cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 846 Documents
PEWARNAAN ALAM BATIK STUDI KASUS DI RUMAH BATIK SAMPAN PESONA MINANG DESA SUNGAI KASAI KOTA PARIAMAN Hafizah, Ovi Muara; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49960

Abstract

The re-emergence of sampan batik with natural dyes as a substitute for synthetic dyes that are not environmentally friendly encourages this research. In 1946, the first batik company in the Sampan area, Padang Pariaman Regency was called Batik Sampan. The aim of the research is to describe the natural materials used, the process of making natural dye extracts and the natural coloring process. Qualitative descriptive research uses primary and secondary data. The 5 owners and craftsmen of the Sampan Pesona Minang Batik House were used as informants. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results used were 3 natural materials, namely gambier bark, tingi bark and jengkol bark using a mixture of alum mordant, soda ash, rinso with tunjung fixator and whiting. The process for making extracts from the three natural ingredients is the same, namely by boiling using a vlot of 1:12 (1 kg of gambier is boiled in 12 liters of water until it reduces to its initial volume), vlot 1:8 (1 kg of jengkol bark is boiled in 8 liters of water until the initial volume decreases), vlot 1:3 (1 kg of jengkol bark is boiled in 3 liters of water until the initial volume decreases), then filtered and left for a day before use. Dyeing process (1) 300 grams of cloth dipped in 12 liters of water, (2) mordanting with a mixture of 20 grams of alum + 25 grams of soda ash + 10 grams of rinso per 12 liters of water for 30 minutes, (3) dyeing 300 grams of cloth/5 liters Natural dye extract was carried out 4 times, (4) fixation with 830 grams of tunjung/5 liters of water or 1,670 grams of whiting/5 liters of water, (5) dilorod batik with 25 grams of soda ash/12 liters of water.Keywords: dyeing, natural dye extract. AbstrakMunculnya kembali batik sampan dengan pewarnaan alam sebagai pengganti pewarnaan sintetis yang tidak ramah lingkungan mendorong penelitian ini. Tahun 1946, perusahaan batik pertama di daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman bernama Batik Sampan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bahan alam yang digunakan, proses pembuatan ekstrak warna alam dan proses pewarnaan alam. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Pemilik dan pengrajin Rumah Batik Sampan Pesona Minang berjumlah 5 orang dijadikan informan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ada 3 bahan alam yang digunakan yaitu gambir, kulit kayu tingi dan kulit jengkol menggunakan mordan campuran tawas, soda ash, rinso dengan fiksator tunjung dan kapur sirih. Proses pembuatan ekstrak ketiga bahan alam sama, yaitu dengan cara direbus menggunakan vlot 1:12 (1 kg gambir direbus dengan 12 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), vlot 1:8 (1 kg kulit kayu tingi direbus dengan 8 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), vlot 1:3 (1 kg kulit jengkol direbus dengan 3 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), kemudian disaring dan didiamkan sehari sebelum digunakan. Proses pewarnaan (1) kain 300 gram dicelup ke dalam 12 air, (2) mordanting dengan campuran 20 gram tawas + 25 gram soda ash + 10 gram rinso per 12 liter air selama 30 menit, (3) pencelupan 300 gram kain/5 liter ekstrak pewarna alam dilakukan sebanyak 4 kali, (4) fiksasi dengan 830 gram tunjung/5 liter air atau 1.670 gram kapur sirih/5 liter air, (5) batik dilorod dengan 25 gram soda ash/ 12 liter air.Kata Kunci: ekstrak pewarna alam, pencelupan. Authors:Ovi Muara Hafizah : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Padang References: Andika, D. (2023), œBahan Alam Pewarna Batik. Hasil Wawancara Pribadi: 26 Juli 2023, Rumah Batik Sampan Pesona Minang.Berlin, S. W., & Riza Linda, M. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pewarna Alami Oleh Suku Dayak Bidayuh Di Desa Kenaman Kecamatan Sekayam    Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 6(3).Derisa, D., Efi, A., & Adriani, A. (2012). Pengaruh Garam terhadap Hasil Pencelupan Bahan Sutera dengan Ekstrak Kulit Pohon Mahoni. Journal of Home Economics and Tourism, 1(1).Dullah, Santosa. 2002. Batik, Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Solo: Danar Hadi.Hanifati, I., Novrita, S. Z., & Yusmerita, Y. (2023). Teknik Pembuatan Ekstrak Warna Alam dari Tumbuhan dan Limbah Pasar (Studi Kasus di Rumah Batik Tarancak Kota Solok). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1370-1376.Herwandi, Lindayanti, Dosen FIB Unand, and Batik di Pariaman. "Industri Batik di Sumatera Barat (PerspektifSejarah): Kebutuhan Pasar Besar Namun Kemampuan Produksi Kecil1."Isfi, Y. P., & Novrita, S. Z. (2021). Proses Pewarnaan Anyaman Mansiang di Jorong Taratak Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 559-364.Kamala, N., & Adriani, A. (2019). Studi Tentang Motif Dan Pewarnaan Batik Cap Dengan Zat Pewarnaan Alam Di Rumah Batik Dewi Busana Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 303-307.Kwartiningsih, E., Setyawardhani, D. A., Wilyanto, A., & Triyono, A. (2009). Zat pewarna alami tekstil dari kulit buah manggis. Ekuilibrium, 8(1), 41-47.Maryami, I., Ernawati, E., & Adriani, A. (2012). Studi Tentang Kain Pelangi Studi Kasus di Industri Salsabillah Collection Palembang. Journal of Home Economics and Tourism, 1(1).Pujilestari, T. (2014). Pengaruh ekstraksi zat warna alam dan fiksasi terhadap ketahanan luntur warna pada kain batik katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 31(1), 31-40.Putri, E. H., & Midawati, M. (2020). Sejarah Batik Tanah liek dan Pekerjaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Dharmasraya. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 13.Rahmi, E., & Novrita, S. Z. (2021). RESEP DAN TEKNIK PEMBUATAN EKSTRAK PEWARNAAN ALAM BATIK INDRAGIRI HULU  INDRAGIRI  HULU  PROVINSI RIAU. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(3), 104-108.Siallagan, N. R., Misgiya, M., & Azis, A. C. K. (2020). Analisis Souvenir Di Langgam Batik & Souvenir Tembung Berbahan Kain Perca Ulos. MAVIS: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(2), 36-46.Ulum, I. (2009). Batik dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Bestari, (42), 241635.Widjajanti, Kesi. 2011. Model Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 12 Nomor 1, Juni 2011, hlm. 15-27. Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.Yuliana, E., & Adriani, A. (2022). Studi Tentang Pewarnaan Alam Batik Studi Kasus di Rumah Batik Krinok Kecamatan Rantau Pandan  Kabupaten  Muara  Bungo Jambi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 178- 184.
PENGARUH PERBEDAAN MORDAN PADA PENCELUPAN DENGAN ZAT WARNA DAUN INAI (LAWSONIA INERMIS L.) TERHADAP KAIN KATUN Muharrani, Khalishah Rezky; Adriani, Adriani; Novrita, Sri Zulfia; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50050

