cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 593 Documents
MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PESERTA DIDIK R Nur Alfiatunnisa; Imam Syafe’i; Sunarto Sunarto
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12932

Abstract

The low analytical reasoning skills of students, due to the dominance of conventional instructional patterns and the limited space for independent exploration, underlie this study. These operational issues trigger students' systematic failure to formulate logical solutions when facing contemporary academic challenges. The primary focus of this research is to evaluate the effectiveness of the problem-based learning (PBL) model as a curative strategy to boost critical thinking skills in the realm of mathematical reasoning. The research steps were carried out systematically using library research methods on reputable scientific publications from 2020 to 2026. Secondary data processing procedures were executed through document searches in reputable journals, theoretical text reduction, structured narrative presentation, and inductive conclusion drawing. Conceptual findings reveal that the PBL syntax, which emphasizes the presentation of authentic, real-world problem stimulations, has proven reliable in triggering optimal escalation of student mental engagement. This interactive knowledge assimilation process effectively transforms the classroom ecosystem from passive to more collaborative, communicative, and responsive. The main conclusion confirms that the implementation of the problem-based learning model successfully facilitates the development of a resilient, adaptive, and technologically literate independent learner identity. Educators are recommended to develop daily lesson plans that consistently integrate contextual cognitive conflict to stimulate students' intrinsic motivation. ABSTRAK Rendahnya ketajaman nalar analitis siswa akibat dominasi pola instruksional konvensional serta minimnya ruang eksplorasi mandiri melatarbelakangi kajian ini. Masalah operasional tersebut memicu kegagalan sistematis peserta didik dalam merumuskan penyelesaian logis saat menghadapi tantangan akademis kontemporer. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat efektivitas model problem-based learning (PBL) sebagai strategi kuratif untuk mendongkrak kemampuan berpikir kritis dalam ranah penalaran matematika. Langkah-langkah penelitian dijalankan secara sistematis menggunakan metode studi kepustakaan (library research) terhadap publikasi ilmiah tepercaya dalam rentang waktu 2020-2026. Prosedur pengerjaan data sekunder dieksekusi melalui penelusuran dokumen jurnal bereputasi, reduksi teks teoretis, penyajian naratif terstruktur, hingga penarikan kesimpulan induktif. Temuan konseptual menyingkap bahwa sintaks PBL yang menitikberatkan pengajuan stimulasi masalah autentik dunia nyata terbukti andal memicu eskalasi keterlibatan mental siswa secara optimal. Proses asimilasi pengetahuan yang interaktif ini efektif mentransformasikan ekosistem kelas dari pasif menjadi lebih kolaboratif, komunikatif, dan responsif. Simpulan utama menegaskan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis masalah sukses memfasilitasi pembentukan identitas pembelajar mandiri yang tangguh, adaptif, serta melek teknologi. Pendidik direkomendasikan menyusun rencana pelaksanaan pengajaran harian yang mengintegrasikan konflik kognitif kontekstual secara konsisten demi memicu motivasi intrinsik anak.  
MAHABBAH AND MODERATE EDUCATION: A THEMATIC HADITH STUDY IN COUNTERING RADICALISM M. Aris Akin; Muhammad Sabir Maidin; Arifuddin Ahmad
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12933

