cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 20 Documents clear
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBASIS MEDIA PHET SIMULATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PEMANTULAN DAN PEMBIASAN CAHAYA UTAMI, TIKA ESTRI; WIDODO, WAHONO
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4608

Abstract

ABSTRACT This research aims to determine the improvement of student learning outcomes, encompassing both knowledge (cognitive) and skill (psychomotor) aspects. This study employs a guided inquiry model based on PhET Simulation media in its learning process, with the subject matter being the reflection and refraction of light in class VIII-B of SMP Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo. A pre-experimental design with a one-group pretest-posttest model is used in this research, with 28 students as the research subjects. The research instruments include learning implementation sheets, pre-test and post-test sheets consisting of 15 multiple-choice questions, skill (psychomotor) assessment sheets, and student satisfaction questionnaires. The research data analysis uses N-gain (Normalized Gain) analysis and normality tests as prerequisites, as well as the Wilcoxon test as a non-parametric test. The learning implementation in this study shows that the PhET simulation-based guided inquiry model is effective. Furthermore, the results of the N-gain analysis indicate high criteria for each aspect, with cognitive indicators of C2 at 0.90, C3 at 0.78, and C4 at 0.87. Additionally, the skill (psychomotor) aspect achieves data results with completion criteria for each meeting. The responses given by students in the form of satisfaction with the learning process using the PhET simulation-based guided inquiry model show a positive response. Based on the research conducted, it is concluded that the PhET simulation-based guided inquiry model is effective in improving student learning outcomes, there is an improvement in learning outcomes in both knowledge (cognitive) and skill (psychomotor) aspects, and students give a positive response regarding satisfaction with learning using the PhET simulation-based guided inquiry model. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik yang mencakup aspek pengetahuan (kognitif) dan aspek keterampilan (psikomotorik). Penelitian ini menggunakan model inkuiri terbimbing berbasis media PhET Simulation pada proses pembelajarannya, dan materi yang digunakan ialah pemantulan dan pembiasan cahaya di kelas VIII-B SMP Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo. Desain pre-experimental dengan model one group pretest-posttest digunakan pada penelitian ini, dengan subjek penelitian sebanyak 28 peserta didik. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar tes pre-test dan post-test sebanyak 15 soal pilihan ganda, dan lembar penilaian aspek keterampilan (psikomotorik), serta angket kepuasan peserta didik. Analisis data penelitian menggunakan analisis N-gain (Normalized Gain) dan uji normalitas sebagai prasyarat, serta uji Wilcoxon sebagai uji non parametrik. Keterlaksanaan pembelajaran pada penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing berbasis PhET simulation efektif untuk dilakukan. Kemudian hasil dari analisis N-gain menunjukkan kriteria tinggi untuk setiap aspeknya, untuk indikator kognitif C2 sebesar 0,90, C3 sebesar 0,78, dan C4 sebesar 0,87. Selain itu untuk aspek keterampilan (psikomotorik) memperoleh hasil data dengan kriteria tuntas untuk setiap pertemuannya. Respon yang diberikan peserta didik berupa kepuasan terhadap proses pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing berbasis media PhET simulation menunjukkan respon positif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu model inkuiri terbimbing berbasis media PhET simulation efektif dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, terdapat peningkatan hasil belajar baik aspek pengetahuan (kognitif) maupun aspek keterampilan (psikomotorik), dan peserta didik memberikan respon positif terkait kepuasan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing berbasis media PhET simulation.
IMPLEMENTASI MODEL PBL GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA TOPIK MATRIKS KELAS XI SMA SWASTA GKPI PAMEN PURBA, DITA LOVIANNA; SARAGIH , DWITA LESTARI; HALOHO, EKA CHRISTY; NASUTION , NUR HAFIZAH; MANIK , ROMAIDA FITRIANI BR; SIMANIHURUK, SRI VIONI NOVENA; HUTAPEA , YOKEBET; SIREGAR, BUDI HALOMOAN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4632

