cover
Contact Name
Mu'allimah Rodhiyana
Contact Email
mualimah.fai@uia.ac.id
Phone
+6282232899015
Journal Mail Official
jurnalfaiuia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Alawiyah Lt. 6, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Tahdzib Al-Akhlaq Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27212521     DOI : https://doi.org/10.34005/tahdzib
Adapun scope dan focus pada jurnal ini adalah 1. Al Quran dan Hadis Sebagai sumber utama ajaran Islam, Al Quran dan Hadis menjadi fondasi dalam proses pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai tauhid, ibadah, dan akhlak mulia. 2. Pendidikan Karakter Akhlak, Moral, dan Etika Pendidikan Agama Islam menitikberatkan pembentukan karakter yang berbudi pekerti luhur berdasarkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang. 3. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam sistem pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Kurikulum ini juga mengakomodasi jalur pendidikan formal maupun non-formal, termasuk pesantren dan madrasah. 4. Model, Strategi, dan Metode Pembelajaran Berbagai pendekatan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, mulai dari metode ceramah, diskusi, praktik ibadah, hingga pemanfaatan media digital untuk pembelajaran berbasis teknologi. 5. Evaluasi Pembelajaran Proses evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta menilai sejauh mana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam kehidupan mereka. 6. Sejarah Pendidikan Islam Memahami perjalanan sejarah pendidikan Islam memberikan wawasan tentang perkembangan institusi pendidikan Islam, tradisi keilmuan, dan peran ulama dalam membangun peradaban Islam. 7. Manajemen Pendidikan Islam Mengelola institusi pendidikan berbasis Islam dengan prinsip-prinsip tata kelola yang profesional, efektif, dan sesuai syariat Islam. 8. Filsafat Pendidikan Islam Mengkaji prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan pemikiran dalam proses pendidikan Islam untuk memahami hakikat manusia dan tujuan pendidikan dalam Islam. Lintas Jenjang dan Jalur Pendidikan Pendidikan Agama Islam mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar SD dan MI, menengah SMP dan MTs, SMA, SMK, MA, hingga perguruan tinggi. Jalur pendidikan formal, non-formal, pesantren, dan madrasah juga menjadi bagian integral dari sistem pendidikan yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Articles 140 Documents
A SURVEY OF THE ORIGIN AND PRACTICE OF THE ISLAMIC ARBITRATION SYSTEM IN NORTHERN NIGERIA Adam, Adam Yusuf; Aminu, Muntaka Yahaya
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2637

Abstract

This paper examines the origin and practice of Islamic arbitration system (Ḥākimiyyah) with particular reference to Northern Nigeria. The work traces the origin of arbitration and its application in all works of life particularly in areas where the Shari’ah system is practice in Northern Nigeria. The paper brings into limelight the history and various practices of Hakimiyyah in Islam. It also analyses Hakimiyyah in Northern Nigeria from the pre-colonial era, the Kanem Bornu empire and Sokoto Caliphate especially the role played by the rulers of the various empires in ensuring the Islamic courts plays it role in the arbitration of dispute and other issues among Muslims and non-Muslims. Secondary data approach was adopted in paper where literary materials relevant to the research were utilise. It was concluded in the paper that the early Islamization of the Hausaland and the manner in which Islam was embraced had led to the quick emergence of strong institutions that made Islam to be the major source of social and cultural identity of the people in the area. Islamic legal system as one of those social institutions, was the bedrock upon which the Hausa Muslim states were established, particularly during the reigns of the defunct Kanem Borno Empire and Sokoto Caliphate. These two Muslim empires had produced the unique legal system the like of which had existed only during the early days of Islam.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Diana, Ridma; Rodhiyana, Mu'allimah
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2650

