cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Social Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN USAHA PELAKU USAHA MIKRO Di SEKITAR UNPAR dengan PEMBERIAN PELATIHAN dan MEMBANGUN JEJARING Triyana Iskandarsyah; Ria Satyarini; Vera Intanie Dewi; Felisca Oriana
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.647 KB)

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat Jurusan Manajemen UNPAR yang telah dilakukan selama ini terhadap warga yang merupakan ibu-ibu PKK maupun pelaku usaha di RW 11 dirasa telah berjalan dengan baik. Para peserta selalu antusias dalam mengikuti pelatihan yang diberikan, dan mereka menjadi lebih mengetahui apa yang seharusnya dilakukan ataupun tidak dilakukan berhubungan dengan usaha mereka ataupun terhadap pengelolaan rumah tangganya.Pelatihan yang telah dilakukan sehubungan dengan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Jurusan manajemen adalah pelatihan pembukuan, pelatihan perhitungan harga pokok, diskusi tentang menabung dan investasi, pelatihan pemasaran, pemberian inspirasi tentang menjadi pelaku bisnis yang work smart, serta beberapa pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan keahlian.Hasil yang didapat saat ini adalah para peserta merasa ditambah pengetahuannya, digugah kesadarannya, dan ditambah keahliannya. Walaupun pasti ada kendala, tetapi lebih banyak benefit yang didapat baik dari sisi peserta maupun dari sisi Jurusan Manajemen yang memberikan pelatihan dan melakukan pengembangan.Diharapkan kedepannya kegiatan ini terus berkesinambungan dan terus memberikan arti bagi kedua belah pihak, yaitu UNPAR dan masyarakat di RW 11. Selain itu diharapkan akan banyak pihak-pihak lain yang mau terlibat dalam kegiatan pengabdian ini, terutama pihak-pihak dari eksternal UNPAR, sehingga kegiatan ini dapat memunculkan banyak jejaring bagi semua pihak.  
Pelatihan Bahasa Asing dan Budaya Asing Badan Latihan Kerja TKI Telukjambe Karawang Atom Ginting Munthe
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.423 KB)

Abstract

Karena kekurangan pengetahuan dalam hal bahasa dan kebudayaan yang merupakan modal penting bagi para TKW demi kelancaran pelaksanaan tugasnya di tempat kerja di Taiwan, mereka kerapkali mendapat kesulitan dalam berhubungan, baik dengan majikan di dalam rumah maupun pihak-pihak yang mereka temui di luar rumah ketika mereka berbelanja. Untuk mengatasi kesulitan ini kepada para calon TKW diberikan pelatihan dasar bahasa dan budaya Mandarin.Kata-kata kunci: pelatihan, interaksi, adabtasi, kebiasaan, kosa kata (dalam bahasa Mandarin dan Inggeris), budaya Mandarin.
ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PADA PAGUYUBAN CAHAYA TERANG SEBAGAI UKM PENGRAJIN KULIT DI SUKAREGANG GARUT Ria Satyarini; Muliadi Palesangi
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.025 KB)

