cover
Contact Name
Khairan Marzuki
Contact Email
uts.uas88@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
uts.uas88@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : 29632072     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 208 Documents
Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka: Konstruksi Teoretis dan Aplikasi Kontekstual Riduan Iksan; Mariana; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2086

Abstract

Desain pembelajaran merupakan elemen fundamental dalam implementasi Kurikulum Merdeka karena menjadi jembatan antara kebijakan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut keterpaduan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, komponen, serta strategi desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan relevansinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder berupa regulasi pemerintah, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dibangun di atas empat prinsip utama, yaitu berpusat pada peserta didik, kontekstual, diferensiasi, dan berbasis projek, yang diwujudkan melalui empat komponen yang koheren, yaitu Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, dan asesmen. Berbagai model pembelajaran seperti pembelajaran berdiferensiasi, Project Based Learning, Problem Based Learning, dan pembelajaran kontekstual terbukti relevan diterapkan dalam PAI karena esensi ajaran Islam sejalan dengan pendekatan pembelajaran aktif dan reflektif. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru yang belum merata, kebutuhan waktu adaptasi yang panjang, dan kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka bergantung pada penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dukungan sistemik dari satuan pendidikan dan pemangku kebijakan.
Ruqyah Berbasis Sufistik Sebagai Terapi Psiko-Spiritual Alternatif bagi Depresi Muhammad Husein
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2093

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi konseptual ruqyah berbasis sufistik sebagai salah satu bentuk mindfulness Islami melalui perspektif psikologi transpersonal dan psikoneuroi-munologi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengkaji bagaimana praktik penyembuhan Islam tradisional dapat dipahami dalam kerangka psikologis dan fisiologis kontemporer. Berbagai penelitian yang telah melalui proses peer review terkait ruqyah, penyembuhan sufistik, spiritualitas Islam, dan kesehatan mental ditelaah serta disintesis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam diskursus akademik kontemporer, di mana ruqyah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai ritual mistik yang berkaitan dengan gangguan jin atau kesurupan, tetapi juga mulai dipahami sebagai suatu pendekatan psiko-spiritual yang holistik dan berpotensi membantu mengatasi gangguan psikosomatis serta berbagai tantangan psikologis pada masyarakat modern. Analisis dalam penelitian ini mengidentifikasi tiga dimensi yang saling berkaitan dalam ruqyah berbasis sufistik. Pertama, inabah berpotensi menjadi sarana katarsis emosional dan restrukturisasi kognitif yang membantu individu mengolah rasa bersalah yang belum terselesaikan serta kecemasan eksistensial. Kedua, praktik zikir dipahami memiliki kesamaan dengan mindfulness berbasis perhatian terfokus dan diduga dapat membantu mengurangi pikiran yang mengganggu serta mendukung regulasi sistem saraf parasimpatik. Ketiga, penerapan thibbun nabawi memberikan dukungan somatik yang melengkapi proses spiritual dan berpotensi membantu menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Sebagai kesimpulan, ruqyah berbasis sufistik menunjukkan potensi yang masuk akal untuk dipahami sebagai kerangka pendukung dalam layanan kesehatan mental yang bersifat holistik. Meskipun demikian, karena penelitian ini sepenuhnya didasarkan pada data sekunder, temuan yang diperoleh masih bersifat konseptual dan pendahuluan. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian empiris lebih lanjut, termasuk observasi klinis dan pengukuran fisiologis, guna mengkaji secara lebih mendalam mekanisme terapeutik serta implikasi praktis dari pendekatan ini dalam konteks nyata.
Transformasi Desain Pembelajaran PAI dari Teacher-Centered Menuju Student-Centered Learning Nursidah Arisca Putri; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2096

