cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PENDERITA EMOTIONAL NEGLECT MENGGUNAKAN FORGIVENESS THERAPY PADA SISWA SMA Navilla Febrillianda; Sri Adi Nurhayati; Rahmad Agung Nugraha
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14119

Abstract

ABSTRACT Emotional neglect is a form of emotional abandonment that occurs when parents or caregivers fail to meet a child's emotional needs such as attention, affection, support, and validation of feelings. This condition can impact an individual's psychological development, manifesting, among other things, as anxiety. This study aims to describe the characteristics of emotional neglect and examine the application of forgiveness therapy in reducing anxiety levels among Grade X students at SMA Negeri 2 Slawi. The study involved four students selected through purposive sampling. This study employed a qualitative approach with a case study method through observation, interviews, documentation, and triangulation involving the four students. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using descriptive qualitative analysis. The results indicate that students experiencing emotional neglect exhibit characteristics such as a lack of attention and affection, minimal communication and emotional closeness with parents, and a tendency to suppress their feelings. These conditions lead to the emergence of anxiety, manifesting as excessive worry, difficulty concentrating, low self-confidence, social withdrawal, and physical symptoms such as heart palpitations and restlessness. The application of forgiveness therapy helps students identify the sources of their emotional wounds, express suppressed emotions, foster acceptance of past experiences, and alleviate emotional burdens, thereby reducing anxiety levels. This study confirms that forgiveness therapy can serve as an alternative guidance and counseling service to assist students experiencing emotional neglect. ABSTRAK Emotional neglect merupakan bentuk pengabaian emosional yang terjadi ketika orang tua atau pengasuh tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional anak, seperti perhatian, kasih sayang, dukungan, dan penghargaan terhadap perasaannya. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan psikologis individu, salah satunya berupa kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik emotional neglect serta mengetahui penerapan forgiveness therapy dalam menurunkan tingkat kecemasan pada peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Slawi. Penelitian ini melibatkan empat peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi terhadap empat peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengalami emotional neglect memiliki karakteristik berupa kurangnya perhatian dan kasih sayang, minimnya komunikasi dan kedekatan emosional dengan orang tua, serta kecenderungan memendam perasaan. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya kecemasan, seperti rasa khawatir berlebihan, sulit berkonsentrasi, rendahnya kepercayaan diri, menarik diri dari lingkungan sosial, dan gejala fisik berupa jantung berdebar serta kegelisahan. Penerapan forgiveness therapy membantu peserta didik mengenali sumber luka emosional, mengungkapkan emosi yang dipendam, mengembangkan penerimaan terhadap pengalaman masa lalu, serta mengurangi beban emosional sehingga tingkat kecemasan menurun. Penelitian ini menegaskan bahwa forgiveness therapy dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling dalam membantu peserta didik yang mengalami emotional neglect.
IMPLEMENTASI STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENDUKUNG DIGITALISASI PEMBELAJARAN Zaini Ilman Haziq; Zulfakar Zulfakar; M. Faqih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14225

Abstract

ABSTRACT Digital learning at SMP Negeri 2 Sakra Timur still faces challenges related to limited infrastructure, differences in teachers’ technological adaptation skills, and limited access to devices and internet connectivity among students. These conditions indicate that the success of digital learning is determined not only by technology availability but also by the principal’s strategies for managing resources and addressing implementation barriers. This study aimed to (1) analyze the principal’s strategies in supporting digital learning at SMP Negeri 2 Sakra Timur; (2) identify the technical and non-technical challenges encountered; and (3) describe the solutions implemented to address these challenges. This study employed a descriptive qualitative approach involving nine informants selected using purposive sampling, consisting of the principal, vice principals, teachers, IT personnel, and students. Data were collected through observations, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion verification. Data validity was ensured through source and technique triangulation, member checking, and observation. The findings showed that the principal’s strategies included strengthening infrastructure, developing teacher competencies, optimizing technology utilization, and conducting supervision and evaluation. Solutions were implemented gradually and adaptively according to the school’s conditions. ABSTRAK Digitalisasi pembelajaran di SMP Negeri 2 Sakra Timur masih menghadapi persoalan keterbatasan infrastruktur, perbedaan kemampuan adaptasi teknologi antarguru, serta keterbatasan perangkat dan akses internet peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya dan mengatasi hambatan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis strategi kepala sekolah dalam mendukung digitalisasi pembelajaran di SMP Negeri 2 Sakra Timur; (2) mengidentifikasi kendala teknis dan nonteknis yang dihadapi; serta (3) mendeskripsikan solusi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sembilan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga IT, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik, member check, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah mencakup penguatan infrastruktur, pengembangan kompetensi guru, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta supervisi dan evaluasi. Solusi diterapkan secara bertahap dan adaptif sesuai kondisi sekolah.
SELF AWARENESS DALAM REGULASI EMOSI PADA REMAJA AUTISM SPECTRUM DISORDER DI SMP Shila Arum Tsannia; Muhammad Arif Budiman Sucipto; Hanung Sudibyo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14373

