Ulun, dokumentasi foto visual, koleksi-koleksi yang ada di museum Prabu Geusan Ulun dapat disimpulkan bahwa  Museum Sumedang ini terdapat berbagai benda peninggalan bendawi kriya dari kerajaan Sumedang Larang, seperti keris, kudi, gamelan, pakaian adat, peralatan rumah tangga, senjata, dan kereta kencana yang merupakan bukti sejarah budaya Sunda masa lalu yang memiliki etnisitas budaya tradisi kenusantaraan sebagai modal untuk diglobalkan sesuai zamannya.Kata Kunci: Menglobalisasikan, Kriya, MuseumAuthors:Purwo Prihatin : Institut Seni Indonesia SurakartaSunarmi : Institut Seni Indonesia SurakartaSantosa Soewarlan : Institut Seni Indonesia SurakartaReferencesAsiarto, Luthfi, Ali Akbar, & Dian Sulistyowati, (2012). Museum Dan Pendidikan, Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Gina, Luthfiatin, & Aam Abdillah, (2022). œSejarah Penyebaran Islam Di Sumedang Melalui Pendekatan Budaya, Jurnal Priangan, Volume 1,  Nomor 01,  Juni, 48-59.Haryono, Joko, Myrza Rahmanita, & Gratia Wirata Laksmi, (2023). œIdentifikasi Komponen Daya Tarik Wisata dan Manajemen Pengelolaan Museum Prabu Geusan Ulun Sebagai Wisata Pusaka di Sumedang, YUME: Journal of Management, Volume 6, Issue 1, 15-27.Hutama, Krishna, (2006). œPencitraan Kriya Sebagai Produk Seni Wisata, Jurnal Dimensi Seni Rupa Dan Desain, Volume 4, Nomor 1, September, 87-95.Juju, Ai Rohaeni, Wanda Listiani, & Khairul Mustaqin, (2018). œDesain Dan Proses Produksi Cinderamata Ikon Pangeran Aria Soeria Atmadja Sumedang, Jurnal Atrat. Vol. 6, No. 2, April, 1001-108.Kurniawan, Aris, (2014). œKajian Historis dan Filosofis Kujang, Jurnal Itenas Rekarupa, No. 1, Vol. 2, JanuariJuni, 29-40.Lucky, Raden (Raja Kerajaan Sumedang Larang). (2023). œMenglobalisasikan Bendawi Kriya Di Museum Prabu Geusan Ulun Di Sumedang, Jawa Barat. Hasil Wawancara Pribadi: 19 Desember 2023. Sumedang.Meisari, Yuliani, Tita Cardiah, & M Togar Mulya Raja, (2021), œRedesain Interior Museum Prabu Geusan Ulun, e- Proceeding of Art & Design, Vol. 8, No.2 April, 667-674.Muhsin, Mumuh Z., (2012). Kujang, Pajajaran, Dan Prabu Siliwangi, Bandung: Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.Siti, Nita Mudawamah, (2021). œPengelolaan Koleksi Di Museum Musik Indonesia Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya, Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi,  Vol. 16, No.1, Januari-Juni, 1-20.Soewarlan, Santosa, (2015). Membangun Perspektif Catatan Metodologi Penelitian Seni, Surakarta: ISI Press. Sunarmi, (2023). œTradisi Dalam Kontestasi Global Dengan Kasus Interior Rumah Tradisi Dalam Kontestasi Global Orasi Ilmiah dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Dra. Sunarmi, M.Hum, disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Institut Seni Indonesia Surakarta, tanggal 29 Agustus,  di ISI Surakarta.Sunarmi, (2013). œPeran Riset Dalam Perwujudan Desain, Jurnal Brikolase, Institut Seni Indonesia Surakarta, Volume 5, No. 1, Juli. 14-23.Tubagus, Mochamad Rilo, Neneng Yanti K.L., & Lip Sarip H, (2020). œFungsi Tradisi Ngumbah Pusaka Prabu Geusan Ulun Sumedang Larang, Jurnal Budaya Etnika, Vol. 4 No. 1, Juni, 3-22.Thresnawaty, Euis, (2011). œSejarah  Kerajaan  Sumedang  Larang,  Jurnal  Patanjala, Volume 3, Nomor 1, Maret, 154-158.https://www.museumprabugeusanulun.org/catalogYunitawati, D., & Latifah, L. (2016, Juni). AKecemasan Dan Gangguan Fungsi Tiroid Pada Wanita Usia Subur. Media Gizi Mikro Indonesia, 7(2), 107-116. 10.22435/mgmi.v7i2.6017.107-116.
