cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 739 Documents
PENERAPAN TEKNIK CHUNKING UNTUK MENGURANGI BEBAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN INFORMATIKA DENGAN ALOKASI WAKTU TERBATAS Muhammad Maulana Akbar; Syaad Patmanthara; Naimu Shudur; Fitri Indra Kusumaningtyas; Rinjani Alega Dio Saputra; Anidia Wulan Sari
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14888

Abstract

ABSTRACT Informatics learning with limited instructional time may require students to process large amounts of information within a short period, potentially increasing cognitive load. One strategy that can be used to address this issue is chunking, which presents learning materials by dividing information into smaller, structured, and sequential units. This study aimed to examine the effect of chunking on students’ cognitive load in Informatics learning with limited instructional time. A quantitative approach with a quasi-experimental method and a Posttest-Only Control Group Design was employed. The sample consisted of 56 students, including 27 students in the control group and 29 students in the experimental group. Data were collected using a subjective rating scale questionnaire to measure students’ cognitive load. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and the Mann–Whitney U test. The results showed that the mean cognitive load score of the experimental group was 24.21, lower than that of the control group (27.33). The Mann–Whitney U test yielded a significance value of 0.045 (p < 0.05), indicating a significant difference between the groups. These findings suggest that chunking can help manage students’ cognitive load in Informatics learning with limited instructional time. ABSTRAK Pembelajaran Informatika dengan alokasi waktu terbatas dapat menyebabkan siswa menerima informasi dalam jumlah besar dalam waktu singkat sehingga berpotensi meningkatkan beban kognitif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah teknik chunking, yaitu penyajian materi dengan membagi informasi menjadi bagian yang lebih kecil, terstruktur, dan bertahap. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh teknik chunking terhadap beban kognitif siswa pada pembelajaran Informatika dengan alokasi waktu terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel terdiri atas 56 siswa, yaitu 27 siswa kelompok kontrol dan 29 siswa kelompok eksperimen. Instrumen berupa angket subjective rating scale untuk mengukur beban kognitif siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan rata-rata skor beban kognitif kelompok eksperimen sebesar 24,21, lebih rendah daripada kelompok kontrol sebesar 27,33. Uji Mann–Whitney U menghasilkan signifikansi 0,045 (p < 0,05), menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik chunking berpotensi membantu mengelola beban kognitif siswa dalam pembelajaran Informatika dengan waktu terbatas.
PENINGKATAN ACTIVE LEARNING PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN MIND MAPPING DAN ECO ART Dwi Ernawati; Evy Nazilatun Nikmah; Arif Budhi Darmawan; Revina Armeilia; Aurelia Azzahra; Durrotun Nafisah; Chusnawiyah Chusnawiyah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14921

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of student participation and engagement in Social Studies (IPS) learning in Class VII H due to the use of conventional learning models. The study aimed to determine the improvement in student engagement among Class VII H students at SMPN 19 Surabaya through the implementation of the Project-Based Learning model supported by project-based activities that encouraged students to actively participate in Social Studies learning. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method, beginning with a pre-cycle observation and followed by interventions conducted in two cycles. Each cycle consisted of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were selected using purposive sampling, consisting of 30 students from Class VII H at SMPN 19 Surabaya. The results showed an increase in student learning engagement, from 38.17% in the pre-cycle to 59% in Cycle I and subsequently to 80.83% in Cycle II. The increase in student engagement across the cycles indicates that the implementation of Project-Based Learning through project creation can serve as an alternative strategy for increasing student engagement in Social Studies learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya partisipasi keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPS di kelas VII H akibat model pembelajaran yang konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan peserta didik kelas VII H SMPN 19 Surabaya melalui penerapan model pembelajaran Project based learning yang didukung dengan pembuatan proyek  yang mendorong peserta didikberpartisipasi aktif dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diawali dengan observasi pra siklus dan tindakan dalam dua siklus. Pelaksanaan setiap siklus meliputi tahap perencanaa, pelaksanaan, observasi, dan tahap refleksi. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didikkelas VII H SMPN 19 Surabaya sebanyak 30 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan jika terjadi peningkatan keaktifan belajar peserta didik ketika pra siklus tingkat keaktifan peserta didik sebesar 38,17%, selanjutnya dilakukan siklus I meningkat menjadi 59% lalu dilaksanakan siklus II hingga mengalami peningakatan menjadi 80,83%. Peningkatan keaktifan belajar peserta didik setiap siklus menunjukkan jika penerapan Project based learning berbasis pembuatan proyek menjadi alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS.
KERANGKA LITERASI TAFSIR KRITIS BERBASIS METODOLOGI IBN KATSIR: IMPLIKASI BAGI PEMBELAJARAN TAFSIR DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Muzammil Wildan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14923