Abstract

ABSTRACT Social interactions in the school environment reveal that an adolescent with Autism Spectrum Disorder (ASD) may recognize emotions without consistently being able to control his responses. This study explores the forms of self-awareness, the impacts that arise, the factors associated with it, and the potential for appropriate counseling services in the context of emotional regulation. The study employed a descriptive qualitative approach involving one 16-year-old ninth-grade student as the main respondent, along with two guidance and counseling teachers, one homeroom teacher, and a parent selected through purposive sampling based on their involvement in the respondent’s daily life. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The findings indicate that MEA’s self-awareness is reflected in the ability to recognize mood, perceptions, feelings, appearance, and social behavior. However, this awareness is not always accompanied by adaptive responses when facing interpersonal pressure, particularly teasing that triggers anger and defensive communication. Its development is associated with cognitive capacity, value systems, perspectives, behavior, environment, life experiences, and socio-cultural context. Individual counseling based on REBT is proposed through cognitive disputation, role-play, and reinforcement tailored to the characteristics of ASD in practice. ABSTRAK Interaksi sosial di lingkungan sekolah memperlihatkan bahwa kemampuan seorang remaja dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dalam mengenali emosi belum selalu berjalan seiring dengan kemampuan mengendalikan respons. Penelitian ini menelusuri bentuk self awareness, dampak yang muncul, faktor yang berkaitan dengannya, serta kemungkinan layanan konseling yang sesuai dalam konteks regulasi emosi. Kajian dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan satu siswa kelas IX berusia 16 tahun sebagai responden utama, bersama dua guru BK, satu wali kelas, dan orang tua yang dipilih secara purposive sampling karena keterlibatan mereka dalam kehidupan responden. Data dihimpun melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa self awareness MEA tampak dalam kemampuan mengenali suasana hati, persepsi, perasaan, penampilan, dan perilaku sosial. Namun, pengenalan tersebut belum sepenuhnya diikuti respons adaptif ketika menghadapi tekanan interpersonal, terutama ejekan yang memicu kemarahan dan komunikasi defensif. Perkembangannya berkaitan dengan kapasitas kognitif, sistem nilai, cara pandang, perilaku, lingkungan, pengalaman hidup, serta konteks sosial budaya. Konseling individu berbasis REBT diusulkan melalui disputasi kognitif, role-play, dan penguatan yang disesuaikan dengan karakteristik ASD secara nyata.
PENGARUH MEDIA BIG BOOK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Cellyn Dolorosa Tambunan; Antonius Remigius Abi; Yanti Vidarosa Naibaho
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14388

