cover
Contact Name
Rusdyi Habsyi
Contact Email
rusdy.habsy@gmail.com
Phone
+6281356476549
Journal Mail Official
jimatjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus STKIP Kie Raha kel. Sasa Kota ternate. Gedung D Lantai 1. Program Studi Pendidikan Matematika Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)
ISSN : -     EISSN : 27741729     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1729) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, JIMAT menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), JIMAT dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh JIMAT.
Articles 163 Documents
Analisis Permasalahan Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas V SPF SD Negeri 101775 Sampali Denri Laurensius Sitanggang; Gilang Fathir Andikha; Grace Shinta Simbolon; Putri Pakpahan; Anatasia Egresia Saragih; Elvi Mailani
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pembelajaran matematika pada siswa kelas V di SPF SD Negeri 101775 Sampali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru wali kelas V dan siswa kelas 5A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 dari 28 siswa belum mencapai ketuntasan belajar, terutama pada materi pecahan dan soal cerita. Permasalahan ini dipengaruhi oleh faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar dan lemahnya pemahaman konsep, serta faktor eksternal berupa dominasi metode ceramah, keterbatasan media pembelajaran interaktif, dan rendahnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan akar permasalahan pembelajaran matematika kelas V secara empiris sehingga dapat menjadi landasan perancangan intervensi pedagogis yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata siswa, khususnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Problematika Pembelajaran Perkalian Pecahan Di Sekolah Dasar: Studi Kasus Berdasarkan Perspektif Guru Kelas V Marie Natasya Simorangkir; Sandy Anugrah Siburian; Elvi Mailani; Riska Natalia Br Sitepu; Monica Sola Gratia Panjaitan; Alia Fatia Zahra Olii
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran perkalian pecahan pada siswa kelas V sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor penyebab dan solusi pembelajaran yang relevan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru kelas V SDN 101775 Jl. Irian Barat pada tanggal 06 Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran perkalian pecahan masih menjadi salah satu materi matematika yang sulit dipahami siswa karena sifat konsep yang abstrak, rendahnya pemahaman konseptual, dominasi pembelajaran prosedural, serta munculnya berbagai miskonsepsi matematis. Selain itu, keterbatasan penggunaan media konkret dan rendahnya keterlibatan aktif siswa turut memengaruhi hasil belajar. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis kontekstual, penggunaan media manipulatif, dan penerapan model pembelajaran inovatif seperti Realistic Mathematics Education (RME) dan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap operasi perkalian pecahan.
Analisis Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Siswa pada Pemahaman Konsep Bangun Datar di Kelas IVB SD Pelangi Nadhilah Syafitri; Elvi Mailani; Dina Aulia; Zuhti Atitta Putri; Nadine Gwen C.H. Sitorus; Selsy Abrilya
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1417