Abstract

Teaching Qur’anic exegesis in Islamic higher education should not be limited to mastering interpretive content but should also develop students’ abilities to evaluate sources, follow argumentative structures, establish connections among verses, and verify transmitted reports. This article aims to formulate a critical tafsir literacy framework based on the methodology of Ibn Kathir’s Tafsir al-Qur’an al-‘Azim by transforming the methodological characteristics of his exegesis into principles and learning activities for tafsir instruction. This study employs a qualitative approach using library research and document analysis. The primary source is Tafsir al-Qur’an al-‘Azim by Ibn Kathir, while secondary sources include works on tafsir methodology and studies on tafsir learning, Qur’an-Hadith education, and critical thinking in Islamic education. The analytical units were purposively selected from tafsir passages representing Qur’an-by-Qur’an interpretation, the use of hadith and early authorities, tahlili analysis, verse grouping, and criticism of Isra’iliyyat. The analysis formulated four pedagogical components: source-hierarchy literacy, sequential and multi-aspect analysis, local thematic integration, and critical verification of reports. These components are organized into a learning sequence of source exploration–analysis–integration–verification–reflection, which guides students to understand how tafsir arguments are constructed and evaluated. This framework extends the study of Ibn Kathir from merely methodological classification toward the utilization of tafsir practices as a learning design that supports students’ analytical, evaluative, and argumentative abilities. Since this study is conceptual in nature, the effectiveness of the proposed framework requires further examination through classroom-based or experimental research in Tafsir, Ulum al-Qur’an, or Tafsir Tarbawi courses. ABSTRAK Pembelajaran tafsir di perguruan tinggi Islam tidak cukup diarahkan pada penguasaan isi penafsiran, tetapi juga perlu membentuk kemampuan mahasiswa dalam menilai sumber, mengikuti alur argumentasi, menghubungkan ayat, dan memverifikasi riwayat. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka literasi tafsir kritis berbasis metodologi Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Ibn Katsir dengan mengubah karakter metodologis penafsiran menjadi prinsip dan aktivitas pembelajaran tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis dokumen. Sumber primer penelitian adalah Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Ibn Katsir, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur metodologi tafsir serta penelitian tentang pembelajaran tafsir, Al-Qur’an-Hadis, dan berpikir kritis dalam pendidikan Islam. Unit analisis dipilih secara purposif pada bagian-bagian tafsir yang merepresentasikan penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, penggunaan hadis dan atsar, analisis tahlili, pengelompokan ayat, serta kritik terhadap Israiliyat. Hasil analisis merumuskan empat komponen pedagogis, yaitu literasi hierarki sumber, analisis berurutan dan multi-aspek, integrasi tematik lokal, serta verifikasi kritis riwayat. Keempat komponen tersebut disusun dalam alur pembelajaran eksplorasi sumber–analisis–integrasi–verifikasi–refleksi yang mengarahkan mahasiswa untuk memahami cara membangun dan mengevaluasi argumentasi tafsir. Kerangka ini memperluas kajian Ibn Katsir dari sekadar klasifikasi metodologis menuju pemanfaatan prinsip kerja tafsir sebagai desain pembelajaran yang mendukung kemampuan analitis, evaluatif, dan argumentatif mahasiswa. Karena penelitian ini bersifat konseptual, efektivitas kerangka tersebut masih perlu diuji melalui penelitian kelas atau eksperimen pada mata kuliah Tafsir, Ulumul Qur’an, atau Tafsir Tarbawi.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA MENGGUNAKAN MODEL CIPP SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN Fika Diah Sutati; Tri Astuti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14941

