cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
TANGGUNG JAWAB WALI BAPTIS DALAM PENDAMPINGAN IMAN ANAK DI PAROKI TIGALINGGA Josep Sianturi; Petrus Simarmata; Timmi Malau
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11743

Abstract

This study aims to analyze the understanding and implementation of the responsibilities of godparents in accompanying the faith development of children at the Parish of Saint Mary of Mount Carmel Tigalingga. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving godparents, godchildren, parents, and the parish priest as informants. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, using triangulation techniques to ensure data validity. The results of the study indicate that the implementation of godparents’ responsibilities in accompanying children’s faith development has not been optimal. In general, godparents do not provide personal guidance in the form of teaching prayers, catechesis, or nurturing the spiritual life of the child. Although godparents are actively involved in church life and demonstrate Christian values through their example, this is not accompanied by a personal relationship with the godchildren, resulting in an insignificant impact on the children’s faith development. Furthermore, the absence of structured formation programs from the parish contributes to the weak implementation of this role. In practice, children’s faith development is more influenced by the family and the church community. This study concludes that there is a gap between the Church’s teaching regarding the responsibilities of godparents and its implementation in practice. Therefore, continuous formation for godparents and the strengthening of personal relationships with godchildren are necessary to ensure effective faith accompaniment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan pelaksanaan tanggung jawab wali baptis dalam pendampingan iman anak di Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Tigalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan wali baptis, anak baptis, orang tua, serta pastor paroki sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab wali baptis dalam pendampingan iman anak belum berjalan secara optimal. Wali baptis umumnya tidak melakukan pendampingan secara personal dalam bentuk pengajaran doa, katekese, maupun pembinaan kehidupan iman anak. Meskipun wali baptis aktif dalam kehidupan menggereja dan memberikan keteladanan hidup Kristiani, hal tersebut tidak diiringi dengan relasi personal dengan anak baptis sehingga tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan iman anak. Selain itu, tidak adanya program pembinaan yang terstruktur dari pihak paroki turut memengaruhi lemahnya pelaksanaan peran tersebut. Dalam praktiknya, perkembangan iman anak lebih banyak dipengaruhi oleh keluarga dan komunitas gereja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara ajaran Gereja mengenai tanggung jawab wali baptis dan pelaksanaannya di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan yang berkelanjutan bagi wali baptis serta penguatan relasi personal dengan anak baptis agar pendampingan iman dapat terlaksana secara efektif.    
STRATEGI DAN PENDEKATAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK ADHD DI SLB SAMUDRA TERRA ATHENA Izzatul Maulidha Rama Dhani; Silvi Milata Saliana; Nanda Octavia Ramadhani; Nurul Hayati; Nova Estu Harsiwi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11787

Abstract

ABSTRACT Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) often experience difficulties in maintaining attention, are easily distracted, and display hyperactive behavior, requiring appropriate learning strategies to enhance their learning motivation. This study aims to describe teachers’ strategies and approaches in improving the learning motivation of children with ADHD at SLB Samudra Terra Athena. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with teachers who work directly with students with ADHD and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers implemented engaging and interactive learning strategies through the use of visual media, educational games, instructional videos, and hands-on activities tailored to students’ needs. The learning approach was conducted individually through an Individualized Education Program (IEP). The main challenges faced by teachers included students’ difficulty in maintaining focus, hyperactive behavior, and rapid emotional changes. To address these challenges, teachers provided individual assistance, delivered simple and clear instructions, and collaborated closely with parents. The study found that student-centered strategies and approaches effectively enhanced learning motivation, as indicated by improvements in attention, participation, compliance with instructions, and task completion. Therefore, individualized and adaptive learning plays a crucial role in improving the learning motivation of children with ADHD. ABSTRAK Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki kesulitan memusatkan perhatian, mudah terdistraksi, dan menunjukkan perilaku hiperaktif sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi dan pendekatan guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak ADHD di SLB Samudra Terra Athena. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru yang menangani siswa ADHD dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang menarik dan interaktif melalui media visual, permainan edukatif, video pembelajaran, serta praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara individual melalui Program Pembelajaran Individual (PPI). Hambatan yang dihadapi meliputi kesulitan fokus, perilaku hiperaktif, dan perubahan emosi siswa. Untuk mengatasinya, guru memberikan pendampingan individual, instruksi yang sederhana dan jelas, serta bekerja sama dengan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi dan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan individu siswa mampu meningkatkan motivasi belajar yang ditandai dengan meningkatnya fokus, partisipasi, kepatuhan terhadap instruksi, dan penyelesaian tugas. Dengan demikian, pembelajaran individual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak ADHD.
PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN BALOK DAN RODA PINTAR UNTUK MENGENALKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA DINI DI TK DHARMA WANITA 02 TAMANSARI Miftahul Janah; Indah Kharismawati; Mahendra Aswit Sandra Barata
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11820