Abstract

Era digital ditandai dengan adanya pembaharuan alat-alat teknologi yang salah satunya seperti komputer dan jaringan internet yang dijadikan sebagai dasar perkembangan teknologi.Guru merupakan seorang yang bertanggung jawab dalam mencerdaskan peserta didik di dalam lembaga pendidikan. Guru selayaknya memiliki dedikasi dan loyalitas serta berusaha membimbing dan membina peserta didik agar di masa depan dapat menjadi pribadi dan genarasi yang dapat berguna bagi Negara. Kompetensi guru merupakan kompenen yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam setiap jenjang pendidikan. Sebagaimana di jelaskan dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen yang menegaskan bahwa guru harus kompeten dan professional,yang kemudian dijelaskan kembali dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang menetapkan bahwa guru harus memiliki standar minimum kualifikasi akademik dan kompetensi yang menjadi syarat yaitu, kompetensi pedagogik, personal, sosial dan profesional. Beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh guru PAI, antara lain : (1) Kompetensi pembelajaran (educational competency) yaitu, berbasis internet sebagai basic skill, (2) Competence for technological commercialization, artinya seorang guru harus mempunyai kompetensi yang akan membawa peserta didik memiliki sikap entreupeneurship dengan teknologi atas hasil karya inovasi peserta didik, (3) Competence in globalization, yaitu kompetensi guru tidak gagap terhadap budaya dan mampu meyelesaikan persoalan pendidikan, (4) Competence in future strategies dalam arti kompetensi untuk memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint lecture, joint-researsh, joint resources, staff mobility dan rotasi, (4) Counselor competency, yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman.
MAKNA TARTIL DALAM AL-QUR’AN SURAH AL- MUZAMMIL AYAT 4 DAN IMPLEMENTASINYA Ashari, Suhartini
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2652

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab bacaan sekaligus kitab petunjuk yang dapat menerangi kehidupan dan membentuk pribadi mulia. Agar fungsi al-Qur’an sebagai kitab petunjuk terealsisasi dalam kehidupan umat Islam langkah awal yang harus dilakukan adalah membaca. Namun realita saat ini al-Qur’an belum menjadi kitab yang dibaca apalagi menjadi kitab petunjuk hidup. Berdasarkan sebuah penelitian yang diadakan pada tahun 2021 sekitar 149 juta masyarakat muslim Indonesia belum bisa membaca al-Qur’an. Dalam Surah al- Muzammil ayat 4 Allah memerintahkan umatnya untuk membaca al-Qur’an yaitu membacanya secara tartil. Di Indonesia, masyarakat memahami bacaan tartil sebagai bacaan yang dibaca pelan-pelan. Demikian pula yang terdapat di al-Qur’an terjemahan versi bahasa Indonesia. Benarkah tartil hanya bermakna pelan-pelan. Tulisan ini mengkaji makna tartil dan implementasinya, serta tujuannya, dari beberapa literatur mu’tabar. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan didapat pemahaman bahwa membaca al-Qur’an secara tartil adalah membacanya secara pelan huruf demi huruf dengan menunaikan hak-hak huruf dan menyertakan kaidah-kaidah tajwid sebagaimana Rasulullah membacanya dan kemudian dirumuskan para ulama qira’ah dalam sebuah ilmu yang disebut ilmu tajwid. Membaca al-Qur’an secara tartil tidak bisa dilepaskan dari penerapan kaidah ilmu tajwid. Maka umat Islam harus belajar membaca al- Qur’an secara bertajwid langsung dari guru yang berkompeten dan akan lebih bagus lagi jika tersambung sanadnya hingga kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Belajar membaca al-Qur’an tidak bisa secara otodidak. Perintah membaca al-Qur’an dengan rytme pelan dan bertajwid memiliki tujuan yang sangat menyeluruh. Tidak hanya membuat umat Islam membaca, namun juga membuat umat Islam dapat mentadaburi maknanya. Bacaan seperti ini dapat memberi pengaruh besar bagi pembacanya, menguatkan iman dan mengokohkan jiwa. Sehingga terdorong mengamalkan kandungan ayat yang dibacanya. Bacaan seperti ini yang dapat mewarnai kehidupan masyarakat dengan cahaya al-Qur’an. Dengan demikian, membaca secara tartil menjadikan seorang mukmin dapat menjalankan seluruh kewajiban terhadap al- Qur’an yaitu membaca, mentadaburi, mengamalkan dan mengajarkannya. Bacaan pelan dan bertajwid dapat pula memudahkan dan memperkokoh hafalan.
KONSEP AKHLAK DALAM KITAB TANBIHUL MUGHTARRIN KARYA IMAM AS-SYA’RONI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN Yasin, Hadi
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2022): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v5i2.2653

