cover
Contact Name
Elfariyanti
Contact Email
uppmakafarma@gmail.com
Phone
+628126933093
Journal Mail Official
uppmakafarma@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Cik Ditiro Gedung Grha ILon No. 15, Peuniti,Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains & Kesehatan Darussalam
ISSN : 28291670     EISSN : 2798088X     DOI : DOI: https://doi.org/10.56690/jskd
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam adalah jurnal ilmiah multidisiplin ilmu yang berkomitmen untuk menyediakan platform berkualitas tinggi bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terkini dalam bidang sains dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat. Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam mencakup berbagai bidang ilmu yaitu: Sains alam dan lingkungan; Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat; Biologi, Kimia dan Fisika terapan; Farmasi dan Farmakologi; Kesehatan Jiwa dan Psikologi; Kesehatan Reproduksi; Nutrisi dan Gizi; Obat Tradisional dan Herbal; Kebidanan dan Keperawatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 74 Documents
Pursed Lips Breathing dan Senam Yoga Pada Pasien Asma Bronkhial: Case Study Luci Handayani; Nasrulana; Amalia Saputri
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.111

Abstract

ABSTRAK Asma bronkhial adalah salah satu penyakit paru alergi dan imunologi yang merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh tanggapreaksi yang meningkat dari trakea dan bronkus terhadap berbagai macam rangsangan dengan manifestasi berupa kesukaran bernapas yang disebabkan oleh penyempitan yang menyeluruh dari saluran napas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemberian pused lips breathing dapat melancarkan pernafasan dan memperbaiki gangguan fungsi pernapasan pada pasien asma, serta untuk mengetahui senam yoga pada pasien asma dapat memperbaiki kelainan postur tubuh dan meningkatkan otot pernapasan pada pasien asma. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien laki-laki berumur 65 tahun. Setelah dilakukan terapi sebanyak enam kali didapatkan hasil adanya penurunan nyeri, peningkatan sangkar thoraks pada inspirasi dan terdapat penurunan derajat sesak napas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan senam yoga dan pursed lips breathing dapat melancarkan pernapasan dan meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien asma bronchial. Kata Kunci : Asma bronkhial, senam yoga dan pursed lips breathing ABSTRACT Bronchial asthma is one of the allergic lung diseases and immunology which is a disease characterized by an increased responsiveness of the trachea and bronchi to various stimuli with manifestations in the form of difficulty breathing caused by a complete narrowing of the airway. The purpose of this study is to determine the administration of pused lips breathing can improve breathing and improve respiratory function disorders in asthma patients, and to find out yoga exercises in asthma patients can improve postural abnormalities and improve respiratory muscles in asthma patients. This study used a case study method on a 65 year old male patient. After six therapies, there was a decrease in pain, an increase in thoracic cage in inspiration and a decrease in the degree of shortness of breath. Based on the results of the study, it can be concluded that yoga and pursed lips breathing can improve breathing and improve the ability of functional activity in bronchial asthma patients. Keywords: Bronchial asthma, yoga exercise and pursed lips breathing
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Trimester III maya sari
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.117

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting yang menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di suatu bangsa. Data yang ditunjukkan oleh Word Health Organization (WHO) pada tahun 2020 menyatakan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) sangat tinggi yakni terdapat 810 wanita meninggal setiap harinya. Komplikasi masa kehamilan menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian ibu dilanjutkan dengan komplikasi persalinan dan komplikasi masa nifas. Namun komplikasi kehamilan dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan melalui Antenatal Care (ANC) secara teratur. Di Indonesia pelayanan antenatal dilakukan paling sedikit 4 kali kunjungan selama masa kehamilan ibu sesuai dengan kebijakan pemerintah yang didasarkan atas ketentuan WHO. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan kunjungan ANC Pada Ibu HamilTrimester III. Penelitian ini menggunakan metode kuanitatif dengan rancangan crossecsional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 ibu hamil Trimester III. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara faktor usia, paritas, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kelengkapan kunjungan ANC.
Karakterisasi Fisik Formula Pomade Dari Ekstrak Etanol Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L) Azmalina Adriani; Rinaldi Rinaldi; Hardiana Hardiana; Erwin Indirwan
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.128

