cover
Contact Name
Yolanda Handayani
Contact Email
bikfokes@gmail.com
Phone
+62217863473
Journal Mail Official
bikfokes@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A, lantai 2, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat, 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27750574     DOI : https://doi.org/10.7454/bikfokes
Core Subject : Health,
Jurnal BIKFOKES (Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan) diinisiasi oleh Departemen Biostatika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal BIKFOKES memiliki fokus biostatitik, informatika kesehatan, kependudukan, dan kesehatan reproduksi. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal BIKFOKES mencakup ranah penelitian, studi kasus, meta-analysis atau konseptual
Articles 80 Documents
Hubungan Konsumsi TTD pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR di Indonesia: Systematic Literature Review Najah, Miftahun; Utomo, Budi; Maulani, Syafira Anindya Dhika; Fadhilah, Hafshah Farah; Sofiyulloh, Sofiyulloh; Latif, Yuniko Ibnu
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat bayi lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih signifikan secara global hingga saat ini. Diperkirakan 15-20% dari seluruh kelahiran di seluruh dunia adalah BBLR. Salah satu penyebab BBLR adalah anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur secara sistematik dengan menelaah hasil penelitian artikel-artikel sebelumnya. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan pendekatan kuantitatif . Penelusuran artikel mengunakan tiga database seperti ProQuest, Scopus dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “zat besi, “tablet tambah darah”, “berat bayi lahir rendah”, “BBLR”, “Indonesia” dan menggunakan PRISMA mencakup identifikasi, skrining, eligibilitas dan sintesis. Artikel harus memenuhi kriteria kelayakan sehingga didapatkan 13 artikel yang memenuhi kriteria. Sebanyak 9 dari 13 artikel menyatakan ada hubungan antara konsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan kejadian BBLR. Konsumsi TTD sesuai rekomendasi, yaitu >90 tablet pada ibu hamil selama masa kehamilan dapat menurunkan risiko BBLR. Terdapat faktor lain seperti peran suami, pemeriksaan kehamilan, dan faktor maternal lain yang berhubungan dengan BBLR. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi TTD dengan kejadian BBLR. Peningkatan edukasi ibu hamil, monitoring konsumsi TTD oleh tenaga kesehatan serta peran suami dapat menjadi kunci dalam konsumsi TTD yang adekuat untuk menurunkan prevalensi anemia dan risiko BBLR.
Analisis Spasial Autokorelasi Tuberkulosis di Pulau Jawa Tahun 2021 Pamadi, Nayaka Nayottama; Siregar, Kemal N; Rahmaniati, Martya; Atmiroseva, Atmiroseva
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Terlebih, adanya pandemi COVID-19 berimbas kepada berkurangnya progress dan penanganan TB di tahun 2021, maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui situasi TB dan melihat hubungan spasial pada kasus TB dengan faktor-faktor risikonya di salah satu wilayah dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia; Pulau Jawa, di tingkat kabupaten/kota. Faktor risiko dibagi menjadi dua kelompok, yaitu faktor geografis seperti rata-rata ketinggian, suhu tahunan, dan kelembaban tahunan; serta faktor sosiodemografi yang mencakup kepadatan penduduk/densitas, jumlah fasilitas kesehatan, dan rata-rata usia diagnosis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola mengelompok di seluruh variabel; proporsi TB, jumlah fasilitas kesehatan, rata-rata umur diagnosis, kepadatan penduduk, ketinggian rata-rata, suhu, dan kelembaban tahunan. Hasil uji signifikansi menemukan adanya hubungan spasial pada rata-rata umur diagnosis, kepadatan penduduk, ketinggian rata-rata, suhu, dan kelembaban tahunan, sedangkan jumlah fasilitas kesehatan dengan proporsi TB tidak ditemukan adanya hubungan spasial. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dalam alokasi sumber daya penanganan TB dan sebagai kesempatan bagi penelitian selanjutnya untuk menggali lebih jauh mengenai hubungan kompleks antara TB dengan faktor-faktor risikonya.
