Articles
162 Documents
CHANOYU DAN PATEHAN TRADISI MINUM TEH DUA NEGARA BERBEDA
Billah, Alfitazki Aulia;
Dariana, Sabila Bunga;
Janti, Ilma Sawindra
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebudayaan merupakan identitas setiap negara. Salah satu kebudayaan yang masih melekat di banyak negara yaitu, tradisi minum teh, termasuk Jepang dan Indonesia. Di Jepang, tradisi minum teh itu dikenal dengan Chanoyu (茶の湯). Sedangkan di Indonesia, khususnya di daerah Keraton Yogyakarta menyebut tradisi minum teh dengan Patehan. Meskipun keduanya merupakan tradisi minum teh, namun ada perbedaan-perbedaan dalam pelaksanaan serta latar belakang pemikirannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu mencari data berupa bahan pustaka lalu mendeskripsikannya, untuk kemudian dianalisis. Hasil dari penelitian ini adalah bagaimana Chanoyu dan Patehan memiliki banyak perbedaan, seperti dalam makna, unsur yang mendominasi, alat yang digunakan serta tujuan, namun kedua tradisi minum teh dari dua negara yang berbeda ini merupakan ritual sakral dengan makna mendalam bagi tiap negara.
PERAN MEDIA MASSA DALAM PUBLISITAS MUSIK KOREAN HIP HOP PADA ERA 2010-AN
Felda, Irene Halimah;
Sulastri, Euis
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hip hop sudah menjadi gaya hidup di Korea Selatan sejak awal kedatangannya di era 1990-an. Media massa berperan penting dalam mendorong publisitas dan popularitas hip hop dan musik rap di Korea Selatan yang biasa disebut Korean hip hop (KHH). Hip hop yang awalnya merupakan budaya underground kemudian menjadi budaya mainstream berkat media massa. Penelitian ini menganalisis bagaimana peranan media massa dalam publisitas KHH selama era 2010-an dengan metode kualitatif analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media penyiaran dan media digital menjadi dua jenis media yang paling berperan dalam publisitas KHH. Sedangkan, media cetak kurang berperan dalam publisitas KHH secara umum. Media penyiaran berperan dalam komersialisasi KHH, media digital berperan dalam memberikan ruang diskusi dan edukasi, sementara itu media cetak yang berupa buku pelajaran berperan dalam mengenalkan budaya yang terdapat dalam hip hop kepada remaja (pelajar).
PERKEMBANGAN MUSIK RAP DI RUSIA: DAMPAK KEBIJAKAN BUDAYA PEMERINTAH
Chetiska, Annisa Dita;
Elfira, Mina
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang kebijakan pemerintah terhadap perkembangan musik rap di Federasi Rusia dengan menganalisis dokumen-dokumen negara di situs daring Kantor Eksekutif Presiden yaitu kremlin.ru dan beberapa situs resmi pemerintahan Rusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis serta studi pustaka. Untuk membuktikan adanya kebijakan pemerintah yang diterapkan dalam bidang budaya serta perkembangan musik rap, peneliti menggunakan teori Kebijakan Budaya oleh Kevin V. Mulcahy dalam buku Cultural Policy: Definitions and Theoretical Approaches (2006) dan ditunjang dengan teori Akulturasi oleh Koentjaraningrat dalam buku Pengantar Ilmu Antropologi (1990). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa kebijakan yang diberlakukan pemerintah Rusia membantu perkembangan musik rap. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dengan kebijakan budaya yang berorientasi pada negara dan pasar di masa Federasi, menyebabkan masuknya musik rap ke Rusia dari Amerika pada tahun 1990-an dan dalam perkembangannya, musik rap mengalami akulturasi dengan kebudayaan Rusia.
PERAN INTERAKSI PARASOSIAL DALAM KEGIATAN SONMINSU DI KALANGAN PENGGEMAR K-POP
Cahyadi, Claudia;
Zaini, Zaini
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang bagaimana interaksi parasosial berperan terhadap partisipasi penggemar K-pop dalam kegiatan sonminsu. Sonminsu (손민수) merupakan istilah baru yang dipakai ketika seseorang membeli barang yang sama dengan yang dimiliki oleh artis kesukaannya. Semakin lama, arti sonminsu ini semakin meluas penggunaannya menjadi segala aktivitas atau bentuk perilaku “mengikuti” atau “meniru” seseorang. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan peran interaksi antara penggemar dan idola kesukaannya dalam memengaruhi fenomena sonminsu di dalam fandom K-pop. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan datanya melalui wawancara dan observasi terhadap penikmat K-pop. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi parasosial yang dilakukan oleh idola K-pop di media sosial mendorong dilaksanakannya kegiatan sonminsu oleh penggemar. Interaksi parasosial ini dijalin melalui platform resmi dan pribadi milik idola K-pop, seperti Twitter, Instagram, dan Youtube, serta online fan community, seperti Vlive, Lysn, dan Weverse.
