cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jks@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
ISSN : 14421026     EISSN : 25500112     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Pemilihan Terapi Konservatif dan Operatif pada Endometriosis cut rika maharani
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19725

Abstract

Abstract. Abdominal pain during menstrual periods (dysmenorrhea), accompanied by pelvic pain, and infertility are symptoms that patients with endometriosis often complain of. Endometriosis is a chronic,inflammatory condition estrogen-dependent characterized by proliferation of the endometrial glands and stroma outside the uterine cavity. Endometriosis occurs in nearly 2-10% of women of childbearing age, 35-50% of women with pelvic pain or infertility. Incidence peaks at age 25-35 years, but is also at risk in young women with dysmenorrhea or pelvic pain. Women with endometriosis need management for pain, infertility or both. Treatment options depend on the age of the patient, the severity of clinical symptoms, the patient's fertility plan, previous management, and the location of the pain. Then It was adjusted to conservative or operative therapy based on the patient’s fertility plan.     
Microbiologically documented infection and antimicrobial sensitivities in pediatric malignancy patients with febrile neutropenia at Dr Saiful Anwar Hospital, Malang, Indonesia Savitri Laksmi Winaputri; Dominicus Husada; Budi Utomo; Irene Ratridewi; Susanto Nugroho; I Dewa Gede Ugrasena; Parwati Setiono Basuki; Ismoedijanto Ismoedijanto
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.20903

Abstract

Abstract. Background: Febrile neutropenia in malignancy children increase the risk of infection, morbidity and mortality. Microbiologically documented infection in pediatric malignancy has not been studied in Saiful Anwar Hospital. Purpose: Determine profile of blood, urine, sputum, and wound bed culture and antimicrobial sensitivities pattern in pediatric malignancy patients with febrile neutropenia. Methods: Pediatric malignancy patients with febrile neutropenia and microbiologically documented infection admitted to dr Saiful Anwar General Hospital Malang, were studied from 2016 to 2019.  Bacterial and fungal etiology were identified, along with antimicrobial sensitivities patterns. Results: 53 (17%) of 307 pediatric malignancy patients with febrile neutropenia experienced 75 episodes of microbiologically documented infection. 40 (53,3%) gram-negative and 34 (45,3%) gram-positive isolated from 75 isolated pathogens. The most common gram-negative were Klebsiella pneumonia (n=15) and Escherichia coli (n=8). The most common gram-positive were Coagulase-negative Staphylococci (n=14) and Enterococcus faecalis (n=7). Escherichia coli, Coagulase-negative Staphylococci, Enterococcus faecalis, and Staphylococcus aureus were 100% sensitive to all tested antimicrobials. Klebsiella pneumonia and Acinetobacter baumanni were 100% sensitive to almost all tested antimicrobials. Pseudomonas aeruginosa was found less sensitive (0-80%) to all tested antimicrobials. Conclusion: Investigation of antimicrobial sensitivities of these organisms may guide successful antimicrobial therapy and improve quality of pediatric malignancy care. Abstrak. Latar Belakang: Demam neutropenia pada keganasan anak meningkatkan risiko infeksi, morbiditas dan mortalitas. Microbiologically Documented Infection merupakan masalah utama di dunia, namun belum dilakukan penelitian di RSUD Dr. Saiful Anwar. Tujuan: Melihat gambaran kultur darah, urine, sputum, dan dasar luka dan pola sensitivitas antimikroba pada keganasan anak dengan demam neutropenia. Metode: Pasien keganasan anak dengan demam neutropenia di bangsal Hemato-onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan terdiagnosis Microbiologically Documented Infection pada tahun 2016-2019, ditentukan etiologi, serta pola sensitivitas antimikroba. Hasil: Dari 307 pasien keganasan anak dengan demam neutropenia, 53(17%) pasien mengalami 75 episode microbiologically documented infection. Didapatkan 40(53,3%) bakteri gram negatif dan 34(45,3%) gram positif dari 75 hasil kultur. Bakteri gram negatif yang paling banyak ditemukan adalah Klebsiella pneumonia (n=15) dan Escherichia coli (n=8), serta Coagulase-negative Staphylococci (n=14) dan Enterococcus faecalis (n=7) pada gram positif. Escherichia coli, Coagulase-negative Staphylococci, Enterococcus faecalis, dan Staphylococcus aureus 100% sensitif terhadap semua antimikroba yang diuji. Klebsiella pneumonia dan Acinetobacter baumanni 100% sensitif terhadap hampir semua anitmikroba yang diuji. Pseudomonas aeruginosa memiliki sensitivitas rendah (0-80%) terhadap semua antimikroba yang diuji. Kesimpulan: Penelitian tentang sensitivitas antimikroba pada organisme tersebut dapat menjadi panduan untuk keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas pelayanan pada keganasan anak.
Etika batuk pada masa pandemic COVID-19 Saminan Saminan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19373