Abstract

ABSTRACT This study aims to assess the implementation of the PBL model in improving problem solving competence on the topic of matrix in class XI of GKPI Pamen Private High School. The background of this study is the low problem solving ability of students, especially on the topic of matrix. This study uses a quasi-experimental method using initial and final tests in the teaching and learning process. Information was collected through the results of the initial and final problem solving tests of the teaching and learning process, then analyzed using t-tests to ensure the significance of the comparison between the experimental class with the PBL model and conventional learning in the control class. The results of this study showed that students who learned with the PBL model experienced a significant increase in problem solving competence compared to those who followed the learning through the conventional process. The conclusion of this study shows that PBL can improve problem solving competence specifically on matrix material, which has a positive influence on the quality of mathematics education at the high school level. This research is expected to contribute to the development of more innovative education in learning mathematics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi model PBL dalam meningkatkan kompetensi pemecahan masalah pada topik matriks kelas XI SMA Swasta GKPI Pamen. Latar belakang penelitian ini merupakan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa khususnya pada topik matriks. Penelitian ini memakai metode quasi-experimental dengan menggunakan test awal dan akhir pada proses belajar mengajar. Informasi dikumpulkan melalui hasil test awal dan akhir pemecahan masalah proses belajar mengajar, kemudian dianalisis memakai uji t(t-test) untuk memastikan signifikansi perbandingan antara kelas eksperimen dengan model PBL dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model PBL mengalami kenaikan yang signifikan dalam kompetensi pemecahan masalah dibanding dengan yang mengikuti pembelajaran melalui proses konvensional. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa PBL dapat meningkatkan kompetensi pemecahan masalah terkhusus pada materi matriks, yang memberikan pengaruh positif pada kualitas pendidikan matematika di tingkat SMA. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan yang lebih inovatif dalam belajar matematika.
NILAI-NILAI SPIRITUAL QS. AL-BAQOROH 183-185 DAN PENGALAMAN SPIRITUAL SANTRI ALVATH, ACHMAT; SUSANTI, AGUS; BAHARUDIN, BAHARUDIN; HIJRIYAH, UMI; ZULAIKHA, SITI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4722

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the spiritual values in the Quran, specifically in Surah Al-Baqarah verses 183-185, and the spiritual experiences of fasting among Santri at Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. The current development of technology poses challenges faced by Muslims in the modern era. Many students today experience stress, identity confusion, and even moral crises due to an environment that does not support spiritual values, which often weakens their enthusiasm for worship. The Quran, through Surah Al-Baqarah, provides relevant spiritual values such as piety, patience, and empathy that can serve as guidelines to face these challenges. The focus of this research is to analyze how the fasting experiences of santri in the pesantren can serve as a general reference in implementing these spiritual values in daily life. The method used is qualitative phenomenology through in-depth interviews with santri and caretakers, as well as an in-depth analysis of the verses of the Quran using Maudhui interpretation. Key stages of this research include data collection, analysis of spiritual experiences, and interpretation of the values embodied during the month of Ramadan. The results indicate that the spiritual values contained in Surah Al-Baqarah are highly relevant in helping both students and educators face the challenges of the times and strengthen their character. The main conclusion of this study is that there are spiritual values in the Quranic Surah Al-Baqarah verses 183-185, and fasting is not merely a ritual but also an opportunity to reflect upon and internalize profound spiritual values. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai spiritual dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183-185 dan pengalaman spiritual puasa Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan yang dihadapi umat Islam di era modern, Banyak peserta didik saat ini mengalami stres, kebingungan identitas, dan bahkan krisis moral akibat lingkungan yang tidak mendukung nilai-nilai spiritual. yang sering melemahkan semangat beribadah. Al-Qur'an, melalui surat Al-Baqarah, memberikan nilai-nilai spiritual yang relevan, seperti ketakwaan, kesabaran, dan empati, yang dapat menjadi pedoman untuk menghadapi tantangan tersebut. Fokus penelitian ini adalah menganalisa bagaimana pengalaman puasa yang dialami oleh santri di pondok pesantren dapat dijadikan rujukan umum dalam mengimplementasikan nilai-nilai spiritual ini dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenology melalui wawancara mendalam dengan santri dan pengasuh, serta analisis mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan tafsir Maudhui. Tahapan penting penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis pengalaman spiritual, dan interpretasi nilai-nilai yang dihayati selama bulan Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam surat Al-Baqarah sangat relevan untuk membantu peserta didik hingga pendidik dalam menghadapi tantangan zaman dan memperkuat karakter mereka. Simpulan utama dari penelitian ini adalah terdapat nilai-nilai spiritual dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh 183-185 dan ibadah puasa bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan dan menghayati nilai-nilai spiritual.
ANALISIS EFISIENSI DAN AKUNTABILITAS PENGGUNAAN DANA BANTUAN OPERASONAL SEKOLAH (BOS) RAHMAT, ZAMRONI; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4756

