cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 593 Documents
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DALAM BUKU TEKS PAI DAN BUDI PEKERTI KELAS VIII Husnah Nur Arini; Baharudin Baharudin; Waluyo Erry Wahyudi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12244

Abstract

  ABSTRACT This study aims to analyze the reinforcement of religious character values in two Islamic Religious Education and Character Education (PAI-BP) textbooks for eighth-grade junior high school students used in the learning process. The study employed a qualitative approach with a library research design and content analysis method. The primary data sources consisted of two PAI-BP textbooks for Grade VIII, which were analyzed through documentation techniques involving reading, note-taking, categorizing, and interpreting the data. The analysis focused on four dimensions of religious character: responsibility toward God, oneself, others, and the environment. The findings reveal that both textbooks reinforce religious character through learning materials, Qur’anic verses, hadiths, exemplary stories, learning activities, and student reflection exercises. The first textbook places greater emphasis on understanding religious concepts and values, while the second highlights the practical application of religious values in daily life through contextual examples and hands-on activities. The study further demonstrates that the reinforcement of religious character in both textbooks is presented in an integrated and complementary manner, thereby supporting the comprehensive development of students’ character. This research contributes to a deeper understanding of how religious values are integrated into PAI-BP textbooks and provides a reference for the development of instructional materials oriented toward strengthening students’ religious character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan karakter religius dalam dua buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) SMP kelas VIII yang digunakan dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode analisis isi (content analysis). Sumber data primer berupa dua buku teks PAI-BP SMP kelas VIII yang dianalisis melalui studi dokumentasi dengan teknik membaca, mencatat, mengelompokkan, dan menginterpretasikan data. Analisis difokuskan pada empat dimensi karakter religius, yaitu tanggung jawab kepada Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua buku memuat penguatan karakter religius melalui materi pembelajaran, ayat Al-Qur’an, hadis, kisah keteladanan, aktivitas pembelajaran, serta refleksi peserta didik. Buku pertama lebih menekankan pemahaman konsep dan nilai-nilai religius, sedangkan buku kedua lebih menonjolkan implementasi nilai religius dalam kehidupan sehari-hari melalui contoh kontekstual dan aktivitas praktik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter religius dalam kedua buku disajikan secara terpadu dan saling melengkapi, sehingga mendukung pembentukan karakter peserta didik secara komprehensif. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran mengenai pola integrasi nilai-nilai religius dalam buku teks PAI-BP serta menjadi referensi bagi pengembangan bahan ajar yang berorientasi pada penguatan karakter religius peserta didik.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN FOKUS BELAJAR ANAK TUNA GRAHITA DI SLB SAMUDERA LAVENDER Shinta Nuriah; ST. Shafiyatul Hasanah; Fara Medinna Oktavia; Vero Stantika; Nova Estu Harsiwi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12246

Abstract

ABSTRACT Special education for students with intellectual disabilities requires adaptive learning strategies, as these students experience limitations in intellectual functioning, communication, and emotional regulation that may affect the learning process. Therefore, teachers need to implement instructional strategies that are tailored to the individual needs and abilities of each student. This study aims to describe the learning strategies employed by teachers in assisting students with intellectual disabilities at Samudra Lavender Special School. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings revealed that teachers applied direct instruction, habituation, learning through play, and the use of engaging learning media to help students understand the learning materials. In addition, teachers modified the curriculum and implemented Individualized Education Programs (IEPs) according to students' abilities. Learning evaluation was conducted by observing students' behavioral development, communication skills, motor skills, and independence. The obstacles encountered included limited school facilities and students' unstable emotional conditions. To overcome these challenges, teachers provided gradual assistance and collaborated with parents and therapists. The study concludes that adaptive learning strategies, effective communication, and positive environmental support play an important role in improving the abilities and independence of students with intellectual disabilities. ABSTRAK Pendidikan khusus bagi siswa tunagrahita memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif karena siswa memiliki hambatan intelektual, komunikasi, dan pengendalian emosi yang dapat memengaruhi proses belajar. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran guru dalam mendampingi siswa tunagrahita di SLB Samudra Lavender. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran langsung, pembiasaan, bermain sambil belajar, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik untuk membantu siswa memahami materi. Selain itu, guru melakukan modifikasi kurikulum dan menerapkan Program Pembelajaran Individual (PPI) sesuai dengan kemampuan siswa. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui pengamatan terhadap perkembangan perilaku, kemampuan komunikasi, motorik, dan kemandirian siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas sekolah dan kondisi emosi siswa yang kurang stabil. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru memberikan pendampingan secara bertahap serta menjalin kerja sama dengan orang tua dan terapis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang adaptif, komunikasi yang efektif, dan dukungan lingkungan yang positif berperan penting dalam meningkatkan kemampuan dan kemandirian siswa tunagrahita.
PENINGKATAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA MI AL-MUNAWWARAH KOTA JAMBI Indria Citra Harahap; Umil Muhsinin; Zainal Hartoyo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12247