Abstract

Era modern merupakan era dimana marak sekali yang namanya perkembangan, baik itu perkembangan kebudayaan, perkembangan pendidikan maupun teknologi. Masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi tata krama dalam pergaulan sebagaimana anak bersikap kepada orang yang lebih tua maupun hubungan antar teman. Namun seiring laju perkembangan zaman dan perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah sebagian besar masyarakat dunia terutama remaja. Untuk mendapatkan atau mencapai akhlak karimah yang sesuai dengan tuntunan agama, maka semua orang harus melalui sebuah proses yang dinamakan proses pendidikan akhlak. Konsep yang berkaitan dengan pendidikan akhlak dalam Islam terdapat dalam salah satu kitab yang berjudul kitab Tanbihul Mughtarrin. Bertitik tolak dari latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana konsep akhlak dalam kitab Tanbihul Mughtarrin karya Imam Asy-Sya’roni? dan Bagaimana relevansi kitab Tanbihul Mughtarrin dengan pendidikan? Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah library research (penelitian kepustakaan) yakni: Penelitian yang dilakukan mengumpulkan data dan informasi menggunakan kitab Tanbihul Mughtarrin karya Imam Asy-Sya’roni, terjemahan kitab Tanbihul Mughtarrin, buku akhlak (ciri manusia paripurna), dan juga jurnal serta karya-karya ilmiah dari tokoh lain yang terkait langsung dengan pembahasan dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu penelitian dengan langkah kerja untuk mendeskripsikan suatu objek, fenomena, latar sosial, dan sasaran penelian terjawablah dalam tulisan naratif. Artinya, data maupun fakta yang telah dikumpulkan oleh peneliti kualitatif berbentuk kata atau gambar. Setelah itu untuk mendapatkan kesimpulan penulis menggunakan pola penalaran induktif, yaitu pola pemikiran yang berangkat dari suatu pemikiran khusus kemudian ditarik generalisasi yang bersifat umum. Inti dari Konsep Akhlak Dalam Kitab Tanbihul Mughtarrin Karya Imam Asy-Sya’roni dan Relevansinya Dengan Pendidikan. Dalam kitab Tanbihul Mughtarrin mengandung suatu ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengulas etika-etika mulia para ulama salaf yang sholih, dengan mengutip maqolah-maqolah mereka dan juga mengutip sabda-sabda Nabi-Nabi terdahulu yang berkaitan dengan etika yang luhur. Dan dalam relevansinya dengan pendidikan akhlak itu segalanya dan posisi akhlak diatas pendidikan, bahkan Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak.
GAMBLING GAMES AND THE EFFECTS AMONG MUSLIMS OF NASAWARA SOUTH, NASAWARA STATE, NIGERIA: AN ISLAMIC PERSPECTIVE Sulaiman, Yahaya; Sulaiman, Abdullahi Adamu
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2654

Abstract

Gambling is a form of behaviour that has been identified to have serious consequences on gamblers spiritual, health, academic, social relation and has been reported to be related to some criminal related behaviour. Recently, there is a general upsurge of gambling houses globally and Nigeria in particular. Nasarawa South has its own fair share of the growth in this game of chance; incidentally Muslim youths are deeply involved in it despite the strict stand of Islamic tenet on it. Though, the situation may be partly attributed to the general unemployment situation in the country. The aim and objective of this research is to educate Muslims on the effects and Islamic teachings as it to gambling and other related games in order to eradicate or drastically reduce the practice of gambling among Muslims in Nasarawa South. The study adopts survey design, where interview method was employed in the collection of data for the paper. The researchers consulted library materials, and sampled opinions of Islamic scholars, Muslim leaders, through personal contact and observations on factors, problems, challenges, effects and solutions to the game of lottery activities in the study area. From the data collected and analyzed, it is clearly discovered that, there are so many problems and challenges encountering gambling players in the study areas where by most of the gambling players are addicted to it. It is concluded that gambling should be eradicated due to its effects on Muslim Ummah. The paper also gave some recommendations that, there should be policy by government for which heavy tax are imposed on gambling, betting and lottery houses in the study area in order to curtail the spread of the menace of gambling in the environment.
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Soraya, Syarifah; Alizza, Navis Nur
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2664