Abstract

ABSTRACT As a developing country, Indonesia is trying to improve the quality of education by implementing the School Operational Assistance Program (BOS) to support a quality 12-year compulsory education program, as regulated in Law Number 20 of  2003. To improve the quality of education, the government through the BOS budget allocation supports the improvement of educational facilities and infrastructure. However, the quality of education in Indonesia still faces challenges, such as the lack of number, quality, and welfare of educators, suboptimal learning infrastructure and facilities, insufficient funding, and learning processes that are not yet efficient and effective. This study aims to analyze the efficiency and accountability in the utilization of School Operational Assistance (BOS) funds at SMK Negeri 1 Linggsar, located in Linggsar District, West Lombok Regency. The primary focus of this research is to support the improvement of financial reporting quality through an evaluation of BOS fund usage at the school. This study employs a qualitative method, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation involving the principal and administrative staff. The collected data were analyzed thematically to identify patterns and themes related to the efficiency and accountability in the use of BOS funds. The results indicate that efficiency and accountability play a crucial role in enhancing transparency and responsibility in financial management. These findings highlight the need to improve efficiency and accountability in the use of BOS funds to achieve better and more accountable financial practices within the educational environment. ABSTRAK Sebagai negara berkembang, Indonesia berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan melaksanakan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun yang berkualitas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah melalui alokasi anggaran BOS mendukung perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Namun, Mutu pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya jumlah, kualitas, dan kesejahteraan pendidik, prasarana dan sarana belajar yang belum optimal, pendanaan yang tidak mencukupi, serta proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 1 Linggsar, Kecamatan Linggsar, Kabupaten Lombok Barat. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mendukung peningkatan kualitas pelaporan keuangan melalui evaluasi terhadap penggunaan dana BOS di sekolah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah serta staf administrasi. Data yang terkumpul dianalisis secara tematik guna mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi dan akuntabilitas memiliki peranan penting dalam mendorong transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan efisiensi serta akuntabilitas dalam penggunaan dana BOS agar tercapai pengelolaan keuangan yang lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan di lingkungan pendidikan.
APLIKASI GOOGLE EARTH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM SEJARAH DINASTI ABBASIYAH ANANDA, ANNISA SZELLENIA; LATIF, GRANDIS ABDUL; KHADAFI, MUHAMMAD ‘AMMAR; SALSABILA, UNIK HANIFAH
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4192

Abstract

ABSTRACT The use of Google Earth application as an interactive learning media in Islamic history is a new innovation for the world of education to combine technology with the educational process in schools. In the context of learning Islamic history, Google Earth allows students to visit important historical locations related to the Islamic world, such as Mecca, Medina, Constantinople, the Abbasid Dynasty and other important places. The purpose of writing this article is to further identify how the accessibility and limitations are when applying Google Earth in Islamic Religious Education or PAI learning. The method used by researchers in this study is to use a descriptive qualitative approach by studying the Google Earth application directly and literature studies that allow researchers to dig up information in depth and comprehensively. The results of the study show that the use of Google Earth has been widely used in the context of general learning such as geography, but it is still not optimized in learning Islamic Religious Education, therefore, researchers here want to identify how the contextualization or implementation of the use of the Google Earth application in the history of the Abbasid Dynasty and researchers hope that by utilizing the Google Earth Application, PAI learning can run more optimally. The conclusion of this study is that Google Earth is highly recommended for use in the process of learning the history of the Abbasid Dynasty, but it has never been tested for other learning. So there is a possibility that Google Earth can be suitable and not when used in other learning. ABSTRAK Pemanfaatan aplikasi Google Earth sebagai media pembelajaran interaktif dalam sejarah Islam merupakan sebuah inovasi baru bagi dunia pendidikan untuk menggabungkan antara teknologi dengan proses pendidikan di sekolah. Dalam konteks pembelajaran sejarah Islam, Google Earth memungkinkan siswa untuk dapat mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah penting yang berkaitan dengan dunia Islam, seperti Mekkah, Madinah, Konstatinopel, Dinasti Abbasiyah dan tempat penting yang lain sebagainya. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mengidentifikasi lebih lanjut bagaimana keterjangkauan dan keterbatasan ketika mengaplikasikan Google Earth dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam atau PAI. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengkaji aplikasi Google Earth secara langsung dan studi literatur yang memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara mendalam dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa, pemanfaatan Google Earth sudah banyak digunakan dalam konteks pembelajaran umum seperti geografi, akan tetapi masih kurang dioptimalkan dalam pembelajran Pendidikan Agama Islam, oleh karena itu, peneliti disini ingin mengidentifikasi bagaimana kontekstualisasi atau implementasi pemanfaatan aplikasi Google Earth dalam sejarah Dinasti Abbasiyah dan peneliti berharap dengan memanfaatkan Aplikasi Google Earth pembelajaran PAI dapat berjalan lebih maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini Google Earth sangat direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pembelajaran sejarah Dinasti Abbasiyah, tetapi belum pernah diujikan untuk pembelajaran yang lainnya. Sehingga ada kemungkinan Google Earth bisa cocok dan tidak ketika dilakukan di pembelajaran selainnya.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL BALI DALAM PEMBELAJARAN IPA MASA KINI WIDIARINI, PUTU; SUASTRA, I WAYAN; ARNYANA, IDA BAGUS PUTU
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4431