Abstract

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Pemerintah pun terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM, namun kenyataannya di lapangan mayoritas UMKM masih berada pada kondisi yang tidak ideal. Hal ini disebabkan karena UMKM masih memiliki kelemahan terutama dari sisi pengelolaan atau manajerial.Penelitian ini dilaksanakan pada Paguyuban Cahaya Terang (PCT), sebuah Paguyuban pengrajin kulit dari Sukaregang, Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi karakteristik khas PCT; (2) Mengidentifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, serta Ancaman yang secara nyata dihadapi oleh para pengrajin PCT; (3) Merumuskan strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis PCT.Metode penelitian yang dilakukan berupa penggalian informasi melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara.Kata Kunci: UMKM, Analisis SWOT, dan Strategi Pengembangan Usaha
PENDAMPINGAN PENCATATAN AKUNTANSI BAGI YAYASAN SAUNG ORGANIK LASCING Felisia Felisia; Elsje Kosasih; Verawati Suryaputra; Atty Yuniawati; Gery Lusanjaya; Amelia Limijaya; Puji Astuti
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1763.234 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen program Studi S1 Akuntansi – FE Unpar pada tahun 2015 merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menitikberatkan pada pencatatan akuntansi bagi yayasan saung organik lascing. Mitra kami berupa produsen pupuk lascing berlokasi di Cigugur yang tergabung dalam yayasan saung organik lascing. Tim dosen dari program Studi S1 Akuntansi bermaksud untuk memberikan pendampingan pencatatan akuntansi bagi karyawan administrasi yayasan saung organik lascing. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan yayasan saung organik lascing dapat melakukan pencatatan akuntansi dengan lebih akurat sehingga dapat menyajikan informasi akuntansi yang handal dan berguna untuk pengambilan keputusan.Kegiatan pendampingan pencatatan akuntansi ini dimulai dengan penyusunan alur informasi akuntansi, pembenahan dokumen, dilanjutkan dengan penyusunan standard operating procedure, simulasi transaksi serta pendampingan pencatatan akuntansi.
PENYERAPAN PUBLIK TERHADAP PESAN-PESAN DALAM KOMUNIKASI POLITIK PARA KANDIDAT PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2009 STUDI KASUS KOTA JAKARTA PUSAT DAN KABUPATEN GARUT Aknolt Kristian Pakpahan; Arie I. Chandra
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2009)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pada politik Indonesia telah memberi jalan pada kebebasan pers dan media yang kini mengambil peran yang cukup besar dalam pemberian dampak pada persepsi publik. Media - yang kini menjadi alat komunikasi antar pemerintah dan masyarakat - merupakan sarana yang penting dalam ajang pemilihan umum (Pemilu) 2009. Di tahun 2009, masyarakat Indonesia diberi pilihan tiga kandidat presiden dan wakil presiden untuk periode 2009 – 2014 yaitu: Megawati Soekarnoputri – Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono, dan Jusuf Kalla – Wiranto. Ketiga kandidat tersebut memiliki visi dan misi yang berbeda untuk ditawarkan kepada masyarakat Indonesia untuk kepemimpinan 2009-2014.Untuk mengetahui kuatnya peran media dalam mempengaruhi pilihan rakyat pada Pemilu 2009 maka peneliti menggunakan data gathering berupa survei dan interview. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Agustus 2009 di Kotamadya Jakarta Pusat dan Kabupaten Garut dengan mengambil sampel 400 responden. Terdapat sekurangnya 13 pertanyaan (ditambah dengan 14 pertanyaan terperinci) untuk menggali bagaimana hubungan antara media dengan pilihan kandidat presiden dan wakil presiden. Data yang diperoleh dari hasil survey menunjukkan bahwa peran media sedikit banyak membantu penyebaran visi dan misi masing-masing kandidat. Sarana media tidak memberikan banyak bantuan (keuntungan) bagi para kandidat dikarenakan sudah terkotak-kotaknya para reswponden yang disurvei. Sebagian besar responden yang di survei, baik di wilayah Kotamadya Jakarta Pusat dan Kabupaten Garut, merupakan pendukung dari kandidat SBY dan Boediono. Sehingga hasil penelitian menunjukkan apapun sarana media yang digunakan, terlihat persentase terbesar ada di kandidat SBY – Boediono. Hasil penelitian ini juga bisa dikatakan selaras dengan kenyataan di lapangan, dimana pasangan SBY – Boediono menjadi pemenang pada Pemilu Pilpres 2009.
POLA KEBUDAYAAN MASYARAKAT PENGHUNI BANTARAN SUNGAI CITARUM Andreas Doweng Bolo; Hendrikus Endar Suhendar
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3833.241 KB)