Abstract

Letter recognition is a fundamental competency in early childhood literacy development; however, monotonous instructional approaches frequently trigger disengagement and impede children's comprehension of letter forms and sounds. This study aims to describe the implementation of letter block and smart wheel media in letter recognition learning among Group B children at TK Dharma Wanita 02 Tamansari. A descriptive qualitative method was employed, involving 15 children aged 5–6 years and one classroom teacher as a supporting informant. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, subsequently analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, and validated through technique triangulation, source triangulation, and member checking. Findings reveal that letter blocks effectively assisted children in recognizing letter forms through visual and motor stimulation, while the smart wheel supported phonemic awareness through auditory and verbal activities. A total of 12 out of 15 children demonstrated high enthusiasm, and 11 out of 15 were actively engaged throughout the learning sessions, accompanied by improvements in naming letters, distinguishing letter symbols, and associating letters with simple vocabulary. The combination of both media also contributed to the development of language skills, motor coordination, social competencies, and children's self-confidence. Nevertheless, the limited number of subjects and research duration warrant consideration for future studies, which are recommended to involve larger samples and extended intervention periods. ABSTRAK Pengenalan huruf merupakan kompetensi fundamental dalam perkembangan literasi anak usia dini, namun pendekatan pembelajaran yang monoton kerap memicu kejenuhan serta hambatan dalam memahami bentuk dan bunyi huruf. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi media balok huruf dan roda pintar dalam pembelajaran pengenalan huruf pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita 02 Tamansari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan 15 anak berusia 5–6 tahun dan satu guru kelas sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan member checking. Temuan menunjukkan bahwa balok huruf efektif membantu anak mengenali bentuk huruf melalui stimulasi visual dan motorik, sementara roda pintar mendukung penguasaan bunyi huruf melalui aktivitas auditif dan verbal. Sebanyak 12 dari 15 anak memperlihatkan antusiasme tinggi, dan 11 dari 15 anak terlibat aktif selama pembelajaran, disertai peningkatan kemampuan menyebutkan nama huruf, membedakan simbol, serta mengaitkan huruf dengan kosakata sederhana. Kombinasi kedua media turut berkontribusi terhadap perkembangan bahasa, koordinasi motorik, keterampilan sosial, dan kepercayaan diri anak. Meskipun demikian, keterbatasan jumlah subjek dan durasi penelitian menjadi pertimbangan bagi studi lanjutan yang disarankan melibatkan sampel lebih besar dan periode intervensi lebih panjang.
ANALISIS STRATEGI GURU KELAS DALAM MENGHADAPI SISWA SLOW LEARNER DI KELAS V SDN KELEYAN 2 Hardiana Hardiana; Alvina Hidayati; Mid’hat Hidayat; Echa Rany Rafika Sari; Novatul Hasanah; Nova Estu Harsiwi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11835