Abstract

ABSTRACT Science learning based on local wisdom in Bali is very important to understand in the context of relevant and contextual education. Integrating local wisdom into learning will instill values of love for the homeland and good character in students and can also be used as a way to preserve local culture. This research is a literature study that aims to analyze and synthesize literature related to the integration of Balinese local wisdom in science learning. This type of research is qualitative research. There are 15 articles in accredited national journals related to the integration of Balinese local wisdom in science learning. All articles are analyzed by synthesizing the integration of Balinese local wisdom in learning materials so that they become learning resources for students. The integration of Balinese local wisdom in science learning can be translated into the form of sources or learning materials, learning media, and the development of learning models that are integrated into the syntax of the learning model. Some Balinese local wisdom that has been utilized in science learning are 1) the magedong-gedongan ceremony, 2) the Nyepi holiday, 3) the Ngaben ceremony, 4) the Tri Hita Karana philosophy, and 5) the subak system. These five examples of Balinese local wisdom are integrated into science learning materials so that learning becomes more contextual and increases knowledge related to local culture with the aim of preserving local culture and forming good character in students. ABSTRAK Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal di Bali sangat penting untuk dipahami dalam konteks pendidikan yang relevan dan kontekstual. Pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran akan dapat menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan karakter baik bagi peserta didik sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu cara melestarikan budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka yang bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur-literatur terkait dengan integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Terdapat 15 artikel pada jurnal nasional terakreditasi yang berkaitan dengan integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA. Semua artikel dianalisis dengan mensintesis pengintegrasian kearifan lokal Bali dalam materi pembelajaran sehingga menjadi sumber belajar bagi peserta didik. Integrasi kearifan lokal Bali dalam pembelajaran IPA dapat diterjemahkan dalam bentuk sumber atau bahan belajar, media pembelajaran, dan pengembangan model pembelajaran yang diintegrasikan pada sintaks model pembelajaran. Beberapa kearifan lokal Bali yang telah dimanfaatkan dalam pembelajaran IPA yaitu 1) upacara magedong-gedongan, 2) hari raya Nyepi, 3) upacara Ngaben, 4) filosofi Tri Hita Karana, dan 5) sistem subak. Kelima contoh kearifan lokal Bali ini diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran IPA sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan menambah pengetahuan terkait budaya lokal dengan tujuan dapat melestarikan budaya lokal dan membentuk karakter baik peserta didik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TEHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 GUNUNGSITOLI IDANOI ZAI, EKARIYANTI; HAREFA, AGNES RENOSTINI; TELAUMBANUA, DESMAN; WARUWU, TOROZIDUHU
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4587

Abstract

ABSTRACT This research aims to prove whether or not there is a significant influence of the Reciprocal Teaching learning model on student learning outcomes in biology subjects at SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi. The research method used is quantitative research with an experimental design, using Quasi Experimental Design. The population in this study were all students in class XI-MIPA SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi, totaling 52 students. The sample in this study was the entire population selected randomly and grouped into 2, namely the experimental class group and the control class group, each consisting of 26 students. Sampling was taken using random sampling techniques. The research instrument is a learning outcomes test consisting of a pretest and posttest. The results of research based on hypothesis testing on learning outcomes obtained tvalue = 4.486 and ttable = 1.675 at a significance level of 0.05 (5%), so it is proven that tcount is greater than ttable (4.486 > 1.675) which means the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. So it can be concluded there is an influence of the reciprocal teaching learning model on student learning outcomes in Biology subjects at SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara signifikan ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen, menggunakan Quasi Eksperimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-MIPA SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi yang berjumlah 52 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang dipilih secara acak dan dikelompokkan menjadi 2 yaitu kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 26 siswa. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang terdiri dari pretest dan posttest. Hasil penelitian berdasarkan uji hipotesis terhadap hasil belajar diperoleh nilai thitung = 4,486 dan ttabel = 1,675 pada taraf signifikansi 0,05 (5%), sehingga terbukti thitung lebih besar dari ttabel (4,486 > 1,675) yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Gunungsitoli Idanoi.
ANALISIS EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA PELAJARAN IPA SMP NEGERI 1 TUHEMBERUA GEA, SEPI FITA SARI; WARUWU, TOROZIDUHU; ZEGA, NOVELINA ANDRIANI; WARUWU, YAREDI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4588