Abstract

Astrak. Batuk merupakan gejala penyakit yang paling umum di jumpai baik pada anak maupun pada orang dewasa, batuk menjadi salah satu gejala penyakit saluran napas disamping sesak, mengi dan sakit dada. Pada saat batuk, benda asing (sekret) dalam saluran pernapasan terbawa keluar oleh udara ekpirasi sehingga paru tetap dalam keadaan bersih. Etika batuk dapat mengurangi penyebaran sekret saluran pernapasan yang mengandung partikel infeksius. Gejala paling umum yang terlihat akibat COVID-19 yaitu batuk, demam, sesak napas, kelelahan dan diare yang disebabkan pernah kontak dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19, bila sudah positif maka organ yang paling mudah terganggu adalah paru-paru. Kata Kunci : Etika Batuk, Covid-19, Pandemi ABSTRACT. Coughing is the most common symptom of disease in both children and adults, coughing is a symptom of respiratory disease besides tightness, wheezing and chest pain. When coughing, foreign objects (secretions) in the respiratory tract are carried out by the expiratory air so that the lungs remain clean. Cough etiquette can reduce the spread of respiratory secretions containing infectious particles. The most common symptoms seen due to COVID-19 are coughing, fever, shortness of breath, fatigue and diarrhea caused by having contact with people who have been infected with COVID-19, if they are positive, the organs that are most easily disturbed are the lungs.  Keyword : Cough, Covid-19, Pandemic 
Keterlambatan deteksi plasenta akreta pada trimester pertama Teungku Puspa Dewi
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.20032

Abstract

Abstract. Placenta accreta is defined as the invasion of the abnormal trophoblast from part or all of the placenta into the myometrium of the uterine wall. abnormal implantation of the placenta in the uterine wall, complicates approximately 0.9% of pregnancies. Clinical risk factors include placenta praevia and a history of previous uterine surgery, such as a cesarean delivery. The incidence of placenta accreta increases with the increase in the number of cesarean deliveries. The incidence of placenta accreta in placenta previa patients is 25-50%. Placenta accreta causes 7-10% of cases of maternal mortality in the world. A history of previous cesarean section and intrauterine surgery are the most common risk factors for placenta accreta. Management of patients with placenta accreta is hysterectomyKeywords: Placenta accreta , accrete, first trimesterAbstrak. Plasenta akreta adalah invasi dari trofoblas yang abnormal baik itu sebagian maupun keseluruhan dari plasenta yang masuk ke dalam lapisan miometrium di dinding rahim. Proses implantasi yang abnormal plasenta pada dinding rahim merupakan suatu komplikasi kehamilan sebesar 0,9%. Faktor risiko terjadinya plasenta akreta adalah adanya plasenta previa dan riwayat pembedahan rahim sebelumnya, seperti persalinan secara sesar.Insiden plasenta akreta meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah persalinan secara sesar. Insidensi terjadinya plasenta akreta pada pasien dengan plasenta previa adalah sebesar 25-50%. Plasenta akreta menyebabkan 7-10% dari kasus kematian ibu di dunia. Pasien dengan riwayat seksio sesarea dan operasi intrauterin lainnya merupakan faktor risiko yang paling umum untuk terjadinya plasenta akreta. Management terhadap pasien dengan plasenta akreta adalah histerektomi.Kata Kunci: plasenta akreta. Akreta, trimester pertama
Interaksi obat potensial pada pasien usia lanjut Hijra Novia Suardi; Suryawati Suryawati; Vera Dewi Mulia
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.21272