Abstract

ABSTRACT Low environmental awareness among students has been identified as a problem at MI Al-Munawwarah Kota Jambi, particularly in IPAS learning related to topics such as duties, responsibilities, and social interaction within the community. This is reflected in students’ lack of concern for classroom cleanliness, school yards, and plants, as well as their limited real actions in protecting the environment. This condition indicates the need for a learning model that can enhance students’ engagement and environmental awareness. This study aims to improve students’ environmental awareness through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. The research used Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, which includes planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were fourth-grade students at MI Al-Munawwarah Kota Jambi. Data were collected through observation, interviews, documentation, and environmental awareness questionnaires. The results of the study show an improvement in students’ environmental awareness after the implementation of the PjBL model. This improvement was indicated by changes from the pre-cycle stage to Cycle II, showing a shift from low to very good categories. In addition, student and teacher engagement in the learning process also increased along with the implementation of project-based activities. Overall, the Project Based Learning (PjBL) model proved to be effective in improving students’ environmental awareness in IPAS learning for fourth-grade students at MI Al-Munawwarah Kota Jambi. ABSTRAK Rendahnya sikap peduli lingkungan pada siswa menjadi permasalahan yang ditemukan di MI Al-Munawwarah Kota Jambi, khususnya dalam pembelajaran IPAS yang berkaitan dengan materi tugas, kewajiban, dan interaksi sosial di lingkungan sekitar. Hal ini terlihat dari kurangnya kepedulian siswa terhadap kebersihan kelas, halaman sekolah, serta minimnya tindakan nyata dalam menjaga lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan kesadaran siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Al-Munawwarah Kota Jambi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket sikap peduli lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap peduli lingkungan siswa setelah penerapan model PjBL. Peningkatan tersebut terlihat dari kondisi pra-siklus hingga siklus II yang menunjukkan perubahan dari kategori rendah menjadi sangat baik. Selain itu, keterlibatan siswa dan guru dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan seiring pelaksanaan proyek yang diberikan. Secara keseluruhan, penerapan model Project Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa pada pembelajaran IPAS di kelas IV MI Al-Munawwarah Kota Jambi.
TRANSFORMASI ILMU KALAM: TELAAH PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN DAN MUHAMMAD IQBAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM MODERN Imam Aris Utomo; Sri Wahyuni; Khoirun Nisa Mutmainah; Zahra Naila Abhista; An Nisaa Nur Sifa Az Zahra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.10673

