cover
Contact Name
Ella Evrita
Contact Email
e.evrita@sae.edu
Phone
+628158712890
Journal Mail Official
g.putra@sae.edu
Editorial Address
YAYASAN NEXT AKADEMI Jl. Pejaten Raya No.31, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540 Telephone: (021) 7890145
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Profilm: Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman & Televisi
ISSN : 28300521     EISSN : 28300521     DOI : https://doi.org/10.56849
Pro Film Journal is a scientific journal that focuses on film and television science. Along with the development of creative media in Indonesia, this journal is presented by SAE Indonesia and covers various topics related to creative media. Creative media is an individuals mental process in producing new ideas, processes, methods, or products that are effective and imaginative, with succession, discontinuity, and differentiation that are useful in various fields to create something new.
Articles 128 Documents
Animasi Kinetic: Analisis Kreativitas dan Teknik Animasi Dalam Menciptakan Konten Viral di Media Sosial Audi Satryo Hutomo
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah dominasi konten video pendek, animasi kinetik telah muncul sebagai medium yang kuat untuk mencapai viralitas di media sosial, namun pemahaman empiris tentang bagaimana keputusan teknis dan kreatif spesifik mendorong kesuksesan ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengeksplorasi secara mendalam bagaimana elemen kreatif dan teknik animasi berkontribusi pada viralitas konten di platform digital. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis 5-7 video animasi viral dari Indonesia (2023-2025) melalui analisis konten sistematis dan melakukan wawancara mendalam dengan enam praktisi kreatif yang terlibat dalam produksinya. Analisis tematik terhadap data mengungkapkan empat temuan utama: (1) Simplisitas naratif dengan satu pesan inti yang kuat dan humor yang relevan menjadi fondasi untuk koneksi emosional; (2) Eksekusi teknis, seperti prinsip juiciness dan pacing yang dinamis, berfungsi sebagai penguat dampak visual dan emosional; (3) Sinergi audio-visual yang ketat, terutama sinkronisasi beat-toaction dan penggunaan efek suara yang detail, menciptakan pengalaman imersif; dan (4) Estetika visual yang terkurasi, melalui palet warna terbatas dan tipografi yang dianimasikan sebagai “aktor utama,” memastikan keterbacaan cepat dan membangun identitas merek. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menjembatani praktik produksi animasi dan teori komunikasi viral, sekaligus menawarkan kerangka kerja praktis bagi para kreator untuk merancang konten animasi yang berpotensi viral secara strategis
Dampak Platform Media Sosial Terhadap Proses Pencarian Dan Promosi Talenta Baru di Industri Hiburan: Pendekatan Kualitatif Ahmad Budi Sulistioyuwono
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran industri hiburan menuju platform digital telah secara fundamental mengubah proses penemuan dan promosi talenta, beralih dari model gatekeeping konvensional ke ekosistem yang didominasi oleh media sosial. Fenomena ini menciptakan peluang sekaligus tantangan baru bagi para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana platform media sosial dimanfaatkan oleh para pelaku industri untuk menemukan, mengevaluasi, dan mempromosikan talenta baru di Indonesia. Secara spesifik, penelitian ini mengidentifikasi strategi, tantangan, dan peluang yang muncul, serta menganalisis peran algoritma dan komunitas online dalam membentuk karier talenta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi multi-kasus, kami melakukan wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi konten digital (netnografi), dan analisis dokumen terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari talenta, manajer, dan eksekutif industri. Analisis tematik mengungkapkan tiga temuan utama: (1) media sosial secara drastis mengakselerasi siklus penemuan talenta, mengubah metrik keterlibatan digital menjadi sinyal utama potensi pasar; (2) algoritma memainkan peran paradoksal, di satu sisi mendorong homogenisasi konten namun di sisi lain menawarkan peluang viralitas sebagai jalur cepat ke industri; dan (3) self-branding telah menjadi modal esensial, menuntut talenta untuk menjadi arsitek karier mandiri yang mampu membangun audiens sebelum dilirik industri. Implikasi dari temuan ini mengarah pada pengembangan model ekologi talenta digital yang mengintegrasikan agensi individu, struktur teknologi, dan sistem industri, memberikan pemahaman baru mengenai dinamika pengembangan karier kreatif di era platformisasi.