Abstract

Lingkungan belajar merupakan wilayah dengan segenap isinya yang saling berhubungan dengan kegiatan belajar. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa secara nyata setelah di lakukan proses belajar mengajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil pra survey menyebutkan bahwa pihak sekolah telah memberikan pelayanan yang baik akan tetapi hasil belajar beberapa siswa masih rendah . Hal ini dapat di lihat dari kurang aktif nya siswa ketika mengikuti proses pembelajaran .Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan belajar terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Assyairiyah Attahiriyah Kec.Cakung Kota Jakarta Timur dan seberapa besar pengaruh lingkungan terhadap hasil belajar siswa di Smp Assyairiyah Attahiriyah Kec.Cakung Kota Jakarta Timur.Bentuk penelitian ini kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 110 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 33 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan instrumen tes dan teknik analisis data menggunakan jenis korelasional. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa ada pengaruh lingkungan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam . Hal ini dilihat dari pengujian koefisien determinasi nilai korelasi/ hubungan (R) yaitu sebesar 0,520, dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi ( R Square) sebesar 0,271, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (lingkungan belajar) terhadap variabel terikat (hasil belajar) adalah sebesar 27,1%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap hasil belajar siswa.
PENGARUH AKTIVITAS PENGAJIAN TERHADAP ASPEK-ASPEK PSIKORELIGIUS REMAJA DI KAMPUNG RAWA BOGO, JATIMEKAR, JATIASIH, KOTA BEKASI Razak, Abdul Khalis; Ikhwanudin, Vionanda Restu
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2691

Abstract

Kenakalan remaja pada saat ini menjadi salah satu permasalahan yang ada di Indonesia. Hal tersebut muncul dan berkembang di antaranya akibat dari suatu kondisi sosial yang kurang kondusif bagi perkembangan remaja. kenakalan remaja akan semakin mudah menjalar pada remaja ini, terutama di kota-kota besar yang penuh dengan berbagai gemerlap kehidupan. Sebagai bentuk pergaulan terhadap masalah kenakalan remaja ini, kiranya diperlukan suatu sistem yang dapat mengimbangi dari berbagai macam usaha yang dapat menjerumuskan anak kedalam kenakalan remaja. Di wilayah Kampung Rawa Bogo ini memfalitasi beberapa kegiatan keagamaan yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam untuk para remaja salah satunya dengan adanya Majelis Ta’lim. Metode penelitian ini menggunakan Kuantitatif Field Research (Pendekatan Lapangan). Populasi pada penelitian ini seluruh remaja Kampung Rawa Bogo dengan sampel sebanyak 40 remaja pada Majlis Ta’lim Al-Ikhlas Rawa Bogo. Hasil dari penelitian ini yaitu, Uji Regresi Non-Linear dengan nilai R = 0,455, nilai R 2 = 0,207 (20,7%) dan juga Uji Pearson Correlation dengan nilai Korelasi sebesar 0,452 > 0,312 dengan nilai signifikansi 0,03 < 0,05, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa antara variabel Aktivitas Pengajian (X) terhadap variabel Psikoreligius Remaja (Y) ada korelasi yang sangat erat serta pengaruh yang sangat signifikan.
URGENSITAS NILAI-NILAI ISLAM MENUJU KEUNGGULAN hadi, Abdul
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2695

