cover
Contact Name
Abd. Rohman
Contact Email
jurnal.forind@gmail.com
Phone
+6281233992973
Journal Mail Official
jurnal.forind@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas Gg. V No.24, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
JADMENT: Journal of Administration and Development
Published by Penerbit Forind
ISSN : -     EISSN : 30643015     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
JADMENT: Journal of Administration and Development, platform publikasi ilmiah dengan desain open access sebagai media bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi temuan dan wawasan tentang praktik, teori, dan penelitian masalah-masalah administrasi publik, pelayanan publik, manajemen publik, kebijakan publik, otonomi daerah, gender, dan perencanaan pembangunan Nasional, Daerah, Pembangunan Kelembagaan, Pembangunan Regional, Problema Pembangunan. JADMENT: Journal of Administration and Development diterbitkan empat bulan sekali (Maret, Juli, dan November) oleh Penerbit Forind bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi (FISIP UNITRI) sejak tahun 2024.
Articles 71 Documents
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS MELALUI WEBSITE SRIKANDI PADA KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU : The Management of Dynamic Records Through the SRIKANDI Website at the Merjosari Village Lowokwaru District Ariny Naomi; Roro Merry Chonelia Wulandary
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.60

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengelolaan arsip dinamis melalui situs web SRIKANDI di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh integrasi teknologi informasi dalam sistem kearsipan publik serta kebutuhan untuk mengevaluasi penerapannya pada tingkat pemerintahan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari pejabat dan staf kelurahan. Data dianalisis secara interaktif untuk mengidentifikasi proses dan tantangan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan arsip yang meliputi penciptaan, penggunaan, dan pemeliharaan didukung oleh sistem sehingga meningkatkan efisiensi penanganan dokumen dan mempercepat alur kerja administrasi. Penggunaan akun individu juga meningkatkan aksesibilitas serta keamanan data. Pemeliharaan arsip difasilitasi melalui fitur klasifikasi dan pemindahan arsip yang jarang digunakan ke status tidak aktif sesuai prinsip siklus hidup arsip. Namun, penyusutan arsip belum dilaksanakan karena sebagian besar arsip masih dianggap aktif. Faktor pendukung meliputi sumber daya manusia yang terlatih dan infrastruktur yang tersedia, sedangkan kendala utama berupa masalah teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil dan gangguan server. Kesimpulannya, sistem ini telah meningkatkan pengelolaan arsip, namun masih diperlukan peningkatan infrastruktur dan perencanaan pengelolaan jangka panjang.
MANAJEMEN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN MELALUI E-PBB DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA BATU: Government Management Increases Revenue Through Land and Electronic Building Tax (E-PBB) at the Batu City Regional Revenue Agency Maria Clemensia Mere; Firman Firdausi
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen pemerintah dalam meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui implementasi Electronic Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Batu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning, actuating, dan controlling telah diterapkan dengan baik dalam mendukung implementasi E-PBB melalui perencanaan program digitalisasi, pelaksanaan pelayanan perpajakan, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Sementara itu, fungsi organizing telah dilaksanakan melalui pembagian tugas dan koordinasi antarlembaga, namun belum optimal karena masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia pada beberapa posisi teknis. Faktor pendukung implementasi E-PBB meliputi ketersediaan infrastruktur teknologi, dukungan anggaran, kerja sama antarlembaga, dan tersedianya berbagai kanal pembayaran digital. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya literasi digital masyarakat, rendahnya pemanfaatan layanan elektronik oleh wajib pajak, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala jaringan internet di beberapa wilayah. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi E-PBB tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah daerah mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen secara efektif dalam penyelenggaraan pelayanan perpajakan.
PARTISIPASI KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN WISATA DESA PANDANREJO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU: Youth Organization Participation in the Management of Pandanrejo Tourism Village Bumiaji District Batu City Felisitas Emerentiana K Henjang; Abd. Rohman
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi Karang Taruna dalam pengelolaan wisata Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berdasarkan prinsip-prinsip partisipasi Sumampouw serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Karang Taruna telah berjalan pada enam prinsip partisipasi, yaitu cakupan, kesetaraan dan kemitraan, transparansi, kesetaraan kewenangan, kesetaraan tanggung jawab, dan kerja sama. Namun, prinsip kesetaraan dan kemitraan belum sepenuhnya optimal karena pengambilan keputusan strategis masih didominasi oleh pemerintah desa. Faktor pendukung meliputi komunikasi yang baik, dukungan pemerintah desa, kerja sama antarpemangku kepentingan, serta ketersediaan sarana pendukung. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya partisipasi sebagian anggota, belum optimalnya mekanisme akuntabilitas, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas partisipasi tidak hanya ditentukan oleh tingkat keterlibatan anggota, tetapi juga oleh tata kelola kolaboratif yang mendukung pengelolaan wisata desa secara berkelanjutan.
INOVASI “MENYALA” DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU: "MENYALA" Innovation in Improving the Quality of Public Services in Dadaprejo Village Junrejo District Batu City Alfonsiana Irma; Firman Firdausi; Savia Melati
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi inovasi "Menyala" dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu berdasarkan teori difusi inovasi Rogers serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi "Menyala" mampu meningkatkan efisiensi pelayanan melalui penyederhanaan prosedur, percepatan layanan, dan kemudahan akses administrasi. Implementasi inovasi telah memenuhi atribut relative advantage, compatibility, trialability, dan observability, sedangkan atribut complexity masih menjadi tantangan akibat rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Faktor pendukung meliputi kesiapan infrastruktur, kompetensi aparatur, dan komitmen pemerintah kelurahan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital masyarakat serta belum optimalnya sosialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi pelayanan publik ditentukan oleh integrasi antara teknologi, kapasitas kelembagaan, dan kesiapan masyarakat.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA (MUSRENBANGDES) DI DESA ORO-ORO OMBO KOTA BATU: Community Participation in Village Development Planning Deliberation (MUSRENBANGDES) in Oro-Oro Ombo Village Batu City Fransiska Hilda Murniyati; Ignatius Adiwidjaja
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat partisipasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat telah berlangsung pada tahapan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta pemanfaatan hasil pembangunan, meskipun tingkat keterlibatan pada setiap tahapan belum merata. Faktor pendukung meliputi komitmen pemerintah desa, komunikasi yang terbuka, dan budaya gotong royong, sedangkan faktor penghambat berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Musrenbangdes dan keterbatasan waktu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh sinergi antara kapasitas kelembagaan pemerintah desa, modal sosial, dan literasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.
KINERJA BIDANG MUTASI DAN STATUS KEPEGAWAIAN KANREG VIII BKN BANJARMASIN DALAM PENERBITAN PERTEK PENINJAUAN MASA KERJA: Performance of the Field of Mutation and Personnel Status of Regional Office VIII BKN Banjarmasin in Issuing Technical Regulations on Work Period Review Ade Hermawan; Muhammad Jamili; Bakhtiar Bakhtiar
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.73