Abstract

Natural dyes are highly recommended as environmentally friendly dyes so they can be used continuously. This research utilizes henna leaves as a natural dye that is easy to obtain and has a coloring agent. This study means to depict: 1) the color's name (hue), 2) its value, 3) its uniformity, and 4) the effect of various mordant whitting and tunjung on the results of natural dyeing cotton fabric with henna leaf extract. The primary data used in this study come from 18 panelists, making it an experiment. The gathered information is handled and investigated with the SPSS (Factual Item and Administration Arrangement) rendition 22.0 utilizing the K-related example friedman test equation. The research results show that the colors are produced from: 1) the non-mordant dye is Golden Sundance #BB9457, 2) dyeing with whiting mordant produces Golden Sundance color #BDB76B, and 3). dyeing with Tunjung mordant produces Dark Olive Green color #32441E. The results of data value analysis obtained from the Friedman K-relative sample a significance of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.000 <0.05. Then Ho is declared rejected, which is  means that there is a significant effect on the color darkness (value) due to the influence of the use of mordant whitting, and tunjung on the dyeing results of henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fabric. Based on the analysis obtained from the Friedman K-related test the sample for evenness of color is 0.001 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.001 <0.05. Then Ho was declared rejected, which meant that there was a significant difference in the evenness of the color caused by differences in mordant to the results of dyeing henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fiber material.Keywods: whitting, tunjung, henna leaves.AbstrakPewarna alami sangat direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah lingkungan sehingga dapat digunakan terus menerus. Penelitian ini memanfaatkan daun inai sebagai bahan pewarna alami yang mudah diperoleh dan memiliki zat warna. Penelitian tujuannya guna mendeskripsikan 1) nama warna (hue), 2)  gelap terang warna (value), 3) kerataan warna, dan 4) pengaruh perbedaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan alami menggunakan ekstrak daun inai pada kain katun. Jenis penelitian adalah eksperimen, data penelitian yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan uji Friedman K-Related Sample.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari: 1) pencelupan tanpa mordan adalah warna Golden Sundance #BB9457 2) pencelupan dengan mordan kapur sirih menghasilkan warna Golden Sundance #BDB76B, dan 3) pencelupan dengan mordan tunjung adalah menghasilkan warna Dark Olive Green #32441E. Hasil analisis data gelap terang yang diperoleh signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,000 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, mempunyai arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap gelap terang warna (value) akibat pengaruh penggunaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada kain katun. Berdasarkan analisis yang di peroleh dari uji Friedman K-related sampel untuk hasil kerataan warna adalah 0,001 yang lebih kecil dibandingkan dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,001 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, yang berarti adanya perbedaan signifikan terhadap kerataan warna yang diakibatkan oleh perbedaan mordan terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada bahan dari serat katun.  Kata Kunci: kapur sirih, tunjung, daun inai.Authors:Khalishah Rezky Muharrani : Universitas Negeri MedanAdriani : Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri MedanWeni Nelmira : Universitas Negeri Medan References:Abu, A., & Hading, A. (2016). Pewarnaan tumbuhan alami kain sutera dengan menggunakan fiksator tawas, tunjung dan kapur tohor. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 2(2), 86-91.Ahmad, A. F., & Hidayati, N. (2018). Pengaruh jenis mordan dan proses mordanting terhadap kekuatan dan efektifitas warna pada pewarnaan kain katun menggunakan zat warna daun jambu biji Australia. Indonesia Journal of Halal, 1(2), 84-88.Azizah, E., & Hartana, A. (2018). Pemanfaatan daun Harendong (Melastoma malabathricum) sebagai pewarna alami untuk kain katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 35(1), 1-8.Nisa, A. R., & Singke, J. (2018). Pengaruh Massa Mordan Tunjung Terhadap Hasil Pewarnaan Dengan Kulit Buah Asam (Sweettamarind) Menggunakan Teknik Tie Dye. Jurnal Tata Busana, 7(2), 41“47.Putri, A. W. A., Angelica, J., & Kartawidjaja, K. (2021). Pewarnaan dan Pemberian Motif Alami Kain Celup Ikat Itajime Shibori dengan Ekstrak Indigofera dan Tunjung. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 541-548.Nilamsari, Z., & Giari, N. (2018). Uji Coba Pewarna Alami Campuran Buah Secang Dan Daun Mangga Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, 6(01), 839-847.Rosyida, A. (2015). Pengaruh Variasi pH dan Fiksasi pada Pewarnaan Kain Kapas dengan Zat Warna Alam dari Kayu Nangka Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaannya. In Prosiding seminar Nasional 4th UNS SME™s Summit & Awards, Universitas Negeri Surakarta, Surakarta (pp. 101-112).Wulandari, C., Loravianti, S. R., & Jamarun, N. (2021). Pituah Paikek: Penciptaan Karya Tari Berangkat Dari Ritus Peralihan Malam Bainai Di Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 302-311.Zainab, Z., Sulistyani, N., & Anisaningrum, A. (2016). Penetapan parameter standardisasi non spesifik dan spesifik ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.). Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 13(2), 212-226.Zulikah, K., & Adriani, A. (2019). Perbedaan Teknik Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Bahan Katun Primisima menggunakan Warna Alam Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) dengan Mordan Kapur Sirih. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 209-213.
HUBUNGAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR RAGAM HIAS DENGAN KEMAMPUAN MEMBATIK SISWA SMA SWASTA SANTA LUSIA Simangunsong, Norawaty; Zulkifli, Zulkifli
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50084