Abstract

Early reading proficiency represents a fundamental competence that establishes the foundation for students' academic achievement in primary education. Nevertheless, early literacy instruction in lower grades frequently encounters pedagogical constraints due to the lack of interactive and engaging learning media. This study aims to determine the effect of utilizing Big Book media on the early reading skills of second-grade students in the Indonesian Language subject at SD Negeri 065011 Asam Kumbang, Medan Selayang District, during the 2025/2026 academic year. A quantitative approach employing a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design was utilized. The research population comprised 54 second-grade students, with a sample of 27 students from class II-B selected through purposive sampling. Data collection techniques included oral reading tests, observation checklists, student response questionnaires, and documentation validated by educational experts. Descriptive statistical analysis revealed an increase in the mean reading score from 65.00 in the pretest to 82.00 in the posttest. Linear regression hypothesis testing yielded a t_"count"  of 4.702, which significantly exceeded t_"table" =2.052 at p=0.000<0.05, reinforced by a strong correlation coefficient of 0.685. Consequently, the implementation of Big Book media is empirically proven to exert a positive and statistically significant effect on enhancing elementary school students' early reading skills. ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan fundamental yang menjadi dasar bagi keberhasilan akademik siswa pada jenjang sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran membaca di kelas rendah sering kali menghadapi kendala akibat keterbatasan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Big Book terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 065011 Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang Tahun Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimental (pre-experimental design) melalui rancangan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup 54 siswa kelas II, dengan sampel penelitian sebanyak 27 siswa kelas II-B yang dipilih menggunakan teknik penarikan sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca lisan, lembar observasi aktivitas, angket respons siswa, dan dokumentasi yang telah divalidasi oleh para ahli. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 65,00 pada saat pretest menjadi 82,00 pada saat posttest. Hasil pengujian hipotesis regresi linear sederhana menghasilkan nilai t_"hitung" =4,702 yang lebih besar dari t_"tabel" =2,052 dengan taraf signifikansi p=0,000<0,05, didukung oleh perolehan koefisien korelasi sebesar 0,685 yang termasuk dalam kategori hubungan kuat. Dengan demikian, penggunaan media Big Book terbukti memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar.    
PENGEMBANGAN LKPD IPAS BERBASIS STEM UNTUK MENINGKATKAN NILAI-NILAI PEDULI LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SD Syauqy Syaqiq; Awalina Barokah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14488

Abstract

ABSTRACT The need for IPAS teaching materials that are closely connected to environmental issues has encouraged the development of a Student Worksheet (LKPD) that goes beyond presenting learning content by guiding students to observe, examine, and respond to waste management problems. This study aimed to develop a STEM-based IPAS Student Worksheet that meets the aspects of feasibility and practicality and to examine the improvement in environmental-care values among fourth-grade students at SDN Kertamukti 03 after the product was implemented. The development employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which comprised analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. A total of 40 fourth-grade students were involved through total sampling. Data were collected through expert validation, teacher and student responses, and measurements conducted before and after learning. Feasibility and practicality data were analyzed using percentages, while the improvement in environmental-care values was calculated using N-Gain. The assessment results yielded an LKPD validity score of 96.25%, a teacher response of 95.31%, and a student response of 90.36%, all of which were categorized as very good. The change in environmental-care values resulted in an N-Gain of 0.75, categorized as high. These findings indicate that the developed LKPD meets the feasibility and practicality criteria and contributes to improving environmental-care values, making it a potential alternative IPAS teaching material for connecting learning with environmental issues. ABSTRAK Kebutuhan akan bahan ajar IPAS yang dekat dengan persoalan lingkungan mendorong pengembangan LKPD yang tidak berhenti pada penyajian materi, tetapi mengarahkan siswa untuk mengamati, menelaah, dan merespons masalah pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKPD IPAS berbasis STEM yang memenuhi aspek kelayakan dan kepraktisan serta mengetahui peningkatan nilai peduli lingkungan siswa kelas IV SDN Kertamukti 03 setelah produk digunakan. Pengembangan dilakukan melalui metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sebanyak 40 siswa kelas IV dilibatkan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, respons guru dan siswa, serta pengukuran sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis data kelayakan dan kepraktisan menggunakan persentase, sedangkan peningkatan nilai peduli lingkungan dihitung dengan N-Gain. Hasil penilaian memperoleh validitas LKPD sebesar 96,25%, respons guru 95,31%, dan respons siswa 90,36%, yang seluruhnya berada pada kategori sangat baik. Perubahan nilai peduli lingkungan menghasilkan N-Gain 0,75 dengan kategori tinggi. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa LKPD yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan dan kepraktisan serta memberikan peningkatan pada nilai peduli lingkungan, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar IPAS yang menghubungkan pembelajaran dengan persoalan lingkungan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Ameylia Kristina Putri; Tutut Suryaningsih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14631

