cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : -     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 197 Documents
Perumusan Strategi dalam Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Kajian Konseptual dan Implementatif Mahdiyyah; H. Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1987

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam desain pembelajaran yang berperan sebagai penghubung antara tujuan pembelajaran dan implementasi proses belajar mengajar. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perumusan strategi pembelajaran menjadi aspek penting karena pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap religius dan keterampilan praktik keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep strategi dalam desain pembelajaran PAI, mengkaji proses perumusannya secara sistematis, serta menjelaskan implementasinya dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan desain dan strategi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan implementasi strategi pembelajaran dalam PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa perumusan strategi pembelajaran harus didasarkan pada analisis tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, pendekatan, model, media, serta evaluasi yang digunakan. Berbagai model pembelajaran seperti Direct Instruction, Problem Based Learning, Cooperative Learning, dan Project Based Learning dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Dalam implementasinya, strategi pembelajaran PAI harus mampu mengintegrasikan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang sehingga menghasilkan pembelajaran yang holistik, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Analisis Konseptual dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Abad Ke-21 Mahdiyyah; H. Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1988

Abstract

Kurikulum merupakan komponen fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keislaman, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap religius, dan keterampilan peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik serta tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dan mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pengembangan kurikulum dan Pendidikan Agama Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi, mengkategorisasi, dan menginterpretasikan berbagai konsep yang berkaitan dengan prinsip pengembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, efektivitas, dan integrasi merupakan landasan utama dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penerapan prinsip-prinsip tersebut berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang adaptif, kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mampu mengembangkan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Dengan demikian, pengembangan kurikulum PAI yang berlandaskan prinsip-prinsip tersebut dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan Islam secara komprehensif di era modern.
Deskripsi dan Telaah Kurikulum Aqidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah: Analisis Struktur, Kompetensi, dan Relevansi Nilai Islami Sheila Rosalia; Syaifuddin Sabda; Reza Setya Rachman
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1989

Abstract

Kurikulum Aqidah Akhlak merupakan salah satu komponen inti dalam sistem pendidikan madrasah yang berperan strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter Islami peserta didik. Meskipun telah mengalami berbagai pembaruan, kajian yang secara khusus menelaah kurikulum Aqidah Akhlak secara komparatif antara jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dari sisi struktur, kompetensi, dan relevansi nilai Islami masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah kurikulum Aqidah Akhlak pada kedua jenjang tersebut melalui analisis struktur kurikulum, rumusan kompetensi, serta relevansinya terhadap nilai-nilai Islami. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen, di mana sumber data utama berupa dokumen kurikulum resmi Aqidah Akhlak MTs dan MA yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan mengacu pada teori pengembangan kurikulum dan pendidikan nilai dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kurikulum Aqidah Akhlak MTs dan MA memiliki kesinambungan vertikal yang cukup baik, namun terdapat kesenjangan dalam kedalaman muatan kompetensi antara kedua jenjang. Rumusan kompetensi pada jenjang MA lebih bersifat aplikatif dan reflektif dibandingkan MTs yang cenderung kognitif-normatif. Relevansi nilai Islami dalam kedua kurikulum tergambar melalui integrasi nilai tauhid, akhlak karimah, dan pembentukan insan kamil, meskipun operasionalisasinya dalam indikator pembelajaran masih perlu penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum Aqidah Akhlak pada kedua jenjang secara substantif telah mencerminkan nilai-nilai Islami, namun memerlukan penyelarasan kompetensi yang lebih sistematis untuk menjamin kesinambungan pembentukan karakter Muslim yang utuh.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI Melalui Kepemimpinan Instruksional dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Era Digital) Noor Syifa Azkia Rahmah; Aulia Azizatul Hidayah; Aprina Noor Latifah; Suriagiri
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1991

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang berada di era perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga informasi dapat diakses secara instan, masif, dan tidak terbatas dan hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah tantangan era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis berbagai literatur ilmiah dan referensi yang sesuai topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional yang adaptif di era digital memerlukan transformasi peran kepala sekolah dari sekadar administrator menjadi penggerak inovasi teknologi. Peningkatan kualitas pembelajaran PAI dicapai melalui pembinaan guru PAI, pengawasan dalam pembelajaran PAI, memfasilitasi pelatihan kompetensi teknologi bagi guru PAI, dan memberi teladan nilai-nilai keislaman. Kepala sekolah yang menjalankan peran instruksionalnya secara efektif mampu mendorong guru PAI mengembangkan metode pengajaran yang variatif dan relevan dengan karakteristik generasi digital. Sinergi antara kepemimpinan instruksional yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang bijak menjadi kunci utama dalam menjaga mutu serta relevansi pendidikan Islam di era modern.
Menjelajahi Makna Spiritual di Balik Bainguwan Itik Alabio Muhammad Husein; Ahmad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1992

Abstract

Tulisan ini mencoba menghubungkan dua hal yang jarang dibahas bersama: penelitian tentang peternakan itik Alabio sebagai sumber penghidupan masyarakat Banjar, dan hadis Nabi yang menjelaskan bahwa banyak nabi pernah menjadi penggembala kambing. Berangkat dari data ilmiah yang menunjukkan bahwa beternak itik Alabio menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan kontribusi mencapai 46,81% per tahun, artikel ini ingin menunjukkan bahwa kegiatan beternak sebenarnya bukan hanya soal mencari uang. Melalui kajian pustaka dan analisis isi, ditemukan bahwa tradisi bainguwan dalam masyarakat Banjar juga mengajarkan banyak nilai kehidupan, seperti kesabaran, tanggung jawab, ketekunan, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini sejalan dengan hikmah di balik profesi menggembala yang pernah dijalani para nabi sebagai proses pembentukan karakter dan kedewasaan. Dengan menggabungkan sudut pandang ilmiah dan spiritual, artikel ini memberikan pemahaman bahwa bekerja dan mencari nafkah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membentuk akhlak dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Model Assure dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Tinjauan Sistematis Relevansinya terhadap Kurikulum Merdeka Ahmad Abrani Noor; Syaiful Bahri Djamarah; Hilmi Mizani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1993