Abstract

Learning the art and culture of batik material at the Santa Lucia Sei Rotan Private High School has not led to the development of the ability to draw ornaments. This is because the teachers who teach fine arts do not come from the fine arts department, so teachers do not understand how to teach decorative learning using batik skills. This research aims to find out how much the ability to draw decorations is related to the ability to make batik in class X students at Santa Lusia Sei Rotan Private High School. The method used in this study is the correlational method. The sampling technique was carried out by using random sampling technique, so that the research sample was X-MIA class with 36 students. The research instrument uses practice tests and data collection techniques are carried out by observation. Data analysis used is quantitative data. Data processing obtained the average pre-test score was 74.78, in the poor score category, while the posttest average score was 82.81 in the good score category. The results obtained show that the pre-test and posttest data are normally distributed and homogeneous. Hypothesis testing obtained tcount = 5.6862 and t(table) = 1.9966,, because tcount (5.6862) >  t(table)(1.9966), then the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted . Furthermore, the correlation test obtained rcount = 0.7371 and rtable = 0.329, because rcount (0.7371)> rtable (0.329), and provided input or contribution of 54%. The results of the hypothesis test and correlation test show that there is a relationship between the ability to draw decorations and the ability to make batik.Keywords: relationship, drawing ornaments, batik. AbstrakPembelajaran seni budaya materi batik di SMA Swasta Santa Lusia Sei Rotan belum mengarah pada pengembangan kemampuan menggambar ragam hias. Hal ini dikarenakan guru yang mengajar seni rupa tidak berasal dari jurusan seni rupa, sehingga guru kurang memahami bagaimana cara mengajarkan pembelajaran ragam hias dengan kemampuan membatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan kemampuan menggambar ragam hias dengan kemampuan membatik siswa kelas X SMA Swasta Santa Lusia Sei Rotan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian adalah kelas X-MIA sebanyak 36 siswa. Instrumen penelitian menggunakan test praktik dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Pengolahan data diperoleh nilai rata-rata pre-test adalah 74,78 dengan kategori nilai kurang, sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 82,81 dengan kategori nilai baik. Hasil yang dipeoleh menunjukkan  bahwa data pre-test dan posttest berdistribusi normal dan homogen. Uji hipotesis diperoleh    = 5,6862 dan = 1,9966, karena   (5,6862) > (1,9966), maka hipotesis nihil ( ) ditolak dan hipotesis alternatif ( ) diterima. Selanjutnya uji korelasi diperoleh  = 0,7371 dan = 0,329, maka  (0,329), dan memberikan masukan atau kontribusi sebesar 54%. Hasil uji hipotesis dan uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan kemampuan menggambar ragam hias dengan kemampuan membatik.Kata Kunci: hubungan, menggambar ragam hias, membatik. Authors:Norawaty Simangunsong: Universitas Negeri MedanZulkifli : Universitas Negeri Medan References:Atmojo, W. T., Kartono, G., & Nurwani, N. (2021). Revitalisasi Identitas Melayu: Studi Penerapan Ragam Hias Tradisonal Melayu pada Bangunan Modern di Kota Medan. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(3), 895-903.Herlambang, Y. T. (2015). Pendidikan Kearifan Etnik dalam Mengembangkan Karakter. Edu Humaniora: Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru,7(1).Lisbiyanto, H. (2013). Batik. Yogyakarta: Graha Ilmu.Lubis, S. K. (2022). Evaluasi Kinerja Guru Seni Budaya Ditinjau dari Kesesuaian Latar Belakang Pendidikan Guru Dengan Aspek Seni yang Diajarkan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 394-401.Nurambia, N. (2021). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Role Playing Pada Materi Seni Rupa Dua Dimensi Di Sman 1 Labuhan Deli. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 152-163.Prawira, N. G. (2018). Budaya Batik Dermayon. Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2000). Tinjauan Desain. Bandung: Institut Teknologi Bandung.Sari, R. (2014). Seni Rupa Nusantara Ragam Hias dan Penerapannya. Medan: Unimed Press.Sarinah, S., & Azmi, A. (2019). Analisis Hasil Menggambar Ragam Hias Melayu Ditinjau Dari Prinsip-Prinsip Seni Rupa Karya Siswa Di Smp Kartika I-1 Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 284-290.Siregar, N. H., Azis, A. C. K., Mesra, M., & Mirwa, T. (2020). Analisis Gambar Bentuk Bunga Anggrek dengan Teknik Pointilis Berwarna di SMP Al-Fityan School Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 94-99.Siregar, S. A., Sugito, S., & Atmojo, W. T. (2019). Hubungan Pengetahuan Dan Kemampuan Mendisain Ornamen Dengan Hasil Belajar Membatik Motif Ornamen Batak Angkola Mandailing Siswa Kelas X SMK Karya Bunda Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 363-368.Slameto, S. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.Sugito, S., & Saragi, D. (2017). Evaluasi Hasil Belajar Seni Rupa. Medan: FBS Unimed Press.Wulandari, A. (2011). Batik Nusantara. Yogyakarta: Andi Offset.
BENTUK DAN MAKNA BUSANA PENGHULU DI NAGARI PANYALAIAN KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR Suwandi, Azizah; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50113

Abstract

The clothes of penghulu are not only seen as an object that is useful for covering the whole body and for beauty, but it is the same with culture. Clothing also has noble values and important messages contained from ancestral cultural heritage from generation to generation, but currently people do not know the form and meaning of the penghulu™s clothing, so it is feared that one day the form and meaning of the prince's clothing will no longer be understood by the next generation furthermore. Therefore, the writer is interested in describing the penghulu's clothing in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency which includes the form of the penghulu's clothing in terms of mutak, millinery and accessories as well as the meaning contained in the penghulu's clothing. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research was conducted in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency. Types of data in the form of primary and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The instrument in this study was the researcher himself. Data analysis techniques that have been carried out in data collection are data reduction models, data presentation, and drawing conclusions. To get the validity of the data obtained through triangulation. The results of this study found that the clothes of the penghulu in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency consisted of a shirt called the gadang shirt with a loose design that wore sibar and kikik on the right and left sides. The trousers are called sarawa duck palms, the complement of the penghulu™s clothing consisting of saluakbatimbo, Sisampiang, clothing, cawek, keris, tungkek, tarompa. The clothing worn by the prince in Nagari Panyalaian is traditional clothing which has a function as a symbol and meaning that reflects the personal behavior of a prince and becomes a pride of identity for the local community.Keywords: Shape, Meaning, Clothing, Penghulu. AbstrakBusana penghulu tidak hanya dilihat karena menutupi seluruh tubuh, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari budaya. Pakaian penghulu juga mengandung nilai-nilai luhur dan pesan-pesan penting yang terkandung dalam warisan budaya nenek moyang kita yang diwariskan secara turun temurun, namun saat ini masyarakat tidak mengetahui bentuk dan makna pakaian penghulu, maka dikhawatirkan suatu saat nanti bentuk dan makna pakaian penghulu tidak lagi dipahami oleh generasi selanjutnya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mendeskripsikan busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar yang meliputi bentuk busana penghulu ditinjau dari busana mutlak, milineris dan aksesoris serta makna yang terkandung dalam pakaian penghulu. Metode yang dipergunakan penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Jenis data berupa data primer serta sekunder. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang telah dilakukan pada pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian ini yang ditemukan yaitu busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar terdiri dari baju yang disebut baju gadang dengan desain longgar yang memkai sibar dan kikik dibagian kanan dan kiri sisi. Celanya disebut sarawa telapak itik pelengkap dari pakaian penghulu terdiri saluakbatimbo, sisampiang, kain sandang, cawek, keris, tungkek, tarompa. Pakaian yang dipakai penghulu di Nagari Panyalaian adalah pakaian adat yang memiliki fungsi sebagai lambang dan makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakatsetempat.Kata Kunci: Bentuk, Makna, Busana, Penghulu. Authors:Azizah Suwandi : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Anwar, R., Andra. I. S & Edward. Z (2019) Pakaian Pangulu di Nagari Gunuang Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 8 (2) 332-336 https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.14939Amhar. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 5 Mei 2023, Nagari Panyalaian.Djajasudarma, Fatimah. 2008. Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.Elpalina, S,. Agustina,. Adek. C. K. A & Apdanil, S (2023) Bentuk Pakaian Adat di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12(1),168-173  https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Ernawati & Weni. (2008). Pengetahuan Tata Busana.Padang. UNP Press.Febri., Fahrein., Irfan., Rizky., & Rauf. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 2 April 2023, Nagari Panyalaian.Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Lazuardi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Marthala, Agusti Efi.(2014). Penghulu dan Filosofi Pakaian Kebesaran Konsep Kepemimpinan Tradisonal Minangkabau. Bandung: Humaniora.Rostamilis. 2005. Tata Kecantikan Rambut Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Salihin, A., Sulaiman, J., & Dharsono (2019)  Motif Ukiran Kerawang Gayo Pada Rumah Adat Gayo Di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Gorga Jurnal Seni Rupa 8(1),69-79https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12797Suwandi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Yuliarma. 2016. The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
DESAIN DAN MAKNA BUSANA PENGHULU DI NAGARI TARAM KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Fitri, Yulianda; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.50115

