cover
Contact Name
Maman Lesmana
Contact Email
maman.lesmana@ui.ac.id
Phone
+628159095175
Journal Mail Official
maman.lesmana@ui.ac.id
Editorial Address
Building 7, Faculty of Humanities, Kampus UI Depok, Indonesia 16424Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Multikultura
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 29634199     EISSN : 29634199     DOI : -
MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review process.
Articles 162 Documents
MOTIF PELAKSANAAN REFORMA AGRARIA JEPANG (農地改革Nōchi Kaikaku) TAHUN 1946-1950 Pratama, Muhammad Rafid; Rustam, Ferry
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai motif pelaksanaan Reforma Agraria Jepang (nōchi kaikaku) yang terjadi pada masa pemerintahan SCAP tahun 1946 – 1950. Pembahasan tersebut meliputi latar belakang sejarah terjadinya pelaksanaan Reforma Agraria Jepang, pelaksanaan Reforma Agraria Jepang, serta dampak dari pelaksanaan reforma agraria terhadap Jepang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penjelasan disajikan dengan deskriptif. Pengumpulan data bersumber pada buku dan jurnal yang khusus membahas mengenai Reforma Agraria Jepang. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teori pelaksanaan reforma agraria oleh Warriner (1969). Hasil pembahasan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan Reforma Agraria Jepang berhasil menghapus kekuatan tuan tanah dalam menguasai lahan, meredam konflik antara tuan tanah dengan petani penyewa, usaha dalam menciptakan kesetaraan sosial dan ekonomi bagi masyarakat, dan pelaksanaan reforma yang sesuai dengan UU Reforma Agraria Jepang tahun 1946. Lebih lanjut, Reforma Agraria Jepang pada masa pendudukan SCAP dinilai sebagai salah satu pelaksanaan reforma agraria yang berhasil mengapuskan kekuatan tuan tanah dalam menguasai lahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motif pelaksanaan reforma agraria pada Reforma Agraria Jepang tahun 1946-1950 merupakan kolaborasi dari keempat motif pelaksanaan reforma agraria dari Warriner (1969).
SINERGI NILAI-NILAI “TIGA AJARAN BESAR” ( 三教 Sān jiào) DALAM FILM KUNG FU PANDA 3 Saraswati, Andrea; Pulungsari, Rahadjeng
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi film animasi dengan alur berlatar budaya Cina telah tak terhitung jumlahnya. Salah satu film animasi dengan latar seperti ini di antaranya adalah film berjudul “Kung Fu Panda” (2008, 2022, 2016). Dilihat dari perspektif produksi, terdapat hal yang menarik dari film-film tersebut. Film Kung Fu Panda 1 dan 2 murni diproduksi oleh Disney, sedangkan untuk film Kung Fu Panda 3, pihak Cina terlibat dalam proses produksinya. Hal ini menjadi alasan penulis untuk meneliti film Kung Fu Panda 3 saja, guna menemukan jawaban tentang ada tidaknya unsur-unsur tradisi ajaran Cina dalam adegan-adegan film ini, dan dinamika apa yang terjadi di dalamnya. Dalam kehidupan tradisional Cina, ajaran yang sangat berpengaruh adalah三教 Sān Jiào atau 3Ajaran Besar” yang terdiri dari Konfusianisme, Daoisme dan Buddhisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud menemukan unsur-unsur “3 Ajaran Besar” dalam film ini. Melalui metode deskriptif-analisis, peneliti melakukan proses observasi dan seleksi pada adegan-adegan yang memunculkan prinsip-prinsip ajaran Konfusianisme, Daoisme, dan Buddhisme, kemudian melakukan kajian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, dalam film Kung Fu Panda 3 terdapat unsur-unsur “3 Ajaran Besar”, dan menemukan bahwa nilai-nilai ini saling bersinergi membangun kedalaman cerita.