Abstract

ABSTRACT Changes in higher education management demands have positioned leadership as one of the aspects that needs attention in supporting human resource performance. This study aims to analyze the effect of Transformational Leadership Style on Employee Performance among lecturers and education staff at Universitas Bhinneka PGRI. The study employed a quantitative approach with a non-experimental design and an explanatory research method. The sample consisted of 50 respondents, comprising 25 lecturers and 25 education staff, selected through purposive sampling based on the criteria of being active employees with a minimum work tenure of one year. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and were subsequently tested for validity and reliability before being analyzed using simple linear regression, the t-test, the F-test, and the coefficient of determination with the assistance of SPSS version 26. The results indicate that Transformational Leadership Style has a positive and significant effect on Employee Performance, as evidenced by a calculated t-value of 8.132 with a significance level of 0.000. The coefficient of determination of 0.579 indicates that the model explains 57.9% of the variation in Employee Performance, while the remaining 42.1% lies outside the research model. These findings confirm that strengthening transformational leadership is relevant to supporting employee performance management in higher education. ABSTRAK Perubahan tuntutan pengelolaan perguruan tinggi menempatkan kepemimpinan sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mendukung kinerja sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Pegawai yang mencakup dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Bhinneka PGRI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan metode explanatory research. Sampel terdiri atas 50 responden, yaitu 25 dosen dan 25 tenaga kependidikan, yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria berstatus aktif dan memiliki masa kerja minimal satu tahun. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert lima tingkat, kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis menggunakan regresi linier sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 8,132 dengan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,579 menunjukkan bahwa model menjelaskan 57,9% variasi Kinerja Pegawai, sedangkan 42,1% lainnya berada di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kepemimpinan transformasional relevan dalam mendukung pengelolaan kinerja pegawai di perguruan tinggi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA EDUKATIF PADA MATERI SINONIM DAN ANTONIM UNTUK SISWA KELAS V Siti Alfiatur Rohmah; Mudzanatun Mudzanatun
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14690

Abstract

This research is motivated by the suboptimal use of learning media in Indonesian Language subjects in fifth grade elementary schools. Learning is still dominated by lecture methods with the use of textbooks and teaching modules as learning resources so that students are less active, easily bored, and have difficulty understanding the material of synonyms and antonyms. This study aims to develop educational snakes and ladders learning media on synonyms and antonyms and determine the level of feasibility and practicality. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects included material expert validators, media expert validators, fifth grade teachers, and 16 fifth grade students of SDN Wotbakah. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed that the media obtained a percentage of media expert validation of 86% and material expert validation of 86%, both of which are categorized as very feasible. The practicality test showed a percentage of teacher responses of 98% and student responses of 94%, which are categorized as very practical. Thus, the educational snakes and ladders learning media is declared very suitable and very practical to be used as a learning media for synonyms and antonyms for fifth grade elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V sekolah dasar. Pembelajaran masih didominasi metode ceramah dengan pemanfaatan buku paket dan modul ajar sebagai sumber belajar sehingga siswa kurang aktif, mudah merasa bosan, dan mengalami kesulitan memahami materi sinonim dan antonim. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran ular tangga edukatif pada materi sinonim dan antonim serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi validator ahli materi, validator ahli media, guru kelas V, dan 16 siswa kelas V SDN Wotbakah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 86% dan validasi ahli materi sebesar 86%, yang keduanya termasuk kategori “sangat layak digunakan”. Uji kepraktisan menunjukkan persentase respons guru sebesar 98% dan respons siswa sebesar 94%, yang termasuk kategori “sangat praktis digunakan”. Dengan demikian, media pembelajaran ular tangga edukatif dinyatakan sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran materi sinonim dan antonim bagi siswa kelas V sekolah dasar.    
OPTIMALISASI MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DI SMP COKROAMINOTO KOTAMOBAGU Fahmi Alhasni; Yessikah F Bansaleng; Agung Ramadhan; Devita A Djunaidi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14731