Abstract

Penggunaan pomade dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan pada rambut. Penggunaan bahan alami lebih disarankan pada pembuatan pomade untuk mencegah kerusakanrambut dengan menambahkan bahan aktif seperti ekstrak daun teh hijau. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat fisik pomade dari ekstrak daun teh hijau dari empat formula yang telah dibuat dengan perbedaan konsentrasi, yaitu F0 tanpa penambahan zat aktif, F1 5%, F2 10% dan F3 15%. Sifat fisik tersebut meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, yaitu membuat formulasi pomade daun teh hijau dan melakukan karakterisasi mutu fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula sediaan pomade daun teh hijau berbentuk gel, uji fisik homogen, pH, daya sebar memenuhi standar SNI 06-2588, akan tetapi untuk daya lekat tidak memenuhi standar. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat diformulasikan dalam sediaan pomade, dan dapat digunakan menggantikan penggunaaan bahan-bahan kimia sintetis
Studi Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Spray Gel Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Rizki Andalia; Mulia Aria Suzanni; Nurmalia Zakaria; Yulia
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.131

Abstract

Spray gel merupakan sediaan kosmetik berbentuk gel yang biasa digunakan dengan cara menyemprot pada area tubuh seperti tangan, wajah dan sekitarnya. Sediaan kosmetik ini memilikikelebihan diantaranya tingkat paparan langsung jari tangan yang rendah dibanding sediaan lain, praktis, aman, mudah dicuci, dan mengurangi resiko sediaan teroksidasi oleh udara diakibatkan buka tutup wadah. Kulit jeruk purut selama ini hanya dimanfaatkan sebagai penyedap masakan, bahan pembuatan kue dan dibuat manisan, padahal dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan kecantikan antara lain menghilangkan bekas jerawat, dan dapat membuat kulit segar dan bercahaya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi spray gel dari minyak atsiri kulit jeruk purut (Citrus hystrixDC) dengan kandungan minyak atsiri 10 ml (F1), 15ml (F2) dan 25ml (F3), dan mempelajari mutu fisik dari setiap sediaan yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan spray gel yang dihasilkan dari semua formulasi berwarna kuning keruh, berbentuk cairan sedikit kental, dan berbau khas jeruk purut. Hasil uji homogenitas pada F1, F2, dan F3 tidak homogeny (terbentuk lapisan minyak). Hasil uji daya sebar untuk F0 hingga F3 memenuhi persyaratan nilai daya sebar sediaan spray gel. Untuk hasil uji kondisi semprot keempat formula dinyatakan melekat dengan baik. Hasil uji waktu kering terhadap keempat formulasi memenuhi syarat. Untuk nilai pH dan nilai viskositas keempat formulasi juga memenuhi syarat standar nilai pH dan viskositas untuk sediaan spray gel, dan keempat formulasi yang diperoleh tidak mengiritasi kulit.
Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks Pada Ikan Asin Belanak di Pasar Suboh Pidie Jaya Yuni Dewi Safrida; Rizki Andalia; Rizqa Mulyani; Elfariyanti Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.132

Abstract

Ikan asin sangat digemari oleh masyarakat khususnya di Aceh sebagai bahan lauk makanan. Proses pembuatan ikan asin sering sekali menggunakan bahan tambahan berbahaya seperti formalin dan boraks, yang ditambahkan agar tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam ikan asin belanak yang dijual di pasar Suboh Pidie Jaya mengandung formalin dan boraks. Penelitian ini menggunakan asam kromatofat dan pereaksi KMnO4 untuk pengujian formalin serta menggunakan metode uji nyala api dan uji kertas kurkumin untuk pengujian boraks. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 sampel ikan asin belanak yang dijual dipasar suboh Pidie Jaya yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji formalin dengan menggunakan asam kromatofat dan KMnO4 ketiga sampel negatif mengandung formalin, sedangkan pada uji boraks dengan menggunakan uji nyala api dan kertas kurkumin ketiga sampel juga negatif mengandung boraks
Efek Antidiabetes Infusa Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius Mill.) Pada Mencit (Mus musculus L.) Jantan dengan Metode Tes Toleransi Glukosa Nurmalia Zakaria; Amelia Sari; Fauziah Fauziah; Rini Handayani
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.134