Abstract

AbstractThe clothes of the Minangkabau traditional rulers are traditional clothes that have been passed down from generation to generation. This research aims to describe the penghulu clothing in Nagari Taram, Harau District, Lima Puluh Kota Regency, which includes the design of the penghulu clothing in terms of the occasion of use and the meaning contained in the penghulu clothing. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The types of data are primary and secondary data, data collection techniques through observation, interviews and documentation. The instrument in this study was the researcher himself. Data analysis techniques performed in data collection are data reduction models, data presentation, and conclusion drawing. The results of this research are that the headman's clothing in Nagari Taram seen from the occasion of use, there are three aleks (parties) where the headman wears different clothes for each alek. Clothing at the Alek Balambang Urek (Big Party) consists of black roomy clothes with loose designs wearing sibar and kikik on the left and right sides, sarawa gadang. The complement of the headman's clothing consists of deta bakaruik, salempang, sisampiang, cawek (belt), keris, stick, tarompa (sandals). The clothing for the Alek Bakabuang Batang (Medium Party) consists of taluak balango shirt, sarawa batiak jao, complementary clothing consists of balilik skullcap and bugis sarong. Clothing for Alek Bapangkeh Pucuak (Small Party) consists of batik clothes, basic trousers, complementary clothing consisting of balilik skullcap. The clothing worn by the headman in Nagari Taram, Harau District, Lima Puluh Kota Regency has a function as a symbol and meaning that reflects the personal behavior of a headman and is a source of pride for the local community.Keywords: design, meaning, penghulu™s attire AbstrakBusana penghulu adat Minangkabau merupakan busana adat yang diwariskan turun temurun. Penelitian ini bertujuan guna mendeskripsikan busana penghulu di Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota yang meliputi desain busana penghulu ditinjau dari kesempatan pemakaian dan makna yang terkandung dalam busana penghulu. Metode yang dipergunakan penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Jenis data berupa data primer serta sekunder, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu busana penghulu di Nagari Taram ditinjau dari kesempatan pemakaian ada tiga alek (pesta) dimana penghulu memakai busana yang berbeda pada setiap aleknya. Busana pada Alek Balambang Urek  (Pesta Besar) terdiri dari, baju hitam lapang dengan desain longgar memakai sibar dan kikik pada sisi kiri dan kanan, sarawa gadang. Pelengkap dari busana penghulu terdiri dari deta bakaruik, salempang,  sisampiang, cawek (ikat pinggang), keris, tungkek (tongkat), tarompa (sandal). Busana pada Alek Bakabuang Batang (Pesta Menengah) terdiri dari baju taluak balango dengan desain longgar, sarawa batiak jao, pelengkap busana terdiri dari kopiah balilik dan  kain sarung bugis. Busana pada Alek Bapangkeh Pucuak (Pesta Kecil) terdiri dari baju batik, celana dasar, pelengkap busana terdiri dari kopiah balilik. Busana yang dipakai penghulu di Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki fungsi sebagai lambang dan makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakat setempat.Kata Kunci: desain, makna, busana penghuluAuthor:Yulianda Fitri : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. (2023). Bentuk Pakaian Adat di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12(1), 168-173.Efi, A. (2006). Benda Budaya Alat Kebesaran Minangkabau: Lambang dan Makna. (Disertasi Universitas Negeri Padang).Ernawati., Izwerni. & Weni, N. ( 2008). Tata busana Jilid I, II, dan III. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Hakimy, I. (2001). Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: PT. Remaja  Rosdakarya.Hamid, A. (2023). œBusana  Penghulu Di Nagari Taram. Hasil Wawancara Pribadi: 4 Mei 2023, Taram.https://doi.org/10.24036/jh.v11i1.619https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Icuk., Febriandi. (2023). œ Busana Penghulu Di Nagari Taram. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Maret 2023, Taram.Iriani, Z. (2012). Malam Bakuruang (Berkurung) Dalam Perkawinan Alek Gadang Di Kenagarian Salayo Kecamatankubung Kabupaten Solok. Humanus Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora, 11(1),12-17.Marthala, A. E. (2014). Penghulu Dan Filosofi Pakaian Kebesaran Konsep Kepemimpinan Tradisional Minangkabau. Bandung: Humaniora.Rachmadi., Fandy, F., Rafi, K., Willy, S. & Arif, R. (2023). œBentuk Dan Makna Busana Penghulu Di Nagari Taram. Hasil Wawancara Pribadi: 24 April 2023, Taram.Yuliarma. (2016). The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
ANALISIS KREATIVITAS MENGGAMBAR FLORA MELALUI METODE EKSPRESI BEBAS SISWA KELAS VI SD 5 GONDANGMANIS Deswanty, Anggi; Fajrie, Nur; Kironoratri, Lintang
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.50137