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the presence of slow learner students in elementary schools who experience difficulties in achieving learning competencies, particularly in literacy and numeracy skills. This condition requires the implementation of learning strategies that are tailored to students’ characteristics and needs to optimize the learning process. The purpose of this study was to describe the learning strategies employed by classroom teachers in teaching slow learner students in Grade V at SDN Keleyan 2. This research adopted a qualitative approach with a descriptive design. The participants consisted of one Grade V teacher and two slow learner students who had been identified as experiencing difficulties in reading, comprehending learning materials, and performing arithmetic calculations. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the teacher implemented several learning strategies, including repeated explanations using simple language, peer tutoring, the use of engaging and interactive learning media, and intensive individualized guidance. These strategies helped slow learner students improve their understanding of learning materials, participation in classroom activities, and overall engagement in the learning process. The study concludes that adapting learning strategies to the characteristics of slow learner students contributes positively to their learning participation and academic development in elementary school settings. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan siswa slow learner di sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi pembelajaran, terutama pada aspek literasi dan numerasi. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa agar proses belajar dapat berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan guru kelas dalam menangani siswa slow learner di kelas V SDN Keleyan 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas satu guru kelas V dan dua siswa slow learner yang telah diidentifikasi mengalami hambatan belajar pada kemampuan membaca, memahami materi, dan berhitung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru meliputi pemberian penjelasan secara berulang dengan bahasa sederhana, penggunaan tutor sebaya, pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, serta pemberian bimbingan individual secara intensif. Strategi tersebut membantu siswa slow learner meningkatkan pemahaman materi, kemampuan mengikuti kegiatan pembelajaran, dan partisipasi dalam proses belajar di kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik siswa slow learner berkontribusi positif terhadap keterlibatan dan perkembangan kemampuan belajar mereka di sekolah dasar.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE DENGAN METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI AKL DI SMKS PAB 2 HELVETIA Rini Natalina Sitanggang; Choms Gary Ganda Tua Sibarani; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra; Haryani Pratiwi Sitompul
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11857

Abstract

The problem underlying this study was the low learning achievement of students in the Financial Accounting and Institutions subject in Class XI AKL at SMKS PAB 2 Helvetia. This research aimed to determine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method. The study was conducted at SMKS PAB 2 Helvetia during the 2025/2026 academic year, involving all 17 students of Class XI AKL as the research subjects. The method employed was Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, interviews, learning achievement tests, and documentation, while data analysis was conducted quantitatively based on the percentage of students' learning mastery. The results indicated a continuous improvement in students' learning outcomes across each cycle. In the preliminary stage (pre-test), 7 students (41.2%) achieved learning mastery, with an average score of 66.5. After the implementation of the action in Cycle I, the number of students achieving mastery increased to 11 students (64.7%), with an average score of 76.5. In Cycle II, learning mastery further improved to 16 students (94.1%), with an average score of 84.7. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Learning Cycle model combined with the Peer Teaching method was effective in improving the learning outcomes of Class XI AKL students at SMKS PAB 2 Helvetia. ABSTRAK Permasalahan yang mendasari dilaksanakannya penelitian ini berkaitan dengan rendahnya capaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Keuangan dan Lembaga di kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle yang dipadukan dengan metode Peer Teaching. Penelitian dilaksanakan di SMKS PAB 2 Helvetia pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI AKL yang berjumlah 17 orang sebagai subjek penelitian. Adapun metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, tes hasil belajar, serta dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap pelaksanaan siklus. Pada tahap awal (pre-test), tercatat 7 siswa atau 41,2% yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata nilai 66,5. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, jumlah siswa yang dinyatakan tuntas meningkat menjadi 11 orang atau 64,7% dengan rata-rata nilai 76,5. Pada siklus II, ketuntasan belajar kembali meningkat menjadi 16 siswa atau 94,1% dengan rata-rata nilai 84,7. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Learning Cycle yang dikombinasikan dengan metode Peer Teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI AKL SMKS PAB 2 Helvetia.
EFEKTIFITAS MANAJEMEN KURIKULUM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN: SYSTEMIC LITERATURE REVIEW Jundu Muhammad Mufakkirul Islami; Lajiman Hadi Susarno; Bachtiar Sjaiful Bachri; Dyan Putri Aprilia; Muazar Habibi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11864

