cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 846 Documents
TRANSFORMASI BATIK SUDAGARAN PADA KAMPUNG BATIK LAWEYAN KOTA SURAKARTA Rudianto, M.
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49254

Abstract

Batik underwent a transformation from being used by the palace to being a trade item to be marketed freely. There is Batik Sudagaran which is known as a traditional cloth with patterns sourced from the palace batik, the decorative motifs are changed based on the taste of the merchants. The research was conducted with the aim of examining the changes in the design of Sudagaran batik in the past and knowing the batik patterns that are now traded. Using descriptive qualitative method, located in Laweyan Batik Village, Surakarta City. Samples were obtained from the Mahkota Laweyan Batik business, determining the sample using purposive sampling technique with the criteria that the batik business has been running since the XIXth century and continues until now with various adjustments to the products produced. Data were obtained through observation, interviews, document studies and objects. The analysis stage goes through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research focuses on the description of the changing form of Sudagaran batik with the theory of Iconography and Iconology. The embodiment of batik motifs has changed, developed and the emergence of new motifs that do not refer at all to the palace batik or Sudagaran batik. The configuration of points, lines, and colors in batik motifs displays significant changes. Changes have an impact on the development of batik motifs in the present. Batik products with an economic orientation, developed in the realm of trade and began to leave philosophical meanings due to market demand factors. Various batik motifs can be found in Laweyan Batik Village, including the Mahkota Laweyan Batik which produces one of its motifs, the Super Maestro motif. This motif is dominated by plant ornaments in the concept of batik, including the type of lung-lungan or semi batik.Keywords: sudagaran batik, batik business, Laweyan. AbstrakBatik mengalami transformasi, dahuludipakai kalangan keraton menjadi barang dagang untuk dipasarkan secara bebas. Terdapat Batik Sudagaran yang dikenal sebagaikain tradisidengan corak bersumber pada batik keraton, ragam hias motif diubah berdasarkan selera para Saudagar. Dilakukan penelitian degan tujuan mengkaji perubahan desain batik Sudagaran di masa lalu dan mengetahui corak batik yang sekarang diperdagangkan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, berlokasi di Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta. Sample diperoleh dari usaha Batik Mahkota Laweyan, penentuan sample dengan teknik purposive sampling dengan kriteria usaha batik dijalankan sejak abad ke-XIX dan terus berlanjut hingga sekarang dengan berbagai penyesuaian produk yang dihasilkan. Data diperoleh melalui tahap observasi, wawancara, studi dokumen serta benda. Tahap analisis melaluitahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian berfokus padagambaran bentuk perubahanbatik Sudagaran dengan teori Ikonografi dan Ikonologi.Perwujudan motif batik mengalami perubahan, berkembang dan dimunculkannya motif baru yang tidak merujuk sama sekali dengan batik keraton maupun batik Sudagaran. Konfigurasi titik, garis, dan warna pada motif batikmenampilkan perubahan yang signifikan. Perubahan berdampak pada perkembangan motif batik di masa sekarang.Produk batik dengan orientasi ekonomi, berkembang pada ranah perdagangan dan mulai meninggalkan pemaknaan filosofis karena faktor permintaan pasar. Beragam motif batik dapat ditemukan di Kampung Batik Laweyan, termasuk pada Batik Mahkota Laweyan  yang menghasilkan salah satu motifnya adalah motif Super Maestro. Motif ini didominasi ornamen tumbuhan dalam konsep batik termasuk jenis batik lung-lungan atau semi.Kata Kunci: batik sudagaran, usaha batik, Laweyan. Author:M. Rudianto : Universitas Sebelas Maret References:Adeline, W., Misgiya, M., & Azis, A. C. K. (2022). Jam Dinding Ornamen Batak Toba Berbahan Serbuk Kayu Dengan Teknik Membentuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 387-393.Alim, B., & Chandra, E. (2023). Rebranding UMKM Mentai Melalui Perancangan Identitas Visual. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 175-181.Astuti, I., & Ramadhan, T. (2023). Kajian UKM di Kota Tangerang: Percepatan Transformasi Era Society 5.0 Akibat Perubahan Perilaku Konsumen Pasca Covid-19 dan Dampaknya Terhadap Perekonomian. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 4(1), 149“154.Doellah, S. (2002). Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Surakarta: Danar Hadi.Honggopuro, K. (2022). Batik sebagai Busana dalam Tatanan dan Tuntutan. Surakarta: Yayasan Peduli Karaton Surakarta Hadiningrat.Kamala, N., & Adriani, A. (2019). Studi Tentang Motif Dan Pewarnaan Batik Cap Dengan Zat Pewarnaan Alam Di Rumah Batik Dewi Busana Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 303-307.Kusrianto, A. (2013). Batik: Filosofi, Motif, dan Kegunaan. Yogyakarta: Penerbit Andi.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 1-10.Panofsky, E. (2018). Studies in Iconology: Humanistic Themes in the Art of the Reinessance. New York: Routledge.Rusyada, G. N., Satria, C., & Hidayat, I. (2023). Studi Motif Batik Kembang Dangar Khas Kabupaten Lombok Utara, Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 116-123.Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia. Jakarta: Erlangga.Sariyatun. (2005). Usaha Batik Masyarakat Cina di Vorstenlanden Surakarta Awal Abad XX. Surakarta: Sebelas Maret University Press.Sedjati, D. P., & Sari, V. T. (2019). Mix Teknik Ecoprint dan Teknik Batik Berbahan Warna Tumbuhan dalam Penciptaan Karya Seni Tekstil. Corak, 8(1), 1“11. Suandari, N., Mudra, I., & Sudharsana, T. (2023). Perkembangan Tapestri di Bali. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 141-147.
POLA PENCARIAN INSPIRASI MAHASISWA DKV PADA TAHAP AWAL (EARLY PHASE DESIGN) PERANCANGAN DESAIN KEMASAN MENGGUNAKAN INTERNET An Nur, Muhammad Hajid; Kholida, Putri
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49405