Abstract

Prosedur penerbitan pertimbangan teknis untuk peninjauan masa kerja di Divisi Transfer dan Status Karyawan Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banjarmasin meliputi pengumpulan berkas, pengajuan proposal, verifikasi oleh Kantor Regional BKN, penentuan pertimbangan teknis, dan pemberitahuan hasil. Kinerja Bidang Mutasi dan Status Kepegawaian Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara Banjarmasin dalam menerbitkan pertimbangan teknis untuk peninjauan masa kerja, yang diukur dengan indikator produktivitas, kualitas layanan, daya tanggap, tanggung jawab, dan akuntabilitas layanan, semuanya menunjukkan tren menuju hasil yang baik. Penelitian  ini menggunakan metoda Evaluasi, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara dengan Sumber datanya (informanya) adalah pegawai perwakilan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi dan kabupaten di wilayah kerja Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara Banjarmasin. Teknik analisa datanya adalah kualitatif. Kinerja Bidang Mutasi dan Status Kepegawaian Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara Banjarmasin dalam menerbitkan pertimbangan teknis untuk peninjauan masa kerja berada dalam kategori Baik. Kinerja yang baik ini memastikan bahwaBidang Mutasi dan Status Kepegawaian Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara Banjarmasin telah memberikan pelayanan publik yang substansial, cepat, dan akurat.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2021 TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) PADA BUMDES MAYANGSARI DI DESA PESANGGRAHAN KOTA BATU: Implementation of the Policy of Government Regulation Number 11 Of 2021 Concerning Village-Owned Enterprises (BUMDes) in BUMDes Mayangsari Pesanggrahan Village Batu City Erindasari Bomba Lapir; Ignatius Adiwidjaja; Nanang Bagus
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.74

