cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 4" : 9 Documents clear
FENOMENA CANCEL CULTURE DALAM INDUSTRI HIBURAN TIONGKOK Ayudarma, Kintara; Muas, R. Tuty Nur Mutia Enoch
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancel Culture atau dikenal sebagai aksi boikot merupakan fenomena memboikot seseorang akibat mengucapkan atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma yang ada di masyarakat. Aksi boikot ini banyak terjadi di media sosial dan mayoritas menargetkan publik figur khususnya seorang selebriti. Fenomena Cancel Culture ramai terjadi di berbagai negara, termasuk di Tiongkok. Artikel ini membahas tentang pemanfaatan fenomena Cancel Culture oleh pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan industri hiburan dan dampaknya bagi perkembangan industri hiburan di Tiongkok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, pemberitaan, dan opini yang diperoleh secara luring maupun daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pelanggaran yang terjadi di dalam industri hiburan Tiongkok umumnya berkaitan dengan nilai-nilai budaya dalam masyarakat Tiongkok. Pemerintah menggunakan aksi pemboikotan untuk mengatur kembali lingkungan industri hiburan sekaligus mengingatkan kembali masyarakat akan nilai budaya yang dianut Tiongkok.
WARISAN DAN MODERNITAS PERSPEKTIF AL-JABIRI: PROBLEMA DASAR PENGKAJIAN ISLAM KONTEMPORER Andrian, Andrian; Yusdani, Yusdani
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan umat Islam saat ini sangat tertinggal karena ketidakmanpuan mereka untuk memaknai warisan dan modernitas. Seiring berkembangnya sebuah zaman di era Islam, warisan dan modernitas terkait pemikirannya juga ikut andil dalam perkembangan tersebut. Banyak dari para tokoh yang sudah memberikan sebuah solusi untuk masalah yang terjadi saat ini, salah satunya yaitu Muhammad Abied al-Jabiri. Beliau adalah seorang pemikir yang berusaha untuk menjawab masalah kontemporer saat ini dengan tawaran-tawaran yang ingin dia berikan terhadap masyarakat. Dalam penelitian ini akan mengkaji bagaimana pentingnya sebuah warisan dan modernitas untuk menjawab sebuah problematika di Islam kontemporer saat ini. Metode dalam penulisan ini adalah deskriptif analisis, mengumpulkan berbagai informasi dari buku dan jurnal yang membahas masalah kontemporer, selanjutnya peneliti menggunakan pendekatan normatif dan sosio-historis. Digunakannya kedua pendekatan ini untuk menghidupkan kembali sebuah kemodernan Islam dengan cara menggali nilai-nilai progresif didalam warisan sehaluan dengan modernitas, kemudian dalam hal tersebut mampu untuk memahami sebuah warisan dan cara untuk menyikapi modernitas.Hasil dari penelitian ini adalah al-Jabiri menawarkan sebuah epistimologi filsafat ilmu. Dengan hal tersebut akan membantu masyarakat untuk mengembangkan sebuah ilmu dalam keagamaan tujuan utamanya, yaitu untuk mendapatkan sebuah kebenaran, agar mampu menjawab persoalan kontemporer saat ini.
KETELADANAN DAN GAGASAN WAHID HASYIM: ANALISIS PEMIKIRAN, KEPEMIMPINAN POLITIK DAN PEMBAHARU PENDIDIKAN ISLAM Rahman, Albar; Junanah, Junanah
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wahid Hasyim sebagai tokoh besar Republik ini perlu mendapakan perhatian dalam kajian ketokohan bangsa. Sangat jarang yang mengkaji beliau secara spesifik, sejatinya pada aspek kepemimpinan politik dan kontribusi beliau sebagai pemabaharu dunia pendidikan Islam di Indonesia sangatlah signifikan untuk dikaji lebih jauh. Untuknya penelitian ini akan membahas dan mengkaji Wahid Hasyim dari aspek keteladanan dan gagasan beliau baik dalam kepemimpinan politik, juga sebagai tokoh Islam yang signifikan memberikan dampak pada pendidikan Islam baik bagi pesantren hingga universitas. Pendekatan kajian ini ialah kajian kepustakaan dengan mengkses berbagai bacaan untuk menarik analisa lebih jauh terkait wahid Hasyim.