Abstract

ABSTRACT Shifting social landscapes, rapid advances in digital technology, and the changing nature of religious authority have intensified the need to reconstruct Islamic theology (ilm al-kalam) in ways that respond to the challenges faced by contemporary Muslim societies. This article explores the synthesis of Fazlur Rahman's and Muhammad Iqbal's thought to examine their contributions to the development of modern ilm al-kalam, particularly in relation to Islamic education, religious rationality, and the integration of knowledge. The study employed a qualitative library research approach by examining 31 scholarly publications published within the last five years, selected based on thematic relevance and academic quality. The data were analyzed using a descriptive-interpretative approach through thematic synthesis to identify patterns of thought, conceptual relationships, and their relevance to contemporary contexts. The findings indicate that the reconstruction of modern ilm al-kalam extends beyond theological reinterpretation by integrating rationality, contextuality, ijtihad, and khudi as the foundations for renewing Islamic education. The synthesis of the neo-modernism paradigm, double movement, ijtihad, and khudi produces a conceptual framework that strengthens the development of an integrative, moderate, and adaptive model of Islamic education in the digital era. These findings highlight that the reconstruction of modern ilm al-kalam provides an important epistemological foundation for strengthening religious moderation, digital literacy, and the development of learners who are critical, reflective, and responsive to social change. ABSTRAK Perubahan lanskap sosial, kemajuan teknologi digital, dan bergesernya otoritas keagamaan menghadirkan kebutuhan akan rekonstruksi ilmu kalam yang mampu menjawab tantangan masyarakat Muslim kontemporer. Artikel ini mengeksplorasi sintesis pemikiran Fazlur Rahman dan Muhammad Iqbal untuk menjelaskan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu kalam modern dalam perspektif pendidikan Islam, rasionalitas keagamaan, dan integrasi ilmu pengetahuan. Kajian disusun melalui pendekatan kualitatif berbasis library research dengan menelaah 31 literatur ilmiah terbitan lima tahun terakhir yang dipilih berdasarkan relevansi tema dan kualitas akademik. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola pemikiran, keterkaitan konsep, dan relevansinya terhadap konteks kontemporer. Kajian ini menunjukkan bahwa pembaruan ilmu kalam tidak hanya bertumpu pada reinterpretasi teologi, tetapi juga pada integrasi rasionalitas, kontekstualitas, ijtihad, dan kesadaran diri sebagai landasan pembaruan pendidikan Islam. Sintesis paradigma neo-modernism, double movement, ijtihad, dan khudi menghasilkan kerangka konseptual yang memperkuat pengembangan pendidikan Islam yang integratif, moderat, dan adaptif terhadap transformasi digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa rekonstruksi ilmu kalam modern memiliki makna strategis sebagai fondasi epistemologis untuk memperkuat moderasi beragama, literasi digital, serta pembentukan peserta didik yang kritis, reflektif, dan responsif terhadap perubahan sosial.
REKONSTRUKSI PERAN AFEKTIF AYAH DALAM PENDIDIKAN AKHLAK ANAK: STUDI PEMIKIRAN SYAIKH SAID ROMADHON DI KITAB HADZA WALIDZI Sutikno; Khotimah Suryani; Syihabuddin Qulyubi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11429

Abstract

ABSTRAK The phenomenon of the fatherless generation and digital disruption has weakened fathers' involvement in family education, thereby affecting children's character and moral development. This condition highlights the need to reconstruct the concept of fatherhood by emphasizing not only the fulfillment of material needs but also the affective, spiritual, and educational dimensions from the perspective of Islamic education. This study aims to analyze the concept of the father's affective role in Islamic education, examine Shaykh Said Ramadhan al-Buthi's thoughts in Hadza Walidzi regarding children's moral development through fathers' affective involvement, and reconstruct these ideas within the context of contemporary child education. This study employed a qualitative approach using library research. The primary data source was Hadza Walidzi, while secondary data were obtained from relevant scholarly publications. Data were analyzed through content analysis using a hermeneutic approach, involving data reduction, categorization, interpretation, and source triangulation. The findings reveal that the father's affective role in Islamic education comprises five essential dimensions: fostering emotional security (tamkin), serving as a wise communicator, being an attentive listener, acting as a consistent role model, and functioning as a moral anchor. Al-Buthi's educational thought emphasizes that children's moral development is nurtured through emotional presence, exemplary conduct, compassionate communication, spiritual guidance, and the gradual development of independence through trust. Furthermore, this study proposes a reconstruction of al-Buthi's thought by promoting affective digital dialogue, progressive role modeling, and more systematic paternal involvement in parenting, thereby offering a conceptual framework for strengthening Islamic family education in the digital era. ABSTRAK Fenomena fatherless generation dan disrupsi digital telah melemahkan keterlibatan ayah dalam pendidikan keluarga sehingga berdampak pada pembentukan karakter dan akhlak anak. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya rekonstruksi konsep peran ayah yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga menekankan dimensi afektif, spiritual, dan edukatif dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep peran afektif ayah dalam pendidikan Islam, mengkaji pemikiran Syaikh Said Ramadhan al-Buthi dalam kitab Hadza Walidzi mengenai pembentukan akhlak anak melalui keterlibatan afektif ayah, serta merekonstruksi gagasan tersebut dalam konteks pendidikan anak kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari kitab Hadza Walidzi, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan pendekatan hermeneutik melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran afektif ayah dalam pendidikan Islam mencakup lima dimensi utama, yaitu penanam rasa aman (tamkin), komunikator penuh hikmah, pendengar yang baik, teladan yang konsisten, dan moral anchor. Pemikiran al-Buthi menegaskan bahwa pembentukan akhlak berlangsung melalui kehadiran emosional, keteladanan, komunikasi penuh kasih sayang, perlindungan spiritual, serta pemberian kepercayaan kepada anak. Penelitian ini juga menghasilkan rekonstruksi pemikiran al-Buthi melalui penguatan dialog afektif berbasis digital, keteladanan yang progresif, dan keterlibatan ayah yang lebih sistematis dalam pengasuhan, sehingga memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan pendidikan keluarga Islam di era digital.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA SHAPE FUN BERBANTUAN LAGU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEGI BANYAK SISWA SEKOLAH DASAR Anisah Rasyidah; Putri Yanuarita Sutikno
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11474

