cover
Contact Name
Wartoyo
Contact Email
wartoyo10@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
jurnalalamwal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal is published twice a year, the first edition was published in July and the second edition was published in December.
Articles 253 Documents
PERANAN QUALITY OF WORK LIFE DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI Nining Wahyuningsing
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.259

Abstract

 AbstrakSalah satu ciri globalisasi terdapat perubahan yang cepat yaitu perubahan nilai-nilai, ilmu atau pengetahuan, teknologi, konsep struktur organisasi yang produktif.    Persaingan menjadi semakin ketat dan berat, tantangannya suatu organisasi harus menjadi organisasi yang produktif dan mempunyai daya saing tinggi. Pegawai merupakan asets sumber daya insane dalam suatu organisasi yang sudah seharusnya mendapat perhatian dari pihak-pihak yang berkepentingan.  Pegawai merupakan salah satu stake holder yang mempunyai peranan cukup besar terhadap maju mundurnya suatu organisasi. Kinerja pegawai mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kinerja organisasi, oleh karena itu kinerja harus dikelola supaya dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi.  Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan keahlian, kepribadian, motivasi, disiplin dan lain sebagainya.  Apalagi pada era tingkat persaingan yang tinggi dalam segala bidang, dituntut dapat meningkatkan produktivitas organisasi melalui pemberdayaan pegawainya.  Sumber daya manusia perlu dibina dengan Quality of Work Life. Quality of Work Life merupakan suatu konsep yang makin popular pada suatu organisasi yang ingin maju.  Komponen dari Quality of work Life terdiri dari partisipasi pegawai, pengembangan karir, penyelesaian konflik, komunikasi, kesehatan kerja, keselamatan kerja, kesehatan lingkungan kerja, kompensasi yang layak serta rasa kebanggaan.  Kata Kunci : Quality of Work Life, kinerja pegawai.
Mukhabarah: Profit Loss Sharing Financing Scheme in Agricultural Land Management (Study in Tumpang District) Santi Merlinda; Vidya Purnamasari; Ahmad Fawaiq Suwanan; Syahrul Munir
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v13i2.9121

Abstract

Schemes in the management of agricultural land are very diverse, ranging from self-management and cooperation through mukhabarah, muzara'ah contracts to rental systems. This paper aims to precisely determine the scheme of cooperation in the management of agricultural land in Tumpang District. The most frequently used of the several land management cooperation schemes is mukhabarah, which benefits both landowners and smallholders. The approach used is qualitative, with a case study method. The population in this study were all agricultural landowners in Tumpang District, and the sample used was landowners who used the mukhabarah scheme. Then, the instrument in this study was in-depth interviews conducted on smallholders and landowners. This study indicates that the mukhabarah scheme provides higher income to landowners compared to the rental system. Meanwhile, from the side of smallholders, the mukhabarah scheme provides and opens job opportunities and increases income from land management. Another trivial thing but becomes an important point is that landowners and sharecroppers can still share agricultural products with residents/neighbors through this scheme.
ETIKA BISNIS SYARIAH Moch Endang Djunaeni
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.219

Abstract

AbstrakDalam menjalankan suatu usaha atau bisnis diperlukan kiat-kiat untuk menarik pembeli atau pemasok barang. Salah satunya etika, etika merupakan suatu bagian yang terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha atau pembisnis, karena etika dipandang sebagai sebuah tuntutan dalam membuat keputusan atau memecahkan masalah dalam hal bisnis. Etika juga adalah, a code or set rinciples which people live (kaidah atau seperangkat prinsip yang mengatur hidup manusia). Seorang pengusaha atau pembisnis memerlukan prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam etika usaha yaitu tauhid, keseimbangan atau kesejajaran, dan tanggung jawab. Tauhid merupakan akar penting untuk mengantarkan manusia pada pengakuan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam. Prinsip kedua mengenai kesetaraan atau kesejajaran yang membahas tentang konsep yang menunjukkan adanya keadilan social.Kehendak bebas yakni manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan-pilihanyang beragam, karena kebebasan manusia tidak terbatas. Dengan memegang prinsip beretika ini, pembisnis diharuskan selalu menghargai pendapat orang lain (pegawai biasa) agar usaha yang dia pimpin tetap berkembang dan menciptakan keadilan social yang tidak membeda-bedakan satu sama lain. Rasa tanggung jawab merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang pembisnis. Jika pebisnis tidak memiliki rasa tanggung jawab maka dapat dipastikan dia tidak dapat memimpin dengan baik usahanya atau bisa saja usahanya akan bangkrut, karena perbuatan manusia baik atau buruk harus dipertanggungjawabkan. Kata Kunci : etika, bisnis, dan Islam AbstractIn running a business or a business the necessary tips to attract buyers or suppliers. Ethics is an important part that must be owned by an entrepreneur. ethics is seen as a requirement to make a decision or solve a problem in terms of business. Ethics also is, a code or set principles the which people live (set of principles that govern human life). A entrepreneur or businessman need principles that should be applied in business ethics that is monotheism, balance or alignment, and accountability is jawab.Tauhid it is important to deliver human roots in the recognition of the oneness of God as the Lord of the womb nature. In believe that everything that exists in nature originates and ends. The second principle of equality or equality that discuss the concept of showing the existence of human justice that is free social. Holding this ethical pnciple, entrepreuner required to always respect the opinions of others (regular employees) in order that he led efforts to keep growing and creating social justice that does not discriminate against each lain. Responsibility is main things that must be owned by a businessman.If do not have a sense of responsibility it is certain he can not lead with either its business or its business may be insolvent, due to human actions good or bad should be accounted for. Keywords: ethics, business, and Islam
Sustainability of Public Finance During The COVID-19 Outbreaks in Indonesia Aan Jaelani; Tika Fatichah Hanim
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.6557

