cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI HIJAIYAH TERHADAP LITERASI BAHASA ARAB PADA ANAK USIA DINI Nisrina Nisrina; Suci Utami Putri; Nurdiansyah Nurdiansyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13267

Abstract

ABSTRACT The ability to recognize and understand hijaiyah letters represents an initial component of Arabic language literacy that needs to be developed from early childhood education. In practice, learning activities that remain dominated by teacher-led instruction may limit children’s opportunities to learn through more interactive experiences. This condition provided the basis for introducing the Hijaiyah Monopoly as part of learning activities for Group A children at PAUD Permatasari. The study involved 15 children, all of whom were selected as participants through saturated sampling. Changes in the children’s abilities were examined by comparing measurements obtained before and after the learning activities using the Hijaiyah Monopoly through a one-group pretest-posttest design. Data were collected through tests and observation sheets and subsequently analyzed using descriptive analysis, a normality test, the Wilcoxon Signed-Rank Test, and N-Gain calculation. The mean Arabic language literacy score increased from 5.40 before the learning activities to 9.13 after the use of the Hijaiyah Monopoly. The difference between the two measurements was statistically significant, with W = 0.00 and p < 0.001. Meanwhile, an N-Gain value of 0.68 indicated a moderate level of improvement. These findings indicate that the use of the Hijaiyah Monopoly was associated with improved Arabic language literacy among young children. ABSTRAK Kemampuan mengenali dan memahami huruf hijaiyah merupakan bagian awal dari literasi bahasa Arab yang perlu dibangun sejak pendidikan anak usia dini. Dalam praktiknya, pembelajaran yang masih didominasi penyampaian guru dapat membatasi kesempatan anak untuk belajar melalui aktivitas yang lebih interaktif. Kondisi tersebut menjadi dasar penerapan media Monopoli Hijaiyah sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran pada kelompok A PAUD Permatasari. Penelitian ini melibatkan 15 anak yang seluruhnya dijadikan sampel melalui sampling jenuh. Perubahan kemampuan anak ditelusuri dengan membandingkan hasil pengukuran sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran menggunakan media tersebut melalui desain one-group pretest-posttest. Informasi penelitian diperoleh dari tes dan lembar observasi, kemudian diolah melalui analisis deskriptif, uji normalitas, Wilcoxon Signed-Rank Test, serta perhitungan N-Gain. Rata-rata skor kemampuan literasi bahasa Arab mengalami perubahan dari 5,40 sebelum pembelajaran menjadi 9,13 setelah penggunaan Monopoli Hijaiyah. Perbedaan kedua pengukuran tersebut terbukti signifikan secara statistik dengan nilai W = 0,00 dan p < 0,001. Sementara itu, N-Gain sebesar 0,68 menempatkan peningkatan kemampuan pada kategori sedang. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan Monopoli Hijaiyah berkaitan dengan peningkatan kemampuan literasi bahasa Arab anak usia dini.
BIMBINGAN BELAJAR BAGI SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH SWASTA PANGERAN ANTASARI Weni Widya Ariati; Dina Erina
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13306