Abstract

The spread of contemporary religious radicalism, which has fueled the growth of exclusive attitudes, intolerant behavior, and actual acts of violence within Islamic educational institutions, forms the background for this scientific study. These operational issues demand a thorough reconstruction of the governance of a spiritual-values-based pedagogical paradigm to fortify the mentality of the younger generation. The main focus of this research is a comprehensive examination of the concept of mahabbah (community) in the collection of hadith texts and an analysis of its substantial relevance as a philosophical foundation for moderate Islamic education to counter radicalism. The research steps were carried out systematically using qualitative library research methods through a thematic hadith study approach. The secondary data collection procedure in the field involved authenticity verification (takhrij), chain of narrators' continuity critique, comparative textual analysis, and normative-contextual interpretation. The research findings, from the aspect of i'tibar criticism, prove the authenticity of the hadith narrated by Bukhari and Muslim as sahih, strengthened by the existence of mutabi'at (authentic) and shawahid (authentic narrators). Conceptually, the values ​​of compassion embody the commandments of universal love, ijtimaiyyah brotherhood, and the implementation of the preventive method of sadd al-dzari'ah to eradicate the seeds of sectarian prejudice. The main conclusion confirms that the internalization of a compassion-based curriculum has proven successful in transforming learning spaces into inclusive, humanistic, and tolerant ecosystems. This affective guidance pattern is highly recommended for curriculum practitioners as an essential curative strategy for producing a resilient wasathiyyah generation that will face ongoing global challenges.   ABSTRAK Merebaknya paham radikalisme keagamaan kontemporer yang memicu tumbuhnya sikap eksklusif, perilaku intoleran, dan aksi kekerasan nyata di dalam satuan pendidikan islam melatarbelakangi kajian ilmiah ini. Masalah operasional tersebut menuntut adanya rekonstruksi mendalam pada tata kelola paradigma pedagogis berbasis nilai spiritual guna membentengi mentalitas generasi muda. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji secara komprehensif konsep mahabbah dalam kumpulan teks hadis serta menganalisis relevansi substansialnya sebagai fondasi filosofis pendidikan islam moderat untuk menangkal gerakan radikalisme. Langkah-langkah penelitian dijalankan secara sistematis menggunakan metode studi kepustakaan (library research) kualitatif melalui pendekatan kajian hadis tematik. Prosedur pengerjaan data sekunder lapangan dieksekusi lewat tahapan verifikasi otentisitas (takhrij), kritik kontinuitas sanad, analisis tekstual komparatif, hingga penafsiran normatif-kontekstual. Temuan penelitian dari aspek kritik i'tibar membuktikan otentisitas hadis riwayat Bukhari dan Muslim berada pada status sahih yang diperkuat oleh eksistensi mutabi'at serta shawahid. Secara konseptual, nilai-nilai mahabbah mengejawantahkan perintah kasih sayang universal, ukhuwah ijtimaiyyah, serta implementasi metode preventif sadd al-dzari'ah untuk meruntuhkan bibit prasangka sektarian. Simpulan utama menegaskan bahwa internalisasi kurikulum berbasis cinta kasih terbukti sukses mentransformasikan ruang belajar menjadi ekosistem yang inklusif, humanis, dan toleran. Pola bimbingan afektif ini sangat direkomendasikan bagi praktisi kurikulum sebagai strategi kuratif esensial untuk melahirkan generasi wasathiyyah yang tangguh menghadapi tantangan global berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR DAN PENCAHAYAAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN SISWA SMK Sasri Kirani Nurul Izzah; Lamijan Hadi Susarno; Utari Dewi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13011

Abstract

ABSTRACT Practical instruction in camera operation and lighting techniques within the Basic Visual Communication Design course requires learning resources that clearly demonstrate procedural skills, allowing students to observe and revisit each stage of the process according to their individual learning needs. This condition prompted the development of a video tutorial as an alternative instructional medium for tenth-grade students of the Visual Communication Design program at SMKS PGRI 2 Sidoarjo. The development process adopted the Research and Development (R&D) approach using the Lee and Owens model, which consists of the assessment, design, development, implementation, and evaluation phases. The quality of the product was examined through expert validation, user trials, student response questionnaires, and an assessment of practical skill improvement using pretest and posttest scores. The findings indicate that the video tutorial achieved a very high level of feasibility based on evaluations from both experts and users, while also receiving positive responses from students during the learning process. Furthermore, the effectiveness analysis revealed a statistically significant improvement in students' ability to apply camera operation and lighting techniques after using the developed media, as demonstrated by the paired-sample t-test (Sig. < 0.05). These findings suggest that the video tutorial is not only a feasible instructional medium but also an effective visual learning resource that enhances conceptual understanding and strengthens practical skills through independent, systematic, and repeatable learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran teknik pengambilan gambar dan pencahayaan pada mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual menuntut tersedianya media yang mampu memperlihatkan prosedur kerja secara jelas sehingga peserta didik dapat mengamati sekaligus mengulang setiap tahapan praktik sesuai kebutuhan belajarnya. Kondisi tersebut mendorong pengembangan media video tutorial bagi siswa kelas X DKV di SMKS PGRI 2 Sidoarjo sebagai alternatif sumber belajar yang lebih adaptif terhadap karakteristik pembelajaran berbasis keterampilan. Pengembangan media dilakukan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Lee & Owens yang mencakup tahapan assessment, design, development, implementation, dan evaluation. Kualitas produk ditelaah melalui validasi ahli, uji coba pengguna, respons peserta didik, serta pengukuran perubahan kemampuan praktik menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa video tutorial memperoleh penilaian pada kategori sangat layak dari para validator maupun pengguna, disertai respons positif dari peserta didik selama proses pembelajaran. Pengujian efektivitas juga menunjukkan peningkatan kemampuan mengaplikasikan teknik pengambilan gambar dan pencahayaan yang signifikan setelah penggunaan media, sebagaimana dibuktikan melalui uji paired sample t-test dengan nilai signifikansi (Sig. < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa video tutorial tidak hanya memenuhi aspek kelayakan sebagai media pembelajaran, tetapi juga mampu mendukung pemahaman konsep serta memperkuat keterampilan praktik melalui proses belajar yang lebih mandiri, sistematis, dan dapat diulang sesuai kebutuhan peserta didik.
PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK ANALISIS KEPUASAN PESERTA PROGRAM PELATIHAN KARIER MAHASISWA MENGGUNAKAN ALTAIR AI STUDIO 2026 (RAPIDMINER) Wahyu Setiawan; Arief Wibowo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13079