Dari Musik Hingga Konten Viral: Analisis Teknik Audio Yang Mempengaruhi Popularitas Video Di TikTok dan YouTube Kezhia Bianta Sirait
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanskap media digital yang didominasi oleh platform video pendek seperti TikTok dan YouTube, audio telah bertransformasi dari elemen pelengkap menjadi komponen strategis utama dalam mencapai popularitas viral. Meskipun demikian, pemahaman akademis mengenai aspek teknis audio engineering yang mendasari fenomena ini masih terbatas, menciptakan kesenjangan dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis secara kualitatif teknik-teknik audio dan strategi sonik yang digunakan dalam video-video viral. Menggunakan pendekatan studi kasus kolektif, penelitian ini menganalisis 20 video viral (10 dari TikTok dan 10 dari YouTube Shorts) yang dipublikasikan antara Januari 2024 hingga Juni 2025, yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan metrik keterlibatan yang tinggi. Data dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola yang berulang. Hasil penelitian mengidentifikasi empat strategi audio utama: (1) pemanfaatan musik latar sebagai jangkar emosional dan pemicu tren melalui manipulasi tempo dan sinkronisasi beat; (2) penggunaan efek suara (SFX) sebagai penanda naratif dan peningkat ritme; (3) prioritas pada kejernihan vokal dan modulasi performatif untuk menjaga atensi; dan (4) optimalisasi teknis audio yang agresif, termasuk kompresi dan penekanan frekuensi menengah, yang dirancang khusus untuk konsumsi di perangkat seluler. Temuan ini menunjukkan bahwa kesuksesan sonik bukanlah kebetulan, melainkan hasil rekayasa yang disengaja. Secara implikatif, penelitian ini memberikan kerangka kerja teoretis baru untuk memahami dimensi audio dalam budaya viral serta menawarkan panduan praktis berbasis bukti bagi kreator konten untuk meningkatkan daya tarik audiens mereka."
Development of an Adaptive Vocal Mixing Framework for Smartphone-Based Music Production Using Native Ableton Live Processing Chains (Major Project ‘Perumusan Preset Untuk Mixing Suara Vokal Dari Sumber Rekaman iPhone berbasis Ableton Live’) Muhammad Fathan Maulana
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi smartphone mengubah lanskap produksi musik digital ke arah fleksibilitas, portabilitas, dan efisiensi biaya. Namun rekaman vokal melalui mikrofon internal smartphone tetap dibatasi beberapa kendala teknis. Kendala tersebut mencakup respon frekuensi tidak seimbang, kedalaman tonal rendah, noise ambient, dan dinamika vokal tidak stabil jika dibandingkan mikrofon studio profesional.Untuk menjawab kendala tersebut, penelitian ini merumuskan dan menguji framework adaptive vocal mixing berbasis Ableton Live. Sasaran framework: optimalisasi kualitas vokal hasil rekam smartphone.Pendekatan penelitian adalah Practice-Based Research dengan 6 tahap: identifikasi masalah, analisis karakter audio, desain audio processing chain, konstruksi preset, implementasi sistem, dan evaluasi hasil. Uji lapangan melibatkan dua subjek vokal berkarakter laki-laki dan perempuan. Media rekam utama: mikrofon internal iPhone 11.Arsitektur framework memanfaatkan efek audio native Ableton Live. Komponennya meliputi gate, equalizer, multiband dynamics, stereo enhancement, saturator, dan compressor. Rantai efek disusun adaptif sesuai profil tiap sumber vokal.Temuan penelitian mengonfirmasi framework efektif meningkatkan kejernihan vokal, stabilitas dinamika, persepsi ruang, dan karakter tonal rekaman smartphone. Output audio lebih mendekati standar produks imusik profesional.Kontribusi riset terletak pada workflow mixing reusable sebagai solusi praktis musisi independen. Workflow mendukung praktik mobile music production yang efisien, terjangkau, dan berkualitas. 
Eksplorasi keadilan sosial di Startup :  Studi kasus eFishery dan Peran Serikat Pekerja dalam Perlindungan Hak-hak Pekerja Mochammad Andreisyah
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebangkitan startup di Indonesia, khususnya eFishery, memperlihatkan tantangan untuk melindungi hak hak pekerja di era teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran serikat pekerja dalam mendorong praktik ketenagakerjaan yang berkelanjutan di startup. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, termasuk wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan serikat pekerja seperti SPMTN di eFishery memberikan harapan baru untuk perlindungan hak-hak pekerja dan kolaborasi dengan manajemen. Namun, tantangan internal seperti masalah kepemimpinan dan keputusan pemutusan hubungan kerja masih menghambat pencapaian tujuan. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama transparan antara manajemen dan serikat pekerja serta dukungan regulasi pemerintah untuk mendukung keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja di industri startup. 