Abstract

ABSTRACT Curriculum management is a strategic factor in improving the quality of learning because it serves as a guideline for planning, implementing, and evaluating educational processes. However, the dynamics of educational development and the demands of twenty-first-century competencies require effective and adaptive curriculum management. This study aims to analyze the effectiveness of curriculum management in enhancing learning quality through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research method involved identifying, selecting, analyzing, and synthesizing relevant scientific publications concerning curriculum management and learning quality. The reviewed literature was obtained from scholarly sources that met the inclusion criteria and aligned with the focus of the study. The findings indicate that the effectiveness of curriculum management is determined by the integration of curriculum planning, organization, implementation, and evaluation involving school principals, teachers, and other educational stakeholders. Furthermore, the implementation of needs-based curricula, continuous evaluation, and effective human resource management significantly contribute to improving learning quality. The review also reveals that curriculum flexibility in accommodating local needs and global developments is an essential factor in creating relevant and high-quality learning processes. Therefore, strategic, collaborative, and sustainable curriculum management plays a crucial role in improving educational quality and producing competent graduates who are capable of adapting to contemporary challenges. ABSTRAK Manajemen kurikulum merupakan salah satu faktor strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran karena berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pendidikan. Namun, dinamika perkembangan pendidikan serta tuntutan kompetensi abad ke-21 menuntut adanya pengelolaan kurikulum yang efektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi, menyeleksi, menganalisis, dan mensintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai manajemen kurikulum dan kualitas pembelajaran. Literatur yang digunakan berasal dari sumber-sumber ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan relevan dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen kurikulum ditentukan oleh keterpaduan antara perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Selain itu, penerapan kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik, evaluasi berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya manusia yang optimal terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa fleksibilitas kurikulum dalam mengakomodasi kebutuhan lokal dan perkembangan global menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang relevan dan berkualitas. Dengan demikian, manajemen kurikulum yang strategis, kolaboratif, dan berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman.
MANAJEMEN MUTU DALAM PENGELOLAAN SDM PENDIDIKAN DAN MODEL PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN ONLINE Asnawi Asnawi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11894

Abstract

ABSTRACT Quality management in educational human resource (HR) management is an important factor in improving educational quality, particularly in the digital era that requires adaptation to online learning. In the context of Islamic education, HR management focuses not only on administrative aspects but also on spiritual and moral development by positioning teachers as murabbi who play a role in shaping students’ character. This study aims to examine the role of quality management in Islamic educational HR management and to develop a quality-based online learning model to address the challenges of modern education. The study employs a library research method through the analysis of various literature sources, scientific articles, and relevant references related to quality management, Islamic educational HR management, and online learning. The research stages include literature collection, analysis of HR management concepts from an Islamic perspective, examination of quality management principles, design of a quality-based online learning model, and synthesis and interpretation of findings. The results indicate that the implementation of quality management principles in Islamic educational HR management can enhance teachers’ professionalism, competence, and performance quality. In addition, the quality-based online learning model, which includes planning, implementation, evaluation, and continuous improvement, is able to ensure the quality of the learning process through valid content, meaningful interaction, and objective assessment. By integrating the Total Quality Management (TQM) approach with Islamic educational values, online learning can serve as an adaptive, inclusive, and sustainable educational medium. The study concludes that quality management in HR management and online learning plays a strategic role in improving educational quality in a holistic manner. ABSTRAK Manajemen mutu dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada era digital yang menuntut adaptasi terhadap pembelajaran daring. Dalam konteks pendidikan Islam, pengelolaan SDM tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada pembinaan spiritual dan moral dengan menempatkan guru sebagai murabbi yang berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran manajemen mutu dalam pengelolaan SDM pendidikan Islam serta mengembangkan model pembelajaran online berbasis mutu untuk menjawab tantangan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur, artikel ilmiah, dan sumber relevan terkait manajemen mutu, pengelolaan SDM pendidikan Islam, serta pembelajaran daring. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan literatur, analisis konsep manajemen SDM dalam perspektif Islam, kajian prinsip manajemen mutu, perancangan model pembelajaran online berbasis mutu, serta sintesis dan interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip manajemen mutu dalam pengelolaan SDM pendidikan Islam dapat meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kualitas kinerja pendidik. Selain itu, model pembelajaran online berbasis mutu yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan mampu menjamin kualitas proses pembelajaran melalui konten yang valid, interaksi bermakna, dan penilaian yang objektif. Dengan mengintegrasikan pendekatan Total Quality Management (TQM) dan nilai-nilai pendidikan Islam, pembelajaran daring dapat menjadi sarana yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen mutu dalam pengelolaan SDM dan pembelajaran online berperan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan secara holistik.
PENGARUH METODE GASING BERBASIS PERMAINAN ORAY-ORAYAN TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SISWA KELAS III SD Ineu Agustin; Ika Fitri Apriani
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12137

