cover
Contact Name
Khairan Marzuki
Contact Email
uts.uas88@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
uts.uas88@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : 29632072     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 208 Documents
Problems in the Development of Relagious Character Among Orphaned Students at Baitul Qur’an Islamic Boarding School Gheijsa Zahira Sopha; Afrahul Fadhilah Daulay
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2604

Abstract

This study aims to examine the process of developing religious character among orphaned students, identify the problems encountered in the process, and analyze the efforts undertaken to address these problems at Baitul Qur’an Islamic Boarding School. This study employed a qualitative approach using a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was established through source and technique triangulation. The findings indicate that the development of students’ religious character is implemented through structured religious activities, including congregational prayers, Qur’an recitation and memorization, muraja’ah, voluntary fasting, tahajjud prayers, as well as advice and guidance provided by ustadz and ustadzah. However, several problems remain, including differences in students’ family backgrounds, the psychological conditions of orphaned students, differences in levels of religious understanding and habits, and limited educational personnel to provide optimal guidance. To address these problems, the pesantren implements various strategies, including habituation of religious activities, continuous guidance and advice, and the enforcement of discipline in daily life. These efforts are expected to strengthen students’ religious character and encourage them to apply religious values in their daily lives.
Pengaruh Manajemen Kesiswaan dan Budaya Organisasi Madrasah terhadap Motivasi Belajar Siswa untuk Mewujudkan Mutu Lulusan Mochamad Irfan Fachrurozi; Endang Soetari; Atep Jalaludin
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2619

Abstract

Mutu lulusan di MTs Negeri 2 Garut menghadapi tantangan suboptimal yang ditandai oleh penurunan rata-rata nilai ujian sains dan defisit serapan alumni ke sekolah unggulan sebesar 15%. Permasalahan ini dipicu oleh melonjaknya kasus keletihan mental (academic burnout) akibat tata kelola kesiswaan yang berfokus pada kontrol koersif serta budaya sekolah yang minim dukungan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Manajemen Kesiswaan (X1) dan Budaya Organisasi Madrasah (X2) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) serta dampaknya terhadap Mutu Lulusan (Z) secara parsial, simultan, dan melalui efek mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto, penelitian ini menyensus seluruh populasi guru yang berjumlah 56 orang sebagai responden. Data angket berskala ordinal ditransformasikan menjadi interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI) dan dianalisis melalui Analisis Jalur via SPSS 27. Hasil pengujian membuktikan bahwa X1 dan X2 secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y (Fhit. = 11,574, p < 0.001, R2 = 30,4%) dan Z (Fhit. = 11,877, p < 0.001, R2 = 40,7%). Secara parsial pada model simultan, X1 tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap Y (p = 0,382) maupun Z (p = 0,694) karena kontribusinya terserap oleh X2 (p = 0,005). Motivasi Belajar Siswa (Y) terbukti bertindak sebagai prediktor paling dominan (beta = 0,407, p = 0,003) sekaligus variabel mediasi mutlak bagi pengaruh X1 dan X2 terhadap Z. Disimpulkan bahwa peningkatan mutu lulusan madrasah mensyaratkan reorientasi manajemen kesiswaan dari pendekatan punitif menuju restoratif-humanis serta penguatan budaya sekolah yang apresiatif demi menumbuhkan motivasi otonom peserta didik
Implementing the Multicultural Education Curriculum: Perspectives of Prospective Islamic Religious Education Teachers at STIT Al-Washliyah Binjai Abdul Rahim; Mazni Binti Muhammad; Agung Prayogo
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2582