Abstract

At the elementary school education level, students art education is focused on handicraft skills, one of which is the art of drawing. However, students creativity in drawing is still not optimal. So this study was conducted with the aim of analyzing the creativity of grade VI students at SD 5 Gondangmanis in drawing flora using the expression method and evaluating the inhibiting factors of student drawing creativity. This study uses a narrative qualitative methods with data collection through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study with data reduction, data presentation, and data verification (conclusion drawing). The results of this study show that the majority of grade VI students at SD 5 Gondangmanis Kudus Regency have a low level of creativity. Based on assessment report of student work on flora drawings in this study showed that 55% of students were still in the poor category with scores below 70. 9% of students were in the fair category. 18% of students are in the good category. And another 18% were in the excellent category. This study also found that the major factors that constrait students creativity in drawing flora with the free expression method are lack of calmness when creating, concern about assessment, and limitations in terms of materials or space for drawing in the free expression method.Keywords: creativity, drawing, method of free expression.AbstrakPada tingkat pendidikan Sekolah Dasar, pendidikan seni siswa difokuskan pada keterampilan kerajinan tangan salah satunya seperti seni menggambar. Namun, kreativitas siswa dalam menggambar masih belum optimal. Maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kreativitas siswa kelas VI di SD 5 Gondangmanis dalam menggambar flora menggunakan metode ekspresi serta mengevaluasi faktor penghambat kreativitas menggambar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas siswa kelas VI di SD 5 Gondangmanis Kabupaten Kudus memiliki tingkat kreativitas yang rendah. Data pada penilaian karya siswa hasil gambar flora pada penelitian ini menunjukan 55% siswa masih berada pada kategori kurang dengan nilai di bawah 70. 9% siswa berada pada kategori cukup. 18% siswa berada pada kategori baik, dan 18% lainnya pada kategori sangat baik. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor terbesar yang menghambat kreativitas siswa dalam menggambar flora dengan metode ekspresi yaitu kurangnya ketenangan saat berkreasi, adanya rasa kekhawatiran terhadap penilaian, dan keterbatasan dalam hal bahan atau ruang untuk menggambar dalam metode ekspresi bebas.Kata Kunci: kreativitas, menggambar, metode ekspresi bebas Authors:Anggi Deswanty : Universitas Muria KudusNur Fajrie : Universitas Muria KudusLintang Kironoratri : Universitas Muria Kudus ReferencesAlwi, S., & Salsabila, A. (2020). Pengaruh Reward Dan Punishment Terhadap Motivasi Siswa Dalam Muhadatsah Yaumiyyah Di Pondok Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan Aceh Besar. (LISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya, 9(1), 60-77.Anastasya, V. E., Ristiyani, R., & Fajrie, N. (2021). Permainan Ludo sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1) -14.Arhesa, S., Sofyan, D., & Ramadhan, M. F. (2020). Identifikasi Faktor-Faktor Penghambat Belajar Renang. Journal Respecs, 2(2), 57-62.Atira, A., Babo, R., & Muhajir, M. (2022, January). Pengaruh Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Ips Siswa Kelas V Sd. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar.Fajrie, N. (2016). Pengenalan Kegiatan Seni Rupa untuk Anak Tunanetra dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Sensitivitas. Jurnal Imajinasi, 10(2), 4“158.Hariyani, T. I., Fajrie, N., & Roysa, M. (2021). Kreativitas Seni Melalui Metode Collective Painting. Jurnal Prasasti Ilmu, 1(2).Has, S. A. (2021). Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Masa New Normal. Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 52-66.Heristian, M., Efi, A., & Budiwirman, B. (2022). MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK MELALUI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 410-416.Irsanin, A. S. (2023). GAMBARAN KECEMASAN SISWA KELAS VI SD NEGERI TUNGGULSARI 1 DALAM MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH. JURNAL TALENTA, 12(2).Kironoratri, L. (2020). Komik Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Media Pembelajaran Memproduksi Teks Cerpen. In PROSIDING SEMINAR DAN DISKUSI PENDIDIKAN DASAR.Mikaresti, P., & Mansyur, H. (2022). Pewarisan Budaya Melalui Tari Kreasi Nusantara. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 147-155.Nahdah, R. N., Fajrie, N., & Kironoratri, L. (2022). Hasil dan Nilai-Nilai Persepsi Anak dalam Mengapresiasi Seni Gebyok di Desa Blimbing Rejo Jepara. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(9), 3420-3425.Nainggolan, M., Silaban, B., & Azis, A. C. K. (2018). Analisis Karya Gambar Bentuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Simangumban Berdasarkan Prinsip-Prinsip Seni Rupa. Gorga Jurnal Seni Rupa, 7(2), 212-217.Pebrianty, R. D., & Pamungkas, J. (2023). Menggambar sebagai Alternatif Pendekatan Konsepsi Pendidikan Seni Rupa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 536-547.Rosyda, H. (2019). Penggunaan Metode Ekspresi Bebas Untuk Meningkatkan Kreativitas Menggambar Anak Di RA Guppi Kabupaten Blitar. (Skripsi, Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).Safithry, E. A. (2022). Efektifitas Cognitive Behavior Theraphy Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Menghadapi Ujian Pada Siswa: The Effectiveness Of Cognitive Behavior Theraphy To Reduce Students' Examination Anxiety Level. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 35-44.Septaria, L., & Wulandari, R. (2023). Penerapan Metode Ekspresi Bebas Untuk Meningkatkan Kreativitas Menggambar Anak Kelompok Bermain Usia 5-6 tahun. Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 2(2), 171-175.Wahyuni. (2017). Kemampuan Menggambar Bentuk Siswa Kelas VII SMP NEGERI 1 Bolo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. (Skripsi, Universitas Negeri Makassar).
PENERAPAN MATERIAL KOMPOSIT FIBER REINFORCED POLYMER (FRP) PADA STANG KERUGG RAWIT Maulana, Farras Rafi; Adiluhung, Hardy; Raharjo, Yoga Puji
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50160

