cover
Contact Name
Noni Putri
Contact Email
fatihjournal1@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
fatihjournal1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan atau Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Fatih: Journal of Contemporary Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643821     DOI : -
The focus and scope of Fatih Journal of Contemporary Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2026): January-June" : 8 Documents clear
Trauma Psikologis Anak Binaan Akibat Pengkhianatan dan Respons Keluarga Pasangan pada Kasus Asusila di LPKA Kelas 1 Medan Mardiyah, Ainul; Yuliani, Evi; Al-Husna, Sakhi Nabila; Ardana, Mira Shaila; Arif, Naufal Said
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/pjrx3g48

Abstract

Kasus tindak asusila yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum tidak hanya berdampak pada aspek yuridis, tetapi juga menimbulkan konsekuensi psikologis yang mendalam. Artikel ini bertujuan mengkaji trauma psikologis anak binaan akibat pengkhianatan dalam relasi pacaran serta respons keluarga pasangan pada kasus asusila di LPKA Kelas I Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun (inisial Ahmad) yang menjalani pembinaan akibat kasus asusila dalam hubungan pacaran jangka panjang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan proses konseling selama masa pembinaan. Hasil kajian menunjukkan konseli mengalami tekanan psikologis berat berupa syok, kecemasan, rasa malu, gangguan tidur, perasaan dikhianati, serta ketakutan akan masa depan. Kondisi ini diperparah oleh respons keluarga pasangan yang langsung menempuh jalur hukum. Trauma yang dialami berkaitan erat dengan latar belakang kurangnya kasih sayang, pengabaian peran orang tua, serta pengalaman kekerasan dalam rumah tangga, yang membentuk trauma kompleks sejak dini dan memengaruhi konsep diri, stabilitas emosi, serta pola relasi interpersonal. Meski demikian, proses pembinaan dan konseling di LPKA menunjukkan perubahan positif. Konseli mulai memaknai pengalaman traumatis sebagai pembelajaran, meningkatkan religiusitas, dan mengembangkan mekanisme koping adaptif. Artikel ini menegaskan pentingnya penanganan trauma anak binaan secara komprehensif, empatik, dan berkelanjutan melalui pendekatan psikososial, keluarga, dan spiritual guna mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial.
Peran Konseling Individu Terhadap Trauma Seksual Digital pada Tahanan Kasus Video Call Sex di LPKA Kelas 1 Medan Lestari, Dwi Putri; Mardiyah, Ainul; Daulay, Aziza Nur Khalisa; Hanifah, Hainun
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xej21378

Abstract

Maraknya kasus kekerasan seksual berbasis digital, khususnya Video Call Sex (VCS), menimbulkan dampak psikologis yang serius terhadap anak dan remaja, terutama ketika korban justru diposisikan sebagai pelaku dalam proses hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling individu dalam menangani trauma seksual digital pada anak binaan yang terlibat kasus VCS di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan. Subjek dalam kajian ini beberapa meliputi anak binaan berinisial JS, MF, dan Z, yang memiliki latar belakang kasus asusila digital dengan posisi kerentanan sebagai korban manipulasi, paksaan, maupun eksploitasi seksual. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman hukum dan sosial yang dialami subjek menimbulkan trauma psikologis berupa kecemasan berlebihan, ketakutan terhadap teknologi digital, rasa lepas, penarikan diri sosial, serta kebingungan dalam memandang masa depan. Intervensi konseling individu berperan penting dalam membantu klien memahami posisi dirinya sebagai korban, mengelola trauma dan emosi negatif, serta membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri. Konseling individu juga menjadi sarana pendampingan psikologis yang efektif dalam memperkuat kesiapan mental anak binaan dalam menjalani proses pelatihan dan menghadapi stigma sosial. Oleh karena itu, konseling individu memiliki peran strategis dalam pemulihan psikologis korban kekerasan seksual digital di lingkungan LPKA.
Dampak Broken Home Terhadap Kondisi Emosional Remaja dan Penanganannya Melalui Konseling Traumatik Kaniya, Dira; Mardiyah, Ainul; Azmi, Adinda Nurfadhillah; Masdela, Masdela
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/826kzc67