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Fungsi Paru Masyarakat di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nurcandra, Fajaria; Pristya, Terry Yuliana Rahadia; Fitri, Azizah Musliha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama kelainan fungsi paru adalah kebiasaan merokok dan diperburuk oleh faktor lain seperti polusi udara dan paparan bahan kimia. Residu dari aktivitas pembangkit listrik tenaga uap yang salah satu bahan bakarnya batubara dapat menurunkan kesehatan paru-paru dalam jangka panjang atau menyebabkan penyakit karsinogenik kronis. Abu terbang sebagai residu berpotensi terlepas ke udara dalam jumlah yang dapat terhirup dan beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi paru-paru warga sekitar PLTU X. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 146 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling dan tinggal di sekitar PLTU X. COPD Assessment Test (CAT) dan kuesioner mMRC digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistik. Penelitian ini menemukan 17,81% responden kategori CAT sedang-berat dan 23% menunjukkan mMRC 2. Faktor yang mempengaruhi penurunan fungsi paru masyarakat sekitar PLTU X adalah jenis kelamin (POR=0,31; 95% CI=0,11-0,87), riwayat penyakit infeksi paru (POR=5,74; 95% CI=2,18-32,09), dan pendapatan (POR=0,31; 95% CI=0,11-0,87). Faktor risiko yang paling mempengaruhi penurunan fungsi paru masyarakat sekitar PLTU X pada skor CAT dan mMRC adalah jenis kelamin laki-laki, riwayat penyakit menular, berpendapatan rendah, dan memelihara hewan di dalam dan sekitar rumah.
Towards Digital Health Transformation: The Urgency of Electronic Student Health Reports (Case Study in SD Negeri Cipedak 03, South Jakarta and Puskesmas Jagakarsa) Retnowati, Retnowati; Siregar, Kemal N; Nurizin, Dion Zein; Ilyas, Arief Azhari
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community health center (Puskesmas) routinely collects student health examination data in health report books, causing storage, monitoring, and analysis difficulties. This has led to suboptimal health interventions involving parents, schools, and Puskesmas. This research analyzes user needs in developing an electronic-based student health report. This qualitative descriptive study employs the Framework for the Application of System Thinking (FAST) approach. The research was conducted at the Puskesmas Jagakarsa and SD Negeri Cipedak 03, South Jakarta. The study findings indicate utilizing student health report books is not optimal. Based on the needs analysis, there is a necessity to develop an electronic-based student health record. Automated calculation processes and reporting need to be provided by the system with data-sharing mechanisms among users. An interactive and informative dashboard displaying BMI graphs, nutritional status, stunting, anemia, and other physical examination results (dental, eye, ear, hypertension, and others) is essential. A comprehensive and continuous student health history is needed, showing parental health history, student health history, and student immunization history. Digital health transformation in the form of an electronic-based Student Health Report is highly required. This system is expected to enhance the role of parents, schools, and Puskesmas in effectively monitoring student health.