KONSUMSI DAN REGULASI GANJA DI PRANCIS MASA EMMANUEL MACRON Nasution,, Diella Amanda; Miranda, Airin
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak pertama kali dinyatakan ilegal melalui la loi n° 70-1320 du 31 décembre 1970, kebijakan pemerintah Prancis terhadap ganja tidak mengalami perubahan yang signifikan. Menurut Ledsom (2019), Prancis merupakan salah satu negara dengan hukuman paling berat untuk penggunaan ganja di Eropa. Namun, meskipun memiliki hukum yang berat, Prancis merupakan salah satu negara dengan persentase konsumen ganja tertinggi di Eropa. Hasil survei populasi umum yang dilakukan oleh Santé Publique France dan OFDT menunjukkan bahwa ganja merupakan psikoaktif terlarang yang paling banyak digunakan di Prancis dan difusi ganja di Prancis terus meningkat sejak diberlakukannya kebijakan pelarangan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai peran regulasi tersebut dalam menanggulangi permasalahan konsumsi ganja di Prancis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik studi kepustakaan dengan sumber data kebijakan-kebijakan terkait yang membuktikan bahwa kebijakan yang berlaku tidak efektif. Pelarangan keras kepemilikan dan konsumsi ganja menimbulkan permasalahan-permasalahan yang tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga merugikan pemerintah dan negara Prancis. Hal ini lantas menimbulkan perdebatan dan protes terhadap pemerintah dari banyak pihak yang menuntut pemerintah untuk mengambil langkah legalisasi. Dalam menghadapi permasalahan ini, pemerintahan Emmanuel Macron kemudian memutuskan untuk mengambil jalan tengah, yaitu dekriminalisasi parsial serta percobaan penggunaan ganja untuk tujuan terapeutik. Meskipun kebijakan baru Macron dianggap tidak benar-benar menyelesaikan masalah, langkah ini berupaya untuk menghindari perselisihan antara pihak-pihak yang menuntut legalisasi ganja, serta pihak konservatif yang bersikeras mempertahankan hukum ganja yang represif.
MULTIKULTURALISME DI ASIA TENGGARA: SUATU TINJAUAN AWAL Tangkilisan, Yuda B.
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, Multikulturalisme sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hal itu karena kemajuan teknologi informasi ketika jarak sosial jauh lebih dekat dengan komunikasi multimedia. Multikulturalisme adalah istilah yang memiliki lebih dari satu makna dan ruang lingkup. Ini memiliki rentang makna mulai dari konsep, sikap, jenis pendidikan, studi hingga politik atau kebijakan publik. Tulisan ini membahas tentang multikulturalisme di Asia Tenggara, dari perspektif multidimensi historis, yang didasarkan pada sumber-sumber tertulis sekunder sebagai studi pendahuluan. Temuan menunjukkan bahwa ada beberapa konteks masalah, yaitu intra-, antar negara dan lingkup ASEAN. Konflik sosial, etnis dan budaya memiliki akar sejarah kolonialisme dan imperialisme barat yang memperkenalkan politik dan kebijakan pemisahan, segregasi, diskriminasi dan devide et impera di antara orang-orang terjajah yang dieksploitasi. Tampaknya nasionalisme dan negara-bangsa tidak memiliki cukup faktor pengintegrasi untuk menyatukan perbedaan etnis dan budaya. Oleh karena itu, multikulturalisme berperan penting dan berpengaruh besar untuk menciptakan ruang interaksi yang damai dan adil untuk mengatasi sumber konflik yang bersumber dari perbedaan. Orang-orang dan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan bagaimana menciptakan dan menghidupkan kehidupan multikulturalisme.
WASEDA BOYS SEBAGAI AGEN PROMOSI PARIWISATA JEPANG MELALUI VLOG PERJALANAN WISATA PADA KANAL YOUTUBE NIHONGO MANTAPPU Lessy, Galuh Nurfaizah Novriainiah; Subagio, Didit Dwi
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021 We Are Social mengumumkan bahwa YouTube telah menjadi media sosial teraktif di Indonesia. Pada platform YouTube, semua orang dapat mengakses dan membagikan berbagai informasi melalui unggahan dari kanal pilihan mereka. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana pengaruh vlog perjalanan wisata Waseda Boys pada kanal YouTube Nihongo Mantappu terhadap para penontonnya. Kunci utamanya terletak pada kekuatan personal branding Waseda Boys sebagai Vlogger dan YouTuber di kanal YouTube Nihongo Mantappu yang memiliki ciri khas serta mampu mempegaruhi penonton dan pengikutnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melalukan survei melalui kuesioner dan analisis tekstual dari data respon penonton vlog perjalanan Waseda Boys melalui kolom komentar pada unggahan vlog Waseda Boys di YouTube serta respon penonton yang dikemukakan di Twitter. Penelitian ini menemukan bahwa kuatnya personal branding Waseda Boys berhasil memancing keinginan penontonnya di YouTube untuk berwisata ke Jepang serta informasi yang disampaikan melalui unggahannya menjadi sumber informasi terkait wisata Jepang yang dapat diandalkan oleh calon wisatawan yang ingin berwisata ke Jepang.
