LOGOS
Fokus utama kajian Jurnal Logos adalah penelitian ilmiah dalam bidang Pendidikan Keagamaan Katolik, dengan ruang lingkup mencakup bidang keagamaan secara umum, liturgi, pastoral, katekese, spiritualitas, filsafat, sosiologi, antropologi, religi, dan budaya.
Articles
130 Documents
CORRUPTION AS THE PERENIAL COLONIZER
Luturmas, Johanis
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penjajahan di dunia harus dihapuskan. Inilah pernnyataan tegas dalam pembukaan Undang-undang Dasar negara kita. Berdasarkan pengalaman bangsa kita, kita benci penjajahan. Namun jika persoalan penjajahan ini dilihat dari teologi post-kolonial, maka rupanya ada jenis baru penjajah yang selalu berusaha menguasai hati banyak orang sebenarnya membenci apa itu yang namanya penjajah. Dalam tulisan ini akan dijelaskan bahwa ternyata mentalitas koruptif juga masih menguasai banyak orang di zaman kita ini. Refleksi ini akan didasarkan pada kesaksian biblis tentang praktek korupsi yang juga merasuk dalam praktek-praktek keagamaan.
PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT MAHASISWA
Hateyong, Elisabet
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the effect of entrepreneurship education on student entrepreneurrial intention in univercity. It shows when study was direct on enterpreneur practicum will be given motivation for the student in univercity. The results of entrepreneurship education have a significant influence on student entrepreneurial intentions. It shows that education metod, curiculum competation and how much time that used to study will be stimulation on student entrepreneurrial intention.
INTI KONSILI VATIKAN II
Bohm, C.J.
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Second Vatican Council showed a way to live a Christian life in today’s world. We select three items that merit to be given special attention to us who live 55 years after the Council: decentralization, the celebration of the Eucharist, and the mission of the lay faithful. Apart from these, we are invited to reflect on the central message of the Council, i.e. Jesus Christ himself.
GAYA KEPEMIMPINAN RELIGIUS KATOLIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN
Heatubun, Antonius
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gaya Kepemimpinan adalah norma perilaku yang oleh seseorang digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Kepemimpinan Religius pada Lembaga Pendidikan Katolik merupakan implementasi gaya kepemimpinan Yesus Kristus; yang dalam perspektif kristiani, terdapat tiga gambaran model kepemimpinan Yesus Kristus, yakni pemimpin sebagai pelayan (servant), pemimpin sebagai gembala (shepherd) dan pemimpin sebagai pengurus (steward).
KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DALAM PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Reresi, Marsianus
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This article presents the conceptual study of the democratic leadership role of principals in the implementation of school-based management. This study is very relevant because this study presents alternative leadership of school principals as the main factor in the successful implementation of school-based management.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 REVISI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK : (Suatu Tinjauan Kritis Terhadap Kompetensi dan Problematika Guru PAK di Sekolah-Sekolah Se-Kecamatan Tanimbar Selatan)
Reresi, Marsianus;
Seralarat, Kornelis
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The 2013/revision Curriculum is a furture development of earlier curricula, in which the implementation of the teacher’s competence in matters of religious instruction is imperative. Focus of the qualitative research is how are the competency and problematics of teacher’s implementing the 2013/revision curriculum of Catholic Religious instruction at the schools in the South Tanimbar District? The result of this investigation is being studied analticall in the context of Catholic Religion teacher’s competency and problematics wich occur when the 2013/revision curriculum of Catholic religious instruction is being implemented.
GAMBARAN STEREOTIP UMAT KATOLIK PERKOTAAN DI MALUKU ATAS HIDUP DAN PELAYANAN IMAM DIOSESAN
Batlayeri, Willem;
Ngutra, Seno;
Deo, Adri
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Diocesan priests are the main ministers of the apostolic ministry and faith development of the people in every diocese. The effort to implement the spiritual apostolate in the midst of the people of God, the diocesan priests are often received the negative assessment from the people. The history has noted that from of old the people of the compare the life style and the ministry of the diocesan priests and the religious priests. The religious priests are assessed to be better than the diocesan priests. This common assessment also takes place in the diocese of Amboina. However, if we are wise enough, this assesements become the input for the betterment of the spiritual grouth of the diocesan priests.
MEMAHAMI SIRKULASI HARTA KAWIN MENURUT MASYARAKAT SOFYANIN DI KOTA AMBON
Ohoduan, Erol Markus
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini bertujuan menjelaskan tradisi perkawinan masyarakat Sofyanin dar Tanimbar yang berdomisili di Kota Ambon. Fokus penelitian adalah sirkulasi harta kawin. Kata “memahami” dalam judul tulisan ini menunjuk pada suatu usaha untuk menemukan pengertian, konsep dan pemahaman. Usaha ini bukan sesuatu yang mudah karena diperlukan sebuah kerja keras untuk menelusuri dimensi kultural dari tradisi perkawinan dan sirkulasi harta kawin.
SUNAT SEBAGAI SEBUAH RITUS INISIASI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT BATLALE DI PULAU BURU
Lehalima, Yansen;
Refo, Ignasius SS.
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sunat secara umum senantiasa berhubungan dengan upacara keagamaan, baik itu dalam hubungan dengan agama Islam maupun keyakinan-keyakinan yang dipegang dan dipraktekkan masyarakat tradisional. Di desa Batlale Pulau Buru, masyarakat mempraktekkan pula. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, ditemukan bahwa sunat yang dipraktekkan memiliki kemiripan dengan ritus inisiasi sebagaimana yang dijelaskan oleh Arnold van Gennep.
MERAYAKAN KEBHINEKAAN DALAM KONTEKS KOTA AMBON
Refo, Ignasius SS.
LOGOS: JURNAL PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini adalah usaha untuk menjawab krtitikan bahwa damai di Kota Ambon baru pada level seremonial. Apakah faktanya memang demikian? Apakah bukan justru sebaliknya, kegiatan dan perayaan keagamaan, yang telah melibatkan bagitu banyak orang dari komunitas agama yang berbeda telah menunjukkan betapa majunya kerukunan dan kedamaian di Kota Ambon dan Maluku? Dengan memanfaatkan studi literatur dan memperlihatkan apa yang terjadi di Kota Ambon, diperlihatkan bahwa kegiatan dan upacara keagamaan dapat menjadi sarana perjumpaan antar komunitas-komunitas yang berbeda agama.