Abstract

Social diversity requires prospective Islamic Religious Education (PAI) teachers not only to possess strong religious knowledge but also to develop the pedagogical competence needed to manage differences in an inclusive and equitable manner. However, religious moderation education often remains limited to the transmission of normative concepts and has not fully explained how moderation values are internalized through learning experiences. This study aims to analyze the implementation of the Multicultural Education curriculum in developing religious moderation values among prospective PAI teachers at STIT Al-Washliyah Binjai. The study employed a qualitative method, with lecturers and students serving as the primary data sources. Data were collected through interviews, observations, and documentation and were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the internalization of religious moderation emerges through the interconnection between value integration within the curriculum and contextual learning experiences conducted both inside and outside the classroom. From the students’ perspectives, the Multicultural Education course fostered four prominent values: pro-existence tolerance, tawassuth, tasamuh, and i'tidal. These findings demonstrate that religious moderation becomes more substantive when students move beyond a cognitive understanding of diversity and begin to experience, reflect on, and translate it into social attitudes and practices. The study implies that Multicultural Education contributes to the development of pedagogical competence grounded in religious moderation values, thereby supporting the formation of moderate professional identities among prospective PAI teachers.
Tradisi Tepung Tawar dalam Adat Melayu Desa Tanjung Lenggang: Analisis Syariat Islam Berdasarkan Qs Al-Hujurat Ayat 13 tentang Tauhid dan Adat Zahratul Hayat; Sulaiman Muhammad Amir
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2628

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi tepung tawar dalam adat Melayu di Desa Tanjung Lenggang dengan perspektif syariat Islam berdasarkan Q.S. Al-Hujurat ayat 13, khususnya terkait tauhid dan adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, pelaksanaan, serta kesesuaian tradisi tepung tawar dengan prinsip tauhid dalam Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tepung tawar merupakan bentuk pelestarian adat, ungkapan syukur, doa, dan sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Tradisi ini dapat diterima dalam Islam selama pelaksanaannya tidak mengandung keyakinan yang bertentangan dengan tauhid, seperti meyakini adanya kekuatan selain Allah SWT. Q.S. Al-Hujurat ayat 13 menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan bagian dari ketetapan Allah, sehingga adat dapat dipertahankan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Dekriminalisasi Aborsi bagi Korban Pemerkosaan Perspektif Maqashid Syariah Nur Hafizah Husna; Zulpahmi Lubis
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2727

Abstract

Pengaturan aborsi di Indonesia mengalami perubahan melalui Pasal 463 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang memberikan pengecualian terbatas bagi korban perkosaan dan kondisi kedaruratan medis. Ketentuan ini perlu dikaji dalam perspektif maqāṣid al-syarī'ah, khususnya prinsip ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-nasl. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan dekriminalisasi aborsi bagi korban perkosaan berdasarkan Pasal 463 KUHP serta kesesuaiannya dengan prinsip maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan perbandingan hukum. Data diperoleh melalui library research terhadap KUHP, Undang-Undang Kesehatan, peraturan terkait, Al-Qur'an, hadis, kitab fikih, dan literatur ilmiah, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Pasal 463 memberikan pengecualian pidana terhadap aborsi akibat perkosaan dengan batas usia kehamilan 14 minggu, tetapi implementasinya masih menghadapi kendala prosedural, pembuktian, keterbatasan waktu, dan harmonisasi regulasi. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī'ah, ketentuan tersebut memiliki kesesuaian dengan ḥifẓ al-nafs melalui perlindungan terhadap korban, sekaligus mempertahankan ḥifẓ al-nasl melalui pembatasan ketat. Dekriminalisasi tersebut merupakan pengecualian terbatas yang berorientasi pada kemaslahatan dan pencegahan kemudaratan, bukan legalisasi aborsi secara bebas.  
Asas Praduga Tidak Bersalah dalam Tinjauan Hukum Pidana Islam Dilla Pratiwi; Zaid Alfauza Marpaung
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2731