Abstract

Interaksi obat beresiko terjadi pada kelompok usia lanjut karena penggunaan jumlah obat yang banyak (polifarmasi). Resiko interaksi obat ini dapat meningkat karena perubahan anatomi dan fisiologi tubuh yang menyebabkan  penurunan fungsi dari organ yang terlibat dalam proses absorpsi, metabolisme, distribusi dan ekskresi obat. Artikel ini memaparkan beberapa interaksi obat potensial akibat penggunaan lebih dari satu obat pada saat yang bersamaan. Interaksi obat tersebut meliput penggunaan warfarin, ACE-inhibitor dan Digoksin.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan dengan Status Gizi Pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Barat Nirwana Lazuardi Sary; Siti Rahmawati; Yusni Yusni; Husnah Husnah; Saminan Saminan
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i1.19436

Abstract

Abstrak. Masalah gizi masih menjadi beban gizi ganda di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, prevalensi status gizi lebih dan obesitas mayoritas terjadi pada masyarakat berprofesi pegawai. Salah satu faktor penyebab masalah gizi adalah kebiasaan konsumsi makanan tidak sesuai pedoman gizi seimbang sehingga mempengaruhi produktvitas kerja para pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan dengan status gizi pegawai sekretariat daerah Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dan jumlah responden sebanyak 85 pegawai. Pengambilan data dengan pengisian kuesioner SQ-FFQ untuk menilai kebiasaan konsumsi makanan, pengukur berat dan tinggi badan serta menghitung IMT untuk menilai status gizi. Hasil penelitian sebanyak 48 pegawai (56,9%) responden memiliki kebiasaan konsumsi makanan berlebih yang terdiri dari asupan energi 60%, asupan karbohidrat 61,2% dengan kategori baik, dan asupan protein 85,9%, lemak 58,8% dengan kategori lebih. Status gizi responden dominan gizi tidak normal sebanyak 75,3% dan gizi normal 24,7%. Hasil analisis korelasi spearman menunjukan bahwa tidak ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan dengan status gizi pegawai sekretariat daerah Kabupaten Aceh Barat dengan p-value=0,116 (p0.05). Kesimpulan tidak ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan dengan status gizi dapat disebabkan berbagai faktor yang berpengaruh pada status gizi seseorang.Kata kunci: Status Gizi, Kebiasaan Konsumsi Makanan, PegawaiAbstract. Nutritional problems are still a double burden of nutrition in some developing countries, include Indonesia. In Indonesia, prevelance of overweight and obesity is majority by people with the employee profession. One of which factors that cause nutritional problems is the habit of eating food that does not comply with the guidelines for balanced nutrition so that it affect the work productivity of employees. This study aims to determine the relationship between food consumption habits and nutritional status of the regional secretariat employees of West Aceh Regency. This is an analytic observational study with cross sectional design. The sampling technique is total sampling and number of respondents is 85 employees. The collection of data by filling out the SQ-FFQ questionnaire to assess food consumption habits, measuring weight and height and calculating BMI to assess nutritional status. The results showed as many as 48 employees56,9% of respondents had over food consumption habits which consisted of 60% energy intake, 61,2% carbohydrates intake with good categories and 85,9% protein intake, 58,8% fat intake with over categories. The nutritional status of the dominant respondents abnormal nutrition as much as 75.3% and normal nutrition of 24.7%. Data analysis using the spearman correlation test shows that there is no correlation between food consumption habits and nutritional status of the regional secretariat employees of West Aceh Regency p=0,116 (p0,05). The conclusion that there is no relationship between food consumption habits and nutritional status can be caused by many other factors that affect a person's nutritional status.Keyword: Nutritional Status, Food Consumption Habit, Employees
Prevalensi dan faktor risiko prehipertensi dan hipertensi pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Riau Revinta Mozache Hardiman; Fajri Marindra Siregar
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21257