Abstract

Kondisi keluarga Broken Home merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap gangguan perkembangan emosional pada remaja. Konflik orang tua yang berlarut-larut hingga perpisahan sering kali menimbulkan pengalaman traumatik berupa perasaan kehilangan, ketidakamanan emosional, kecemasan, serta kesulitan regulasi emosi. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Broken Home terhadap kondisi emosional remaja serta mengkaji efektivitas konseling traumatik sebagai upaya pemulihan emosional. Penulisan artikel ini didasarkan pada tiga laporan analisis pelaksanaan konseling individu terhadap remaja perempuan berusia 15–16 tahun yang berasal dari keluarga Broken Home dan tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Melati Aisyiyah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseli ketiga mengalami permasalahan emosional yang relatif serupa, seperti kecenderungan menarik diri, memendam emosi, perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan, serta pola pikir negatif terhadap diri dan kondisi keluarga. Penerapan konseling individu dengan pendekatan humanistik yang dipadukan dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti membantu konseli pengekspresian emosi secara lebih sehat, mengurangi intensitas emosi negatif, serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, dan penyesuaian diri. Dengan demikian, konseling traumatik dapat menjadi intervensi alternatif yang efektif dalam mendukung pemulihan emosional remaja yang terdampak Broken Home, terutama dalam konteks lembaga kesejahteraan sosial anak.
Pengertian, Objek, Ruang Lingkup Orientalisme dan Latar Belakang Munculnya Orientalis Umami, Fadhilah; Aulia, Putri Ega; Siregar, Mhd Azka Fata; Sulidar, Sulidar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ysfshn34

Abstract

Artikel ini mengkaji studi orientalisme terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh sarjana Barat dengan menyoroti pengertian, objek kajian, ruang lingkup, serta latar belakang kemunculannya. Kajian orientalis terhadap Al-Qur’an umumnya menggunakan pendekatan historis-kritis yang memandang Al-Qur’an sebagai teks sejarah yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan politik, sehingga berbeda dengan perspektif Islam yang memandangnya sebagai wahyu ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kecenderungan, metode, serta motif yang melatarbelakangi kajian orientalis dalam studi Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku dan artikel jurnal karya sarjana Barat serta cendekiawan Muslim. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan historis dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian orientalis terhadap Al-Qur’an mencakup isu keaslian teks, sejarah kodifikasi, bahasa, sastra, dan penafsiran, yang sebagian dipengaruhi oleh kepentingan ideologis dan misionaris. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian analisis kritis yang menempatkan orientalisme secara proporsional sebagai wacana akademik yang perlu disikapi secara selektif dan objektif.
Agama dan Sains Modern Putri, Zahwa Aulya; Rizki, Muhammad; Fawaz, Ahmad; Hsb, Sahdin
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/198hqz72

Abstract

Artikel ini membahas hubungan kompleks antara agama dan sains modern dalam konteks perkembangan pengetahuan dan teknologi masa kini. Relasi keduanya tidak lagi sekadar dipandang sebagai pertentangan antara keimanan dan rasionalitas, melainkan sebagai ruang dialog yang saling melengkapi dalam memahami hakikat kehidupan dan alam semesta. Kajian ini menyoroti bagaimana prinsip-prinsip etika religius memberikan arah dalam isu-isu kontemporer seperti bioetika, pelestarian ekologi, serta penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menimbulkan pertanyaan moral dan spiritual baru. Selain itu, artikel ini juga mengulas munculnya spiritualitas modern sebagai bentuk pencarian makna yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan wawasan ilmiah, sehingga diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan dimensi kemanusiaan.
Kajian Barat dan Orientalis Al-Qur’an: Mengenal Pemikiran Orientalis tentang Islam dan Sikap Muslim Terhadapnya Barus, Nur Wahyuni Emia; Fadli, Muhammad Bayu; Sulidar, Sulidar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a85fd971

