cover
Contact Name
Rostinah
Contact Email
rudimpoa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akbidharbun8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol Kel. Santi Kec. Mpunda Kota Bima NTB
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JKM-Bid: Jurnal Kesehatan Masyarakat kebidanan
ISSN : 24074349     EISSN : 30476127     DOI : -
Core Subject : Health,
Ilmu kesehatan masyarakat : administrasi kebijakan kesehatan, administrasi rumah sakit, kesehatan reproduksi, promosi kesehatan, keselamatan kecelakaan kerja, epidemiologi, surveillance dan gizi. Kebidanan : kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan mental ibu dan anak, pelayanan Kebidanan Komplementer, kepemimpinan dan kebijakan pelayanan kebidanan, fungsi dan advokasi profesi Bidan, gangguan reproduksi, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan lanjut usia, kesehatan BBL bayi dan Balita dan kebidanan komunitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
PENGALAMAN REMAJA USIA SEKOLAH TERHADAP EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI: STUDI KUALITATIF MENGENAI PEMBENTUKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP Muhd Firmansyah
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/fc1s5v71

Abstract

Edukasi kesehatan reproduksi di sekolah sering kali tidak berjalan optimal karena adanya hambatan psikososial yang memengaruhi bagaimana remaja menerima dan menginternalisasi informasi tersebut.. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman subjektif, dinamika psikologis internal, serta hambatan sosial—seperti rasa tabu, malu, dan pengaruh mitos teman sebaya—yang mendistorsi penerimaan edukasi kesehatan reproduksi di kalangan siswa SMK Kesehatan Bima Sehat. Studi ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terstruktur dan non-partisipan serta wawancara terstruktur kepada informan kunci. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin validitas temuan. Hasil temuan menunjukkan bahwa rasa canggung, malu, dan stigma tabu mendorong remaja menarik diri dari kelas formal yang kaku dan beralih mencari informasi mandiri melalui ruang digital (AI dan internet) serta menjadikan teman sebaya sebagai validator utama informasi. Berdasarkan Health Belief Model, transformasi pengetahuan menjadi tindakan nyata tidak berjalan linear; hambatan sosial dan rendahnya persepsi kerentanan diri membuat materi hanya menjadi hafalan kognitif, sementara persepsi keparahan risiko dan manfaat tindakan (seperti consent) efektif membangun sikap preventif yang riil.
EKSPLORASI KETERLIBATAN AYAH DALAM EDUKASI GIZI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN MPASI DI KELURAHAN NUNGGA, KOTA BIMA Muhd Firmansyah
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/r3gx9437

Abstract

Keterlibatan ayah dalam gizi anak penting untuk mencegah stunting pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), namun pembagian peran gender kaku di Kelurahan Nungga, Kota Bima, masih menjadi penghambat. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan mengeksplorasi keterlibatan ayah, hambatan budaya, serta dinamika keputusan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada para ayah dan ibu yang dipilih secara purposive dan snowball sampling, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan meski berpendidikan tinggi dan berusia produktif, pemahaman gizi ayah masih sekunder dari istri. Keterlibatan ayah terhambat persepsi Posyandu sebagai ruang perempuan (gendered space), norma adat patriarki Bima (Mbojo), jam kerja panjang, kurang percaya diri, serta pembatasan dari ibu (maternal gatekeeping). Kendati demikian, edukasi langsung dari tenaga kesehatan terbukti efektif meluruskan miskonsepsi MPASI dini. Penelitian ini menyimpulkan perlunya layanan kesehatan yang ramah laki-laki serta edukasi budaya untuk meningkatkan peran aktif ayah.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT PADA DAERAH FRONTALIS DAN VENA BESAR (AKSILA) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA PASIEN FEBRIS DI IGD RSUD BIMA Nur Eka Dzulfaijah; Ainun Kurniati; Anas Makruf
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/2e7bkj68

Abstract

Demam atau febris merupakan pengeluaran panas yang tidak mampu untuk mempertahankan kecepatan pengeluaran kelebihan produksi panas yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh abnormal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres hangat daerah frontalis dan daerah vena besar/aksila terhadap penurunan suhu tubuh pada klien febris di IGD RSUD Bima. Dalam penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang dengan menggunakan alat ukur pre dan post perlakuan dengan hasil sebagai berikut : dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa rerata penurunan suhu tubuh pada pemberian kompres hangat daerah frontalis 0,500C uji statistik paired t test pada kelompok pemberian kompres daerah frontalis, hasil korelasi antara pre dan post didapatkan probabilitas 0,000, yang berarti bahwa korelasi suhu sebelum dan sesudah dilakukan kompres pada frontalis kuat dan kompres tersebut efektif. Sedangkan pemberian kompres hangat daerah vena besar/aksila, terjadi penurunan dengan rerata sebesar 0,330C. Dimana hasil uji statistik paired t test menunjukkan bahwa pada kelompok pemberian kompres hangat daerah vena besar/aksila hasil korelasi antara pre dan post didapatkan nilai p= 0,000, hal tresebut membuktikan bahwa kompres hangat daerah bagian tubuh yang terdapat aliran vena besar adalah efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa rerata penurunan suhu tubuh dengan pemberian kompres daerah vena besar/aksila lebih besar dari pemberian kompres hangat daerah frontalis, yaitu 0,330C banding 0,500C.