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut perubahan paradigma pembelajaran dari pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered learning) menuju pendekatan yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perubahan tersebut menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta penguatan karakter religius peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, urgensi, serta implementasi transformasi desain pembelajaran PAI dari paradigma teacher-centered menuju student-centered learning. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, artikel jurnal ilmiah, regulasi pendidikan, dan dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan desain pembelajaran PAI dan pendekatan student-centered learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi desain pembelajaran PAI menuntut perubahan pada peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing belajar; pengembangan strategi pembelajaran aktif; pemanfaatan teknologi pendidikan; serta penerapan asesmen autentik yang berorientasi pada proses dan hasil belajar peserta didik. Implementasi pendekatan student-centered learning dalam pembelajaran PAI terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, dan internalisasi nilai-nilai Islam secara lebih bermakna. Oleh karena itu, transformasi desain pembelajaran PAI menjadi kebutuhan strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman dan karakteristik generasi peserta didik masa kini.
Implementation of Islamic Financial Management in the Digital Era Desvyna Tri Yanitha; Aulia Fitri; Khalimatus Sa’diah; Erwan Setyanoor
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2114

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem keuangan, termasuk pada penerapan manajemen keuangan Islam. Transformasi digital mendorong lembaga keuangan syariah untuk mengadopsi berbagai inovasi teknologi guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen keuangan Islam pada era digital serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan regulasi yang berkaitan dengan manajemen keuangan Islam dan digitalisasi layanan keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan berbagai peluang bagi pengembangan keuangan Islam, seperti kemudahan akses layanan perbankan syariah, peningkatan inklusi keuangan, efisiensi operasional, serta pengembangan produk berbasis teknologi finansial (fintech) syariah. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, antara lain keamanan data, risiko siber, rendahnya literasi digital masyarakat, serta perlunya penguatan regulasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen keuangan Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.
Evolusi Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Analisis Historis Pergeseran Kebijakan, Inovasi Pedagogis, dan Tantangan Masa Depan Muhammad Alfi Hidayat; Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2123

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia mengalami perkembangan yang dinamis seiring perubahan sosial, politik, budaya, dan kebutuhan pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan menganalisis evolusi kurikulum PAI sejak periode awal kemerdekaan hingga implementasi Kurikulum Merdeka dengan menelaah pergeseran kebijakan, inovasi pedagogis, serta tantangan pengembangannya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis historis terhadap dokumen kebijakan kurikulum, literatur akademik, dan kajian terkait perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan kurikulum PAI mengalami transformasi paradigma, mulai dari orientasi normatif-doktrinal pada masa awal kemerdekaan, penguatan struktur dan standardisasi materi pada periode berikutnya, pergeseran menuju pendekatan berbasis tujuan dan kompetensi, hingga paradigma pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada karakter dalam Kurikulum Merdeka. Inovasi pedagogis terlihat melalui perubahan pendekatan pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered, penguatan asesmen autentik, integrasi teknologi, pembelajaran berdiferensiasi, serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, implementasi kurikulum PAI masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan guru, kesenjangan implementasi antar satuan pendidikan, penguatan moderasi beragama, serta kebutuhan integrasi nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum PAI masa depan perlu diarahkan pada paradigma transformatif yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman, kompetensi global, dan konteks sosial masyarakat Indonesia yang plural.
Harmonisasi Legal Drafting Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Dana Desa Berbasis Prinsip Siyasah Dusturiyah dan Good Governance Erly Sulistiyawati; Siti Khadijah; Akhmad Zaki Yamani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam draf Peraturan Desa mengenai Pengelolaan Dana Desa dari aspek teknik perancangan hukum positif serta melakukan rekonstruksi teoretis agar selaras dengan nilai-nilai Siyasah Dusturiyah. Penelitian hukum yuridis-normatif ini sepenuhnya menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data sekunder yang dikumpulkan melalui studi dokumen dianalisis secara kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menemukan tiga tipologi anomali utama pada draf Perdes Dana Desa, yaitu: kesalahan formil berupa pencantuman konsiderans regulasi yang telah kedaluwarsa; duplikasi kaku (blind copy-paste) materi muatan dari aturan supradesa tanpa kontekstualisasi kearifan lokal; serta ambiguitas formulasional (vague of norm) pada klausul tenggat waktu pengawasan anggaran. Berdasarkan Teori Lon L. Fuller dan Robert Seidman, rangkaian anomali ini menurunkan moralitas internal hukum dan melumpuhkan efektivitas regulasi di lapangan. Ditinjau dari prinsip Siyasah Dusturiyah dan Teori Maqashid al-Shariah Jasser Auda, draf tersebut dinilai cacat secara nilai karena abai terhadap realitas kemiskinan lokal dan terjebak pada penyalahgunaan wewenang legislatif (abuse of power/ta'addi) akibat kaburnya norma pengawasan. Oleh karena itu, draf Perdes ke depan wajib direkonstruksi secara hibrida dengan mensinergikan kejernihan teks hukum modern dan internalisasi nilai amanah teologis.
Sistem Manajemen Likuiditas Berbasis Syariah: Analisis Fungsi dan Mekanisme Transaksi Pasar Uang Islam Nur’aina Hikmah Sallyantie; Annisa Noor Rahmadani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2242