Abstract

Mathematics learning difficulties among early-grade elementary school students may hinder their understanding of basic concepts that serve as a foundation for subsequent learning. Previous studies have widely examined mathematics learning difficulties and tutoring, but studies specifically describing the relationship between the types of mathematics difficulties experienced by first-grade students and the implementation of tutoring based on their needs remain limited. This study aims to describe mathematics learning difficulties and the implementation of tutoring for first-grade students at Pangeran Antasari Private Elementary School. This study employed a descriptive qualitative approach. The subjects consisted of 39 first-grade students selected using purposive sampling, with the classroom teacher serving as the main informant. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that students mainly experienced difficulties in recognizing numbers, understanding number values, performing addition and subtraction, as well as maintaining concentration and learning motivation. Tutoring was conducted through repeated explanations, additional exercises, and gradual assistance tailored to students’ needs. After receiving tutoring, students demonstrated better understanding, greater willingness to ask questions, and increased confidence in solving mathematics problems. These findings indicate that tutoring can serve as an appropriate form of assistance to help first-grade students address mathematics learning difficulties. ABSTRAK Kesulitan belajar matematika pada siswa kelas awal sekolah dasar dapat menghambat pemahaman konsep dasar yang menjadi fondasi pembelajaran selanjutnya. Penelitian terdahulu telah banyak membahas kesulitan belajar matematika dan bimbingan belajar, tetapi kajian yang secara khusus menggambarkan keterkaitan antara bentuk kesulitan matematika siswa kelas I dan pelaksanaan bimbingan belajar sesuai kebutuhan siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kesulitan belajar matematika dan pelaksanaan bimbingan belajar bagi siswa kelas I di SD Swasta Pangeran Antasari. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 39 siswa kelas I yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, dengan wali kelas sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa terutama terdapat pada pengenalan angka, pemahaman nilai bilangan, penjumlahan dan pengurangan, serta konsentrasi dan motivasi belajar. Bimbingan belajar dilakukan melalui penjelasan ulang, latihan tambahan, dan pendampingan secara bertahap sesuai kebutuhan siswa. Setelah memperoleh pendampingan, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik, lebih aktif bertanya, dan lebih percaya diri dalam mengerjakan soal matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan belajar dapat menjadi bentuk pendampingan yang sesuai untuk membantu siswa kelas I menghadapi kesulitan belajar matematika.
ANALISIS MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V DI SDS BANI ADAM AS Lenni Marlina Harahap; Harumi Siregar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13323

Abstract

Students' narrative writing skills in elementary schools still face challenges, particularly in developing ideas, organizing plots, and expressing ideas coherently. This condition highlights the importance of learning media that can provide visual stimuli and help students understand sequences of events more concretely. This study aims to analyze the use of animated video media in teaching narrative text writing in Indonesian language learning for fifth-grade students at SDS Bani Adam As. The study employed a descriptive qualitative approach involving a teacher and 27 fifth-grade students of class V-B. Data were collected through observation, interviews, writing assignments, and documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that the use of animated videos supported the narrative writing learning process. The assessment results showed that 8 students were categorized as very good, 10 as good, 2 as fair, and 7 as poor. Eighteen students achieved a minimum score of 75, while 9 students did not reach the minimum score. Observation and interview findings indicated that animated videos helped students understand characters, settings, plots, and sequences of events, while also providing stimuli for developing ideas and increasing students' attention and learning motivation. However, several students still experienced difficulties in developing ideas and organizing their writing systematically. Therefore, animated video media can be used as supporting media in narrative writing instruction while being accompanied by continuous teacher guidance. ABSTRAK Kemampuan menulis teks narasi siswa sekolah dasar masih menghadapi kendala, terutama dalam mengembangkan ide, menyusun alur, dan menuangkan gagasan secara runtut. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penggunaan media pembelajaran yang dapat memberikan stimulus visual dan membantu siswa memahami rangkaian peristiwa secara konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media video animasi dalam pembelajaran menulis teks narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V di SDS Bani Adam As. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru dan 27 siswa kelas V-B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tugas menulis, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi mendukung proses pembelajaran menulis teks narasi. Berdasarkan hasil penilaian, 8 siswa berada pada kategori sangat baik, 10 siswa kategori baik, 2 siswa kategori cukup, dan 7 siswa kategori kurang. Sebanyak 18 siswa mencapai nilai minimal 75, sedangkan 9 siswa belum mencapai nilai tersebut. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa video animasi membantu siswa memahami tokoh, latar, alur, dan urutan peristiwa, serta memberikan stimulus dalam mengembangkan ide dan meningkatkan perhatian serta motivasi belajar. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan gagasan dan menyusun tulisan secara sistematis. Dengan demikian, video animasi dapat digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran menulis teks narasi dengan tetap disertai bimbingan guru secara berkelanjutan.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KEBIASAANNMENABUNG MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BONE Amelia Nur; Emmi Azis; Sahiruddin Sahiruddin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13378