Abstract

Daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Mill.) dipercaya secara empiris dapat menurunkan kadar glukosa darah atau mengontrol kondisi hiperglikemik yang lebih ringan. Daun pepaya jepang memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemia karena salah satu kandungan kimia yang terdapat pada daun pepaya jepang yaitu flavonoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek antidiabetes dari infusa daun pepaya jepang terhadap mencint jantan. Metode uji antidiabetes menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa (TTG) terhadap tiga kelompok dosis perlakuan infus daun pepaya yaitu dosis 16,5 mg/20g BB; 33 mg/20g BB; dan 66 mg/20g BB, serta kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil uji menunjukkan bahwa ketiga kelompok dosis infusa pepaya jepang memiliki efek antidiabetes dengan cara menurunkan kadar glukosa darah (KGD) mencit hingga menit ke-120 dengan persentase penurunan KGD secara berurutan yaitu 60,2%, 70,0% dan 71,8%. Nilai persentase penurunan KGD ketiga kelompok infusa daun pepaya jepang memberikan hasil yang berbeda secara signifikan dengan kontrol positif dan kontrol negatif yaitu 51,8% dan 24,2% (P<0,05). Efek antidiabetes dari ketiga infusa daun pepaya lebih tinggi dibandingkan dengan obat antidiabetes oral Metformin. Persentase penurunan KGD paling tinggi diberikan oleh infusa daun pepaya jepang dosis 66 mg/20 g BB dan tidak berbeda secara signifikan dengan infusa daun pepaya jepang dosis 33 mg/20g BB. Kata kunci : Antidiabetes, Tes Toleransi Glukosa (TTG), Infusa Daun Pepaya Jepang, Penurunan Kadar Gula Darah (KDG)
Pola Peresepan Obat Antidiare Pada Pasien Balita di Salah Satu Klinik Anak di Kota Bengkulu Nabila Zhavira; Yona Harianti Putri; Dwita Oktiarni
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.136

Abstract

Usia balita menjadi ladang angka kesakitan dan kematian akibat penyakit diare. Pengobatan diare dengan obat antidiare dalam resep dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan seperti klinik khusus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antidiare pada pasien anak pada salah satu klinik di Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Total sampel yang digunakan yaitu 70 resep pasien diare yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan penelusuran data sekunder yaitu resep yang dikeluarkan oleh dokter di klinik. Hasil penelitian menunjukkan pasien balita yang menderita diare dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 52,86% dan laki-laki sebanyak 47,14%. Pada penelitian ini didapatkan 8 pola peresepan antidiare yang terdiri dari obat tunggal dan obat kombinasi diantaranya resep Zinc tunggal (20%), Probiotik tunggal (18,57%), Zinc dan Oralit (7,14%), Zinc dan Probiotik (12,85%), Oralit dan Probiotik (5,71%), Zinc, Oralit, dan Probiotik (25,71%), Zinc, Probiotik dan Antibiotik (5,71%), dan yang terakhir resep Zinc, Oralit, Probiotik, dan Antibiotik (4,28%). Resep dalam penelitian ini yang sesuai dengan guideline penatalaksanaan diare dari WHO sebanyak 57,13%, sedangkan sisanya sebanyak 42,87% resep tidak sesuai.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sifat Fisik Sediaan Krim Ektsrak Daun Sirsak ( Annona muricata L) Fauziah Fauziah; Cut Haliza Aklima; Nurmalia Zakaria; Rinaldi Rinaldi; Azmalina Adriani
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.137