Abstract

In the design process, inspiration, whether in the form of words or visuals, plays a significant role that can be both beneficial and lead to design fixation. This research aims to examine the patterns of inspiration-seeking by Visual Communication Design (DKV) students in the initial stage of packaging design using the internet. The study employs a quantitative method, with DKV students as the research subjects. Cluster random sampling is used to select third-year DKV students at ITERA. Data is collected through an online questionnaire, and descriptive analysis is applied for data analysis. The results indicate that during the search for packaging design inspiration, students tend to prefer visually-oriented websites they visit first. Furthermore, on the second and third websites visited, the proportion of descriptive explanations (concepts and design explanations) gradually increases. This suggests that, in the initial stage, students tend to prioritize visual aspects over explanations, and later consider narratives or conceptual explanations. Some frequently visited websites include Pinterest, Behance, and Freepik. Additionally, there is no significant difference in the use of concrete and abstract keywords in the search.Keywords: design, inspiration, creativity, earlyphase.AbstrakPada proses perancangan desain, inspirasi baik dalam bentuk kata ataupun visual memiliki peran penting yang bermanfaat dan menimbulkan design fixation. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pola pencarian inspirasi mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual) pada tahap awal (early design) perancangan desain kemasan menggunakan internet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana subjek penelitian adalah mahasiswa DKV. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling pada mahasiswa DKV tingkat 3 di ITERA. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa dalam proses pencarian inspirasi desain kemasan, mahasiswa lebih memilih laman yang lebih berorientasi visual pada situs yang pertama kali mereka kunjungi. Lebih lanjut, pada situs kedua dan ketiga yang dikunjungi, proporsi deskripsi penjelasan (konsep serta penjelasan sebuah desain) secara bertahap meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih memilih mempertimbangkan aspek visual dibandingkan penjelasan untuk tahap awal, selanjutnya dengan melihat narasi atau penjelasan konsep. Beberapa situs yang paling sering dikunjungi diantaranya adalah Pinterest, Behance, dan Freepik. Selain itu, tidak ada perbedaan signifikan antara penggunaan jenis kata konkrit dan abstrak dalam pencarian.Kata kunci: desain, inspirasi, kreativitas, tahap-awal. Authors:Muhammad Hajid An Nur : Institut Teknologi SumateraPutri Kholida : Institut Teknologi Sumatera References:Adiluhung, H. (2021). Proses Kreatif Tim Desainer Rancang Bangun Kendaraan Tempur Kelas Ringan Pt Pindad. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 10-14.Agung, M., Asril, A., Syafwandi, S., & Movitaria, M. A. (2021). Redesign Logo Cafe dan Resto Rumah Bako Payakumbuh. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 295-301.Nur, M. H. A. (2019). Pola Penggunaan Internet Mahasiswa Desain sebagai Sumber Inspirasi pada Tahap Awal Desain (Early Phase Design). Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk), 3(5), 165-168.Goldschmidt, G., & Smolkov, M. (2006). Variances in the Impact of Visual Stimuli on Design Problem Solving Performance. Design Studies, 27(5), 549-569.Hwang, D., Choi, B., Bae, S., & Park, W. (2021). Mitigating Design Fixation: A Visualization Tool for Enhancing Situation Awareness. Journal of Mechanical Design, 143(6), 061402.Lego, D., Azis, A. C. K., Medan, J. W. I. P. V., & Tuan, P. S. (2022). Ilustrasi T-Shirt Gunnery Artwear. DEKAVE: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 12(2), 116-125.Linsey, J., Tseng, I., Fu, K., Cagan, J., Wood, K., & Schunn, C. (2010). A Study of Design Fixation, Its Mitigation and Perception in Engineering Design Faculty. Journal of Mechanical Design - J MECH DESIGN, 132.Moreno, D. P., Blessing, L. T., Yang, M. C., Hernández, A. A., & Wood, K. L. (2016). Overcoming Design Fixation: Design by Analogy Studies and Nonintuitive Findings. Artificial Intelligence for Engineering Design, Analysis and Manufacturing, 30(2), 185“199.Mougenot, C., Bouchard, C., & Aoussat, A. (2007). CREATIVITY IN DESIGN - HOW DESIGNERS GATHER INFORMATION IN THE" PREPARATION" PHASE. Proceedings of IASDR 2007, pp. 11-15.Mougenot, C., Bouchard, C., AOUSSAT, A., & Westerman, S. (2008). Inspiration, Images And Design: An Investigation of Designers™ Information Gathering Strategies. J. Design Research,  7(4), 331“351.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 01.Toh, C., Miller, S., & Kremer, G. (2014). Mitigating Design Fixation Effects in Engineering Design Through Product Dissection Activities. Design Computing and Cognition ™12, 95“113.Vasconcelos, L. A., Cardoso, C., Saaksjarvi, M., Chen, C.-C., & Crilly, N. (2017). Inspiration and Fixation: The Influences of Example Designs and System Properties in Idea Generation. J. Mech. (Journal of Mechanical Design) Des 139(3).Zam, R., Dharsono, D., & Raharjo, T. (2022). Transformasi Estetik Seni Kriya; Kelahiran Dan Kriya Masa Kini. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 302.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERBIMBING DENGAN STRATEGI DIFERENSIASI PADA MATA KULIAH MENGGAMBAR SKETSA Muslim, Muslim; Diningrat, Raden Burhan Surya Nata; Islami, Dinul
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.49417

Abstract

This research is triggered by the low drawing skills of new students in the Department of Fine Arts Education at Unimed. Therefore, this study aims to develop a guided demonstration learning method with differentiation strategy in the Fine Arts Education Program. The approach used in this research is the Research and Development (R&D) method, utilizing the 4-D development model consisting of four main stages: defining, designing, developing, and disseminating. Data collection is carried out through questionnaire filling, observation, interviews, and sketch drawing assignments. Furthermore, samples are taken using purposive sampling technique. Data analysis is conducted using descriptive statistical analysis method with Likert scale. The research findings show that the average score of students' sketch drawing ability reaches 71.42%, categorized as "good" according to the sketch drawing assessment standards. Additionally, validation results by instructional design experts indicate that the guided demonstration learning method is "highly feasible" with a percentage of 88.63%. Therefore, it is concluded that this guided demonstration learning method with differentiation strategy is valid and suitable for enhancing students' sketch drawing abilities in the Fine Arts Education Program at Unimed, Class of 2022.Keywords: guided demonstration, differentiation strategies, sketchesAbstrakPenelitian ini dipicu oleh rendahnya kemampuan mahasiswa baru dalam menggambar sketsa di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Unimed. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran demonstrasi terarah dengan strategi diferensiasi di Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D), dengan menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri dari empat tahap utama: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan(develop), dan penyebaran(disseminate). Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian angket, observasi, wawancara, dan tes penugasan menggambar sketsa. Selanjutnya, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode analisis statistik deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji coba kemampuan menggambar sketsa mahasiswa mencapai nilai rata-rata 71,42%, dengan kategori "baik" dalam standar penilaian menggambar sketsa. Selain itu, hasil validasi oleh ahli desain pembelajaran menunjukkan bahwa metode pembelajaran demonstrasi terarah "sangat layak" dengan presentase 88,63%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa metode pembelajaran demonstrasi terarah dengan strategi diferensiasi ini valid dan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan menggambar sketsa mahasiswa di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Unimed Angkatan 2022.Kata Kunci: demonstrasi terbimbing, strategi diferensiasi, sketsa. Authors:Muslim : Universitas Negeri MedanRaden Burhan Surya Nata Diningrat : Universitas Negeri MedanDinul Islami : Universitas Negeri MedanReferencesAisyah, A. (2013). Kemampuan Mengarsir dalam Menggambar Bentuk Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Labakkang Kabupaten Pangkep (Doctoral dissertation, FSD)Azmi, A. (2016). Memaknai Gambar Sketsa Tehnik Engraving Ipe Ma'akruf Ditinjau Dari Aspek Ikonografi. Jurnal Bahas Unimed, 27(3), 79656.Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: PT Refika AditamaMfon, E. (2010). Effect of Guided-Discovery, Student-Centred Demonstration and the Expository Instructional Strategies on Students™ Performance in Chemistry. An International Multi-Disciplinary Journal, Ethiopia. 4(4), Serial No. 16, October 2010.Mourad, N., Ezzeddine, A., Nadjar Araabi, B., &Nili Ahmadabadi, M. dkk. (2020). Learning From Demon-strations And Human Evaluative Feedbacks: Handling Sparsity And Imperfection Using Inverse Reinforcement Learning Approach. Journal of Robotics. 18(2). 340-350Purba, M., Purnamasari, N., Susan, E., Khristiani, H., Anggreani. A., Saad, Yusri. (2021). Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated Instruction). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia.Purwowidodo, A., Zaini, M. (2023). Teori dan Praktik Model Pembelajaran Berdiferensiasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka.Rahmat, R. (2017). Demonstrasi Interaktif untuk mening-katkan keterampilan dasar. Gravity: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisik. 4(2). 90-112Riadi, M. (2012). Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran. Kajian Pustaka.Saputra, D., Monty, P. S., & Untung, S. (2019). Penerapan art therapy untuk mengurangi perilaku menyakiti diri sendiri (self-injurious behavior) pada dewasa muda yang mengalami distress psikologis. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi, 10(1), 26-40.Sugihartono, S., Fathiyah, K., Harahap, F., Setiawati, F., Nurhayati, S. (2018). Psikologi Pendidikan. Jogyakarta: UNY Press.Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendeketan, Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta : BandungZaini, I., Islam, F. (2017). Pembelajaran Gambar Bentuk Menggunakan Strategi Outdoor untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wringinaom. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 5(2), 392-400.
MANAJEMEN ORGANISASI SANGGAR SENI KESUMBA DI KABUPATEN MEMPAWAH Mariana, Dina; Oktariani, Dwi; Ismunandar, Ismunandar
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49466