Abstract

ABSTRACT Program Adiwiyata is an initiative of the Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup to foster an environmentally caring culture through education. Program success should not only be measured by awards but also by its effectiveness in strengthening students’ environmental care character. This study aimed to evaluate the implementation of Program Adiwiyata using the Context, Input, Process, Product (CIPP) model to strengthen environmental care character at SD Negeri 4 Kutosari. This descriptive qualitative study involved the principal, Adiwiyata coordinator, cadre supervisor, classroom teachers, and Adiwiyata student cadres selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was established through source and technique triangulation. The findings showed that the context component was supported by policies integrating environmental values into the school’s vision, mission, and curriculum. The input component was supported by adequate human resources, funding, facilities, infrastructure, and curriculum. The process component was implemented as planned through learning activities, habituation, and GPBLHS, although students’ behavioral consistency remained a challenge. The product component indicated improved environmental knowledge, awareness, and environmentally responsible behavior and contributed to the school’s achievement of Sekolah Adiwiyata Nasional status. Thus, Program Adiwiyata was effective in supporting students’ environmental care character, but continuous habituation and guidance are needed. ABSTRAK Program Adiwiyata merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup untuk membentuk budaya peduli lingkungan melalui pendidikan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari pencapaian penghargaan, tetapi juga efektivitasnya dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Adiwiyata menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP) sebagai upaya penguatan karakter peduli lingkungan di SD Negeri 4 Kutosari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, koordinator Adiwiyata, pembina kader, guru kelas, dan siswa kader Adiwiyata yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek context didukung landasan kebijakan melalui integrasi nilai peduli lingkungan dalam visi, misi, dan kurikulum sekolah. Aspek input didukung sumber daya, anggaran, sarana prasarana, dan kurikulum yang memadai. Aspek process berjalan sesuai perencanaan melalui pembelajaran, pembiasaan, dan GPBLHS, meskipun konsistensi perilaku siswa masih menjadi kendala. Aspek product menunjukkan peningkatan pengetahuan, kepedulian, dan perilaku peduli lingkungan serta mendukung pencapaian predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Dengan demikian, Program Adiwiyata telah efektif mendukung penguatan karakter peduli lingkungan, tetapi memerlukan pembiasaan dan pendampingan berkelanjutan.
PENERAPAN KONSELING KOGNITIF PERILAKU DENGAN BERORIENTASI TRI KAYA PARISUDHA UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMP Anak Agung Ayu Kaulika Dewanti; Ni Wayan Suastini
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.14971