Abstract

AbstractThis paper will describe the sustainability of public finances in the form of government policies in managing the budget for handling COVID-19 in Indonesia. The impact of this pandemic can cause an economic crisis in Indonesia so that the policies to be taken in the financial sector will determine the sustainability of public finance itself. The qualitative method applied in this paper by utilizing secondary data can provide analysis in the management of government finances for economic stimulus. Public finance which is the main source in achieving government goals for the welfare of the community is used to handle COVID-19 in the form of budget allocations to meet health infrastructure and various economic stimuli to ensure community survival, economic resilience in the industrial sector, and prepare for the continuation of current economic activities and after the pandemic ends. Keywords: Sustainability, public finance, maqasid shariah, COVID-19, Coronaviruses, economic stimulusAbstrakArtikel ini akan menjelaskan keberlanjutan keuangan publik dalam bentuk kebijakan pemerintah dalam mengelola anggaran untuk penanganan COVID-19 di Indonesia. Dampak pandemi ini dapat menyebabkan krisis ekonomi di Indonesia sehingga kebijakan yang akan diambil di sektor keuangan akan menentukan keberlanjutan keuangan publik itu sendiri. Metode kualitatif yang diterapkan dalam makalah ini dengan memanfaatkan data sekunder dapat memberikan analisis dalam pengelolaan keuangan pemerintah untuk stimulus ekonomi. Keuangan publik yang merupakan sumber utama dalam mencapai tujuan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat digunakan untuk menangani COVID-19 dalam bentuk alokasi anggaran untuk memenuhi infrastruktur kesehatan dan berbagai rangsangan ekonomi untuk memastikan kelangsungan hidup masyarakat, ketahanan ekonomi di sektor industri, dan mempersiapkan kelanjutan kegiatan ekonomi saat ini dan setelah pandemi berakhir. Kata kunci: Keberlanjutan, keuangan publik, maqasid syariah, COVID-19, Coronavirus, stimulus ekonomi
PERAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DALAM KONTEK EKONOMI ISLAM TERHADAP PENGEMBANGAN KURIKULUM JURUSAN PERBANKAN SYARI'AH U. Syafrudin; Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i2.1609