Abstract

The background of this research is to find out the Organizational Management of Kesumba Mempawah Art Studio which continues to improve in its work with the achievements it has made until now. The researcher's curiosities are to find out how the studio manages the activities that are held and the role of the board in the organization of Kesumba Mempawah Art Studio. This research aims to describe the functions and elements of management which consist of Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, and Market. The form of research used is qualitative, qualitative descriptive method, and sociological approach. The data in this research are the results of interview, observation and documentation. There are several sources of data in this research, namely oral sources, written sources and behavioral sources. Data collection techniques consist of interview, observation, documentation, and documentation study. The data collection tools in this research are interview guideline, observation guideline, camera, notebook and voice recorder memo. The data validity test techniques used are source™s triangulation and observation™s extension. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusion. There is a research flow in the design of the activities carried out. The results of this research show how to work and the roles in the organization applied by the chairman to members in accordance with their respective duties which are well managed in organizing activities so that the management is applied in accordance with mutual agreement in accordance with the circumstances of the situation, and the conditions that occur in the studio.Keywords: organizational management, kesumba art studio. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengetahui Manajemen Organisasi Sanggar Seni Kesumba Mempawah yang terus meningkat dalam berkarya dengan prestasi-prestasi yang diraihnya hingga eksis sampai sekarang. Keingintahuan peneliti untuk mengetahui cara sanggar memanejemenkan kegiatan yang terselenggara dan peran pengurus dalam organisasi yang ada di Sanggar Seni Kesumba Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi  dan unsur-unsur manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, dan Market. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, metode deskriptif kualitatif, dan pendekatan Sosiologi. Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada beberapa pihak yaitu sumber lisan, sumber tertulis dan sumber perilaku. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini terdapat pedoman wawancara, pedoman observasi, kamera, buku catatan dan memo perekam suara. Teknik penguji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Terdapat alur penelitian dalam rancangan kegiatan yang dilaksanakan. Hasil penelitian ini menunjukan cara kerja serta peran-peran dalam organisasi yang diterapkan oleh ketua kepada anggota sesuai dengan tugasnya masing-masing yang dimanajemenkan dengan baik dalam menyelenggarakan kegiatan sehingga manajemen yang diterapkan sesuai dengan kesepakatan bersama yang sesuai dengan keadaan situasi, dan kondisi yang terjadi di sanggar.Kata Kunci: manajemen organisasi, sanggar seni kesumba. Authors:Dina Mariana : Universitas TanjungpuraDwi Oktariani : Universitas TanjungpuraIsmunandar : Universitas Tanjungpura References:Amir, R. (1986). Pengetahuan Tari Sebuah Pengantar dalam Pengetahuan Elemen Tari dan Beberapa Masalah Tari. Jakarta: Direktorat Kesenian.Jacobus, R. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni. Medan: Graha Ilmu.Khutniah, N., & Iryanti, V. E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1).Oktariani, D. (2023). Penanaman Nilai Moral pada Anak Usia Dini Melalui Tari Tradisional di Sanggar Flamingo. Jurnal Golden Age, 7(1).Sedyawati, E. (2002). Sistem Kesenian Nasional Indonesia, Sebuah Renungan. Jakarta: Ghalia Indonesia.Soedarsono, S. (1972). Djawa dan Bali. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.Sugiyono, S. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. 
MEMBANGUN IMAJINASI KEHIDUPAN SOSIAL MELALUI PERANCANGAN KARAKTER PENDUKUNG PROFIL MASKOT KAMPUS FSRD UNTAR Darmo, Budi; Chandra, Edy
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.49534

