cover
Contact Name
Mavianti
Contact Email
ejurnalnurmagemilang@gmail.com
Phone
+6282167973631
Journal Mail Official
ejurnalnurmagemilang@gmail.com
Editorial Address
Adhyaksa Gemilang Utama, Jl. Block C Nomor 2. Jalan KH Hasyim Asri Nomor 125 RW 8 Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, daerah Khusus Ibukota Jakarta
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30265495     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies, diterbitkan oleh PT. Adhyaksa Gemilang Utama Jakarta, Indonesia. Dalam jurnal ini artikel memuat artikel tentang bidang kajian keilmuan Islam dan pendidikan Islam. At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies menerima naskah dalam bidang penelitian termasuk bidang keilmuan yang relevan dengan: Studi Islam, dan pendidikan Islam.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2023): JULI" : 10 Documents clear
IMPLEMENTASI TOLERANSI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: SEBUAH ANALISIS LITERATUR Nawal Padilah Nasution; Bimo Aryo Dinoto; Ummu Salamah Simanullang; Tiara Rejeki; Muhammad Iqbal Veryawan
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toleransi beragama merupakan sebuah konsep penting dalam agama Islam yang mendorong umat muslim untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan umat beragama lainnya. Dalam konteks masyarakat multikultural saat ini, implementasi toleransi beragama menjadi semakin relevan dan mendesak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi toleransi beragama dalam perspektif Islam melalui tinjauan literatur yang relevan. Studi ini menggunakan metode analisis literatur untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai sumber yang berkaitan dengan implementasi toleransi beragama dalam Islam. Temuan utama studi ini menunjukkan bahwa toleransi beragama dalam perspektif Islam mencakup prinsip-prinsip seperti saling menghormati, saling memahami, dan saling bekerja sama antara umat beragama. Konsep-konsep ini didasarkan pada ajaran-ajaran Islam yang menganjurkan kesetaraan, keadilan, dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Dalam implementasinya, Islam menekankan pentingnya dialog antarumat beragama sebagai sarana untuk membangun pemahaman dan kerjasama yang baik. Dalam konteks ini, literatur menunjukkan bahwa penekanan pada pendidikan agama yang inklusif dan mempromosikan penghargaan terhadap keberagaman dapat berkontribusi pada terwujudnya toleransi beragama yang lebih baik. 
KOMPETENSI GURU PAI DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA BERBASIS DIGITAL Dewi Safitri; Yulia Rahma; Muhammad Riski; Adinda Rehan Ritonga
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah proses penyampaian ilmu pengetahuan dari seorang guru kepada seorang murid. Guru sebagai penggerak utama pendidikan sangat menentukan dalam menciptakan generasi yang bermoral. Untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan mampu bersaing dalam perkembangan globalisasi saat ini, siswa berhak berpikir kreatif dalam mencari informasi dari berbagai sumber, sesuai dengan program kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Kompetensi pengajar Pendidikan Agama Islam, khususnya guru Pendidikan Agama Islam dibahas dalam penelitian ini. Untuk seorang pendidik harus mampu memahami sektor digital untuk merancang kurikulum berbasis digital yang Merdeka. Untuk menghasilkan data yang relevan, penelitian ini menggunakan strategi deskriptif kualitatif yang memadukan teknik analisis sastra dengan teknik analisis jurnal dan penulisan ilmiah.
EXISTENCE CONTROVERS AL-ZAYTUN ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN INDONESIA Hasanuddin Hasanuddin
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam di Indonesia yang mengajarkan berbagai macam pelajaran agama tentang Islam dan sebagai salah satu lembaga yang berperan besar dalam pendidikan akhlak mulia dan akhlak bagi para santri di dalamnya. Pada awalnya keberadaan pondok pesantren bersifat tradisional yang hanya mempelajari ilmu agama Islam sebagai pandangan hidup (tafaqquh fid-din) dengan menekankan pentingnya moralitas dalam masyarakat. Ketentuan tentang pendidikan agama dijelaskan dalam undang-undang Sisdiknas pasal 30 ayat 4 bahwa pendidikan agama berupa pendidikan diniyyah, pesantren dan bentuk lain yang sejenis. Awal kehadiran pondok pesantren diperkirakan sekitar 300-400 tahun yang lalu dan menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat musli Indonesia. Bukan hanya karena keberadaannya yang sangat lama, tetapi juga karena budaya, metode, dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga tersebut. Peran pesantren dalam berbagai hal telah dirasakan oleh masyarakat. Salah satu contohnya, selain pembentukan kader ulama dan pengembangan keilmuan Islam, juga terjadi gerakan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda, seperti gerakan yang diprakarsai oleh H. Ahmad Ripangi Kalisalak. Oleh karena itu pesantren sebagai basis pelaksanaan transformasi sosial melalui pendidikan untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. ada juga gerakan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda, seperti gerakan yang diprakarsai oleh H. Ahmad Ripangi Kalisalak. Oleh karena itu pesantren sebagai basis pelaksanaan transformasi sosial melalui pendidikan untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia. ada juga gerakan protes terhadap pemerintah kolonial Belanda, seperti gerakan yang diprakarsai oleh H. Ahmad Ripangi Kalisalak. Oleh karena itu pesantren sebagai basis pelaksanaan transformasi sosial melalui pendidikan untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia.
PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KEPEMIMPINAN PADA ANAK USIA DINI DI TK Nurfadilah Tanjung; Halimatun Adawiyah; Sabda Nurfadilah; Mr. Anas Puta
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menumbuhkan jiwa kepemimpinan begitu penting untuk diajarkan sejakdini. Hal ini dikarenakan  pada dasarnya setiap anak memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin dimasa depan. Oleh karena itu, penting bagi guru maupun orangtua untuk melatih keterampilan anak dalam memimpin sejak dini.  Dalam hal ini, keterampilan memimpin yang perlu diajarkan kepada anak yaitu seperti melatih rasa tanggung jawab anak terhadap pekerjaan yang dikerjakannya, ketekunan mereka dalam mengerjakan pekerjaannya, baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan disekolah (tugas). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran guru dalam mengoptimalkan perkembangan sikap pemimpin anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dan observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru terhadap sikap pemimpin anak yaitu sebagai teladan yang baik bagi anak, guru sebagai pendidik dan pembimbing dengan mengenalkanserta membiasakan anak bersikap disiplin dalam sehari hari, dan guru sebagai evaluator.  Upaya guru dalam menerapkan sikap disiplin yaitu dengan keteladanan, pembiasaan, dan menggunakan metode reward dan punishment. Faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan sikap kepemimpinan setiap siswa yaitu faktor internal (berasal dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (berasal dari luardiri anak). Dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk pemimpin siswa disekolah. 
PEMANFAATAN STRATEGI PEMBELAJARAN MODELLING THE WAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX SMP HIDAYATULLAH ISLAM Yolan Dahri Putri; Pina Anisa; Krenniti Sundari; Muhammad Syahril; Reski Reski
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Alternatif yang ditawarkan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Modelling The Way. Penelitian ini menggunakan metode deskrisi kualitatif dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin. Teknik pengumpulan data yang digunkan adalah observasi dan tes dan dokumentasi. Penelitian Tindakan Kelas di kelas IX SMP HIDAYATUL ISLAM Kota Medan . Langkah-langkah analisis data sebagai berikut : seleksi data, pengkoreksian data dan pembobotan data. Hasil penelitian ini komembuktikan bahwa strategi pembelajaran Modelling The Way berhasil meningkatkan mutu dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah pertama di Kota Medan. 
PERAN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH DALAM PURIFIKASI NILAI – NILAI RELIGIUS PK IMM FAI UMSU Alamsyah Kamil Waruwu; Reisya Shabilla; Agung Setiawan; Amelia Nazwa Hulwani; Muhammad Daud Sitorus
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammaddiyah artinya pengikut Nabi Muhammad Saw. Muhammaddiyah adalah oraganisasi yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H) Kauman, Yogyakarta. K.H Ahmad Dahlan yang saat kecilnya Muhammad Darwis ini, ia menuntut ilmu di tanah Makkah. Setelah pulangnya ketanah air, ia melihat di tempatnya masih ada penyimpangan dalam ajaran agama islam seperti, percaya akan dukun dan lainnya. Maka dari itu ia berusaha untuk memurnikan kembali ajaran agama islam sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Muhammadiyah di kenal sebagai organisasi yang menjunjung nilai Pendidikan di Indonesia demi menjadi seorang khalifah di muka bumi. Pendidikan bisa dilakukan secara non formal dan secara formal. Secara nonformal pendidikan itu bisa di ambil dari lingkungan keluarga dan masyarakat contohnya ikut bergotong royong, bersosialisasi dan lain sebagainya. Sedangkan secara formal, Pendidikan bisa di ambil dari lingkungan sekolah contohnya mengikuti organisasi yang ada di lingkungan sekolah. Dalam kampus Muhammadiyah ada yang namanya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM). Dari organisasi ini kita bisa belajar tentang Muhammadiyah dan akan belajar tentang  purifikasi nilai-nilai ajaran agama islam, sesuai dengan yang di ajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Purifikasi adalah proses pemurnian  semua ajaran yang menyimpang dari ajaran agama islam Kembali ke Al-Quran dan As-Sunnah.
ANALISIS FAKTOR KESULITAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DI SD NEGERI 067098 MEDAN TIMUR Nike Reylinsa Br Saragih; Friska Indriani; Jehanda Alhafiz harahap; Fachri Dahnial
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di SD Negeri 067098 Jl.Pendidikan no.20 Medan Timur . Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif naratif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data Model Milles dan Huberman yang terdiri atas, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami oleh guru dalam menyusun dan mengembangkan beberapa komponen RPP diantaranya: (1) merumuskan indikator pencapaian kompetensi, (2) menentukan model dan metode pembelajaran, (3) menentukan media pembelajaran dan (4) penilaian. Beberapa bentuk kesulitan tersebut dipengaruhi karena beberapa faktor antara lain: (1) pemahaman guru dalam menyusun RPP, (2) kemampuan guru dalam menggunakan IT, (3) ketersediaan waktu, (4) karakteristik siswa. 
