cover
Contact Name
Rusdyi Habsyi
Contact Email
rusdy.habsy@gmail.com
Phone
+6281356476549
Journal Mail Official
jimatjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus STKIP Kie Raha kel. Sasa Kota ternate. Gedung D Lantai 1. Program Studi Pendidikan Matematika Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT)
ISSN : -     EISSN : 27741729     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) adalah terbitan berkala ilmiah (e-ISSN: 2774-1729) yang menyajikan informasi-informasi terkini di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika, melalui artikel-artikel baik yang berbasis penelitian lapangan maupun kajian literatur. Melalui terbitan-terbitan ini, JIMAT menempuh misi untuk mendistribusikan informasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Pendidikan Matematika dan Sains Matematika. Dengan menggunakan Open Journal System (OJS), JIMAT dapat diakses secara luas dan para peneliti dapat men-submit hasil-hasil penelitian yang dikemas dalam bentuk artikel dengan mengikuti panduan-panduan yang telah disediakan oleh JIMAT.
Articles 163 Documents
Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis Student Centered Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kurikulum Merdeka Siti Partimah Nabilah; Dini Palupi Putri
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1372

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan beralih pada pendekatan Student Centered Learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Transformasi ini menjadi penting khususnya dalam pembelajaran matematika yang selama ini cenderung bersifat prosedural dan kurang mendorong kemampuan analitis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Student Centered Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan subjek berupa berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Instrumen penelitian berupa dokumentasi artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang diperoleh melalui database akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis siswa seperti Problem Based Learning, Discovery Learning, dan Inquiry Learning secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, serta menyusun solusi secara logis dan sistematis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengoptimalkan penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai strategi utama dalam pembelajaran matematika. Selain itu, diperlukan dukungan kurikulum dan pelatihan guru agar implementasi Student Centered Learning dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Model Pembelajaran Guided Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Proporsional Siswa SMA pada Materi Perbandingan Isman M Nur; Hasanuddin Usman; Diah Prawitha Sari; Karman Lanani
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1374

Abstract

Kemampuan berpikir proporsional merupakan kemampuan yang dibutuhkan siswa memahami konsep perbandingan. Penelitian ini menawarkan cara belajar yang aktif dan kolaboratif serta bekerja sama dalam tim melalui model pembelajaran guided teaching. Karena itu, tujuan penelitian ini, yaitu a) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa melalui model pembelajaran guided teaching dan pembelajaran konvensional; b) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa melalui model pembelajaran guided teaching dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sebanyak dua kelas, yaitu 25 siswa kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan 25 siswa kelas X2 sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa tes uraian mencakup dua soal, disertai kunci jawaban dan pedoman untuk penilaian skor. Data tes dianalisis menggunakan uji normalitas distribusi data skor gain-ternormalisasi, Kolmogorov Smirnov, uji homogenitas varians data dan Levene Statistics. Hasil penelitian, yaitu (1) terdapat peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa yang memeperoleh model pembelajaran guided teaching lebih baik daripa siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan kategori sedang; (2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir proporsional siswa melalui model pembelajaran guided teaching dan model pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir. Mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini masih terbatas.
Pengembangan Video Animasi Vektor Berbasis Konteks Dulmuluk untuk Penguatan Literasi Numerasi Siswa SMA Iqbal Putra; Hartatiana Hartatiana; Feli Ramury
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk video animasi matematika yang memiliki kriteria valid, praktis serta mempunyai efek potensial terhadap kemampuan literasi numerasi siswa dan siswi kelas XI SMA Negeri 09 Ogan Komering Ulu. Cerita pada video matematika ini diadaptasi dari syair Dulmuluk pada bagian keempat yaitu pelayaran Abdul Muluk menjelajahi negeri lautan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan menggunakan alur tessmer (1993) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu self evaluation, expert review, one to one, small group dan terakhir adalah field test. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar angket kevalidan dan kepraktisan, wawancara dan tes. Data kevalidan dikumpulkan melalui komentar dan saran dari beberapa validator kemudian data kepraktisan didapat dari hasil angket dan wawancara pada tahapan one to one, small group dan field test selanjutnya efek potensial dilihat dari hasil belajar yang dilakukan siswa setelah menjawab soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan terkategori valid dinyatakan oleh validator pada tahapan expert review kemudian praktis dari hasil angket dan wawancara pada tahap one to one, small group, dan field test, dikatakan memiliki efek potensial berdasarkan hasil tes dari tahap field test.
Kajian Literatur tentang Penerapan Enam Tahapan Pembelajaran Dienes pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan di Sekolah Dasar Dewiska Ibniyati; Fitriyani Fitriyani; Mifta Hurrahma; Lati Raubatul Asslamia; Dina Dwi Vaganza; Nova Eliza; Dini Palupi Putri
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1385