APRESIASI DAN MAKNA KISAH MAHABHARATA DALAM MASYARAKAT JAWA KUNO Munandar, Agus Aris
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas tentang kisah Mahabharata yang diapresiasi oleh masyarakat Jawa Kuno dalam abad ke-8—15 M. Bentuk apresiasi tersebut berupa karya sastra, penggambaran relief di candi-candi, dan juga beberapa tokoh dalam Mahabharata yang diarcakan. Kisah Mahabharata lebih populer daripada kisah Ramayana, uraiannya pun lebih luas, sekedar perbandingan beberapa data tentang kedua kisah itu adalah: Dewa utama yang dipuja dalam Ramayana ialah Visnu, sedangkan dalam Mahabharata adalah Siva Mahadeva, Ramayana mempunyai 7 kanda (jilid), sedangkan Mahabharata terdiri dari 18 parwa (bagian kisah), dalam Ramayana adanya tokoh hewan yang berperang, sedangkan dalam Mahabharata sepenuhnya tokoh-tokoh manusia. Setelah dilakukan telaah terhadap uraian kisah Mahabharata dan dampaknya pada masyarakat Jawa Kuno, maka dapat diketahui bahwa kisah Mahabharata (a) mengajarkan detail-detail sistem kerajaan di Jawa, (b) menjadi acuan tindakan bagi para raja dan ksatrya Jawa Kuno, (c) sebagai kisah yang menjadi latar belakang pemujaan nenek moyang, dan (d) tokoh-tokoh cerita dalam Mahabharata menjadi acuan sifat baik dan buruk. Kisah Mahabharata pun sampai sekarang masih dikenal terutama dalam etnik Jawa, Sunda. dan Bali dalam bentuk pagelaran wayang kulit, wayang golek, wayang wong, sendratari, dan bentuk seni pertunjukan lainnya yang berlatar belakang petikan dari kisah tersebut. Mahabharata bukanlah sembarang kisah kepahlawanan, melainkan juga kisah keagamaan yang secara tidak langsung mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang dinarasikan dalam untaian cerita. Hal yang menarik dalam masyarakat Jawa kisah Mahabharata telah dianggap sebagai karya susastra milik orang Jawa sendiri, bukan dari budaya India.
KRITIK IBNU RUSYD ATAS KONSEP EMANASI IBNU SINA DALAM FILSAFAT ISLAM Salsabila, Aghnia; Asnawi, Naupal
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam berawal dari usaha penerjemahan teks filsafat Yunani atas dasar kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan. Adalah Ibn Sina, salah satu filsuf muslim mengelaborasikan konsep emanasi Neoplatonisme sebagai usaha validasi konsep ketuhanan dalam Islam Namun, terjadi percampuran teks ajaran Aristoteles dengan ajaran Neoplatonisme. Kemudian, kritik dari Ibnu Rusyd meluruskan kembali ajaran Aristoteles dari pengaruh orang ketiga, termasuk konsep emanasi dari Ibnu Sina. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif: melakukan deskripsi dan analisis atas tulisan/komentar atas pemikiran Ibn Sina dan Ibn Rusyd. Hasil akhir dari penelitian ini adalah kritik Ibnu Rusyd berperan 1) menjelaskan adanya percampuran konsep Aristoteles dan Neoplatonisme, 2) menjelaskan ketidakcocokan ajaran Neoplatonisme dengan ajran agama Islam yang ada dalam konsep emanasi Ibnu Sina.
KOSMOLOGI MASYARAKAT MINANGKABAU MELALUI KEARIFAN LOKAL RIMBO LARANGAN UNTUK KONSERVASI LINGKUNGAN Febriani, Rika; Murtinigsih, Siti
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia dan alam merupakan dua komponen yang tidak terpisahkan. Keduanya adalah suatu jalinan yang terhubung dengan cara yang kompleks. Krisis lingkungan menjadi ancaman yang cukup nyata pada saat ini. Berbagai fenomena alam seperti: musim panas dan hujan yang datang tidak teratur merupakan contoh bahwa terjadi ketidakseimbangan di alam. Artikel ini berargumentasi bahwa pengetahuan dan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat dapat membantu pelestarian lingkungan di daerah tersebut. Hal ini disebabkan jaringan sosial menghasilkan sejumlah pengetahuan bersama antara manusia dan alam dapat membentuk cara hidup suatu kelompok masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan telaah literatur, observasi lingkungan, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, masyarakat adat, dan masyarakat umum untuk mengidentifikasi dan menganalisis kearifan lokal pada masyarakat Minangkabau yang memiliki kearifan lokal melalui hutan larangan dan tanah ulayat dalam pelestarian lingkungannya. Temuan utama dalam penelitian ini adalah kearifan lokal melalui hutan larangan dapat membantu konservasi lingkungan. Pemerintah dapat mendukung kearifan lokal ini melalui peraturan hukum.

Page 1 of 1 | Total Record : 9