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan salah satu kemampuan dasar yang perlu dimiliki siswa sekolah dasar untuk mendukung keberhasilan belajar pada materi-materi berikutnya. Namun, dalam praktik pembelajaran masih ditemukan berbagai kesulitan yang dialami siswa, khususnya pada materi geometri, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa memahami konsep secara lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep bangun datar serta mengkaji strategi yang diterapkan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IVB SD Pelangi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi terhadap modul ajar yang digunakan dalam pembelajaran. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami jumlah sisi, jenis sudut, kesejajaran, dan klasifikasi bangun datar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru menerapkan model Discovery Learning dengan memanfaatkan benda konkret, permainan tangram, serta mengaitkan materi dengan objek yang terdapat di lingkungan sekitar siswa. Analisis dokumentasi juga menunjukkan bahwa modul ajar telah dirancang secara interaktif melalui kegiatan pengamatan, diskusi, eksplorasi, refleksi, dan penyusunan bentuk bangun datar yang berpusat pada siswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis penemuan yang didukung media konkret dan kontekstual dapat menjadi alternatif bagi guru dalam membantu siswa memahami konsep geometri di sekolah dasar.
Analisis Peramalan Jumlah Penumpang Kapal Feri Rute Bastiong ke Sofifi di Maluku Utara : Studi Komparasi Metode Double Moving Average dan Double Eksponential Smoothing Hasanuddin Usman; Isman M. Nur
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi antara metode Double Moving Average (DMA) dan Double Eksponential Smoothing (DES) dalam meramalkan jumlah penumpang kapal feri pada rute Pelabuhan Bastiong Ternate menuju Pelabuhan Sofifi, Provinsi Maluku Utara. Data yang dianalisis merupakan data sekunder jumlah penumpang bulanan selama periode Januari hingga November tahun 2024, yang menunjukkan pola pergerakan sangat fluktuatif dengan jumlah tertinggi terjadi pada bulan Januari (16.249 orang) dan penurunan tajam mencapai titik terendah pada bulan November (1.868 orang). Metode analisis menggunakan perhitungan statistik deret waktu, dengan pengujian kinerja model didasarkan pada indikator kesalahan Mean Absolute Error (MAE), Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Double Eksponential Smoothing dengan parameter optimal menghasilkan nilai kesalahan yang lebih kecil yaitu MAE sebesar 3.100,64, MSE sebesar 13.245.781,22, serta MAPE sebesar 27,65%. Sementara itu, metode Double Moving Average dengan periode n=3 menghasilkan nilai kesalahan yang lebih tinggi, yakni MAE sebesar 3.358,08, MSE sebesar 15.124.698,48, dan MAPE sebesar 31,48%. Berdasarkan perbandingan tersebut, metode Double Eksponential Smoothing terbukti memiliki tingkat akurasi yang lebih unggul dan lebih adaptif terhadap perubahan pola data dibandingkan metode Double Moving Average. Melalui model terbaik ini, diprediksi jumlah penumpang pada bulan Desember 2024 diperkirakan mencapai 6.589 orang.Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola pelabuhan dan operator pelayaran dalam menyusun jadwal serta menentukan kapasitas armada yang efisien dan sesuai dengan permintaan pasar.
Profil Emosi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Aspek Afektif Adhwa Nurfadhilah; Citra Ayu Wardani; Wahidasani Rajwa Aqillah; Novferma Novferma; Husni Sabil
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1424

Abstract

Aspek afektif memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika karena dapat memengaruhi keterlibatan, motivasi, dan pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil emosi belajar siswa dalam pembelajaran matematika ditinjau dari aspek afektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 19 siswi kelas IX B MTs Pondok Karya Pembangunan Al-Hidayah Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan Angket Emosi Belajar Siswa yang terdiri atas 30 butir pernyataan dengan skala Likert lima tingkat dan mencakup delapan indikator, yaitu perasaan senang, antusiasme, percaya diri, kecemasan, kebosanan, frustrasi, motivasi belajar, dan kepuasan belajar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase dengan kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil emosi belajar siswa memperoleh persentase sebesar 69,5% dan berada pada kategori baik. Indikator kepuasan belajar (89,82%) dan motivasi belajar (85,26%) memperoleh kategori sangat baik, sedangkan perasaan senang, antusiasme, percaya diri, dan kebosanan berada pada kategori baik. Sementara itu, kecemasan (58,68%) dan frustrasi (59,73%) berada pada kategori cukup. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki kondisi emosional yang positif selama mengikuti pembelajaran matematika, meskipun masih terdapat sebagian siswa yang mengalami hambatan emosional berupa kecemasan dan frustrasi. Hasil penelitian mengindikasikan pentingnya pembelajaran yang mendukung perkembangan emosi positif sekaligus membantu mengurangi emosi negatif siswa dalam pembelajaran matematika.
Optimasi Parameter PID dan Simulasi Model Matematis Sistem Kontrol Traksi Kendaraan Menggunakan Hybrid PID-Fuzzy M Syaid Abdhul Zhafar; Muhamad Fiqhan Furqoni; Ahmad Fakhrur Rofiqy; sugiyanto sugiyanto
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1427