Abstract

AbstrakPerguruan tinggi mengemban budaya akademik yang mempunyai kekhassan dalam beberapa aspek, di antaranya aspek social, aspek pembelajaran, aspek kompetensi, dan aspek kepribadian. Aspek-aspek tersebut menjadi inspirasi terwujudnya sebuah masyarakat akademik dengan nalar keilmuan yang lebih dewasa hadir di Perguruan Tinggi. Kurikulum merupakan suatu naskah panduan mengenai pengalaman yang harus didapatkan oleh para pelajar agar menjadi para lulusan berkompeten.  Oleh karena itu kurikulum diibaratkan sebagai “jalur pacu” atau “kendaraan” untuk mencapai tujuan pendidikan dan kompetensi lulusan. Berdasarkan itu, maka Kurikulum Ekonomi Syariah dibangun dengan memadukan antara ilmu-ilmu teoritis dengan praktis (30:70), ekonomi konvensional dengan ekonomi Syariah (40:60), Ilmu Keislaman (30 persen), Ilmu Kesyariahan (20 persen) – Ushul Fiqih, Qawaid Fiqhiyah fi al-Iqtishad, Ayat-Ayat dan Hadits Ekonomi Syariah, Fikih Muamalah dan Fikih Zakat dan Wakaf. Selain itu, kurikulumnya juga dilengkapi dengan ilmu-ilmu alat (30 persen), yang terdiri dari, bahasa (Arab/Inggris), ICT (Aplikasi Komputer), Matematika, Statistik dan Akuntansi. Peran  yang  paling  penting  yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi di Cirebon agar dapat bersinergi dengan perbankan syariah yang ada di Cirebon, Dalam proses   pembelajaran, penyusunan  harus  memuatkan  mata  kuliah  yang  mendukung  pencapaian  kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan  pada  mahasiswa  untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan   minatnya,    serta   dilengkapi   dengan deskripsi matakuliah,  silabus,  rencana pembelajaran,  dan evaluasi. Kata Kunci : Perguruan Tinggi Islam, Ekonomi Islam, kurikulum ,     Perbankan Syariah     Abstract                  Colleges carry out the academic culture that has kekhassan in several aspects, including social aspects, aspects of learning, competence aspects, and aspects of personality. These aspects become inspirational realization of an academic community with scientific reason more adults are available at the College. The curriculum is a draft guide on the experience that must be obtained by the students to become competent graduates. Therefore the curriculum described as "track racing" or "vehicle" for achieving educational goals and competencies of graduates.                 Based on that, the curriculum of Islamic Economics is built with a combination of theoretical sciences with practical (30:70), conventional economics to Islamic economics (40:60), Islamic Sciences (30 percent), Science Kesyariahan (20 percent) - Usul Fiqh , Qawaid fiqhiyah fi al-Iqtishad, Ayat-Ayat and Hadith Islamic Economics, Tenets Jurisprudence and Zakat and Waqf Jurisprudence. In addition, the curriculum also equipped with tools sciences (30 percent), which consists of, languages (Arabic / English), ICT (Computer Applications), Mathematics, Statistics and Accounting.           The most important role that must be carried out by universities in Cirebon in order to synergize with Islamic banking in Cirebon, in the learning process, the preparation must load courses that support the achievement of the competence of graduates and provide flexibility to students to broaden their horizons and deepen their expertise in accordance with interests, and is equipped with course descriptions, syllabi, lesson plans, and evaluations. Keywords: Islamic Institute of Islamic Economics, curriculum, Islamic Banking
Determinants Audit Delay In Sharia Commercial Banks In Indonesia Inez Cerelia; Diana Djuwita; Agus Abikusna
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v14i2.11969

Abstract

AbstractThe aim of this study was to determine the effect of audit committees, audit opinions, gender and KAP reputation on audit delay in Islamic commercial banks in Indonesia in 2016-2020. The research method used is a quantitative method using secondary data in the form of annual financial reports of Islamic Commercial Banks for 2016-2020. Sampling technique used purposive sampling with a total sample of 12 Islamic Commercial Banks. Methods of data analysis using multiple regression analysis. The results of the study show that the audit committee and audit opinion have a significant effect on audit delay, while the variables of gender and KAP reputation have no significant effect on audit delay in Islamic commercial banks in 2016-2020. Simultaneously the audit committee, audit opinion, gender and KAP reputation have a significant effect on audit delay in Islamic commercial banks in 2016-2020.Keywords: Audit Delay, Audit Committee, Audit Opinion, Auditor Gender, Reputation AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komite audit, opini audit, gender auditor dan reputasi KAP terhadap audit delay pada bank umum syariah di Indonesia tahun 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan Bank Umum Syariah (BUS) tahun 2016-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 Bank Umum Syariah (BUS). Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa komite audit dan opini audit memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan variabel gender auditor dan reputasi KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada bank umum syariah tahun 2016-2020. Secara simultan komite audit, opini audit, gender auditor dan reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada bank umum syariah tahun 2016-2020.Kata kunci: Audit Delay, Komite Audit, Opini Audit, Gender Auditor, Reputasi
BAITUL MAL WAT TAMWIL SEBAGAI APLIKASI PROGRAM FINANCIAL INCLUSION DALAM PENINGKATAN AKSES BAGI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KECIL DAN MENENGAH Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.248

Abstract

AbstractAcceleration of economic growth acts as a basic requirement of the most strategic for improving the quality of life of the people. Important element in supporting the acceleration of economic growth is to optimize the contribution of the financial sector by opening up access to financial services to the widest possible public and businesses such as UMKM. That is, there should be an effort to encourage the use of the financial sector in the economy as efforts to increase public welfare. Financial Inclusion is total activity which is aimed at negating all forms of barriers both price and non-price on people's access to financial services utilize. BMT is a potential for the organization to reach the bottom layer and a microfinance institution of the most affordable and most convenient means to meet the demand for loanable funds (loan). Keywords : Economics Growth, Financial Inclusion, UMKM, Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ).
Cover Vol 13 No.1 (2021) Jurnal Al Amwal
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v13i1.8629

