cover
Contact Name
Arif Rahman
Contact Email
stiq.bima18@gmail.com
Phone
+6282340631941
Journal Mail Official
arifjariyah46@gmail.com
Editorial Address
Jalan BTN Pepabri Nomor 2 Lingkungan Nusantra Monggonao Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran
ISSN : -     EISSN : 30311144     DOI : https://doi.org/10.71349/rahmad.v2i2
Rahmad adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran STIQ Bima. Jurnal ini berfokus pada publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual di bidang keislaman, khususnya ilmu Al-Quran, seperti tafsir, ulumul Quran, dan isu-isu kontemporer terkait nilai-nilai Islam, diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Juni dan Desember. Rahmad berkomitmen menjadi wadah akademik untuk mendukung pengembangan wacana keilmuan dan membangun diskursus yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui proses seleksi dan peer review yang ketat, jurnal ini menghadirkan artikel berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat luas yang tertarik pada studi keislaman.
Articles 28 Documents
Pemahaman Masyarakat Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Tentang QS. Al-Ikhlas/112 dalam Tradisi Zikir Peta Kapanca Rodatul, Gina; Rofiah, Nur; Nurbaiti
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang Pemahaman Masyarakat Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat Tentang QS. Al-Ikhlas/112 dalam Tradisi Zikir Peta Kapanca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosiologis. Sumber data primer berasal dari dokumen-dokumen penting yang dimiliki oleh lembaga kemasyarakatan, sekaligus jawaban dari pihak-pihak terkait yang diwawancarai. Sumber sekunder berasal dari berbagai referensi ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan. Studi tentang tafsir Qur`an tidak hanya memberikan gambaran deskriptif tentang praktik-praktik keagamaan, tetapi juga mengeksplorasi dinamika kompleks di balik interaksi manusia dengan Al-Qur`an. Masyarakat Desa Rato memiliki pemahaman yang kuat terhadap Surah Al-Ikhlas, yang diyakini sebagai dasar iman dan takwa, terutama dalam konteks pernikahan dan kemudahan urusan pengantin. Secara Qur’anik, Surah Al-Ikhlas menegaskan keesaan Allah, sebagai tempat bergantung semua makhluk dan tidak memiliki sekutu, sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir. Keyakinan ini tercermin dalam tradisi spiritual seperti zikir Peta Kapanca, yang meskipun dilandasi pemahaman terbatas terhadap tafsir Al-Qur’an, tetap mencerminkan ajaran Islam. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman Al-Qur’an diharapkan dapat memperdalam makna spiritual dalam tradisi ini.
Islam dan Kearifan Lokal Menyikapi Pembacaan Surah Yasin dalam Tradisi Doa Bola Masyarakat Bima Mariyati, Ayu; Rofiah, Nur; Nurbaiti
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang pembacaan surah Yasin dalam tradisi Doa Bola di Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosiologis. Sumber data primer berasal dari dokumen-dokumen penting yang dimiliki oleh lembaga kemasyarakatan, sekaligus jawaban dari pihak-pihak terkait yang diwawancarai. Sedangkan sumber sekunder berasal dari berbagai referensi ilmiah yang berkaitan dengan pembahasan. Studi tentang living Qur`an tidak hanya memberikan gambaran deskriptif tentang praktik-praktik keagamaan, tetapi juga mengeksplorasi dinamika kompleks di balik interaksi manusia dengan Al-Qur`an. Hal ini mencakup analisis terhadap peran Al-Qur`an dalam kehidupan individu dan komunitas, serta bagaimana makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diinterpretasikan dan diterapkan dalam konteks yang spesifik. Temuan penelitian ini menunjukkan juga bahwa pemaknaan sosial pembacaan surah Yasin dalam tradisi Doa Bola pada masyarakat Bima merupakan salah satu bentuk usaha atau ikhtiar masyarakat untuk mendekatkan diri dan mendapatkan ridha Allah. Selain itu juga masyarakat Bima meyakini bahwa pembacaan surah Yasin dalam tradisi Doa Bola yaitu sebagai dzikir, karena dengan membaca surah Yasin membuat hati menjadi tenang. Kemudian sebagai doa keselamatan, mengingat kematian, serta membaca Al-Qur’an dalam dalam kehidupan sehari-hari merupakan ibadah.
Strategi Literasi Digital Berbasis Nilai Moderasi Beragama NAJMUDIN, AFFAN
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i1.37