Abstract

Mascots in their development have become a visual identity tool for a company, for designers must know the main factors needed by users to recognize mascots (Lin et al., 1999). The form of a mascot is generally in the form of representatives in the form of animals and the like. Campus is an educational institution that is equivalent to companies that need mascot figures to build their image. Mascots are fictional figures who are able to build identity in creating and expressing the personality of the brand they represent (Ardi &; Munawarah, 2021). FSRD Untar as an educational institution that seeks to build its visual character through mascot figures in human form which are generally the hallmark of mascots of a company (Chandra, 2022). The form of the mascot designed by FSRD is only limited to the appearance of its visual profile, not yet to an interesting and more complex "storytelling". Ronald McDonald and his colleagues are one example of the success of a storytelling-based visual product campaign. Through the process of creating works that refer to the process of stages of exploration, experimentation and visualization , it becomes a reference solution for the creative process in an effort to build the visual imagination of the supporting characters of the FSRD mascot profile named "Sarang." The hope to be achieved in this design study is the creation of a social group of "Sarang" mascot figures that can liven up the atmosphere of the FSRD mascot community. The atmosphere of life will be a character that is in accordance with the character of educational products at FSRD Untar.Keywords: Visual Character, Nest, Imagination, SocialAbstrakMaskot pada pengembangannya telah menjadi alat identitas visual bagi sebuah perusahaan, bagi desainer wajib mengetahui faktor utama yang dibutuhkan pengguna untuk mengenali maskot (Lin et al., 1999). Wujud maskot pada umumnya berwujud perwakilan dalam bentuk binatang dan sejenisnya. Kampus merupakan sebuah lembaga pendidikan yang disetarakan dengan perusahaan yang membutuhkan figur maskot untuk membangun pencitraannya. Maskot merupakan figur fiksional yang mampu membangun identitas dlam menciptakan dan mengekpresikan personalitas brand yang diwakilinya (Ardi & Munawarah, 2021). FSRD Untar sebagai lembaga pendidikan yang berupaya membangun visual karakternya melalui figur maskot dalam wujud manusia yang umumnya menjadi ciri khas maskot dari sebuah perusahaan (Chandra, 2022). Wujud maskot yang di rancang oleh FSRD hanya sebatas pada kemunculan profil visualnya saja, belum sampai pada sebuah sebuah storytelling yang menarik dan lebih kompleks. Ronald McDonald dan rekan-rekannya merupakan salah satu contoh keberhasilan sebuah kampanye visual produk yang berbasis storytelling. Melalui proses metode penciptaan karya yang mengacu kepada proses tahapan eksplorasi, eksperimen dan visualisasi menjadi solusi rujukan proses kreatif dalam upaya membangun imajinasi visual karakter pendukung profil maskot FSRD yang diberi nama Sarang. Harapan yang akan dicapai dalam studi perancangan ini adalah terciptanya sebuah kelompok sosial dari figur maskot œSarang yang dapat menghidupkan suasana dari masyarakat maskot FSRD. Suasana kehidupan yang hidup akan menjadi sebuah karakter yang sesuai dengan karakter produk pendidikan di FSRD Untar.Kata Kunci: Karakter Visual, Sarang, Imajinasi, Sosial Authors:Budi Darmo : Universitas TarumanegaraEdy Chandra : Universitas Tarumanegara References:Alim, B., & Chandra, E. (n.d.). REBRANDING UMKM MENTAI MELALUI PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 174“181.Allison, A. (2000). A challenge to Hollywood? Japanese character goods hit the US. Japanese Studies, 20(1), 67“88.Ardi, F. P., & Munawarah, P. A. (2021). Kajian Perancangan Karakter Maskot Universitas Pendidikan Mandalika. JTIM: Jurnal Teknologi Informasi Dan Multimedia, 3(1), 46“52.Bouissou, J.-M. (2006). Japan™s growing cultural power. The example of manga in France. Leipziger Universitätverlag.Chandra, E. (2022). Peran Figur Maskot œSarang Sebagai Brand Personality Fsrd Untar Dimata Masyarakat Indonesia. Prosiding SENAPENMAS, 2(1), 1052“1958.Gravett, P. (2004). Manga: Sixty years of Japanese comics. (No Title).Kampfner, J. (2002). Ronald McDonald has a new friend. New Statesman, 131(4611), 14“15.Kern, A. (2020). Manga from the floating world: comicbook culture and the kibyōshi of Edo Japan. Brill.Kern, A. L. (2007). Kibyōshi in the Harvard-Yenching Library: A Guided Tour.Kinsella, S. (2015). Adult manga: Culture and power in contemporary Japanese society. Routledge.Lin, R., Lin, P. C., & Ko, K. J. (1999). A study of cognitive human factors in mascot design. International Journal of Industrial Ergonomics, 23(1“2), 107“122. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0169-8141(97)00106-6Paberz, C. (2020). Communities of Craftsmen: Reflections on Japanese Manga from South Korean Manhwaga. Mechademia, 12(2), 6“23.Patriani, S. R. (2019). Pembelajaran Menggambar Ilustrasi Gaya Realis. SNHRP, 381“389.Power, N. O. (2009). God of comics: Osamu Tezuka and the creation of post-World War II manga. Univ. Press of Mississippi.Purwatia, A. G. (2017). PENCIPTAAN KARAKTER FANTASI ILUSTRASI GRAFIS MELALUI MANGA STUDIO EX5 YANG SESUAI TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA MENURUT ENNEAGRAM.Susanto, M. (2011). Diksi rupa: Kumpulan istilah dan gerakan seni rupa (Edisi revisi). Dicti Art Dan Djagat Art House.Takahashi, R. (2004). InuYasha Ani-Manga, Vol. 1 (1st ed.). VIZ Media LLC. https://www.goodreads.com/book/show/22715.InuYasha_Ani_Manga_Vol_1Widyokusumo, L. (2013). Fungsi Garis pada Desain dan Sketsa. Humaniora, 4(1), 339“347.
PERANCANGAN DESTINATION BRANDING KAWASAN PANTAI PUCANGLABAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS Faradita, Nadya Cahya; Martono, Siswo; Yurisma, Dhika Yuan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49570

Abstract

One of the beaches in Tulungagung Regency known for its beautiful waves and pristine white sand is Pucanglaban Beach. It is suitable for swimming, sunbathing, or simply relaxing by the shore. This tourist destination is directly adjacent to the southern sea. The natural potential of Desa Pucanglaban encompasses the coastal area, including Pacar Beach, Kedung Tumpang Beach, and Molang Beach. The entrance fee to access this beach area is highly affordable, costing only Rp. 8,000, allowing visitors to enjoy all three beaches simultaneously. Facilities in the Pucanglaban Beach area include a mosque, restrooms, safety equipment, tent rentals, food and beverage stalls, parking facilities, and photo spots. However, despite the comprehensive facilities, this beach area lacks a strong brand identity. This research aims to design a destination branding strategy for the Pucanglaban Beach area with the goal of increasing brand awareness, contributing to the economic growth of Desa Pucanglaban, introducing the beauty and allure of Pucanglaban Beach to a wider audience, and creating a positive image. The design methodology used is design thinking, which involves various stages such as empathy, definition, ideation, prototype, and testing. The result of this design process is a key concept, namely "happiness," which signifies that this natural tourist destination can evoke a sense of happiness during and after a visit to Pucanglaban Beach by enjoying its natural beauty. This design is applied to create a logo, develop branding materials for the Pucanglaban Beach area, and implement it through various promotional tools such as x-banners, Instagram feeds, brochures, as well as various merchandise including clothing, mugs, stickers, keychains, and office stationery.Keywords: design, destination branding, brand awareness. AbstrakSalah satu pantai di kabupaten Tulung Agung  yang terkenal dengan ombaknya yang indah dan pasir putihnya yang bersih adalah pantai pucanglaban. Cocok untuk berenang, berjemur, atau bersantai di tepi pantai. Destinasi wisata ini berbatasan langsung dengan laut  selatan. Potensi alam yang dimiliki oleh Desa Pucanglaban meliputi area pesisir pantai, meliputi  Pantai Pacar, Pantai Kedung Tumpang, dan Pantai Molang. Tiket masuk untuk mengakses kawasan pantai ini sangat terjangkau, hanya seharga Rp. 8000, yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati ketiga pantai tersebut secara sekaligus. Sarana dan prasarana di kawasan pantai Pucanglaban diantaranya adalah mushola, toilet, peralatan keselamatan, penyewaan tenda, stan makanan dan minuman, tempat parkir, serta lokasi untuk mengabadikan kegiatan dengan berfoto. Namun, meskipun fasilitasnya lengkap, kawasan pantai ini belum memiliki identitas merek yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi branding destinasi bagi kawasan pantai Pucanglaban, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan merek, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Desa Pucanglaban, memperkenalkan keindahan dan daya tarik Pantai Pucanglaban kepada masyarakat secara lebih luas, serta menciptakan citra yang positif. Metode perancangan yang digunakan adalah desain berpikir (design thinking), yang melibatkan berbagai tahap seperti empati, definisi, berideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah konsep utama, yaitu "kebahagiaan," yang menggambarkan bahwa destinasi wisata alam ini mampu memberikan pengalaman kebahagiaan selama dan setelah berkunjung ke Pantai Pucanglaban dengan menikmati keindahan alamnya. Perancangan ini diterapkan dalam pembuatan logo, pengembangan materi branding untuk kawasan Pantai Pucanglaban, dan implementasinya dalam beraneka pendukung promosi,  seperti x-banner, feed Instagram, brosur, serta berbagai merchandise seperti pakaian, mug, stiker, gantungan kunci, dan peralatan tulis kantor.Kata Kunci: perancangan,destination branding, brand awareness. Authors:Nadya Cahya Faradita : Universitas DinamikaSiswo Martono : Universitas DinamikaDhika Yuan Yurisma : Universitas Dinamika References:Adam, M., Siswo, A., Setya, M., & Erdiana, P. (2023). Perancangan Destination Branding Desa Jatipasar Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness. Jurnal Art Nouveau, 1(1).Michandani, E. S., & Arida, I. N. S. (2019). Perancangan Destination Branding Desa Wisata Kerta di Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. JURNAL DESTINASI PARIWISATA, 7(1).https://doi.org/10.24843/jdepar.2019.v07.i01.p17.Sayatman, S., Soewito, B. M., & Noordyanto, N. (2021). Pengembangan Konsep Brand Identity dan Visual System ITS yang Lebih Terintegrasi. Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 20(1), 10.https://doi.org/10.12962/iptek_desain.v20i1.9329.Seragih, Y. G., & Azis, A. C. K. (2021). Tinjauan Hasil Gambar Ilustrasi Kartun dengan Objek Binatang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 23(2), 302-318.Simarmata, J. G., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Desain Kemasan Bubuk Bandrek Betalana Desa Pohan Tonga. Seni Rupa, 19(02), 6-13.Tarumanagara, U., Barat, K. J., & Manual, S. (2023). Perancangan ulang identitas visual sebuah usaha elektronik rumah tangga. 12. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 26-32.Todings, R. E., E, P., & Nurfitri, R. (2022). Perancangan Corporate Identity Cv Arya Wasa Sebagai Citra Perusahaan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 480. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.37300.Sayatman, S., Soewito, B. M., & Noordyanto, N. (2021). Pengembangan Konsep Brand Identity dan Visual System ITS yang Lebih Terintegrasi. Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 20(1), 10.https://doi.org/10.12962/iptek_desain.v20i1.9329.Seragih, Y. G., & Azis, A. C. K. (2021). Tinjauan Hasil Gambar Ilustrasi Kartun dengan Objek Binatang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 23(2), 302-318.Simarmata, J. G., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Desain Kemasan Bubuk Bandrek Betalana Desa Pohan Tonga. Seni Rupa, 19(02), 6-13.Tarumanagara, U., Barat, K. J., & Manual, S. (2023). Perancangan ulang identitas visual sebuah usaha elektronik rumah tangga. 12. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 26-32.Todings, R. E., E, P., & Nurfitri, R. (2022). Perancangan Corporate Identity Cv Arya Wasa Sebagai Citra Perusahaan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 480. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.37300.
MOTIF DAN MAKNA MOTIF TENUN ULOS BATAK ANGKOLA DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN Adriani, Adriani; Fitriani, Nova
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49593