PERANCANGAN APLIKASI MOBILE œTEMAN TIROID SEBAGAI MEDIA SELF-MONITORING UNTUK PASIEN TIROID Hasanah, Zulfah; Grahita, Banung
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55538

Abstract

According to research from the Health Research and Development Agency of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2013, Indonesia is the country with the highest rate of thyroid disorders in Southeast Asia. There are more than 1.7 million Indonesians who suffer from goiter, which can be caused by hyperthyroidism, hypothyroidism, or euthyroidism. Currently, there is still no mobile health application specifically available for thyroid in Indonesia that supports monitoring activities for thyroid patients, even though Indonesia is the third-ranked country in the global use of health applications. Based on this potential, this research proposes designing a thyroid health mobile application to assist in monitoring the health of thyroid patients. A deep understanding of these needs was used to create a mobile application interface design that can support self-monitoring activities for thyroid patients. The Design Thinking method is used in this research because it provides a user-centered approach that focuses on an in-depth understanding of users where the process of empathizing and defining is used to identify user needs through a qualitative approach with questionnaires and direct interviews with thyroid patients who are actively undergoing treatment, at this stage. defining the discovery of non-medical needs of thyroid patients related to emotional support, information support, and also practical support, from these needs features were created at the ideate stage that could support these needs, namely designing medication reminder features, treatment schedules, symptom tracking and archive checking. The final stage is testing carried out to test the usability of the application. The role of main features in self-monitoring activities include the medication reminder feature and schedule checking as a reminder of the medication schedule which allows users to set medication reminders according to the type of medication, name of the medication, interval between taking the medication, and the duration of the reminder according to medical instructions and schedules. Doctor visits, symptom tracker as a daily symptom record, and a health archive feature used to record and store health files make it easier for patients to store laboratory files. This research shows that non-medical support, in this case practical support, can support thyroid patients' self-monitoring activities very well and can help them in managing treatment activities.Keywords: Mobile Health Apps, Self-monitoring, UI/UX Design.AbstrakMenurut Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, Indonesia merupakan negara dengan tingkat gangguan tiroid tertinggi di Asia Tenggara. Ada lebih dari 1,7 juta masyarakat Indonesia yang mengalami penyakit gondok, yang dapat disebabkan oleh hipertiroid, hipotiroid, maupun eutiroid. Saat ini, masih belum tersedianya aplikasi kesehatan mobile khusus tiroid di Indonesia yang mendukung kegiatan monitoring pasien tiroid, padahal Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketiga global pemanfaatan aplikasi kesehatan. Berdasarkan potensi tersebut, penelitian ini mengajukan perancangan aplikasi mobile kesehatan tiroid untuk membantu dalam memonitoring kesehatan pasien tiroid. Pemahaman mendalam terhadap kebutuhan ini digunakan untuk menciptakan rancangan antarmuka aplikasi mobile yang dapat mendukung kegiatan self-monitoring untuk pasien tiroid. Metode Design Thinking digunakan dalam penelitian ini karena memberikan pendekatan user-centered yang fokus pada pemahaman mendalam terhadap pengguna dimana proses emphatize dan define yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna melalui pendekatan kualitatif dengan kuesioner dan wawancara langsung kepada pasien tiroid yang sedang aktif melakukan pengobatan, pada tahap define ditemukan kebutuhan non-medik pasien tiroid terkait dukungan emosional, dukungan informasi dan juga dukungan praktis, dari kebutuhan tersebut dibuat fitur-fitur pada tahap ideate yang dapat mendukung kebutuhan tersebut yakni perancangan fitur pengingat obat, jadwal pengobatan, tracking gejala dan arsip pemeriksaan. Tahap akhir yaitu testing dilakukan untuk menguji usabilitas aplikasi. Perancangan fitur utama dalam kegiatan self-monitoring meliputi fitur pengingat obat dan jadwal pemeriksaan sebagai reminder jadwal minum obat