Abstract

Kajian Barat dan orientalis terhadap Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam studi Islam kontemporer yang melahirkan beragam pandangan, baik yang bersifat akademis maupun kritis terhadap ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal dan menganalisis pemikiran orientalis tentang Islam, khususnya terkait Al-Qur’an, serta mengkaji sikap dan respons kaum Muslim terhadap kajian orientalisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan menelaah karya-karya orientalis Barat dan tulisan para sarjana Muslim sebagai respons terhadap orientalisme. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan kritis melalui analisis isi serta pendekatan historis-intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian orientalis terhadap Al-Qur’an dipengaruhi oleh latar belakang historis, metodologis, dan epistemologis Barat, yang dalam beberapa kasus menghasilkan kesimpulan yang berbeda bahkan bertentangan dengan paradigma keilmuan Islam. Oleh karena itu, sikap Muslim yang tepat terhadap orientalisme adalah bersikap kritis, objektif, dan selektif dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip keilmuan Islam serta membuka ruang dialog akademik yang konstruktif.
Reformasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Islam di Era Merdeka Belajar Lase, Uriani; Juliani, Juliani; Nst, Suri Susanti; Amelia, Sella
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3q54xm69

Abstract

Reformasi kebijakan pendidikan nasional melalui program Merdeka Belajar membawa implikasi signifikan terhadap pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam yang sebelumnya cenderung berorientasi pada penyeragaman materi kini diarahkan pada fleksibilitas pembelajaran, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis reformasi kebijakan kurikulum pendidikan Islam di era Merdeka Belajar dengan meninjau perubahan paradigma, tantangan implementasi, serta peluang pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah terbitan tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang otonomi yang luas bagi lembaga pendidikan Islam dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek kesiapan guru, kesenjangan mutu antar lembaga, serta keterbatasan pemahaman konsep Merdeka Belajar. Artikel ini menyimpulkan bahwa reformasi kurikulum pendidikan Islam perlu diiringi penguatan kapasitas pendidik dan kebijakan pendukung agar implementasi Merdeka Belajar berjalan optimal dan berkelanjutan.
Mubtada’ dan Khabar Pranoto, Muhammad Solihin; Rahma, Adinda Siti; Rahayu, Sri; Lubis, Salsabila; Nurhanifah, Siti
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xqpfsk39

Abstract

Penelitian ini membahas konsep mubtada’ dan khabar sebagai inti dari struktur jumlah ismiyyah (kalimat nominal) dalam bahasa Arab serta relevansinya terhadap pembelajaran peserta didik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui pendekatan penelitian kepustakaan, kajian ini menelaah berbagai sumber klasik dan modern tentang fungsi mubtada’ khabar, baik dari sisi sintaksis, semantik, maupun pedagogis. Dalam konteks bahasa Arab, mubtada’ berfungsi sebagai subjek yang menjadi pusat perhatian pembicaraan, sedangkan khabar berperan menjelaskan atau memperluas informasi tentang mubtada’. Hubungan keduanya menjadi dasar pemahaman struktur kalimat yang benar dan bermakna dalam teks keislaman, terutama Al-Qur’an dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang tepat terhadap konsep mubtada’ khabar dapat meningkatkan kemampuan literasi bahasa Arab peserta didik, khususnya dalam membaca dan menafsirkan teks-teks agama. Peserta didik yang memahami struktur ini dengan baik akan lebih mudah mengenali makna ayat Al-Qur’an secara gramatikal dan semantik, sehingga penafsiran mereka menjadi lebih akurat dan kontekstual. Bagi pendidik PAI, penguasaan konsep ini menjadi penting untuk mengembangkan strategi pembelajaran bahasa Arab yang integratif tidak hanya berfokus pada teori nahwu, tetapi juga pada aplikasi pemahaman bahasa dalam konteks nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pembelajaran mubtada’ khabar dapat berperan sebagai sarana pembentukan nalar linguistik sekaligus penguatan spiritual peserta didik melalui pemahaman mendalam terhadap bahasa wahyu.

Page 1 of 1 | Total Record : 8