Abstract

Penelitian ini mengembangkan model matematis dan simulasi sistem kontrol traksi (Traction Control System/TCS) kendaraan berbasis MATLAB dengan menggunakan pendekatan Hybrid PID-Fuzzy. Sistem kontrol traksi berfungsi mencegah spin roda pada saat akselerasi dengan mengontrol torsi mesin dan torsi pengereman secara real-time. Parameter PID (Kp, Ki, Kd) dioptimasi menggunakan metode Ziegler-Nichols yang dimodifikasi, sedangkan logika fuzzy digunakan sebagai kompensator tambahan untuk memperbaiki respons transien dan mereduksi overshoot. Model matematis mencakup dinamika roda (slip), torsi mesin, torsi pengereman, dan kinematika kendaraan. Simulasi dilakukan pada kondisi permukaan jalan berbeda dengan koefisien gesek μ = 0,20; 0,40; dan 0,60 pada satu sisi roda. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kontroler Hybrid PID-Fuzzy mampu mempertahankan slip roda pada rentang yang diizinkan (χ ≤ 0,20) dengan waktu steady-state lebih cepat (Ts ≤ 4 detik) dibandingkan PID konvensional.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Materi Aritmatika Sosial Yani Awal; Asmira Sudiman
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1428

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif matematika siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi aritmatika sosial. Subjek penelitian adalah 20 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar, lembar observasi, LKS, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan gain ternormalisasi, serta secara kualitatif melalui hasil observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 49,90 pada tes awal menjadi 64,45 pada siklus I dan 76,80 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 20% pada tes awal menjadi 40% pada siklus I dan 85% pada siklus II. Gain ternormalisasi dari tes awal ke siklus II sebesar 0,54 dan berada pada kategori sedang. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari 62,50% pada siklus I menjadi 78,12% pada siklus II. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial.
Implementasi Pembelajaran STEM-CT Berbantuan Modular Geometric Motif-Tool (MGM-Tool) pada Materi Transformasi Geometri di SMK Negeri 3 Tasikmalaya Siti Fauziah; Syafa Al Qolbi Al Mujahidah; Vina Delia Gustina; Yola Fatmasari; Yuhyin Nupus; Nani Ratnaningsih; Hetty Patmawati
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1441

Abstract

Pembelajaran geometri transformasi, khususnya materi translasi dan rotasi di sekolah, sering kali disajikan secara konvensional dan sebatas pada kertas. Keterbatasan visualisasi ini menyebabkan murid kesulitan membayangkan bagaimana aplikasi tersebut digunakan dalam dunia kerja. Di sisi lain, ketika konsep rotasi diintegrasikan dengan pembuatan batik kreatif, muncul hambatan teknis berupa ketidakpresisian sudut pencapan dan ketidakseragaman jarak antar-objek yang membuat motif saling bertumpuk serta tidak simetris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi proyek pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics terintegrasi Computational Thinking (STEM-CT) berbantuan alat inovatif Modular Geometric Motif-Tool (MGM-Tool). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan mekanis alat yang memicu deviasi visual pada kain, penggunaan MGM-Tool dalam alur proyek terstruktur ini terbukti efektif meningkatkan visualisasi spasial, kemampuan pemecahan masalah teknis, serta berhasil menstimulasi empat fondasi computational thinking murid. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan media fisik manipulatif yang murah sangat efektif untuk mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila pada sektor ekonomi kreatif di sekolah kejuruan.
Analisis Kemampuan Kerja Sama Siswa Kelas X SMKN 1 Muaro Jambi dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Diskusi Kelompok Hamzah Hamzah; Vina Tri Rahmawati; Fhadya Derisa; Tasya Alifatun Nisa; Novferma Novferma; Husni Sabil
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1450