Abstract

The current problem is that the Angkola Batak Ulos weaving is not widely known to the public, because the types of Ulos in North Sumatra are very diverse. This research was conducted to describe the shape of the motifs, the meaning of the motifs and the weaving technique of Angkola Batak Ulos in South Tapanuli Regency. The research method used is descriptive qualitative with data types in the form of primary data and secondary data. Collecting data in this study using observation techniques, interviews and documentation. The results of the research show that the Ulos Batak Angkola weaving motifs in South Tapanuli Regency consist of 17 motifs, namely pusuk robung, distance, cap mumbang, hiok-hiok, sijobang, singap, simata na maraturan, simata namaradopan, Ruang, lus-lus, bungo ros, iran-iran, letters, naginjang signs, sirat, jojak, suri-suri. The shape of the Ulos weaving motif is geometric and decorative. The source of inspiration for the Angkola Batak Ulos weaving motifs is living things and the surrounding environment. The meaning contained in the Ulos Batak Angkola woven motif is in the form of advice, hopes and prayers as well as the family tree of the people of North Sumatra. The Angkola Batak Ulos weaving technique is to carry out the preparatory process, namely mangunggas, manjomur, mangukul, mangasoli, mangani. After that, weaving can only begin, in weaving the position of the two legs must be straight ahead, the soles of the feet are right on the point. The sitting position must be fixed (not shifting) because it will affect the balance of the body when weaving. In making a motif, the first thing to do is move the guyun first, then carry the guyun with both hands, so that you can see the voids in the warp threads, use balobas to make it easier to count the threads, after that the motif making can be done according to the calculation of the motif. Use the tipak to secure the thread. So that the Ulos Batak Angkola weaving in South Tapanuli Regency can develop according to fashion developments but refers to the characteristics of regional motifs so that it becomes attractive to consumers, for this, targeted guidance and support from the government is needed for weaving craftsmen in South Tapanuli Regency.Keywords: weaving, Ulos Batak Angkola. AbstrakPermasalahan dewasa ini tenun Ulos Batak Angkola belum banyak dikenal masyarakat, dikarenakan jenis Ulos di Sumatera Utara sangat beragam. Riset dilaksanakan untuk mendeskripsikan model motif, makna dari motif dan teknik menenun Ulos Batak Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian yang dipakai ialah deskriptif kualitatif dengan jenis data berupa data yang bersifat primer dan data sekunder. Pengumpulan data penelitian memakai teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif tenun Ulos Batak Angkola pada Kabupaten Tapanuli Selatan terdiri dari 17 motif yaitu pusuk robung, jarak, tutup mumbang, hiok-hiok, sijobang, singap, simata na maraturan, simata namaradopan, ruang, lus-lus, bungo ros, iran-iran, surat, rambu naginjang, sirat, jojak, suri-suri. Bentuk dari motif tenun Ulos meupakan bentuk geometris dan dekoratif. Dasar inspirasi motif tenun Ulos Batak Angkola  makhluk hidup dan lingkungan sekitar.  Makna yang terkandung dalam motif tenun Ulos Batak Angkola yaitu berupa harapan, nasehat  dan doa serta silsilah keluarga masyarakat Sumatera Utara. Teknik menenun Ulos Batak Angkola yaitu melakukan proses persiapan yaitu mangunggas, manjomur, mangukul, mangasoli, mangani. Setelah itu, baru menenun dapat dimulai, dalam menenun posisi kedua kaki harus lurus kedepan, kedua telapak kaki tepat pada tadokan. Posisi tempat duduk harus tetap (tidak bergeser-geser) karena akan mempengaruhi keseimbangan badan saat menenun. Dalam pembuatan motif, hal yang pertama dilakukan adalah menggerakkan guyun terlebih dahulu, setelah itu baru guyun dijinjing dengan kedua tangan, sehingga terlihat rongga pada benang lungsinya, gunakan balobas untuk mempermudah penghitungan benangnya, setelah itu pembuatan motif dapat dilakukan sesuai dengan perhitungan motifnya. Gunakan tipak untuk merapatkan benangnya.  Agar tenun Ulos Batak Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat berkembang mengikuti perkembangan mode namun tetap beracuan terhadap ciri khas motif daerah sehingga tetap menjadi daya pikat terhadap konsumen, mengenai hal tersebut maka penting pembinaan dan sokongan yang terencana dari pemerintah terhadap pengerajin tenun di Kabupaten Tapanuli Selatan.Kata Kunci: tenun, Ulos Batak Angkola. Authors:Adriani : Universitas Negeri PadangNova Fitriani : Universitas Negeri Padang References:Agusti Efi. (2019). Studi Kasus Motif Tenun Sipirok di Aek Bayur Kota Padang Sidimpuan. kapita selekta geografi, 2, 64“72.Alamo, E., Eliza, M., & Syailillah, G. (2021). Makna dan Fungsi Kain Ulos pada Pusat Latihan Opera Batak Pematang Siantar (PLOt) di Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 94. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.24824.Binarul Anas. (2012). Mengenal Tenun Songket Ratu Kain Sumatra Barat.Denyanty, L. (n.d.). Studi Tentang Tenun Songket Silungkang. UNP.Ernawati, Izwerni, & Nelmira, W. (2008). Tata Busana. In Winarti (Ed.), Tata Busana (1 ed., hal. 1“419). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Fitriani, S. R., & Armojo, W. T. (2020). Desain Kerajinan Tas Ulos Batak Karya Sabina Collection. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 462. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.22120Lubis, J. R., & Sandi, D. M. (2020). Keberagaman Jenis Ulos Dalam Kajian Visual. September, 152“168.Marfianda, W., Ramainas, & Adriani. (2014). Tenun Kubang di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Home Economics And Tourism, 6(2), 2“16.Meyliona, G., Adriani, & Weni, N. (2013). Studi Tentang Tenunan Pandi Sikek di Rumah Tenun Pusako Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Journal of Home Economics and Tourism, 4(3), 1“15.Muri yusuf. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan gabungan (irfan fahmi (ed.); 4 ed.). Kencana.Nelmira, W. (2014). Pengetahuan Dasar Bordir.Novitasari, P., Ernawati, & Nelmira, W. (2015). Songket Bungo Tanjung di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Journal of Home Economics and Tourism, 9(2), 1“11.Novrita, S. Z., Pratiwi, M., & Puspanelli. (2022). Makna Motif Batik Di Kabupaten Solok Selatan Studi Kasus Pada Sanggar Azyanu Batik 1000 Rumah Gadang. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 628. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39652Pateda. (2001). Semantik Leksikal (2 ed.). Rineka Cipta.Purnamawati, S., Adriani, & Novrita, S. Z. (2016). Studi Tentang Batik Basurek di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Journal of Home Economics and Tourism, 11(1), 1“12.Ramainas. (2013). Pengetahuan Tekstil. Universitas Negeri Padang.Salamun. (2013). Kerajinan Tenun dan Batik.Saputri, F., Adriani, & Novrita, S. Z. (2018). Bentuk, Fungsi dan Makna Motif Batik Muaro Bungo Jambi. Journal of Home Economics and Tourism, 18(3), 1“17.Siregar. (2017). Mangihut Siregar Jurnal Studi Kultural Industri Kreatif Ulos pada Masyarakat Pulau Samosir. Jurnal Studi Kultural, II(1), 1“5.Siregar, R. (n.d.). Pergeseran Fungsi Abit Godang (Ulos) dalam Perkawinan Masyarakat Batak Angkola-Sipirok Di Kota Medan. http://digilib.unimed.ac.id/173/1/Pergeseran fungsi Abit Godang %28ulos%29 dalam perkawinan masyarakat Batak Angkola-Sipirok di Kota Medan.pdf#Suhersono, H. (2005). Motif Flora dan Fauna.Takari, M. (2015). Ulos Dan Sejenisnya Dalam Budaya Batak Di Sumatera Utara: Makna, Fungsi, Dan Teknologi (Nomor January 2007). https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3025.1925Valenta, N. S., & Adriani. (2022). Studi Tentang Batik Batam (Studi Kasus di Indra Batik Batam di Kota Batam). Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 89“106. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.29696Widati, & W, R. (2002). Perempuan dalam Usaha Pertenunan Sulawesi Selatan. Jurnal Perempuan, 22.Zahrina, C. (2012). Tenun Angkola Dalam Dinamika Sejarah (S. . Parlindungan Harahap (ed.)). Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional. http.ww%5Cw.bpsnt-bandaaceh.Gom