Abstract

ABSTRACT The suboptimal saving habits among university students represent a concern in personal financial management and are presumed to be associated with their level of financial literacy. This study aims to analyze the effect of financial literacy on the saving habits of students in the Economic Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Bone. The study employed a quantitative approach with a causal associative design (explanatory research). The population consisted of all active 2024 cohort students in the Economic Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Bone, totaling 55 students, all of whom were selected as the research sample using total sampling. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms. The research instrument was tested for validity and reliability, while data analysis included prerequisite tests, simple linear regression analysis, and a t-test. The results showed the regression equation Y = 7.624 + 1.220X, with a t-value of 9.366 and a significance value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination (R²) of 0.623 indicates that financial literacy explains 62.3% of the variation in students' saving habits, while the remaining 37.7% is associated with other factors outside the research model. Therefore, financial literacy has a positive and significant effect on the saving habits of students in the Economic Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Bone. These findings highlight the importance of strengthening financial literacy through practical applications to help students develop more planned and sustainable saving habits. ABSTRAK Belum optimalnya kebiasaan menabung mahasiswa menjadi salah satu persoalan dalam pengelolaan keuangan pribadi yang diduga berkaitan dengan tingkat literasi keuangan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kebiasaan menabung mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal (explanatory research). Populasi penelitian terdiri atas seluruh mahasiswa aktif angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bone yang berjumlah 55 orang, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang disebarkan melalui Google Form. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji prasyarat dan regresi linear sederhana serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi Y = 7,624 + 1,220X dengan nilai t hitung sebesar 9,366 dan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,623 menunjukkan bahwa literasi keuangan menjelaskan 62,3% variasi kebiasaan menabung mahasiswa, sedangkan 37,7% sisanya berkaitan dengan faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebiasaan menabung mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bone. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi keuangan yang berorientasi pada penerapan praktis agar mahasiswa mampu mengembangkan kebiasaan menabung secara lebih terencana dan berkelanjutan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V DI SD KRISTEN 1 WAIMAHU Selna Enjel A. Makualaina; Samuel P Ritiauw; Nathalia Yohana Johannes
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13417

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) among fifth-grade students at SD Kristen 1 Waimahu, resulting from instructional practices predominantly centered on conventional teacher-directed approaches. This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on improving IPAS learning outcomes among fifth-grade students at SD Kristen 1 Waimahu. The research method employed was a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The study sample comprised 25 students selected through a total sampling technique, consisting of 13 students in the experimental class taught with the PBL model and 12 students in the control class taught using conventional learning. Data were gathered through an expert-validated multiple-choice achievement test and analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, the Levene homogeneity test, the independent sample t-test, and the N-gain test. The results demonstrated that the posttest mean score of the experimental class (71.15) was considerably higher than that of the control class (45.83). The independent sample t-test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), verifying a statistically significant difference in learning outcomes between the two groups. Furthermore, the experimental class achieved an average N-gain score of 0.53 (moderate category), whereas the control class only attained 0.18 (low category). Consequently, the implementation of the Problem-Based Learning model exerts a positive and significant effect on enhancing elementary school students' IPAS learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V di SD Kristen 1 Waimahu akibat proses pembelajaran yang masih didominasi pendekatan konvensional berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap peningkatan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V di SD Kristen 1 Waimahu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling), terbagi ke dalam kelas eksperimen sebanyak 13 siswa yang dibelajarkan dengan model PBL dan kelas kontrol sebanyak 12 siswa dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen tes hasil belajar pilihan ganda yang telah divalidasi ahli, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji independent sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (71,15) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (45,83). Hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) yang membuktikan adanya perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, nilai N-gain kelas eksperimen mencapai 0,53 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh 0,18 (kategori rendah). Dengan demikian, penerapan model Problem-Based Learning berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V sekolah dasar.    
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD FAST START AMBON Lilis Anzar Wati Teleumbanua; Samuel P Ritiauw; Nathalia Yohana Johannes
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13418