HIJRAH; MEMBANGUN KARAKTERISTIK DAN MORAL PROFETIK DIMASYARAKAT Azmi Prayogi; Bukhori Muslim; Novia Amanda Nasution; Reza Amelia Sirait; Tasnim Yawai
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan manfaat dari pendidikan karakter itu sendiri, pendidikan Indonesia harus menghadirkan manusia yang dijadikan panutan atau figur teladan yang harus diteladani. Ini sangat akurat untuk pendidikan karakter, yang telah berkembang menjadi norma untuk membuat keputusan. Namun fokus untuk menggambarkan bagaimana pendidikan Islam diimplementasikan di lembaga pendidikan Islam dari perspektif mengintegrasikan lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dan dilandasi pada kenabian dengan prinsip transformasional. Oleh karena itu, ini menyajikan topik kajian tentang bagaimana cita-cita pendidikan Islam dikaitkan dengan tuntutan masyarakat dan keluarga secara terbatas untuk meningkatkan karakter moral dan tanggung jawab moral siswa. Peneliti menggunakan mengumpulkan data guna merespon topik penelitian ini. Setelah terkumpul, data selanjutnya dinilai dengan menggunakan analisis isi dan analisis kritis. Dengan kembali pada aktivitas, perasaan, dan pemikiran dalam menafsirkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, penelitian ini melahirkan sebuah gagasan pendidikan alternatif yang diantisipasi mampu mengatasi hambatan pengembangan pendidikan integratif dan benar-benar ampuh, menjadi panutan dan panutan yang tak tergoyahkan. teladan, seperti Nabi Muhammad SAW.
FENOMENA FANATISME DAN TAQLID BUTA PADA MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA Rihan Alfitra Daudy; Jesika Ramasuci; Fiqih Ahmad Alfisyari; Reinita Nur Rahmah; Wulida Emeris
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil observasi dan pengamatan terhadap fenomena fanatisme dan taqlid buta di masyarakat Indoneisa berupa sikap anarkis dan kekerasan yang terjadi antara masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunaka metode Studi Pustaka, dengan melihat sumber-sumber ilmiah seperti kitab para ulama, buku, dan jurnal-jurnal ilmiah. Untuk mengetahui observasi kondisi sosial masyarakat, tulisan ini menggunakan berita terkini untuk menggambarkan kondisi masyarakat sekitar. Bagaimana sikap fanatisme ini bermula? Bagaimana taqlid buta berakar pada masyarakat muslim ? Pertama, melalui doktrin adab dan persaudaraan solidaritas yang diterapkan dalam pembelajaran agama Islam. Kedua, melalui ketidaktahuan dan kejahilan yang ada pada masyarakat Indonesia. Ketiga, melalui tokoh-tokoh agama yang menggemborkan glorifikasi terhadap guru agama. Maka hal yang menjadi solusi untuk fenomena ini adalah menanamkan sikap toleransi, kritisme dan berpeang teguh pada landasan agama bukan pada tokoh agama saja. 
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN PROGRAM TAHFIZHUL QUR'AN PASCA PANDEMI DI SD IT TAHFIZHUL QUR'AN MIFTAHUL JANNAH MEDAN Hafiza Husna; Winda Widyawati; Rini Ariani A; Sri Veronica Anggraini; Muhammad Raihan Setiawan
At-Taqwa: Jurnal Pendidikan dan Islamic Studies Vol 1, No 1 (2023): JULI
Publisher : Yayasan Nurma Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Tahfizhul Qur’an merupakan program unggulan yang digunakan oleh Sd IT Tahfizhul Qur’an Miftahul Jannah Medan. Program ini juga merupakan upaya dalam mencetak penghapal Al-Qur’an sejak dini. Setelah terjadinya pandemi Covid-19 yang membuat banyak perubahan pada setiap sektor kehidupan, termasuk pendidikan yang pada akhirnya menciptakan bentuk pembelajaran daring, program yang diunggulkan ini tetap berjalan dengan menggabungkan media pembelajaran jarak jauh dengan pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun lokasi penelitian yaitu Sd IT Tahfizhul Qur’an Miftahul Jannah Medan dengan 2 orang narasumber. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis model pembelajaran di masa pasca-pandemi yang digunakan oleh guru di Sd IT Tahfizhul dalam program tahfizhul qur’an. Hasil penelitian menunjukan bahwa program Tahfiz ini menggunakan metode dan media yang diseragamkan seperti penggunaan mushaf al-Qur’an blok warna. Para pembimbing menerapkan metode seperti klasikal, talaqqi dan muroja’ah sebagai metode pembelajaran. Selain itu juga masih ada penerapan media online sebagai sarana pembelajaran, misalnya penggunaan WhatsApp Video Call untuk melakukan setoran hapalan. Hal ini menjadi salah satu bentuk adaptasi PJJ ke masa pembelajaran pasca-pandemi saat ini  

Page 1 of 1 | Total Record : 10