KAJIAN FIGUR ANAK KECIL DALAM LUKISAN ZIRWEN HAZRY Fitryona, Nessya; Sari, Dwi Mutia; Kharisma, Maltha
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49598

Abstract

Zirwen Hazry is a painter who has a realistic style from West Sumatra. There is a dominant object that often appears in each period of his work's journey, including the visualization of the figure of a small child with a symbolic gesture. Art connoisseurs rarely examine the meanings of these paintings in depth because many are still admiring Zirwen's painting skills and tend to read the meaning based on the straightforward visualization of objects. This study aims to find out how to understand the meaning behind the visualization of the child figure in Zirwen Hazry's painting. This is done so that the meaning conveyed by the painter is more easily understood by art connoisseurs. This research is descriptive qualitative research. The sampling technique was carried out through purposive sampling, where data was collected through work documentation. The data analysis technique uses Roland Barthes' semiotic approach, namely by examining the denotative and connotative meanings of the object under study. The results of the study show that the representation of young people's figures does not just tell stories about the problems of the world of young people against the times, but is an analogy of an artist's honesty in conveying social criticism. Child characters with certain gestures as denotative meanings. Criticism of the nature of human morality is caused by the movement and development of the times as a connotative meaning. The study of the representations of the painting objects under study shows that the ideology of painters tends to criticize human values.Keywords: semiotics, painting, realistic, connotative, denotative. AbstrakZirwen Hazry merupakan pelukis yang memiliki gaya realistik di Sumatera Barat. Terdapat objek-objek dominan yang sering muncul pada setiap periode perjalanan karyanya, di antaranya yaitu visualisasi figur anak kecil dengan gestur yang simbolik. Penikmat seni jarang mengkaji makna lukisan-lukisan tersebut lebih dalam karena masih banyak yang terpaku pada kekaguman keahlian melukis Zirwen secara personal dan cenderung membaca makna berdasarkan visualisasi objek secara lugas. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana cara memahami makna di balik visualisasi figur anak kecil dalam lukisan Zirwen Hazry. Hal ini dilakukan agar makna yang dihadirkan pelukis lebih mudah dipahami penikmat seni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling, dimana data dikumpulkan melalui dokumentasi karya. Teknik analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yaitu dengan menelaah makna denotasi dan konotasi pada objek yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi figur anak kecil tidak sekedar bercerita tentang permasalahan dunia anak kecil terhadap perkembangan zaman saja, melainkan sebuah analogi terhadap kejujuran seniman dalam menyampaikan kritik sosial. Figur anak kecil dengan gestur tertentu sebagai makna denotatif. Kritikan terhadap hakikat dari esensi akhlak manusia yang disebabkan terhadap pergerakan dan perkembangan zaman sebagai makna konotatif. Kajian representasi objek lukisan yang diteliti memperlihatkan ideologi pelukis cenderung pada kritik nilai-nilai kemanusiaan.Kata Kunci: semiotika, lukisan, realistik, konotatif, denotatif. Authors:Nessya Fitryona : Universitas Negeri PadangDwi Mutia Sari : Universitas Negeri PadangMaltha Kharisma : Universitas Negeri Padang References:Ahmad, T. A. (2017). Mengurai Makna Lukisan Kamasan Di Puri Klungkung. Indonesian Journal of Conservation, 5(1). https://doi.org/10.15294/ijc.v5i1.11766Barthes, R. (2010). Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa. Yogyakarta: Jalasutra.Budiman, K. (2011). Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.Fitryona, N., & Erfahmi, S. (2013). Eksistensi Nurdin BS dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 1(3). https://doi.org/10.24036/sr.v1i3.1901Hasanah, U. (2021). Mitos-Mitos Budaya Massa dalam Novel Anatomi Rasa Karya Ayu Utami: Kajian Semiotika Roland Barthes. (Doctoral dissertation, STKIP PGRI BANGKALAN).Kusnanto, R. A. B., Firduansyah, D., & Lontoh, W. (2023). Ilusi Optis Karya Seni Lukis At Sitompul Di Yogyakarta. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(1), 87-97. http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v8i1.19273Linggarjati, H. (2015). Hendrabuana dan Seni Lukis Kaligrafinya (Kajian Biografi dan Estetika). Journal of Contemporary Indonesian Art, 1(1). https://doi.org/10.24821/jocia.v1i1.1745Maghdalena, D. N., & Suryadi, S. (2019). Analisis Estetik Karya Seni Lukis Moel Soenarko yang Bertema Heritage. Irama: Jurnal Seni Desain Dan Pembelajarannya, 1(2), 9-23. https://doi.org/10.17509/irama.v1i2.21688MNA, I. K. D., Erfahmi, M. S., & Hafiz, A. (2017). Eksistensi Zirwen Hazry Dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 4(3). https://doi.org/10.24036/sr.v4i3.8155Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.Ramadhan, A. Z. (2020). Analisis Semiotika Iklan Cetak La Lights œJangan Mau Diadu Versi Ayam. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 232-235. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19551Rohmi, S, Erfahmi, M. S., & Yasrul Sami, S. S. (2017). Sugesti Perilaku Manusia Dalam Karya Lukis Realis. Serupa The Journal of Art Education, 6(1). https://doi.org/10.24036/sr.v6i1.8345Susanti, N. (2019). Seni Lukis Kontemporer Zirwen Hazry dalam Kajian Sosiology di Sumatera Barat. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Sobur, A. (2017). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Tamara, J. (2020). Kajian Semiotika Roland Barthes pada Poster Unicef. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 726-733. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.403
KOMIK EDUKASI RAGAM HIAS SUAMATERA UTARA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI RUPA Purnomo, Try Wahyu; Aulia, Sri Mustika; Muslim, Muslim; Milala, Peggy Elfisa Br Sembiring
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49749