Abstract

Optimal management of teaching and educational personnel is essential to support the improvement of professional competence and the quality of educational services. This study aims to describe the optimization of teaching and educational personnel management at SMP Cokroaminoto Kotamobagu through the perspective of Habermas. The study employed a descriptive qualitative method with a case study approach. The research subjects were selected using purposive sampling and included the principal, vice principal, 18 teachers, and 4 educational personnel, resulting in a total of 24 informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and then analyzed using the Miles and Huberman model, while the Habermasian perspective was used to understand communication processes, participation, and decision-making. The findings indicate shortages of guidance and counseling teachers, ICT teachers, administrative staff, and science laboratory technicians. IHT, technical training, and mentoring programs increased the internal UKG score from 75.2 to 83.7 and improved teachers' ability to develop digital learning media to 80%. Administrative efficiency also improved, as demonstrated by a reduction in the time required to complete BOS reports from 14 to 7 days and a decrease in Dapodik data-entry errors from 23% to 5%. Data-driven management optimization, open communication, participation, and continuous mentoring contributed to improving professional competence and the quality of school services. ABSTRAK Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan yang optimal diperlukan untuk mendukung peningkatan kompetensi profesional dan mutu layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan optimalisasi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di SMP Cokroaminoto Kotamobagu melalui perspektif Habermas. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah, 18 guru, dan 4 tenaga kependidikan, sehingga keseluruhan informan berjumlah 24 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan perspektif Habermas digunakan untuk memahami proses komunikasi, partisipasi, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekurangan guru BK, guru TIK, tenaga tata usaha, dan laboran IPA. Program IHT, bimtek, dan mentoring meningkatkan skor UKG internal dari 75,2 menjadi 83,7 serta kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran digital hingga 80%. Efisiensi administrasi juga meningkat, ditunjukkan oleh penurunan waktu penyelesaian laporan BOS dari 14 menjadi 7 hari dan kesalahan input Dapodik dari 23% menjadi 5%. Optimalisasi manajemen berbasis data, komunikasi terbuka, partisipasi, dan pendampingan berkelanjutan mendukung peningkatan kompetensi serta mutu layanan sekolah.
PROSES PENANAMAN KARAKTER KEIMANAN DAN KETAQWAAN: STUDI KASUS PADA PESERTA DIDIK KELAS I SD PLUS FATIMAH AZ-ZAHRO’ Naila Salsabila; Fakhrur Rozy
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14812

Abstract

This study is motivated by the importance of instilling the character of faith and piety from the elementary school level as a foundation for students' character development. Although character education has become an integral part of the national education system, its implementation in schools still faces various challenges. Therefore, an in-depth study is needed to examine the process of instilling faith and piety, particularly among first-grade elementary school students. This study aims to describe the process of instilling the character of faith and piety and to analyze the supporting and inhibiting factors at SD Plus Fatimah Az-Zahro’. The study is grounded in Thomas Lickona's character education theory, which includes moral knowing, moral feeling, and moral action, and is supported by theories of character education, faith, piety, and character development through learning, role modeling, and habituation. This research employed a qualitative approach using a case study method. The research involved seven participants, consisting of one principal, one first-grade teacher, and five first-grade students, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that the instillation of faith and piety was implemented in an integrated manner through learning activities that incorporated religious values, teachers' role modeling in daily behavior, and habituation of religious practices such as congregational prayer, daily prayers, Qur'an recitation, memorization of short surahs, and the practice of Islamic etiquette. The success of this process was supported by a religious school culture, teachers' commitment, consistent school programs, and collaboration with parents. Meanwhile, the main obstacles included differences in students' characteristics, limited understanding at an early age, and insufficient character reinforcement within the family environment. The study concludes that the synergy between learning, role modeling, habituation, and collaboration between schools and families plays a crucial role in developing students' faith and piety from an early age. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter keimanan dan ketakwaan sejak jenjang sekolah dasar sebagai fondasi pembentukan kepribadian peserta didik. Meskipun pendidikan karakter telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional, implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan kajian yang mendalam mengenai proses penanamannya, khususnya pada peserta didik kelas I. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penanaman karakter keimanan dan ketakwaan serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di SD Plus Fatimah Az-Zahro’. Kajian penelitian didasarkan pada teori pendidikan karakter Thomas Lickona yang meliputi moral knowing, moral feeling, dan moral action, serta didukung kajian mengenai pendidikan karakter, keimanan, ketakwaan, dan metode penanaman karakter melalui pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 orang, terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru kelas I, dan 5 peserta didik kelas I, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter keimanan dan ketakwaan dilaksanakan secara terpadu melalui pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai religius, keteladanan guru dalam perilaku sehari-hari, serta pembiasaan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, doa, tadarus, hafalan surah pendek, dan pembiasaan adab Islami. Keberhasilan proses tersebut didukung oleh budaya sekolah yang religius, komitmen guru, konsistensi program, dan kerja sama dengan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi perbedaan karakter peserta didik, keterbatasan pemahaman pada usia dini, serta belum optimalnya penguatan karakter di lingkungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, serta kolaborasi sekolah dan keluarga menjadi faktor utama dalam membentuk karakter keimanan dan ketakwaan peserta didik sejak dini.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AFEKTIF PADA MATA PEMBELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 075027 SILIMA OMO Winner Mastirani Dohona; Natalia Kristiani Lase; Dernius Hura; Noveri Amal Jaya Harefa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14840