yang memungkinkan pengguna mengatur reminder obat sesuai dengan jenis obat, nama obat, jarak waktu minum obat, serta durasi waktu pengingat yang disesuaikan dengan instruksi medis dan jadwal kunjungan Dokter, tracker gejala sebagai catatan gejala harian dan fitur arsip kesehatan yang digunakan untuk mencatat dan menyimpan file kesehatan memudahkan pasien dalam menyimpan berkas file laboratorium. Penelitian ini menunjukan bahwa dukungan non-medik dalam hal ini dukungan praktis (practical support) dapat mendukung kegiatan self-monitoring pasien tiroid dengan sangat baik serta dapat membantu mereka dalam mengatur aktivitas pengobatan.Kata Kunci: Aplikasi Kesehatan Mobile, Self-monitoring, UI/UX Design.Authors:Zulfah Hasanah : Institut Teknologi BandungBanung Grahita : Institut Teknologi Bandung References:Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013). Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.Creswell, J. W. (2014). A Concise Introduction to Mixed Methods Research. Michigan: SAGE Publications, Inc.Crosby, H., Pontoh, V., & Merung, M. (2016, Januari). Pola kelainan tiroid di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2013 - Desember 2015. Jurnal e-Clinic (eCl), 4(1), 430-437.Farosa, A. W., & Irfansyah. (2023). Perancangan Mobile Apps Kamus Sebagai Media Dokumentasi Bahasa Isyarat Khas Bandung Dengan Peraga Animasi 3d. Goga: Jurnal Seni Rupa.Haynes, R. B., Mcdonald, H. P., & Garg, A. X. (2002, December 11). Helping patients follow prescribed treatment: clinical applications. JAMA(22), 2880-2883. https://doi.org/10.1001/jama.288.22.2880Kaharuddin, R., Permatasari, H., & Fitriyani, P. (2022, februari). Penggunaan Aplikasi M-health Dalam Perubahan Gaya Hidup Pasien Gagal Jantung di Masyarakat. Jurnal keperawatan jiwa (jkj), 10(1), 111-120.Kemenkes. (2022, Oktober 12). Kementrian Kesehatan: Direktotst Jendral Pelayanan Kesehatan. Retrieved November 2023, from Mengenal Penyakit Gondok dan Apa yang Menyebabkannya: https://yankes.kemkes.go.idLee, S. (2022, Februari 8). Hyperthyroidism and Thyrotoxicosis Treatment & Management. Retrieved Agustus 2023, from Medscape: https://emedicine.medscape.comMiller, N. H., Hill, M., Kotkke, T., & Ockene, I. (1997, Februari 18). The Multilevel Compliance Challenge: Recommendations for a Call to Action. Circulation, 95(4), 1085-1090. https://doi.org/10.1161/01.CIR.95.4.1085Moleong, J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.Mushcab, H., Kernohan, W. G., Wallace, J., Harper, R., & Martin, S. (2017, January). Self-Management of Diabetes Mellitus with Remote Monitoring: A Retrospective Review of 214 Cases. International Journal of E-Health and Medical Communications, 8(1), 52-61.Nasution, W. S. (2021). UI/UX Design Web-Based Learning Application Using Design Thinking Method. ARRUS Journal of Engineering and Technology, 1(1), 18-27.Nielsen, J. (2012, Januari 3). Usability 101: Introduction to Usability. Retrieved Maret 2023, from Nielsen Norman Group: https://www.nngroup.comNorman, D. (2013). The Design of Everyday Things. Cambridge, Mass., New York: MIT Press.Pusparisa, Y. (2020, Oktober 13). Indonesia Peringkat ke-3 Global Memanfaatkan Aplikasi Kesehatan. Retrieved Maret 2023, from Katadata Media Network: https://databoks.katadata.co.idRizaty, M. A. (2022, Januari 17). KJumlah Unduhan Aplikasi Kesehatan & Kebugaran Global (Q1-2018 - Q4-2021). Retrieved Maret 2023, from Katadata media Network: https://databoks.katadata.co.idSharfina, Z., & Santoso, H. B. (2016). An Indonesian adaptation of the System Usability Scale (SUS). nternational Conference on Advanced Computer Science and Information Systems (ICACSIS), 145-148. https://doi.org/10.1109/ICACSIS.2016.7872776Swarnadwitya, A. (2020, Maret 17). Design Thinking: Pengertian, Tahapan dan Contoh Penerapannya. Retrieved Desember 2023, from Binus University; School of Information System: https://sis.binus.ac.idTim Brown. (2008). Design Thinking. Massachusetts: Harvard Business School Publishing Corporation.Viandarisa, N., Suriadi, & Djoko, P. (2022). Penggunaan Mobile Health Berbasis Smartphone untuk Meningkatkan Self Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Literature Review. Jurnal UNTAN, Vol 7(1), 1-18.World Health Organization . (2011). mHealth: new horizons for health through mobile technologies: second global survey on eHealth. Switzerland : WHO Press.Yunitawati, D., & Latifah, L. (2016, Juni). AKecemasan Dan Gangguan Fungsi Tiroid Pada Wanita Usia Subur. Media Gizi Mikro Indonesia, 7(2), 107-116. 10.22435/mgmi.v7i2.6017.107-116. 