Abstract

Daun Sirsak merupakan tumbuhan sebagai salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat didaerah tropis yang mengandung senyawa aktif sekunder seperti saponin, flavonoid, alkaloid, dan tannin. Bentuk sediaan farmasi yang banyak diminati adalah sediaan krim. Krim adalah cairan kental atau emulsi setengah padat baik bertipe minyak dalam air dan air dalam minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sediaan krim dari ekstrak metanol daun sirsak. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Farmasi Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh pada Bulan Januari sampai April 2022. Sampel yang digunakan adalah Formula krim dengan ekstrak metanol daun sirsak yaitu formula F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi sediaan krim yang dilakukan adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, dan uji daya sebar. Hasil penelitian formulasi krim ini dari ekstrak metanol daun sirsak meliputi bentuk sediaan setengah padat dan berwarna hijau, sedikit kekuningan sampai coklat kehijauan, dengan aroma khas daun sirsak, homogen dan untuk pHnya berkisar antara 5-7 sediaan ini memiliki daya sebar 5.0- 7,0 cm. Dapat disimpulkan bahwa formulasi krim dari eksrtak metanol daun sirsak dengan formula krim yang baik selama penyimpanan 28 hari
Evaluasi Fisik dan Uji Kesukaan Sediaan Masker Gel Peel Off Serbuk Cangkang Telur (Pullum Ovum) dan Madu (Apis) Zakaria, Nurmalia; Fauziah; Sari, Amelia; Zarwinda, Irma; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.85

Abstract

Cangkang telur (Pullum Ovum) dan memiliki kandungan 97% kalsium karbonat, fosfor, magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga. Madu merupakan humektan alami dimana madu bisa menarik air dan mempertahankannya di dalam lapisan kulit sehingga terhidrasi dan kenyal. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mampu memberikan efek perawatan pada kulit wajah sebagai anti aging untuk kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serbuk cangkang telur dan madu dalam sediaan masker gel peel off dan melakukan evaluasi fisika, uji iritasi dan uji kesukaan panelis. Penelitian bersifat eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasetika Akafarma Banda Aceh pada tahun 2022. Masker gel peel off dibuat dalam 4 formula dengan variasi konsentrasi serbuk cangkang telur yaitu 1% (F1), 2% (F2), 3% (F3). Basis yang digunakan yaitu Polivinyl Alkohol (PVA) dan Hidroxy Propyl Methyl Cellulosa (HPMC) dan dilakukan evaluasi fisik terhadap sediaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula masker gel peel off memenuhi syarat evaluasi fisika dan uji iritasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formula yang paling disukai responden dari segi bentuk F1, dari segi warna F1 dan F2, dari segi aroma yaitu F2. Maka disimpulkan bahwa Serbuk cangkang telur dan madu dapat diformulasikan dalam sedian masker gel peel off dengan karakteristik fisik dan hasil uji iritasi yang baik. Kata kunci : Cangkang telur, Madu, Formulasi, Masker gel peel-off, Evaluasi sediaan
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sawo (Manilkara zapota) dan Daun Kari (Murraya koenigii) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Safrina; Ulya, Zaura
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.141

Abstract

Penelitian ini menyelidiki efektivitas penggabungan ekstrak dari daun sawo (Manilkara zapota) dan daun kari (Murraya koenigii) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Kedua tanaman ini dikenal karena khasiat fitokimianya yang kaya dan penggunaan obat tradisional. Penelitian ini menguraikan metode penyiapan ekstrak daun, termasuk aplikasi etnobotani, penyaringan fitokimia, dan tingkat aktivitas biologis terhadap E. coli. Ekstrak dari kedua daun menunjukkan sifat antibakteri yang signifikan, terutama saat diuji dalam kombinasi; rasio ekstrak 1:2 (sapodilla dan daun kari) menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi. Penyaringan fitokimia mengungkapkan adanya berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid, yang berkontribusi terhadap efek pengobatannya. Akibatnya, temuan tersebut menunjukkan bahwa ekstrak gabungan tidak hanya meningkatkan khasiat antibakteri tetapi juga menunjukkan efek sinergis antara kedua ekstrak herbal, menjadikannya kandidat potensial untuk agen antimikroba alami.