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students in mathematics lessons on polygons, due to the use of learning media that were not engaging or varied enough. This situation indicates the need for innovative, interactive learning media that are suited to the characteristics of elementary school students. This study aims to develop and determine the effectiveness of the song-assisted Shape Fun multimedia program in improving student learning outcomes. The method applied was research and development (R&D) using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were 25 fourth-grade students in the large group and 7 students in the small group. Data collection was conducted through observation, interviews, questionnaires, a small-scale test, and a large-scale test. Data analysis utilized the Shapiro–Wilk normality test, the Paired-Sample T-Test, and the N-Gain test. Multimedia Shape Fun was rated“highly recommended” by media experts and subject matter experts, with a score of 93.7%. This approval was granted because the Shape Fun multimedia program, which incorporates songs, features an engaging interface, user-friendly navigation, and a combination of text, images, interactive quizzes, and educational songs that are tailored to the characteristics of elementary school students. This multimedia program is effective, with a significance value of 0.000 and an N-gain value of 0.71—which falls into the “high” category—demonstrating a significant improvement in learning outcomes. These results indicate that the Shape Fun multimedia program, which incorporates songs as an innovative digital learning tool, is highly suitable and effective for improving the learning outcomes of fourth-grade students in mathematics lessons on polygons. ABSTRAK Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV dalam pembelajaran matematika materi segi banyak, akibat penerapan media pembelajaran yang kurang menarik dan variatif. Keadaan tersebut mengindikasikan perlunya inovasi media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengetahui efektivitas multimedia Shape Fun berbantuan lagu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode yang diterapkan yaitu dengan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini yaitu  peserta didik kelas IV yang berjumlah 25 sebagai kelompok besar dan 7 peserta didik kelompok kecil. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, uji skala kecil, dan uji skala besar. Analisis data menggunakan  uji normalitas Shapiro–Wilk, uji   Paired   Sample   T-Test   dan   uji N-Gain.  Multimedia Shape Fun dinilai kategori sangat layak dengan perolehan dari ahli media dan ahli materi sebesar 93,7 %. Kelayakan tersebut diperoleh karena multimedia Shape Fun berbantuan lagu memiliki tampilan yang menarik, navigasi yang mudah digunakan, serta perpaduan unsur teks, gambar, kuis interaktif, dan lagu edukasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Multimedia ini efektif dengan memperoleh nilai signifikansi 0,000 dan Nilai N-gain sebesar 0,71 termasuk kategori tinggi, yang membuktikan peningkatan hasil belajar secara signifikan. Hasil tersebut menunjukkan multimedia Shape Fun berbantuan lagu sebagai inovasi media pembelajaran berbasis digital sangat layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV pada pembelajaran matematika materi segi banyak.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MURID PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD NEGERI 076440 SIFAOROASI Yuslin Zai; Indah Wijaya Lase; Ratna Natalia Mendrofa; Anugerah Tatema Harefa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11792