PENGEMBANGAN TEKNIK BLOCK PRINTING DENGAN INSPIRASI ORNAMEN ART DECO INTERIOR HOTEL SAVOY HOMANN Hadinanti, Hafifah; Ramadhan, Mochammad Sigit
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55687

Abstract

The rapid advancement of technology in modern times significantly impacts various aspects of human life, including fine arts, crafts, and design. The block printing craft technique is a process of printing on textiles using carved wooden blocks covered with dye and pressed onto the fabric's surface to create a motif. Initially, printing plates were engraved manually using steel chisels. Still, with technological developments, printing plates to produce motifs can be made more efficiently using material cutting tools. This research aims to improve block printing techniques by utilizing technological advancements, specifically by enhancing laser cutting machines to increase printing plate creation efficiency. This will produce cleaner and more precise motifs, thus generating new visual elements. This research uses a qualitative research method with several steps: the first step was conducting a literature study regarding block printing, laser cut, art deco ornaments, and the Savoy Homann hotel to obtain information and research analysis. Then, carry out direct observations on the interior of the Savoy Homann Hotel by observing and taking documentation of art deco ornaments, which have the potential to be used as inspiration for making motifs using the block printing technique. Finally, the exploration step is conducted in three stages: initial, further, and selected exploration, to validate the research. The research results are wooden printing plates that can be created with a laser cutting machine. These plates have the potential to be used to create designs on cloth inspired by the art deco ornaments found in the interior of the Savoy Homann Hotel. Geometric and streamline-deco shapes characterize these ornaments.Keywords: Block printing, laser cut, art deco, textile, and interior Hotel Savoy HomannAbstrakPesatnya perkembangan zaman dan teknologi berdampak pada berbagai bidang di kehidupan manusia, salah satu diantaranya bidang seni rupa, kriya, dan desain. Teknik kriya block printing merupakan proses mencetak pada tekstil dengan menggunakan blok kayu berukir ditutupi pewarna dan ditekan pada permukaan kain untuk menciptakan motif. Pada mulanya plat cetak diukir secara manual dengan alat pahat baja, namun dengan adanya perkembangan teknologi proses pembuatan plat cetak untuk menghasilkan motif dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan alat pemotong material. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan teknik block printing dengan merespon perkembangan teknologi dengan mengoptimalkan mesin laser cut dalam mengefesiensikan waktu pembuatan plat cetak pada proses pembuatan karya, sehingga dapat menghasilkan kebaruan visual yang lebih rapih dan presisi dalam pembuatan motif pada teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan beberapa langkah, yaitu: langkah pertama melakukan studi literatur mengenai block printing, laser cut, ornamen art deco, dan Hotel Savoy Homann untuk mendapatkan informasi serta analisa penelitian. Kemudian, melakukan observasi secara langsung pada bangunan interior Hotel Savoy Homann dengan mengamati dan mengambil dokumentasi ornamen art deco yang berpotensi untuk dijadikan inspirasi dalam pembuatan motif pada teknik block printing. Terakhir, melakukan eksplorasi dengan tiga tahapan yaitu: eksplorasi awal, eksplorasi lanjutan, dan eksplorasi terpilih untuk membuktikan penelitian. Hasil penelitian ini berupa plat cetak kayu yang dibuat menggunakan mesin laser cut dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah karya pada lembaran kain dengan