cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 162 Documents
PROSES <em>CONSOLIDEREN</em> DALAM LATIHAN KOSAKATA PADA BUKU AJAR <em>WERKBOEK CONTACT! DEEL</em> 1 Hutabarat, George William Douglas; Gustinelly, Eliza
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosakata adalah pembawa makna utama dalam sebuah bahasa, sehingga pembelajaran kosakata sangat penting dalam mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Belanda. Bossers (2010) dalam bukunya memperkenalkan dua metode dalam pembelajaran kosakata, yaitu intentioneel leren (pembelajaran intensional) dan incidenteel leren (pembelajaran insidental). Ada tiga tahapan dari metode intentioneel leren, yaitu: semantiseren (semantisasi), consolideren (konsolidasi), dan controleren (pengecekan). Penelitian ini membahas bentuk latihan consolideren yang dilatih pada buku ajar Werkboek Contact! deel 1. Tujuan dari penelitian ini yaitu menemukan apakah tahapan consolideren dilatih pada buku ajar Werkboek Contact! Deel 1. Penelitian diawali dengan mengumpulkan soal-soal latihan kosakata dari bab 1 sampai bab 12 pada werkboek, kemudian penulis mencari dan mengelompokkan soal-soal latihan yang termasuk ke dalam proses consolideren pada sebuah tabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 254 soal latihan kosakata pada werkboek, 83,47% merupakan soal latihan consolideren, dengan bentuk latihan terbanyak yaitu invullen. Dengan demikian, dapat disimpulkan buku Werkboek Contact! Deel 1 memiliki proses consolideren dalam latihan soal kosakatanya.
KONTRIBUSI PENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA DALAM IMPLEMENTASI SILA KEDUA PANCASILA Jani, Heribertus
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan peran pendidikan seni dan budaya terhadap implementasi sila kedua Pancasila. Menurut hasil penelitian UNESCO, pendidikan seni dan budaya berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, sosial dan emosional, kecakapan berperilaku, kepekaan terhadap lingkungan alam, kemampuan berdialog lintas budaya, dan keterampilan bekerja sama serta saling memahami. Karena itu, dalam pandangan UNESCO pendidikan seni dan budaya mendesak di tengah beraneka problem global seperti ketimpangan, konflik bersenjata, disinformasi, misinformasi, ujaran kebencian, rasisme, xenofobia, dan diskriminasi dalam segala bentuknya. Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan seni dan budaya sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam sila kedua Pancasila. Karena itulah maka diperlukan upaya agar pendidikan seni dan budaya bisa diandalkan bagi penerapan sila kedua. Dengan pendekatan studi kepustakaan, hasil penelitian ini menguraikan bagaimana peran pendidikan seni dan budaya bagi : (1) penghargaan terhadap martabat manusia; (2) penghargaan terhadap perbedaan; (3) penciptaan sikap tenggang rasa dan tepa salira; (4) keberanian membela kebenaran dan keadilan; dan (5) sikap kritis di hadapan disinformasi dan misinformasi.
ANALISIS TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL HADIS TENTANG MENGUBAH KEMUNGKARAN DALAM HADIS ARBA’IN KARYA IMAM AN-NAWAWI Rozi, Muhammad Syafiq; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam, as a comprehensive religion, regulates all aspects of human life including social and community aspects. Hence, one will find the Hadith about amending misdeeds in the Hadith of Arba'in. In understanding the hadith as a whole, there are two typologies of understanding tendencies, namely textual and contextual. This study aims to analyze the textual and contextual meanings of the Hadith about amending misdeeds in Hadith Arba'in by Imam An-Nawawi. The research method used is descriptive analytical method with qualitative approach. The theory used in this research is the three types of meaning according to Fayiz (in Matsna, 2016) and the classification of context according to Umar (in Kholison, 2016). The data used is the hadith about changing the evil contained in the book of Hadith Arba'in by Imam An-Nawawi. The results of the analysis show that the meaning obtained from the contextual analysis of the Hadith about amending misdeeds in Hadith Arba'in is broader than the textual analysis. This study is expected to provide a deeper understanding of the textual and contextual meanings of the Hadith about amending misdeeds in Imam An-Nawawi's Hadith Arba'in and to serve as an important reference for the Muslim community and future researchers who want to explore the linguistic richness of Islamic religious texts.
REPRESENTASI ALIENASI CODA PADA TOKOH BORI DALAM FILM KOREA BORI Ulandari, Dea Monica; Burhan, Ph.D, Amelia
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CODA or Children of Deaf Adults are the descendants of deaf parents who have the ability to hear and speak. They also have their own emotional stress because they have to adapt to two worlds, the hearing and deaf worlds. This leads to feelings of alienation which are also reinforced by external and internal factors. This research aims to find out how influential the feeling of alienation is on Bori's identity as a CODA in the Korean movie Bori. The character Bori is a CODA and the only person with hearing ability in her deaf family. The method used in this research is descriptive qualitative with a mimetic approach and alienation theory by Seeman Melvin (1959). The results show that the alienation felt by the character Bori comes from the different ways of communicating with her family and the expectations that are indirectly imposed on her and the social environment factors that do not validate her feelings of alienation as a CODA. With internal and external emotional encouragement, Bori can overcome her feelings of alienation and find her true identity.