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan nasional yang paling sering dijumpai di fasilitas layanan kesehatan primer. Prehipertensi bukan penyakit, melainkan berupa pengingat untuk menurunkan tekanan darah sebelum berada dalam kondisi hipertensi dan komplikasinya. Belakangan ini, kasus prehipertensi dan hipertensi meningkat pada dewasa muda (18-39 tahun) dan sering kali tidak terdiagnosis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan faktor risiko prehipertensi dan hipertensi pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilaksanakan pada Oktober 2020 – April 2021. Data penelitian diperoleh dari 118 responden yang terdiri dari 33 orang (28%) laki-laki dan 85 orang (72%) perempuan. Hasil penelitian ini adalah ditemukan prevalensi prehipertensi sebesar 34,7% dan hipertensi sebesar 5,9%. Faktor risiko yang didapatkan meliputi jenis kelamin laki-laki 28%, riwayat hipertensi keluarga 81,4%, indeks massa tubuh overweight 13,6% dan obesitas 22,9%, aktifitas fisik rendah 54,2%, perokok 3,4% dan ex-perokok 4,2%, konsumsi alkohol 5,9%, pola makan buruk 63,9%, tingkat stres parah 12,7% dan sangat parah 11%, dan kualitas tidur buruk 87,3%.
Medicolegal Investigation in a Crushed Injury in Lower Limb due to Road Traffic Accident Taufik Suryadi; Kulsum Kulsum
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.19459

Abstract

The prevalence and incidence of traffic accidents resulting in injuries to the extremities are still high enough so that the morbidity and mortality rates increase each year. Extremity injuries that occur as a result of traffic accidents cause damage to bones, muscles, joints and also in blood vessels, which can cause massive bleeding which can result in haemorrhagic shock and lead to death. A reported case of a 41-year-old woman suffered a traffic accident that resulted in her left leg being crushed. According to the medicolegal system in Indonesia, every case of a traffic accident must be made a simultaneous examination between clinical medical aspects and clinical forensics. Medical evidence was collected to produce a medicolegal investigation report. In this case an analysis of how predicted traffic accident events, the impact of trauma, the degree of qualification of injuries to the estimated threat of punishment for the perpetrators who caused injury to victims due to traffic accidents involving extremity.
Gambaran pengetahuan dan penanganan dengan kualitas nyeri pada siswi aliyah Madrasah Ulumul Quran Pagar Air tahun 2021 Syaza Azra; Rajuddin Rajuddin; Fitri Dewi Ismida
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.23786

Abstract

Abstrak. Kejadian dismenorea pada remaja usia sekolah masih tergolong tinggi. Banyaknya dampak yang diakibatkan oleh dismenorea berakibat pada penurunan produktivitas dan prestasi belajar siswi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan penanganan dismenorea dengan kualitas nyeri yang terjadi pada siswi Aliyah Madrasah Ulumul Quran Pagar Air. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 83 siswi kelas X, XI, dan XII IPA Madrasah Ulumul Quran Pagar Air. Pemilihan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner yang selanjutnya diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswi terhadap dismenorea masih kurang (69,8%). Penanganan siswi terhadap dismenorea juga masih kurang (46,9%). Dismenorea umum dialami dalam skala nyeri sedang (49,4%). Pada siswi dengan pengetahuan yang kurang mengenai dismenorea, skala nyeri yang umum ditemui berada dalam skala sedang (53,4%). Pada siswi dengan penanganan yang kurang terhadap dismenorea, skala nyeri yang umum ditemui berada dalam skala ringan (51,3%).Abstract. The incidence of dysmenorrhea in students is still relatively high. Many impacts caused by dysmenorrhea result in a decrease for students productivity and learning achievement. This study aims to determine the description of knowledge and treatment with the quality of pain that occurs in female students of Aliyah Madrasah Ulumul Quran Pagar Air. This method of research is a quantitative descriptive with a cross sectional design. The research sample was 83 students of class X, XI, and XII IPA Madrasah Ulumul Quran Pagar Air. Sample selection using stratified random sampling technique. The research was conducted by distributing questionnaires which were then filled out by the respondents. The results showed that the knowledge about dysmenorrhea was still in the poor category (69.8%). The treatment of dysmenorrhea also in the poor category (46.9%). Generally, the pain of dysmenorrhea was in moderate scale (49.4%). In students with less knowledge about dysmenorrhea, the pain scale that is commonly encountered is on a moderate scale (53.4%). In female students with poor handling of dysmenorrhea, the pain scale that is commonly encountered is on a mild scale (51.3%).
Peran Suplementasi Mikronutrient Dalam Tatalaksana COVID 19 Yunita Arliny
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v22i1.21968