Enhancing the Visual Experience: Analysis of the performance and challenges of Stereoscopic 3D technology in game design and virtual reality Lawrence Philip
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of digital innovation, Stereoscopic 3D (S3D) technology is becoming popular in game design and virtual reality, although it faces challenges related to user convenience. This research aims to analyze the challenges and opportunities associated with the use of S3D, as well as to explore best practices for enhancing the user experience. The method employed is a literature analysis that includes the collection and evaluation of sources related to S3D, game design, and user experience. The findings underscore the significance of selecting suitable stereoscopic parameters, understanding perceptual psychology, and integrating emerging technologies, such as Virtual Reality (VR) and generative AI, to craft immersive and comfortable visual experiences. The research also emphasizes the importance of a collaborative design approach to meeting user expectations and mitigating discomfort experienced during interactions with S3D content. 
Evaluasi untuk Modul "Research Strategy"  Untuk Mahasiswa Vokasi  Di     Akademi Komunikasi SAE Indonesia Fransiskus Rendy Retanubun
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengeksplorasi dan meneliti evaluasi struktur modul serta pedagogi berdasarkan modul penelitian pada program vokasi di kampus SAE Indonesia. Fokus utama adalah desain capaian pembelajaran modul penelitian di program vokasi, yang menekankan keterampilan terapan, pemecahan masalah, dan kesiapan industri—berbeda dengan pendekatan penelitian teoretis dan akademik yang umum ditemui pada modul universitas lain. Tinjauan mencakup kurikulum, metode pengajaran, penilaian mahasiswa, dan alokasi sumber daya, memberikan analisis komprehensif tentang efektivitas modul. Hasil metodologi tinjauan sistematis akan memberikan perbandingan dan analisis mendalam terkait modul penelitian di perguruan tinggi vokasi lain. 
Facing the Challenges of Film Production: From Economic Uncertainty to Digital Era Sustainable Practices Melati Kusuma Wardhani
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The film business has numerous significant difficulties among economic uncertainty and growing need for sustainable practices.  Especially in the digital era, this research seeks to underline these problems and investigate creative ideas that might be used.  Using literature research to examine several works on the difficulties and creative advances in film production, the hired approach is qualitative.  The findings show that although encouraging sustainable practices, the acceptance of new technologies such artificial intelligence (AI) and virtual reality (VR) could satisfy changing audience needs and enhance manufacturing efficiency.  Thus, cooperation among government agencies, local producers, distributors, and platform providers determines the future expansion and viability of the film industry. 
Harmoni Viral: Mengungkap Rahasia Audio Engineering Dalam Kesuksesan Lagu K-pop yang Mengguncang Dunia Digital Fornia
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena global K-pop sangat bergantung pada viralitas dimedia sosial, namun peran teknis dari audio engineering dalam mendorong kesuksesan ini masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknik audio engineering—meliputi mixing, mastering, dan desain suara—secara strategis berkontribusi dalam menciptakan konten musik yang memicu viralitas di platform digital, dengan menggunakan lagu-lagu K-pop sukses sebagai studi kasus. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Seoul, data dikumpulkan via triangulasi analisis konten audio dan wawancara semi-terstruktur dengan para profesional industri serta pengguna media sosial, yang kemudian dianalisis secara tematik. Temuan utama mengungkap bahwa viralitas bukanlah produk kebetulan, melainkan hasil dari arsitektur sonik berlapis yang dirancang secara sengaja. Strategi ini mencakup presisi teknis untuk kualitas superior, rekayasa psikoakustik untuk menciptakan “kaitan” (hook) yang adiktif, amplifikasi emosi melalui desain suara, dan optimalisasi audio yang sadar-platform untuk memaksimalkan daya tarik pada perangkat seluler dan format video pendek. Penelitian ini secara teoretis memposisikan audio engineering sebagai elemen strategis dalam ekonomi perhatian digital, melampaui perannya sebagai proses teknis semata. Secara praktis, temuan ini menyediakan kerangka kerja bagi para profesional industri untuk merancang konten musik yang ‘siap-viral’ (viral-ready) dalam ekosistem media kontemporer. 
Inovasi Open-Source dalam Produksi Musik: Menyongsong Era Baru DAW yang Aksesibel Anggi Novalga Suryanto
Pro Film Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital terutama Digital Audio Workstation (DAW), telah merubah cara membuat musik dan melestarikan warisan budaya. Studi ini menyelidiki dampak inovasi open-source DAW terhadap pelestarian teknik budaya dan efisiensi produksi audio. Metode yang digunakan adalah study literatur yang relevan tentang integrasi teknologi digital dan efeknya pada praktik budaya dan proses produksi. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun penggunaan DAW dapat membantu musisi bekerja lebih cepat dan bekerja sama dengan lebih baik, juga menunjukkan bahwa ada kesulitan untuk menggabungkan teknologi dengan praktik budaya tradisional. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan pelatihan musisi sangat penting agar mereka dapat memanfaatkan teknologi sepenuhnya tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya yang ada. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi perbedaan antara teori dan praktik DAW.

Page 3 of 13 | Total Record : 128