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior is still one of the problems frequently encountered in the school environment and has an impact on the social, emotional, and academic development of students. This condition shows the importance of implementing guidance and counseling services that are not only oriented toward behavior change but also integrate local wisdom values as the basis for shaping students' character. One of the relevant local cultural values is Tri Kaya Parisudha, which emphasizes harmony among thoughts (manacika), words (wacika), and deeds (kayika). This study aims to describe the application of Tri Kaya Parisudha-oriented cognitive behavioral counseling in minimizing bullying behavior among students at SMP Negeri 3 Denpasar. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were selected using purposive sampling based on the criterion that students showed a tendency toward bullying behavior. The research data were obtained through observation, bullying behavior questionnaires, documentation, and field notes, and were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that the application of Tri Kaya Parisudha-oriented cognitive behavioral counseling was able to gradually reduce students' tendency toward bullying behavior from the initial condition through Cycle I to Cycle II. These changes were indicated by an increase in students' ability to control their thoughts, words, and actions according to the values of manacika, wacika, and kayika, as well as a reduction in mocking, intimidation, and exclusion of peers. Thus, the application of Tri Kaya Parisudha-oriented cognitive behavioral counseling can serve as an alternative local wisdom-based guidance and counseling service that is effective in creating a safe, harmonious, and bullying-free school environment. ABSTRAK Perilaku bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah dan berdampak terhadap perkembangan sosial, emosional, serta akademik peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai dasar pembentukan karakter siswa. Salah satu nilai budaya lokal yang relevan adalah Tri Kaya Parisudha, yang menekankan keselarasan antara pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan konseling kognitif perilaku berorientasi Tri Kaya Parisudha dalam meminimalisir perilaku bullying pada siswa SMP Negeri 3 Denpasar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria siswa yang menunjukkan kecenderungan perilaku bullying.  Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 3 Denpasar yang menunjukkan kecenderungan perilaku bullying. Data penelitian diperoleh melalui observasi, angket perilaku bullying, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling kognitif perilaku berorientasi Tri Kaya Parisudha mampu menurunkan kecenderungan perilaku bullying siswa secara bertahap dari kondisi awal, Siklus I, hingga Siklus II. Perubahan tersebut ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan siswa dalam mengendalikan pikiran, perkataan, dan tindakan sesuai nilai-nilai manacika, wacika, dan kayika, serta berkurangnya perilaku mengejek, mengintimidasi, dan mengucilkan teman. Dengan demikian, penerapan konseling kognitif perilaku berorientasi Tri Kaya Parisudha dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari perilaku bullying.
PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KREATIVITAS GURU: STUDI EMPIRIS DI SMP NEGERI KECAMATAN CIBINONG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Putri Dian Pratiwi; Kabul Wahyu Utomo; Yohanes Joni Pambelum; Dadang Ramdhan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15017

Abstract

The workload felt by teachers often makes them unable to be creative in developing classroom learning. In addition, stress management and balance between work and family life are things that need to be considered because they affect teachers' energy in the process of producing creative learning. This study aims to examine the effect of workload on creativity and how stress and work-life balance moderate the effect of workload on teacher creativity. The research location is a public junior high school in Cibinong District, Bogor Regency, West Java, Indonesia. This study employs PLS-SEM and simple random sampling, utilizing primary data from four public junior high schools in Cibinong District. The results of the study prove that (1) workload has a significant effect on teacher creativity; (2) stress does not moderate the effect of workload on teacher creativity; (3) work-life balance significantly moderates the effect of workload on teacher creativity. Through this study, it appears that a high work-life balance can weaken the impact of workload on decreasing teacher creativity in developing learning. The implications of this study are (1) for policymakers to design teacher workload in such a way that teachers are not burdened with complex administration; (2) for teachers, it is recommended to develop strategies to maintain work-life balance, such as time management, setting clear boundaries regarding work, and carrying out energy recovery activities. ABSTRAK Beban kerja yang dirasakan guru sering kali membuat guru tidak leluasa berkreasi dalam mengembangkan pembelajaran di kelas. Selain itu, pengelolaan stres dan keseimbangan antara kehidupan dunia kerja dan keluarga merupakan hal yang patut menjadi perhatian karena memengaruhi energi guru dalam proses menghasilkan kreativitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh beban kerja terhadap kreativitas, serta bagaimana stres dan work-life balance memoderasi pengaruh beban kerja terhadap kreativitas para guru dengan lokasi studi di SMP Negeri yang berada di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan PLS-SEM dengan teknik simple random sampling  berdasarkan data primer dari empat SMP Negeri di Kecamatan Cibinong. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kreativitas guru; (2) stres tidak memoderasi pengaruh beban kerja terhadap kreativitas guru; (3) work-life balance secara signifikan memoderasi pengaruh beban kerja terhadap kreativitas guru. Melalui penelitian ini tampak bahwa work-life balance yang tinggi mampu melemahkan dampak beban kerja terhadap penurunan kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran. Implikasi penelitian ini yaitu (1) bagi pemegang kebijakan agar mendesain beban kerja guru sedemikian sehingga guru tidak terbebani dengan administrasi yang kompleks; (2) bagi para guru, disarankan agar mengembangkan strategi untuk menjaga work-life balance, seperti manajemen waktu, memiliki boundaries (batas-batas) yang jelas terkait pekerjaan,  serta memiliki aktivitas pemulihan energi.
DINAMIKA KARIR ALUMNI PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS HAMZANWADI BERDASARKAN DISTRIBUSI SEKTOR KERJA DAN KESESUAIAN POTENSI WILAYAH Neti Paria Astuti; Ramli Akhmad; Susmala Dewi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15112