REPRESENTASI BUDAYA MULTIKULTURALISME PADA DIASPORA MAROKO DI BELANDA DALAM FILM <em>MESKINA</em> (2021) Rahimah, Fairuz; Pesulima, Barbara Elisabeth Lucia
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the representation of multiculturalism within the Moroccan diaspora in the Netherlands based on the film Meskina (2021) by Daria Bukvic. The research question in this study is how multiculturalism is represented through the lives of the Moroccan diaspora in the Netherlands in the film Meskina (2021). This study using a descriptive qualitative method to analyze the representation of multiculturalism in the film. Meskina, a romantic comedy film, portrays the dynamics of the Moroccan diaspora community in the Netherlands, particularly focusing on millennial women or the second generation living amid Dutch multiculturalism, as seen from the perspective of the main character. Using Stuart Hall’s theory of representation and Aart van Zoest’s semiotics, this study reveals the shift in cultural values between the first and second generations of the Moroccan diaspora, especially in aspects of marriage, career, language use, and clothing style. The first generation is portrayed as holding firmly to their traditional values or cultural roots, while the second generation is more integrated into their surroundings but faces challenges in balancing Dutch culture with their original cultural identity. The purpose of this study is to describe the authentic representation of multiculturalism within the Moroccan diaspora in the Netherlands as depicted in the film Meskina. The findings conclude that Meskina successfully represents the life and cultural dynamics of the Moroccan diaspora in the Netherlands in accordance with today’s reality.
REGULASI HOMOSEKSUAL DI ESTONIA ERA UNI SOVIET DALAM FILM <em>ZHARPTITSA</em> (BURUNG FONIKS) (2021) Nararyawardana, Vincencious Louis; Widyastuti, Thera
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan hukum terhadap kelompok homoseksual di Estonia pada era Uni Soviet dalam film Zharptitsa (Burung Foniks) tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis interseksional Edwards dan Esposito (2019) yang melibatkan berbagai faktor berdasarkan gender, orientasi seksual, dan latar belakang individu yang saling bersinggungan dalam melihat dampak penerapan sistem hukum atas kelompok homoseksual di Estonia pada era Uni Soviet dalam film tersebut. Dengan menggunakan teori mengenai konsep performativitas identitas gender (Butler, 2020) dan teori orientasi seksual (Rosario dan Schrimshaw, 2014), penelitian ini bertujuan untuk menggaris bawahi penerapan hukum atas homoseksual di Estonia era Uni Soviet serta pengaruhnya bagi masyarakat dan pembentukan karakteristik bagi kelompok homoseksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi homoseksual di Estonia era Uni Soviet pada film Zharptitsa berpengaruh dalam membentuk perilaku diskriminatif, kriminalisasi serta pandangan masyarakat terhadap kelompok homoseksual dan juga berdampak terhadap perilaku kelompok homoseksual dalam mengekspresikan diri dan hubungan interpersonal mereka.
TUTURAN EKSPRESIF SEBAGAI UNGKAPAN KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN DALAM KUMPULAN DONGENG UNTUK ANAK Tampubolon, Nesti Magdalena; Kushartanti, Kushartanti
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe expressive speech as an expression of politeness and impoliteness with moral values, which children learn during development. The data in this study used 42 expressive speeches of characters in the collection of fairy tales Jam Beker Raksasa & 9 Dongeng Seru Lainnya by Dian Kristiani. This research uses a qualitative approach through the analysis of Leech's politeness principle (1993), Leech's politeness scale (1993), Culpeper's impoliteness strategy (1996), and Linda and Eyre's moral values (1993). This research shows that expressive speech in this book uses more forms of impoliteness. Of the 42 expressive speeches, the researcher found 26 forms of impoliteness and 16 of politeness. In addition, the implications of using a form of politeness contain more moral values, respect, kindness, and friendliness, than impoliteness. Based on the data, the researcher found the strategy of direct impoliteness, violation of the approbation maxim, violation of the indirectness scale, fulfillment of the modesty maxim, fulfillment of the cost-benefit scale, and moral values of being.