menggunakan motif inspirasi ornamen art deco interior Hotel Savoy Homann bercirikan bentuk geometris dan streamline-deco.Kata Kunci: Block printing, laser cut, art deco, tekstil, dan interior Hotel Savoy Homann Authors:Hafifah Hadinanti : Universitas TelkomMochammad Sigit Ramadhan : Universitas TelkomReferences:Ganguly, D., & Amrita. (2013). A Brief Studies on Block Printing Process in India. Man-Made Textiles in India, 41(6), 197“203.Gunawan, D. E. K., & Prijadi, R. (2011). Reaktualisasi Ragam Art Deco dalam Arsitektur Kontemporer. MEDIA MATRASAIN, 8(1), 68“81.Have, M. Ten. (2015, November 5). The Affordable Wonder of Laser-Cut Décor. The Wall Street Journal. https://www.wsj.com/articles/the-affordable-wonder-of-laser-cut-decor-1446753349Olivia, Y., & Ramadhan, M. S. (2019). Pengaplikasian Teknik Block Printing dengan Inspirasi Gorga Batak Ipon-Ipon. eProceedings of Art & Design, 6(3). https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/viewFile/11277/11141Rachmayanti, S., Roesli, C., & Savitri, M. A. (2017). KONSERVASI BANGUNAN BERGAYA ART DECO DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus: Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homann). Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain, 14(1), 83“100. https://doi.org/10.25105/dim.v14i1.2329Rahman, A. F., Amany, R., Suri, I. F., Febryano, I. G., & Hidayat, W. (2022). PENGARUH DAYA LASER CO2 TERHADAP PERUBAHAN WARNA PERMUKAAN KAYU MERANTI (Shorea sp.) DAN PREFERENSI KONSUMEN The Effect of CO2 Laser Power on the Change of Meranti (Shorea sp.) Wood Surface Color and Consumer Preferences. Dalam JOFPE Journal ISSN 2807 (Vol. 6796)Ramadhan, M. S., Yulianti, K. N., & Ananta, D. (2022). INOVASI PRODUK FASHION DENGAN MENERAPKAN KARAKTER VISUAL CHIAROSCURO MENGGUNAKAN TEKNIK CETAK TINGGI CUKIL KAYU BLOCK PRINTING. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 192. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33052Sachin, P., Sandip, B. P., & Anup, B. P. (2015). A Review on Laser Engraving Process. International Journal for Scientific Research & Development, 3(01), 247“250.Seidu, R. K. (2019). The art produced by substitute surfaces in hand block printing. Research Journal of Textile and Apparel, 23(2), 111“123. https://doi.org/10.1108/RJTA-08-2018-0047
Sumatran Hornbill As An Idea For Creating Paintings Buana, Lalang Cakra; Muslim, Muslim; Azmi, Azmi; Saleh, Khaerul; Tarigan, Nelson; Muhammad Amirulloh, Tifan; Sugito, Sugito
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The creation of this work is driven by the author’s profound interest in hornbills, particularly given the alarming rate of their extinction. The author’s objective is to convey the aesthetic significance of this animal to the broader community. The Sumatran hornbill, with its distinctive and striking characteristics, including its large beak, robust claws, and vibrant plumage, serves as the subject matter for this study. Through the meticulous application of acrylic paint on canvas, the author has crafted twelve paintings that meticulously capture the physical attributes of the bird and its natural habitat. Furthermore, these paintings depict the hornbill’s omnivorous lifestyle. The author employs a combination of three distinct techniques: plaque, chiaroscuro, and bravura. These techniques work synergistically to create a dynamic, contrasting, and vivacious portrayal of the hornbill within the paintings. The resulting twelve paintings, each bearing a unique title that reflects the author’s interpretation of the hornbill, provide an in-depth understanding of its physical characteristics, habitat, and behavior. Additionally, these works contribute to the advancement of the art form through the author’s unique perspective and creative expression.