Abstract

The automotive sector has developed very rapidly and has contributed to world development both in terms of usability as well as in terms of visuals with the phenomenon of vehicles in various forms. But even automotive developments are directly proportional to the negative impact that has arisen. Correlating with this phenomenon, the government issued a solution by developing electric vehicles which made various parties compete to develop it. One of the parties developing electric vehicles, namely PT Konderatu Artistika, has launched a brand called Kerugg Rawit series. Rawit is an electric motorbike with a unique shape, especially on the handlebar, so it requires materials with high flexibility and strength in the manufacturing process. Fiber Reinforced Polymer (FRP) is a composite material with high flexibility and strength that is suitable for use as the main handlebar material. The use of FRP as the main handlebar material is to simplify the manufacturing process without affecting the quality of the handlebars, especially by adding a raft system to make it easier for the user. By using the User-Centered Design method that focuses on user needs, it is known that FRP can be a solution in making handlebars. Rawit Handlebars with the main material FRP have high durability, light weight, anti-rust and easy to manufacture. The use of FRP composite materials is considered very appropriate as the main material for Kerugg Rawit handlebars.Keywords: electric vehicle, FRP, handlebar. AbstrakSektor otomotif telah berkembang sangat pesat dan telah berkontribusi pada perkembangan dunia baik dari segi kegunaan juga segi visual dengan adanya fenomena kendaraan dengan bentuk yang beragam. Tetapi perkembangan otomotif pun berbanding lurus dengan dampak negatif yang ditimbulkan. Berkorelasi dengan fenomena tersebut pemerintah mengeluarkan solusi dengan mengembangkan kendaraan listrik yang membuat berbagai pihak berlomba untuk mengembangkannya. Salah satu pihak yang mengembangkan kendaraan listrik yaitu PT Konderatu Artistika dengan mengeluarkan sebuah brand bernama Kerugg seri Rawit. Penciptaan ini bertujuan untuk penerapan material komposit Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada stang kerugg rawit. Penciptaan ini menggunakan metode perancangan User-Centered Design yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Hasil penciptaan diketahui bahwa FRP dapat menjadi solusi dalam pembuatan stang. Stang rawit dengan material utama FRP memiliki daya tahan tinggi, bobot ringan, anti-karat dan mudah dibuat. Penggunaan material komposit FRP dinilai sangat tepat sebagai material utama stang Kerugg Rawit.Kata Kuci: kendaraan listrik, FRP, stang. Authors:Farras Rafi Maulana : Telkom UniversityHardy Adiluhung : Telkom UniversityYoga Puji Raharjo : Telkom University References:Adiluhung, H. (2021). Proses Kreatif Tim Desainer Rancang Bangun Kendaraan Tempur Kelas Ringan PT Pindad. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 10-14.Chuan, L. B. (2005). Linear Static Finite Element Analysis of Composites Hat-Stiffened Laminated Plates. (Thesis, Universiti Teknologi Malaysia).Clyne, T.W. & Hull, D. (2019).  An introduction to Composite Materials. Cambridge: Cambridge University Press.Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2021). Uji Emisi Kendaraan sebagai Bentuk Kontribusi Masyarakat terhadap Pengendalian Pencemaran Udara. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.Kumara, N. S. (2008). Tinjauan perkembangan kendaraan listrik dunia hingga sekarang. Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 10(2), 89“96.Lego, D., Azis, A. C. K., Medan, J. W. I. P. V., & Tuan, P. S. (2022). Ilustrasi T-Shirt Gunnery Artwear. DEKAVE: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 12(2), 116-125.Lowdermilk, T. (2013). User-centered Design: A Developer's Guide to Building User-Friendly Applications. Sebastopol: O'Reilly Media, Inc.Mahardika, I. G. N. (2023), œPerkembangan Kenderaan Listrik. Hasil Wawancara Pribadi: 5 Maret 2023, PT Konderatu Artistika.Masuelli, M. (2013). Fiber Reinforced Polymers: The Technology Applied for Concrete Repair. San Lois: Intech Open.Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55. (2019). Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Eletric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Jakarta.Tinambunan, N., Triyanto, R., & Azis, A. C. K. Ilustrasi cerpen Renjaya Siahaan pada Koran Analisa. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 56-61.Yuda, R., Sucipto, F. D., & Ghifari, M. (2022). Perancangan maskot ISBI Aceh sebagai Upaya Penguatan Brand Awareness. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 36-44.
PROSES KREATIF MEMBANGUN STRUKTUR NARATIF DALAM FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL œPADU AREP Putra, I Made Denny Chrisna; Pamungkas, Epriliana Fitri Ayu; Bumiarta, Made Rai Budaya
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50275