ANALISIS RESEPSI TERHADAP FIKSIONALISASI HISTORI TOKOH SULEYMAN AL-KANUNI DI DALAM SINETRON TURKI “ABAD KEJAYAAN” Solihat, Ade
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan fiksionalisasi histori tokoh Sultan Suleyman, Khalifah ke-10 Dinasti Turki Osmani, di dalam sinetron Turki ”Abad Kejayaan”, yang menimbulkan kontroversi. Di dalam teks sejarah, Sultan Suleyman dikenal sebagai pemimpin Turki Osmani terlama dan yang paling berhasil membawa Turki Osmani ke puncak masa kejayaan. Sultan Suleyman yang memerintah pada 1520-1566 juga mendapat julukan Suleyman Al-Kanuni (Suleyman Law-giver) karena kemampuannya membangun undang-undang yang diterapkan di Kekhalifahan Turki Osmani selama berabad-abad. Namun, di dalam sinetron ”Abad Kejayaan” Sultan Suleyman digambarkan sebagai tokoh laki-laki yang disibukkan oleh istri dan selir-selir yang saling berkonflik memperebutkan perhatiannya. Sinetron ini juga menampilkan latar kehidupan di wilayah harem dengan penampilan perempuan-perempuan berbusana terbuka dan adegan-adegan erotis, yang sangat bertentangan dengan etika Islam. Gambaran tokoh Sultan Suleyman Al-Kanuni sangat jauh dari horizon ekspektasi audiens. Dengan teori resepsi, artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis horizon ekpektasi dari audiens dan preferred reading dari kreator sinetron ”Abad Kejayaan”. Temuan dari penelitian ini adalah sinetron ”Abad Kejayaan” merupakan karya fiksional yang menimbulkan ketegangan, karena adanya jarak yang jauh antara horizon ekspektasi dan preferred reading.
MANUSIA DAN HUTAN: SEBUAH KAJIAN EKOKRITIK TERHADAP ENAM CERPEN Ramadhani, Sucia; Christomy, Tommy
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun demi tahun populasi manusia semakin bertambah. Peningkatan populasi manusia tidak diiringi dengan kapasitas sumber daya alam. Kapasitas sumber daya alam, seperi hutan perlahan semakin berkurang. Lahan hutan yang semakin berkurang disebabkan penebangan pohon dan pembukaan lahan di hutan secara besar-besaran. Kerusakan hutan ini menjadi pembahasan yang menarik dalam tema karya sastra. Karya sastra dengan tema lingkungan ini merupakan respons pengarang terhadap kerusakan hutan. Respons manusia terhadap hutan diungkapkan dengan pendekatan ekokritik. Terdapat enam cerpen yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan ekokritik: “Harimau Belang” karya Guntur Alam, “Empana” karya Korrie Layun Rampan, “Kering” karya Wa Ode Wulan Ratna, “Suatu Hari di Perkebunan.” Karya Sori Siregar, “Tebas Tebang” karya Syukri D, “Ongkak” karya Fakhrunnas MA Jabbar. Keenam cerpen ini menekankan pada respons manusia dan hutan. Respons manusia terhadap hutan meliputi tiga poin, yaitu konsep liar rimba, kelas sosial, dan konsekuensi tindakan manusia terhadap hutan. Manusia berinteraksi dengan hutan berdasarkan kebutuhannya untuk bertahan hidup, respons ini berdasarkan acuan ekokritik yang dikemukakan Greg Garrard dalam subbab “Wilderness” atau rimba yang dimuat dalam Ecocritism.
MEMURNIKAN AJARAN ISLAM DARI IDEOLOGI RADIKAL MELALUI HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR Syifa, Shafira Nurul; Asnawi, Naupal
Multikultura Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini didasari atas kekhawatiran penulis terhadap berkembanngnya persepsi di masyarakat Indonesia bahwa agama Islam itu penuh dengan ajaran-ajaran radikal. Persepsi ini menjadi penting dibahas untuk mencegah pembenaran bahwa radikalisme adalah wajah Islam sesungguhnya. Untuk itu perlu ada upaya pemurnian terhadap persepsi-persepsi yang telah melekat pada Islam. Dalam melakukan upaya pemurnian diperlukan upaya pemahaman kembali terhadap persepsi yang berkembang, hingga faktor lain yang mempengaruhi perkembangan persepsi itu. Hermeneutika menjadi pendekatan yang tepat untuk mencapai tujuan pemurnian dan melakukan upaya pemahaman kembali terhadap persepsi yang berkembang terhadap Islam. Penulis menggunakan pendekatan hermeneutika dari Paul Ricoeur, karena bagi Ricoeur hermeneutika tidak hanya sebagai cara pemahaman kembali, tapi menekankan fungsinya sebagai kritik ideologi. Temuan penulis bahwa adanya persepsi tentang Islam radikal karena terdapat peran dari gerakan sosial Islam radikal dan diframing oleh media massa.