Abstract

Kebudayaan an sich tidak mempunyai struktur. Namun, kebudayaan dapat dikenal melalui karya. Karyanyalah, sistem kegiatan-kegiatan manusiawilah, yang menentukan dan membatasi dunia “kemanusiaan”. Mengenal kebudayaan berarti mengenal kegiatan-kegiatan manusiawi yang dikerjakan dan menjadi kebiasaan (habitus) sebuah kelompok masyarakat.Upaya memahami pola kebudayaan masyarakat Sungai Citarum juga merupakan sebuah upaya melihat dimensi kebudayaan sebagai sesuatu yang abstrak itu. Untuk mengkonkretkannya, maka penulis menelaah dalam dua pola yang bisa dilihat secara gamblang yaitu pola hunian dan pola kerja.Dari dua pola ini penulis menemukan bahwa dinamika kebudayaan masyarakat penghuni bantaran Sungai Citarum berkaitan erat dengan modernitas itu sendiri. Dan bila menelaah modernitas maka revolusi industri abad 18 dan revolusi teknologi abad 20 menjadi basis penting modernitas itu sendiri. Sungai Citarum dan masyarakat penghuni bantaran Sungai Citarum pun mengalami langsung dampak modernitas itu. Penelitian ini dengan judul: “Pola Kebudayaan Masyarakat Penghuni Bantaran Sungai Citarum” merupakan sebuah upaya filosofis untuk merefleksikan pola kebudaaan yang hidup di tengah masyarakat.
KEDUDUKAN KANTOR HUKUM DALAM PERSEKUTUAN PERDATA DEWASA INI Djaja S. Meliala; Nasar Ambarita
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3000.625 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tentang kedudukan persekutuan perdata dewasa ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kedudukan dari kantor hukum, didalam  persekutuan perdata. Selain itu pula penelitian ini juga dilakukan untuk mencari tahu tentang pertanggungjawaban dari kantor hukum yang  merupakan suatu bentuk persekutuan perdata.Dengan menggunakan mencoba metode yuridis empiris, penelitian ini akan mencoba menelusuri kedudukan kantor hukum dalam persekutuan perdata dan pertanggungjawaban kantor hukum dalam persekutuan perdata dewasa ini.
Pengembangan UMKM Di Desa Kepuhsari Wonogiri Melalui Kegiatan Assessment dan Bina Desa Fiona Ekaristi Putri
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1639.813 KB)

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.UMKM berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja serta dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. UMKM dipandang memiliki prospek masa depan yang baik. Terbukti ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi beberapa waktu lalu, banyak usaha berskala besar mengalami stagnasi bahkan berhenti aktivitasnya, sementara sektor UMKMterbukti lebih tangguh. Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 sektor UMKM di Indonesia pelu mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Salah satunya adalah UMKM industri wayang kulit dan pengembangan destinasi wisata yang berkembang di Desa Kepuhsari, Wonogiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM di Desa Kepuhsari, Wonogiri dengan cara menyelenggarakan assessment potensi warga serta pelatihan manajerial kewirausahaan agar mereka memiliki daya saing dan mampu mengelola usahanya dengan lebih baik.
BISNIS KELUARGA MODEL PERKEMBANGAN 3 DIMENSI (Beberapa Bisnis Keluarga di Bandung dan sekitarnya) Budiana Gomulia; Erwin Suryadi; Inge Barlian
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.061 KB)