Abstract

Affective assessment is an important component of learning because it provides information about students' attitude development that cannot be fully represented by cognitive assessment results alone. Preliminary observations at SD Negeri 075027 Silima Omo indicated that attitude assessment was still based on general observations and was not supported by a structured instrument with clear operational indicators. This study aimed to develop an affective assessment instrument for third-grade IPAS learning that met validity and practicality criteria and received positive responses from teachers as users. The study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The participants consisted of three expert validators, namely material, language, and evaluation experts, one third-grade teacher, and 23 third-grade students at SD Negeri 075027 Silima Omo. The developed product consisted of a teacher observation sheet, attitude scale, self-assessment sheet, and peer-assessment sheet covering five affective aspects: curiosity, cooperation, responsibility, honesty, and scientific attitude. The results of the second-stage validation showed average scores of 3.88 from the material expert, 3.78 from the language expert, and 3.90 from the evaluation expert, all of which were categorized as highly feasible. The second-stage practicality test obtained a percentage of 97.5%, while the teacher's response to the use of the instrument also reached 97.5%, both categorized as very good. Therefore, the developed affective assessment instrument met the criteria of validity and practicality and received a positive response from the teacher, making it feasible for use in third-grade IPAS learning within the context of the study. ABSTRAK Penilaian afektif merupakan bagian penting dalam pembelajaran karena memberikan informasi mengenai perkembangan sikap peserta didik yang tidak dapat direpresentasikan melalui hasil penilaian kognitif saja. Hasil observasi awal di SD Negeri 075027 Silima Omo menunjukkan bahwa penilaian sikap masih dilakukan berdasarkan pengamatan umum dan belum didukung instrumen yang terstruktur dengan indikator operasional yang jelas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian afektif pada mata pelajaran IPAS kelas III yang memenuhi kriteria valid dan praktis serta memperoleh respons positif dari guru sebagai pengguna. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas tiga validator ahli, yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli evaluasi, satu guru kelas III, serta 23 peserta didik kelas III SD Negeri 075027 Silima Omo. Produk yang dikembangkan terdiri atas lembar observasi guru, skala sikap, lembar penilaian diri (self-assessment), dan lembar penilaian antarteman (peer-assessment) yang memuat lima aspek afektif, yaitu rasa ingin tahu, kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap ilmiah. Hasil validasi tahap II menunjukkan skor rata-rata ahli materi sebesar 3,88, ahli bahasa sebesar 3,78, dan ahli evaluasi sebesar 3,90, yang seluruhnya berada pada kategori sangat layak. Uji kepraktisan tahap II memperoleh persentase 97,5%, sedangkan respons guru terhadap penggunaan instrumen memperoleh persentase 97,5%, keduanya berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, instrumen penilaian afektif yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan praktis serta memperoleh respons positif dari guru dan layak digunakan pada pembelajaran IPAS kelas III sesuai dengan konteks uji coba penelitian.