Abstract

Gending rare or sekar rare in Bali represents a form of singing that parents traditionally perform for their children. The ever-expanding influence of globalization, ushering in new cultural trends that often transform into popular culture, has consistently overshadowed indigenous cultures, including that of gending rare. It is imperative to undertake preservation efforts through appropriate means before traditional cultures and artistic expressions become marginalized amidst the tidal wave of popular culture. One effective avenue for cultural preservation is the creation of observational-style documentary films. As a medium for preservation, documentary films should be meticulously crafted, not only to engage the audience but also to adhere to a coherent narrative structure. The objective of this endeavor is to unveil the creative process involved in constructing a narrative framework within the context of an observational-style documentary, titled "Padu Arep". The creation of this documentary adheres to the established five stages of film production: development, pre-production, production, post-production, and distribution. The outcomes of this undertaking demonstrate that by employing the story circle approach popularized by Dan Harmon, filmmakers can adeptly shape the narrative structure within an observational-style documentary, such as "Padu Arep". The critical analysis of interview results, subsequently interpreted in an open manner to fit seamlessly within the narrative structure, plays a pivotal role in the editing phase of this documentary. These findings are further affirmed through quality control measures during the preview editing stage, thereby affording the filmmaker the latitude to preserve their subjectivity while successfully attaining the objectives of the documentary film "Padu Arep". The implication of this research is to empower filmmakers to create observational-style documentary films without compromising the preservation of subjectivity in shaping the narrative structure.Keywords: documentary, gending rare, narrative structure. AbstrakGending rare atau sekar rare di Bali merupakan nyanyian yang dinyanyikan oleh orang tua kepada anaknya. Dampak globalisasi yang membawa budaya baru dan menjadi budaya pop selalu berhasil menghegemoni budaya lokal termasuk gending rare. Perlu melakukan pelestarian dengan cara yang tepat sebelum suatu budaya dan seni tradisi jauh tenggelam akibat marjinalisasi budaya pop. Salah satu bentuk pelestarian suatu budaya dapat berupa penciptaan film dokumenter bergaya observasional. Sebagai media pelestarian film dokumenter harus dikemas semenarik mungkin dengan memperhatikan struktur naratifnya. Tujuan penciptaan ini adalah mengungkapkan proses kreatif dalam membangun struktur naratif dalam penciptaan film dokumenter yang menerapkan pendekatan bergaya observasional di film dokumenter pendek berjudul œPadu Arep. Metode penciptaan ini menggunakan lima tahap produksi film yaitu development, pra-produksi, produksi, pasca-produksi, dan distribusi. Hasil yang didapatkan memperlihatkan bahwa dengan menggunakan pendekatan story circle yang dipopulerkan oleh Dan Harmon, sineas dapat dengan mudah membangun struktur naratif pada film dokumenter bergaya observasional berjudul œPadu Arep. Analisa terhadap hasil wawancara yang kemudian ditafsirkan secara terbuka untuk ditempatkan dalam struktur naratif menjadi proses penting dalam proses penyuntingan gambar di film dokumenter ini. Hasil ini dipertegas dengan hasil kontrol saat tahap pratinjau, sehingga pembuat film masih memiliki ruang subjektifitasnya agar tujuan film dokumenter œPadu Arep ini dapat dicapai. Implikasi penciptaan ini adalah untuk memberi ruang sineas menciptakan film dokumenter baergaya observasional tanpa kehilangan ruang subjektifitas dalam membentuk struktur naratif.Kata Kunci: dokumenter, gending rare, struktur naratif. Authors:I Made Denny Chrisna Putra : Institut Seni Indonesia DenpasarEpriliana Fitri Ayu Pamungkas : Institut Bisnis dan Teknologi IndonesiaMade Rai Budaya Bumiarta : Institut Seni Indonesia Denpasar References: Buda, I. K., Payuyasa, I. N., & P, I. M. D. C. (2020). PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN DALAM FILM œSOKOLA RIMBA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), Article 2. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19823.Buda, I. K., Payuyasa, I. N., & Putra, I. M. D. C. (2018). Film Dokumenter “Sesuluh” Sebagai Media Pembentuk Karakter Bangsa. Segara Widya¯: Jurnal Penelitian Seni, 6(2), Article 2. https://doi.org/10.31091/sw.v6i2.549.Gunawarman, R. (2021, December 18). Wawancara Narasumber Raka Gunawarman”Emoni Lestarikan Gending Rare [Teks]. https://docs.google.com/document/d/19DwVY8GwT4_44P2JsUIfcBKm5S7BBjLy/edit?usp=share_link&ouid=109642893573991947595&rtpof=true&sd=true.Ida, R. (Ed.). (2017). Budaya populer Indonesia: Diskursus Global/Lokal dalam Budaya Populer Indonesia (Cetakan Pertama). Surabaya: Airlangga University Press.Murniti, N. W. (2019). NILAI PENDIDIKAN RELEGI DALAM SEKAR RARE. Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.55115/widyacarya.v3i1.211.Nichols, B. (2001). Introduction to Documentary. Bloomington: Indiana University Press.Payuyasa, I. N., Susanthi, N. L., & Putra, I. B. H. K. (2022). The Embodiment of Mahakrya Lango Film. Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts, 5(2), Article 2. https://doi.org/10.31091/lekesan.v5i2.2157.Pertiwi, G., & Yusril, Y. (2019). PENCIPTAAN FILM FIKSI œSIRIAH JADI KARAKOK DENGAN FENOMENA LESBIAN DI SUMATERA BARAT. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13140.Pincus, E., & Ascher, S. (2012). The Filmmaker™s Handbook: A Comprehensive Guide for the Digital Age (Fourth Edition). Plume.Wahyuni, S., Darma, S., & Saaduddin, S. (2021). PENCIPTAAN FILM FIKSI œDIBALIK SUNGAI ULAR MENGGUNAKAN ALUR NON-LINEAR. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), Article 1. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.22018.Yasa, D. P. Y. A. T., & Payuyasa, I. N. (2019). PEMANFAATAN FILM DOKUMENTER THE COVE SEBAGAI MEDIA KAMPANYE PENYELAMATAN LUMBA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), Article 2. https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.16072.
PENGENALAN SENI LUKIS MELALUI MEDIA TAS DENGAN TEKNIK DEKORATIF KEPADA KELOMPOK PKK KOTA JANTHO UNTUK MENGHASILKAN PRODUK YANG KREATIF Naufa, Miftahun; Kholilah, Anni; Ghifari, Muhammad
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50352

Abstract

development of creativity and improvement in the field of business and creating jobs through art and culture to the community can be a basic step in creating new works of art. There needs to be collaboration between ISBI Aceh through lecturers and students with the community so that the development of creativity in the community can run. Through a community organization that aims to empower women or commonly called the PKK Group, the author and his team try to introduce painting that is close to their lives. Conventional painting media is commonly known as using canvas, but creativity in exploration continues to grow so it does not rule out the use of various applied-based media. The association of women in bags is the main goal for the writer in terms of introducing painting to the PKK group in Jantho Makmur City. The PKK group will be given basic knowledge in creating decorative paintings on a media bag. The method carried out is by socialization and introduction of bag media painting to the community, the PKK group is given a decorative painting technique but is still free to explore with their respective creativity. Creative products of painting bags with decorative techniques produced by the PKK group must be marketable both offline and online. Creative products of painting bags with decorative techniques are packaged attractively and given harmonious packaging in order to attract the attention of consumers.Keywords: painting, bags, decorative, creative products.AbstrakPengembangan kreativitas serta peningkatan dalam bidang usaha dan menciptakan lapangan kerja melalui seni dan budaya kepada masyarakat dapat menjadi langkah dasar dalam menciptakan karya seni baru. Perlu adanya kolaborasi antara ISBI Aceh melalui Dosen dan mahasiswa dengan masyarakat agar pengembangan kreativitas pada masyarakat dapat berjalan. Melalui organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan atau biasa disebut dengan Kelompok PKK, penulis bersama tim mencoba mengenalkan seni Lukis yang dekat dengan kehidupan mereka. Media lukis konvensional biasa dikenal dengan menggunakan kanvas, namun kreativitas dalam eksplorasi terus berkembang sehingga tidak menutup kemungkinan penggunaan berbagai media berbasis terapan. Keterkaitan perempuan pada tas menjadi tujuan utama bagi penulis dalam hal mengenalkan seni Lukis kepada kelompok PKK Kota Jantho Makmur. Kelompok PKK akan diberikan pengetahuan dasar dalam menciptakan lukisan dekoratif pada sebuah media tas. Metode yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi serta pengenalan seni Lukis media tas pada masyarakat, kelompok PKK diberikan sebuah teknik lukis dekoratif namun tetap bebas melakukan eksplorasi dengan kratifitasnya masing-masing. Produk kreatif tas lukis dengan teknik dekoratif yang dihasilkan oleh kelompok PKK harus dapat dipasarkan baik secara offline maupun secara online. Produk kreatif tas lukis dengan teknik dekoratif dikemas dengan menarik dan diberikan packaging yang selaras agar dapat menarik perhatian konsumen.Kata Kunci: seni lukis, tas, dekoratif, produk kreatif. Authors:Miftahun Naufa : Institut Seni Budaya Indonesia AcehAnni Kholilah : Institut Seni Budaya Indonesia AcehMuhammad Ghifari : Institut Seni Budaya Indonesia Aceh References: Ghifari, M., Kholilah, A., & Naufa, M. (2021). Pengenalan Lukis Kaca Sebagai Media Hias dan Cenderamata Pada Siswa-Siswa SMA N 1 Jantho. Gorga Jurnal Seni Rupa, 10(01),73-79. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.21107.Ginting, J., & Triyanto, R. (2020). Tinjauan Ketepatan Bentuk, Gelap Terang, Dan Warna Pada Gambar Bentuk Media Akrilik. Gorga Jurnal Seni Rupa, 09(02), 300-308 https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.20118.Hauskeller, Michael. (2015). Apa Itu Seni, Posisi Estetika dari Platon sampai Danto. Yogyakarta: Kanisius.Kartika, Dharsono Sony (2016). Kreasi Artistik Perjumpaan Tradiri Modern dalam Paradigma Kekaryaan Seni. Karanganyar: Citra Sains.Komalayakti, D., Mustika, I, K., & Kondra, I, W. (2023). Tas Kanvas Lukis dengan Perca Endek Bali dan Kain Motif Khas Lombok yang Bernilai Seni dan Ekonomis. CITA KARA Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni, 3(1), 46-52. https://jurnal2.isidps.ac.id/index.php/citrakara/article/download/2335/860.Kholilah, A., Naufa, M., & Ghifari, M. (2022). Pembuatan Seni Lukis Mural Dinding Sekolah Yayasan Paud/TK Almuhajirin Kota Jantho Untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter. Gorga Jurnal Seni Rupa, 11(02), 433- 438. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.38950.Maulida, D., & Saleh, K. (2020). Menggambar Bentuk Melalui Media Vidio Tutorial Di SMP Negeri 12 Pematangsiantar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 09(01), 218-225. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18879.Susanto, Mikke. (2002). Diksi Rupa. Yogyakarta: Kanisius.Sunaryo, Aryo. (2011). Ornamen Nusantara: Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dhara Prize.
KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL PADA MATERI BATIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA Aisyah, Siti; Asa, Ferdian Ondira; Zubaidah, Zubaidah; Sari, Dwi Mutia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50690