Abstract

Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia. The journal published twice a year. The journal has been accredited SINTA 3 at 4th April 2019 by Indonesia Ministry of Research, Technology and Higher Education (RistekDikti) of The Republic of Indonesia as an academic journal in Director Decree (SK Dirjen No. 10/E/KPT/2019)
RIBA DAN BUNGA BANK (Studi Komparatif Pemikiran Abdullah Saeed dan Yusuf Qardhawi) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.209

Abstract

AbstrakDiskursus mengenai riba seolah tidak pernah ada titik akhirnya. Sejak dari masa Sahabat, hingga ulama kontemporer. Terlebih lagi ketika muncul ketika muncul lembaga perbankan berbasiskan syari’ah, yang pendiriannya, salah satunya disebabkan oleh adanya interpretasi dari kelompok ulama konservatif yang memandang bahwa operasional bank konvensional yang berdasarkan bunga adalah haram, karena sama dengan riba. Sedangkan para ulama modernis, yang menganggap bunga bank konvensional tidaklah bisa dihukumi sebagai riba, sebab bagi mereka, wacana riba harus didudukkan terlebih dahulu ke dalam konteks kekinian dan kemaslahatan umat saat ini. Menurut pandangan Ulama Modernis seperti Abdullah Saeed, bahwa riba yang diharamkan Islam adalah riba yang menyebabkan ketidakadilan, dengan berpijak pada statemen lā taźlimūna wa lā tuźlāmūn, dan berimplikasi pada bolehnya bunga bank, yang menurutnya tidak meninbulkan akibat seburuk itu. Sedangkan menurut Yûsuf Al-Qaradhāwi, penjelasan riba sudah selesai, yaitu seperti yang dijelaskan dalam nash, setiap penambahan pada pokok pinjaman dikarenakan adanya penangguhan waktu pembayaran,yang ditetapkan sebelumnya. implikasinya, bunga bank adalah sama dengan riba, yaitu haram, karena jelas-jelas terdapat tambahan selain nilai pokoknya. hal ini sesuai dengan statemen dalam Al-Qur’an fa lakûm ru’ūsu amwālikû. Baginya, tambahan sedikit atau banyak itu tetap riba, karena yang banyak dilarang secara mutlak, sedangkan yang sedikit dilarang karena akan menjadi jalan kepada riba yang besar.Kata Kunci : Riba, Bunga Ba.nk, Keadilan dan Ulama Abstract               The discourse on usury as if there never was an end. Since from the time of Companions, until contemporary scholar. Moreover, when it appeared when it emerged shariah-based banking institutions, the establishment, one of which is caused by the interpretation of a group of conservative scholars who believe that conventional bank operations are based interest is haram, because together with usury. It is certainly contrary to the views of modernist scholars, who consider the interest of conventional banks can not be judged as usury, because for them, the discourse of usury to be seated prior to the current context and the benefit of the people today. From the research found an answer to the problems that were examined, that in the view of Abdullah Saeed, that usury is forbidden Islam is usury that causes injustice, the basis of the statement la taźlimūna wa la tuźlāmūn, and implications for the bank interest, which he did not caused due to bad it. Meanwhile, according to Yusuf al-Qaradawi, an explanation of usury has been completed, ie as described in the texts, any additions to the loan principal due to the suspension of the payment period, which is predetermined. implications, bank interest is the same as usury, which is forbidden, because obviously there is in addition to their principal amount. this is in accordance with the statements in the Qur'an fa Lakkum ru'ūsu amwālikû. For him, the extra bit or a lot of it still usury, because of which many are prohibited absolutely, while the bit is prohibited because it would be a great way to usury.Keywords: Usury, Interest, Justice and Scholars
The Effect of Unemployment, Economic Growth on Poverty with Zakat as a Moderation Variable Musalim Ridlo; Fitalia Indah Sari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v1i1.5761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengganguran dan pertumbuhan ekonomi (PDRB) terhadap kemiskinan di pulan Jawa periode 2012-2017 dengan menggunakan variabel zakat sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder dengan model data panel, yaitu data tahunan dari variabel penggangguran, pertumbuhan ekonomi (PDRB), zakat dan kemiskinan dari enam provinsi di pulau Jawa. Selanjutnya, data di uji menggunakan model regresi linear berganda serta uji moderated regression analysis (MRA) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh positif signifikan, pertumbuhan ekonomi (PDRB) berpengaruh positif tidak signifikan, sedangkan hanya zakat mampu memoderasi variabel pengangguran terhadap kemiskinan, dan tidak mempu memoderasi variabel pertumbuhan ekonomi (PDRB) terhadap kemiskinan.Kata kunci: Kemiskinan, Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), Zakat