Abstract

This research is a development research that produces decorative learning media for North Sumatra based on educational comics as an appreciation of material in elementary arts and skills education courses. In the Fine Art and Skills Education course, students are not only required to be able to hone practical skills but also understand the contextual aspects of a work of art through art appreciation activities. Through this activity, students are invited to be able to understand the background of making a work, history and cultural anthropological relations so that students can gain concrete knowledge about works of art which will be a practicum assignment. The development model used is the 4D model which emphasizes the development of North Sumatra decorative learning media based on educational comics. At the definition (defining) stage, an analysis of the needs of fine arts learning media will be carried out, the susceptibility to North Sumatra's decorative styles, and planning for the packaging of learning media content. Based on the results of this analysis, a design (design) of North Sumatra decorative learning media was carried out as material for student appreciation. Once designed, it is followed by the development (development) stage by carrying out 3 main activities, namely: validity test, practicality test, and effectiveness test. Through the development of this learning media, it seems that students are more enthusiastic about understanding the textual and contextual aspects of a work of art. The educational values contained in a traditional ornament are of course a positive aspect for the formation of moral character and love for the nation's culture.Keywords: learning media, traditional ornaments, comics. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan media pembelajaran ragam hias Sumatera Utara berbasis komik edukasi sebagai bahan apresiasi pada mata kuliah Pendidikan Seni Rupa Dan Keterampilan di Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pada mata kuliah Pendidikan Seni Rupa dan Keterampilan, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk dapat mengasah kemampuan praktis tetapi juga memahami aspek kontekstual dari sebuah karya seni melalui kegiatan apresiasi seni. Melalui kegiatan ini mahasiswa diajak untuk dapat memahami latar belakang pembuatan suatu karya, sejarah dan hubungan antropologi budaya sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan konkrit tentang karya seni yang akan menjadi tugas praktik. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yang menekankan pada pengembangan media pembelajaran ragam hias Sumatera Utara berbasis komik edukasi. Pada tahap pendefinisian akan dilakukan analisis kebutuhan media pembelajaran seni rupa, kerawanan ragam hias Sumatera Utara, dan perencanaan pengemasan konten media pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis tersebut dilakukan perancangan media pembelajaran ragam hias Sumatera Utara sebagai bahan apresiasi siswa. Setelah dirancang, dilanjutkan dengan tahap pengembangan dengan melakukan 3 kegiatan utama, yaitu: uji validitas, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Melalui pengembangan media pembelajaran ini, nampaknya siswa lebih antusias dalam memahami aspek tekstual dan kontekstual sebuah karya seni. Nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam sebuah ornamen tradisional tentunya menjadi aspek positif bagi pembentukan karakter moral dan kecintaan terhadap budaya bangsa.Kata Kunci: media pembelajaran, ornamen tradisional, komik. Authors:Try Wahyu Purnomo : Universitas Negeri MedanSri Mustika Aulia : Universitas Negeri MedanMuslim : Universitas Negeri MedanPeggy Elfisa Br Sembiring Milala : Universitas Negeri Medan References:Azis, A. C. K., Winara, W., & Muslim, M. (2022). Bahan Ajar dalam Bentuk E-Book Materi Seni Rupa untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Medan. ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED, 12(3), 207-216.Damanik, R., Sinaga, W., & Yosrizal, Y. (2017). Kearifan Lokal Dan Fungsi Rumah Adat Melayu Sumatera Utara. Medan: USU Press.Ginting, S., Heryadi, H., & Carolina, S. B. (2021). Upaya Pelestarian Rumah Adat Karo Melalui Rupa Ragam Hias Di Sumatra Utara. Serat Rupa Journal of Design, 5(1), 122-141.Juliana, N. (2015). Ragam Hias Ulos Sadum Mandailing. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 13(25), 49-55.Magdalena, I., Shodikoh, A. F., Pebrianti, A. R., Jannah, A. W., & Susilawati, I. (2021). Pentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sdn Meruya Selatan 06 Pagi. Edisi: Jurnal Edukasi dan Sains, 3(2), 313-325.Masruroh, A., & Azis, A. C. K. (2022). Meningkatkan Kemampuan MenggambarIlustrasi Kartun dengan Teknik Scribble pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Simpang Kiri Kota Subulussalam. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 554-558.Mesra, M., Kartono, G., & Ibrahim, A. (2022). Penerapan Ornamen Tradisional Sumatera Utara Pada Toples Makanan Sebagai Sarana Revitalisasi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 81-88.Nurhardini, S., & Novrita, S. Z. (2022). Teknik Pewarnaan Alam pada Kain Batik di Kota Jambi (Studi Kasus pada Batik Jambi Ariny Kelurahan Pasir Panjang Jambi Seberang). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 347-354.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 01-10.Saragih, D. A., Yulianto, Y., & Pakpahan, R. (2019). Kajian Ornamen Gorga di Rumah Adat Batak Toba (Studi Kasus: Di Kawasan Desa Wisata Tomok, Huta Siallagan dan Huta Bolon Di Kabupaten Samosir). Alur, 2(1), 1-14.Setyosari, P. (2013). Metode Peneletian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.Sitepu, N. B. (2021). Analisis Semiotik Simbol Bangunan Rumah Adat Suku Pakpak Kabupaten Dairi. Medan: FKIP UMSU.Sugiyono, S. (2009). Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suhartini, T., Haryanto, T., & Adiyanto, A. (2016). Pemanfaatan Ragam Hias Etnik Sumatera Utara Untuk Pengembangan Motif Batik. Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah, (21), 16-22.Sukiman, S. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia PT Pustaka Insan Madani.Tafonao, T. (2018). Peranan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Mahasiswa. Jurnal komunikasi pendidikan, 2(2), 103-114.Zebua, D. A. (2022). Ragam Hias Nias Utara Pada Rumah Tradisional. Yogyakarta: Program Studi S-1 Kriya Jurusan Kriya Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
PENGARUH MORDAN TUNJUNG TERHADAP PENCELUPAN BAHAN KATUN MENGGUNAKAN KULIT BAWANG MERAH DAN KULIT BUAH MANGGIS Cahya, Nana Dwi; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49881