PENGETAHUAN BERSAMA SEBAGAI UNSUR PEMBANGUN HUMOR PADA <em>STAND UP COMEDY</em> Fauzy, Miftah; Wrihatni, Novika Stri; Rahmawanto, Dwi
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan pengetahuan bersama sebagai pembangun humor pada Stand Up Comedy (SUC) yang dilakukan oleh komika Deddy Gigis, Sega, dan Wawan Saktiawan. Pemilihan topik penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya efek lucu yang disebabkan oleh aspek di luar bahasa. Pada penelitian sebelumnya, efek lucu dipengaruhi oleh gaya bahasa. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran pengetahuan bersama pada SUC. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa ujaran yang menghasilkan efek lucu karena pengetahuan bersama dengan sumber data lisan pada pertunjukkan Stand Up Comedy (SUC) oleh Deddy Gigis, Sega, dan Wawan Saktiawan yang tayang di jaringan televisi bernama JTV, tetapi diunggah di YouTube dengan akun bernama Khatulistiwa. Analisis data menggunakan teori tindak ilokusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa humor dengan menghadirkan pengetahuan bersama dibangun dengan cara 1) menghadirkan konteks lain pada pengetahuan bersama, 2) menyelewengkan pengetahuan bersama, dan 3) mengomentari pengetahuan bersama. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menyampaikan humor Stand Up Comedy (SUC), daya ilokusi tidak hanya terealisasi oleh wacana atau kata-kata, tetapi juga dengan menghadirkan pengetahuan bersama bersamaan dengan wacana yang disampaikan.
ESTETISASI KONTEN <em>SUGAR DATING</em> DAN SEKSUAL DI TIKTOK SELAMA PANDEMI COVID-19 Nisa, Azkiya
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan internet merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Hal tersebut menimbulkan peningkatan terhadap penggunaan media sosial dan penyebaran berbagai konten pada masa pandemi Covid-19, dua di antaranya adalah konten sugar dating dan seksual. Kalangan sugar baby aktif membagikan kegiatan atau pendapatan dari pekerjaan yang dilakukan khususnya pada masa krisis perekonomian saat ini dan narasi, simbol, istilah-istilah terkait seks juga diekspos oleh para pengguna TikTok. Pembicaraan yang dianggap tabu dan memiliki citra negatif sehingga jarang diangkat oleh masyarakat kemudian banyak diunggah. Unggahan tersebut disertai dengan suntingan video yang unik dan melibatkan usur-unsur seperti filter, background, dan backsound yang meminimalisir kesan vulgar. Tidak sedikit respon yang netral atau positif terhadap unggahan konten tersebut dan beberapa di antaranya menunjukkan ketertarikan untuk mendapatkan maupun berbagi informasi. Penelitian terdahulu terkait dengan konsumsi TikTok pada masa pandemi (Kennedy, 2020) telah membahas peningkatan visibiltas TikTok dan selebriti d’Amelio pada masa pandemi yang mempertahankan budaya selebriti perempuan muda. Penelitian terdahulu tentang sugar dating (DeSoto, 2018) terbatas pada produksi budaya pada kalangan mahasiswa dan situs kencan, sedangkan penelitian lainnya (Bleakley, 2008) juga membahas peningkatan komunikasi terkait seks di media sosial yang dapat menyebabkan kognisi seksual. Berdasarkan kasus dan penelitian terdahulu, artikel ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana identitas sugar baby dikonstruksi, perkembangan kalangan sugar baby, negosiasi identitas, dan penerimaan oleh orang-orang di TikTok. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan TikTok sebagai media ekspresi kebebasan tubuh dalam mengeksplorasi kenikmatan-kenikmatan intim. Dengan kata lain, penelitian berfokus pada konten sugar dating dan seksual yang diestetisasi melalui TikTok pada masa pandemi. Korpus yang digunakan dalam penelitian berupa kompilasi beberapa video sugar dating dan seksual pada masa pandemi di TikTok. Metode penelitian adalah kualitatif dan analisis wacana kritis. Konsep Walter Benjamin tentang estetisasi karya seni, Seksualitas dan Tubuh oleh Michel Foucault juga digunakan.
SIMBOL PERAYAAN TAHUN BARU KEBUDAYAAN RUSIA DALAM FILM ANIMASI SERIAL TELEVISI СМЕШАРИКИ/<em>SMESHARIKI</em> (BOLA KECIL LUCU) Maharani, Jasmine Aisyah, J; Limbong, Banggas, M.Hum.
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This final project is a study on the meaning of the New Year's symbols found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition. This type of research is qualitative with a descriptive analysis method. This research refers to the study of the meaning of the symbols of New Year's celebration in Russia found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition, because in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition there are elements of symbols that can represent the traditions or customs of Russian society in celebrating the New Year. The symbols of New Year's celebrations found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition have an indirect educational purpose, namely to provide knowledge about the traditions or customs of Russian society in celebrating the New Year in Russia which can be said to be "unique" because it has different customs when compared to the traditions of New Year's celebrations in general. through children's animation. By examining the meaning of the symbols of New Year's celebrations found in the animated series Смешарики/Smeshariki (cute little balls) New Year's edition, it is hoped that it can provide information that is more easily accepted by the general public outside Russia about the culture of New Year's celebrations in Russia.