Abstract

Career training programs for university students represent one form of soft skill development service and workforce-readiness preparation provided by universities and related institutions. Evaluating participant satisfaction with program implementation is an important component in assessing success and formulating strategies for continuous quality improvement. However, conventional satisfaction analysis is often unable to objectively reveal participant patterns and segmentation. This study aims to examine the application of the K-Means Clustering algorithm for analyzing and clustering the satisfaction levels of 70 participants in a career training program based on three evaluation dimensions: training materials, instructors, and event implementation. Data processing was carried out using Altair AI Studio 2026 (formerly known as RapidMiner Studio) with a 1–5 Likert rating scale and Min-Max normalization. Cluster quality was evaluated using the Davies Bouldin Index (DBI). The results show that the optimal number of clusters is K=3, with a DBI value of 0.079. The three groups formed consist of: a high-satisfaction cluster (68 participants; 97.1%), a moderate-satisfaction cluster (1 participant; 1.4%), and a low-satisfaction cluster (1 participant; 1.4%). This distribution indicates an overall very high level of satisfaction, while also identifying two participants with partial dissatisfaction patterns that require special attention. These segmentation results can serve as a basis for data-driven decision-making for organizers in improving the quality of future career training programs. ABSTRAK Program pelatihan karier bagi mahasiswa merupakan salah satu bentuk layanan pengembangan soft skill dan kesiapan memasuki dunia kerja yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi maupun lembaga terkait. Evaluasi kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program menjadi komponen penting dalam menilai keberhasilan dan merumuskan strategi peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Namun, analisis kepuasan secara konvensional sering kali tidak mampu mengungkap pola dan segmentasi peserta secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan algoritma K-Means Clustering untuk menganalisis dan mengelompokkan tingkat kepuasan 70 peserta program pelatihan karier berdasarkan tiga aspek evaluasi: evaluasi materi, evaluasi narasumber, dan evaluasi pelaksanaan acara. Pengolahan data dilakukan menggunakan Altair AI Studio 2026 (sebelumnya dikenal sebagai RapidMiner Studio) dengan skala penilaian Likert 1–5 dan normalisasi Min-Max. Evaluasi kualitas cluster menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil penelitian menunjukkan jumlah cluster optimal adalah K=3 dengan nilai DBI sebesar 0,079. Tiga kelompok yang terbentuk terdiri atas: cluster kepuasan tinggi (68 peserta; 97,1%), cluster kepuasan sedang (1 peserta; 1,4%), dan cluster kepuasan rendah (1 peserta; 1,4%). Distribusi ini mengindikasikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi secara keseluruhan, sekaligus mengidentifikasi dua peserta dengan pola ketidakpuasan yang bersifat parsial dan memerlukan perhatian khusus. Hasil segmentasi ini dapat menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data bagi penyelenggara dalam meningkatkan kualitas program pelatihan karier selanjutnya.
MANAJEMEN PELAKSANAAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN STUDI KASUS DI SD NEGERI KOTA MATARAM Alfiona Sukma Anggaraini; M. Ary Irawan; Muhamad Suhardi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13164