Abstract

One way to reduce textile waste and emissions is by utilizing natural materials as textile dyes.   This study aims to see the effect of tunjung mordan on dyeing cotton materials using onion peel and mangosteen fruit peel. This type of research is an experiment, where the object of research is cotton from tunjung dyeing. Data were collected using questionnaires distributed and arranged with Likert scales, processed using the Friedman K-related Sample test. The results showed that dyeing with tunjung mordan resulted in Chocolate Brown #524123, light dark colors in the less light category and evenness of flat category colors. Test the hypothesis for dark light colors stating 0.00 < 0.05 then Hâ‚€ is rejected, which means that there is an influence of mordan on dark light colors. In color flatness, the value of 0.00 < 0.05 Hâ‚€ is rejected, meaning that there is an influence of tunjung mordan on the evenness of the color in onion peel extract and mangosteen peel.Keywords: onion, mangosteen, dyes, tunjung. AbstrakSalah satu cara untuk mengurangi limbah dan emisi tekstil yaitu dengan memanfaatkan bahan alam sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh mordan tunjung terhadap pencelupan bahan katun menggunakan kulit bawang merah dan kulit buah manggis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dimana objek penelitiannya adalah kain katun hasil pencelupan tunjung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar dan disusun dengan skala likert, dianalisis dengan uji Friedman K-related Sample. Penelitian ini menunjukkan bahwa pewarnaan dengan mordan tunjung menciptakan warna Chocolate Brown #524123, gelap terang warna pada nilai kurang terang dan kerataan warna kategori rata. Uji hipotesis untuk gelap terang warna menyatakan 0,00<0,05 maka Hâ‚€ ditolak, yang berarti adanya pengaruh mordan terhadap gelap terang warna. Pada kerataan warna memperoleh nilai 0,00<0,05 Hâ‚€ ditolak, artinya adanya pengaruh mordan tunjung pada kerataan warna pada ekstrak kulit bawang merah dan kulit buah manggis.Kata Kunci: bawang merah, manggis, pencelupan, tunjung. Authors:Nana Dwi Cahya : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Padang References:Adriani, A., & Atmajayanti, C. (2023). Pengaruh Mordan Tunjung Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Iler (Coleus Scutellarioides Linn. Benth). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 230-236.Andriani, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Perbedaan Mordan Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) Dan Jeruk Purut (Citrus Histrix) Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Candidium D. Don) Pada Bahan Sutra. Journal of Home Economics and Tourism, 12(2).Angendari, M. D. (2015). Pemanfaatan kulit bawang merah sebagai pewarna kain dengan teknik jumputan menggunakan mordan tawas, kapur, dan tunjung. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 12(1), 25-32.Azis, A. C. K., Lubis, S. K., Kartono, G., & Daulay, M. A. J. (2023). Digitalisation of Teaching Materials for Toba Batak Ethnic Decorative Variety with Procreate Media Based on p-Books and e-Books. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 9(3), 782-793.Ernawati, I., & Nelmira, W. (2008). Pengetahuan Tata Busana. Padang: UNP PRESS.Fatihaturahmi, F., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh perbedaan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak daun sawo menggunakan bahan sutera. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 237-242.Hasanah, U., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2021). Pengaruh Mordan Air Tapai Ketan Hitam dan Air Tapai Singkong terhadap Hasil Pencelupan pada Bahan Sutera Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L). Journal of Home Economics and Tourism, 15(2).Hendrika, A. D. (2020). Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Nipah (Nypha Fructicans) dengan Kulit Bawang Merah (Allium Ascalonium L) Menggunakan Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Masyitoh, F., & Ernawati, E. (2019). Pengaruh mordan tawas dan cuka terhadap hasil pewarnaan eco print bahan katun menggunakan daun jati (Tectona Grandis). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 387-391.Noor, F. (2007). Teknik Eksplorasi Zat Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar Kita Untuk Pencelupan Tekstil. Jurnal PKK UNY.Purnomo, E., Aisyah, S., Hadjarati, H., Azis, ACK, Suardika, IK, Jermaina, N., ... & Gumilar, A. (2024). The Coach's Role in Understanding the Athletes' Condition: Maximizing Communication Functions. Retos, 55, 543-551.Putri, L. A., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2015). Perbedaan Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Air Limbah Penirisan Getah Gambir pada Sutera Menggunakan Mordan Tunjung (Feso4). Journal of Home Economics and Tourism, 9(2).Revianti, M. M., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Mordan Terhadap Pencelupan ekstrak Daun Puring (Codiaeum Variegatum) pada Bahan Katun. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 403-408.Rizky, A. F., & Fatimah, S. (2020). Belimbing Wuluh (Averhoa belimbi L.) sebagai Mordan pada Sintesis Zat Warna Alami dari Kulit Bawang Merah (Allium ascalonium L.) dengan Metode Ekstraksi Ultrasonik. Reka Buana: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia, 5(2): 104-111.Saputri, A., & Novrita, S. Z. (2021). Perbedaan Berat Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih terhadap Hasil Pencelupan Kulit Buah Alpukat Pada Bahan Katun. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2), 80-90.Setya, W. P. (2020). Pengaruh Mordan Kapur Sirih Dan Tunjung Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Batang Pisang Ambon Pada Bahan Katun. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Siregar, N. H., Azis, A. C. K., Mesra, M., & Mirwa, T.(2020). Analisis Gambar Bentuk Bunga Anggrek dengan Teknik Pointilis Berwarna di SMP Al-Fityan School Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 94-99.Yuled, U. R., & Adriani, A. (2021). Perbedaan Mordan Tunjung Dan Baking Soda Terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun Dengan Menggunakan Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa). Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2), 97-103.