Abstract

ABSTRACT A decline in students’ conceptual understanding in Civic Education remains a problem in elementary schools, characterized by low student engagement and the dominance of teacher-centered lecture methods. This condition requires the implementation of more interactive and student-centered learning models. This study aims to analyze the effectiveness of the Make a Match cooperative learning model on students’ conceptual understanding in Civic Education. This research employed a quasi-experimental approach with a One Group Pretest-Posttest design. The sample consisted of 25 fifth-grade students selected through a total sampling technique. The research instrument was an open-ended essay test administered before and after the treatment. Data were analyzed using the N-Gain test and the paired sample t-test with SPSS version 25. The results showed an improvement in students’ conceptual understanding after the implementation of the Make a Match model, indicated by a significant difference between pretest and posttest scores. The N-Gain value was in the moderately effective category, indicating a consistent improvement in conceptual understanding. These findings confirm that the Make a Match model is effective in creating active, enjoyable learning and in enhancing students’ engagement optimally. Thus, the Make a Match learning model makes a positive contribution to improving students’ conceptual understanding in Civic Education at the elementary school level. ABSTRAK Penurunan kemampuan pemahaman konsep dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menjadi permasalahan di sekolah dasar, yang ditandai oleh rendahnya keterlibatan aktif murid dalam proses pembelajaran dan dominasi metode ceramah. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap kemampuan pemahaman konsep murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 25 murid kelas V yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian terbuka yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep setelah penerapan model Make a Match, yang ditunjukkan oleh perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Nilai N-Gain berada pada kategori cukup efektif, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman konsep yang konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa model Make a Match efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan murid secara optimal. Dengan demikian, model pembelajaran Make a Match memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman konsep murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN KRITIS SISWA Siska Sinaga; Erikson Simbolon; Zulfi Ambriano Banurea
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11893

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the low critical reasoning ability of students in Catholic Religious Education learning, which is still dominated by lecture methods and passive learning. This study aims to analyze the use of the Problem-Based Learning (PBL) model in improving the critical reasoning ability of grade X phase E students at SMA Santa Maria Kabanjahe. The research uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research participants consisted of the principal, Catholic Religious Education teacher, and students involved in the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model. The data is analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and its validity is tested using source and technique triangulation. Research results indicate that the implementation of the PBL model can enhance students' active involvement in the learning process, encourage the ability to analyze information, express opinions logically, reflect on learning materials, and connect Catholic faith teachings with everyday life. The improvement in students' critical reasoning skills was reflected in their ability to obtain and process information, analyze problems, reflect on their thinking, make decisions, and draw logical conclusions. In addition, the PBL model helps students become more independent, collaborative, and reflective in solving learning problems. Therefore, the implementation of Problem Based Learning is effective in supporting the development of students' critical reasoning in Catholic Religious Education and is relevant to be used as a student-centered learning approach in the implementation of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran kritis siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang masih didominasi metode ceramah dan pembelajaran pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan penalaran kritis siswa fase E kelas X di SMA Santa Maria Kabanjahe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Katolik, dan siswa yang terlibat dalam penerapan model Problem Based Learning (PBL).  Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, mendorong kemampuan menganalisis informasi, mengemukakan pendapat secara logis, merefleksikan materi pembelajaran, serta menghubungkan ajaran iman Katolik dengan kehidupan sehari-hari. Peningkatan kemampuan penalaran kritis terlihat pada kemampuan siswa memperoleh dan mengolah informasi, menganalisis masalah, merefleksikan pemikiran, serta mengambil keputusan dan menarik kesimpulan secara logis. Selain itu, model PBL membantu siswa lebih mandiri, kolaboratif, dan reflektif dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran. Dengan demikian, penerapan Problem Based Learning efektif dalam mendukung pengembangan penalaran kritis siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan relevan digunakan sebagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
PERAN SPIRITUAL CAPITAL DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN USAHA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPSI: KAJIAN LITERATURE REVIEW Muhammad Sodiqul Fikri; Rezki Oktoberi; Bambang Sri Anggoro; Sovia Mas Ayu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12092