Abstract

This study aims to determine the employment sector distribution of Geography Education alumni from Universitas Hamzanwadi and to analyze the level of alignment between alumni employment and the regional potential of their workplace areas. The study is motivated by labor market dynamics that require university graduates to adapt to various employment opportunities. Although previous tracer studies have examined alumni employment conditions, they have not extensively integrated employment distribution analysis with the alignment between alumni occupations and the potential of their workplace regions. This study employed a descriptive quantitative approach using a tracer study survey method. The population consisted of 161 alumni who graduated between 2016 and 2024, while the sample included 48 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and documentation and analyzed using descriptive statistics through percentage calculations and mean scores. The results showed that most alumni were employed as honorary workers (50%), with teaching as the dominant occupation (65%), and education as the main employment sector (71%). The distribution of alumni workplaces was concentrated in Selong District (31%), although some alumni worked in other areas within West Nusa Tenggara Province and outside the province. The alignment between employment and Geography Education background showed that 38% of alumni were categorized as highly aligned and 33% as aligned, while the alignment between employment and regional potential obtained an average score of 3.59, categorized as aligned. Based on alumni responses, most occupations demonstrated alignment with their educational background and the characteristics of the regional potential of their workplaces. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi sektor kerja alumni Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi serta menganalisis tingkat kesesuaian pekerjaan alumni dengan potensi wilayah tempat mereka bekerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika pasar kerja yang mendorong lulusan perguruan tinggi untuk beradaptasi dengan berbagai peluang pekerjaan yang tersedia. Meskipun berbagai studi tracer telah mengkaji kondisi pekerjaan alumni, penelitian sebelumnya belum banyak mengintegrasikan analisis distribusi pekerjaan alumni dengan kesesuaian pekerjaan terhadap potensi wilayah tempat alumni bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui tracer study. Populasi penelitian berjumlah 161 alumni lulusan tahun 2016–2024, sedangkan sampel penelitian sebanyak 48 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan persentase dan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas alumni berstatus sebagai pegawai honorer (50%), dengan jenis pekerjaan sebagai guru (65%), serta sebagian besar bekerja pada bidang pendidikan (71%). Persebaran lokasi kerja alumni didominasi Kecamatan Selong (31%), namun alumni juga tersebar di berbagai wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun di luar provinsi. Tingkat kesesuaian pekerjaan dengan latar belakang Pendidikan Geografi menunjukkan kategori sangat sesuai sebesar 38% dan sesuai sebesar 33%, sedangkan tingkat kesesuaian pekerjaan dengan potensi wilayah memperoleh nilai rata-rata 3,59 dengan kategori sesuai. Berdasarkan data persepsi alumni, sebagian besar pekerjaan yang dijalani memiliki kesesuaian dengan latar belakang pendidikan dan karakteristik potensi wilayah tempat mereka bekerja.
MODEL PEMBINAAN TAHFIZH AL-QUR’AN PADA RUMAH TAHFIZH AL-QUR’AN AL HAFIZH DUSUN WAEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Hasrati Tomia; Rustina N; Muhajir Abdurrahman; Muhamad Rahanjamtel; Arman Man Arfa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15113