Abstract

Penyembuhan Infeksi COVID-19 bergantung pada sistem imun. Sistem imun yang baik dianggap memegang peranan penting untuk melindungi tubuh terhadap keparahan gejala klinis yang terjadi. Telah diketahui bahwa selama masa infeksi akan mengakibatkan peningkatan kebutuhan energi sehingga dibutuhkan asupan makronutrient yaitu karbohidrat, lemak dan protein yang cukup untuk dapat mengaktifkan sistem imun dengan baik. Mikronutrient berperan dalam rangkaian respon imun terhadap berbagai mikroorganisme termasuk infeksi virus, mulai dari interaksi awal host-virus, aktivasi imun alami hingga adaptif. Imunitas yang sehat memerlukan keterlibatan beberapa mikronutriet, yang tidak dapat bekerja jika hanya terpenuhi satu jenis nutrient saja. Beberapa mikronutrient tersebut adalah vitamin A, C, D, B6, B12, Besi (Fe), Zinc (Zn), selenium (Se).

Filter by Year

2005 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1: April 2023 Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022 JKS Edisi Khusus Oktober 2022 Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021 Vol 21, No 2 (2021): Volume 21 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 21, No 1 (2021): Volume 21 Nomor 1 April 2021 Vol 20, No 3 (2020): Volume 20 Nomor 3 Desember 2020 Vol 20, No 2 (2020): Volume 20 Nomor 2 Agustus 2020 Vol 20, No 1 (2020): Volume 20 Nomor 1 April 2020 Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019 Vol 19, No 2 (2019): Volume 19 Nomor 2 Agustus 2019 Vol 19, No 1 (2019): Volume 19 Nomor 1 April 2019 Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018 Vol 18, No 2 (2018): Volume 18 Nomor 2 Agustus 2018 Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018 Vol 17, No 3 (2017): Volume 17 Nomor 3 Desember 2017 Vol 17, No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2017 Vol 17, No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 April 2017 Vol 16, No 3 (2016): Volume 16 Nomor 3 Desember 2016 Vol 16, No 2 (2016): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2016 Vol 16, No 1 (2016): Volume 16 Nomor 1 April 2016 Vol 15, No 3 (2015): Volume 15 Nomor 3 Desember 2015 Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015 Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015 Vol 14, No 3 (2014): Volume 14 Nomor 3 Desember 2014 Vol 14, No 2 (2014): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2014 Vol 14, No 1 (2014): Volume 14 Nomor 1 April 2014 Vol 13, No 3 (2013): Volume 13 Nomor 3 Desember 2013 Vol 13, No 2 (2013): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013 Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012 Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012 Vol 11, No 3 (2011): Volume 11 Nomor 3 Desember 2011 Vol 11, No 2 (2011): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 11, No 1 (2011): Volume 11 Nomor 1 April 2011 Vol 10, No 3 (2010): Volume 10 Nomor 3 Desember 2010 Vol 10, No 2 (2010): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 10, No 1 (2010): Volume 10 Nomor 1 April 2010 Vol 9, No 3 (2009): Volume 9 Nomor 3 Desember 2009 Vol 9, No 2 (2009): Volume 9 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 9, No 1 (2009): Volume 9 Nomor 1 April 2009 Vol 8, No 3 (2008): Volume 8 Nomor 3 Desember 2008 Vol 8, No 2 (2008): Volume 8 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 8, No 1 (2008): Volume 8 Nomor 1 April 2008 Vol 7, No 3 (2007): Volume 7 Nomor 3 Desember 2007 Vol 7, No 2 (2007): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 7, No 1 (2007): Volume 7 Nomor 1 April 2007 Vol 6, No 3 (2006): Volume 6 Nomor 3 Desember 2006 Vol 6, No 2 (2006): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 6, No 1 (2006): Volume 6 Nomor 1 April 2006 Vol 5, No 1 (2005): Volume 5 Nomor 1 April 2005 More Issue