Abstract

Perkembangan Bisnis Keluarga merupakan topik kajian yang luas, meliputi aspek internal dan aspek eksternal dari usaha keluarga. Memahami tahap-tahap perkembangan sebuah usaha berguna untuk melihat “road map” dan menemukan cara pengelolaan yang tepat dalam mengatasi jebakan transisi. Bagaimana perkembangan bisnis keluarga-UKM di Bandung dan sekitarnya , masih memerlukan penggalian baik dalam praktek maupun teorinya. Tahap siklus hidup bisnis keluarga dapat dianalisis pada 3 dimensi (Davis , 1997), yaitu : perkembangan dimensi bisnis , perkembangan dimensi keluarga dan perkembangan dimensi kepemilikan.Perkembangan Bisnis Keluarga (UKM) di Bandung dan sekitarnya dipelajari melalui 45 sampel perusahaan , dengan keterwakilan : ukuran bisnis (yang berkembang dari skala kecil dan menengah), beragam usia bisnis – minimal 8 tahun, dan jenis usaha – dagang dan bukan dagang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptiv - multikasus , sama sekali tidak ditujukan untuk melakukan generalisasi. Wawancara , observasi dan diskusi yang dilakukan melibatkan semua mahasiswa di kelas Manajemen Bisnis Keluarga dalam 3 semester: Genap 2010-2011, Ganjil dan Genap 2011-2012Perkembangan Bisnis Keluarga di Bandung dan sekitarnya , “tampaknya” mampu bertahan dan berlanjut ( Toko Kopi Aroma, Toko Sim sudah dijalankan lebih dari 60 tahun), dan penerusan bisnis dari generasi 1 ke generasi 2 atau generasi 3.Kelihatannya faktor utama yang menyebabkan adanya keberlanjutan tsb adalah komitmen keluarga dan kepercayaan pada keluarga yang masih kuat – hal ini dibaca pada perkembangan dimensi keluarga dan dimensi kepemilikan yang stabil dan tertutup . Sedangkan untuk faktor manajemen dan sistem kerja relatif tidak berkembang, dengan tahap bisnis saat ini berada di tahap dewasa ; yaitu usaha tsb tidak diinginkan berkembang lagi atau sulit untuk dikembangkan lagi . Jadi keadaan bisnis berjalan pada posisi untuk mempertahankan saja yang ada (pelanggan, pasar dan fasilitas fisik)Perubahan paradigma dari pelaku bisnis keluarga di Bandung , pada kelompok usaha di era milinium, tampaknya sudah mulai terjadi yaitu : mereka mulai menyadari pentingnya kompetensi dan profesionalisme (al.lebih terbuka pada peranan bukan keluarga untuk duduk dalam manajemen). Dengan adanya perubahan ini diharapkan ada sumber daya yang lebih baik untuk keberlanjutannya di masa yang akan datang.Upaya membangun desain penelitian Manajemen Bisnis Keluarga yang terintegrasi dengan proses pembelajaran di kelas masih harus diperbaiki - direvisi , sehingga hasil akhir yang diharapkan (membuat sebuah buku yang berbasis praktek dan pengetahuan Bisnis Keluarga (UKM) di Bandung -Jabar ) bukanlah suatu impian tanpa usaha
IDENTIFIKASI RISIKO FISKAL DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA INDONESIA Miryam L. Wijaya; Ivantia S. Mokoginta
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.013 KB)

Abstract

Keberlanjutan fiskal menjadi topik hangat akibat krisis yang melanda Asia pada tahun 1997-1998 dan kemudian negara-negara maju di Amerika, Eropa dan Asia pada tahun 2008. Keberlanjutan fiskal yang mengarah kepada krisis fiskal bukan hanya masalah bagi negara sedang berkembang. Berdasarkan literatur tentang risiko fiskal yang dikembangkan oleh Brixi (2001) dan Cottarelli (2014), dan telaah dokumen Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia berbagai tahun, ditemukan bahwa walaupun rasio utang terhadap PDB hanya 26,15%, namun risiko fiskal di APBN Indonesia telah meningkat. Kewajiban kontijen pemerintah telah makin meluas cakupannya, demikian juga kewajiban mandatoris. Kedua hal tersebut membuat ruang gerak fiskal menjadi sangat terbatas, yang dapat memunculkan risiko lebih lanjut berupa turunnya kemampuan pemerintah untuk menjalankan fungsi stabilisasi, distribusi, dan alokasi.