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun, implementasi pembelajaran masih sering berorientasi pada penguasaan materi sehingga kurang mendukung pengembangan kompetensi dan karakter secara menyeluruh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan model desain pembelajaran yang sistematis dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model desain pembelajaran ASSURE, mengkaji karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya, serta menelaah relevansinya dengan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui telaah sistematis terhadap berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ASSURE memiliki karakteristik yang menekankan analisis peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran yang jelas, pemilihan metode dan media yang sesuai, keterlibatan aktif peserta didik, serta evaluasi dan revisi berkelanjutan. Model ini relevan dengan prinsip Kurikulum Merdeka karena mendukung pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pemanfaatan teknologi pendidikan, dan asesmen autentik. Meskipun demikian, penerapannya dalam Pendidikan Agama Islam masih memerlukan adaptasi pada aspek penguatan nilai spiritual dan pembentukan karakter keagamaan yang tidak sepenuhnya dapat diukur melalui pendekatan instruksional. Dengan demikian, model ASSURE dapat menjadi alternatif desain pembelajaran yang efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam secara lebih sistematis, kontekstual, dan bermakna.
Evaluasi Desain Pembelajaran PAI Berbasis Constructive Alignment Reza Setya Rachman; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah; Sheila Rosalia
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2006

Abstract

Evaluasi desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam penting dilakukan untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya memenuhi kelengkapan administratif, tetapi juga memiliki keselarasan pedagogis dalam membentuk pemahaman keagamaan, sikap spiritual, dan akhlak peserta didik. Dalam praktiknya, desain pembelajaran PAI sering dinilai dari keberadaan perangkat ajar, seperti tujuan, materi, metode, dan asesmen, namun belum banyak dikaji dari hubungan fungsional antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan internalisasi nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain pembelajaran PAI melalui kerangka constructive alignment. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui penelaahan literatur yang relevan tentang desain pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, asesmen, internalisasi nilai, dan constructive alignment. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran PAI yang bermutu perlu dibangun melalui keselarasan antara capaian pembelajaran yang jelas, aktivitas belajar yang aktif dan reflektif, asesmen yang autentik, serta internalisasi akhlak yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi desain pembelajaran PAI tidak cukup diarahkan pada kelengkapan dokumen, tetapi harus menilai keterpaduan antar-komponen pembelajaran. Dengan demikian, constructive alignment dapat menjadi kerangka evaluasi yang lebih utuh, bermakna, dan relevan untuk memperkuat kualitas pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan akhlak peserta didik.
Analisis Desain Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam: Konsep, Implementasi, dan Tantangannya Mariana; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2009

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya pembaruan pendidikan yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, pengembangan kompetensi secara holistik, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam implementasinya, desain pembelajaran menjadi komponen penting yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, mengkaji implementasinya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Data diperoleh melalui dokumentasi dan telaah literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dibangun melalui komponen Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, dan asesmen yang terintegrasi dalam mendukung pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna. Implementasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran kontekstual yang mendukung pengembangan kompetensi religius, karakter, dan keterampilan peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain kesiapan guru yang belum merata, keterbatasan pemahaman terhadap komponen kurikulum, keterbatasan sarana dan prasarana, serta risiko implementasi yang tidak konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka memerlukan dukungan kompetensi guru, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta penguatan sistem pendampingan dan pengembangan profesional secara berkelanjutan.
Analisis Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Jenjang SMP dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Mariana; Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2010

Abstract

Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena menjadi pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Seiring dengan perkembangan pendidikan di Indonesia, Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya penyempurnaan kurikulum yang memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan guru dalam mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam implementasi Kurikulum Merdeka dengan menelaah komponen kurikulum, struktur dan karakteristik kurikulum, capaian pembelajaran, serta implementasi modul ajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian yang relevan dengan kurikulum PAI dan Kurikulum Merdeka. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI pada jenjang SMP dalam Kurikulum Merdeka dikembangkan berdasarkan komponen tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang didukung oleh landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis. Struktur kurikulum pada Fase D memberikan fleksibilitas pembelajaran melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler yang berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila. Implementasi kurikulum juga didukung oleh capaian pembelajaran yang disusun berdasarkan fase perkembangan peserta didik serta penggunaan modul ajar yang membantu guru dalam merancang pembelajaran secara sistematis. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka memberikan peluang yang lebih luas untuk mengembangkan pembelajaran PAI yang kontekstual, fleksibel, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara holistik.
Deskripsi dan Telaah Kurikulum SKI di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Munawarah; Syaifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2015

Abstract

Kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) berperan dalam membangun pemahaman sejarah Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter peserta didik. Makalah ini bertujuan mendeskripsikan kurikulum SKI, menganalisis struktur dan karakteristiknya, serta menelaah implementasinya di MI. Penulisan menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai literatur dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum SKI disusun secara sistematis sesuai perkembangan peserta didik serta mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Karakteristiknya meliputi pembelajaran berbasis keteladanan, integratif, berpusat pada peserta didik, dan mendukung moderasi beragama. Implementasinya telah mengarah pada pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual, namun masih menghadapi kendala seperti dominasi metode ceramah, keterbatasan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran untuk mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum SKI.