Abstract

ABSTRACT Low literacy and numeracy achievement, along with disparities in learning quality across elementary schools, highlight the need for effective management of the Kampus Mengajar Program to improve educational quality. This study aimed to analyze the management of the Kampus Mengajar Program implementation in public elementary schools in Mataram City, focusing on planning, implementation, and supervision. A qualitative approach with a case study design was employed. The participants consisted of principals, mentor teachers, Kampus Mengajar students, and school administrative staff selected through purposive sampling. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman with source and technique triangulation to ensure data credibility. The findings indicate that planning was conducted through school observations, coordination, and needs assessment, enabling programs to align with school conditions. Implementation strengthened literacy, numeracy, technology adaptation, school administration, and the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), while improving students' learning motivation. Continuous supervision through monitoring, evaluation, and periodic reporting ensured program effectiveness. Despite limitations in facilities and coordination, the Kampus Mengajar Program made a significant contribution to improving the quality of learning in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya capaian literasi dan numerasi serta kesenjangan kualitas pembelajaran di sekolah dasar menunjukkan perlunya pengelolaan Program Kampus Mengajar yang efektif agar mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pelaksanaan Program Kampus Mengajar di SD Negeri Kota Mataram yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru pamong, mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar, dan tenaga administrasi sekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan melalui observasi, koordinasi, dan analisis kebutuhan sekolah sehingga program sesuai dengan kondisi lapangan. Pelaksanaan program berkontribusi terhadap penguatan literasi, numerasi, adaptasi teknologi, administrasi sekolah, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengawasan melalui monitoring, evaluasi, dan pelaporan berkala mendukung ketercapaian tujuan program. Meskipun terdapat kendala fasilitas dan koordinasi, Program Kampus Mengajar terbukti memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PERBANDINGAN Benisius Kardo; Maria Gracia Manoe Gawa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.7985

Abstract

This study aims to analyze students' errors in solving mathematics problems on the topic of ratios in grade VII at SMP NCIPS Kupang. The research method used is qualitative descriptive, with three students selected based on their ability levels: high, medium, and low. The research instruments included a diagnostic test with two essay questions and interviews to explore the causes of students' errors. Data analysis was conducted using the Newman Error Analysis stages, which include reading, understanding, transformation, process skills, and writing the final answer. The results show that high-ability students only made errors in the final answer writing stage, while medium-ability students often made errors in understanding the question, transformation, and calculation stages. Low-ability students encountered difficulties in almost all stages, particularly in understanding the question and transforming the problem into the correct mathematical form. The most dominant errors were found in understanding the question and transforming the problem. Factors causing these errors include a lack of understanding of the concept of ratios, misconceptions between direct and inverse ratios, and rushing through the problem-solving process. These findings are expected to provide valuable insights for teachers in designing more effective learning strategies to improve students' problem-solving skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi perbandingan pada kelas VII SMP NCIPS Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek tiga siswa yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan: tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik yang berisi dua soal uraian dan wawancara untuk menggali penyebab kesalahan. Analisis data dilakukan menggunakan tahapan Analisis Kesalahan Newman, yang meliputi tahap membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi hanya mengalami kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir, sementara siswa dengan kemampuan sedang sering melakukan kesalahan pada tahap pemahaman soal, transformasi, dan perhitungan. Siswa berkemampuan rendah mengalami kesulitan di hampir seluruh tahap, terutama dalam memahami soal dan mengubah informasi ke bentuk matematika yang tepat. Kesalahan yang paling dominan ditemukan pada pemahaman soal dan transformasi masalah. Faktor penyebab kesalahan antara lain kurangnya pemahaman konsep perbandingan, miskonsepsi antara perbandingan senilai dan berbalik nilai, serta terburu-buru dalam menyelesaikan soal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU INDISIPLINER SISWA KELAS X DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Aurel Belva Idfi Azisa; Diyah Nurul Utami; Mumtaz Khanif Maulana; Intan Ika Sari; Agung Guritno
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8279