Hubungan Akses Layanan Kesehatan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Indonesia: Analisis Data SKAP KKBPK 2019 Violila, Vallery; Eryando, Tris; Siregar, Kemal N; Falupi, Lilik Aryani
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program KB di Indonesia khususnya penggunaan MKJP menjadi upaya pemerintah dalam mengendalikan penduduk, khususnya pada kelompok berisiko. Namun, penggunaan mix-method MKJP di Indonesia relatif masih rendah, yaitu 24,6% dibandingkan negara ASEAN lainnya. Wanita menikah di Indonesia masih mengalami masalah dalam mengakses layanan kesehatan seperti masih tingginya angka unmet-need serta rendahnya presentase wanita terpapar informasi dari penyuluh lapangan KB dan informed choice KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator akses layanan kesehatan dan mengetahui hubungan akses layanan kesehatan dengan penggunaan MKJP. Penelitian ini menggunakan data SKAP KKBPK 2019 dengan desain penelitian cross-sectional. Analisis univariat dilakukan untuk mengidentifikasi indikator akses layanan kesehatan sedangkan analisis bivariat dan multivariat digunakan untuk melihat hubungan akses layanan kesehatan dengan penggunaan MKJP. Ditemukan 75,3% wanita masih mengalami minimal 1 masalah terkait akses layanan kesehatan. Proporsi penggunaan MKJP oleh wanita menikah usia 15-49 tahun di Indonesia adalah 29,2%. Ada hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dengan penggunaan MKJP setelah dikontrol variabel pendidikan dan keinginan memiliki anak (AOR=1.19; 95% CI=1.091-1.312). Disimpulkan penggunaan MKJP di Indonesia relatif rendah. Upaya pemerintah seperti memanfaatkan tim pendamping keluarga sebagai jejaring fasilitas layanan KB, mengoptimalkan penyuluhan KB dengan pendekatan keluarga sehat dan KB lestari, dan mengoptimalkan layanan KB sesuai standar perlu dilakukan untuk mengurangi masalah terkait akses layanan kesehatan.
Sistem Monitoring dan Evaluasi Serta Perkembangan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tuberkulosis di Dinas Kesehatan Kota Depok Supriyanti, Supriyanti; Pohan, Tiur Febrina; Siregar, Kemal N
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kasus TB tertinggi tahun 2021 terjadi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. Kota Depok merupakan salah satu penyumbang beban TB di Jawa Barat. Dari data estimasi beban TB se-Provinsi Jawa Barat, Kota Depok berada di urutan ke-7 dengan estimasi jumlah kasus sebanyak 3853 kasus. Menurut indikator angka keberhasilan pengobatan pasien TB, semua kasus tahun 2018-2021 masih dibawah target 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil monitoring dan evaluasi program TB yang telah berjalan di Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular serta perkembangan program TB dilihat dari capaian indikator TB di Dinas Kesehatan Kota Depok. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui metode observasi partisipasi terstruktur, wawancara dan telaah dokumen. Wawancara dilakukan kepada pegawai terkait sebanyak 4 orang meliputi Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Pengelola Program TB, Technical Officer Tuberculosis dan Field Executive Public Private Mix. Sistem monitoring dan evaluasi di Dinas Kesehatan Kota Depok sudah terlaksana secara optimal, tetapi terdapat beberapa komponen yang belum terlaksana dengan efisien.
Analysis of User Satisfaction of Telemedicine Services During COVID-19 Self-Isolation among FPH Students at the Universitas Indonesia Mulyaningrum, Fathiya Nissa; Raihanny, Nadya
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine has become a new paradigm in the world of health since its popular use to assist the Ministry of Health in monitoring self-isolating patients during the COVID-19 pandemic. This study aims to analyze service quality variables related to user satisfaction with telemedicine services during COVID-19 self-isolation among students in FPH UI. This research is quantitative research with a cross-sectional approach. The results show that the platform most widely used for telemedicine services during the COVID-19 pandemic was platform H by 25 people. The average satisfaction of telemedicine users during self-isolation tends to be high, namely 3.8 with the lowest value being 2.3 (SD=0.534). Service quality and user satisfaction are all positively correlated with weak to strong correlation levels, namely responsiveness (r=0.306), service reliability (r=0.598), information quality (r=0.490), empathy (r=0.509), ease of service (r=0.633), perceived usefulness (r=0.486). The quality improvement factor is based on high satisfaction in easier appointment registration, savings in out-of-pocket costs for travel and queuing time at health services. However, holistic health and regulatory services are needed to address user data security threats.
Analisis Spasial Faktor Risiko Difteri di Provinsi Lampung Tahun 2022 dan 2023 Kamilla, Nada Izzata; Utama, Feranita; Noviani, Noviani
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bila ditemukan satu kasus difteri di suatu wilayah maka dapat ditetapkan sebagai KLB. Provinsi Lampung terus mengalami kenaikan kasus dan suspek difteri sejak 2020 dan turut menyumbang angka kematian akibat difteri pada tahun 2023. Kasus difteri dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran distribusi dan faktor risiko kasus difteri di Provinsi Lampung dengan memetakan kabupaten/kota berdasarkan persebaran dan faktor risikonya. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan metode deskriptif analitik dengan aplikasi Quantum GIS versi 3.28.3. Hasil menunjukan distribusi kejadian difteri di Provinsi Lampung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Kasus difteri tertinggi terjadi pada wilayah dengan cakupan imunisasi tinggi, cakupan pemberian ASI eksklusif tinggi, prevalensi stunting tinggi, prevalensi wasting rendah, dan cakupan rumah sehat rendah. Difteri cenderung terjadi pada wilayah dengan cakupan imunisasi tinggi dan cakupan rumah sehat rendah.
Persepsi Masyarakat Perdesaan Terhadap Penerimaan Vaksinasi COVID-19 Tahap III (Booster) Irma, Irma; Sabilu, Yusuf; Amelia, Besse
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster) tiap kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan memperoleh cakupan yang berbeda-beda. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, Kabupaten Wajo memperoleh cakupan vaksin COVID-19 tahap III (booster) masih rendah yaitu 14.06%, dimana Desa Watan Rumpia memiliki persentase cakupan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster) terendah per 16 Agustus 2022. Hal ini disebabkan karena persepsi dari masyarakat itu sendiri dalam menanggapi penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat mengenai kerentanan, keparahan, manfaat dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster) di Desa Watan Rumpia, Kabupaten Wajo tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang telah menerima vaksin tahap II, usia di atas 18 tahun di Desa Watan Rumpia dengan jumlah sampel penelitian 125 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Sampel diambil menggunakan teknik penarikan sampel simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat yang menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, dengan bantuan aplikasi SPSS v25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi kerentanan (nilai P=0,008), persepsi keparahan (nilai P=0,005), persepsi manfaat (nilai P=0,007) dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 tahap III (booster).
Hubungan Berat Derajat Merokok Terhadap Kelainan Fungsi Paru Pada Sopir Angkutan Umum di Terminal Kampung Melayu Ridwan, Rizaldi; Nurcandra, Fajaria; Simanjorang, Chandrayani; Utari, Dyah; Bahasoan, Balqis Hiri
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, terdapat sebanyak 9,2 juta jiwa penyakit kelainan fungsi paru. Sopir angkutan umum yang merokok berisiko mengalami kelainan fungsi paru yang diakibatkan oleh rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat derajat merokok terhadap gejala kelainan fungsi paru pada sopir angkutan umum di Terminal Kampung Melayu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2023 di Terminal Kampung Melayu dengan desain cross-sectional pada 102 sopir angkutan umum sebagai sampel. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi sopir angkutan umum dan bersedia diwawancara. Wawancara langsung dilakukan menggunakan kuesioner dan spirometri untuk mengukur fungsi paru. Data dianalisis menggunakan uji Cox Regresi untuk mendapatkan nilai PR. Ditemukan 64,71% responden mengalami restriksi dan 6,86% responden mengalami obstruksi serta 47,06% memiliki berat derajat merokok kategori sedang. Berat derajat merokok pada kategori sedang (PR=2,076; nilai P=0,020; 95% CI=1,119-3,850) dan pada kategori berat (PR=2,326; nilai P=0,020; 95% CI=1,142-4,734) memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko kelainan fungsi paru setelah dikontrol oleh variabel pengetahuan bahaya merokok. Berat derajat merokok memiliki hubungan terhadap risiko kelainan fungsi paru setelah dikontrol pengetahuan bahaya merokok.