Abstract

ABSTRACT Rumah Tahfizh Al-Qur’an Al Hafizh Dusun Wael is a community-based educational institution that develops Qur’an memorization programs while fostering students’ manners in their daily lives. This study aims to analyze the Tahfizh development model and the manners of Qur’an memorizers, as well as to identify the factors that support and hinder its implementation. The study employed a qualitative approach using field research conducted from April 20 to May 20, 2026. Informants were selected through purposive sampling and included the institution’s leader, Tahfizh instructors, and students. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and then analyzed using an interactive model involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was examined through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that Tahfizh development is carried out through program planning, memorization reinforcement, muraja’ah, the development of students’ manners through exemplary conduct, habituation, and advice, as well as periodic memorization evaluation. This process resulted in the Systematic Tahfizh Development Model, which integrates memorization, memorization maintenance, character formation, and evaluation into a continuous process. Supporting factors include students’ motivation, instructors’ competence, community support, and institutional commitment, while the inhibiting factors include differences in students’ abilities, limited facilities, low Qur’anic literacy within families, and inconsistent muraja’ah outside the institution. ABSTRAK Rumah Tahfizh Al-Qur’an Al Hafizh Dusun Wael merupakan lembaga pendidikan berbasis masyarakat yang mengembangkan pembinaan hafalan Al-Qur’an sekaligus pembentukan adab santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembinaan Tahfizh dan adab hafiz serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan pada 20 April–20 Mei 2026. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi pimpinan lembaga, pembina Tahfizh, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan Tahfizh berlangsung melalui perencanaan program, penguatan hafalan, muraja’ah, pembinaan adab melalui keteladanan, pembiasaan dan nasihat, serta evaluasi secara berkala. Rangkaian tersebut menghasilkan Model Pembinaan Tahfizh Sistematik yang mengintegrasikan hafalan, pemeliharaan hafalan, pembentukan adab, dan evaluasi dalam satu proses berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi motivasi santri, kompetensi pembina, dukungan masyarakat, dan komitmen lembaga, sedangkan hambatannya berupa perbedaan kemampuan santri, keterbatasan sarana, rendahnya literasi Al-Qur’an keluarga, dan ketidakkonsistenan muraja’ah di luar lembaga.
DARI PEMBIASAAN MENUJU INTERNALISASI: MEMBACA JUZ AMMA SEBAGAI STRATEGI PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK Muhammad Adi Prastyo; Muhammad Ali Rohmad; Hajar Nurma Wachidah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15136

Abstract

ABSTRACT Social changes occurring amid digitalization and globalization present challenges for schools in consistently fostering students’ religious character. The habituation of religious activities can serve as an educational space that connects learned values with behaviors practiced in everyday life. This study aims to describe the implementation of the Juz Amma reading habituation program, identify its supporting and inhibiting factors, and analyze its contribution to the development of students’ religious character at SMP Negeri 1 Puri Mojokerto. The study employed a descriptive qualitative approach involving the principal, Islamic Religious Education teacher, vice principal for student affairs, guidance and counseling teacher, and 11 students selected randomly. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings indicate that the activity was conducted every Thursday before lessons, involving students and teachers. Its implementation was supported by school commitment, teacher role modeling, a religious school culture, and student participation, while the obstacles involved differences in Qur’an reading ability, motivation, student preparedness, and limited time. The habituation contributed to strengthening discipline, responsibility, politeness, awareness of worship, and students’ religious behavior. ABSTRAK Perubahan sosial yang berlangsung di tengah digitalisasi dan globalisasi menghadirkan tantangan bagi sekolah dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik secara konsisten. Pembiasaan kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pendidikan yang menghubungkan nilai yang dipelajari dengan perilaku yang dijalankan dalam keseharian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan membaca Juz Amma, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 1 Puri Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan dan konseling, serta 11 peserta didik yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan setiap Kamis sebelum pembelajaran dengan keterlibatan peserta didik dan guru. Pelaksanaannya didukung komitmen sekolah, keteladanan guru, budaya religius, dan partisipasi peserta didik, sedangkan hambatan berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, motivasi, kesiapan peserta didik, dan keterbatasan waktu. Pembiasaan tersebut berkontribusi terhadap penguatan disiplin, tanggung jawab, kesopanan, kesadaran beribadah, dan perilaku religius peserta didik.
TEACHERS’ STRATEGIES IN PROMOTING STUDENTS' SPEAKING SKILL THROUGH YOUTUBE INTEGRATED ENGLISH TEACHING AT UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI BARAT Fitri Waruwu; Elwin Piarawan Zebua; Trisman Harefa; Yasminar Amaerita Telaumbanua
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15188