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu dirancang sesuai dengan karakteristik berpikir siswa yang masih membutuhkan pengalaman konkret sebelum memahami simbol dan aturan formal. Materi penjumlahan dan pengurangan menjadi dasar penting dalam operasi hitung karena berpengaruh terhadap kesiapan siswa mempelajari konsep matematika berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan enam tahapan pembelajaran Dienes pada materi penjumlahan dan pengurangan di sekolah dasar melalui sintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berupa artikel ilmiah yang membahas teori Dienes, block Dienes, benda konkret, penjumlahan, pengurangan, dan pembelajaran matematika sekolah dasar. Instrumen yang digunakan meliputi lembar telaah artikel, lembar penilaian kualitas artikel, tabel ekstraksi data, dan matriks sintesis. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui pencarian artikel pada Google Scholar, Garuda, portal jurnal nasional, dan laman jurnal terbuka dengan rentang tahun 2015–2026. Dari 35 artikel awal yang ditemukan, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 15 artikel akhir, dengan 8 artikel utama yang dianalisis secara mendalam. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Dienes dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan banyak muncul melalui penggunaan block Dienes dan benda konkret. Temuan juga menunjukkan bahwa tahapan bermain bebas, permainan dengan aturan, representasi, dan simbolisasi lebih dominan dibahas, sedangkan tahap pencarian kesamaan sifat dan formalisasi belum banyak diuraikan secara rinci. Kajian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya menguji penerapan enam tahapan Dienes secara lengkap melalui penelitian lapangan atau penelitian tindakan kelas.
TikTok sebagai Sumber Belajar Matematika: Studi Kasus Partisipasi Audiens pada Live Streaming “Mbah Guru Matematika” Rulia Nurul Qomariah; Muhammad Kamaluddin; Dwi Yuliati; Zulfa Zahria Izana
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi audiens dalam live streaming akun TikTok “Mbah Guru Matematika” serta mengidentifikasi bagaimana partisipasi tersebut mencerminkan keterlibatan audiens dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi pada dua sesi live streaming yang dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 Mei 2026 dengan durasi masing-masing kurang lebih 60 menit. Berdasarkan 350 komentar yang terdokumentasi, dipilih 120 komentar yang relevan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi audiens dapat dikelompokkan menjadi partisipasi perilaku, partisipasi kognitif rendah, partisipasi kognitif sedang, dan partisipasi kognitif tinggi. Partisipasi yang paling dominan adalah partisipasi kognitif rendah yang ditandai dengan pemberian jawaban langsung tanpa disertai alasan matematis. Meskipun demikian, ditemukan pula partisipasi kognitif sedang berupa pertanyaan terkait langkah penyelesaian serta partisipasi kognitif tinggi yang ditunjukkan melalui penjelasan strategi dan argumentasi matematis. Selain itu, tingginya aktivitas like, share, dan gift menunjukkan adanya respons positif terhadap pembelajaran yang berlangsung. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa live streaming TikTok pada akun “Mbah Guru Matematika” berpotensi menjadi sumber belajar matematika alternatif yang interaktif dan mampu mendorong partisipasi audiens, meskipun kualitas keterlibatan kognitif yang lebih mendalam masih perlu ditingkatkan.
Pengembangan Soal Hots Bangun Datar Untuk Mengukur Nalar Dalam Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar Asep Yogie Sholihin; Afaz Maarif Muslim; Aida Nurasyipha; Syifa Rizky Auliya; Hafiziani Eka Putri; Teten Ginanjar Rahayu
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada materi bangun datar untuk mengukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun penelitian dibatasi hingga tahap develop. Instrumen yang dikembangkan berupa 15 soal pilihan ganda berbasis HOTS yang disusun berdasarkan indikator penalaran (reasoning), pemecahan masalah (problem solving), dan pembuktian (proof) mengacu pada National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) serta Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl pada level kognitif C4 dan C5. Validasi awal instrumen dilakukan oleh satu dosen ahli pendidikan matematika untuk memperoleh masukan terkait kesesuaian indikator, materi, dan konstruksi soal, kemudian dilanjutkan dengan uji coba kepada siswa kelas IV sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memperoleh persentase validitas sebesar 85,33% dengan kategori sangat valid. Hasil analisis reliabilitas menunjukkan koefisien sebesar 0,66 dengan kategori baik. Analisis validitas butir menunjukkan bahwa 7 dari 15 butir soal memenuhi kriteria valid, sedangkan butir lainnya memerlukan revisi lebih lanjut. Tingkat kesukaran soal didominasi kategori sedang, daya pembeda sebagian besar berada pada kategori baik hingga sangat baik, serta efektivitas pengecoh menunjukkan bahwa sebagian besar distraktor berfungsi dengan baik. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan menunjukkan kelayakan awal sebagai alat ukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar, namun beberapa butir soal masih memerlukan revisi untuk meningkatkan kualitas pengukuran.
Analisis Konteks Budaya Lokal sebagai Landasan Pengembangan Pembelajaran Ethno-RME di Sekolah Dasar Rahmat Muhdar; Rachmatia Tauhid
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1402