Abstract

ABSTRACT This research was motivated by students who were not actively involved in learning, teachers who still used lecture learning methods, and students' lack of understanding of concepts in learning. The type of research used is a qualitative descriptive approach. The research location is at SMP Negeri 1 Tuhemberua. The research population is class IX students in the odd semester of the 2024/2025 academic year. Research instruments, namely: observation sheet on the effectiveness of the learning model, observation sheet on understanding concepts, and learning outcomes tests. Research results: (1) The effectiveness of the learning model in science learning at SMP Negeri 1 Tuhemberua was discovered that at Meeting 1 the percentage was 66.91% with "sufficient" criteria, at Meeting 2 the percentage was 78.41% with "good" criteria, and at Meeting 3 the percentage was 84. .09% with "good" criteria, so the average percentage of effectiveness of learning models in science learning is 76.14% with "good" criteria. (2) The students' ability to understand concepts in science learning was found at Meeting 1, the average percentage was 71.42% with the "sufficient" criteria, Meeting 2 obtained an average percentage of 75.62% with the "good" criteria, and Meeting 3 the average percentage was obtained. -The average percentage is 82.62% with "good" criteria, so the average percentage of students' conceptual understanding ability is 76.55% with "good" criteria. (3) Student learning outcomes in science learning obtained an average score of 80.15 with good criteria, and the percentage of students who completed their studies was 81.48% while the percentage who did not complete their studies was 18.52%. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, guru yang masih menggunakan metode pembelajaran ceramah, dan kurangnya pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SMP Negeri 1 Tuhemberua. Populasi penelitian yaitu siswa kelas IX semester ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025. Instrumen penelitian, yaitu: lembar observasi efektivitas model pembelajaran, lembar observasi pemahaman konsep, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Efektivitas model pembelajaran pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Tuhemberua diketahui pada Pertemuan 1 diperoleh persentasenya sebesar 66,91% dengan kriteria “cukup”, Pertemuan 2 diperoleh persentasenya sebesar 78,41% dengan kriteria “baik”, dan Pertemuan 3 diperoleh persentasenya sebesar 84,09% dengan kriteria “baik”, sehingga rata-rata persentase efektivitas model pembelajaran pada pembelajaran IPA sebesar 76,14% dengan kriteria “baik”. (2) Kemampuan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA diketahui pada Pertemuan 1 diperoleh rata-rata persentasenya sebesar 71,42% dengan kriteria “cukup”, Pertemuan 2 diperoleh rata-rata persentasenya sebesar 75,62% dengan kriteria “baik”, dan Pertemuan 3 diperoleh rata-rata persentasenya sebesar 82,62% dengan kriteria “baik”, sehingga rata-rata persentase kemampuan pemahaman konsep siswa sebesar 76,55% dengan kriteria “baik”. (3) Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA diperoleh nilai rata-ratanya sebesar 80,15 dengan kriteria baik, dan pesersentase siswa yang tuntas belajar sebesar 81,48% sedangkan persentase yang tidak tuntas belajar sebesar 18,52%.
KEMAMPUAN MENULIS AYAT AL-QUR’AN MAHASISWA PAI DALAM MATA KULIAH KHAT IMLA’ DI IAIN PALANGKA RAYA MAHMUDI, MAHMUDI; LUTFI, SAIFUL; HIKMAH, NURUL
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4714