Abstract

Asas praduga tidak bersalah merupakan prinsip penting dalam sistem hukum pidana modern yang berkaitan dengan perlindungan terhadap seseorang yang dituduh melakukan tindak pidana sebelum kesalahannya dibuktikan melalui proses hukum yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep asas praduga tidak bersalah dalam perspektif hukum pidana Islam serta mengkaji relevansinya dalam penegakan hukum pidana modern di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap sumber hukum Islam dan peraturan perundang-undangan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah asas praduga tidak bersalah tidak ditemukan secara eksplisit dalam literatur fikih klasik, terdapat prinsip-prinsip yang memiliki keterkaitan dengan substansinya, terutama kewajiban pembuktian terhadap suatu tuduhan, kehati-hatian dalam menetapkan kesalahan, dan perlindungan terhadap pihak yang dituduh. Prinsip tersebut tercermin antara lain dalam kaidah al-bayyinah ‘ala al-mudda’i wa al-yamin ‘ala man ankara, al-ashlu bara’atu al-dzimmah, dan al-yaqin la yazulu bi al-syakk. Dalam penegakan hukum pidana modern di Indonesia, asas praduga tidak bersalah tetap relevan sebagai prinsip perlindungan hak dan pembatasan terhadap tindakan yang sewenang-wenang, meskipun penerapannya masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara norma dan praktik serta tekanan media dan opini publik. Penguatan pemahaman, proses peradilan yang objektif, dan penerapan prinsip kehati-hatian diperlukan untuk mendukung penerapan asas tersebut secara konsisten
Maqashidpreneurship: Model Inovasi Kewirausahaan Lembaga Dakwah Berbasis Maqashid Syariah untuk Keberlanjutan Sosial Imam Fatkhullah; Cecep Castrawijaya
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2754

Abstract

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut lembaga dakwah untuk tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan dakwah, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi dan keberlanjutan sosial. Kewirausahaan menjadi salah satu strategi untuk menciptakan sumber daya secara mandiri, namun pengembangannya perlu diarahkan agar tidak bergeser dari tujuan dan nilai dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi kewirausahaan lembaga dakwah berbasis Maqashid Syariah serta merumuskan model Maqashidpreneurship sebagai pendekatan untuk mendukung keberlanjutan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel ilmiah, penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqashid Syariah dapat berfungsi sebagai orientasi nilai, pedoman inovasi, serta instrumen evaluasi dalam pengembangan kewirausahaan lembaga dakwah. Integrasi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dengan inovasi kewirausahaan menghasilkan model yang menghubungkan orientasi nilai, inovasi, transformasi kelembagaan, penciptaan nilai ekonomi dan sosial, serta keberlanjutan misi dakwah. Maqashidpreneurship menawarkan kontribusi konseptual dan praktis dalam mengarahkan lembaga dakwah menuju kemandirian ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan sosial tanpa kehilangan orientasi dakwah.
Dimensi Ajaran Islam: Hubungan Antara Akidah, Syariah, dan Akhlak dalam Realitas Empiris Ngalimun; Muammar
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i3.2765

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual dan empiris antara akidah, syariah, dan akhlak serta relevansinya terhadap kehidupan sosial masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan Al-Qur’an, hadis, karya pemikir Islam klasik dan kontemporer, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan integratif dengan menghubungkan dimensi normatif ajaran Islam dengan realitas perilaku manusia. Hasil kajian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, akidah berfungsi sebagai fondasi teologis yang memberikan orientasi makna terhadap tindakan manusia. Kedua, syariah menjadi kerangka normatif yang menerjemahkan nilai keimanan ke dalam aturan ibadah dan muamalah. Ketiga, akhlak merupakan manifestasi konkret dari internalisasi akidah dan pelaksanaan syariah dalam kehidupan individual maupun sosial. Keempat, integrasi ketiganya menjadi penting dalam menghadapi realitas empiris kontemporer, terutama krisis moral, perubahan sosial, pluralitas, dan transformasi digital. Dengan demikian, keberagamaan Islam yang utuh harus mempertemukan keyakinan, kepatuhan normatif, dan kematangan moral dalam kehidupan nyata