cover
Contact Name
Elfariyanti
Contact Email
uppmakafarma@gmail.com
Phone
+628126933093
Journal Mail Official
uppmakafarma@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Cik Ditiro Gedung Grha ILon No. 15, Peuniti,Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam
ISSN : 28291670     EISSN : 2798088X     DOI : DOI: https://doi.org/10.56690/jskd
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam adalah jurnal ilmiah multidisiplin ilmu yang berkomitmen untuk menyediakan platform berkualitas tinggi bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terkini dalam bidang sains dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat. Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam mencakup berbagai bidang ilmu yaitu: Sains alam dan lingkungan; Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat; Biologi, Kimia dan Fisika terapan; Farmasi dan Farmakologi; Kesehatan Jiwa dan Psikologi; Kesehatan Reproduksi; Nutrisi dan Gizi; Obat Tradisional dan Herbal; Kebidanan dan Keperawatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 74 Documents
Analisis Kandungan Pemanis Buatan Siklamat, Sakarin dan Aspartam Pada Permen Gulali (Halus Manis) Yang Beredar Di Kecamatan Baiturahman Kota Banda Aceh Zarwinda, Irma; Zakaria, Nurmalia; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.161

Abstract

Pemanis buatan merupakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat memberikan rasa manis pada produk makanan, akan tetapi tidak memiliki nilai gizi. Penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) nomor 11 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pemanis buatan sakarin, siklamat, dan aspartam pada jajanan gulali yang beredar di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh memenuhi standar yang ditetapkan BPOM atau tidak. Jenis penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Sampel pada penelitian ini berjumlah 3 (Tiga) sampel yang diambil secara total sampling. Hasil analisis kualitatif didapatkan bahwa ketiga sampel gulali positif mengandung pemanis siklamat, sedangkan sakarin dan aspartam menunjukkan hasil negatif. Hasil penetapan kadar siklamat didapatkan pada sampel 1 yaitu sebesar 5.123 mg/kg, sampel 2 sebesar 9.366 mg/kg, dan sampel 3 sebesar 8.694 mg/kg. Kadar pemanis siklamat ketiga sampel melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/kg berat bahan.
Neuro Senso Reflex Development dan Terapi Latihan: Strategi Fisioterapi pada Cerebral Palsy Spastik Diplegi Alya, Lisa; Nurnarita Laila
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.162

Abstract

Cerebral palsy merupakan kondisi kelumpuhan otak yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan gejala utama berupa spastisitas, gangguan motorik kasar, keterlambatan tumbuh kembang, serta masalah komunikasi dan adaptasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan fisioterapi pada pasien cerebral palsy spastik diplegi dengan pendekatan Neuro Senso Reflex Development (NSRD) dan terapi latihan di Klinik Griya Fisio Bunda Novy Yogyakarta, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek adalah anak dengan CP spastik diplegi yang menjalani 8 sesi intervensi NSRD dan terapi latihan. Data diperoleh melalui observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan spastisitas otot dari nilai 3 menjadi 2, namun tidak terjadi perubahan signifikan pada kemampuan fungsional, di mana pasien tetap berada pada klasifikasi GMFCS level IV. Kesimpulan, intervensi NSRD dan terapi latihan dapat menurunkan spastisitas, namun belum berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien. Temuan ini menekankan pentingnya program fisioterapi dengan durasi lebih panjang, intensitas lebih tinggi, dan dukungan keluarga agar tercapai perbaikan fungsional yang lebih optimal.
Intervensi Fisioterapi Skoliosis Tipe C dengan Bugnet Exercise dan Korset Lumbal rizka, ayuna; Miftahul Jannah; Laila, Nurnarita; Mutia, Sri Alna
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.163

Abstract

huruf C yang dapat menyebabkan gangguan postur, nyeri, dan keterbatasan fungsi. Intervensi fisioterapi diperlukan untuk mengurangi keluhan dan memperbaiki keseimbangan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek intervensi fisioterapi berupa Bugnet Exercise dan penggunaan korset lumbal pada pasien dengan skoliosis tipe C. Desain penelitian adalah studi kasus deskriptif pada seorang pasien yang menjalani fisioterapi di Praktik Fisioterapi Zahara Takengon. Intervensi dilakukan sebanyak delapan sesi dengan kombinasi latihan Bugnet yang menekankan pada penguatan otot, peregangan, serta perbaikan kontrol postural, disertai penggunaan korset lumbal sebagai alat bantu stabilisasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari VAS 6 menjadi 2, peningkatan kekuatan otot postural dan ekstremitas bawah dari MMT grade 3 menjadi 4–5, peningkatan lingkup gerak sendi sebesar 10°–15°, serta perbaikan kemampuan fungsional pasien dalam aktivitas sehari-hari. Kombinasi antara Bugnet Exercise dan korset lumbal terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, meningkatkan stabilitas postur, dan memperbaiki fungsi gerak pasien dengan skoliosis tipe C. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari fisioterapi konservatif, khususnya untuk pasien usia lanjut.
Studi Keamanan Pangan Pada Sirup Pala Produksi Kota Tapaktuan: Kajian Pemanis Siklamat dan Pengawet Asam Benzoat Elfariyanti; Zarwinda, Irma; Ayuni; Maulinda, Safera
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.164

Abstract

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologi, fisik, dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Produk hasil pangan dalam bentuk olahan hasil produksi Industri Rumah Tangga perlu dievaluasi keamanannya terutama dalam penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis dan pengawet buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan produk sirup pala yang diproduksi di kota Tapaktuan dari pemanis siklamat dan pengawet asam benzoat, apakah memenuhi syarat Peraturan Kepala BPOM nomor 11 tahun 2019 tentang BTP atau tidak. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan pengendapan, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri dan spektrofotometri UV Vis. Sampel penelitian berjumlah 5 sampel sirup pala dari produsen yang berbeda yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua sampel sirup pala positif mengandung siklamat dan asam benzoat. Kadar siklamat yang didapatkan jauh melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/Kg bahan. Kadar siklamat sampel A-E berturut-turut sebesar 26.910 mg/Kg; 21.850 mg/Kg; 22.020 mg/Kg; 24.430 mg/Kg; dan 26.040 mg/Kg. Adapun kadar asam benzoat masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan (600 mg/Kg), yaitu berturut-turut sebesar 58,50 mg/Kg; 70,13 mg/Kg; 58,50 mg/Kg; 79,66 mg/Kg; dan 95,53 mg/Kg. Produk sirup pala produksi kota Tapaktuan masih aman untuk dikonsumsi jika tidak melebihi dari 15 mL per hari. Kata kunci : sirup pala; siklamat; asam benzoat; gravimetri; spektrofotometri UV Vis