Abstract

Perkembangan era digital telah mendorong transformasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyebaran informasi yang semakin cepat namun juga rawan disinformasi. Hal ini menuntut pentingnya literasi digital, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dari sisi etika dan nilai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi literasi digital yang berbasis nilai-nilai federasi beragama, itu seperti tasamuh, tawasuth, tawazun, musawah, islah, dan qudwah. Sebagai upaya untuk membentuk karakter masyarakat digital yang inklusif, bijak, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut mampu meningkatkan kesadaran pengguna terhadap pentingnya beretika dalam ruang digital, seperti menghargai perbedaan, menghindari ujaran kebencian, serta menyebarkan konten yang damai dan mendidik. Nilai qudwah juga berperan penting dalam menumbuhkan keteladanan digital melalui peran tokoh publik Yang menjadi panutan. Dengan demikian, literasi digital berbasis moderasi beragama dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk masyarakat digital yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga kuat secara moral.
Nasab Menjadi Dasar Menjaga Kesucian Keluarga Dalam QS. Al-Furqan/25:54 Studi Tafsir Ibnu Katsir adrianto; Haslinda; Sitorus, Chalid
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nasab menjadi dasar menjaga kesucian keluarga dalam al-quran QS. Al-Furqan/25;54, studi tafsir Ibnu Katsir adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan library research atau penelitian studi pustaka dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan menelaah literaur, dokumen dan sumber informasi lainnya yang berkaitan dengan topik peneliti. Hasil penelitian ini Pertama, ibnu katsir menekankan hubungan keturunan sangat penting karena menjadi dasar bagi banyak hal, termasuk hak waris, kewalian, dan bahkan dalam menjaga kesucian keluarga. Nasab juga menjadi pengikat kuat antar anggota keluarga, memperkuat ikatan silaturahmi, dan menghindari perzinaan.  Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kemurnian nasab, sehingga perzinaan dilarang keras. Kedua, ayah biologis tidak berhak menjadi wali nikah bagi anak yang dilahirkan di luar pernikahan yang sah
Asesmen dan Intervensi Psikologi Terhadap Kesulitan Belajar Siswa Supriatman, Yan Yan
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i1.44

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang kesulitan belajar siswa yang merupakan suatu konsep multi disipliner yang digunakan dalam ilmu pendidikan. Setiap siswa pada prinsipnya berhak memperoleh peluang untuk mencapai kinerja akademik (academic performance) yang memuaskan. Namun dari kenyataan sehari-hari tampak jelas bahwa setiap siswa memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan, dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa satu dengan siswa lainnya. Sementara itu penyelenggaraan pendidikan di Sekolah pada umumnya hanya ditujukan kepada para siswa yang berkemampuan rata-rata, atau bahkan hanya siswa yang memiliki kemampuan di atas rata sehingga siswa yang kemampuan di bawah rata-rata kurang mendapat perhatian, bahkan tidak jarang terabaikan. Salah satu faktor kesulitan belajar siswa adalah disebabkan lemahnya kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan, ketrampilan dasar tertentu pada sebagian materi pelajaran yang harus dikuasai sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada salah satu sekolah menengah pertama yang nama dan tempat sekolanya disamarkan sebagai sebuah bentuk privasi. Data yang telah terkumpul kemudian digambarkan dan dijelaskan secara naratif. Masalah yang ada kemudian diberikan beberapa pola intervensi psiklogi dengan cara konseling individu, konseling teman sebaya dan konseling keluarga yang bersifat teoritis.
Prasangka Dalam Prespektif Al- Qur’an Kajian Tahlili Qs. Al-Hujarat Ayat 12 Rian; Hisyam, Muhammad Hisyam; Taufan
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i2.36