Abstract

The implementation of inclusive education in elementary schools demands comprehensive curricular adaptations and flexible instructional strategies; however, empirical documentation regarding the actual instructional practices for children with special needs in Eastern Indonesia remains scarce. This study aims to analyze the implementation of instruction for children with special needs at Fast Start Elementary School in Ambon, encompassing instructional planning, classroom execution, evaluation procedures, and the operational challenges encountered. A descriptive qualitative method was employed, with research subjects selected through purposive sampling comprising the principal, classroom teachers, support teachers, and three students with special needs. Data were collected via participant observation, in-depth semi-structured interviews, and documentation review, with data trustworthiness verified through source and technique triangulation. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, covering data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings demonstrate that instruction for special needs students is conducted inclusively within regular classrooms using adaptive instructional strategies, such as personalized approaches, step-by-step instructions, and visual learning aids. Learning evaluations are flexibly adapted based on individual progress rather than conventional academic benchmarks. Nonetheless, the educational implementation remains hindered by the absence of an Individualized Education Program (IEP), the unavailability of qualified Special Education Support Teachers (GPK), and teachers' limited pedagogical competence. It is concluded that while Fast Start Elementary School exhibits a strong inclusive commitment, continuous teacher professional training and specialized support personnel are imperative to optimize educational services for children with special needs. ABSTRAK Penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah dasar menuntut adaptasi kurikulum dan strategi pembelajaran yang komprehensif, namun dokumentasi empiris mengenai praktik nyata pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Indonesia Timur masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus di SD Fast Start Ambon, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping, dan tiga orang peserta didik ABK. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terstruktur, dan studi dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ABK telah diselenggarakan secara inklusif di kelas reguler melalui strategi adaptif, seperti pendekatan individual, instruksi sederhana bertahap, dan media visual. Evaluasi pembelajaran disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kemajuan individual peserta didik, bukan standar nilai umum. Namun demikian, implementasi pembelajaran masih terkendala oleh ketiadaan Program Pembelajaran Individual (Individualized Education Program/IEP), belum adanya Guru Pendamping Khusus (GPK) berlatar pendidikan khusus, serta keterbatasan kompetensi guru reguler. Disimpulkan bahwa SD Fast Start Ambon memiliki komitmen inklusif yang baik, tetapi memerlukan pelatihan guru berkelanjutan dan penyediaan tenaga pendamping khusus guna mengoptimalkan layanan bagi ABK.    
AMANAT SUMPAH SIPUT DALAM NOVEL ’’CINTA PUTIH DI BUMI PAPUA” KARYA DZIKRY EL HAN Zem Santo; Nur Fidalatul Umaha; Agustinus Gereda; Lay Riwu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13517