ANALISIS SEMIOTIKA TARI ARDAH NAJDIYAH, ARAB SAUDI
Putri, Aulia Farahmita
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ardah Najdiyah merupakan tarian perang tradisional yang sangat populer di Jazirah Arab. Tarian tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya semata namun juga untuk mengenang sejarah pertempuran yang dipimpin oleh Raja Abdul Aziz al-Saud dalam menyatukan wilayah di Arab Saudi. Tarian tersebut memiliki tujuan untuk menunjukkan kekuatan dan keberanian para prajurit di medan perang. Ardah Najdiyah masuk ke dalam Daftar Representative UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang didapatkan dari buku, jurnal, situs dan analisis video yang berkaitan dengan tari Ardah Najdiyah. Dalam mewujudkan penelitian tersebut, peneliti menggunakan dua teori yaitu unsur gerakan tari dan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang didapatkan dari buku, jurnal, situs resmi, dan analisis video yang berkaitan dengan Ardah Najdiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ardah Najdiyah merupakan tarian yang memiliki makna penting terkait sejarah berdirinya Arab Saudi dan pelestarian tradisi suku nomaden Badui. Ardah Najdiyah menunjukkan identitas dan kekuatan masyarakat Arab Saudi dalam berperang yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
MAKNA-MAKNA ’AMR DALAM SURAT AN-NISA TINJAUAN ILMU MA‘ANI
Zakaria, Faqih;
Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas makna-makna ’amr dalam surat An-Nisa. Kalimat perintah adalah kalimat pertama yang diwahyukan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dalam surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Surat An-Nisa adalah surat urutan keempat di dalam Al Qur’an yang berisi tentang takwa, keluarga, waris dan ilmu penting lainnya. Penelitian ini menganalisis makna ’amr dalam surat An-Nisa menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teori yang digunakan yaitu teori makna ’amr yang dikemukakan oleh Ali Al-Jarim dan Musthafa Amin dalam buku Al-Bala>gah al-Wa>d}ih}ah (2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ayat mana saja dalam surat An-Nisa yang terdapat ’amr dan apa saja makna dari ’amr yang terdapat dalam surat An-Nisa. Ali Al-Jarim dan Musthafa Amin membagi makna ’amr menjadi 10 jenis. Di dalam surat An-Nisa, peneliti menemukan 101 kalimat ’amr yang terbagi menjadi 7 jenis makna ’amr dengan rincian sebagai berikut: makna h}aqi>qi> 54 kalimat, irsya>d 32 kalimat, du‘a>’ 3 kalimat, tamanni> 1 kalimat, takhyi>r 2 kalimat, taswiyah 4 kalimat, dan iba>h}ah 5 kalimat.
KOMUNIKASI INFORMASI ANTARA PUSTAKAWAN DAN MURID SMA KOLESE GONZAGA DALAM PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Safitri, Salsabilah;
Iswary Lawanda, Ike
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selama pandemic Covid-19 layanan perpustakaan antara pustakawan dan pengguna dilakukan secara daring, menimbulkan sejumlah masalah dalam mengomunikasikan informasi. Tulisan ini mengenai proses komunikasi antara pustakawan dengan guru dan murid di tengah pembelajaran jarak jauh di rumah mendorong pustakawan menjadi lebih kreatif guna mengatasi gangguan komunikasi dengan pengguna agar informasi yang dikirim dan diterima dari pustakawan ke pengguna dan sebaliknya dapat berjalan lancar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pustakawan, guru dan murid SMA Kolese Gonzaga. Teknik pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2022 sampai Mei 2022 melalui observasi, wawancara dengan format interview. Teknik analisis data berupa teori analisis pengkodean (coding) terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: pengkodean terbuka (open coding), pengkodean aksial (axial coding) dan pengkodean selektif (selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pustakawan dengan guru dan murid dilakukan sebaik-baiknya untuk menunjang kurikulum pembelajaran sekolah. Berbagai media dimanfaatkan oleh pustakawan agar proses komunikasi berjalan lancar, terutama media elektronik WhatsApp dan Email. Komunikasi yang terjalin antara pustakawan dan murid dapat menghasilkan relasi baik menjadikan pustakawan lebih bersahabat dengan murid, memotivasi murid serta mendisiplinkan murid ketika berada di perpustakaan.