Abstract

A primary challenge in elementary mathematics education remains the deficient mastery of basic addition and subtraction concepts among young learners. This study was designed to investigate the efficacy of the GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) method combined with the traditional Oray-orayan game in enhancing students' conceptual understanding. Utilizing a quantitative approach, the research adopted a quasi-experimental design with a nonequivalent control group configuration. A cohort of 54 third-grade elementary students participated, partitioned into an experimental class (28 students) and a control class (26 students). Evaluation data were gathered via validated and reliable pretest and posttest instruments comprising 8 essay items, followed by analysis using descriptive statistics, independent sample t-tests, and N-Gain metrics. The empirical findings demonstrated that the experimental group's mean score rose substantially from 43.43 to 83.25, outperforming the control group, which only advanced from 41.38 to 69.69. Additionally, the experimental cohort achieved an N-Gain score of 71.36% (high classification), whereas the control cohort recorded 48.14% (moderate classification). The independent sample t-test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05). Consequently, it can be inferred that the GASING framework coupled with the Oray-orayan game exerts a highly favorable and significant influence on fostering elementary school students' conceptual comprehension of addition and subtraction operations. ABSTRAK Tantangan utama dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar hingga saat ini adalah lemahnya penguasaan siswa terhadap konsep dasar penjumlahan serta pengurangan. Penelitian ini dirancang untuk menguji efektivitas implementasi metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang diintegrasikan dengan permainan tradisional Oray-orayan dalam mendongkrak pemahaman konseptual tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif, riset ini menerapkan metode eksperimen semu (quasi-experiment) lewat rancangan nonequivalent control group design. Sebanyak 54 peserta didik kelas III sekolah dasar dilibatkan sebagai subjek, yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen (28 siswa) dan kelompok kontrol (26 siswa). Instrumen pengumpulan data berupa instrumen tes (pretest dan posttest) yang terdiri atas 8 butir soal uraian berkategori valid dan reliabel. Teknik analisis data yang diaplikasikan meliputi statistik deskriptif, uji independent sample t-test, serta perhitungan skor N-Gain. Temuan empiris mengonfirmasi adanya lonjakan rerata nilai pada kelompok eksperimen dari 43,43 menjadi 83,25, melebihi capaian kelompok kontrol yang hanya bergerak dari 41,38 ke 69,69. Lebih lanjut, perolehan N-Gain kelompok eksperimen menyentuh angka 71,36% (kategori tinggi), berbanding terbalik dengan kelompok kontrol yang hanya mencapai 48,14% (kategori sedang). Hasil uji t-test sampel independen menghasilkan angka signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode GASING berbasis permainan Oray-orayan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan siswa di sekolah dasar.
ANALISIS VARIASI BAHASA GURU MUDA DI TIKTOK EDUKASI BAHASA INDONESIA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Meriska Vincensia Purba; Beslina Afriani Siagian; Monalisa Frince S
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12188