Abstract

Kemampuan bekerja sama dalam diskusi kelompok merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dimiliki siswa sekolah menengah kejuruan dalam menghadapi dunia kerja, khususnya untuk memecahkan masalah matematika kontekstual yang memerlukan penalaran kolektif. Namun, pelaksanaan diskusi kelompok sering menghadapi kendala berupa ketidakmerataan partisipasi antaranggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerja sama tim serta menganalisis kecenderungan sikap siswa dalam aktivitas diskusi kelompok pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 23 siswa kelas X TKJ 1 SMK Negeri 1 Muaro Jambi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kerja sama siswa yang diberikan pada tanggal 26 Mei 2026. Analisis data dilakukan melalui perhitungan persentase kumulatif berdasarkan sebaran respons siswa terhadap indikator kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan sikap positif siswa mencapai 48,12%, yang terdiri atas respons Setuju (34,64%) dan Sangat Setuju (13,48%). Hasil ini mengindikasikan bahwa aspek kerja sama, seperti keaktifan memberikan saran dan menghargai perbedaan pendapat, telah dimiliki oleh sebagian siswa. Namun demikian, ditemukan pula respons negatif sebesar 41,60%, yang terdiri atas Sangat Tidak Setuju (22,03%) dan Tidak Setuju (19,57%). Temuan tersebut menunjukkan masih adanya kendala, seperti siswa yang kurang aktif berpartisipasi atau menyerahkan tugas kepada anggota kelompok lain. Sementara itu, persentase respons Kurang Setuju yang relatif rendah, yaitu 10,29%, menunjukkan bahwa siswa cenderung memberikan penilaian yang tegas terhadap kondisi kerja sama dalam kelompok mereka. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat kerja sama tim siswa berada pada kategori cukup atau sedang. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengevaluasi kembali komposisi kelompok diskusi dan menerapkan pembagian peran yang lebih terstruktur guna meningkatkan pemerataan partisipasi siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika.
Pemanfaatan Ruang Murid sebagai Sumber Belajar Digital dalam Pembelajaran Pengukuran Sudut Berbasis Konteks Lokal Menara Kudus di Sekolah Dasar Rino Aldyan Sakti; Aulia Ulfatun Ni'mah; Nika Midarani; Yuni Ratnasari; Eka Zuliana
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1456

Abstract

Pembelajaran matematika sekolah dasar membutuhkan pengalaman belajar yang visual, interaktif, dan kontekstual agar siswa dapat memahami konsep abstrak, termasuk pengukuran sudut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan Ruang Murid sebagai sumber belajar digital dalam pembelajaran pengukuran sudut berbasis konteks lokal Menara Kudus pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 16 siswa kelas V SD Negeri 3 Bae. Data dikumpulkan melalui observasi umum, observasi aktivitas kelompok, wawancara semi-terstruktur, lembar refleksi siswa, catatan lapangan, dokumentasi, rubrik analisis LKPD, dan asesmen individu sebagai data pendukung. Pembelajaran dilaksanakan melalui model Problem Based Learning yang mencakup apersepsi berbasis gambar Menara Kudus, eksplorasi materi melalui Ruang Murid, latihan digital pada Lab Maya, pengerjaan LKPD, diskusi kelompok, presentasi, asesmen, dan refleksi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi teknik. Temuan menunjukkan bahwa Ruang Murid membantu siswa memperoleh gambaran awal mengenai konsep dan prosedur pengukuran sudut, sedangkan Lab Maya memperkuat latihan membaca sudut secara digital sebelum praktik manual. LKPD Menara Kudus menghubungkan konsep matematika dengan objek budaya lokal yang dekat dengan pengalaman siswa. Kendala utama meliputi ketelitian membaca skala busur derajat, perbedaan hasil pengukuran, dan pengelolaan penggunaan perangkat digital. Penelitian ini merekomendasikan integrasi sumber belajar digital, konteks lokal, dan bimbingan prosedural untuk mendukung pembelajaran matematika yang aktif, bermakna, dan kontekstual.