KONFLIK HIDROPOLITIK SUNGAI NIL ANTARA MESIR DAN ETHIOPIA
Apipudin, Apipudin;
Inayah, Ananda Farie
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ethiopia mulai membangun Proyek Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) pada tahun 2011 namun mendapat penolakan dari Mesir. GERD merupakan bendungan milik Ethiopia yang berlokasi di aliran Nil Biru, salah satu sumber utama air Sungai Nil. Ethiopia membangun GERD untuk memperbaiki kondisi negara, sementara Mesir melihat GERD sebagai sebuah ancaman terhadap Sungai Nil di Mesir. Penelitian ini menjelaskan konflik hidropolitik di sungai Nil antara Ethiopia dan Mesir yang disebabkan oleh proyek GERD dan alasan penolakan Mesir terhadap GERD. Metode yang digunakan yaitu studi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Untuk mendeskripsikan peristiwa yang terjadi, karya tulis ini menggunakan teori interaksi konflik hidropolitik dan kelangkaan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik hidropolitik antara Mesir dan Ethiopia disebabkan oleh proyek GERD yang dinilai Mesir telah melanggar Perjanjian Air Nil 1929 dan 1959, Mesir menolak proyek GERD yang menajdi ancaman terhadap ketahanan sumber daya air negara seiring dengan faktor meningkatnya kebutuhan air akibat angka pertumbuhan penduduk, perubahan alam, dan berbagai perubahan yang terjadi di negara hulu. Dalam mencari solusi untuk menyelesaikan konflik, Ethiopia dan Mesir melakukan berbagai upaya yaitu membuat mitra kerjasama, serta berbagai perjanjian yang tidak merugikan pihak manapun.
FENOMENA CANCEL CULTURE DALAM INDUSTRI HIBURAN TIONGKOK
Ayudarma, Kintara;
Muas, R. Tuty Nur Mutia Enoch
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Cancel Culture atau dikenal sebagai aksi boikot merupakan fenomena memboikot seseorang akibat mengucapkan atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma yang ada di masyarakat. Aksi boikot ini banyak terjadi di media sosial dan mayoritas menargetkan publik figur khususnya seorang selebriti. Fenomena Cancel Culture ramai terjadi di berbagai negara, termasuk di Tiongkok. Artikel ini membahas tentang pemanfaatan fenomena Cancel Culture oleh pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan industri hiburan dan dampaknya bagi perkembangan industri hiburan di Tiongkok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, pemberitaan, dan opini yang diperoleh secara luring maupun daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pelanggaran yang terjadi di dalam industri hiburan Tiongkok umumnya berkaitan dengan nilai-nilai budaya dalam masyarakat Tiongkok. Pemerintah menggunakan aksi pemboikotan untuk mengatur kembali lingkungan industri hiburan sekaligus mengingatkan kembali masyarakat akan nilai budaya yang dianut Tiongkok.
WARISAN DAN MODERNITAS PERSPEKTIF AL-JABIRI: PROBLEMA DASAR PENGKAJIAN ISLAM KONTEMPORER
Andrian, Andrian;
Yusdani, Yusdani
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persoalan umat Islam saat ini sangat tertinggal karena ketidakmanpuan mereka untuk memaknai warisan dan modernitas. Seiring berkembangnya sebuah zaman di era Islam, warisan dan modernitas terkait pemikirannya juga ikut andil dalam perkembangan tersebut. Banyak dari para tokoh yang sudah memberikan sebuah solusi untuk masalah yang terjadi saat ini, salah satunya yaitu Muhammad Abied al-Jabiri. Beliau adalah seorang pemikir yang berusaha untuk menjawab masalah kontemporer saat ini dengan tawaran-tawaran yang ingin dia berikan terhadap masyarakat. Dalam penelitian ini akan mengkaji bagaimana pentingnya sebuah warisan dan modernitas untuk menjawab sebuah problematika di Islam kontemporer saat ini. Metode dalam penulisan ini adalah deskriptif analisis, mengumpulkan berbagai informasi dari buku dan jurnal yang membahas masalah kontemporer, selanjutnya peneliti menggunakan pendekatan normatif dan sosio-historis. Digunakannya kedua pendekatan ini untuk menghidupkan kembali sebuah kemodernan Islam dengan cara menggali nilai-nilai progresif didalam warisan sehaluan dengan modernitas, kemudian dalam hal tersebut mampu untuk memahami sebuah warisan dan cara untuk menyikapi modernitas.Hasil dari penelitian ini adalah al-Jabiri menawarkan sebuah epistimologi filsafat ilmu. Dengan hal tersebut akan membantu masyarakat untuk mengembangkan sebuah ilmu dalam keagamaan tujuan utamanya, yaitu untuk mendapatkan sebuah kebenaran, agar mampu menjawab persoalan kontemporer saat ini.