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the indisciplinary of 10th grade students at Suruh 1 Public High School in mathematics learning. Disciplinary problems such as lack of focus, joking around, tardiness, not doing assignments, and playing with gadgets indicate an interaction between internal and external factors that shape student behavior during the learning process. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews and classroom observations. The research informants involved four students, a mathematics teacher, and a guidance counselor as the main informants. The results show that internal factors such as low motivation, interest in learning, self-regulation, and anxiety about mathematics contribute significantly to the emergence of indisciplinary. External factors, including peer influence, classroom management, teaching style, and lack of parental supervision, also reinforce this behavior. The findings also show that the combination of students' psychological conditions and the quality of the learning environment is the main trigger for disruptive behavior in learning. This study concludes that improving discipline requires attractive learning strategies, firm and consistent classroom management, and continuous collaboration between teachers, parents, and schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku indisipliner siswa kelas X SMA Negeri 1 Suruh dalam pembelajaran matematika. Fenomena indisipliner seperti kurang fokus, bercanda, keterlambatan, tidak mengerjakan tugas, dan bermain gawai menunjukkan adanya interaksi antara faktor internal dan eksternal yang membentuk perilaku siswa selama proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi kelas. Informan penelitian melibatkan empat siswa, seorang guru matematika, dan seorang guru BK sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti rendahnya motivasi, minat belajar, regulasi diri, dan kecemasan terhadap matematika berkontribusi besar terhadap munculnya perilaku indisipliner. Faktor eksternal yang mencakup pengaruh teman sebaya, manajemen kelas, gaya mengajar guru, serta kurangnya pengawasan orang tua turut memperkuat terjadinya perilaku tersebut. Temuan juga menunjukkan bahwa kombinasi antara kondisi psikologis siswa dan kualitas lingkungan belajar menjadi pemicu utama munculnya perilaku mengganggu dalam pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kedisiplinan membutuhkan strategi pembelajaran yang menarik, manajemen kelas yang tegas dan konsisten, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah secara berkelanjutan.
FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM DALAM KAJIAN ONTOLOGI DAN METAFISIKA Tiara Pelangi Arafah; Abdul Khobir
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8287

Abstract

Islamic education plays a strategic role in character formation, but the dominance of the modern education system, which tends to be materialistic, often neglects the spiritual dimension of students. This study aims to reconstruct the philosophical foundation of Islamic education through an in-depth study of ontology and metaphysics, and analyze its implications for curriculum development and learning methodology in the contemporary era. By applying a library research method based on a qualitative-descriptive approach, this research critically examines authoritative literature from classical thinkers such as Al-Farabi, Ibn Sina, and Al-Ghazali to the views of contemporary scholars. The research findings reveal that ontologically, Islamic education views humans as multidimensional beings with rational and spiritual potential to achieve the status of insan kamil. Meanwhile, the metaphysical perspective emphasizes that the reality of education is not limited to empirical aspects, but is integrated with transcendental values ??where revelation and intuition become valid sources of knowledge alongside reason. It is concluded that the integration of ontology and metaphysics is an absolute foundation for building a holistic educational paradigm, which is able to balance intellectual intelligence with spiritual maturity in order to produce a generation that is adaptive but still based on divine values. ABSTRAK Pendidikan Islam memegang peran strategis dalam pembentukan karakter, namun dominasi sistem pendidikan modern yang cenderung materialistik sering kali mengabaikan dimensi spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi landasan filosofis pendidikan Islam melalui kajian mendalam mengenai ontologi dan metafisika, serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum dan metodologi pembelajaran di era kontemporer. Dengan menerapkan metode studi kepustakaan (library research) berbasis pendekatan kualitatif-deskriptif, riset ini menelaah secara kritis literatur otoritatif dari pemikir klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali hingga pandangan sarjana kontemporer. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa secara ontologis, pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk multidimensi yang memiliki potensi rasional dan spiritual untuk mencapai derajat insan kamil. Sementara itu, perspektif metafisika menegaskan bahwa realitas pendidikan tidak terbatas pada aspek empiris, melainkan terintegrasi dengan nilai-nilai transendental di mana wahyu dan intuisi menjadi sumber pengetahuan yang valid bersanding dengan akal. Disimpulkan bahwa integrasi ontologi dan metafisika merupakan fondasi mutlak untuk membangun paradigma pendidikan yang holistik, yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual guna mencetak generasi yang adaptif namun tetap berlandaskan nilai ketuhanan.    
KONSEP LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PRESPEKTIF AL QUR’AN Fenia Marliana; Ghifar Ramadhan; Opik Taupik Kurahman; Sabrina Izzatul Jannah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8399