SRIKANDI PENDIRI BANGSA: PERJUANGAN DAN SUMBANGSIH MARIA ULFAH UNTUK KEMERDEKAAN INDONESIA Tangkilisan, Yuda B.
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah-tengah gencarnya penulisan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang telah melalui sejumlah perdebatan historiografis mulai dari kemerdekaan sebagai hadiah Jepang hingga Indonesia merdeka karena Amerika Serikat, perhatian terhadap keterlibatan dan peranan perempuan mulai muncul. Namun, sorotan terhadap peranan perempuan dalam proses pendirian bangsa belum diketahui dan difahami dengan seksama. Dalam proses mempersiapkan kemerdekaan, tampak peranan perempuan pada kiprah sosok yang bernama Maria Ulfah.yang pernah menjadi anggota BPUPKI. Sumbangsih perjuangannya itu tidak terlepas dari kiprah dan pengalaman yang dijalani pada masa sebelumnya. Perjuangannya terus berlanjut di sepanjang hayatnya terutama dalam bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga Indonesia. Sumbangsihnya yang tanpa pamrih dan untuk kemajuan bangsa menjadikannya salah seorang dari tokoh nasional sebagai Srikandi Pendiri Bangsa.
PERWUJUDAN ARCA PADA KLENTENG DA BO GONG DAN KLENTENG SAN KWAN TA TEE DALAM PERSPEKTIF PERJALANAN HIDUP (LIFE COURSE): KAJIAN ARKEOLOGI SOSIAL Nindia, Puri; Rahardjo, Wanny
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perwujudan arca di klenteng Da Bo Gong dan San Kwan Ta Tee yang berada di Jakarta. Pembahasan mengenai perwujudan arca ini dibahas dalam perspektif perjalanan hidup (life course). Pada klenteng Da Bo Gong hanya menggunakan arca yang ada di ruang pemujaan utama. Sedangkan pada klenteng San Kwan Ta Tee menggunakan arca yang ada di bangunan utama. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah (observasi), pengolahan data dengan mengklasifikasikannya menjadi tua, muda dan laki-laki, perempuan serta tahap terakhir penafsiran data. Hasil dari penelitian ini diketahui dari kedua klenteng memiliki berbagai macam tokoh Dewa-Dewi yang lebih banyak diwujdukan sebagai orang tua dibandingkan muda. Hal tersebut manusia yang bisa menjadi dewa apabila bersikap baik, memiliki kesucian hati dan ahli di bidang tertentu. Guna untuk menguasai bidang tertentu pasti memerlukan waktu. Perwujudan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Hal tersebut dikarenaka pada masa Cina Kuno perempuan belum mempunyai banyak pengaruh, bahkan keberadaanya masih kurang diperhitungkan.
KEINTIMAN, HASRAT, DAN KOMITMEN: CINTA ROMANTIK RUDIN DAN NATALYA DALAM NOVEL RUDIN KARYA IVAN TURGENEV Nabilla, Nabilla; Widyastuti, Thera
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas hubungan tokoh Rudin dan Natalya dalam novel Rudin karya Ivan Turgenev (1856) sebagai suatu bentuk cinta romantik. Tujuan dari artikel ini untuk menemukan elemen-elemen pendukung terbentuknya suatu jenis cinta dengan menggunakan tiga komponen teori segitiga cinta oleh Robert J. Sternberg, yaitu keintiman, hasrat, dan komitmen. Penelitian ini menggunakan metode strukturalisme semiotik Andreas Teeuw untuk memaknai kalimat terkait perjalanan cinta Rudin dan Natalya dalam novel Rudin. Hasil penelitian menunjukkan bentuk cinta yang digambarkan oleh Ivan Turgenev melalui Rudin dan Natalya adalah bentuk cinta romantik dengan adanya kehadiran komponen keintiman dan komponen hasrat.