Abstract

Manajemen likuiditas merupakan aspek mendasar dalam operasional perbankan syariah karena berfungsi menjaga kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi manajemen likuiditas dalam sistem perbankan syariah, mengkaji mekanisme transaksi instrumen pasar uang syariah, menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah, serta mengidentifikasi tantangan dan prospek pengembangannya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, regulasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta sumber-sumber ilmiah relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen likuiditas berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional bank syariah melalui pengelolaan aset dan liabilitas yang sesuai dengan prinsip syariah. Instrumen pasar uang syariah, seperti Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Sharia Interbank Mudharabah Investment (SIMA), dan Repo Surat Berharga Syariah Negara (Repo SBSN), terbukti mendukung pengelolaan likuiditas tanpa mengandung unsur riba, gharar, dan maysir. Namun demikian, pengembangannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan variasi instrumen, belum optimalnya pemanfaatan instrumen, kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan regulasi. Oleh karena itu, kolaborasi antara regulator, industri perbankan syariah, dan akademisi diperlukan untuk memperkuat efektivitas sistem manajemen likuiditas syariah di Indonesia.
Pengaruh Partisipasi Komite Madrasah dan Efektivitas Pelaksanaan Program Kerja terhadap Mutu Pendidikan Iwan Hermawan; Aceng Ulumudin; Hilda Ainissyifa
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2517

Abstract

Mutu pendidikan Islam di satuan pendidikan menengah pedesaan sering kali belum mencapai standar optimal akibat lemahnya efektivitas pelaksanaan program kerja serta belum maksimalnya keterlibatan komite madrasah secara substantif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh partisipasi komite madrasah terhadap efektivitas pelaksanaan program kerja serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan di MTs Al-Barokah Pameungpeuk. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif survei eksplanatori dengan teknik sensus terhadap 33 responden yang mencakup unsur dewan guru, pengurus yayasan, dan pengurus komite madrasah. Data primer dihimpun melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian membuktikan bahwa partisipasi komite berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program kerja (R2 = 76,0%), dan efektivitas program kerja berpengaruh dominan terhadap mutu pendidikan (R2 = 89,2%). Keterlibatan komite juga berpengaruh langsung secara positif terhadap mutu pendidikan (p = 0,023). Pengujian analisis jalur mengonfirmasi bahwa efektivitas pelaksanaan program kerja berperan secara sah sebagai variabel mediasi parsial (partial mediating variable) yang memperkuat hubungan kausal antara partisipasi komite dan mutu pendidikan, dengan kontribusi pengaruh total mencapai 0,888. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan dan bantuan komite madrasah tidak secara otomatis meningkatkan mutu sekolah tanpa melalui pintu perantara berupa eksekusi program kerja yang efektif, terstruktur, dan terukur di lapangan. Implikasinya, pengelola madrasah perlu menggeser partisipasi masyarakat dari formalitas seremonial menuju keterlibatan substantif melalui digitalisasi pelaporan keuangan serta penguatan kemitraan strategis secara berkelanjutan
Problematika Pasal 27 Ayat (3) UU ITE terhadap Kerja Jurnalistik: Rekonstruksi Perlindungan Hukum Berbasis Maqasid al-Shariah Adinda Selina Syahputri Situmorang; Zulkarnain Nasution
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2531