Abstract

Pembelajaran matematika yang mengintegrasikan budaya lokal adalah upaya untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Namun, penelitian yang secara sistematis mengidentifikasi karakteristik budaya lokal yang layak dijadikan konteks realistis dalam pengembangan Pendidikan Matematika Etno-Realistik (Ethno-RME) di sekolah dasar masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kerangka konseptual Ethno-RME serta mengidentifikasi karakteristik budaya lokal yang mendukung pemanfaatannya dalam pembelajaran matematika. Metode Sistematic Literature Review (SLR) digunakan untuk memeriksa 87 publikasi akademik yang dikumpulkan dari berbagai basis data dengan kata kunci terkait etnomatematika, pendidikan matematika realistik, pembelajaran kontekstual, dan budaya lokal. Sebanyak 16 artikel dari publikasi ini memenuhi kriteria kualitas konseptual dan dipilih untuk dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat komponen utama yang saling terintegrasi diperlukan untuk mengembangkan Ethno-RME. Mereka adalah sebagai berikut: identifikasi konteks budaya lokal; penyelidikan konsep matematika yang terkandung dalam budaya; pemetaan hubungan antara budaya dan prinsip-prinsip pendidikan matematika realistik; dan perancangan lintasan belajar yang berbasis budaya. Selain itu, penelitian ini menemukan lima karakteristik utama budaya lokal yang dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran Ethno-RME. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah dekat dengan pengalaman hidup siswa, memiliki signifikansi sosial-budaya, ada aktivitas matematis yang berkembang secara alami, kemungkinan matematis horizontal dan vertikal, dan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran tidak hanya karena memiliki konsep matematika, tetapi juga karena dapat membantu siswa mempelajari matematika. Studi ini memberikan kontribusi konseptual untuk membangun pembelajaran matematika yang responsif terhadap budaya dan mendukung penguatan identitas budaya siswa di sekolah dasar.
Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Luas dan Keliling Bangun Datar Persegi dan Persegi Panjang Trimeila Rosa; Nabilla Nabilla; Melda Melda; Asih Utami; Fakhrunnisa Cahya Afifi
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1403