Abstract

The problems that arise in this study are in batik material in basic textile craft courses, which during the implementation of learning takes quite a long time to explain the material, as well as the work process. Work process in batik consists of making a design, transferring the design to the fabric base, canting process, colet process, menembok process, dyeing and the last process is melorod process. The purpose of the research is to determine the level of validity and practicality of video tutorial-based learning media in the Fine Arts Education Study Program. The method used (Research and Development) R&D. The development model used in this research is the 4D Model, which are: define, design, develop, disseminate. Research instruments using questionnaires, interviews, observations and documentation. The sampling technique is simple random sampling. Data analysis techniques are validity test and practicality test. The results of validation of learning media from 6 validators (material validation and design validation) video tutorials have a very good category. The results of the material validation analysis obtained an interpretation index value of 91.6%, and the design expert was 91.6%.  The results of the practicality trial were carried out with 2 steps, which were small scale and large scale. The small scale amounted to 10 students with a result of 90.3% with a very practical category. Meanwhile, the large scale was tested on 20 students totaling 86.47% with a very practical category. It can be concluded based on the results of validation and feasibility trials on students that video tutorial-based learning media are apporopriate to be used by students in their study.Keywords:  validity, feasibility, learning media, batik.AbstrakPermasalahan yang muncul dalam penelitian ini terdapat pada materi batik di perkuliahan kriya tekstil dasar yang mana selama ini dalam pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menjelaskan materi, serta proses kerjanya. Proses kerja dalam batik terdiri dari membuat desain, memindahkan desain ke atas dasar kain, mencanting, mencolet, menembok, mencelup serta proses terakhir adalah melorod. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas media pembelajaran berbasis video tutorial diprogram Studi Pendidikan Seni Rupa. Metode yang digunakan (Research and Development) R&D. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model 4D, yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebaran). Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner, wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yaitu sampel acak sederhana (simple random sampling). Teknik analisis data terdapat uji validitas dan uji praktikalitas. Hasil validasi media pembelajaran dari 6 orang validator (validasi materi dan validasi desain) video tutorial memiliki kategori sangat baik. Hal ini didasarkan pada hasil analisis validasi materi memperoleh nilai index interpretasi 91,6%, dan ahli desain 91,6%.  Hasil uji coba praktikalitas dilakukan dengan 2 tahap yaitu skala kecil dan skala besar. Skala kecil berjumlah 10 orang mahasiswa dengan hasil sebesar 90,3% dengan kategori sangat praktis. Sedangkan untuk skala besar diuji cobakan kepada mahasiswa berjumlah 20 orang sebesar 86,47% dengan kategori sangat praktis. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelayakan terhadap mahasiswa diperoleh bahwan media pembelajaran berbasis video tutorial layak untuk digunakan oleh mahasiwa dalam pembelajaran.Kata Kunci:  validitas, kelayakan, media pembelajaran, batik. Authors:Siti Aisyah : Universitas Negeri PadangFerdian Ondira Asa : Universitas Negeri PadangZubaidah : Universitas Negeri PadangDwi Mutia Sari : Universitas Negeri Padang References: Arini, A., Asti, M., & Ambar, B. (2011). Batik Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: Andi Offset.Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaraan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Asyti, F., & Zul, A. (2015). Media Pembelajaran dan Teknologi Informasi Komunikasi. Pekanbaru: Adefa Grafika.Daryanto, D. (2010). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.Djamarah, S., & Zain, Z. (2015). Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.Djamarah., Syaiful, S., & Aswan, Z. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.Kusumaningtyas, W. R., & Santoso, R. E. (2022). Perancangan Batik Tulis dengan Inspirasi Terciptanya Tari Eklek Pacitan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 16-24.Novrita, S. Z., Yusmerita., Puspaneli., Fridayati L., & Vebyola, F. (2023). Pengembangan video tutorial teknik batik tulis sebagai media pembelajaran pada mata kuliah batik departemen IKK FPP UNP. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 91-98.Pebriyeni, E. (2023), œMateri Batik. Hasil  Wawancara Pribadi: 15  Mei 2023, Departemen Seni Rupa Universitas Negeri Padang.Ramadani, P., & Novrita, S. Z. (2019). Peningkatan Hasil Belajar Keterampilan Menjahit Rok Melalui Media Mock Up Di Kelas Tata Busana Siswa Slb Negeri 2 Padang. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 203.Riduwan, R. (2016). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Penerbit Alfabeta.Sudijono, A. (2012). Pengantar Stastistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Sukiman, S. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.Sumiharsono, R., & Hisbiyatul, H. (2017). Media Pembelajaran: Buku Bacaan Wajib Dosen, Guru dan Calon Pendidik. Jawa Timur: CV Pustaka Abadi.Suprihatin, H. (2014). Kandungan Organik Limbah Cair Industri Batik Jetis Sidoarjo Dan Alternatif Pengolahannya [Organic Content of Liquid Waste in the Batik Jetis Industry in Sidoarjo and its Alternative Processing]. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Riau, 130“138.Trianto, T. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Group.