Abstract

Dewasa ini terlah terjadi disparitas anatara masyarakat beragama secara umum dan masyarakat Muslim khususunya dengan ajaran agamanya, sehingga seringkali melahirkan sikap dan perbuatan yang tidak terpuji dan menympang dari ajaran agamanya. Tindakan pelecehan seksual yang terjadi dilingkungan pendidikan baik disekolah terbilang cukup tinggi. Menurut laporan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyebutkan sejak Januari - Pebruari 2023, telah terjadi 86 kasus pelecehan seksual dikalangan institusi pendidikan, baik di sekolah, madrasah, dan bahkan pondok pesantren, dan ironisnya Data FSGI mendapati 50% kasus kekerasan seksual terjadi pada jenjang SD/MI, lalu 10% lainnya di jenjang SMP, dan 40% sisanya di pondok pesantren. Sebenarnya semua nilai (values) pada umumnya sangat relatif, terangkum dalam bingkai segitiga universal values (kebenaran, kebaikan, keindahan) yang berfungsi sebagai pijakan pokok bagi setiap orang dalam membangun keyakinanya agar melacu pada etika yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptf, kritis analisis terhadap berbagai sumber yang terdapat dalam sumber pokok ajaran Islam dan karya-karya para cendikiawan Muslim khusunya karya Hamid Zahron (2005) yang berjudul: (القيم والتنمية البشرية ) yang dierbitkan oleh Majlis A’la Lissaqofah. Lajnah Tarbiyah, Kairo, dan karya Jabir Qomihah (1983) yang berjudul (القيم الإسلامية) terbitan :Darul Kitab Al Misry. Kairo. Studi tentang ini sangat penting karena beberapa argumen berikut: 1. Sebagai sumber utama (main resource ) menuju model kehidupan yang sehat dan kreatif, dimana kedua krakter tersebut adalah esensi hakekat keberadaan manusia. 2.Nilai-nilai Islam mendorong akan kebebasan dalam berfikir, membangun pergaulan baik dengan siapapun, serta membangun sikap dan tindakan menjaga kehormatan manusia. Dalam penelitian itu ditemukan beberapa nilai-nilai ajaran Islam seperti moderat, gradul, dan menjaga kemaslahatan. Dan dapat disimpukan bahwa semua pilar keimanan yang terdiri dari iman pada Allah, rasul, kitab-kitab, para Malaikat, hari kiamat, hisab, surga, neraka, dan lainya, jika diyakini dengan benar dapat melahirkan sikap dan perbutan mulia dan terpuji dan bisa menangkal perbuatan setiap perbuatan keji.
AN EXAMINATION OF THE TRENDS AND FACTORS RESPONSIBLE FOR CHALLENGES FACING MUSLIMS IN TARABA STATES, NIERIA (1991-2021) Ali, Bello
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2698

Abstract

The objective of this study was to thoroughly examine the trends and factors contributing to the challenges experienced by Muslims in Taraba State. Primary and secondary data were collected through structured interviews, participatory observation, and analysis of documentary sources. Several significant findings emerged from the study. It was observed that there was a harmonious relationship between Muslims and non-Muslims in the past, with Muslims enjoying a high socio-political and economic status that was respected by non-Muslims. However, the study identified various challenges faced by Muslims in Taraba State. These challenges included disunity, a lack of control over political power in the state, internal divisions, the flawed approach of certain early scholars, and moral decline among Muslims. Additionally, challenges such as ethnic identity, indigene and minority issues, unfavorable government policies, and the proliferation of intensive Fulbe-Hausa Christian evangelistic activities targeting Fulbe and Hausa Muslim populations were identified. The study also revealed several factors responsible for these challenges, including the lukewarm attitudes of some Muslim leaders, low levels of education in both Islamic and Western education, the failure of Muslim politicians and elites to unite for the advancement of Islam and Muslims, the breakdown of family institutions, and the absence of a sustainable financial foundation for Da'wah funding. In conclusion, the study provides recommendations for overcoming these challenges and improving the situation for Muslims in the state.
DIMENSION OF SEXUAL COERCION AGAINST GIRL’S CHILD EDUCATION: ITS IMPLICATIONS ON TERTIARY INSTITUTIONS IN NIGERIA Yahaya, Abdulrahman
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2744

Abstract

The focus of this paper is the “dimension of sexual coercion against girl’s child education: its implications on tertiary Institutions in Nigeria”. In doing so, the paper employs the qualitative methodology for sourcing materials that are related to the topic were survey method adopted, and data were collected through in-depth interviews and complimented with literary materials. Sexual coercion practice is an illegal behavior that has been bedeviling genders more especially girls and women for long period of time silently in some communities without proper condemnation and publicity. It highlights the concept of sexual coercion, its nature, who is girl child, her education in the society including implications of sexual coercion or harassment in tertiary institutions in Nigeria. Finally, the paper concludes by proffering solutions for curbing the menace of this ugly practice for the realization of effective learning of girls and women in tertiary institutions in Nigeria. The study recommended that there was an urgent need for engagement of various stakeholders in Nigeria and beyond, to checkmate the issue of gender in relation to education of the girl child in the society.

Page 8 of 14 | Total Record : 140