Abstract

ABSTRACT Students’ difficulties in actively engaging in oral communication remain a particular concern in English language learning, especially when exposure to digital media is not accompanied by sufficient opportunities for speaking. This study explores how YouTube is incorporated into the learning process and how the teacher directs its use to develop students’ speaking skills. The study employed a qualitative approach and involved one English teacher selected through purposive sampling because of the teacher’s direct responsibility for using YouTube and conducting speaking activities in the classroom. Data were obtained through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation, and were subsequently analyzed using open coding, axial coding, and selective coding with the assistance of NVivo 12 Pro. The data revealed that YouTube use began with the selection of appropriate videos, preparation of technological equipment, and the use of videos as learning stimuli. The instructional practices identified included question-and-answer activities, guiding questions, storytelling, speaking motivation, and vocabulary support. However, classroom observations indicated that retelling, opinion sharing, storytelling, and individual questioning were not implemented consistently as reported in the interview. These findings indicate that the presence of YouTube is not the primary determinant of speaking practice; rather, its contribution depends on how the teacher connects audiovisual materials with purposeful and consistent communication activities. Thus, YouTube becomes more meaningful when positioned as part of a pedagogical strategy that guides students from viewing toward meaningful speaking practice. ABSTRAK Kesulitan siswa untuk terlibat secara aktif dalam komunikasi lisan menjadi persoalan tersendiri dalam pembelajaran bahasa Inggris, terutama ketika paparan media digital belum diikuti kesempatan berbicara yang cukup. Kajian ini menelusuri cara YouTube ditempatkan dalam proses pembelajaran serta bagaimana guru mengarahkan penggunaannya untuk membangun keterampilan berbicara siswa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan melibatkan satu guru bahasa Inggris yang dipilih melalui teknik purposive sampling karena memiliki tanggung jawab langsung dalam penggunaan YouTube dan kegiatan berbicara di kelas. Informasi penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian ditelaah menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding dengan bantuan NVivo 12 Pro. Data memperlihatkan bahwa penggunaan YouTube diawali dengan pemilihan video yang sesuai, penyiapan perangkat, dan pemanfaatan video sebagai stimulus pembelajaran. Praktik pengajaran yang teridentifikasi meliputi tanya jawab, pertanyaan pengarah, storytelling, motivasi berbicara, dan dukungan kosakata. Di sisi lain, observasi memperlihatkan bahwa retelling, berbagi pendapat, storytelling, serta pertanyaan individual belum diterapkan secara konsisten sebagaimana dilaporkan dalam wawancara. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberadaan YouTube bukan penentu utama terbentuknya praktik berbicara, melainkan bagaimana guru menghubungkan materi audiovisual dengan aktivitas komunikasi yang terarah dan konsisten. Dengan demikian, YouTube lebih bermakna ketika digunakan sebagai bagian dari strategi pedagogis yang mengantar siswa dari menyimak menuju praktik berbicara yang bermakna.