Abstract

Research on mandates in literary works has been widely conducted; however, studies specifically examining mandates related to Papuan customary traditions, particularly the snail oath (sumpah siput), in Dzikry El Han's novel Cinta Putih di Bumi Papua remain limited. This study aims to describe the mandates of the snail oath contained in Dzikry El Han's novel Cinta Putih di Bumi Papua. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research data consisted of excerpts from the novel containing the mandates of the snail oath, while the data source was Dzikry El Han's novel Cinta Putih di Bumi Papua, published by PT Mizan Publika (Noura Books). Data were collected through reading, listening, and note-taking techniques, with the researcher serving as the main research instrument. Data analysis was conducted through several stages: reading and listening to the text, identifying and classifying the data, describing the findings, presenting the analysis results, and drawing conclusions. Data validity was established through theoretical triangulation using relevant concepts of literary mandates and sociology of literature. The findings indicate that the mandates of the snail oath in the novel consist of five forms: (1) disputes, which emphasize resolving problems amicably by prioritizing rational thinking and mutual compassion; (2) compliance with customary regulations, which highlights the importance of justice, wisdom, and adherence to customary rules; (3) providing protection, which reflects the human right to receive defense and protection as social beings; (4) feeling guilty, which emphasizes acknowledging mistakes, apologizing, and not forcing others to forgive; and (5) steadfastness, which highlights the importance of maintaining trust, attitudes, and principles while considering responsibility in life. These findings demonstrate that the snail oath in the novel functions not only as a representation of Papuan customary traditions but also conveys moral and social values relevant to communal life. This study implies that literary works can serve as a medium for understanding local wisdom, social life, and the development of wise attitudes within society. ABSTRAK Penelitian mengenai amanat dalam karya sastra telah banyak dilakukan, tetapi kajian yang secara khusus mengungkap amanat yang berkaitan dengan tradisi adat Papua, terutama sumpah siput, dalam novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry El Han masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan amanat sumpah siput yang terkandung dalam novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry El Han. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan teks novel yang mengandung amanat sumpah siput, sedangkan sumber data berupa novel Cinta Putih di Bumi Papua karya Dzikry El Han yang diterbitkan oleh PT Mizan Publika (Noura Books). Data dikumpulkan melalui teknik membaca, menyimak, dan mencatat, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan membaca dan menyimak teks, mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data, mendeskripsikan temuan, menyajikan hasil analisis, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teori dengan menggunakan konsep amanat dan kajian sosiologi sastra yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amanat sumpah siput dalam novel meliputi lima bentuk, yaitu (1) perselisihan, yang mengajarkan penyelesaian masalah secara kekeluargaan dengan mengedepankan akal sehat dan kasih sayang; (2) mematuhi peraturan adat, yang menekankan pentingnya keadilan, kebijaksanaan, dan kepatuhan terhadap ketentuan adat; (3) memberi perlindungan, yang menunjukkan hak manusia untuk memperoleh pembelaan dan perlindungan sebagai makhluk sosial; (4) merasa bersalah, yang mengajarkan pentingnya mengakui kesalahan, meminta maaf, dan tidak memaksakan pengampunan; serta (5) keteguhan, yang menekankan pentingnya menjaga amanah, sikap, dan pendirian dengan mempertimbangkan tanggung jawab dalam kehidupan. Temuan ini menunjukkan bahwa sumpah siput dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai representasi tradisi adat Papua, tetapi juga memuat nilai moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan bersama. Penelitian ini berimplikasi pada pemanfaatan karya sastra sebagai media untuk memahami nilai kearifan lokal, kehidupan sosial, dan pembentukan sikap bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat.
PENGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMKN 1 MEDAN Jersy Arisana Simarmata; Yulita Triadiarti; La Hanu; Andri Zainal; Pasca Dwi Putra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13518

Abstract

Learning motivation is one of the key factors influencing students' success in achieving learning objectives. However, students' learning motivation in the Basic Vocational Subjects is still affected by various external factors, including the peer environment and family socioeconomic conditions. This study aimed to analyze the influence of the peer environment and socioeconomic conditions on the learning motivation of tenth-grade Accounting students at SMK Negeri 1 Medan. This research employed a quantitative approach using an ex post facto research design. The study population consisted of 143 students, and the total sampling technique was applied, resulting in all members of the population being included as research participants. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicated that the peer environment had a positive and significant effect on students' learning motivation. Likewise, socioeconomic conditions also had a positive and significant effect on learning motivation. Furthermore, the peer environment and socioeconomic conditions simultaneously exerted a positive and significant influence on students' learning motivation in Basic Vocational Subjects. These findings suggest that a supportive peer environment and adequate socioeconomic conditions contribute to enhancing students' learning motivation. Therefore, schools and families should collaborate in creating a conducive learning environment to improve students' learning motivation. ABSTRAK Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun, motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, di antaranya lingkungan teman sebaya dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan teman sebaya dan kondisi sosial ekonomi terhadap motivasi belajar siswa kelas X Program Keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 143 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar. Selain itu, lingkungan teman sebaya dan kondisi sosial ekonomi secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terciptanya lingkungan pertemanan yang mendukung serta kondisi sosial ekonomi yang memadai dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, sekolah dan keluarga perlu bersinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
EFEKTIVITAS METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MI MUHAMMADIYAH 2 KEDUNGBANTENG Moch Hidayatul Rizky; Ainun Nadlif
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13642