STUDI KASUS BATIK KAJANG PADATI PADA EMI ARLIN FASHION DESIGNER DI KOTA PADANG Meliza, Yola; Ernawati, Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.55760

Abstract

Each batik product in various regions has its own characteristics with different sources of inspiration. Such as kajang padati batik from West Sumatra which has its own characteristics, characters, and motifs. The purpose of this research is to describe the motif and meaning of Batik Kajang Padati motif. The research method uses a qualitative descriptive method. The types of data are primary data and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is qualitative descriptive analysis, namely the steps of data reduction, data presentation, verification and conclusions. The results of the research show that the Kajang Padati Batik motif contains motifs and motif meanings such as; 1) The main ornament, namely the Rumah Gadang Kajang Padati motif, contains the meaning of an effort to introduce to the public about the existence of Rumah Gadang Kajang Padati which has a different shape from the current Rumah Gadang in general. it is rare and rarely found; 2) Complementary ornaments, including: a) The Kaluak Paku motif symbolizes leadership in Minangkabau, b) The Pucuak Rabuang motif symbolizes descendants, the next generation, c) The Saik Galamai motif symbolizes caution in taking action. d) Chain motif symbolizes strength, e) Ornament border motif symbolizes boundaries, f). Flame motif symbolizes high spirit, g) symbolizes mutual need, i) The rice motif symbolizes not being arrogant, j) The Bingkuang plant motif symbolizes being good at breaking down the atmosphere, k) The spiral motif symbolizes the process of human life, l) The chess motif symbolizes clever strategic thinking, m) The Ulek Bulu motif symbolizes the life process of a butterfly, n) The Kawung motif symbolizes the hope that humans will always remember their origins, strength and justice, o) The Ombak Lauik motif symbolizes the coastal area.Keywords: motif, meaning of motif, batik kajang padatiAbstrakSetiap produk batik di berbagai daerah memiliki ciri khas tersendiri dengan sumber inspirasi yang berbeda-beda. Seperti batik kajang padati dari Sumatera Barat yang memiliki ciri, karakter, dan motif tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif dan makna motif Batik Kajang Padati. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan langkah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Batik Kajang Padati terdapat motif dan makna motif seperti; 1) Ornamen utama yaitu motif Rumah Gadang Kajang Padati mengandung makna bahwa upaya memperkenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan rumah gadang kajang padati yang mempunyai bentuk berbeda dari bentuk rumah gadang pada umumnya yang saat ini sudah langka dan jarang ditemukan; 2) Ornamen pelengkap, meliputi: a) Motif Kaluak Paku melambangkan kepemimpinan di Minangkabau, b) Motif Pucuak Rabuang melambangkan keturunan, generasi penerus, c) Motif Saik Galamai melambangkan kehati-hatian dalam melakukan tindakan, d) Motif Rantai melambangkan kekuatan, e) Motif Garis Tepi Ornamen melambangkan adanya batasan, f) Motif lidah api melambangkan semangat tinggi, g) Motif Tumbuhan Melati dan Bungo Melati melambangkan kesucian, bersih, harum, h) Motif Batuang melambangkan saling membutuhkan, i) Motif padi melambangkan tidak sombong, j) Motif Tumbuhan Bingkuang melambangkan pandai mencairkan suasana, k) Motif spiral melambangkan proses kehidupan manusia, l) Motif catur melambangkan pintar berfikir strategi, m) Motif Ulek Bulu melambangkan proses kehidupan kupu-kupu, n) Motif Kawung melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya, keperkasaan dan keadilan, o) Motif Ombak Lauik melambangkan daerah pantai.Kata Kunci: motif, makna motif, batik kajang padati.Authors:Yola Meliza : Universitas Negeri PadangErnawati : Universitas Negeri Padang ReferencesAchjadi, J. (2015). Ensiklopedia Motif Batik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Adityawarman, A. (2016). Ensiklopedi Rumah Adat Indonesia. Jakarta: Anlmage.Ernawati, I., & Nelmira, W. (2008). Tata Busana Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jendral Manajemen, Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan NasionalHadaf, A., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Motif dan Pewarnaan Batik Tulis di Dusun Giriloyo Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa YOGYAKARTA (Studi Kasus di Industri Batik Sri Kuncoro). Journal of Home Economics and Tourism, 11(1).Hardanti, E., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2014). STUDI TENTANG BATIK KERINCI DI KOTA SUNGAI PENUH. Journal of Home Economics and Tourism, 6(2).Hasriawati, L., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2021). STUDI TENTANG SUNTING BUNGO SANGGUL DI KENAGARIAN KOTO BARU KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK. Journal of Home Economics and Tourism, 15(2).Izzara, W. A., & Nelmira, W. (2021). Desain Motif Tenun Songket Minangkabau Di Usaha Rino Risal Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 423-431. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.25928Kuwala, R. N., & Novrita, S. Z. (2022). RAGAM HIAS MOTIF BATIK TANAH LIEK DHARMASRAYA (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08-15. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358Purnamawati, S., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Study of Batik Basurek in the City Bengkulu Province Bengkulu. Journal of Home Economics and Tourism, 11(1).RullisM. P., & Heldi, I. D, F., Efrizal,. (2018). Studi Tentang Bentuk, Fungsi Ornamen Dan Penataan Ruang Interior Rumah Gadang Kajang Padati Kota Padang. Serupa The Journal of Art Education, 6(2).