ISLAMOFOBIA DALAM FILM LAYLA M (2016) KARYA MIJKE DE JONG Adji, Naaraparasantya; Nugraha, Fajar Muhammad
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas Islamofobia yang ada dalam film Layla M (2016). Islamofobia merupakan isu global yang bertendensi tinggi mengakibatkan konflik sosial. Beberapa hal yang turut mempengaruhi fenomena ini diantaranya adalah penggambaran Islam oleh media-media massa secara negatif dan penuh miskonsepsi. Hal tersebut ditunjukkan dalam berbagai adegan pada film Layla M. (2016) yang menunjukkan penggambaran agama Islam di Belanda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Analisis dan pemaknaan dilakukan terhadap subjek penelitian yaitu tanda-tanda Islamofobia yang ingin disampaikan oleh sutradara kepada audiens serta mencari tahu persepsi terhadap eksistensi masyarakat Muslim yang merupakan minoritas dalam kehidupan sehari-harinya. Semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes termasuk sebagai teori penting yang digunakan dalam studi bahasa yang mampu mengidentifikasi berbagai makna yang diimplikasikan dalam adegan yang ditunjukkan dalam film. Adegan-adegan dalam film diinterpretasikan melalui pemaknaan denotatif, konotatif dan mitos. Ditemukan bahwa dalam film Layla M. (2016), terdapat penggambaran bagaimana seorang Muslim di Belanda dalam kesehariannya menghadapi diskriminasi dan penolakan terkait identitas agamanya terutama terkait perilaku-perilaku ekstrem dalam bermasyarakat. Selain itu ditemukan juga bahwa perilaku Islamofobia dapat berasal dari umat Islam dengan latar belakang keluarga Muslim sendiri.
PROPAGANDA CARD STACKING DALAM POSTER PENDIDIKAN ANAK UNI SOVIET PADA MASA KEKUASAAN JOSEPH STALIN (1925-1953) Sakinah, Harliza Dea; de Archellie, Reynaldo
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas propaganda Card Stacking dalam poster pendidikan anak Uni Soviet pada zaman kekuasaan Joseph Stalin dengan membuka realita yang sebenarnya di balik poster bernuansa utopis dan ideal. Poster mulai dikenal dan berkembang di masyarakat Rusia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Poster perlahan muncul setelah beredarnya plakat cetak, papan toko bergambar, dan lubok. Dalam membahas poster pendidikan anak Soviet tersebut, digunakan teori propaganda Card Stacking, yaitu upaya menutupi hal-hal yang faktual seraya mengemukakan bukti-bukti palsu, sehingga banyak orang yang tertipu. Data yang digunakan adalah poster-poster bertema pendidikan pada zaman Uni Soviet saat era kekuasaan Joseph Stalin (1925-1953) dalam buku kumpulan poster Uni Soviet yang berjudul «Материнство и Детство в Русском Плакате» /Materinstvo i Detstvo v Russkom Plakate/. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan materi visual. Temuan penelitian ini adalah tiga atribut yang melekat pada poster bertema pendidikan pada zaman Uni Soviet saat era kekuasaan Joseph Stalin, yaitu subjek anak, dasi merah, dan buku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pemerintah Uni Soviet menggunakan anak sebagai subjek beserta simbol-simbol organisasi kepanduannya, yaitu kacu merah dan buku dalam poster dengan nuansa utopis dan ideal, tetapi pada kenyataannya, kondisi sosial kehidupan mereka pada masa Stalin justru tidak bahagia.

Page 6 of 17 | Total Record : 162