Abstract

This study aims to provide guidance to avoid prejudice against society. In QS. Al-Hujarat 49/12 This type of research is qualitative with a form of library research. The approach used is the interpretation approach. The data used are primary data sourced from the Qur'an and interpretation books and secondary data including related works and other references that can support the research, then processed and analyzed using the tahlili method. The results of the study indicate that the nature of 'Prejudice in QS. Al-Hujarat 49/12 is all forms of prejudice carried out by humans, where the act contains hatred and hostility, is considered reprehensible and causes evil, so that the perpetrators are far from the truth and mercy of Allah swt. And also good prejudice where this prejudice actually brings you closer to Allah swt. because it always looks at others well, the form of 'Prejudice in QS. Al-Hujarat 49/12, namely accusing people without evidence and looking at the bad things in others and some of these suspicions are also good.
Analisis Semantik Kata Rizq Karim dalam Al-Qur'an Qhodiri, Ahmad; Bashori
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i2.45

Abstract

This article examines the semantic meaning of the phrase rizq karīm in the Qur'an using a qualitative approach and semantic analysis method. The term rizq karīm is a linguistic expression that carries theological and moral values in the Qur'an and appears in six verses across various surahs. This study aims to explore the lexical and contextual depth of this phrase and to identify those who, according to the Qur'an, are entitled to receive this noble provision. Data were collected through library research on Qur’anic verses containing rizq karīm, supported by references from classical and contemporary tafsir works as well as Arabic linguistic literature. The findings reveal that rizq karīm encompasses both material and spiritual provisions, covering worldly and hereafter rewards, granted to those who have faith, perform righteous deeds, migrate for God’s cause, strive in His path, and uphold piety and noble character. Exegetes such as al-Ṭabarī, Ibn ‘Āshūr, and al-Ṭabāṭabā’ī interpret rizq karīm as paradise the ultimate and eternal form of provision while others like al-Ālūsī and al-Ṭabrisī describe it as an exalted, high-quality, and pleasing form of sustenance. Quraish Shihab offers a broader interpretation, emphasizing that karīm denotes the best quality according to its object, and that rizq karīm includes all forms of divine blessings that are perfect and satisfying. This study underscores the importance of semantic analysis in uncovering the multidimensional meanings of Qur’anic terminology.
Fenomena Busana Hajja Pasca Haji di Kabupaten Bone Perspektif Al-Qur’an Mursalin; Hamzah, Amir; Ghany, Abdul
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i2.51

Abstract

This study discusses the phenomenon of Hajja clothing worn by women who have performed the pilgrimage (hajj) in Bone Regency. This research is categorized as field research and presented in a descriptive qualitative form, employing anthropological, sociological, and exegetical approaches. Data processing and analysis were carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Hajja attire is not worn in daily life but rather on special occasions such as weddings, as a form of respect for religious and social values. Distinctive attributes such as tallili or mappatoppo serve as symbols of honor and pride for Bugis Bone women after completing the pilgrimage. The use of clothing and accessories such as tallili, misba, and gelang haji (pilgrim’s bracelet) represents both a religious expression and a form of spiritual pride following the pilgrimage. Post-hajj Hajja clothing in Bone Regency is not merely a marker of spiritual journey but has evolved into a symbol of social status and religious identity within society. Culturally, Hajja clothing embodies the fusion of Islamic values and local Bugis Bone traditions that emphasize modesty, honor, and dignity. From the Qur’anic perspective, the wearing of garments during and after the pilgrimage holds not only physical but also spiritual significance, serving as a manifestation of piety and purity of heart.

Page 3 of 3 | Total Record : 28