cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Social Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PENATAAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA Kristian Widya Wicaksono; Tutik Rachmawati
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1525.641 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengukur keberhasilan implementasi dari PERDA No. 4 Tahun 2011 dalam perspektif kepatuhan (compliance). Dengan menggunakan teori kepatuhan berdasarkan pada Weaver dan di kombinasikan dengan teori implementasi kebijakan publik yang lainnya(Van Meter dan Van Horn, Bridgman & Davis, Howlett and Ramesh, Lindblom, Patton & Sawicki, Linder and Peters), maka tingkat kepatuhan kelompok target (target group) dari kebijakan penataan dan pembinaan Pedagang Kaki Lima diukur dengan menggunakan 6 indikator. Enam indikator tersebut adalah yaitu (1) Pemberlakuan Insentif dan Sanksi yang lemah, (2) Permasalahan Pengawasan, (3) Keterbatasan Sumberdaya, (4) Kurangnya Kemandirian Kelompok Sasaran dalam Pengambilan Keputusan (5) Keterbatasan Informasi serta (6) Perilaku dan Nilai. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan yaitu evaluasi dan evolusi (reshape dan redesign) kebijakan penataan dan pembinaanPKL bagi Pemerintah Daerah Kota Bandung.
KLASTER INDUSTRI KECIL DAN KERAJINAN RUMAH TANGGA DI JAWA BARAT Yanuarita Hendrani; Hamfri Djajadikerta; Urip Santoso
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2009)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7828.655 KB)

Abstract

The success of Silicon Valley as a technological industrial cluster in the US has made industrial cluster gain a popularity among local authorities in developing countries as a means of enhancing local competitiveness. In West Java, most industrial clusters grow naturally with minimal assistance from the government. They grow naturally as some families’ inherited skills are transfered to or imitated by their neighbors and other family members in the same village.The purpose of this research is to identify the clusters and their sizes in West Java. Using 2 sources data from BPS, namely, the 2006 census of formal small scale industries and the 2005 survey of informal small scale and home industries, it is found that the largest clusters in term of size are found in Bogor municipal, bandung municipal, Cirebon municipal, Tasikmalaya city and municipal and Bekasi municipal. The product varies from palm suga, rattan furniture, brick and roof tiles, embroidery and garment. It is also found that industrial clusters in West Java are more of Sonobe’s and Otsuka’s concept of “one village one product” with few related businesses located in the same location.Keywords: industrial cluster, labor market pooling, specialized suppliers, knowledge spillover, small scale industry, home industry
STUDI TENTANG BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA Studi Kasus FISIP UNPAR Marihot Tua Efendi Hariandja; Sentosa Sembiring
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.074 KB)

Abstract

Budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu organisasi sebagai sebuah unit sosial yang mempunyai tujuan, yang dalam interaksi anggotanya akan membentuk nilai-nilai dan norma berperilaku yang dianggap dapat menyelesaikan tantangan-tantangan organisasi untuk mencapai tujuannya. Demikian juga Fisip Unpar sebagai sebuah organisasi akan membentuk type budaya tertentuPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan type budaya organisasi yang berkembang saat ini di Fisip unpar berdasarkan typologi budaya organisasi power, role, achiement, dan support culture sebagai salah satu klasikasi yang dikemukakan oleh para ahli, kemudian type budaya apa yang diharapkan anggota, apakah budaya saat ini berbeda dengan harapan anggota, kemudian apakah semakin kecil perbedaan antara budaya saat ini dengan harapan mempunyai hubungan dengan kepuasan kerja.Penelitian dilakukan melalui studi kasus dengan pengumpulan data melalui persepsi para anggota terhadap sejumlah dimensi atau indikator type budaya yang telah dikembangkan para ahli dengan tehnik kuessioner, yang hasilnya di analisis melalui perhitungan rata, uji beda dan korelasi statistik.Hasil penelitian menunjukan orientasi budaya saat ini dengan urutan tertinggi ke rendah adalah Orientasi Role Culture rata-rata 35,40, Orientasi Achievement Culture 33,91, Orientasi Support culture, 30,60 dan orientasi power culture. 30,04. Kemudian tipe Orientasi budaya yang diharapkan berbeda dengan yang terjadi saat ini dengan urutan Orientasi Achievement Culture rata-rata 41,51, Orientasi Role Culture 34,51, Orientasi Support Culture 30,53. Orientasi Power Culture 23,20.Selanjutnya analisis kuantitatif sejauh mana perbedaan antara budaya saat ini dengan yang diharapkan cukup signifikance atau tidak, Berdasarkan analisis pairs samples test yang dilakukan melalui SPSS Versi 20 perbedaan yang cukup signifikan ada pada orientasi Achievement culture, Power culture. Kemudian analisis perbedaan per elemen masing-masing budaya saat ini dengan harapan terdapat sejumlah elemen yang berbeda secara signifikanTingkat kepuasan kerja karyawan yang diukur melalui 6 dimensi yaitu pekerjaan yang dilakukan, sistim imbalan, hubungan dengan atasan, hubungan dengan rekan kerja, pengembangan diri, dan sarana dan prasarana, dengan skala sangat memuaskan, puas, cukup puas dan tidak puas termasuk dalam kategori memuaskan.Hubungan antara budaya dengan kepuasan kerja yaitu semakin kecil perbedaan antara orientasi budaya saat ini dengan orientasi budaya yang diharapkan semakin tinggi keupasan kerja, dengan menggunakan uji korelasi spearman yang dihitung dengan program SPSS versi 20 tidak mempunyai huungan yang berarti.Dari orientasi budaya yang diharapkan dimana achievement culture yang tertinggi, dan adanya perbedaan yang signifikan dimana yang terjadi saat ini lebih rendah dengan harapan, perlu dilakukan peningkatan. Dan Orientasi power culture dimana terdapat perbedaan yang signifikan saat ini lebih tinggi dari harapan perlu dilakukanpengurangan.
RICE VALUE CHAIN : A STRUCTURATION THEORY APPROACH Maria Widyarini; Gandhi Pawitan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.435 KB)

Abstract

The value chains of rice has created a significant impact in the domestic rice price as well as in Indonesia. As we know from many literatures that providing rice product in time and at different places in the market is very important, especially in Indonesia. The facts that import rice is cheaper than domestic rice price has give a negative impact to the farmers. Thus, the performance of a value chains of rice is related to its structure and strategies of the actors operating these chains or channels are important to be considered by government. Value chain analysis is the sequence analysis of related business activities (functions) from specific inputs for a particular product to primary production, transformation, marketing and up to final consumption. In other words, we can say that value chains is perfoming several functions i.e start from producer (rice producer or farmers), processors (farmer or trader), traders (retailer or wholesaler) and transporter (transportation and storage are important functions in the rice channel distributuion system). Reffering to the description of the rice market in Indonesia, we would like to emphasize that there is some room for value chains based on informal collaboration concering exchange information and financial arrangement between farmers and rice traders and rice traders to others. This study analyse construct from three different theory and models namely value chains, structuration theory and institutional economics related with rice condition in Indonesia. The result of this study are nine proposition that will be tested for futher research. Further, it will be applied for analyzing in more detail all types of agents/actors that perform different chains functions in the rice domestic market in Indonesia.Key words : Indonesian rice, rice value chains, structuration theory, institutional economics
Analytical Customer Relationship Management untuk Restoran Gunawan, Agus; Kornalius, Yoke Pribadi; Athuri, Asdi Aulia; Gunawan, Theresia; Chandra, Ivan; Elisabeth, Elisabeth; Anggara, Patra
Research Report - Humanities and Social Science Vol 1 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.063 KB)

Abstract

Bisnis restoran merupakan suatu bisnis yang cukup kompetitif. Dewasa ini, persaingan dalam bisnis ini bukan hanya berdasarkan rasa dan tampilan dari produk (makanan atau minuman) yang ditawarkan, tetapi juga berdasarkan keunikan konsep yang membangun keunggulan tersendiri dari restoran tersebut di mata konsumen. Dengan keunggulan tersebut, restoran berharap untuk dapat menarik konsumen untuk menjadi pelanggan. Untuk mencapai tujuan ini, salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah Customer Relationship Management (CRM).Tantangan yang muncul adalah bagaimana menyusun suatu CRM yang dapat membantu restoran untuk menganalisa proses bisnisnya, termasuk menganalisa bagaimana perilaku pelanggan. Dengan hasil analisa yang mendalam, pramusaji dan kasir dari restoran dapat mempunyai peluang yang lebih besar dalam menciptakan hubungan emosional yang positifdengan pelangan. Analisa seperti ini tidak dihasilkan oleh operational CRM yang sudah umum diimplementasikan dalam bisnis restoran. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana membangun suatu analytical CRM yang mampu menjawab kebutuhan para pelaku di bisnis restoran.Penelitian ini bersifat eksploratif dengan menggunakan kombinasi data kualitatif dan kuantitatif. Studi kasus terhadap tiga restoran menjadi dasar dari penelitian ini. Dengan menggunakan kombinasi pendekatan wawancara, studi dokumen, observasi, dan kuesioner, formula CRM yang sesuai dengan karakteristik restoran dan konsumen di Indonesia diharapkan dapat dihasilkan. Penelitian ini mengusulkan konsep analytical CRM untuk diterapkan di ketiga restoran tersebut. Adapun tujuan penerapan analytical CRM adalah agar pebisnis dapat mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam menerapkan CRM.   
UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Koerniatmanto Soetoprawiro; Ratna Riyanti; Soesi Idayanti
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.587 KB)

Abstract

Guna mengatasi kekerasan dalam keluarga, dasar hukum sudah ada. Mulai dari Undang-undang sampai pada Peraturan Pemerintah, agaknya sudah cukup sebagai dasar untuk mengatasi kekerasan ini. Namun pelaksanaan Undang-undang ini memerlukan upaya dan dukungan dari semua lapisan masyarakat tanpa kecuali. Untuk itu diselenggarakanlah Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah :Memberikaan penjelasan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) untuk membangun kesadaran bahwa persoalan KDRT adalah persoalan social bukan individu.Memperkecil, menghapus/menghilangkan setiap perbuatan terhadap perempuan, suami, anak, atau anggota keluarga yang ikut dalam satu rumah tangga atau pihak yang ter-subordinasi yang menimbulkan kesengsaraan/penderitaan fisik, seksual, ekonomi, social, psikologi, termasuk ancaman pemaksaan dan pemerkosaan dalam lingkungan keluarga.Terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender dalam lingkup keluarga dan masyarakat.
MEMBANGUN KETERKAITAN EKONOMI ANTAR SEKTOR DAN ANTARA DESA DAN KOTA Siwi Nugraheni
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2300.846 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Program Studi Ekonomi Pembangunan (untuk selanjutnya disebut sebagai Prodi EP) pada tahun 2015 bertujuan membangun keterkaitan antar sektor (yaitu antara sektor riil (produksi barang dan jasa) dan sektor keuangan); serta perekonomian antar wilayah (pedesaan dan perkotaan). Kelompok masyarakat yang menjadi mitra kegiatan adalah komunitas yang sudah menjadi mitra kegiatan di tahun-tahun sebelumnya, yaitu: anggota dan pengurus beberapa koperasi di Bandung (dan cabang-cabangnya di beberapa lokasi di kabupaten/kota lain di Jawa Barat), serta beberapa kelompok tani organik di enam kabupaten di Jawa Barat. Dengan karakteristik perekonomian yang berbeda, target utama kegiatan pengabdian adalah menguatnya keterkaitan ekonomi mitra yang tinggal di wilayah desa dengan kegiatan ekonomi mitra yang tinggal di wilayah kota. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka mencapai target dan tujuan antara lain: berbagai macam pelatihan di bidang pertanian organik dan koperasi, pertemuan di antara mitra kegiatan, mengembangkan jaringan pemasaran hasil produksi para petani organik mitra, mengembangkan sistem untuk usaha. Kegiatan PkM yang dilakukan oleh Prodi EP UNPAR sepanjang tahun 2015 dikelola oleh Pusat Studi Ilmu Ekonomi (Center for Economic Studies, CES), dan dalam pelaksanaannya CES bermitra dengan beberapa pihak, yaitu: Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Bandung, Prodi Manajemen UNPAR, Prodi Akuntansi UNPAR, dan Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat Sekitar Sungai Cikapundung.
PENGEMBANGAN POTENSI SUMBER DAYA AIR, DAN PEMBENTUKAN JARINGAN EKONOMI DESA-KOTA P. C Suroso; Yanuarita Hendrani; Bambang Adi Ryanto; Siwi Nugraheni
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.258 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sebagai salah satu dharma dari Tridharma Perguruan Tinggi, adalah kesempatan bagi warga perguruan tinggi (dosen dan mahasiswa) untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki dalam rangka memecahkan masalah nyata di masyarakat. Pada semester ganjil 2012/2013, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) antara lain melakukan dua kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu: pengembangan pengelolaan sumber daya air di desa Nanggeleng dan pembentukan jaringan ekonomi desa-kota. Dokumen ini memuat laporan kedua kegiatan tersebut. Dalam hal pengembangan pengelolaan sumber daya air di desa Nanggeleng, Tim pengabdian kepada masyarakat melakukan beberapa kali kunjungan lapangan dan konsultasi dengan berbagai pihak. Salah satu alternatif yang dianggap paling baik adalah membangun bendungan di desa tersebut. Detailed Engineering Design (DED) bendungan sudah selesai dibuat dan dilampirkan pada laporan ini. Program yang akan dilakukan di masa yang akan datang adalah melakukan pendampingan terhadap masyarakat desa Nanggeleng untuk membawa usulan pembangunan bendungan ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Dalam hal pembentukan jaringan ekonomi desa-kota, pekerjaan yang telah selesai dilakukan adalah pemetaan potensi ekonomi kelompok masyarakat yang menjadi anggota Koperasi Mitra Sejahtera (Mitra I) dan masyarakat desa Nanggeleng (Mitra II). Pencapaian lain adalah munculnya ketertarikan beberapa orang dari kelompok Mitra I yang ingin menjalin kerja sama dengan Mitra II: produk pertanian yang dihasilkan oleh Mitra II akan dipasarkan di Bandung oleh Mitra I. Kegiatan lanjutan yang akan dilakukan oleh Tim pengabdian kepada masyarakat adalah membantu kedua Mitra untuk mempersiapkan kerja sama tersebut.
JENIS PROMOSI PENJUALAN MANAKAH YANG PALING MEMPENGARUHI SIKAP KONSUMEN DALAM MELAKUKAN PEMBELIAN BARANG? Wisnu Wardhono; Agus Hasan; Ivan Prasetya
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.683 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat promosi penjualan manakah yang lebih berpengaruh untuk meningkatkan niat beli dan niat bayar konsumen. Dalam penelitian ini juga akan dilihat bagaimana perbedaan antara tingkat niat beli dan niat bayar konsumen yang dipengaruhi oleh promosi penjualan.Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan desain lab experiment, di mana responden akan dikelompokan menjadi 3 grup penelitian, di mana di masing-masing grup akan diberikan treatment yang berbeda, yaitu: diskon sebesar 30%, voucher sebesar 40%, dan pemberian bundling produk senilai 50%. Analysis of Variance (MANOVA) dan t-test digunakan untuk menguji bagaimana pengaruh dari ketiga treatment tersebut terhadap niat beli dan niat bayar konsumen.Pembahasan – Dari penbelitian yang dilakukan didapati hasil bahwa promosi penjualan berpengaruh terhadap niat beli dan niat bayar konsumen. Besarnya nilai persentase promosi penjualan berbanding lurus dengan dengan besarnya niat beli dan niat bayar konsumen.Kata kunci: promosi penjualan, niat beli, niat bayar, MANOVA
PERANCANGAN UKURAN KINERJA PELAKSANAAN STRATEGI BERDASARKAN MODEL BALANCED SCORECARD PADA PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus pada Universitas Katolik Parahyangan Bandung) Verawati Suryaputra; Atty Yuniawati
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.481 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan rancangan ukuran kinerja yang mengacu kepada model balanced scorecard untuk perguruan tinggi pada umumnya dan perguruan tinggi yang dijadikan obyek penelitian pada khususnya. Rancangan ukuran kinerja yang dihasilkan akan merupakan turunan dari visi, misi dan strategi perguruan tinggi yang dijadikan obyek penelitian yang selanjutnya dapat digunakan untuk pengukuran kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan.Perguruan tinggi mengemban 3 misi penting, yaitu: melaksanakan kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, strategi perguruan tinggi harus mengacu kepada 3 misi tersebut dan disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal yang dihadapi. Mengingat misi tersebut, jelaslah keberhasilan suatu perguruan tinggi harus dinilai dari berbagai perspektif, maka penggunaan model balanced scorecard merupakan hal yang sesuai.Data yang dibutuhkan untuk penyusunan rancangan ukuran kinerja yang mengacu kepada model balanced scorecard diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap perguruan tinggi yang dijadikan obyek penelitian dan perguruan tinggi yang dijadikan benchmark. Peneliti juga melakukan studi literatur dan menghadiri seminar terkait balanced scorecard untuk menambah wawasan dan sebagai acuan dalam penyusunan balanced scorecard sesuai tujuan penelitian.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sasaran strategis dari obyek penelitian dapat dikelompokkan ke dalam keempat perspektif dari balanced scorecard, yaitu customer/stakeholders, perspektif proses internal, perspektif pembelajaran dan pengembangan dan perspektif keuangan. Namun ada beberapa program yang tidak dapat diukur. Selain itu juga, banyaknya program yang terdapat dalam rencana strategis dari obyek penelitian dapat menyebabkan penggunaan model balanced scorecard tidak efektif. Mengingat rencana strategis yang diteliti hanya untuk tahun 2008 sampai tahun 2012, maka jika disusun rencana strategis yang baru maka harus disusun pula balanced scorecard yang baru.

Page 11 of 15 | Total Record : 149