Abstract

Kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik melalui instrumen hukum pidana digital menunjukkan adanya ketegangan serius antara perlindungan kehormatan individu dan jaminan kebebasan pers dalam negara hukum demokratis. Penelitian ini bertujuan menganalisis problem normatif Pasal 27 ayat (3) UU ITE dalam kaitannya dengan kerja jurnalistik serta merekonstruksi perlindungan hukum yang proporsional melalui perspektif Maqasid al-Shariah. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara preskriptif melalui penafsiran sistematis dan teleologis terhadap UU Pers, UU ITE, perkembangan pengaturan delik penghinaan dalam KUHP, putusan Mahkamah Konstitusi, serta konsep Maqasid al-Shariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama Pasal 27 ayat (3) tidak hanya terletak pada luasnya ruang penafsiran, tetapi pada ketidakjelasan batas antara serangan terhadap reputasi dan penyampaian informasi untuk kepentingan publik. Transformasi norma ke Pasal 27A dan kemudian ke dalam rezim KUHP memperbaiki sebagian konstruksi hukum, tetapi belum sepenuhnya menghapus risiko kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik. Penelitian ini menemukan bahwa perlindungan jurnalistik memerlukan dua lapis pembatasan, yaitu prioritas mekanisme UU Pers secara prosedural dan pengujian kepentingan publik secara substantif. Melalui Maqasid al-Shariah, rekonstruksi tersebut dirumuskan berdasarkan empat parameter: legitimasi informasi, kepentingan publik, proporsionalitas, dan minimalisasi kemudaratan. Kerangka ini menempatkan hukum pidana sebagai ultimum remedium tanpa meniadakan perlindungan terhadap kehormatan individu.
Pengembangan Usaha Sambal Andaliman (Khas Batak) Perspektif Ekonomi Islam Rahmat Hidayat; Muhammad Ikhsan Harahap; Imsar
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan usaha Sambal Andaliman (Khas Batak) pada UMKM Sambal Andaliman Sapo Sapo berdasarkan perspektif ekonomi Islam. Fokus penelitian meliputi pemahaman dan penerapan prinsip halal, manfaat sertifikasi halal, pengalaman pelaku usaha dalam mempersiapkan sertifikasi halal, serta strategi pengembangan bisnis melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM Sambal Andaliman Sapo Sapo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Sambal Andaliman Sapo Sapo belum memiliki sertifikat halal, namun telah menerapkan prinsip halal melalui penggunaan bahan baku yang halal, proses produksi yang higienis, serta transaksi yang dilakukan secara jujur dan transparan sesuai dengan nilai-nilai ekonomi Islam. Pemilik usaha juga memahami bahwa sertifikasi halal memiliki manfaat dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat citra usaha, dan memperluas peluang pemasaran, meskipun sertifikasi tersebut belum diajukan karena usaha masih berfokus pada pengembangan operasional dan menghadapi kendala dalam perekrutan tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh nilai X sebesar 1,18 yang berasal dari selisih Strengths (S) dan Weaknesses (W) serta nilai Y sebesar 1,02 yang berasal dari selisih Opportunities (O) dan Threats (T). Posisi tersebut menempatkan usaha pada Kuadran I (Growth Strategy), yang menunjukkan bahwa UMKM memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang baik untuk berkembang. Strategi yang direkomendasikan adalah mempertahankan kualitas produk, memanfaatkan pemasaran digital, memperluas jaringan distribusi, serta mempersiapkan sertifikasi halal sebagai strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan sesuai dengan perspektif ekonomi Islam.