Abstract

ABSTRACT The acceleration of digitalization, the rapid advancement of artificial intelligence, and ongoing social transformation in the era of disruption have compelled Islamic educational institutions to strengthen their adaptive capacity while preserving the Islamic values that constitute their institutional identity. Although previous studies have examined spiritual leadership, digital transformation, and organizational resilience, a comprehensive synthesis explaining the relationship between spiritual capital and the resilience of Islamic educational institutions remains limited. This study presents a conceptual synthesis of the role of spiritual capital in strengthening the resilience of Islamic educational institutions. A Systematic Literature Review following the PRISMA 2020 guidelines was employed. Literature searches were conducted in Google Scholar, Scopus, Semantic Scholar, Garuda, and DOAJ, yielding 75 articles, of which 30 publications from 2022–2026 met the inclusion criteria and were subsequently analyzed using content analysis. The synthesis demonstrates that spiritual capital functions as a strategic resource that integrates leadership, human resource development, organizational culture, digital transformation, learning innovation, and organizational resilience within the management of Islamic educational institutions. These findings extend the understanding of spiritual capital as integrative capital, aligning Islamic values with contemporary educational management practices. The resulting conceptual framework provides both an academic foundation and a practical reference for developing institutional strategies that are adaptive, sustainable, and firmly grounded in Islamic identity amid the challenges of the disruptive era. ABSTRAK Percepatan digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan, dan perubahan sosial pada era disrupsi mendorong lembaga pendidikan Islam untuk memperkuat kapasitas adaptasi tanpa melepaskan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas kelembagaan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas kepemimpinan spiritual, transformasi digital, maupun organizational resilience, sintesis yang menjelaskan keterkaitan spiritual capital dengan ketahanan lembaga pendidikan Islam masih relatif terbatas. Artikel ini menyajikan sintesis konseptual mengenai peran spiritual capital dalam memperkuat ketahanan lembaga pendidikan Islam. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur pada Google Scholar, Scopus, Semantic Scholar, Garuda, dan DOAJ mengidentifikasi 75 artikel, kemudian diseleksi menjadi 30 artikel terbitan 2022–2026 yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis melalui teknik content analysis. Sintesis menunjukkan bahwa spiritual capital berfungsi sebagai modal strategis yang menghubungkan kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, budaya organisasi, transformasi digital, inovasi pembelajaran, dan organizational resilience dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai spiritual capital sebagai integrative capital yang menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan praktik manajemen pendidikan modern. Kerangka konseptual yang dihasilkan memberikan landasan akademik sekaligus rujukan bagi pengembangan strategi kelembagaan yang adaptif, berkelanjutan, dan tetap berorientasi pada penguatan identitas keislaman di tengah dinamika era disrupsi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LEMPAR TANGKAP DALAM PERMAINAN BOLA KASTI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII-1 SMP NEGERI 15 AMBON Jerlina Gea; Jusak Syaranamual; Welhemina Unmehopa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.12154

Abstract

Physical Education, Sport, and Health develops students' fundamental manipulative movement skills, including throwing and catching in the rounders (kasti) game. Initial observations in Class VII-1 of SMP Negeri 15 Ambon showed that most students could not perform throwing and catching with correct technique, resulting in learning outcomes below the Minimum Mastery Criterion. Conventional, teacher-centered instruction was identified as a main contributing factor. This study aimed to examine the improvement of students' learning outcomes in throwing and catching in the rounders game through the application of the Problem Based Learning model. The study employed classroom action research following the Kemmis and McTaggart spiral model, conducted in two cycles with 25 students using performance tests and assessment rubrics covering affective, cognitive, and psychomotor aspects. Data were analyzed using quantitative descriptive techniques by calculating mean scores and the percentage of classical learning mastery. Results showed that classical mastery increased from 56% with a mean score of 71.84 in Cycle I to 100% with a mean score of 83.68 in Cycle II. In conclusion, the Problem Based Learning model effectively improves students' learning outcomes in throwing and catching in the rounders game and may serve as a student-centered learning alternative for Physical Education teachers. ABSTRAK Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif siswa, salah satunya melalui permainan bola kasti yang menuntut penguasaan teknik melempar dan menangkap. Observasi awal pada siswa kelas VII-1 SMP Negeri 15 Ambon menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu melakukan gerakan lempar tangkap dengan teknik yang benar sehingga hasil belajar berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal. Pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru menjadi salah satu faktor penyebab utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lempar tangkap dalam permainan bola kasti melalui penerapan model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model spiral Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus pada 25 siswa kelas VII-1 dengan menggunakan instrumen tes unjuk kerja serta rubrik penilaian pada aspek afektif, kognitif, dan psikomotor. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rerata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal meningkat dari 56% dengan rerata nilai 71,84 pada siklus I menjadi 100% dengan rerata nilai 83,68 pada siklus II. Disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar lempar tangkap dalam permainan bola kasti dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bagi guru PJOK..