Abstract

This study aims to describe the language variations used by young teachers in Indonesian language educational content on TikTok, analyze the social and pedagogical factors that influence them, and examine their implications for learning in the digital age. This study employed a descriptive qualitative method. The data consisted of teacher utterances in 14 videos from three TikTok accounts: @syhraal, @faiqotulhima, and @guru_yr, totaling 36 utterances. Data were collected through documentation, free listening and conversation (SBLC), and note-taking techniques. The results indicate that teachers use language variations in the form of non-standard language, casual greetings, interjections, expressive particles, and pedagogical language, reflecting a blend of formal and informal styles in digital learning communication. This language variation is influenced by social factors (age, social relationships, and interaction context) as well as pedagogical factors related to the function of language in learning. The use of communicative and interactive language has been shown to increase audience engagement and understanding. This research contributes to the study of digital sociolinguistics by enhancing understanding of the use of language variations in social media-based learning, particularly the communication practices of young teachers on TikTok. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa yang digunakan oleh guru muda dalam konten edukasi bahasa Indonesia di TikTok, menganalisis faktor sosial dan pedagogis yang memengaruhinya, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berupa tuturan guru dalam 14 video dari tiga akun TikTok, yaitu @syhraal, @faiqotulhima, dan @guru_yr, dengan total 36 tuturan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan variasi bahasa berupa bahasa nonbaku, sapaan santai, interjeksi, partikel ekspresif, dan bahasa pedagogis yang mencerminkan perpaduan ragam formal dan informal dalam komunikasi pembelajaran digital. Variasi bahasa tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial (usia, relasi sosial, dan konteks interaksi) serta faktor pedagogis yang berkaitan dengan fungsi bahasa dalam pembelajaran. Penggunaan bahasa yang komunikatif dan interaktif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman audiens. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiolinguistik digital dengan memperkaya pemahaman tentang penggunaan variasi bahasa dalam pembelajaran berbasis media sosial, khususnya pada praktik komunikasi guru muda di TikTok.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF MENGELUH PADA KLARIFIKASI IMAM MUSLIMIN Luluk Mukarromah; Ana Yuliati
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12240

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the increasing use of digital media as a space for public clarification, which functions not only as a medium for delivering information but also as a means of emotional expression and self-image construction. In this context, expressive speech acts are important to examine because they reflect both the speaker’s psychological state and communication strategies. This study aims to describe the forms and functions of expressive speech acts found in Imam Muslimin’s clarification on the Curhat Bang Denny Sumargo YouTube channel. This research employs a qualitative approach with a case study design. The data consist of spoken utterances in the clarification video, which were recorded and transcribed into text. The data analysis process was carried out through data reduction, categorization based on types of expressive speech acts, and interpretation of meaning according to contextual usage. The findings show that the most dominant forms of expressive speech acts are complaints and expressions of feelings. These forms not only represent the speaker’s emotional condition but also function as communication strategies to build audience empathy, strengthen self-image, and influence public opinion in digital space. Thus, it can be concluded that expressive speech acts in public clarification have a dual function, namely psychological and social functions that play a strategic role in constructing communicative meaning in digital media. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media digital sebagai ruang klarifikasi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana ekspresi emosi dan pembentukan citra diri. Dalam konteks tersebut, tindak tutur ekspresif menjadi aspek penting untuk dikaji karena mampu merepresentasikan keadaan psikologis sekaligus strategi komunikasi penutur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam klarifikasi Imam Muslimin pada kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian berupa tuturan lisan dalam video klarifikasi yang direkam, kemudian ditranskrip menjadi teks. Tahapan analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan berdasarkan jenis tindak tutur ekspresif, serta interpretasi makna berdasarkan konteks ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur ekspresif yang paling dominan adalah keluhan dan ungkapan perasaan. Kedua bentuk tersebut tidak hanya merepresentasikan kondisi emosional penutur, tetapi juga berfungsi sebagai strategi komunikasi untuk membangun empati audiens, memperkuat citra diri, serta memengaruhi opini publik di ruang digital. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ekspresif dalam klarifikasi publik memiliki fungsi ganda, yaitu fungsi psikologis dan fungsi sosial yang bersifat strategis dalam pembentukan makna komunikasi di media digital.