Abstract

ABSTRACT The ability to write Qur’an verses is one of the essential skills that must be possessed by students of the Islamic Education (PAI) Study Program, considering the significant number of Islamic sources that use Arabic as the primary medium. One of the courses that supports the mastery of this skill is Khat Imla’, which aims to equip students with the ability to write hijaiyah letters in accordance with proper writing rules. However, based on preliminary observations at IAIN Palangka Raya, some students still experience difficulties in writing Qur’anic verses accurately. This study aims to determine the ability of PAI students at IAIN Palangka Raya in writing Qur’anic verses in the Khat Imla’ course, as well as to identify the challenges they face during the learning process. This research uses a qualitative descriptive method with a case phenomenology. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving 38 students enrolled in the Khat Imla’ course. The findings indicate that 84.2% of students met the standard of Qur’anic verse writing in accordance with Khat Imla’ rules, while the remaining 15.8% still faced difficulties. The main obstacles encountered include limited prior learning experience, motor difficulties in writing, limited theoretical understanding, general education backgrounds, and lack of independent practice. This study recommends intensive guidance, the use of interactive learning media, and strengthening motivation and disciplined practice as solutions to optimally improve students’ writing skills. ABSTRAK Kemampuan menulis ayat Al-Qur’an merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengingat banyaknya sumber ajaran Islam yang menggunakan bahasa Arab sebagai medium utama. Salah satu mata kuliah yang mendukung penguasaan keterampilan ini adalah Khat Imla’, yang bertujuan membekali mahasiswa dalam menulis huruf hijaiyah sesuai kaidah penulisan yang benar. Namun, berdasarkan pengamatan awal di IAIN Palangka Raya, masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menulis ayat Al-Qur’an dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa PAI IAIN Palangka Raya dalam menulis ayat Al-Qur’an pada mata kuliah Khat Imla’, serta mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 38 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Khat Imla’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84,2% mahasiswa telah memenuhi standar penulisan ayat Al-Qur’an sesuai dengan kaidah Khat Imla’, sementara 15,8% lainnya masih mengalami kesulitan. Kendala utama yang dihadapi meliputi minimnya pengalaman belajar sebelumnya, kesulitan motorik saat menulis, pemahaman teori yang terbatas, latar belakang pendidikan sekolah umum, serta kurangnya latihan mandiri. Penelitian ini merekomendasikan bimbingan intensif, penggunaan media pembelajaran interaktif, serta penguatan motivasi dan disiplin latihan sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa secara optimal.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH TSANAWIYAH HARTONO, HARTONO; PEMBANGUNAN, HELDY RAMADHAN PUTRA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i1.4720

Abstract

ABSTRACT The implementation of Merdeka Curriculum at MTs Negeri 15 Boyolali aims to create a learning environment that is adaptive and oriented to student needs. This research was conducted because there is still a lack of studies related to the implementation of the Independent Curriculum in madrasas, including the readiness of teachers who require specific training and the lack of in-depth understanding of the responses of students and parents who tend to still have a traditional mindset, so this study aims to explore three main aspects, namely teacher readiness, differentiated learning, and preparation of learning tools. Teacher readiness is improved through training and workshops, which focus on understanding the concepts of Merdeka Curriculum and applying innovative learning methods. Differentiated learning is implemented by grouping students based on ability and interest, and using varied methods to create relevant and interesting learning experiences. In addition, learning tools are arranged flexibly, including the flow of learning objectives and teaching modules. This research uses qualitative methods, with data collection techniques of interviews, classroom observations and document studies. The results of this study show that the application or implementation of this curriculum is less than optimal due to several faktors. This research is expected to provide solutions to some of the problems found so that the implementation of this curriculum can be maximized in Madrasah. ABSTRAK Penerapan Kurikulum Merdeka di MTs Negeri 15 Boyolali bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Penelitian ini dilakukan karena masih minimnya kajian terkait penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah, termasuk kesiapan guru yang membutuhkan pelatihan spesifik serta kurangnya pemahaman mendalam tentang respon siswa dan orang tua yang cenderung masih berpola pikir tradisional, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tiga aspek utama, yaitu kesiapan guru, pembelajaran berdiferensiasi, dan penyusunan perangkat pembelajaran. Kesiapan Guru ditingkatkan melalui pelatihan dan workshop, yang berfokus pada pemahaman konsep Kurikulum Merdeka dan penerapan metode pembelajaran inovatif. Pembelajaran berdeferensiasi diterapkan dengan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dan minat, serta penggunaan metode yang bervariasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan menarik. Selain itu, perangkat pembelajaran disusun secara fleksibel, mencakup alur tujuan pembelajaran dan modul ajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi kelas dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahawa penerapan atau implementasi kurikulum ini kurang maksimal disebabkan beberapa faktor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi atas beberapa masalah yang ditemukan agar implementasi kurikulum ini bisa lebih maksimal di Madrasah.

Page 2 of 2 | Total Record : 20