Abstract

Rendahnya literasi matematika siswa sekolah dasar di Indonesia menjadi indikasi perlunya identifikasi miskonsepsi sejak dini, khususnya pada materi geometri dasar yang bersifat fundamental. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk miskonsepsi siswa kelas V sekolah dasar pada materi luas dan keliling bangun datar persegi dan persegi panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan instrumen four-tier diagnostic test yang terdiri dari empat soal, masing-masing mencakup pilihan jawaban, tingkat keyakinan jawaban, alasan jawaban, dan tingkat keyakinan alasan. Instrumen divalidasi secara deskriptif oleh dua ahli pendidikan matematika dan diuji reliabilitasnya menggunakan koefisien Cronbach Alpha (α = 0,78). Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas V SD Negeri 1 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria telah menyelesaikan pembelajaran materi luas dan keliling bangun datar. Hasil analisis menunjukkan bahwa 79,16% siswa berada pada kategori pencapaian cukup rendah hingga sangat rendah (cukup rendah: 20,83%; rendah: 37,5%; sangat rendah: 20,83%), yang mengindikasikan tingginya prevalensi miskonsepsi pada materi ini. Tiga jenis miskonsepsi dominan yang teridentifikasi adalah: (1) kerancuan konseptual dalam membedakan luas dan keliling; (2) kesalahan penerapan rumus secara mekanis tanpa pemahaman makna konsep; dan (3) ketidakmampuan membedakan satuan panjang (cm) dengan satuan luas (cm²). Temuan ini menegaskan perlunya pembelajaran berbasis representasi konkret, pendekatan kontekstual, dan penerapan asesmen diagnostik berkelanjutan untuk mendeteksi serta menangani miskonsepsi sejak tingkat pendidikan dasar.
Penerapan Maximum Flow Pada Graf Bipartit Untuk Optimalisasi Penugasan Santri Patriot Panji Pelopor Puteri Anik Marliana Ningsih; Olief Ilmandira Ratu Farisi
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1407

Abstract

Proses pembagian tugas Santri Patriot Panji Pelopor Puteri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Al-Hasyimiyah selama ini masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan distribusi tugas, benturan jadwal, serta kurang efisiennya waktu yang diperlukan dalam penyusunan penugasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode maximum flow pada graf bipartit melalui pendekatan maximum flow untuk memperoleh sistem penugasan yang lebih optimal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang meliputi tahap identifikasi permasalahan, pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, penyusunan matriks bipartit, pembentukan graf bipartit, transformasi graf ke dalam bentuk flow networkx, serta perhitungan aliran maksimum menggunakan bahasa pemrograman Python dengan bantuan pustaka NetworkX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 90 santri berhasil memperoleh sedikitnya satu penugasan sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan. Selain itu, tidak ditemukan santri yang menerima lebih dari tiga penugasan, dari 53 jenis penugasan yang tersedia, sebanyak 106 penugasan berhasil dialokasikan secara optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan maximum matching berbasis maximum flow mampu mendukung pemerataan pembagian tugas, mengurangi potensi konflik penjadwalan, serta meningkatkan efektivitas proses penugasan dibandingkan metode yang dilakukan secara manual. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat dijadikan alternatif dalam pengelolaan penugasan Santri Patriot Panji Pelopor Puteri yang lebih sistematis dan efisien.
Pengaruh Metacognitive Locus of Control Berbasis Etnomatematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Negeri 1 Marisa Tya Ayu Palupy; La Yusran La Kalamu
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Metacognitive Locus of Control yang diintegrasikan dalam pembelajaran berbasis etnomatematika terhadap hasil belajar matematika siswa di SMA Negeri 1 Marisa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Marisa yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel penelitian sebanyak 39 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket Metacognitive Locus of Control (24 butir) dan tes hasil belajar matematika kontekstual (5 butir soal uraian Higher Order Thinking Skills). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,426, yang berarti variabilitas hasil belajar matematika siswa ditentukan oleh tingkat kesadaran control metakognitif sebesar 42,6%, sedangkan 57,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan orientasi kontrol diri metakognitif siswa melalui pendekatan konteks budaya lokal (etnomatematika) dapat menjadi strategi alternatif yang efektif untuk meningkatkan capaian akademik matematika di tingkat sekolah menengah atas.