Abstract

Education plays a vital role in shaping human personality, but discourse on the educational environment is often trapped in merely sociological-institutional aspects without delving into the theological normative foundations derived from the Qur'an. This research focuses on examining and reconstructing the concept of the Islamic educational environment from the perspective of the Qur'an in order to find a comprehensive philosophical foundation. The method applied is qualitative through library research with a thematic interpretation approach (maudhu'i) of verses relevant to the educational ecosystem, which are then analyzed descriptively-analystically. The research findings show that the Qur'an places the environment as a determinant factor in character formation, which is integrated into three main domains: the family as the foundation for instilling monotheism and compassion, schools as a means of intellectual and moral development, and society as a vehicle for actualizing socio-religious values. These three environments must synergize within the framework of monotheism and exemplary behavior (uswah hasanah) as exemplified by the Prophet Muhammad. It is concluded that the success of Islamic education is highly dependent on the creation of a conducive environment based on divine values, so that it can produce perfect human beings who have spiritual, moral and intellectual balance. ABSTRAK Pendidikan memegang peranan vital dalam pembentukan kepribadian manusia, namun diskursus mengenai lingkungan pendidikan sering kali terjebak pada aspek sosiologis-institusional semata tanpa menggali landasan normatif teologis yang bersumber dari Al-Qur’an. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji dan merekonstruksi konsep lingkungan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur’an guna menemukan landasan filosofis yang komprehensif. Metode yang diterapkan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat yang relevan dengan ekosistem pendidikan, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan lingkungan sebagai faktor determinan dalam pembentukan karakter, yang terintegrasi dalam tiga ranah utama: keluarga sebagai fondasi penanaman tauhid dan kasih sayang, sekolah sebagai sarana pengembangan intelektual dan akhlak, serta masyarakat sebagai wahana aktualisasi nilai sosial-religius. Ketiga lingkungan ini harus bersinergi dalam kerangka ketauhidan dan keteladanan (uswah hasanah) sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Disimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan Islam sangat bergantung pada terciptanya lingkungan kondusif yang berlandaskan nilai-nilai Ilahiah, sehingga mampu mencetak insan kamil yang memiliki keseimbangan spiritual, moral, dan intelektual.  
ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-QUR’ANUL MAJID AN-NUR DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Mohamad Khoerul Anam; Enjang Burhanudin Yusuf Sya’roni
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8403

Abstract

ABSTRACT The rapid development of social media has transformed patterns of religious and social communication within Muslim society. On the one hand, digital media facilitates the dissemination of information and da’wah; on the other hand, it generates serious ethical challenges such as hoaxes, hate speech, slander, and violations of personal dignity that threaten social harmony. This condition necessitates the formulation of a solid digital ethics framework rooted in Qur’anic values. This study aims to analyze the concept of social media ethics in Tafsir al-Qur’anul Majid an-N?r by Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy and to examine its relevance for strengthening Islamic digital literacy within Islamic Religious Education. The study employs a qualitative approach using library research. The research stages include the selection of Qur’anic verses related to communication ethics, data collection from tafsir texts and scholarly literature, content analysis, and contextual interpretation of the findings in relation to contemporary digital ethical issues. The results indicate that Hasbi ash-Shiddieqy formulates three core principles of Qur’anic ethics: responsibility for every utterance (mas’?liyyah al-qawl), the obligation to verify information (tabayyun), and the preservation of human dignity (?if? al-‘ir?). These principles are highly relevant in addressing digital ethical problems such as misinformation, disinformation, and verbal violence on social media platforms. This study concludes that Tafsir an-N?r can serve as an applicable normative-pedagogical framework to strengthen Islamic digital literacy and to foster the development of students’ digital character that is ethical, critical, and responsible through Islamic Religious Education. ABSTRAK Perkembangan pesat media sosial telah mengubah pola komunikasi keagamaan dan sosial masyarakat Muslim. Di satu sisi, media digital memfasilitasi penyebaran informasi dan dakwah, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai persoalan etika, seperti hoaks, ujaran kebencian, fitnah, dan pelanggaran kehormatan yang mengancam tatanan sosial. Kondisi ini menuntut perumusan kerangka etika digital yang kokoh dan berakar pada nilai-nilai Qur’ani. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep etika bermedia sosial dalam Tafsir al-Qur’anul Majid an-N?r karya Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy serta menjelaskan relevansinya bagi penguatan literasi digital Islami dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Tahapan penelitian meliputi pemilihan ayat-ayat etika komunikasi, pengumpulan data dari teks tafsir dan literatur ilmiah, analisis isi (content analysis), serta penafsiran temuan secara kontekstual dengan problem etika digital kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasbi ash-Shiddieqy merumuskan tiga prinsip utama etika Qur’ani, yaitu tanggung jawab atas setiap ucapan (mas’?liyyah al-qawl), kewajiban memverifikasi informasi (tabayyun), dan penjagaan kehormatan manusia (?if? al-‘ir?). Ketiga prinsip tersebut memiliki relevansi kuat dalam merespons persoalan etika digital, seperti misinformasi, disinformasi, dan kekerasan verbal di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir an-N?r dapat dijadikan kerangka normatif-pedagogis yang aplikatif untuk memperkuat literasi digital Islami dan membentuk karakter digital peserta didik yang berakhlak, kritis, dan bertanggung jawab melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam.