cover
Contact Name
Mu'allimah Rodhiyana
Contact Email
mualimah.fai@uia.ac.id
Phone
+6282232899015
Journal Mail Official
jurnalfaiuia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Alawiyah Lt. 6, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Tahdzib Al-Akhlaq Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27212521     DOI : https://doi.org/10.34005/tahdzib
Adapun scope dan focus pada jurnal ini adalah 1. Al Quran dan Hadis Sebagai sumber utama ajaran Islam, Al Quran dan Hadis menjadi fondasi dalam proses pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai tauhid, ibadah, dan akhlak mulia. 2. Pendidikan Karakter Akhlak, Moral, dan Etika Pendidikan Agama Islam menitikberatkan pembentukan karakter yang berbudi pekerti luhur berdasarkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang. 3. Kurikulum Pendidikan Agama Islam Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam sistem pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Kurikulum ini juga mengakomodasi jalur pendidikan formal maupun non-formal, termasuk pesantren dan madrasah. 4. Model, Strategi, dan Metode Pembelajaran Berbagai pendekatan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, mulai dari metode ceramah, diskusi, praktik ibadah, hingga pemanfaatan media digital untuk pembelajaran berbasis teknologi. 5. Evaluasi Pembelajaran Proses evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta menilai sejauh mana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam kehidupan mereka. 6. Sejarah Pendidikan Islam Memahami perjalanan sejarah pendidikan Islam memberikan wawasan tentang perkembangan institusi pendidikan Islam, tradisi keilmuan, dan peran ulama dalam membangun peradaban Islam. 7. Manajemen Pendidikan Islam Mengelola institusi pendidikan berbasis Islam dengan prinsip-prinsip tata kelola yang profesional, efektif, dan sesuai syariat Islam. 8. Filsafat Pendidikan Islam Mengkaji prinsip-prinsip dasar yang menjadi landasan pemikiran dalam proses pendidikan Islam untuk memahami hakikat manusia dan tujuan pendidikan dalam Islam. Lintas Jenjang dan Jalur Pendidikan Pendidikan Agama Islam mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar SD dan MI, menengah SMP dan MTs, SMA, SMK, MA, hingga perguruan tinggi. Jalur pendidikan formal, non-formal, pesantren, dan madrasah juga menjadi bagian integral dari sistem pendidikan yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Articles 140 Documents
KONSEP AKHLAK DALAM KITAB TANBIHUL MUGHTARRIN KARYA IMAM AS-SYA’RONI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN Besari, Ahiel Ahdi; Yasin, Hadi; Kohari, Khalis
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2785

Abstract

The modern era is an era where there is a lot of development, be it cultural development, educational development or technology. Indonesian society still upholds manners in relationships as children behave to their elders and relationships between friends. But along with the pace of development of the times and rapid changes in information technology have changed most of the world's people, especially teenagers. To get or achieve good morals in accordance with religious guidance, everyone must go through a process called the process of moral education. The concept related to moral education in Islam is contained in one of the books entitled Tanbihul Mughtarrin. Starting from the above background, the author formulates the problem as follows: How is the concept of morals in the book of Tanbihul Mughtarrin by Imam Ash-Shafi'roni? and How is the relevance of the book of Tanbihul Mughtarrin to education? The type of research that the author uses is library research, namely: The research collected data and information using the book of Tanbihul Mughtarrin by Imam Ash-Shafi'roni, the translation of Tanbihul Mughtarrin, the book of morals (the characteristics of a perfect human being), as well as journals and scientific works from other figures directly related to the discussion in this study. Data analysis in this research is carried out using descriptive analysis, which is research with work steps to describe an object, phenomenon, social setting, and the target of the research is answered in narrative writing. This means that the data and facts that have been collected by qualitative researchers are in the form of words or pictures. After that, to get a conclusion, the author uses an inductive reasoning pattern, which is a pattern of thought that departs from a specific thought and then draws general generalizations. The essence of the concept of morality in the book of Tanbihul Mughtarrin by Imam Ash-Shafi'roni and its relevance to education. The book of Tanbihul Mughtarrin contains an invitation to get closer to Allah SWT, reviewing the noble ethics of the righteous salaf scholars, by quoting their maqolah-maqolah and also quoting the words of previous Prophets related to noble ethics. And in its relevance to moral education is everything and the position of morals above education, even the Prophet Muhammad was sent to perfect morals.
ANALISA HADIST TAJDID DIN Muhibuddin, Muhibuddin; Saefullah, Awwab
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.3096

Abstract

Konsekuensi syahadat adalah iman kepada Rasulullah saw., dan bukti keimanan itu ditunjukkan dalam bentuk sikap. Rasulullah juga menegaskan bahwa Allah Swt. memberikan anugerah-Nya dengan memunculkan para mujadid (pembaharu) yang mengikuti jejak Rasulullah saw. untuk menghidupkan kembali ajaran Islam yang murni. Hadis tajdid adalah hadis yang memiliki kualitas derajat hadis shahih jika dilihat dari sanad (jalur periwayatannya). Dari segi matan maka hadis ini tidak memiliki cacat karena sesuai dengan AlQuran dan hadis shahih lainnya. Hadis ini juga merupakan salah satu bukti kenabian Rasulullah, karena terkait dengan kabar masa depan (nubuat). Serta hadis ini merupakan kabar gembira bagi umat Islam sekaligus bukti penjagaan dari Allah Swt. atas agama ini (Islam). Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dipadukan dengan kajian pustaka. Teknik pengumpulan data peneliti mengamati data sesuai dengan pembahasan. Informasi diperoleh dari berbagai buku, literatur, dokumen, majalah, publikasi, artikel dan informasi dari media cetak dan elektronik lainnya yang berkaitan dengan masalah yang teridentifikasi. Dari hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa: 1) Makna tajdid menurut jumhur ulama (konservatif) adalah upaya pembaharuan (mengembalikan) Islam menuju Al-Quran dan Sunah seperti masa pemahaman di masa Rasulullah dan Khulafa Rasyidin, 2) Makna tajdid yang diarahkan kepada modernisasi (oleh kaum modernis) justru seolah makin menjauhkan dari pemahaman generasi terbaik (salafu salih) terhadap Al-Quran dan Sunah.
EFFECT OF TEACHING AIDS ON STUDENTS’ ACADEMIC PERFORMANCE IN ENGLISH LANGUAGE IN SELECTED PUBLIC SENIOR SECONDARY SCHOOLS IN KANO METROPOLIS: IMPLICATION FOR POLICY MAKING Mera, Muhammad Satatu
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3174

Abstract

The paper examined the effect of teaching aids on students’ academic performance in English language in selected public senior secondary schools in Kano metropolis, Nigeria. Three research Questions, three objectives and three research hypotheses guided the study. Experimental research design was adopted for the study. Population of the study consisted of five public senior secondary schools in Kano metropolis with a total of 1390 SS 2 students. Research advisor (2006) was used to determine the required sample size for the study and it recommended a sample size of 306. A simple random sampling technique was used to select the sample size required by the study Data was collected using an instrument titled “Utilization of Teaching Materials and Academic Performance Questionnaire (UTMAPQ)”. Reliability of the instrument was obtained using a test-retest method within an interval of 6 weeks. A reliability index of 0.74 was obtained through the Cronbach Alpha Co-efficient. The instrument has 20 items which are open ended questions. Hypotheses generated were tested using independent T-test at 0.05 level of significance. Findings from the study indicated among others that: Audio-visual teaching aids have statistically significant positive effect on public secondary school students’ academic performance in Kano metropolis. The study recommended among others that: Instructional materials such as print media and audio-visuals should be made available to teachers for effective teaching and learning.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TINDAKAN BULLYING DI BOARDING SCHOOL Suci, Mutiara Nurani; Ibrahim, Rustam
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3176

Abstract

The rise of bullying that occurs among students in Indonesia shows that currently education in Indonesia is experiencing a problem of moral decadence. To prevent further deterioration of morals in students, it is necessary to instill moral education values in students in all educational institutions, including students taking boarding school programs. By using a qualitative method approach, this research aims to find out how to instill moral education values to prevent bullying behavior in dormitories and find out what the strategies are. The results of the research show that instilling moral education values to prevent bullying behavior is carried out through an integrated boarding program between providing theory and direct practice using five strategies, namely the exemplary method, the habituation method, the advice method, the attention and supervision method and the punishment method.
DEKONSTRUKSI PENDIDIKAN DALAM SURAT AL-BAQARAH AYAT 31-32: SEBUAH ANALISIS DARI PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH OLEH QURAISH SHIHAB Fadilah, Syafira; Amin, Nurul
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3183

Abstract

Kemajuan teknologi di zaman kontemporer telah memberikan pengaruh yang cukup besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam membentuk perspektif para ulama dalam menafsirkan makna ayat-ayat Alquran. Penafsiran para ulama terhadap ayat-ayat Al-Qur'an sangat dipengaruhi oleh referensi dan sumber tafsir yang mereka gunakan. Untuk memahami penafsiran Al-Qur'an, sangat penting untuk fokus pada banyak elemen penting seperti metodologi, pendekatan, doktrin, dan asal-usul penafsiran. Salah satu tafsir terkenal yang memberikan kontribusi pada perspektif mereka adalah Al-Misbah oleh Prof. Muhammad Quraish Shihab. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Muhammad Quraish Shihab menggunakan sumber-sumber penafsiran dalam tafsirnya, khususnya dalam tafsir Al-Misbah tentang ayat 31-32 surat Al-Baqarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Library Research, dimana peneliti mengumpulkan pengetahuan dan latar belakang dari berbagai sumber referensi seperti buku, jurnal, artikel, dan sumber-sumber online untuk mendukung penelitian mereka. Temuan dan analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammad Quraish Shihab menggunakan kombinasi penafsiran pribadi (ijtihad) dan penjelasan linguistik dalam bahasa Arab untuk menjelaskan signifikansi ayat-ayat tersebut. Selain itu, penafsirannya juga menggabungkan perspektif para ulama yang berkaitan dengan ayat-ayat tersebut, sehingga menambah kelengkapan pemahamannya.
THE PLACE OF ARABIC IN THE CONDUCT OF WOMEN TAFSIR IN JOS METROPOLIS, NIGERIA Sani, Fatima Muhammad; Yahaya, Atiku Garba
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3202

Abstract

This research titled ‘The Place of Arabic in the conduct of Women Tafsir in Jos Metropolis’, discusses Arabic as language of Qur’an, Brief overview of the development of Tafsir and women Tafsir in Jos metropolis in relation to certain circles where women attain to the teaching and interpretations of the Glorious Qur’an. The research applies qualitative designed and employs the methods of sampling and interview using purposive sampling. The research selected six different Tafsir circles in Jos metropolis. It is discovered that most of the women Tafsir in the various circles are conducted by Muslim Male scholars of Islamic knowledge and those having higher qualifications in Arabic studies, using different Arabic books of Tafsir. Some of the Tafsir circles have been in existence for some years, there are few that are new. It has been discovered that most of the places where women attain Tafsir in Jos are self-funded, with inadequate equipment and lack of funds.
TELAAH METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR'AN OLEH QURAISH SHIHAB MELALUI PRISMA TAFSIR AL-MISBAH: ANALISIS TERHADAP AYAT 63 SURAH AL-FURQAN Subagja, Rizki; Khoiruddin, Heri
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3226

Abstract

Al-Qur'an secara efektif berfungsi sebagai panduan dan petunjuk bagi umat manusia, terutama di era sekarang. Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai rahmat bagi alam semesta, untuk membebaskan manusia dari kegelapan dan membimbing mereka menuju cahaya yang terang-benderang, serta menjadi petunjuk bagi umat manusia untuk menenangkan hati, jiwa, dan pikiran, juga meningkatkan kecerdasan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendekatan stilistika yang digunakan oleh M. Quraish Shihab dalam penafsirannya terhadap tafsir al-Misbah. Penafsiran Alquran dipengaruhi oleh sudut pandang masing-masing mufassir, yang ditunjukkan dalam gaya dan pendekatan yang unik. Terdapat beberapa jenis corak penafsiran, diantaranya Corak Tafsir Shufi, Corak Tafsir Fiqhi, Corak Tafsir Falsafi, Corak Tafsir 'Ilmi, Corak Tafsir Adabi Ijtima'i, Corak Tafsir Lughawi, dan Corak Tafsir Teologis. Pokok bahasan utama dari artikel ini adalah penafsiran ayat 63 dalam Alquran, khususnya dalam surat al-Furqan. Tulisan ini akan menganalisis penafsiran M. Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat 63 surat al-Furqan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, khususnya menekankan pada penelitian kepustakaan. Perolehan data diperoleh dari dua sumber utama: data primer termasuk Al-Quran, Hadis, dan kontribusi para cendekiawan Muslim dan data sekunder seperti buku-buku, karya ilmiah, dan sumber-sumber lain yang mendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa tafsir Al-Misbah condong kepada tafsir sosial dengan menggunakan metode Adabi Ijtima'i. Analisis terhadap ayat ke-63 dari surat Al-Furqan menyoroti pentingnya kebaikan, terutama dalam kaitannya dengan istilah "هَوۡنًا" (Haunan).
PENGARUH PEMBIASAAN INFAQ TERHADAP PERILAKU SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMPIT ASSALAAMAH JAKARTA TIMUR Nursafitri, Fira; Lubis, Zulkarnain
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3281

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembiasaan hal baru pada peserta didik yangsulit, perilaku sosial peserta didik yang masih dinilai kurang, serta pemahamandan pengetahuan peserta didik yang kurang terkait infaq. Dari latarbelakang tersebut penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh pembiasaan infaq terhadap perilaku sosial peserta didik di SMPIT Assalamah.Adapun tujuan daripada penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran penerapan pembiasaan infaq di SMPIT Assalaamah dan ingin mengetahui apakah ada pengaruh dari pembiasaan infaq terhadap perilaku sosial peserta didik diSMPIT Assalaamah. Jenis penelitian pada penulisan skripsi ini yaitu penelitian kuantitatif. Adapunpengumpulan data dengan menyebarkan angket berupa pertanyaan menggunakanskala likert. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i, guru dan stafTU yang seluruhnya berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian, pembiasaan infaq dilakukan satu minggu sekali padahari jum’at pagi. Selanjutnya hasil dari pengujian hipotesis menggunakan analisisregresi linier sederhana menunjukan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 yang artinya Hoditolak dan Ha diterima atau terdapat pengaruh dari pembiasaan infaq terhadapperilaku sosial peserta didik di SMPIT Assalaamah. Demikian bahwa pembiasaan infaq berpengaruh terhadap perilaku sosial pesertadidik sebesar 47% dengan kategori cukup tinggi.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA Choli, Ifham
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3302

Abstract

Pendidikan merupakan masalah penting dalam kehidupan manusia sepanjang zaman. Keluarga merupakan pendidikan pertama dan yang utama bagi anak. Karena dalam keluargalah anak mengawali perkembangannya, baik itu perkembangan jasmani, maupun perkembangan ruhani. Peran keluarga dalam Pendidikan bagi anak yang paling utama ialah dalam penanaman sikap dan nilai hidup, pengembangan bakat dan minat, serta pembinaan kepribadian. Pendidikan Islam adalah usaha untuk mengarahkan manusia menjadi bermanfaat, beradab, dan bermartabat dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam, serta menghasilkan output yang berkarakter baik. Untuk memahami lebih lanjut pendidikan Islam dalam keluarga, melalui penelitian kepustakaan dicoba dijelaskan. Dari hasil kajian pustaka disimpulkan bahwa keluarga mempunyai pengaruh yang besar dalam pendidikan. Pendidikan Islam dalam keluarga bertujuan (1) untuk membentuk kepribadian yang utuh jasmani dan rohani (insan kamil) yang tercermin dalam pemikiran maupun tingkah laku terhadap sesama manusia, alam serta Tuhannya, (2) dapat menghasilkan manusia yang tidak hanya berguna bagi dirinya, tapi juga berguna bagi masyarakat dan lingkungan, serta dapat mengambil manfaat yang lebih maksimal terhadap alam semesta untuk kepentingan hidup di dunia dan akhirat, (3) merupakan sumberdaya pendorong dan pembangkit bagi tingkah laku dan perbuatan yang baik, dan juga merupakan pengendali dalam mengarahkan tingkah laku dan perbuatan
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA GURU DALAM MENANGANI SISWA UNDERACHIEVER Rohimah, Rohimah
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i2.3303

Abstract

Dalam proses Manajemen pendidikan tidaklah selalu berjalan dengan baik, akan terdapat berbagai masalah, kendala dan berbagai hambatan di dalamnya, salah satunya adalah kesulitan belajar yang di alami oleh siswa underachiever yaitu siswa yang memiliki potensi untuk dapat mencapai prestasi dan hasil belajar yang baik namun karena pengaruh dari berbagai faktor sehingga masalah tersebut mempengaruhi prestasi dan hasil belajar yang seharusnya dapat di capai oleh siswa, hal ini sering terjadi karena motivasi belajar yang dimiliki siswa sangat rendah, anak yang mengalami underachiever sering kali menunjukan perilaku menghindar dan menanggap bahwa belajar bukanlah suatu hal yang menyenangkan, merupakan suatu permasalahan yang kemungkinan besar belum teratasi dengan maksimal oleh guru, maka guru terkhusus manajemen Pendidikan Agama Islam yang selalu berhubungan dengan berbagai aspek bidang keilmuwan memiliki peranan yang begitu penting berkaitan dengan hal ini. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui (1) Gambaran siswa yang mengalami underachiever, (2) Upaya guru PAI dalam penanganan siswa underachiever, (3) Faktor pendukung dan penghambat guru PAI dalam penanganan siswa underachiever dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 30 Kota Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif deskriptif yang bentuknya adalah kata-kata tertulis yang mana data-data yang di peroleh berdasarkan dari hasil obervasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan sebagai berikut : (1) Gambaran siswa yang mengalami underachiever dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 30 Kota Bekasi memiliki ciri gambaran yaitu : Pertama, Siswa yang mengalami underachiever di SMP Negeri 30 Kota Bekasi cenderung terlihat kurang memiliki motivasi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kedua, Siswa yang mengalami underachiever menunukan perilaku menghindar seperti lebih suka menyendiri dan menjauhi lingkungan teman-temannya di kelas. (2) Upaya Guru Manajemen Pendidikan Agama Islam dalam penanganan siswa underachiever yaitu mengupayakan faktor yang berasal dari individu, keluarga, sekolah dan teman sebaya. (3) Faktor pendukung dan penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam penanganan siswa underachiever yaitu : Faktor pendukung, guru, wali kelas, dan sarana dan prasarana. Faktor pengahmbat, Sulitnya bekerja sama dengan orang tua, dan siswa yang sangat sulit untuk di arahkan.

Page 9 of 14 | Total Record : 140