Abstract

Implementasi kebijakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan instrumen strategis dalam pengembangan ekonomi desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 pada BUMDes Mayangsari di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kerangka teori Edward III yaitu, komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup efektif melalui koordinasi internal yang intensif dan dukungan penuh dari pemerintah desa. Faktor pendukung utama meliputi legalitas badan hukum yang kuat, potensi desa yang melimpah, dan partisipasi aktif masyarakat dalam unit usaha. Namun, hambatan signifikan ditemukan pada aspek komunikasi eksternal, yakni belum adanya sosialisasi formal yang komprehensif serta keterbatasan akses publik terhadap laporan keuangan dan data teknis pengelolaan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya peningkatan transparansi informasi dan pelatihan sumber daya manusia secara berkala agar tata kelola BUMDes selaras dengan prinsip akuntabilitas regulasi nasional.
ANALISIS ANALISIS SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU: Analysis of the Public Satisfaction Survey on the Quality of Public Services at the Bumiaji District Office Batu City Fery Julkarnain; Firman Firdausi; Ignatius Adiwidjaja
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.77

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan indikator penting dalam menilai kinerja penyelenggara pemerintahan sekaligus menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan publik di Kecamatan Bumiaji Kota Batu berdasarkan perspektif SERVQUAL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang meliputi unsur pimpinan, aparatur pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik telah berjalan dengan baik, ditunjukkan oleh prosedur pelayanan yang jelas, keterbukaan informasi, kompetensi aparatur, serta penerapan prinsip keadilan dan keramahan dalam pelayanan. Namun demikian, kualitas pelayanan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, gangguan infrastruktur teknologi, koordinasi lintas instansi, dan rendahnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap persyaratan administrasi. Peningkatan kapasitas organisasi dan optimalisasi pelayanan berbasis digital menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN PENA (PAHLAWAN EKONOMI NUSANTARA) DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DI KECAMATAN KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO: The Implementation of the PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara) Assistance Program for the Development of Micro Enterprises in Kanigaran District Probolinggo City Veronica Sri Astuti Nawangsih; Eko Yudianto Yunus; Mila Manjasari
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan masih menjadi tantangan pembangunan di Indonesia sehingga diperlukan kebijakan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu upaya pemerintah adalah Program Bantuan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang bertujuan mengembangkan usaha mikro bagi masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program PENA dalam pengembangan usaha mikro di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis implementasi mengacu pada model Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PENA telah berjalan cukup baik melalui komunikasi yang efektif, dukungan sumber daya, komitmen pelaksana, serta koordinasi antarlembaga yang jelas. Namun, implementasi masih menghadapi kendala berupa rendahnya kapasitas manajerial pelaku usaha, keterbatasan akses pemasaran, kenaikan harga bahan baku, persaingan usaha, dan terbatasnya jumlah pendamping. Oleh karena itu, penguatan pendampingan, peningkatan kapasitas kewirausahaan, dan perluasan akses pasar diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program dalam mendukung pengembangan usaha mikro dan pengentasan kemiskinan.
PARTISIPASI ANAK MUDA DALAM MUSRENBANG KOMUNITAS UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DI KOTA TERNATE: Youth Participation in Community Musrenbang for Participatory Development Planning in Ternate City Fahri Aufat; Sahrony A. Hirto; Thamrin Husain; Julfi Jamil; Abdurrahman Kader; Fathnun Tan
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.82

Abstract

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Komunitas merupakan inovasi Pemerintah Kota Ternate dalam memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk partisipasi anak muda dalam Musrenbang Komunitas serta kontribusinya terhadap penyusunan program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di Kota Ternate. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pejabat Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, pengurus komunitas, aktivis muda, serta peserta Musrenbang Komunitas. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musrenbang Komunitas berhasil meningkatkan keterlibatan anak muda dalam proses perencanaan pembangunan melalui lima tahapan partisipatif, yaitu Connect, Collaborate, Co-Create, Commerce, dan Celebrate. Model tersebut mendorong lahirnya berbagai rekomendasi program inovatif di bidang ekonomi kreatif, pengelolaan ruang publik, pelestarian budaya, dan pemberdayaan komunitas yang sebagian telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ternate. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa keberlanjutan forum partisipatif masih menghadapi tantangan berupa konsistensi dukungan pemerintah dan penguatan mekanisme pengawalan implementasi program. Penelitian ini menegaskan bahwa Musrenbang Komunitas merupakan model perencanaan pembangunan partisipatif yang mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.