Abstract

ABSTRACT Students’ ability to read the Qur’an still faces various challenges, particularly in the accuracy of makhraj, fluency, application of tajwid rules, and tartil, highlighting the need for systematic learning methods that are appropriate to students’ characteristics. This study aimed to analyze the effectiveness of implementing the Ummi Method in improving students’ Qur’an reading skills at MI Muhammadiyah 2 Kedungbanteng. The study employed a descriptive qualitative approach with purposive sampling to select the informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the madrasah principal, teachers, students, and parents as informants. Data were analyzed interactively through data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was established through technical triangulation. The results showed that the Ummi Method was implemented systematically through seven learning stages and supported by classical read-and-listen activities, repeated practice, direct correction, and continuous evaluation. Positive development was observed in students’ makhraj, fluency, tajwid, and tartil. The effectiveness of the implementation was also influenced by teacher competence, student readiness, learning media, and support from the madrasah and parents. These findings indicate that the Ummi Method has the potential to support structured and sustainable Qur’an reading instruction. ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam ketepatan makhraj, kefasihan, penerapan tajwid, dan tartil, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Metode Ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di MI Muhammadiyah 2 Kedungbanteng. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam pemilihan informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru, siswa, dan orang tua sebagai informan. Data dianalisis secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Ummi berlangsung secara sistematis melalui tujuh tahapan pembelajaran dan didukung sistem klasikal baca-simak, latihan berulang, koreksi langsung, serta evaluasi berkelanjutan. Perkembangan positif terlihat pada makhraj, kefasihan, tajwid, dan tartil siswa. Efektivitas penerapan juga dipengaruhi kompetensi guru, kesiapan siswa, media pembelajaran, serta dukungan madrasah dan orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa Metode Ummi berpotensi mendukung pembelajaran membaca Al-Qur’an yang terarah dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI STRATEGI KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU PEMBELEJARAN (STUDI KASUS) Khairul Iqbal; M. Ary Irawan; Lukmanul Hakim
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14073

Abstract

ABSTRACT Learning quality is one of the indicators of educational success and is influenced by school leadership, particularly instructional leadership oriented toward the learning process. This study aimed to describe the implementation of the principal’s instructional leadership strategies in supporting the improvement of learning quality at SMAN 7 Mataram through three focuses: planning, implementation, and learning quality improvement. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principal for curriculum, and teachers selected using purposive sampling. Data were analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings showed that the principal implemented instructional leadership strategies through guidance in preparing learning plans and materials, administrative monitoring, academic supervision, feedback provision, teacher development, and evaluation and follow-up through teacher meetings and internal MGMP activities. These strategies supported more structured and student-centered learning and strengthened continuous instructional improvement. Thus, instructional leadership plays a strategic role in connecting planning, implementation, supervision, evaluation, and follow-up to support learning quality. ABSTRAK Mutu pembelajaran merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan yang dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, khususnya kepemimpinan instruksional yang berorientasi pada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SMAN 7 Mataram melalui tiga fokus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi kepemimpinan instruksional melalui pembinaan penyusunan perangkat pembelajaran, monitoring administrasi, supervisi akademik, pemberian umpan balik, pembinaan guru, serta evaluasi dan tindak lanjut melalui pertemuan guru dan MGMP internal. Strategi tersebut mendukung pembelajaran yang terarah dan berpusat pada peserta didik serta memperkuat perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Dengan demikian, kepemimpinan instruksional berperan strategis dalam menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, supervisi, evaluasi, dan tindak lanjut untuk mendukung mutu pembelajaran.